صحيح ابن حبان ٦٣١: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ وَاسِعٍ، عَنْ شُتَيْرِ بْنِ نَهَارٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: حُسْنُ الظَّنِّ مِنْ حُسْنِ الْعِبَادَةِ.
Shahih Ibnu Hibban 631: Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Al Walid Ath-Thayalisi menceritakan kepada kami, dari Hamad bin Salamah, dari Muhammad bin Wasi’, dari Syutair bin Nahar, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Berbaik sangka termasuk baiknya ibadah.” 424
صحيح ابن حبان ٦٣٢: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ الْقَيْسِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَخْرُجُ رَجُلاَنِ مِنَ النَّارِ، فَيُعْرَضَانِ عَلَى اللهِ، ثُمَّ يُؤْمَرُ بِهِمَا إِلَى النَّارِ، فَيَلْتَفِتُ أَحَدُهُمَا فَيَقُولُ: يَا رَبِّ، مَا كَانَ هَذَا رَجَائِي، قَالَ: وَمَا كَانَ رَجَاؤُكَ؟ قَالَ: كَانَ رَجَائِي إِذْ أَخْرَجْتَنِي مِنْهَا، أَنْ لاَ تُعِيدَنِي، فَيَرْحَمُهُ اللَّهُ فَيُدْخِلُهُ الْجَنَّةَ.
Shahih Ibnu Hibban 632: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata, Hudbah bin Khalid Al Qaisi menceritakan kepada kami, ia berkata, Hamad bin Salamah menceritakan kepada kami, dari Tsabit, dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua orang yang dikeluarkan dari neraka, lalu mereka dihadapkan kepada Allah SWT, kemudian Allah SWT memerintahkan untuk memasukkan kembali keduanya ke dalam neraka. Lalu salah seorang darinya menoleh dan berkata, “Wahai Tuhan, bukanlah ini harapanku. Allah SWT bertanya, “(memangnya) apakah harapanmu itu?" Ia berkata, “Harapanku adalah tatkala Engkau mengeluarkanku dari neraka, Engkau tidak mengembalikanku ke sana. ” (mendengar pernyataan ini) Allah SWT berbelas kasih kepadanya dan memasukkannya ke dalam surga.”425 [00:00]
صحيح ابن حبان ٦٣٣: أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى بْنِ مُجَاشِعٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا شَبَابَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ الْغَازِ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَيَّانُ أَبُو النَّضْرِ، عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الأَسْقَعِ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، فَلْيَظُنَّ بِي مَا شَاءَ.
Shahih Ibnu Hibban 633: Imran bin Musa bin Mujasyi’ mengabarkan kepada kami, ia berkata, Usman bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syababah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hisyam bin Al Ghaz menceritakan kepada kami, ia berkata, Hayyan Abu An- Nadhr menceritakan kepada kami, dari Watsilah bin Al Asqa’, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Allah Tabaaraka Wa Ta ’aala berfirman, ‘Aku selalu mengikuti persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Maka mendugalah terhadap-Ku apa saja yang ia kehendaki. "426 [3:68]
صحيح ابن حبان ٦٣٤: أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ الْغَازِ، قَالَ: حَدَّثَنِي حَيَّانُ أَبُو النَّضْرِ، قَالَ: سَمِعْتُ وَاثِلَةَ بْنِ الأَسْقَعِ، يَقُولُ: قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ عَنِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ، قَالَ: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، فَلْيَظُنَّ بِي مَا شَاءَ.
Shahih Ibnu Hibban 634: Ishaq bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, ia berkata, Hisyam bin Ammar menceritakan kepada kami, ia berkata, Shadaqah bin Khalid menceritakan kepada kami, ia berkata, Hisyam bin Al Ghaaz menceritakan kepada kami, ia berkata, Hayyan Abu An-Nadhr menceritakan kepadaku, ia berkata, aku mendengar Watsilah bin Al Asqa’ berkata, Ia berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Dari Allah Jalla wa ‘Ala, Dia berfirman, “Aku selalu mengikuti persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Maka mendugalah terhadap-Ku apa saja yang ia mau. "427 [3:68]
صحيح ابن حبان ٦٣٥: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَبَّاسِ الدِّمَشْقِيُّ بِجُرْجَانَ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالاَ: حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ الْغَازِ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَيَّانُ أَبُو النَّضْرِ، قَالَ: سَمِعْتُ وَاثِلَةَ بْنَ الأَسْقَعِ، يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: عَنِ اللهِ جَلَّ وَعَلاَ، قَالَ: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، فَلْيَظُنَّ بِي مَا شَاءَ.
Shahih Ibnu Hibban 635: Muhammad bin Al Abbas Ad-Dimasyqi di Jurjan, dan Ishaq bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, keduanya berkata, Hisyam bin Ammar menceritakan kepada kami, ia berkata, Shadaqah bin Khalid menceritakan kepada kami, ia berkata, Hisyam bin Al Ghaaz menceritakan kepada kami, Hayyan Abu An-Nadhr menceritakan kepada kami, ia berkata, aku mendengar Watsilah bin Al Asqa’ berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Allah jalla wa ‘ ala berfirman, “ Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Maka mendugalah terhadap-Ku apa saja yang ia mau.”428 [00:00]
صحيح ابن حبان ٦٣٦: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ الْعَبْدِيُّ، أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ قَبْلَ مَوْتِهِ بِثَلاَثٍ: لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ.
Shahih Ibnu Hibban 636: Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Katsir Al Abdi menceritakan kepada kami, Sufyan Ats-Tsauri mengabarkan kepada kami, dari Al A’masy (dari Abu Sofyan) 429, dari Jabir, ia berkata, aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tiga hari sebelum wafatnya, “Sungguh janganlah salah seorang di antara kalian mati kecuali ia berbaik sangka kepada Allah.”430 [1: 94]
صحيح ابن حبان ٦٣٧: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مِهْرَانَ السَّبَّاكُ، قَالَ: حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ عِيَاضٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ أَبِي سُفْيَانَ، قَالَ: سَمِعْتُ جَابِرًا، يَقُولُ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَبْلَ مَوْتِهِ بِثَلاَثٍ: مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ لاَ يَمُوتَ إِلاَّ وَظَنُّهُ بِاللَّهِ حَسَنٌ، فَلْيَفْعَلْ.
Shahih Ibnu Hibban 637: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kenada kami ia berkata. Ja’far bin Mihran As-Sabbak menceritakan kepada kami, ia berkata, Fudhail bin Iyadh menceritakan kepada kami, dari Sulaiman, dari Abu Sufyan, ia berkata: Aku mendengar Jabir berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tiga hari sebelum wafatnya, “Barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk tidak mati kecuali mempunyai persangkaan baik terhadap Allah, maka hendaknya dia melakukannya.”431 [0: 00]
صحيح ابن حبان ٦٣٨: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَبْلَ مَوْتِهِ بِثَلاَثٍ: لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ جَلَّ وَعَلاَ.
Shahih Ibnu Hibban 638: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, Abu Khaitsamah menceritakan kepada kami, Jarir menceritakan kepada kami, dari Al A’masy, dari Abu Sofyan, dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tiga hari sebelum wafatnya, “Sungguh janganlah salah seorang di antara kalian mati kecuali ia berbaik sangka kepada Allah jalla wa”432 [5:4]
صحيح ابن حبان ٦٣٩: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، وَذَكَرَ ابْنُ سَلْمٍ آخَرَ مَعَهُ: أَنَّ أَبَا يُونُسَ، حَدَّثَهُمْ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَلاَ يَقُولُ: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، إِنْ ظَنَّ خَيْرًا فَلَهُ، وَإِنْ ظَنَّ شَرًّا فَلَهُ. قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: أَبُو يُونُسَ هَذَا اسْمُهُ سُلَيْمُ بْنُ جُبَيْرٍ تَابِعِيٌّ.
Shahih Ibnu Hibban 639: Abdullah bin Muhammad bin Salam mengabarkan kepada kami, ia berkata, Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, ia berkata, Amru bin Al Harits mengabarkan kepadaku -dan Ibnu Salm menyebutkan orang lain bersamanya- bahwa Abu Yunus menceritakan kepada mereka, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah Jalla wa‘Alaa berfirman, “Aku selalu mengikuti persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Apabila persangkaan itu baik, maka (kebaikan) itu untuknya. Dan apabila persangkaan itu buruk, maka (keburukan) itu juga untuknya.“433 Abu Hatim berkata, “Abu Yunus adalah Salim bin Jubair, tabi’in.” 434
صحيح ابن حبان ٦٤٠: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَعْقُوبَ الْجَوْزَجَانِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَطَاءٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ جَلَّ وَعَلاَ، قَالَ: وَعِزَّتِي لاَ أَجْمَعُ عَلَى عَبْدِي خَوْفَيْنِ وَأَمْنَيْنِ، إِذَا خَافَنِي فِي الدُّنْيَا أَمَّنْتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَإِذَا أَمِنَنِي فِي الدُّنْيَا أَخَفْتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
Shahih Ibnu Hibban 640: AI Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ibrahim bin Ya’qub AI Jauzajani menceritakan kepada kami, Abdul Wahab bin Atha menceritakan kepada kami, Muhammad bin Amru menceritakan kepada kami, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau meriwayatkannya dari Tuhannya, Dia berfirman, “Demi kemuliaan-Ku,tidak akan Aku kumpulkan atas hamba-Ku dua ketakukan dan dua keamananan. Apabila ia takut kepada-Ku selama di dunia, maka Aku akan memberikan rasa aman kepadanya di hari kiamat. Dan apabila ia aman (berani) terhadap-Ku selama di dunia, maka Aku akan memberikan rasa takut kepadanya di hari kiamat.”435[1:2]