صحيح ابن حبان ٦٢١: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أَخْبَرَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ عَجْلاَنَ مَوْلَى الْمُشْمَعِلِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: ذَكَرُوا الْفَرَحَ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَذَكَرُوا الضَّالَّةَ يَجِدُهَا الرَّجُلُ، فقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ أَحَدِكُمْ مِنَ الضَّالَّةِ يَجِدُهَا الرَّجُلُ بِأَرْضِ الْفَلاَةِ.
Shahih Ibnu Hibban 621: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Utsman bin Umar menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Dzi'b menceritakan kepada kami, dari Ajian maula Al Musyma’il, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Mereka menyebutkan kegembiraan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian mereka menyebutkan tentang barang yang hilang (hewan yang hilang) yang ditemukan kembali oleh pemiliknya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh Allah SWT lebih senang dengan taubat salah seorang dari kalian yang menemukan hewannya yang hilang dipadang sahara.”414 [3: 28]
صحيح ابن حبان ٦٢٢: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يُوسُفَ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الصَّبَّاحِ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَّ رَجُلاً أَذْنَبَ ذَنْبًا، فقَالَ: أَيْ رَبِّ، أَذْنَبْتُ ذَنْبًا أَوْ قَالَ: عَمِلْتُ عَمَلاً فَاغْفِرْ لِي، فقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: عَبْدِي عَمِلَ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ، وَيَأْخُذُ بِهِ، قَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِي، ثُمَّ أَذْنَبَ ذَنْبًا آخَرَ أَوْ، قَالَ: عَمِلَ ذَنْبًا آخَرَ، قَالَ: رَبِّ إِنِّي عَمِلْتُ ذَنْبًا فَاغْفِرْ لِي، فقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: عَلِمَ عَبْدِي أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ قَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِي، ثُمَّ عَمِلَ ذَنْبًا آخَرَ أَوْ أَذْنَبَ ذَنْبًا آخَرَ، فقَالَ: رَبِّ إِنِّي عَمِلْتُ ذَنْبًا فَاغْفِرْ لِي، فقَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: عَلِمَ عَبْدِي أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ، أُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِي فَلْيَعْمَلْ مَا شَاءَ.
Shahih Ibnu Hibban 622: Umar bin Muhammad bin Yusuf mengabarkan kepada kami, ia berkata, Al Hasan bin Muhammad bin Ash-Shabbah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, ia berkata, Hammam menceritakan kepada kami, dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah, dari Abdurrahman bin Abu Amarah, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, “Bahwa ada seseorang yang berbuat dosa, lalu ia berkata, ‘Wahai tuhanku, aku telah melakukan perbuatan dosa -atau ia mengatakan, aku telah melakukan suatu perbuatan- maka ampunilah aku. Maka Allah Tabaraka wa Ta 'ala berfirman, ‘Hamba-Ku telah melakukan dosa, dan ia tahu bahwa ia mempunyai Tuhan yang mengampuni dosanya, maka Aku telah mengampuni dosanya. Kemudian orang itu berbuat dosa lagi - atau melakukan dosa yang lain- lalu ia berkata: ‘Wahai tuhanku, sesungguhnya aku telah melakukan perbuatan dosa, maka ampunilah aku.' Maka Allah Tabaraka wa Ta ’ala berfirman, “Hamba-Ku telah melakukan dosa, dan ia tahu bahwa ia mempunyai Tuhan yang mengampuni dosanya, maka Aku telah mengampuni dosanya." Kemudian orang itu berbuat dosa lagi -atau melakukan dosa yang lain- lalu ia berkata, “Wahai tuhanku, sesungguhnya aku telah melakukan perbuatan dosa, maka ampunilah aku. Maka Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Hamba-Ku telah melakukan dosa, dan ia tahu bahwa ia mempunyai Tuhan yang mengampuni dosanya, maka Aku telah mengampuni dosanya. Aku bersaksi kepada kalian, sesungguhnya Aku telah mengampuni dosa hamba-Ku, maka biarkan ia berbuat sesukanya. ” 415
صحيح ابن حبان ٦٢٣: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبِيعَةَ، عَنْ أَسْمَاءَ بْنِ الْحَكَمِ الْفَزَارِيِّ، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ: كُنْتُ إِذَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثًا يَنْفَعُنِي اللَّهُ بِمَا شَاءَ أَنْ يَنْفَعَنِي، حَتَّى حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرٍ، وَكَانَ إِذَا حَدَّثَنِي عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْضُ أَصْحَابِهِ اسْتَحْلَفْتُهُ، فَإِنْ حَلَفَ، صَدَّقْتُهُ، وَإِنَّهُ حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرٍ، وَصَدَّقَ أَبُو بَكْرٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ: مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَتَوَضَّأُ، ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِذَلِكَ الذَّنْبِ، إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ.
Shahih Ibnu Hibban 623: Al Fadhl bin Al Hubab mengabarkan kepada kami, ia berkata, Musaddad bin Musarhad, ia berkata, Abu Awanah menceritakan kepada kami, dari Utsman bin Al Mughirah, dari Ali bin Rabi’ah, dari Asma' bin Al Hakam Al Fazari, dari Ali, ia berkata, “Apabila aku mendengar dari Rasululah shallallahu 'alaihi wa sallam sebuah hadits, semoga Allah memberikan manfaat kepadaku jika Dia menghendakinya, sehingga Abu Bakar menceritakan kepadaku. Dan apabila sebagian sahabat menceritakan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepadaku, maka aku meminta sumpahnya, apabila ia berani bersumpah, maka ia jujur. Dan sesungguhnya Abu Bakar menceritakan kepadaku, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda, "Tidaklah seorang hamba melakukan dosa, lalu ia berwudhu dan melakukan shalat dua rakaat, lalu beristighfar kepada Allah SWT atas dosa yang telah ia lakukan kecuali Allah SWT akan mengampuni dosanya. ”416 [00:00]
صحيح ابن حبان ٦٢٤: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ بِمَنْبِجَ، وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ بِطَرَسُوسَ فِي آخَرِينَ قَالاَ: حَدَّثَنَا حَامِدُ بْنُ يَحْيَى الْبَلْخِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ وَائِلِ بْنِ دَاوُدَ، عَنِ ابْنِهِ بَكْرِ بْنِ وَائِلٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، أَوْ سَعِيدٍ، أَوْ كِلاَهُمَا، شَكَّ حَامِدٌ، عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ لَهَا: يَا عَائِشَةُ، إِنْ كُنْتِ أَلْمَمْتِ بِذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرِي اللَّهَ وَتُوبِي، فَإِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَذْنَبَ، ثُمَّ اسْتَغْفَرَ اللَّهَ، غَفَرَ اللَّهُ لَهُ.مَا رَوَى وَائِلٌ عَنِ ابْنِهِ إِلاَّ ثَلاَثَةَ أَحَادِيثَ، قَالَهُ الشَّيْخُ.
Shahih Ibnu Hibban 624: Umar bin Sa’id bin Sinan di Manbaja dan Ibrahim bin Abu Umayyah di Tharsus mengabarkan kepada kami pada akhirnya, keduanya berkata, Hamid bin Yahya Al Balkhi menceritakan kepada kami, ia berkata, Sufyan menceritakan kepada kami dari Wa'il bin Daud, dari anaknya Bakr bin Wa'il, dari Az-Zuhri, dari Urwah atau Said atau keduanya -Hamid ragu-ragu-, dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Wahai Aisyah, jika kamu melakukan perbuatan dosa, maka mohonlah ampun kepada Allah SWT dan bertaubatlah kepada-Nya, sesungguhnya seorang hamba jika berbuat dosa kemudian memohon ampunan kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan mengampuninya”417 Wa'il tidak meriwayatkan hadits dari bapaknya kecuali hanya tiga hadits saja, inilah yang dikatakan oleh Asy-Syaikh.
صحيح ابن حبان ٦٢٥: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِيمَا يَحْكِي عَنْ رَبِّهِ جَلَّ وَعَلاَ، قَالَ: أَذْنَبَ عَبْدِي ذَنْبًا، فقَالَ: أَيْ رَبِّ أَذْنَبْتُ، فقَالَ: أَذْنَبَ عَبْدِي ذَنْبًا، فَعَلِمَ أَنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ وَيَأْخُذُ بِالذُّنُوبِ، ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ، فقَالَ: أَيْ رَبِّ أَذْنَبْتُ، فقَالَ: أَذْنَبَ عَبْدِي وَعَلِمَ أَنَّ رَبَّهُ يَغْفِرُ الذَّنْبَ، وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ، اعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: قَوْلُهُ: اعْمَلْ مَا شِئْتَ لَفْظَةُ تَهْدِيدٍ أُعْقِبَتْ بِوَعْدٍ يُرِيدُ بِقَوْلِهِ: اعْمَلْ مَا شِئْتَ أَيْ: لاَ تَعْصِ وَقَوْلُهُ: قَدْ غَفَرْتُ لَكَ يُرِيدُ: إِذَا تُبْتَ.
Shahih Ibnu Hibban 625: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdul A’la bin Hamad menceritakan kepada kami, dari Hamad bin Salamah, dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah, dari Abdurrahman bin Abi Amrah, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dari Allah Azza wa Jalia, Dia berfirman, “ Hamba-Ku telah melakukan dosa, lalu ia berkata, “Wahai Tuhanku, aku telah melakukan dosa, maka Allah SWT berfirman, “Hamba-Ku telah melakukan dosa, dan ia mengetahui bahwa Allah SWT Maha mengampuni atas dosa (hamba-Nya), kemudian ia melakukan dosa itu kembali. Lalu ia berkata, “Wahai Tuhanku, aku telah melakukan dosa, maka Allah SWT berfirman, “Hamba-Ku telah melakukan dosa, dan ia mengetahui bahwa Tuhannya Maha mengampuni atas dosa (hamba-Nya). Lakukanlah sesukamu, sesungguhnya Aku telah mengampuni dosamu.” 418 [1:2] Abu Hatim RA berkata, “Perkataan ‘lakukanlah sesukamu’ adalah bentuk ungkapan ancaman yang diikuti dengan janji (hukuman). Ungkapan ‘lakukanlah sesukamu’ yakni janganlah kamu berbuat maksiat. Sedangkan ungkapan, “Sesungguhnya Akui telah mengampuni dosamu” yakni, jika kamu bertaubat.
صحيح ابن حبان ٦٢٦: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سِنَانٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ عُتْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ ثَوْبَانَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ سَلْمَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو ذَرٍّ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ لِعَبْدِهِ مَا لَمْ يَقَعِ الْحِجَابُ قِيلَ: وَمَا يَقَعُ الْحِجَابُ؟ قَالَ: أَنْ تَمُوتَ النَّفْسُ وَهِيَ مُشْرِكَةٌ.
Shahih Ibnu Hibban 626: Umar bin Sa’id bin Sinan mengabarkan kepada kami, ia berkata, Al Walid bin Utbah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Tsauban telah menceritakan kepada kami, dari ayahnya, dari Makhul, dari Usamah bin Salman, ia berkata, Abu Dzar menceritakan kepada kami, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah mengampuni -dosa -hamba-Nya selagi tidak masuk dalam Al Hijab”. Maka dikatakan, apa yang dimaksud dengan masuk dalam hijab Beliau menjawab, “Jiwa yang mati dalam keadaan musyrik [menyekutukan Allah].”410 [1:2]
صحيح ابن حبان ٦٢٧: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا ابْنُ ثَوْبَانَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ عُمَرَ بْنِ نُعَيْمٍ، حَدَّثَهُمْ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ سَلْمَانَ، أَنَّ أَبَا ذَرٍّ، حَدَّثَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ لِعَبْدِهِ مَا لَمْ يَقَعِ الْحِجَابُ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَا وُقُوعُ الْحِجَابِ؟ قَالَ: أَنْ تَمُوتَ النَّفْسُ وَهِيَ مُشْرِكَةٌ.
Shahih Ibnu Hibban 627: Umar bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Amr bin Utsman menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Ibnu Tsauban menceritakan kepada kami, dari Makhul dari Umar bin Nuaim, ia menceritakan kepada mereka dari Samah bin Salman, bahwa Abu Dzar menceritakan kepada mereka, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mengampuni hamba-Nya selagi tidak masuk dalam hijab” Maka para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah apa yang dimaksud dengan masuk dalam Al Hijab. Beliau menjawab, “Jiwa yang mati dalam keadaan musyrik (menyekutukan Allah).420 [1:2]
صحيح ابن حبان ٦٢٨: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ ثَوْبَانَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ.
Shahih Ibnu Hibban 628: Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ali bin Al Ja’d menceritakan kepadaku, ia berkata, Ibnu Tsauban menceritakan kepada kami, dari ayahnya, dari Makhul dari Jubair bin Nufair, dari Ibnu Umar, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta 'ala menerima taubat seorang hamba selagi dilakukan sebelum nyawanya berada ditenggorokan (dalam keadaan sekarat) ” 421
صحيح ابن حبان ٦٢٩: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ: حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ رَجَاءٍ، عَنْ هِشَامٍ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ.
Shahih Ibnu Hibban 629: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, ia berkata, Harun bin Ma’ruf mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdullah bin Raja’ mengabarkan kepada kami, dari Hisyam, dari Ibnu Sirin, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima taubatnya.”422
صحيح ابن حبان ٦٣٠: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَفَّانُ، قَالَ: حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا قَتَادَةُ أَنَّ عَوْنَ بْنَ عَبْدِ اللهِ، وَسَعِيدَ بْنَ أَبِي بُرْدَةَ، حَدَّثَاهُ أَنَّهُمَا سَمِعَا أَبَا بُرْدَةَ، يُحَدِّثُ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: لاَ يَمُوتُ رَجُلٌ مُسْلِمٌ إِلاَّ أَدْخَلَ اللَّهُ مَكَانَهُ النَّارَ يَهُودِيًّا أَوْ نَصْرَانِيًّا.قَالَ: فَاسْتَحْلَفَهُ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بِاللَّهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ، أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ فَحَلَفَ.فَلَمْ يُحَدِّثْنِي سَعِيدٌ أَنَّهُ اسْتَحْلَفَهُ، وَلَمْ يُنْكِرْ عَلَى عَوْنٍ قَوْلَهُ.
Shahih Ibnu Hibban 630: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Bakar bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hammam menceritakan kepada kami, ia berkata, Qatadah menceritakan kepada kami, bahwa Aun bin Abdullah dan Sa’id bin Abu Burdah menceritakan kepada kami, bahwa keduanya mendengar Abu Burdah, Umar bin Abdul Aziz bercerita dari ayahnya, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang muslim tidaklah mati melainkan Allah SWT akan memasukkan tempatnya di neraka untuk (diisi oleh) orang Yahudi dan Nashrani.” Abdul Aziz berkata: Lalu Umar bin Abdul Aziz meminta kepadanya, sumpah atas nama Allah SWT yang tidak ada tuhan melainkan-Nya sebanyak tiga kali, bahwa ayahnya bercerita dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian ia bersumpah. Sa’id tidak menceritakan kepadaku bahwa ia meminta sumpahnya dan ia tidak memungkiri atas Aun terhadap perkataannya.” 423 [1:2]