صحيح ابن حبان ٧٦١: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ عَبْدِ الْجَبَّارِ الصُّوفِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي الأَحْوَصِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ يَقُولُ أَحَدُكُمْ نَسِيتُ آيَةَ كَيْتَ وَكَيْتَ، فَإِنَّهُ لَيْسَ هُوَ نَسِيَ، وَلَكِنَّهُ نُسِّيَ.
Shahih Ibnu Hibban 761: Ahmad bin Al Hasan bin Abdul Jabbar Ash-Shufi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ubaidullah bin Umar Al Qawariri menceritakan kepada kami, dia berkata: Muammal bin Ismail menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, dari Abu Ishaq, dari Abu Al Ahwash, dari Abdullah, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah salah seorang antara kalian mengatakan57, ‘ Aku lupa ayat ini dan itu’, karena sesungguhnya dia tidaklah lupa, melainkan dibuat lupa (oleh Allah).” 58 [2:43]
صحيح ابن حبان ٧٦٢: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ قَحْطَبَةَ بِفَمِّ الصِّلْحِ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ قَزَعَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَوَاءٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي عَرُوبَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اسْتَذْكِرُوا الْقُرْآنَ، فَلَهُوَ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنْ صُدُورِ الرِّجَالِ مِنَ النَّعَمِ مِنْ عُقُلِهَا، وَبِئْسَمَا لأَحَدِكُمْ أَنْ يَقُولَ: نَسِيتُ آيَةَ كَيْتَ وَكَيْتَ، مَا نَسِيَ وَلَكِنْ نُسِّيَ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: لَمْ يُسْنِدْ سَعِيدٌ عَنِ الأَعْمَشِ غَيْرَ هَذَا.
Shahih Ibnu Hibban 762: Abdullah bin Qahthabah di Fammi Ash-Shilhi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Al Hasan bin Qaza’ah menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Sawa'59 menceritakan kepada kami, dari Sa’id bin Abu ‘Arubah, dari Al A’masy, dari Abu Wa'il, dari ‘Abdullah, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Ingat-ingatlah kalian terhadap (hapalan) Al Qur'an, karena sungguh ia lebih cepat lepas dari dada orang-orang daripada seekor unta (yang lepas) dari ikatannya. Sungguh jelek bila seseorang mengatakan, ‘Aku telah lupa ayat ini dan itu’ Dia itu tidak lupa melainkan dibuat lupa (oleh Allah). ”60 Abu Hatim berkata: Sa'id tidak pemah meriwayatkan hadits dari Al A'masy kecuali hadits ini.
صحيح ابن حبان ٧٦٣: أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ إِسْمَاعِيلَ بِبُسْتَ وَعُمَرُ بْنُ سَعِيدٍ، وَعَبْدُ اللهِ بْنُ قَحْطَبَةَ، قَالُوا: حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ قَزَعَةَ الْبَصْرِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَوَاءٍ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اسْتَذْكِرُوا الْقُرْآنَ، فَلَهُوَ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنْ صُدُورِ الرِّجَالِ مِنَ النَّعَمِ مِنْ عُقُلِهَا، وَبِئْسَمَا لأَحَدِكُمْ أَنْ يَقُولَ: نَسِيتُ آيَةَ كَيْتَ وَكَيْتَ، بَلْ هُوَ نُسِّيَ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: فِي هَذَا الْخَبَرِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ الاِسْتِطَاعَةَ مَعَ الْفِعْلِ لاَ قَبْلَهُ.
Shahih Ibnu Hibban 763: Ishaq bin Ibrahim bin Ismail di Busta, Umar bin Sa’id dan Abdullah bin Qahthabah mengabarkan kepada kami, mereka berkata: Hasan61 bin Qaza’ah Al Bashri menceritakan kepada kami, Muhammad bin Sawa' menceritakan kepada kami, Sa’id bin Abu Arubah menceritakan kepada kami, dari Al A’masy, dari Abu Wa'il, dari Abdullah, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Ingat-ingatlah kalian terhadap (hapalan) Al Qur'an, karena sungguh ia lebih cepat lepas dari dada orang-orang daripada seekor unta (yang lepas) dari ikatannya. Sungguh jelek bila seseorang mengatakan, ‘Aku telah lupa ayat ini dan itu’ (Dia itu tidak lupa) melainkan dibuat lupa (oleh Allah).” 62 Abu Hatim berkata: Dalam hadits ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa istitha’ah (kemampuan untuk melakukan perbuatan) diciptakan bersamaan dengan munculnya perbuatan, bukan sebelumnya.
صحيح ابن حبان ٧٦٤: أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِدْرِيسَ، أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَصَاحِبِ الإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ، إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا، وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ.
Shahih Ibnu Hibban 764: Al Husain bin Idns mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Abu Bakar mengabarkan kepada kami, dari Malik, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perumpamaan orang yang menghafal Al Qur'an adalah seperti pemilik unta yang diikat. Jika dia terus mengikat untanya, maka dia dapat terus menguasainya. Tetapi bila dia melepaskannya, maka untanya itu akan pergi/hilang.”63 [1:2]
صحيح ابن حبان ٧٦٥: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ مَثَلَ صَاحِبِ الْقُرْآنِ مَثَلُ صَاحِبِ الإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ، إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا عَقَلَهَا، وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ.
Shahih Ibnu Hibban 765: Umar bin Sa’id bin Sinan mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Abu Bakar mengabarkan kepada kami, dari Malik, dari Nafi*, dari Ibnu Umar, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perumpamaan orang yang menghafal Al Qur'an itu adalah seperti pemilik unta yang diikat. Jika dia terus mengikat untanya, maka dia dapat terus menguasainya. Tetapi bila dia melepaskannya, maka untanya itu akan pergi/hilang.” 64 [3:28]
صحيح ابن حبان ٧٦٦: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ الْفَضْلِ الْكَلاَعِيُّ بِحِمْصَ حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ مُكْرَمٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ مَهْدِيٍّ، عَنِ الثَّوْرِيِّ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ زِرٍّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: اقْرَأْ وَارْقَ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي دَارِ الدُّنْيَا، فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ كُنْتَ تَقْرَؤُهَا.
Shahih Ibnu Hibban 766: Muhammad bin Ubaidullah bin Al Fadhl Al Kala’i di Himsh mengabarkan kepada kami, ‘Uqbah bin Mukram menceritakan kepada kami, Ibnu Mahdi menceritakan kepada kami, dari Ats-Tsauri, dari Ashim, dari Zirr, dari Abdullah bin Amru, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Akan dikatakan kepada orang yang membaca Al Qur'an, pada hari Kiamat nanti, ‘Bacalah [dan naiklah]! Bacalah dengan tartil sebagaimana kamu telah membacanya dengan tartil di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu terletak pada akhir ayat yang dulu kamu baca (di dunia)."'65 [1;2]
صحيح ابن حبان ٧٦٧: أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى بْنِ مُجَاشِعٍ، حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيِّ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى، عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ، مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَؤُهُ وَهُوَ يَشْتَدُّ عَلَيْهِ لَهُ أَجْرَانِ.
Shahih Ibnu Hibban 767: Imran bin Musa bin Mujasyi’ mengabarkan kepada kami, Utsman bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami, dari Hisyam Ad-Dastuwai, dari Qatadah, dari Zurarah bin Aufa, dari Sa’ad bin Hisyam, dari Aisyah, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan66 orang yang membaca Al Qur'an dan dia mahir membacanya, (dia akan) bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Sementara orang yang membaca Al Qur'an lalu dia merasa kesulitan dalam membacanya maka dia akan mendapat dua pahala." 67 [1:2].
صحيح ابن حبان ٧٦٨: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَحْمُودِ بْنِ عَدِيٍّ أَبُو عَمْرٍو بِنَسَا، قَالَ: أَخْبَرَنَا حُمَيْدُ بْنُ زَنْجُوَيْهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَاضِرُ بْنُ الْمُوَرِّعِ، قَالَ: حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا جَلَسَ قَوْمٌ فِي مَسْجِدٍ مِنْ مَسَاجِدِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ. وَمَنْ أَبْطَأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ.
Shahih Ibnu Hibban 768: Muhammad bin Mahmud bin Adi Abu Amr di Nasa mengabarkan kepada kami, dia berkata: Humaid bin Zanjawaih mengabarkan kepada kami, dia berkata: Mahadhar bin Al Muwarri’ menceritakan kepada kami, dia berkata: Al A’masy menceritakan kepada kami, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah suatu duduk di dalam salah satu masjid Allah, lalu mereka membaca Kitabullah dan mengkajinya di antara mereka, kecuali ketenangan akan turun kepada mereka, rahmat (Allah SWT) akan meliputi mereka, dan para malaikat akan mengelilingi mereka. Kemudian Allah akan menyebut (nama) mereka di hadapan makhluk-makhluk yang ada di sisi-Nya. Barangsiapa yang pengamalannya terhadap Kitabullah itu lambat, maka dia tidak akan cepat mendapatkan nasabnya (keberuntungannya)” 68 [1:2]
صحيح ابن حبان ٧٦٩: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أَخْبَرَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ، أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، قَالَ: سَمِعْتُ الْبَرَاءَ، يَقُولُ: إِنَّ رَجُلاً كَانَ يَقْرَأُ سُورَةَ الْكَهْفِ وَدَابَّتُهُ مُوثَقَةٌ، فَجَعَلَتْ تَنْفِرُ، تَرَى مِثْلَ الضَّبَابَةِ أَوِ الْغَمَامَةِ قَدْ غَشِيَتْهُ، فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ، فَقَالَ: اقْرَأْ يَا فُلاَنُ، تِلْكَ السَّكِينَةُ أُنْزِلَتْ عِنْدَ الْقُرْآنِ، أَوْ لِلْقُرْآنِ.
Shahih Ibnu Hibban 769: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, An-Nadhr bin Syumail mengabarkan kepada kami, Syu’bah mengabarkan kepada kami, dari Abu Ishaq, dia berkata: Aku mendengar Al Barra’ berkata: Ada seorang lelaki yang sedang membaca Surah Al Kahfi, sementara kuda tunggangannya diikat. Tiba-tiba kuda itu lari karena ia melihat kepulan awan yang telah menaungi orang itu. Orang itu pun mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu dia menceritakan hal itu kepada beliau. Beliau kemudian bersabda, “Bacalah (Al Qur'an) wahai fulan, (karena) ketenangan itu diturunkan ketika Al Qur'an (sedang dibaca) atau karena Al-Quran.” 69 [1:2]
صحيح ابن حبان ٧٧٠: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، عَنْ أَبِي مُوسَى، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ، طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَرِيحُهَا طَيِّبٌ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ، طَعْمُهَا طَيِّبٌ وَلاَ رِيحَ لَهَا، وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ، وَمَثَلُ الْفَاجِرِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ، طَعْمُهَا مُرٌّ، وَلاَ رِيحَ لَهَا.
Shahih Ibnu Hibban 770: Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, Abu Al Walid Ath-Thayali si menceritakan kepada kami, Hammam menceritakan kepada kami, dari Qatadah, dari Anas, dari Abu Musa, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur'an adalah seperti utrujjah (sejenis jeruk), rasanya enak dan baunya harum. Perumpamaan orang mukmin yang tidak suka membaca Al Qur'an adalah seperti (buah kurma), rasanya manis tapi tidak memiliki bau yang harum. Perumpamaan orang fajir yang membaca Al Qur'an adalah seperti kemangi {bunga), baunya harum namun rasanya pahit. Sedangkan perumpamaan orang fajir yang tidak suka membaca Al Qar an adalah seperti hanzhalah (buah labu pahit), rasanya pahit dan baunya tidak harum.”70 [1-2]