سنن الدارقطني

Sunan Daruquthni

Sunan Daruquthni #3121

سنن الدارقطني ٣١٢١: قُرِئَ عَلَى أَبِي مُحَمَّدِ بْنِ صَاعِدٍ , وَأَنَا أَسْمَعُ حَدَّثَكُمْ عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ , حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ , حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيُّ , عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْكَعْبِيِّ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَرَّمَ مَكَّةَ , فَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يَسْفِكَنَّ فِيهَا دَمًا , وَلَا يَعْضِدَنَّ فِيهَا شَجَرًا , فَإِنْ تَرَخَّصَ مُتَرَخِّصٌ , فَقَالَ: إِنَّهَا أُحِلَّتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " فَإِنَّ اللَّهَ أَحَلَّهَا لِيَ سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ وَلَمْ يُحِلَّهَا لِلنَّاسِ , وَإِنَّمَا أُحِلَّتْ لِيَ سَاعَةً ثُمَّ هِيَ حَرَامٌ إِلَى أَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ , ثُمَّ إِنَّكُمْ يَا مَعْشَرَ خُزَاعَةَ قُلْتُمْ: هَذَا الْقَتِيلُ مِنْ هُذَيْلٍ , وَإِنِّي عَاقِلُهُ , فَمَنْ قُتِلَ لَهُ قَتِيلٌ بَعْدَ مَقَالَتِي هَذِهِ فَأَهْلُهُ بَيْنَ خِيَرَتَيْنِ , أَنْ يَأْخُذُوا الْعَقْلَ , أَوْ يَقْتُلُوا "

Sunan Daruquthni 3121: Dibacakan dihadapan Muhammad bin Sha'id dan aku mendengarnya, (dia berkata:) Amr bin Ali menceritakan kepada kalian, Yahya bin Sa'id menceritakan kepada -kami dari Ibnu Abu Dzi'b, Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi menceritakan kepadaku, dari Abu Syuraih Al Ka'bi, bahwa Rasulullah SAW telah menetapkan Makkah adalah haram. Oleh karena itu, siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak boleh menumpahkan darah di dalam tanah Makkah, tidak pula mencabut pohonnya. Jika ada yang mau meminta keringanan dengan alasan ia pernah dihalalkan untuk Rasulullah SAW maka Rasulullah SAW bersabda, "Ia hanya dihalalkan untukku satu saat pada suatu siang. Selanjutnya, ia tidak akan dihalalkan untuk siapa pun lagi sampai Hari Kiamat, Kemudian kalian —wahai penduduk Khuza'ah—, kalian telah membunuh korban dari Hudzail ini, dan aku yang menjadi penanggungnya. Siapa pun yang membunuh setelah ucapanku ini, maka keluarga korban hanya memperoleh dua pilihan: mengambil diyat atau melaksanakan qishash."

Grade

Sunan Daruquthni #3122

سنن الدارقطني ٣١٢٢: قُرِئَ عَلَى ابْنِ صَاعِدٍ وَأَنَا أَسْمَعُ , حَدَّثَكُمْ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمَخْزُومِيُّ , نا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ , نا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ , بِإِسْنَادِهِ نَحْوَهُ وَقَالَ: " ثُمَّ إِنَّكُمْ يَا مَعْشَرَ خُزَاعَةَ قَدْ قَتَلْتُمْ: هَذَا الْقَتِيلُ مِنْ هُذَيْلٍ , وَأَنَا عَاقِلُهُ , فَمَنْ قُتِلَ بَعْدُ فَأَوْلِيَاءُ الْقَتِيلِ بَيْنَ خِيَرَتَيْنِ , إِنْ أَحَبُّوا قَتَلُوا , وَإِنْ أَحَبُّوا أَخَذُوا الْعَقْلَ "

Sunan Daruquthni 3122: Dibacakan dihadapan Muhammad bin Sha'id dan aku mendengarnya, Muhammad bin Abdullah Al Makhzumi menceritakan kepada kalian, Utsman bin Umar menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Dzi'b menceritakan kepada kami dengan sanadnya yang sama. Di dalamnya Rasulullah bersabda, "Kemudian kalian —wahai orang-orang Khuza'ah—telah membunuh orang dari (suku) Hudzail ini, dan aku yang menanggungnya. Barangsiapa membunuh lagi setelah ini maka keluarga korban punya dua pilihan: jika mau mereka bisa menuntut qishash, dan jika mau mereka bisa mengambil diyat."

Sunan Daruquthni #3123

سنن الدارقطني ٣١٢٣: نا أَبُو عُبَيْدٍ الْقَاسِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي شُعَيْبٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنِ الْحَارِثِ بْنِ فُضَيْلٍ , عَنْ سُفْيَانَ بْنِ أَبِي الْعَوْجَاءِ , عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْخُزَاعِيِّ , قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , يَقُولُ: «مَنْ أُصِيبَ بِدَمٍ أَوْ خَبْلٍ , وَالْخَبْلُ عَرَجٌ , فَهُوَ بِالْخِيَارِ بَيْنَ إِحْدَى ثَلَاثٍ , فَإِنْ أَرَادَ الرَّابِعَةَ فَخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ , بَيْنَ أَنْ يُقْتَصَّ , أَوْ يَعْفُوَ , أَوْ يَأْخُذَ الْعَقْلَ , فَإِنْ قَبِلَ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ ثُمَّ عَدَا بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ النَّارُ خَالِدًا فِيهَا مُخَلَّدًا»

Sunan Daruquthni 3123: Abu Ubaid bin Al Qasim bin Ismail menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Ahmad bin Abu Syu'aib menceritakan kepada kami, Muhammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, dari Al Harits bin Fudhail, dari Sufyan bin Abu Al Auja‘ dari Abu Syuraih Al Khuza'i, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa tertumpah darahnya atau pincang, maka dia memperoleh tiga pilihan: jika ia ingin yang keempat maka ambillah dari hadapannya: Ia bisa meminta qishash, memaafkan, mengambil atau diyat. Jika ia sudah mendapatkan salah satu dari itu kemudian melakukan penyerangan lagi, maka dia akan mendapatkan neraka dan kekal di dalamnya."

Grade

Sunan Daruquthni #3124

سنن الدارقطني ٣١٢٤: نا أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ بُهْلُولٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ رَزِينٍ , نا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِسْحَاقَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ , عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْخُزَاعِيِّ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَعْتَى الْخَلْقِ عَلَى اللَّهِ مَنْ قَتَلَ غَيْرَ قَاتِلِهِ , وَمَنْ طَلَبَ بِدَمِ الْجَاهِلِيَّةِ , وَمَنْ بَصَّرَ عَيْنَيْهِ فِي النَّوْمِ مَا لَمْ تُبْصِرْ»

Sunan Daruquthni 3124: Ahmad bin Ishaq bin Buhlul menceritakan kepada kami, Muhammad bin Yahya bin Razin menceritakan kepada kami, Yazid bin Zurai' menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Ishaq menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Atha' bin Yazid, dari Abu Syuraih Al Khuza'i, dia berkata: Rasuluiiah SAW bersabda, "Sehina-hina makhluk di sisi Allah adalah membunuh orang yang tidak membunuhnya, juga orang yang menuntut balas darah jahiliyah, dan orang yang membuka kedua niatannya di waktu tidur berusaha melihat apa yang tak bisa dilihat"

Grade

Sunan Daruquthni #3125

سنن الدارقطني ٣١٢٥: نا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ إِمْلَاءً , نا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ الْجَوَازُ الْمَكِّيُّ , حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَدِمَ عَلَيْنَا فِي الْمَوْسِمِ سَنَةَ أَرْبَعٍ وَتِسْعِينَ وَمِائَةٍ , نا أَبُو عَمْرٍو الْأَوْزَاعِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ , حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , حَدَّثَنِي أَبُو هُرَيْرَةَ , قَالَ: لَمَّا فَتَحَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ قَامَ فِي النَّاسِ خَطِيبًا فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ , ثُمَّ قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَبَسَ عَنْ مَكَّةَ الْفِيلَ , وَسَلَّطَ عَلَيْهَا رَسُولَهُ وَالْمُؤْمِنِينَ , وَإِنَّهَا لَمْ تُحَلَّ لِأَحَدٍ كَانَ قَبْلِي , وَإِنَّمَا أُحِلَّتْ لِيَ سَاعَةً مِنَ النَّهَارِ , وَإِنَّهَا لَا تَحِلُّ لِأَحَدٍ بَعْدِي , فَلَا يُنَفَّرُ صَيْدُهَا , وَلَا يُخْتَلَى شَجَرُهَا , وَلَا تَحِلُّ سَقْطَتُهَا إِلَّا لِمُنْشِدٍ , وَمَنْ قُتِلَ لَهُ قَتِيلٌ فَهُوَ بِخَيْرِ النَّظَرَيْنِ , أَوْ بِأَحَدِ النَّظَرَيْنِ» - الشَّكُّ مِنْ مُحَمَّدِ بْنِ مَنْصُورٍ - «إِمَّا أَنْ يُودِي , وَإِمَّا أَنْ يَقْتُلَ» , فَقَامَ الْعَبَّاسُ , فَقَالَ: إِلَّا الْإِذْخِرَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنَّا نَجْعَلُهُ فِي بُيُوتِنَا وَقُبُورِنَا , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِلَّا الْإِذْخِرَ» , فَقَامَ أَبُو شَاهٍ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْيَمَنِ , قَالَ: اكْتُبُوا لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اكْتُبُوا لِأَبِي شَاهٍ». قَالَ الْوَلِيدُ: قُلْتُ لِلْأَوْزَاعِيِّ: مَا قَوْلُهُ: اكْتُبُوا لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ , قَالَ: هَذِهِ الْخُطْبَةَ الَّتِي سَمِعَهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Sunan Daruquthni 3125: Abu Muhammad bin Sha'id menceritakan kepada kami dengan cara imla' (mendikte), Muhammad bin Manshur Al Jawwaz Al Makki menceritakan kepada kami, Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, bahwa ia pernah mendatangi kami pada musim haji tahun 194 H, bahwa Abu Amr Al Auza'i menceritakan kepada kami, Yahya bin Abu Katsir menceritakan kepada kami, Abu Salamah bin Abdurrahman menceritakan kepadaku, Abu Hurairah menceritakan kepadaku, dia berkata: Ketika Rasulullah SAW menaklukkan Makkah, beliau berdiri berkhutbah di hadapan orang banyak. Beliau memuji Allah lalu bersabda, "Sesungguhnya Allah telah melindungi Makkah dari tentara bergajah dan memberikan kuasa kepada rasul-Nya serta orangorang beriman untuk menaklukkannya. Ia tidak pernah dihalalkan bagi seorang pun sebelum aku, dan sekarang dihalalkan bagiku. Itu pun hanya satu waktu di siang hari. Ia juga tidak akan dihalalkan lagi untuk siapa pun setelahku. Maka, hewan buruan yang ada di dalamnya tidak boleh diburu, pepohonannya tidak boleh ditebang, barang temuannya tidak halal kecuali bagi yang mencarinya. Yang terbunuh di negri ini maka ia hanya memiliki dua pilihan, atau salah dari dua pilihan terbaik —Muhammad bin Manshur ragu dalam hal ini—, yaitu denda atau qishash." Abbas kemudian bangkit dan berkata, "Kecuali idzkhir ya Rasulullah, karena kami biasa menjadikannya di rumah dan kuburan kami." Beliau berkata, "Ya, kecuali idzkhir." Setelah itu Abu Syah — pria dari Yaman— bangkit dan berkata kepada beliau, "Tolong tuliskan untukku ya Rasulullah." Rasulullah SAW lalu bersabda, "Tuliskanlah untuk Abu Syah.” Al Walid berkata: Aku lantas bertanya kepada Al Auza'i "Apa maksudnya tuliskan untukku ya Rasulullah?" Ia menjawab, "Khutbah yang baru saja ia dengar dari Rasulullah SAW."

Grade

Sunan Daruquthni #3126

سنن الدارقطني ٣١٢٦: ثنا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ , ح وثنا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ , قَالَا: نا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , بِإِسْنَادِهِ نَحْوَهُ

Sunan Daruquthni 3126: Ali bin Ahmad bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan menceritakan kepada kami, Ali bin Bahr menceritakan kepada kami, (h) Abu Sahl bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ismail bin Ishaq menceritakan kepada kami, Ali bin Madini menceritakan kepada kami, mereka berkata: Al Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, Al Auza'i menceritakan kepada kami dengan sanad yang sama dan redaksi yang serupa.‖

Sunan Daruquthni #3127

سنن الدارقطني ٣١٢٧: نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , نا أَبُو زُرْعَةَ الدِّمَشْقِيُّ , نا أَبُو نُعَيْمٍ , نا شَيْبَانُ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ خُزَاعَةَ قَتَلُوا رَجُلًا مِنْ بَنِي لَيْثٍ عَامَ فَتْحِ مَكَّةَ بِقَتِيلٍ مِنْهُمْ قَتَلُوهُ , فَأُخْبِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ فَرَكِبَ رَاحِلَتَهُ فَخَطَبَ , فَقَالَ: «إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى حَبَسَ عَنْ مَكَّةَ الْفِيلَ وَسَلَّطَ عَلَيْهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْمُؤْمِنِينَ , أَلَا وَإِنَّهَا لَمْ تَحِلُّ لِأَحَدٍ قَبْلِي , وَلَا تَحِلُّ لِأَحَدٍ بَعْدِي , أَلَا وَإِنَّهَا أُحِلَّتْ لِيَ سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ , أَلَا وَإِنَّهَا سَاعَتِي هَذِهِ حَرَامٌ لَا يُخْتَلَى خَلَاهَا , وَلَا يُعْضَدُ شَجَرُهَا , وَلَا تُلْتَقَطُ سَاقِطَتُهَا إِلَّا لِمُنْشِدٍ , فَمَنْ قُتِلَ لَهُ قَتِيلٌ فَهُوَ بِخَيْرِ النَّظَرَيْنِ , إِمَّا أَنْ يَقْتُلَ , وَإِمَّا أَنْ يُفَادِيَ أَهْلَ الْقَتِيلِ» , فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْيَمَنِ , فَقَالَ: اكْتُبُوا لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اكْتُبُوا لِأَبِي فُلَانٍ» , فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ: إِلَّا الْإِذْخِرَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنَّا نَجْعَلُهُ فِي بُيُوتِنَا وَقُبُورِنَا , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِلَّا الْإِذْخِرَ»

Sunan Daruquthni 3127: Muhammad bin Ismail Al Farisi menceritakan kepada kami, Abu Zur'ah Ad Dimasyqi menceritakan kepada kami, Abu Nu'aim menceritakan kepada kami, Syaiban menceritakan kepada kami dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, bahwa Khuza'ah pernah membunuh seorang laki-laki dari bani Laits pada saat penaklukkan Makkah, karena mereka (bani Salamah) pernah membunuh seorang dari mereka (keluarga Khuza'ah). Ia kemudian melaporkan hal itu kepada Nabi SAW, dan beliau pun menaiki kendaraannya lantas berpidato, "Sesungguhnya Allah telah menahan (tentara) gajah untuk memasuki Makkah, memberikan kuasa untuk rasul-Nya dan kaum mukminin untuk menguasainya. Ingatlah, sesungguhnya ia belum pernah dihalalkan untuk satu orang pun sebelumku, dan tidak akan dihalalkan lagi untuk orang lain setelahku. Sungguh ia hanya dihalalkan bagiku satu saat di siang hari, dan inilah waktunya yang merupakan saat yang haram pula. Hewan buruannya tidak boleh diburu, pohonnya tidak boleh dicabut, barang temuannya tidak boleh diambil kecuali bagi yang mencari (yang punya). Barangsiapa yang anggota keluarganya dibunuh, maka ia boleh memiiih dua pilihan, yaitu membalas bunuh (qishash) atau menerima tebusan dari keluarga pembunuh." Setelah itu seorang pria dari Yaman berkata, "Tuliskan untukku ya Rasulullah." Rasulullah SAW bersabda, "Tuliskanlah untuk Abu Fulan." Kemudian seorang pria dari kalangan Quraisy berkata, "Kecuali idzkhir ya Rasulullah, karena kami biasa mengambilnya untuk rumah dan kuburan kami." Beliau bersabda, "Ya, kecuali idzkhir."

Sunan Daruquthni #3128

سنن الدارقطني ٣١٢٨: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا عُمَرُ بْنُ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ , نا أَبِي , عَنْ حَجَّاجٍ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ مُسْلِمٍ الْأَجْرَدِ , عَنْ مَالِكٍ الْأَشْتَرِ , قَالَ: أَتَيْتُ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , فَقُلْتُ: يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنَّا إِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدَكِ سَمِعْنَا أَشْيَاءَ فَهَلْ عَهِدَ إِلَيْكُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا سِوَى الْقُرْآنِ؟ , قَالَ: لَا , إِلَّا مَا فِي هَذِهِ الصَّحِيفَةِ فِي عِلَاقَةِ سَيْفِي , فَدَعَا الْجَارِيَةَ فَجَاءَتْ بِهَا , فَقَالَ: «إِنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ , وَإِنِّي أُحَرَّمُ الْمَدِينَةَ فَهِيَ حَرَامٌ مَا بَيْنَ حَرَّتَيْهَا , أَنْ لَا يُعْضَدَ شَوْكُهَا , وَلَا يُنَفَّرُ صَيْدُهَا , فَمَنْ أَحْدَثَ حَدَثًا أَوْ آوَى مُحْدِثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ , وَالْمُؤْمِنُونَ يَدٌ عَلَى مَنْ سِوَاهُمْ , تَتَكَافَأُ دِمَاؤُهُمْ , وَيَسْعَى بِذِمَّتِهِمْ أَدْنَاهُمْ , لَا يُقْتَلُ مُسْلِمٌ بِكَافِرٍ , وَلَا ذُو عَهْدٍ فِي عَهْدِهِ». قَالَ حَجَّاجٌ: وَحَدَّثَنِي عَوْنُ بْنُ أَبِي جُحَيْفَةَ , عَنْ عَلِيٍّ مِثْلَهُ. إِلَّا أَنْ يَخْتَلِفَ مَنْطِقُهَا فِي الشَّيْءِ فَأَمَّا الْمَعْنَى فَوَاحِدٌ

Sunan Daruquthni 3128: Ismail bin Muhammad Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Abbas bin Muhammad menceritakan kepada kami, Umar bin Hafash bin Ghiyats menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami dari Hajjaj, dari Qatadah, dari Muslim Al Ajrad, dari Malik Al Asytar, dia berkata: Aku pernah menemui Ali RA dan berkata kepadanya, "Ya Amirul Mukminin, kalau kami keluar bersama Anda, kami biasanya mendengar banyak hal, adakah Rasulullah SAW menjanjikan kepada Anda hal lain selain Al Qur‘an?" Ia menjawab, "Tidak ada, kecuali sebuah lembaran yang tersimpan dalam gantungan pedangku." Ia lalu menyuruh pembantunya mengambil benda tersebut dan sang pembantu pun datang membawanya. (Di dalamnya) Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Ibrahim telah mengharamkan Makkah (menjadikannya tanah haram) dan aku mengharamkan Madinah. Ia haram untuk seluruh kawasan yang berada antara dua tanah tak berpasir. Tumbuhannya tidak boleh dicabut, dan hewan buruan yang ada di dalamnya tidak boleh diusir. Barangsiapa melakukan sebuah kejahatan atau melindungi pelakunya maka ia akan mendapat laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia. Orang-orang beriman adalah satu tangan (kekuatan) menghadapi orang lain, darah mereka saling menuntut bela, dan orang yang di bawah wewenang mereka berada dalam perlindungan. Orang muslim dan orang yang berada dalam perjanjian tidak boleh dihukum qishash bila membunuh orang kafir." Hajjaj berkata, "Aun bin Abu Juhaifah menceritakan kepadaku, dari Ali dengan riwayat yang sama, hanya saja redaksinya berbeda namun maknanya satu."

Grade

Sunan Daruquthni #3129

سنن الدارقطني ٣١٢٩: نا أَبُو عُبَيْدٍ الْقَاسِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْمَحَامِلِيُّ , نا زَيْدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الصَّائِغُ , نا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ , نا مُوسَى بْنُ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ اللَّخْمِيُّ , قَالَ: سَمِعْتُ أَبِي , يَقُولُ: إِنَّ أَعْمَى كَانَ يَنْشُدُ فِي الْمَوْسِمِ فِي خِلَافَةِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَهُوَ يَقُولُ: [البحر الرجز] أَيُّهَا النَّاسُ لَقِيتُ مُنْكَرَا ... هَلْ يَعْقِلُ الْأَعْمَى الصَّحِيحَ الْمُبْصِرَا خَرَّا مَعًا كِلَاهُمَا تَكَسَّرَا وَذَلِكَ أَنَّ الْأَعْمَى كَانَ يَقُودُهُ بَصِيرٌ فَوَقَعَا فِي بِئْرٍ فَوَقَعَ الْأَعْمَى عَلَى الْبَصِيرِ فَمَاتَ الْبَصِيرُ , فَقَضَى عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ «بِعَقْلِ الْبَصِيرِ عَلَى الْأَعْمَى»

Sunan Daruquthni 3129: Abu Ubaid Al Qasim bin Ismail Al Mahamili menceritakan kepada kami, Zaid bin Ismail Ash-Sha'igh menceritakan kepada kami, Zaid bin Hubbab menceritakan kepada kami, Musa bin Ali bin Rabah Al Lakhmi menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar ayahku berkata: Pernah ada seorang pria buta mencari-cari barangnya saat musim haji di masa pemerintahan Umar bin Khaththab RA, dia berkata, "Wahai para manusia, pantaskah seorang buta disuruh membayar denda (atas kematian) seorang normal yang sehat (tidak buta)? Mereka berdua sama-sama jatuh dan sama-sama patah." Kejadiannya adalah seorang pria dengan penglihatan sempurna menuntun seorang pria buta, tiba-tiba mereka berdua jatuh ke dalam sumur dan si buta menindih si pria berpenglihatan sempurna, hingga pria itu pun meninggal dunia. Umar kemudian memutuskan denda ditanggung oleh si buta untuk kematian pria yang berpenglihatan sempurna.

Grade

Sunan Daruquthni #3130

سنن الدارقطني ٣١٣٠: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , نا عَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ , ح وَنا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمِصْرِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ عُثْمَانَ بْنِ صَالِحٍ , حَدَّثَنَا أَبُو عَلِيٍّ أَحْمَدُ بْنُ الْحَكَمِ , نا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ , ح وَنا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ الْيَقْطِينِيُّ , نا عُمَرُ بْنُ سَعْدِ بْنِ سِنَانٍ , نا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ , نا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ , نا عَبَّادُ بْنُ إِسْحَاقَ , عَنْ أَبِي حَازِمٍ , عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ , أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ زُنِيَ بِفُلَانَةَ , امْرَأَةٌ سَمَّاهَا , «فَبَعَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمَرْأَةِ فَسَأَلَهَا» , فَأَنْكَرَتْ «فَرَجَمَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَرْكَهَا»

Sunan Daruquthni 3130: Ismail bin Muhammad Ash-Shaffar menceritakan kepada kami, Abbas bin Muhammad menceritakan kepada kami, Yunus bin Muhammad menceritakan kepada kami, Muslim bin Khalid menceritakan kepada kami, (h) Ali bin Muhammad Al Mishri menceritakan kepada kami, Yahya bin Utsman bin Shalih menceritakan kepada kami, Abu Ali Ahmad bin Al Hakam menceritakan kepada kami, Muslim bin Khalid menceritakan kepada kami, (h) Muhammad bin Al Hasan bin Ali Al Yaqthini yang menceritakan kepada kami, Umar bin Sa'd bin Sinan menceritakan kepada kami, Hisyam bin Ammar menceritakan kepada kami, Muslim bin Khalid menceritakan kepada kami, Ibad bin Ishaq menceritakan kepada kami dari Abu Hazim, dari Sahl bin Sa'd bahwa ada seorang pria mendatangi Nabi SAW melaporkan, "Ya Rasulullah, aku telah berzina dengan si Fulanah —ia menyebut nama wanita tersebut—." Setelah itu Nabi SAW mengutus orang untuk bertanya kepada wanita tersebut, tapi ia menyangkalnya. Maka Nabi pun merajam laki-laki tadi dan membebaskan wanita itu."

Grade