صحيح ابن حبان

Shahih Ibnu Hibban

Shahih Ibnu Hibban #1111

صحيح ابن حبان ١١١١: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الطَّاهِرِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَفْلَحُ بْنُ حُمَيْدٍ الأَنْصَارِيُّ، أَنَّهُ سَمِعَ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ، يَقُولُ‏:‏ سَمِعْتُ عَائِشَةَ، تَقُولُ‏:‏ إِنْ كُنْتُ لَأَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ، تَخْتَلِفُ أَيْدِينَا فِيهِ وَتَلْتَقِي‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1111: Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Ath-Thahir menceritakan kepada kami, ia berkata: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, ia berkata: Aflah bin Hamid Al Anshari menceritakan kepadaku, bahwa ia mendengar Al Qasim bin Muhammad berkata: Aku mendengar Aisyah berkata: “Sesungguhnya aku mandi bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari satu bejana, dan tangan kami bergantian di dalamnya dan bersentuhan.” 29 [4:1]

Shahih Ibnu Hibban #1112

صحيح ابن حبان ١١١٢: أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِدْرِيسَ الأَنْصَارِيُّ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ، أَنَّهُ سَمِعَ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ، يَقُولُ‏:‏ دَخَلْتُ عَلَى مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ فَذَكَرْنَا مَا يَكُونُ مِنْهُ الْوُضُوءُ، فَقَالَ مَرْوَانُ‏:‏ أَخْبَرَتْنِي بُسْرَةُ بِنْتُ صَفْوَانَ، أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ إِذَا مَسَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ، فَلْيَتَوَضَّأْ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ عَائِذٌ بِاللَّهِ أَنْ نَحْتَجَّ بِخَبَرٍ رَوَاهُ مَرْوَانُ بْنُ الْحَكَمِ وَذَوُوهُ فِي شَيْءٍ مِنْ كُتُبِنَا، لَأَنَّا لاَ نَسْتَحِلُّ الاِحْتِجَاجَ بِغَيْرِ الصَّحِيحِ مِنْ سَائِرِ الأَخْبَارِ، وَإِنْ وَافَقَ ذَلِكَ مَذْهَبَنَا، وَلاَ نَعْتَمِدُ مِنَ الْمَذَاهِبِ إِلاَّ عَلَى الْمُنْتَزَعِ مِنَ الآثَارِ، وَإِنْ خَالَفَ ذَلِكَ قَوْلَ أَئِمَّتِنَا‏.‏وَأَمَّا خَبَرُ بُسْرَةَ الَّذِي ذَكَرْنَاهُ، فَإِنَّ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ سَمِعَهُ مِنْ مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ، عَنْ بُسْرَةَ، فَلَمْ يُقْنِعْهُ ذَلِكَ حَتَّى بَعَثَ مَرْوَانُ شُرْطِيًّا لَهُ إِلَى بُسْرَةَ فَسَأَلَهَا، ثُمَّ آتَاهُمْ فَأَخْبَرَهُمْ بِمِثْلِ مَا قَالَتْ بُسْرَةُ، فَسَمِعَهُ عُرْوَةُ ثَانِيًا عَنِ الشُّرْطِيِّ، عَنْ بُسْرَةَ، ثُمَّ لَمْ يُقْنِعْهُ ذَلِكَ حَتَّى ذَهَبَ إِلَى بُسْرَةَ فَسَمِعَ مِنْهَا، فَالْخَبَرُ عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ بُسْرَةَ مُتَّصِلٌ لَيْسَ بِمُنْقَطِعٍ، وَصَارَ مَرْوَانُ وَالشُّرْطِيُّ كَأَنَّهُمَا عَارِيَتَانِ يَسْقُطَانِ مِنَ الإِسْنَادِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1112: Al Husain bin Idris Al Anshari mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ahmad bin Abu Bakar mengabarkan kepada kami, dari Malik, dari Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin Amru bin Hazam, bahwa ia mendengar Urwah bin Az-Zubair berkata: Aku pernah masuk menemui Marwan bin Al Hakam lalu kami menceritakan sesuatu perihal wudhu. Maka Marwan berkata: Busrah binti Shafwan mengabarkan kepada saya, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian menyentuh kemaluannya, maka hendaknya ia berwudhu."30. [1:23] Abu Hatim RA berkata, “Kami berlindung kepada Allah SWT dari mengambil dalil dengan hadits yang diriwayatkan oleh Marwan bin Al Hakam dan menempatkannya pada sesuatu di kitab-kitab kami. Karena kami tidak akan melepas suatu dalil dengan yang bukan shahih dari seluruh hadits-hadits, sekalipun hadits tersebut sejalan dengan madzhab kami. Dan kami tidak akan berpegang kepada suatu madzhab kecuali jika madzhab tersebut melepaskan diri dari hadits-hadits tersebut, sekalipun hal itu bertentangan dengan pendapat para imam kami. Adapun hadits Busrah yang telah kami sampaikan di atas, sesungguhnya. Urwah bin Az-Zubair mendengar hadits tersebut dari Marwan bin Al Hakam, dari Busrah. Lalu hal itu tidak membuatnya puas hingga Marwan mengutus Asy-Syurthi menemui Busrah dan bertanya kepadanya. Kemudian Marwan mendatangi mereka dan mengabari mereka dengan perkataan yang sama seperti yang dikatakan Busrah. Maka Urwah mendengarkan Marwan untuk kedua kalinya dari Asy-Syurthi, dari Busrah. Kemudian hal itu juga tidak membuat Urwah merasa puas hingga ia pergi menemui Busrah dan mendengar langsung darinya. Maka hadits dari Urwah, dari Busrah, sanadnya muttashil, bukan munqathi31 Sedangkan Marwan dan Asy-Syurthiy seakan-akan keduanya terputus dari sanad.

Shahih Ibnu Hibban #1113

صحيح ابن حبان ١١١٣: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدِ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ مُسَرَّحٍ الْحَرَّانِيُّ أَبُو بَدْرٍ بِسَرْغَامَرْطَا مِنْ دِيَارِ مُضَرَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ إِسْحَاقَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ مَرْوَانَ بْنَ الْحَكَمِ حَدَّثَهُ، عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِذَا مَسَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ، فَلْيَتَوَضَّأْ، قَالَ‏:‏ فَأَنْكَرَ ذَلِكَ عُرْوَةُ فَسَأَلَ بُسْرَةَ فَصَدَّقَتْهُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1113: Ahmad bin Khalid bin Abdul Malik bin Ubaidullah bin Musarrah Al Harani Abu Badar di Samarghamartha di perkampungan Bani Mudhar mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ayahku menceritakan kepada kami, ia berkata: Syu’aib bin Ishaq menceritakan kepada kami, ia berkata: Hisyam bin Urwah menceritakan kepadaku, dari ayahnya, bahwa Marwan bin Al Hakam menceritakan kepadanya, dari Busrah binti Shafwan, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian menyentuh kemaluannya, maka hendaknya ia berwudhu.” Marwan berkata: Kemudian Urwah memungkiri hal itu dan ia bertanya langsung kepada Busrah, kemudian Busrah membenarkannya. 32 [1:23]

Shahih Ibnu Hibban #1114

صحيح ابن حبان ١١١٤: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي رَبِيعَةُ بْنُ عُثْمَانَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَرْوَانَ، عَنْ بُسْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ مَنْ مَسَّ فَرْجَهُ، فَلْيَتَوَضَّأْ،، قَالَ عُرْوَةُ‏:‏ فَسَأَلْتُ بُسْرَةَ، فَصَدَّقَتْهُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1114: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin Rafi’ menceritakan kepada kami, ia berkata: Ibnu Abu Fudaik menceritakan kepada kami, ia berkata: Rabi’ah bin Utsman mengabarkan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Marwan, dari Busrah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya, maka hendaklah ia berwudhu.” Urwah berkata: Kemudian saya bertanya kepada Busrah, dan ia membenarkannya. 33 [1:23]

Shahih Ibnu Hibban #1115

صحيح ابن حبان ١١١٥: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ الْجُمَحِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ بُسْرَةَ، قَالَتْ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ مَسَّ فَرْجَهُ، فَلْيُعِدِ الْوُضُوءَ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ‏:‏ لَوْ كَانَ الْمُرَادُ مِنْهُ غَسْلَ الْيَدَيْنِ كَمَا، قَالَ بَعْضُ النَّاسِ‏:‏ لَمَّا قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ فَلْيُعِدِ الْوُضُوءَ، إِذِ الإِعَادَةُ لاَ تَكُونُ إِلاَّ لِلْوُضُوءِ الَّذِي هُوَ لِلصَّلاَةِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1115: Al Fadhl bin Al Hubab Al Jumahi mengabarkan kepada kami, ia berkata: Muslim bin Ibrahim menceritakan kepada kami, ia berkata: Ali bin Al Mubarak menceritakan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Busrah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya, maka hendaklah ia mengulang kembali wudhu”34 [1:23] Abu Hatim berkata, “Seandainya yang dimaksud di dalam hadits ini adalah membasuh kedua tangan sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidaklah bersabda: “Maka hendaklah ia mengulang kembali wudhunya. ” Karena mengulang disini bermakna mengulang berwudhu untuk mengerjakan shalat.

Shahih Ibnu Hibban #1116

صحيح ابن حبان ١١١٦: أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ قُرَيْشٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ الْوَلِيدِ الْعَدَنِيُّ، عَنْ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَرْوَانَ، عَنْ بُسْرَةَ، قَالَتْ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ، فَلْيَتَوَضَّأْ وُضُوءَهُ لِلصَّلاَةِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1116: Abu Nu’aim Abdurrahman bin Quraisy mengabarkan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin Abdullah bin Yazid Al Muqri' menceritakan kepada kami, ia berkata: Abdullah bin Al Walid Al Adani menceritakan kepada kami, dari Sufyan, ia berkata: Hisyam bin Urwah menceritakan kepada kami, dari ayahnya, dari Marwan, dari Busrah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya, maka hendaklah ia berwudhu seperti wudhu untuk mengerjakan shalat. ”35 [1:23]

Shahih Ibnu Hibban #1117

صحيح ابن حبان ١١١٧: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ ذَكْوَانَ الدِّمَشْقِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ نَمِرٍ الْيَحْصَبِيُّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ بُسْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ إِذَا مَسَّ أَحَدُكُمْ فَرْجَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ، وَالْمَرْأَةُ مِثْلُ ذَلِكَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1117: Abdullah bin Muhammad bin Salm mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abdullah bin Ahmad bin Dzakwan Ad- Dimasyqi menceritakan kepada kami, ia berkata: Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, ia berkata: Abdurrahman bin Namir Al Yahshubi menceritakan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Busrah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian menyentuh kemaluannya, maka hendaklah ia berwudhu. Sedangkan bagi perempuan (hukumnya) sama juga." 36[1:23]

Shahih Ibnu Hibban #1118

صحيح ابن حبان ١١١٨: أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ سُلَيْمَانَ الْمُعَدَّلُ بِالْفُسْطَاطِ، وَعِمْرَانُ بْنُ فَضَالَةَ الشَّعِيرِيُّ بِالْمَوْصِلِ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَصْبَغُ بْنُ الْفَرَجِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْقَاسِمِ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ، وَنَافِعِ بْنِ أَبِي نُعَيْمٍ الْقَارِئِ، عَنِ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ إِذَا أَفْضَى أَحَدُكُمْ بِيَدِهِ إِلَى فَرْجِهِ، وَلَيْسَ بَيْنَهُمَا سِتْرٌ وَلاَ حِجَابٌ، فَلْيَتَوَضَّأْ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ احْتِجَاجُنَا فِي هَذَا الْخَبَرِ بِنَافِعِ بْنِ أَبِي نُعَيْمٍ دُونَ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ النَّوْفَلِيِّ لأَنَّ يَزِيدَ بْنَ عَبْدِ الْمَلِكِ تَبَرَّأْنَا مِنْ عُهْدَتِهِ فِي كِتَابِ الضُّعَفَاءِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1118: Ali bin Al Husain bin Sulaiman Al Mu'addal di Fusthath dan Imran bin Fadhalah Asy-Sya’iri di Moshil (Irak utara, Gd) mengabarkan kepada kami, keduanya berkata: Ahmad bin Sa’id Al Hamdani menceritakan kepada kami, ia berkata: Ashbagh bin Al Faraj menceritakan kepada kami, ia berkata: Abdurrahman bin Al Qasim menceritakan kepada kami, dari Yazid bin Abdul Malik dan Nah’ bin Abu Nu’aim Al Qari’ dari Al Maqburi, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “ Apab salah seorang dari kalian menyentuh kemaluannya dengan tangannya dan tidak ada tabir di antara keduanya dan juga tidak ada penghalang, maka hendaklah ia berwudhu.” 37 [1:23] Abu Hatim RA berkata, “Pengambilan hujjah kami pada hadits ini didasarkan pada Nafi’ bin Abu Nu’aim bukan Yazid bin Abdul Malik An-Naufali, karena Yazid bin Abdul Malik telah kami bebaskan dari kedhaifannya. di dalam kitab Adh-Dhu ’afa 38

Shahih Ibnu Hibban #1119

صحيح ابن حبان ١١١٩: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ الشَّيْبَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ نَصْرٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا مُلاَزِمُ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بَدْرٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ خَرَجْنَا وَفْدًا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَاءَ رَجُلٌ، فَقَالَ‏:‏ يَا نَبِيَّ اللهِ، مَا تَقُولُ فِي مَسِّ الرَّجُلِ ذَكَرَهُ بَعْدَمَا يَتَوَضَّأُ‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ هَلْ هُوَ إِلاَّ مُضْغَةٌ أَوْ بَضْعَةٌ مِنْهُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1119: Al Hasan bin Sufyan Asy-Syaibani mengabarkan kepada kami, ia berkata: Nashr bin Ali bin Nashr menceritakan kepada kami, ia berkata: Mulazim bin Amru mengabarkan kepada kami, dari Abdullah bin Badar, dari Qais bin Thalq, dari ayahnya, ia berkata: Kami pernah keluar sebagai utusan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu seseorang datang dan bertanya: “Wahai Nabi Allah shallallahu 'alaihi wa sallam, apa menurut pendapat engkau tentang seseorang yang menyentuh kemaluannya setelah ia berwudhu?” Beliau balik bertanya, “Bukankah kemaluannya itu hanya sekerat daging dari orang tersebut? ”39 [1:23]

Shahih Ibnu Hibban #1120

صحيح ابن حبان ١١٢٠: أَخْبَرَنَا ابْنُ قُتَيْبَةَ بِعَسْقَلاَنَ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي السَّرِيِّ، أَخْبَرَنَا مُلاَزِمُ بْنُ عَمْرٍو، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ بَدْرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي قَيْسُ بْنُ طَلْقٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي أَبِي، قَالَ‏:‏ كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَتَاهُ أَعْرَابِيٌّ، فَقَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ أَحَدَنَا يَكُونُ فِي الصَّلاَةِ فَيَحْتَكُّ فَتُصِيبُ يَدُهُ ذَكَرَهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ وَهَلْ هُوَ إِلاَّ بَضْعَةٌ مِنْكَ أَوْ مُضْغَةٌ مِنْكَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 1120: Ibnu Qutaibah di Asqalan mengabarkan kepada kami, Ibnu Abu As-Sari menceritakan kepada kami, Mulazim bin Amru mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abdullah bin Badar menceritakan kepadaku, ia berkata: Qais bin Thalq menceritakan kepadaku, ia berkata: Ayahku menceritakan kepadaku, ia berkata: Kami sedang bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba datanglah seorang Arab badui lalu berkata, “Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sesungguhnya salah seorang dari kami sedang shalat lalu ia menggaruk dan tangannya mengenai kemaluannya.” Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bersabda, “Bukankah kemaluan itu hanya sekerat daging dari tubuhmu? "40 [123]