Hasil Pencarian: wudhu 1334 Hadits

Sunan Daruquthni #383

سنن الدارقطني ٣٨٣: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ حَسَّانَ الْأَزْرَقُ , نا عَنْبَسَةُ بْنُ سَعِيدٍ الْأُمَوِيُّ , نا ابْنُ الْمُبَارَكِ , عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَابِرٍ , قَالَ: «تَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَأَخَذْتُ مِنْ وُضُوئِهِ فَصَبَبْتُهُ فِي بِئْرِي»

Sunan Daruquthni 383: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Hassan Al Azraq mengabarkan kepada kami, Anbasah bin Sa'id Al Umawi mengabarkan kepada kami, Ibnu Al Mubarak mengabarkan kepada kami, dari Umar bin Abu Salamah, dari ayahnya, dari Jabir, ia mengatakan, "Rasulullah SAW berwudhu, lalu aku mengambil air bekas wudhunya, kemudian aku tuangkan ke sumurku."

Grade

Sunan Daruquthni #384

سنن الدارقطني ٣٨٤: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ الْبَغَوِيُّ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ , حَدَّثَكُمْ كَامِلُ بْنُ طَلْحَةَ أَبُو يَحْيَى الْجَحْدَرِيُّ , نا ابْنُ لَهِيعَةَ , نا عَقِيلُ بْنُ خَالِدٍ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ , عَنْ أَبِيهِ زَيْدِ بْنِ حَارِثَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنَّ جَبْرَائِيلَ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , أَتَاهُ فِي أَوَّلِ مَا أُوحِيَ إِلَيْهِ فَأَرَاهُ الْوُضُوءَ وَالصَّلَاةَ , فَلَمَّا فَرَغَ مِنَ الْوُضُوءِ أَخَذَ حَفْنَةً مِنَ الْمَاءِ فَنَضَحَ بِهَا فَرْجَهُ»

Sunan Daruquthni 384: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz Al Baghawi menceritakan kepada kami dengan cara dibacakan dan aku mendengarkan, Kamil bin Thalhah Abu Yahya Al Jahdari menceritakan kepada kalian, Ibnu Lahi'ah mengabarkan kepada kami, Uqail bin Khalid mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Syihab, dari Urwah bin Az-Zubair, dari Usamah bin Zaid, dari ayahnya, yakni Zaid bin Haritsah, dari Nabi SAW: "Bahwa Jibril AS mendatanginya ketika pertama kali menyampaikan wahyu kepadanya, lalu Jibril memperlihatkan wudhu dan shalat. Setelah selesai wudhu, ia mengambil seciduk air lalu menyiramkannya ke kemaluannya."

Grade

Sunan Daruquthni #385

سنن الدارقطني ٣٨٥: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ الْكَاتِبُ , نا حَمْدَانَ بْنُ عَلِيٍّ , نا هَيْثَمُ بْنُ خَارِجَةَ , نا رِشْدِينُ , عَنْ عَقِيلٍ , وَقُرَّةَ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ «أَنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ لَمَّا نَزَلَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَاهُ الْوُضُوءَ , فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ وُضُوئِهِ أَخَذَ حَفْنَةً مِنَ الْمَاءِ فَرَشَّ بِهَا فِي الْفَرْجِ»

Sunan Daruquthni 385: Muhammad bin Ahmad bin Ibrahim Al Katib menceritakan kepada kami, Hamdan bin Ali mengabarkan kepada kami, Haitsam bin Kharijah mengabarkan kepada kami, Risydin mengabarkan kepada kami, dari Uqail dan Qurrah mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari Usamah bin Zaid: Bahwa ketika Jibril AS turun kepada Nabi SAW, ia memperlihatkan wudhu. Setelah wudhu ia mengambil seciduk air lalu memercikkannya pada kemaluan.

Grade

Sunan Daruquthni #396

سنن الدارقطني ٣٩٦: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ , نا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ , ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ , ثُمَّ يُدْخِلُ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعْرِهِ , حَتَّى إِذَا خُيِّلَ إِلَيْهِ أَنَّهُ قَدِ اسْتَبْرَأَ الْبَشَرَةَ غَرَفَ بِيَدَيْهِ مِلْءَ كَفَّيْهِ ثَلَاثًا فَصَبَّهَا عَلَى رَأْسِهِ , ثُمَّ اغْتَسَلَ فَأَفَاضَ الْمَاءَ عَلَى جَسَدِهِ»

Sunan Daruquthni 396: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Utsman bin Karamah menceritakan kepada kami, Abdullah bin Numair mengabarkan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, ia mengatakan, "Adalah Rasulullah SAW, apabila mandi karena junub, beliau memulai dengan mencuci kedua tangannya lalu berwudhu seperti wudhunya untuk shalat, kemudian mamasukkan tangannya ke dalam bejana, lalu menyela-nyela pangkal rambutnya, hingga ketika merasa telah membasahi kulit (kepalanya), beliau menciduk air sepenuh kedua telapak tangannya tiga kali, lalu menyiramkannya ke kepalanya, lalu mandi dan menyiramkan air pada seluruh tubuhnya.

Grade

Sunan Daruquthni #397

سنن الدارقطني ٣٩٧: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , نا زَائِدَةُ بْنُ قُدَامَةَ , عَنْ صَدَقَةَ بْنِ سَعِيدٍ , نا جَمِيعُ بْنُ عُمَيْرٍ أَحَدُ بَنِي تَيْمِ اللَّهِ بْنِ ثَعْلَبَةَ , قَالَ: دَخَلْتُ مَعَ أُمِّي وَخَالَتِي عَلَى عَائِشَةَ , فَقَالَتْ عَائِشَةُ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ , ثُمَّ يُفِيضُ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ» , وَنَحْنُ نُفِيضُ عَلَى رُءُوسِنَا خَمْسًا مِنْ أَجْلِ الضُّفْرَةِ

Sunan Daruquthni 397: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ya'qub bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi mengabarkan kepada kami, Zaidah bin Qudamah mengabarkan kepada kami, dari Shadaqah bin Sa'id, Jumai' bin Umair, yakni salah seorang Bani Taimullah bin Tsa'labah mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Aku, ibuku dan bibiku masuk ke tempat Aisyah, lalu Aisyah menuturkan, "Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhunya untuk shalat, lalu menyiramkan air di kepalanya tiga kali, sedangkan kami (para istri beliau) menyiramkan air di kepala kami sebanyak lima kali karena adanya gulungan rambut."

Grade

Sunan Daruquthni #398

سنن الدارقطني ٣٩٨: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , نا عِيسَى بْنُ يُونُسَ , نا الْأَعْمَشُ , عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ , عَنْ كُرَيْبٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , حَدَّثَتْنِي مَيْمُونَةُ , قَالَتْ: أَدْنَيْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُسْلًا مِنَ الْجَنَابَةِ «فَغَسَلَ يَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا , ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي الْمَاءِ فَأَفْرَغَ عَلَى فَرْجِهِ وَغَسَلَ بِشِمَالِهِ , ثُمَّ دَلَكَ بِشِمَالِهِ الْأَرْضَ دَلْكًا شَدِيدًا , ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ , ثُمَّ غَسَلَ سَائِرَ جَسَدِهِ بِمِلْءِ كَفَّيْهِ , ثُمَّ تَنَحَّى مِنْ مَقَامِهِ فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ وَأَتَيْتُهُ بِالْمِنْدِيلِ فَرَدَّهُ»

Sunan Daruquthni 398: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Umar mengabarkan kepada kami, Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami, Al A'masy mengabarkan kepada kami, dari Salim bin Abu Al Ja'd, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas, Maimunah menceritakan kepadaku, ia menuturkan, "Aku mendekatkan air mandi junub untuk Rasulullah SAW, lalu beliau mencuci kedua tangannya dua kali atau tiga kali, lalu memasukkan tangannya ke dalam air, kemudian menyiramkan pada kemaluannya, mencuci dengan tangan kirinya lalu menggosokkan dengan tangan kirinya ke tanah dengan keras, lalu berwudhu seperti wudhunya untuk shalat, lalu membasuh semua tubuhnya dengan cidukan kedua telapak tangannya hingga merata, lalu mencuci kedua kakinya. Kemudian aku memberinya handuk, namun beliau menolaknya.

Grade

Shahih Ibnu Hibban #402

صحيح ابن حبان ٤٠٢: أَخْبَرَنَا ابْنُ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو يَحْيَى مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللهِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ يُكَفِّرُ الْخَطَايَا، وَيَزِيدُ فِي الْحَسَنَاتِ‏؟‏ قَالُوا‏:‏ بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ‏:‏ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ أَوِ الطُّهُورِ فِي الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى هَذَا الْمَسْجِدِ، وَالصَّلاَةُ بَعْدَ الصَّلاَةِ وَمَا مِنْ أَحَدٍ يَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا حَتَّى يَأْتِيَ الْمَسْجِدَ، فَيُصَلِّي مَعَ الْمُسْلِمِينَ، أَوْ مَعَ الإِمَامِ، ثُمَّ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ الَّتِي بَعْدَهَا، إِلاَّ، قَالَتِ الْمَلاَئِكَةُ‏:‏ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ فَإِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاَةِ، فَاعْدِلُوا صُفُوفَكُمْ، وَسُدُّوا الْفُرَجَ، فَإِذَا كَبَّرَ الإِمَامُ، فَكَبِّرُوا، فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَائِي، وَإِذَا، قَالَ‏:‏ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، فَقُولُوا‏:‏ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ وَخَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ الْمُقَدَّمُ، وَشَرُّ صُفُوفِ الرِّجَالِ الْمُؤَخَّرُ، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ الْمُؤَخَّرُ، وَشَرُّ صُفُوفِ النِّسَاءِ الْمُقَدَّمُ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ، إِذَا سَجَدَ الرِّجَالُ، فَاحْفَظْنَ أَبْصَارَكُنَّ مِنْ عَوْرَاتِ الرِّجَالِ‏.‏ فَقُلْتُ لِعَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ‏:‏ مَا يَعْنِي بِذَلِكَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ ضِيقُ الْأُزُرِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 402: Ibnu Khuzaimah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abu Yahya Muhammad bin Abdurrahim menceritakan kepada kami, ia berkata, Abu Ashim menceritakan kepada kami, ia berkata, Sufyan menceritakan kepada kami, ia berkata, “Abdullah bin Abu Bakar menceritakan kepadaku, dari S a’id bin Al Musayyab, dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Tidakkah kalian ingin aku tunjukkan kepada kalian sesuatu perbuatan yang dapat menghapuskan dosa-dosa dan menambah kebaikan-kebaikan? Mereka menjawab, “Apakah itu Wahai Rasulullah SAW?”. Beliau bersabda, "Menyempurnakan wudhu -atau bersuci- dari najis, memperbanyak melangkahkan kaki ke masjid ini, dan melaksanakan shalat (sunah) setelah shalat (wajib). Tidaklah seseorang yang keluar dari rumahnya (menuju ke masjid) dalam keadaan suci hingga tiba di masjid, kemudian ia melaksanakan shalat bersama orang-orang muslim atau bersama imam (shalat berjamaah), lalu setelah selesai shalat ia menunggu (di dalam masjid) datangnya waktu shalat berikutnya, melainkan malaikat akan berdo ‘a: "Ya Allah ampunilah ia, Ya Allah kasihaniah ia”. Apabila kalian (hendak) melaksanakan shalat (berjamaah), maka luruskanlah shaf-shaf kalian,dan rapatkanlah celah-celah pada shaf. Kemudian jika imam takbir, maka bertakbirlah kalian. Sesungguhnya aku melihat kalian dari belakangku. Dan jika imam mengucap “Sami’allaahu liman hamidah ”, maka ucapkanlah "Rabbanaa wa lakal Hamdu.” Sebaik-baiknya shaf lelaki adalah shaf paling depan, dan seburuk-buruknya adalah shaf paling akhir. Adapun sebaik-baiknya shaf wanita adalah shaf paling belakang, dan seburuk-buruknya adalah shaf paling depan.” Wahai para wanita, apabila orang lelaki sedang sujud, maka jagalah pandangan kalian dari aurat-aurat mereka.”128 Kemudian aku bertanya kepada Abdullah bin Abu Bakar, “Apa yang dimaksud dengan itu?” Ia menjawab, “Aurat yang (mungkin dapat) terlihat sebab ketatnya kain sarung laki-laki yang sedang bersujud.” [3:66]

Sunan Daruquthni #406

سنن الدارقطني ٤٠٦: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ صَالِحٍ , نا نُعَيْمُ بْنُ حَمَّادٍ , نا ابْنُ الْمُبَارَكِ , عَنْ سُفْيَانَ , عَنْ عُثْمَانَ بْنِ رَاشِدٍ , عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ عَجْرَدٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «يُعِيدُ فِي الْجَنَابَةِ وَلَا يُعِيدُ فِي الْوُضُوءِ»

Sunan Daruquthni 406: Al Husain menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Shalih mengabarkan kepada kami, Nu'aim bin Hammad mengabarkan kepada kami, Ibnu Al Mubarak mengabarkan kepada kami, dari Sufyan, dari Utsman bin Rasyid, dari Aisyah binti Ajrad, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, "(Jika lupa berkumur dan istinsyaq) dalam bersuci karena junub maka harus diulang, namun jika dalam wudhu maka tidak perlu diulang."

Grade

Shahih Ibnu Khuzaimah #410

صحيح ابن خزيمة ٤١٠: نا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي صَفْوَانَ الثَّقَفِيُّ، نا بَهْزٌ يَعْنِي ابْنَ أَسَدٍ، ثنا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ، أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ رَبَاحٍ، حَدَّثَ الْقَوْمَ فِي الْمَسْجِدِ الْجَامِعِ وَفِي الْقَوْمِ عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ، فَقَالَ عِمْرَانُ: مَنِ الْفَتَى؟ فَقَالَ: امْرُؤٌ مِنَ الْأَنْصَارِ، فَقَالَ عِمْرَانُ: الْقَوْمُ أَعْلَمُ بِحَدِيثِهِمُ انْظُرْ كَيْفَ تُحَدِّثُ فَإِنِّي سَابِعُ سَبْعَةٍ تِلْكَ اللَّيْلَةِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ عِمْرَانُ: مَا كُنْتَ أَرَى أَحَدًا بَقِيَ يَحْفَظُ هَذَا الْحَدِيثَ غَيْرِي، فَقَالَ: سَمِعْتُ أَبَا قَتَادَةَ يَقُولُ: كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ، فَقَالَ: «إِنَّكُمْ إِلَّا تُدْرِكُوا الْمَاءَ مِنْ غَدٍ تَعْطَشُوا، فَانْطَلَقَ سَرَعَانُ النَّاسُ» ، فَقَالَ أَبُو قَتَادَةَ: وَلَزِمْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِلْكَ اللَّيْلَةِ، فَنَعَسَ فَنَامَ فَدَعَمْتُهُ، ثُمَّ نَعَسَ أَيْضًا، فَمَالَ فَدَعَمْتُهُ، ثُمَّ نَعَسَ فَمَالَ أُخْرَى حَتَّى كَادَ يَنْجَفِلُ، فَاسْتَيْقَظَ فَقَالَ: «مَنِ الرَّجُلُ؟» فَقُلْتُ: أَبُو قَتَادَةَ، فَقَالَ: «مِنْ كَمْ كَانَ مَسِيرَكَ هَذَا؟» ، قُلْتُ: مُنْذُ اللَّيْلَةِ، فَقَالَ: «حَفِظَكَ اللَّهُ بِمَا حَفِظْتَ بِهِ نَبِيَّهُ» ، ثُمَّ قَالَ: «لَوْ عَرَّسْنَا» ، فَمَالَ إِلَى شَجَرَةٍ وَمِلْتُ مَعَهُ فَقَالَ: «هَلْ تَرَى مِنْ أَحَدٍ؟» ، قُلْتُ: نَعَمْ، هَذَا رَاكِبٌ، هَذَا رَاكِبٌ، هَذَانِ رَاكِبَانِ، هَؤُلَاءِ ثَلَاثَةٌ، حَتَّى صِرْنَا سَبْعَةً، فَقَالَ: «احْفَظُوا عَلَيْنَا صَلَاتَنَا لَا نَرْقُدُ عَنْ صَلَاةِ الْفَجْرِ» ، فَضُرِبَ عَلَى آذَانِهِمْ حَتَّى أَيْقَظَهُمْ حَرُّ الشَّمْسِ فَقَامُوا فَاقْتَادُوا هُنَيْئَةً ثُمَّ نَزَلُوا، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمَعَكُمْ مَاءٌ؟» فَقُلْتُ: نَعَمْ، مَعِي مِيضَأَةٌ لِي فِيهَا مَاءٌ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ائْتِ بِهَا» ، فَأَتَيْتُهُ بِهَا فَقَالَ: «مُسُّوا مِنْهَا، مُسُّوا مِنْهَا» ، فَتَوَضَّأْنَا وَبَقِيَ مِنْهَا جُرْعَةٌ، فَقَالَ: " ازْدَهِرْهَا يَا أَبَا قَتَادَةَ؛ فَإِنَّ لِهَذِهِ نَبَأٌ، فَأَذَّنَ بِلَالٌ فَصَلَّوْا رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ، ثُمَّ صَلَّوَا الْفَجْرَ، ثُمَّ رَكِبُوا، فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ: فَرَّطْنَا فِي صَلَاتِنَا، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا تَقُولُونَ؟ إِنْ كَانَ شَيْءٌ مِنْ أَمْرِ دُنْيَاكُمْ فَشَأْنُكُمْ بِهِ، وَإِنْ كَانَ شَيْءٌ مِنْ أَمْرِ دِينِكُمْ فَإِلَيَّ» ، قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ فَرَّطْنَا فِي صَلَاتِنَا، فَقَالَ: «إِنَّهُ لَا تَفْرِيطَ فِي النَّوْمِ، وَإِنَّمَا التَّفْرِيطُ فِي الْيَقَظَةِ، وَإِذَا سَهَا أَحَدُكُمْ عَنْ صَلَاتِهِ فَلْيُصَلِّهَا حِينَ يَذْكُرُهَا وَمَنَ الْغَدِ لَلْوَقْتِ» فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 410: Muhammad bin Abu Shafwan Ats-Tsaqafi mengabarkan kepada kami, Bahz —Maksudnya adalah Ibnu Asad mengabarkan kepada kami— Hamad —maksudnya Ibnu Salmah— menceritakan kepada kami, Tsabit Al Bunani mengabarkan kepada kami, “Sesungguhnya Abdullah bin Rabah berbicara pada suatu kaum di sebuah masjid. Di antara kaum tersebut terdapat Imran bin Hushain, ia berkata, ‘Siapa pemuda tersebut?' Ia menjawab seseorang dari kaum Anshar. Imran berkata, 'Suatu kaum lebih mengetahui pembicaraan mereka, lihatlah bagaimana mereka berbicara, maka sesungguhnya aku berjumlah tujuh orang di malam itu bersama Rasulullah.' Imran berkata, 'Aku tidak pernah melihat seorang pun menghafal hadits ini kecuali diriku,' ia berkata, Aku mendengar Abu Qatadah berkata, 'Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ' Sesungguhnya kalian hanya belum memiliki air untuk esok hari saat kalian kehausan.' Lalu orang-orang tersebut bergegas pergi. Abu Qatadah bertata, 'Aku bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di malam tersebut kemudian beliau mengantuk lalu tertidur dan aku menyangga beliau kemudian beliau mengantuk kembali lalu tubuh beliau miring dan aku menyangganya (59-ba’) kemudian beliau mengantuk lagi, lalu tubuh beliau miring hingga hampir terperanjat, lalu beliau terbangun. Beliau bertanya,' Siapa laki-laki tersebut’ Aku menjawab, 'Abu Qatadah.' Beliau bertanya, 'Sudah berapa jarak perjalananmu ini ' Aku menjawab, 'Sudah semalam.' Beliau bersabda, 'Mudah-mudahan Allah SWT melindungimu dengan apa yang Dia lindungkan kepada Nabi-Nya.' Beliau lalu bersabda, ‘Mungkinkah kita singgah ?’. Lalu beliau menyandarkan tubuhnya pada sebuah pohon dan aku menyandarkan tubuhku kepadanya, beliau lalu bertanya, 'Apakah engkau melihat seseorang?'Aku katakan, 'Ya! yang ini menggunakan kendaraan dan itu juga menggunakan kendaraan serta dua orang juga berkendaraan. Mereka berjumlah tiga orang sehingga kita menjadi tujuh orang.' Beliau bersabda, 'Kalian harus menjaga shalat kalian. Janganlah kita tidur, sebab pasti kita akan meninggalkan shalat fajar.' lalu telinga mereka ditutup —hingga tidak mendengar tanda pagi— hingga mereka dibangunkan oleh panas matahari. Kemudian mereka berdiri lalu mengikuti Rasulullah dengan senang hati, kemudian mereka singgah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,' kalian memiliki air?' Aku katakan , 'Ya! Aku memiliki katong yang berisi air.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,'Ambilkanlah kantong tersebut.' Lalu aku mengambiIkannya, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bersabda, 'Sentuhlah sebagiannya dan sentuhlah sebagainnya.' Lalu kami berwudhu533 kemudian masih tersisa seteguk air. Lalu beliau bersabda, 'Bersinarlah dengannya wahai Abu Qatadah karena seteguk air ini memiliki arti.' Lalu Bilal mengumandangkan adzan, kemudian mereka shalat dua rakaat shalat sunah fajar, lalu melaksanakan shalat shubuh, setelah itu mereka bergegas pergi. Sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, 'Kita telah melakukan kesembronoan dalam shalat kita.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Apa yang kalian katakan? ' Jika terdapat sesuatu yang menjadi bagian perkara duniawi kalian, maka itu adalah urusan kalian dan apabila terdapat sesuatu yang termasuk urusan agama kalian, maka itu adalah urusanku? ' Kami katakan, 'Wahai Rasulullah kita telah melakukan kesembronoan dalam shalat kita?' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,'Sesungguhn tidak ada kesembronoan di dalam tidur, sesungguhnya kesembronoan hanya ada saat sadar. Dan, apabila salah seorang dari kalian lupa akan shalatnya, maka hendaklah ia melaksanakan shalat saat mengingatnya atau pada esok hari di saat waktu yang sama.' Hadits ini dikemukakan secara panjang lebar.

Sunan Daruquthni #412

سنن الدارقطني ٤١٢: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ يَحْيَى , نا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ , نا شُعْبَةُ , عَنْ عَاصِمٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَرْجِسَ , قَالَ: «تَتَوَضَّأُ الْمَرْأَةُ وَتَغْتَسِلُ مِنْ فَضْلِ غُسْلِ الرَّجُلِ وَطَهُورِهِ , وَلَا يَتَوَضَّأُ الرَّجُلُ بِفَضْلِ غُسْلِ الْمَرْأَةِ وَلَا طُهُورِهَا». وَهَذَا مَوْقُوفٌ صَحِيحٌ وَهُوَ أَوْلَى بِالصَّوَابِ

Sunan Daruquthni 412: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Yahya mengabarkan kepada kami, Wahb bin Jarir mengabarkan kepada kami, Syu'bah mengabarkan kepada kami, dari Ashim bin Abdullah bin Sarjis, ia mengatakan, "Wanita boleh berwudhu dan mandi dari air sisa mandi dan wudhu laki-laki, namun laki-laki tidak boleh wudhu dengan sisa mandi wanita dan tidak pula dengan sisa wudhunya." Ini mauquf shahih, dan ini yang lebih mendekati kebenaran.

Grade