سنن الدارقطني

Sunan Daruquthni

Sunan Daruquthni #3111

سنن الدارقطني ٣١١١: نا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ زَنْجُوَيْهِ , نا عُثْمَانُ بْنُ صَالِحٍ , أنا بَكْرُ بْنُ مُضَرٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , حَدَّثَنِي طَاوُسٌ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ , وَلَمْ يَذْكُرْهُ حَمْزَةُ. قَالَ ابْنُ صَاعِدٍ: وَرَوَاهُ إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُسْلِمٍ , وَسُلَيْمَانُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنْ طَاوُسٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ

Sunan Daruquthni 3111: Abu Muhammad bin Sha'id menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdul Malik bin Zanjawaih menceritakan kepada kami, Utsman bin Shalih menceritakan kepada kami, Bakar bin Mudhar mengabarkan kepada kami dari Amr bin Dinar, Thawus memberitakan kepadaku, dari Abu Hurairah dari Nabi SAW dengan redaksi yang serupa. Sedangkan Hamzah tidak mehyebutkannya. Ibnu Sha'id berkata, "Ismail bin Muslim dan Sulaiman bin Katsir meriwayatkannya dari Amr bin Dinar, dari Thawus, dari Ibnu Abbas RA."

Grade

Sunan Daruquthni #3112

سنن الدارقطني ٣١١٢: نا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , نا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُسْلِمٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنْ طَاوُسٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْعَمْدُ قَوَدٌ إِلَّا أَنْ يَعْفُوَ وَلِي الْمَقْتُولِ»

Sunan Daruquthni 3112: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Musa bin Ishaq menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Ismail bin Muslim, dari Amr bin Dinar, dari Thawus, dari Ibnu Abbas RA, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja hukumannya adalah qishash, kecuali apabila wali korban memaafkannya.”

Grade

Sunan Daruquthni #3113

سنن الدارقطني ٣١١٣: نا عَلِيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ حَمَّادٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ يَحْيَى الْحُلْوَانِيُّ , نا سَعِيدُ بْنُ سُلَيْمَانَ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنْ طَاوُسٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قُتِلَ فِي عِمِّيَّا أَوْ رِمِّيَّا بِحَجَرٍ أَوْ عَصًا أَوْ بِسَوْطٍ عَقْلُهُ عَقْلُ خَطَإٍ». مِثْلُ قَوْلِ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ

Sunan Daruquthni 3113: Ali bin Ibrahim bin Hammad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Yahya Al Hulwani menceritakan kepada kami, Sa'id bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Katsir menceritakan kepada kami dari Amr bin Dinar, dari Thawus, dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang terbunuh tanpa diketahui pembunuhnya atau terkena lemparan batu, tongkat atau cambuk maka dendanya adalah denda pembunuhan tidak disengaja. Ini sama dengan perkataan (riwayat) Hammad bin Zaid.

Grade

Sunan Daruquthni #3114

سنن الدارقطني ٣١١٤: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا كُرْدُوسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُسْلِمٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْعَمْدُ قَوَدُ الْيَدِ , وَالْخَطَأُ عَقْلٌ لَا قَوَدَ فِيهِ , وَمَنْ قُتِلَ فِي عِمِّيَّةٍ بِحَجَرٍ أَوْ عَصًا أَوْ سَوْطٍ فَهُوَ دِيَةٌ مُغَلَّظَةٌ فِي أَسْنَانِ الْإِبِلِ»

Sunan Daruquthni 3114: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Kurdus bin Muhammad menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Ismail bin Muslim menceritakan kepada kami dari Amr bin Dinar, dari Ibnu Abbas RA, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, ''Pembunuhan yang disengaja hukumannya qishash, yang tidak sengaja hukumannya denda dantidak ada qishash padanya. Siapa saja yang terbunuh tanpa diketahui pembunuhnya dengan batu, kayu, atau cambuk maka dendanya diperberat dalam hal usia unta yang akan dibayarkan."

Grade

Sunan Daruquthni #3115

سنن الدارقطني ٣١١٥: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ هَانِئٍ , نا عُثْمَانُ بْنُ صَالِحٍ , نا بَكْرُ بْنُ مُضَرٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , حَدَّثَنِي طَاوُسٌ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ قُتِلَ فِي عِمِّيَّةٍ رِمِّيَّا يَكُونُ بَيْنَهُمْ بِحَجَرٍ» أَحْسَبُهُ قَالَ: «أَوْ سِيَاطٍ عَقْلُهُ عَقْلُ خَطَإٍ , وَمَنْ قَتَلَ عَمْدًا فَهُوَ قَوَدُ يَدِهِ مَنْ حَالَ دُونَهُ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ»

Sunan Daruquthni 3115: Ibrahim bin Hammad menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Hani' menceritakan kepada kami, Utsman bin Mushlih menceritakan kepada kami, Bakar bin Mudhar menceritakan kepada kami dari Amr bin Al Harits, dari Amr bin Dinar, Thawus menceritakan kepadaku, dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Siapa saja yang terbunuh karena salah sasaran dengan lemparan yang saling dilancarkan antar mereka —aku kira beliau berkata, atau dengan cambuk— maka diyatnya sama dengan pembunuhan tak disengaja. Barangsiapa yang terbunuh dengan sengaja maka qishash ada di tangannya. Yang berusaha menghalangi hukuman maka dia mendapat laknat Allah"

Grade

Sunan Daruquthni #3116

سنن الدارقطني ٣١١٦: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمِصْرِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ دَاوُدَ الْمَكِّيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ كَثِيرٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنْ طَاوُسٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , يَرْفَعْهُ قَالَ: «مَنْ قُتِلَ فِي عِمِّيَّةٍ أَوْ رِمِّيَةٍ بِحَجَرٍ أَوْ بِسَوْطٍ أَوْ عَصًا فَعَقَلُهُ عَقْلُ الْخَطَأِ , وَمَنْ قَتَلَ عَمْدًا فَهُوَ قَوَدٌ , مَنْ حَالَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ , لَا يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلَا عَدْلٌ»

Sunan Daruquthni 3116: Ali bin Muhammad Al Mishri menceritakan kepada kami, Ahmad bin Baud Al Makki menceritakan kepada kami, Muhammad bin Katsir menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Katsir menceritakan kepada kami dari Amr bin Dinar, dari Thawus, dari Ibnu Abbas, dia berkata: Ia meriwayatkannya secara marfu‘ bahwa Rasululiah SAW bersabda, "Siapa saja yang terbunuh karena tidak diketahui pembunuhnya atau terkena lemparan batu, atau cambuk, atau dengan kayu maka. denda yang ia tanggung sama dengan diyat pembunuhan tak disengaja. Siapa saja terbunuh dengan sengaja maka atasnya qishash, dan yang berusaha menghalangi antara jenis sengaja dan tidak maka dia akan mendapat laknat Allah, para malaikat, dan semua manusia. Sumbangan dan keadilannya pun tidak diterima."'

Grade

Sunan Daruquthni #3117

سنن الدارقطني ٣١١٧: نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , أنا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا ابْنُ جُرَيْجٍ , أَخْبَرَ عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ , أَنَّهُ سَمِعَ طَاوُسًا , يَقُولُ: " الرَّجُلُ يُصَابُ فِي الرِّمِّيَّا فِي الْقِتَالِ بِالْعَصَا أَوْ بِالسِّيَاطِ أَوْ بِالتَّرَامِي بِالْحِجَارَةِ يُودَى وَلَا يُقْتَلُ بِهِ مِنْ أَجْلِ أَنَّهُ لَا يَعْلَمُ مَنْ قَاتِلُهُ , وَأَقُولُ: أَلَا تَرَى إِلَى قَضَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْهُذَلِيَّتَيْنِ ضَرَبَتْ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى بِعَمُودٍ فَقَتَلَتْهَا أَنَّهُ لَمْ يَقْتُلْهَا بِهَا وَوَدَاهَا وَجَنِينَهَا ". أَخْبَرَنَاهُ ابْنُ طَاوُسٍ , عَنْ أَبِيهِ لَمْ يُجَاوَزْ طَاوُسٌ

Sunan Daruquthni 3117: Muhammad bin Ismail menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij menceritakan kepada kami, Amr bin Dinar menceritakan kepadanya bahwa ia mendengar Thawus berkata, "Orang yang menjadi korban karena salah sasaran dalam perseteruan, baik dengan kayu (benda tumpul), atau cambuk, atau lemparan batu, maka dia mendapatkan diyat dan tidak ada qishash, karena tidak diketahui siapa pembunuhnya. Aku berkata, "Tidakkah kamu perhatikan bagaimana keputusan Rasulullah SAW terhadap dua orang wanita Hudzail? Salah satunya memukul yang Iain dengan tongkat sehingga menyebabkan korbannya meninggal dunia? Beliau tidak menghukum mati pelaku, tapi hanya mengenakan denda atasnya untuk korban dan janin yang dikandung korban." Riwayat ini diberitahukan kepada kami dari Ibnu Thawus, dari ayahnya, dan tidak melewati Thawus.

Grade

Sunan Daruquthni #3118

سنن الدارقطني ٣١١٨: نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , أنا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا ابْنُ جُرَيْجٍ , أَخْبَرَنِي ابْنُ طَاوُسٍ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: عِنْدَ أَبِي كِتَابٌ فِيهِ ذِكْرُ الْعُقُولِ , جَاءَ بِهِ الْوَحْي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ مَا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عَقْلٍ أَوْ صَدَقَةٍ فَإِنَّمَا جَاءَ بِهِ الْوَحْي فَفِي ذَلِكَ الْكِتَابِ , وَهُوَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «قَتْلُ الْعَمِيَّةِ دِيَتُهُ دِيَةُ الْخَطَأِ , الْحَجَرُ وَالْعَصَا وَالسَّوْطُ مَا لَمْ يَحْمِلْ سِلَاحًا»

Sunan Daruquthni 3118: Muhammad bin Ismail menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, Ibnu Juraij menceritakan kepada kami, Ibnu Thawus mengabarkan kepada kami dari ayahnya, dia berkata, "Ayahku memiliki sebuah buku yang di dalamnya disebutkan tentang diyat. Wahyu tentang itu telah diturunkan kepada Nabi SAW. Rasulullah tidak sekali-kali memutuskan sebuah ketentuan diyat atau sedekah, melainkan berdasarkan wahyu. Dalam kitab itu disebutkan dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Diyat pembunuhan yang tidak diketahui pelakunya sama dengan diyat pembunuhan tidak disengaja, yaitu bila menggunakan batu dan kayu, selama tidak menggunakan senjata tajam.

Grade

Sunan Daruquthni #3119

سنن الدارقطني ٣١١٩: نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , عَنْ مَعْمَرٍ , عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ , عَنْ أَبِيهِ , أَنَّهُ قَالَ: «مَنْ قُتِلَ فِي عِمِّيَّةٍ رِمِّيَّا بِحَجَرٍ أَوْ عَصًا أَوْ سَوْطٍ فَفِيهِ دِيَةٌ مُغَلَّظَةٌ»

Sunan Daruquthni 3119: Muhammad bin Ishaq menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami dari Ma'mar, dari Ibnu Thawus, dari ayahnya, dia berkata, "Barangsiapa yang terbunuh tanpa diketahui pembunuhnya karena terkena lemparan batu atau kayu, maka diyat-nya sama dengan diyat besar."

Sunan Daruquthni #3120

سنن الدارقطني ٣١٢٠: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى , نا مُحَمَّدُ بْنُ رَاشِدٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «عَقْلُ شِبْهِ الْعَمْدِ مُغَلَّظٌ مِثْلُ قَتْلِ الْعَمْدِ وَلَا يُقْتَلُ صَاحِبُهُ»

Sunan Daruquthni 3120: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Musa menceritakan kepada kami, Muhammad bin Rasyid menceritakan kepada kami dari Sulaiman bin Musa, dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Denda pembunuhan seperti semi sengaja sama dengan denda berat, tapi pelakunya tidak dikenakan hukuman mati."

Grade