سنن الدارقطني ٣١٠١: نا الشَّافِعِيُّ , نا مُعَاذُ بْنُ الْمُثَنَّى , نا مُسَدَّدٌ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , بِهَذَا. أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ , عَنْ مُسَدَّدٍ , عَنْ يَحْيَى , وَكُلُّهُمْ ثِقَاتٌ حُفَّاظٌ
Sunan Daruquthni 3101: Asy-Syafi'i menceritakan kepada kami, Mu'adz bin Al Matsanna menceritakan kepada kami, Musaddad menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa'id menceritakan kepada kami dengan redaksi yang serupa. Al Bukhari meriwayatkannya dari Musaddad, dari Yahya, dan semuanya adalah perawi tsiqah dan huffazh."
سنن الدارقطني ٣١٠٢: نا ابْنُ أَبِي الثَّلْجِ , نا جَدِّي , نا أَبُو الْجَوَّابِ , نا عَمَّارُ بْنُ رُزَيْقٍ , نا فُضَيْلُ بْنُ غَزْوَانٍ , عَنِ ابْنِ أَبِي نُعْمٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا الْقَاسِمِ نَبِيَّ التَّوْبَةِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , يَقُولُ: «مَنْ قَذَفَ عَبْدَهُ بِزِنًا ثُمَّ لَمْ يَتُبْ أُقِيمَ عَلَيْهِ الْحَدُّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»
Sunan Daruquthni 3102: Ibnu Abu Ats-Tsalj menceritakan kepada kami, kakekku menceritakan kepada kami, Abul Jawwab menceritakan kepada kami, Ammar bin Ruzaiq menceritakan kepada kami, Fudhail bin Ghazwan menceritakan kepada kami dari Ibnu Abu Nu'm, dari Abu Hurairah, dia berkata: Aku mendengar Abul Qasim, Nabi At-Taubah (Muhammad) SAW bersabda, "Barangsiapa menuduh budaknya berzina, kemudian ia tidak bertobat maka hukum had akan ditegakkan atas dirinya pada Hari Kiamat kelak."
سنن الدارقطني ٣١٠٣: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْبَزَّارُ , وَآخَرُونَ قَالُوا: نا يَعْقُوبُ بْنُ يُوسُفَ الْقَزْوِينِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ سَابِقٍ , نا عَمْرُو بْنُ أَبِي قَيْسٍ , عَنْ عُمَرَ بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ يَزِيدَ بْنِ عِيَاضٍ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي نُعْمٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ «الرَّجُلَ إِذَا قَذَفَ عَبْدَهُ وَهُوَ بَرِيءٌ مِمَّا يَقُولُ , جُلِدَ الْحَدَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»
Sunan Daruquthni 3103: Abdullah bin Muhammad bin Ahmad bin Abu Sa'id Al Bazzar dan lainnya menceritakan kepada kami, mereka berkata-. Ya'qub bin Yusuf Al Qazwaini menceritakan kepada kami, Muhammad bin Sa'id bin Sabiq menceritakan kepada kami, Amr bin Abu Qais menceritakan kepada kami dari Umar bin Sa'id, dari Yazid bin Iyadh, dari Abdurrahman bin Abu Nu'm, dari Abu Hurairah, dia berkata: Abul Qasim menceritakan kepadaku bahwa jika seseorang menuduh budaknya berzina, sementara ia tidak melakukan apa yang dikatakannya, maka ia benar-benar akan dirajam pada Hari Kiamat kelak.
Grade
سنن الدارقطني ٣١٠٤: نا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمِصْرِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي مُوسَى , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَهْمٍ , نا بَقِيَّةُ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا قَوَدَ فِي شَلَلٍ وَلَا عَرَجٍ»
Sunan Daruquthni 3104: Ali bin Muhammad Al Mishri menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad bin Abu Musa menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdurrahman bin Sahm menceritakan kepada kami, Baqiyyah menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada qishash pada anggota tubuh yang cacat atau pun pincang.
Grade
سنن الدارقطني ٣١٠٥: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ الْيَقْطِينِيُّ , نا رَجُلٌ , نا عِيسَى بْنُ يُونُسَ الْفَاخُورِيُّ , نا ضَمْرَةُ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَيَّاشٍ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «عَقْلُ الْمَرْأَةِ مِثْلُ عَقْلِ الرَّجُلِ حَتَّى تَبْلُغَ الثُّلُثَ مِنْ دِيَتِهَا»
Sunan Daruquthni 3105: Muhammad bin Al Husain bin Ali Al Yaqthini menceritakan kepada kami, seorang pria menceritakan kepada kami, Isa bin Yunus Al Fakhuri menceritakan kepada kami, Dhamrah menceritakan kepada kami, Ismail bin Ayyasy menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Diyat seorang wanita seperti diyat seorang laki-laki, sampai nilainya mencapai sepertiga dari diyat wanita tersebut."
Grade
سنن الدارقطني ٣١٠٦: نا حَمْزَةُ بْنُ الْقَاسِمِ , نا عَبَّاسٌ الدُّورِيُّ , وَنا مُحَمَّدُ بْنُ نُوحٍ الْجُنْدِيسَابُورِيُّ , وَمُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مَالِكٍ الْأَسْكَافِيُّ , قَالَا: نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ شَاكِرٍ الصَّائِغُ , قَالَا: نا يَحْيَى بْنُ يَعْلَى بْنِ الْحَارِثِ الْمُحَارِبِيُّ , نا أَبِي , عَنْ غَيْلَانَ بْنِ جَامِعٍ , عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: جَاءَ مَاعِزُ بْنُ مَالِكٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «يَا رَسُولَ اللَّهِ طَهِّرْنِي» , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَيْحَكَ ارْجِعْ فَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ وَتُبْ إِلَيْهِ» , قَالَ: فَرَجَعَ غَيْرَ بَعِيدٍ ثُمَّ جَاءَ , فَقَالَ: «يَا رَسُولَ اللَّهِ طَهِّرْنِي» , فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ ذَلِكَ , حَتَّى إِذَا كَانَتِ الرَّابِعَةُ , قَالَ لَهُ: «مِمَّا أُطَهِّرُكَ» , قَالَ: مِنَ الزِّنَا , فَسَأَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَبِهِ جُنُونٌ؟» , فَأُخْبِرَ أَنَّهُ لَيْسَ بِمَجْنُونٍ , فَقَالَ: «أَشَرِبَ خَمْرًا؟» , فَقَامَ رَجُلٌ فَاسْتَنْهَكَهُ فَلَمْ يَجِدْ مِنْهُ رِيحَ خَمْرٍ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَثَيِّبٌ أَنْتَ؟» , قَالَ: نَعَمْ , فَأَمَرَ بِهِ فَرُجِمَ , فَكَانَ النَّاسُ فِيهِ فِرْقَتَيْنِ , تَقُولُ فِرْقَةٌ: لَقَدْ هَلَكَ مَاعِزٌ عَلَى أَسْوَأِ عَمَلِهِ , لَقَدْ أَحَاطَتْ بِهِ خَطِيئَتُهُ , وَقَائِلٌ يَقُولُ: أَتَوْبَةٌ أَفْضَلُ مِنْ تَوْبَةِ مَاعِزٍ أَنْ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَضَعَ يَدَهُ فِي يَدِهِ , فَقَالَ: اقْتُلْنِي بِالْحِجَارَةِ , قَالَ: فَلَبِثُوا عَلَى ذَلِكَ يَوْمَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةً , ثُمَّ جَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُمْ جُلُوسٌ فَسَلَّمَ ثُمَّ جَلَسَ , ثُمَّ قَالَ: «اسْتَغْفِرُوا لِمَاعِزِ بْنِ مَالِكٍ» , فَقَالُوا: يَغْفِرُ اللَّهُ لِمَاعِزِ بْنِ مَالِكٍ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَقَدْ تَابَ تَوْبَةً لَوْ قُسِمَتْ بَيْنَ أُمَّةٍ لَوَسِعَتْهَا» , قَالَ: ثُمَّ جَاءَتْهُ امْرَأَةٌ مِنْ غَامِدٍ مِنَ الْأَزْدِ , فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ طَهِّرْنِي , قَالَ: وَيْحَكِ ارْجِعِي فَاسْتَغْفِرِي اللَّهَ وَتُوبِي إِلَيْهِ , فَقَالَتْ: تُرِيدُ أَنْ تَرْدُدَنِي كَمَا رَدَدْتَ مَاعِزَ بْنَ مَالِكٍ؟ , قَالَ: «وَمَا ذَاكَ» , قَالَتْ: إِنَّهَا حُبْلَى مِنَ الزِّنَا , قَالَ: «أَثَيِّبٌ أَنْتِ؟» , قَالَتْ: نَعَمْ , قَالَ: «إِذًا لَا نَرْجُمُكِ حَتَّى تَضَعِي مَا فِي بَطْنِكِ» , قَالَ: فَكَفَلَهَا رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ حَتَّى وَضَعَتْ , فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: «قَدْ وَضَعَتِ الْغَامِدِيَّةُ» , فَقَالَ: «إِذًا لَا نَرْجُمُهَا وَنَدَعُ وَلَدَهَا صَغِيرًا لَيْسَ لَهُ مَنْ يُرْضِعُهُ» , فَقَامَ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ , فَقَالَ: «إِلَيَّ رَضَاعُهُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ» , فَرَجَمَهَا. هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ، أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ، عَنْ أَبِي كُرَيْبٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْلَى، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ غَيْلَانَ
Sunan Daruquthni 3106: Hamzah bin Al Qasim menceritakan kepada kami, Abbas Ad-Duri menceritakan kepada kami, Muhammad bin Nuh Al Jundisaburi dan Muhammad bin Muhammad bin Malik Al Askafi menceritakan kepada kami, mereka berdua berkata: Ja'far bin Muhammad bin Syakir Ash-Sha'igh menceritakan kepada kami, ia berkata: Yahya bin Ya'la bin Al Harits Al Muharibi menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami dari Ghailan bin Jami' dari Alqamah bin Martsad, dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya, dia berkata: Ma'iz bin Malik pernah datang menemui Rasulullah SAW lalu berkata, "Wahai Rasulullah, bersihkanlah diriku!" Nabi SAW bersabda, "Celaka kamu, kembalilah lalu beristigfar dan bertobatlah kepada Allah." Buraidah Ianjut berkata: Tak lama kemudian, Ma'iz pun kembali lagi mendatangi Rasulullah SAW lalu berkata, "Wahai Rasulullah, bersihkanlah diriku." Nabi SAW kemudian bersabda kepadanya seperti perkataan beliau yang pertama. Hingga keempat kalinya, Rasulullah SAW bertanya kepadanya, "Dari apa aku harus membersihkanmu.” Ia menjawab, "Dari perzinaan." Nabi SAW bertanya, "Ketidakwarasan apa yang dia miliki?" Kemudian ada yang memberitahukan kepada beliau bahwa pria tersebuf tidak gila. Beliau berkata lagi, "Apa dia minum khamer' Maka berdirilah salah seorang sahabat memeriksanya namun ternyata ia tidak minum khamer. Nabi SAW kemudian bertanya kepadanya, "Apa kamu sudah menikah?' Ia menjawab, "Ya." Akhirnya beliau memerintahkan agar ia dirajam. Setelah peristiwa itu. orang-orang terpecah menjadi dua kelompok. Satu kelompok berkata, "Ma'iz celaka lantaran perbuatan terburuknya yang telah mengahabisi semua kebaikannya." Yang lain berkata, "Apa ada tobat yang lebih utama dari tobatnya dia? Dia rela menghadap RasulullahSAW dan mengorbankan dirinya, sembari berkata, 'Bunuhlah aku dengan batu'." Dia lanjut berkata: Mereka kemudian terjebak dalam kondisi tersebut selama dua atau tiga hari, sampai akhirnya Rasulullah SAW datang kepada mereka dengan memberi salam dan duduk bersama mereka. Beliau lalu berkata, "Mintakanlah ampun bagi Ma'iz." Mereka lalu berkata, "Semoga Allah mengampuni Ma'iz bin Malik." Nabi SAW bersabda, "Ia telah bertobat dengan satu tobat yang bila dibagikan kepada umat ini akan mencukupi mereka." Dia lanjut berkata: Setelah itu datang lagi seorang wanita dari keturunan Ghamid bin Azd, ia berkata, "Ya Rasulullah, bersihkan aku." Beliau berkata kepadanya, "Celaka kamu, pulanglah lalu minta ampun kepada Allah dan bertobatlah." (Diperintah seperti itu) ia malah berkata, "Apa Anda ingin menolakku sebagaimana halnya Anda menolak Ma'iz dulu?" Beliau bertanya, "Memangnya apa dosamu?" Ia menjawab, "Aku hamil lantaran perbuatan zina." Beliau bertanya, "Apa kamu pernah menikah?" Dia menjawab, "Ya." Beliau berkata, "Kami tidak akan merajammu sampai kamu melahirkan.'' Akhirnya ada seorang dari kalangan Anshar yang menanggung hidupnya sampai ia melahirkan. Setelah itu orang yang menanggungnya ini mendatangi Nabi SAW dan berkata, "Si wanita Ghamidiyyah itu telah melahirkan." Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata, "Kami tidak akan merajamnya, lalu membiarkan bayinya tanpa ada yang merawat dan tak ada yang menyusui." Setelah itu seorang pria dari Anshar berkata, "Biar aku yang menanggung (mengurus) persusuannya ya Rasulullah." Akhirnya hukuman rajam pun dilaksanakan. Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Kuraib, dari Yahya bin Ya'la, dari ayahnya, dari Ghailan.
سنن الدارقطني ٣١٠٧: نا مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ بْنِ مِيَاحٍ أَبُو حَامِدٍ , نا عُمَرُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُجَالِدٍ , نا مَعْمَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ الرَّقِّيُّ , عَنِ الْحَجَّاجِ , عَنْ عَبْدِ الْجَبَّارِ بْنِ وَائِلٍ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: «اسْتُكْرِهَتِ امْرَأَةٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَرَأَ عَنْهَا الْحَدَّ وَأَقَامَهُ عَلَى الَّذِي أَصَابَهَا , وَلَمْ يُذْكَرْ أَنَّهُ جَعَلَ لَهَا مَهْرًا»
Sunan Daruquthni 3107: Muhammad bin Harun bin Manah Abu Hamid menceritakan kepada kami, Umar bin Ismail bin Mujalid menceritakan kepada kami, Mu'ammar bin Sulaiman Ar-Raqqi menceritakan kepada kami dari Al Hajjaj, dari Abdul Jabbar bin Wa'il, dari ayahnya, dia berkata, "Seorang wanita pernah dipaksa (untuk berzina) pada masa Rasulullah SAW. Kemudian beliau membebaskan wanita tersebut dari hukum had, dan melaksanakan hukum tersebut kepada laki-laki yang menyetubuhinya. Namun demikian, tidak disebutkan bahwa beliau memberikan hak mahar kepada wanita tersebut."
Grade
سنن الدارقطني ٣١٠٨: نا مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ , نا خَالِدُ بْنُ يُوسُفَ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ عَمْرٍو , عَنْ طَاوُسٍ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ قَتَلَ» ح. وَنا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْوَاسِطِيُّ , نا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنْ طَاوُسٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قُتِلَ فِي عِمِّيَّا أَوْ رِمِّيَّا فَهُوَ خَطَأٌ وَدِيَتُهُ دِيَةُ خَطَإٍ , وَمَنْ قَتَلَ عَمْدًا فَهُوَ قَوَدُ يَدِهِ , مَنْ حَالَ دُونَهُ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ»
Sunan Daruquthni 3108: Muhammad bin Harun menceritakan kepada kami Khalid bin Yusuf menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Amr, dari Thawus bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa dibunuh". (h) Muhammad bin Makhlad juga menceritakan kepada kami, Muhammad bin Sulaiman Al Wasithi menceritakan kepada kami, Amr bin Aun menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari Amr bin Dinar, dari Thawus, dari Ibnu Abbas RA, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang terbunuh dalam kerumunan tanpa diketahui pembunuhnya atau salah sasaran tembak, maka pembunuhan tersebut termasuk tidak disengaja, dan diyat-nya adalah diyat pembunuhan yang tidak disengaja. Barangsiapa yang membunuh dengan sengaja, maka ia di-qishash, dan Barangsiapa yang berusaha mengakalinya, maka ia memperoleh laknat Allah, Malaikat, dan seluruh manusia."
Grade
سنن الدارقطني ٣١٠٩: نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبَّادٍ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عُمَارَةَ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنْ طَاوُسٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قُتِلَ عِمِّيَّا رِمِّيَّا بِحَجَرٍ أَوْ ضَرْبًا بِعَصًا أَوْ سَوْطٍ فَعَقْلُهُ عَقْلُ الْخَطَأِ , وَمَنْ قَتَلَ اعْتِبَاطًا فَهُوَ قَوَدٌ لَا يُحَالُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَاتِلِهِ , فَمَنْ حَالَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَاتِلِهِ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ , لَا يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلَا عَدْلٌ»
Sunan Daruquthni 3109: Muhammad bin Ismail Al Farisi menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim bin Abbad menceritakan kepada kami, Adburrazzaq menceritakan kepada kami dari Al Hasan bin Umarah, dari Amr bin Dinar, dari Thawus, dari Ibnu Abbas RA, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang terbunuh tanpa diketahui pelakunya karena terkena lemparan batu, dipukul dengan kayu atau cambuk, maka diyat-nya adalah diyat pembunuhan tak sengaja. Barangsiapa yang membunuh secara sewenangwenang maka ia di-qishash. Tidak boleh dihalangi antara korban dan pembunuhnya. Barangsiapa yang menghalangi maka ia memperoleh laknat Allah Ta‟ala, Malaikat, dan seluruh manusia." Husain menambahkan, "Allah tidak akan menerima tobat dan denda yang dibayar."
Grade
سنن الدارقطني ٣١١٠: نا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ صَاعِدٍ , وَالْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَنْطَاكِيُّ , قَالَا: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُنْقِذٍ الْخَوْلَانِيُّ , نا إِدْرِيسُ بْنُ يَحْيَى الْخَوْلَانِيُّ , حَدَّثَنِي بَكْرُ بْنُ مُضَرٍ , حَدَّثَنِي حَمْزَةُ النَّصِيبِيُّ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , حَدَّثَنِي طَاوُسٌ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ قُتِلَ فِي عِمِّيَّا رِمِّيَّا يَكُونُ بَيْنَهُمْ بِالْحِجَارَةِ أَوْ عَصًا فَهُوَ خَطَأٌ عَقْلُهُ عَقْلُ الْخَطَأِ , وَمَنْ قَتَلَ عَمْدًا فَهُوَ قَوَدُ يَدِهِ , مَنْ حَالَ دُونَهُ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ». زَادَ الْحُسَيْنُ: «لَا يَقْبَلُ اللَّهُ مِنْهُ صَرْفًا وَلَا عَدْلًا».
Sunan Daruquthni 3110: Yahya bin Muhammad bin Sha'id dan Al Qadhi Husain bin Abdurrahman Al Anthaqi menceritakan kepada kami, mereka berkata: Ibrahim bin Munqidz Al Khaulani menceritakan kepada kami, Idris bin Yahya Al Khaulani menceritakan kepada kami, Bakar bin Madhar menceritakan kepada kami, Hamzah An-Nashbi menceritakan kepada kami dari Amr bin Dinar, Thawus menceritakan kepada kami dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa terbunuh tanpa diketahui pembunuhnya karena terkena lemparan batu atau kayu, maka itu adalah pembunuhan tanpa disengaja dan diyat-nya adalah diyat pembunuhan tak sengaja. Barangsiapa yang membunuh secara sengaja, maka ia memperoleh qishash. Barangsiapa berusaha mengakali selain itu, maka dia mendapat laknat Allah, Malaikat, dan semua orang." Al Husain menyebutkan juga tambahan, "Allah tidak menerima tobat dan denda darinya"
Grade