سنن الدارقطني ٣٦٥: حَدَّثَنَا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , نا أَبُو يَحْيَى مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ صَاحِبُ السَّابِرِيِّ , وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ زَنْجُوَيْهِ , وَمُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ الْوَرَّاقُ , وَمُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ أَبِي الْحُنَيْنِ , وَاللَّفْظَةُ لِابْنِ زَنْجُوَيْهِ قَالُوا: نا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ , نا أَيُّوبُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَبُو خَالِدٍ الْقُرَشِيُّ , قَالَ: رَأَيْتُ الْحَسَنَ بْنَ أَبِي الْحَسَنِ دَعَا بِوُضُوءٍ بِكُوزٍ , فَجِيءَ مِنْ مَاءٍ فَصُبَّ فِي تَوْرٍ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , وَمَضْمَضَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , وَاسْتَنْشَقَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , وَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , وَغَسَلَ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , وَمَسَحَ رَأْسَهُ , وَمَسَحَ أُذُنَيْهِ وَخَلَّلَ لِحْيَتَهُ , وَغَسَلَ رِجْلَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ , ثُمَّ قَالَ: حَدَّثَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ هَذَا وُضُوءُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "
Sunan Daruquthni 365: Abu Muhammad bin Sha'id menceritakan kepada kami, Abu Yahya Muhammad bin Abdurrahim, yakni sahabatnya As-Sabiri, Muhammad bin Abdul Malik bin Zanjuwaih, Muhammad bin Ali Al Warraq dan Muhammad bin Al Husain bin Abu Al Hunain mengabarkan kepada kami, lafazhnya dari Ibnu Zanjuwaih, mereka mengatakan: Mu'alla bin Asad mengabarkan kepada kami, Ayyub bin Abdullah Abu Khalid Al Qurasyi mengabarkan kepada kami, ia menuturkan, "Aku melihat Al Hasan bin Abu Al Hasan meminta air wudhu, lalu dibawakanlah sewadah air. Lalu ia menuangkannya ke dalam bejana, kemudian membasuh kedua tangannya tiga kali, berkumur tiga kali, beristinsyaq tiga kali, membasuh wajahnya tiga kali, membasuh kedua tangannya hingga sikut tiga kali, mengusap kepalanya dan mengusap kedua telinganya serta menyelanyela janggutnya, dan membasuh kedua kakinya hingga mata kaki, lalu ia mengatakan, "Anas bin Malik menceritakan kepadaku bahwa ini adalah cara wudhunya Rasulullah SAW."
Grade
سنن الدارقطني ٣٦٩: حَدَّثَنَا ابْنُ صَاعِدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , وَمُحَمَّدُ بْنُ عَوْفٍ , وَأَبُو أُمَيَّةَ الطَّرَسُوسِيُّ , وَحَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ النَّاصِحِ بِمِصْرَ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ دُحَيْمٍ , قَالُوا: نا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ , نا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ أَبِي الْعِشْرِينَ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , حَدَّثَنِي عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ قَيْسٍ , حَدَّثَنِي نَافِعٌ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ إِذَا تَوَضَّأَ عَرَكَ عَارِضَيْهِ بَعْضَ الْعَرْكِ وَشَبَّكَ لِحْيَتَهُ بِأَصَابِعِهِ مِنْ تَحْتِهَا». وَقَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ , قَالَ أَبِي: رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ الْوَلِيدُ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ , عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ , عَنْ يَزِيدَ الرَّقَاشِيِّ , وَقَتَادَةُ قَالَا: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. مُرْسَلًا وَهُوَ أَشْبَهُ بِالصَّوَابِ. قَالَ الشَّيْخُ: وَرَوَاهُ أَبُو الْمُغِيرَةِ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ مَوْقُوفًا.
Sunan Daruquthni 369: Ibnu Sha'id menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur, Muhammad bin Auf dan Abu Umamah Ath-Tharsusi mengabarkan kepada kami. Dan Abdullah bin Muhammad bin An-Nashih menceritakan kepada kami di Mesir, Ibrahim bin Duhaim mengabarkan kepada kami, mereka mengatakan: Hisyam bin Ammar mengabarkan kepada kami, Abdul Hamid bin Abu Al Isyrin mengabarkan kepada kami, Al Auza'i mengabarkan kepada kami, Abdul Wahib bin Qais menceritakan kepadaku, Nafi' menceritakan kepadaku, dari Ibnu Umar: "Bahwa apabila Nabi SAW berwudhu, beliau menggosok kedua pipinya dan menyela-nyela janggutnya dengan jari-jari tangannya dari bawah." Ibnu Abi Hatim mengatakan, "Ayahku mengatakan, 'Hadits ini diriwayatkan oleh Al Walid, dari Al Auza'i, dari Abdul Wahid, dari Yazid Ar-Raqasyi dan Qatadah, keduanya mengatakan, 'Nabi SAW melakukannya.' Mursal. Ini yang benar. Diriwayatkan juga oleh Abu Al Mughirah dari Al Auza'i secara mauquf.
Grade
سنن الدارقطني ٣٧٠: حَدَّثَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ هَانِئٍ , نا أَبُو الْمُغِيرَةِ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , نا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ قَيْسٍ , عَنْ نَافِعٍ , أَنَّ ابْنَ عُمَرَ , «كَانَ إِذَا تَوَضَّأَ» , نَحْوَ قَوْلِ ابْنِ أَبِي الْعِشْرِينَ إِلَّا أَنَّهُ لَمْ يَرْفَعْهُ وَهُوَ الصَّوَابُ
Sunan Daruquthni 370: Isma'il bin Muhammad Ash-Shaffar menceritakannya kepadaku, Ibrahim bin Hani' mengabarkan kepada kami, Abu Al Mughirah mengabarkan kepada kami, Al Auza'i mengabarkan kepada kami, Abdul Wahid bin Qais mengabarkan kepada kami, dari Nafi': "Bahwa apabila Ibnu Umar berwudhu," lalu ia menyebutkan seperti ucapan Ibnu Abi Al Isyrin, hanya saja ia tidak memarfukannya. Inilah yang benar.
Grade
سنن الدارقطني ٣٧٢: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ زَكَرِيَّا , نا أَبُو كُرَيْبٍ , نا عُثْمَانُ بْنُ سَعِيدٍ الزَّيَّاتُ , عَنْ رَجُلٍ , يُقَالُ لَهُ: حَفْصٌ , عَنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى , عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ , عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا تَوَضَّأْنَا لِلصَّلَاةِ أَنْ نَغْسِلَ أَرْجُلَنَا»
Sunan Daruquthni 372: Muhammad bin Al Qasim bin Zakariya menceritakan kepada kami, Abu Kuraib mengabarkan kepada kami, Utsman bin Sa'id Az-Zayyat mengabarkan kepada kami, dari seorang laki-laki yang biasa dipanggil Hafsh, dari Ibnu Abi Laila, dari Atha' bin Abu Rabah, dari Jabir bin Abdullah, ia mengatakan, "Rasulullah SAW menyuruh kami apabila kami berwudhu untuk shalat agar mencuci kaki-laki kami."
Grade
سنن الدارقطني ٣٧٣: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى الْقَطَّانُ , نا أَبُو الْوَلِيدِ , وَثنا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ أَيُّوبَ الرَّازِيُّ , نا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ , وَحَدَّثَنَا أَبُو سَهْلٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا عَبْدُ الْكَرِيمِ بْنُ الْهَيْثَمِ , نا أَبُو الْوَلِيدِ , نا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ , نا شَدَّادُ أَبُو عَمَّارٍ , وَقَدْ أَدْرَكَ نَفَرًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: قَالَ أَبُو أُمَامَةَ لِعَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ: بِأَيِّ شَيْءٍ تَدَّعِي أَنَّكَ رُبُعُ الْإِسْلَامِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ , قَالَ عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبَرَنِي عَنِ الْوُضُوءِ قَالَ: «مَا مِنْكُمْ مِنْ رَجُلٍ يُقَرِّبُ وُضُوءَهُ ثُمَّ يُمَضْمِضُ وَيَسْتَنْشِقُ وَيَنْثِرُ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا فِيهِ وَخَيَاشِيمِهِ مَعَ الْمَاءِ , ثُمَّ يَغْسِلُ وَجْهَهُ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا وَجْهِهِ مَعَ أَطْرَافِ لِحْيَتِهِ مَعَ الْمَاءِ , ثُمَّ يَغْسِلُ يَدَيْهِ إِلَى مِرْفَقَيْهِ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا يَدَيْهِ مِنْ أَنَامِلِهِ مَعَ الْمَاءِ , ثُمَّ يَمْسَحُ بِرَأْسِهِ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا رَأْسِهِ مِنْ أَطْرَافِ شَعْرِهِ مَعَ الْمَاءِ , ثُمَّ يَغْسِلُ قَدَمَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا رِجْلَيْهِ مِنْ أَطْرَافِ أَصَابِعِهِ مَعَ الْمَاءِ , ثُمَّ يَقُومُ وَيَحْمَدُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَيُثْنِي عَلَيْهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ يَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ إِلَّا انْصَرَفَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ».
Sunan Daruquthni 373: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa Al Qaththan Abu Al Walid mengabarkan kepada kami. Dan Da'laj bin Ahmad mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ayyub Ar-Razi menceritakan kepada kami, Abu Al Walid Ath-Thayalisi mengabarkan kepada kami. Dan Abu Sahl Ahmad bin Muhammad bin Abdulah bin Ziyad menceritakan kepada kami, Abdul Karim bin Al Haitsam mengabarkan kepada kami, Abu Al Walid mengabarkan kepada kami, Ikrimah bin Ammar mengabarkan kepada kami, Syaddad Abu Ammar yang pernah berjumpa dengan sejumlah sahabat Nabi SAW mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Abu Umamah bertanya kepada Amr bin Abasah, "Dengan apa engkau mengaku bahwa engkau seperempat Islam?" Maka ia pun menceritakan hadits yang panjang. Amr bin Abasah menuturkan, "Aku katakan kepada Rasulullah SAW, 'Wahai Rasulullah, beritahulah aku tentang wudhu.' Beliau bersabda, '(Tidaklah) seseorang di antara kalian mendekati air wudhunya, lalu berkumur dan beristinsyaq serta beristintsar, kecuali keluarlah kesalahan-kesalahan (dosa-dosa) mulut dan hidungnya bersama air. Lalu membasuh wajahnya sebagaimana yang diperintahkan Allah 'Azza wa jalla, kecuali keluarlah kesalahan-kesalahan wajahnya dari ujung-ujung janggutnya bersama air. Lalu membasuh kedua tangannya hingga sikut, kecuali keluarlah kesalahan-kesalahan kedua tangannya dari jari-jarinya bersama air. Lalu mengusap kepalanya, kecuali keluarlah kesalahan-kesalahan kepalanya dari ujung-ujung rambutnya bersama air. Lalu membasuh kedua kakinya hingga mata kaki sebagaimana yang diperintahkan Allah 'Azza wa Jalla, kecuali keluarlah kesalahan-kesalahan kedua kakinya dari ujung-ujung jarinya bersama air. Kemudian berdiri memanjatkan puja dan puji kepada Allah 'Azza wa Jalla dengan pujian yang sesuai dengan-Nya, lalu shalat dua raka‟at, kecuali statusnya dari dosadosanya adalah sebagaimana pada saat dilahirkan oleh ibunya'."
Grade
صحيح ابن خزيمة ٣٧٤: حَدَّثَنَا بُنْدَارٌ، نا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، نا شُعْبَةُ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا جَعْفَرٍ يُحَدِّثُ، عَنْ مُسْلِمِ بْنِ الْمُثَنَّى، عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: إِنَّمَا كَانَ الْأَذَانُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّتَيْنِ وَالْإِقَامَةُ مَرَّةً، غَيْرُ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ، قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ، فَإِذَا سَمِعْنَا ذَلِكَ تَوَضَّأْنَا ثُمَّ خَرَجْنَا " قَالَ مُحَمَّدٌ: قَالَ شُعْبَةُ: لَمْ أَسْمَعْ مِنْ أَبِي جَعْفَرٍ غَيْرَ هَذَا الْحَدِيثِ نا بُنْدَارٌ، نا يَحْيَى، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ، عَنْ مُسْلِمِ بْنِ الْمُثَنَّى، عَنِ ابْنِ عُمَرَ مِثْلَهُ
Shahih Ibnu Khuzaimah 374: Bundar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja'far mengabarkan kepada kami, Syu'bah mengabarkan kepada kami, ia berkata, aku mendengar Abu Ja'far menceritakan hadits dari Muslim bin Al Mutsanna dari Ibnu Umar, ia berkata, "Sesungguhnya redaksi adzan di masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diucapkan dua kali-dua kali dan redaksi iqamah diucapkan sekali- sekali. Hanya saja Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Qad qaamatish-shalaah qad qaamatish-shalaah." Apabila kami mendengar hal tersebut, maka kami berwudhu kemudian kami keluar. Muhammad berkata, "Syu'bah berkata, 'Aku tidak mendengar dari Abu Ja'far selain hadits ini'." 493 Yahya mengabarkan kepada kami dari Syu'bah dari Abu Ja'far dari Muslim bin Al Mutsanna dari Ibnu Umar dengan hadits sejenis.
سنن الدارقطني ٣٧٦: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَهْبٍ , نا عَمِّي , نا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ , أَنَّهُ سَمِعَ قَتَادَةَ بْنَ دِعَامَةَ , يَقُولُ: نا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ , أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ تَوَضَّأَ وَتَرَكَ عَلَى قَدَمَيْهِ مِثْلَ الظُّفُرِ , فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ارْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ». تَفَرَّدَ بِهِ جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ , عَنْ قَتَادَةَ وَهُوَ ثِقَةٌ
Sunan Daruquthni 376: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdurrahman bin Wahb mengabarkan kepada kami, pamanku mengabarkan kepada kami, Jarir bin Hazim mengabarkan kepada kami, bahwa ia mendengar Qatadah bin Di'amah mengatakan: Anas bin Malik menceritakan kepada kami: Bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, lalu ia berwudhu dengan melewatkan seukuran kuku pada kakinya, maka Rasulullah SAW bersabda, 'Kembalilah dan perbaikilah wudhumu'. Jarir meriwayatkannya sendirian dari Qatadah, namun ia tsiqah.
Grade
سنن الدارقطني ٣٧٧: حَدَّثَنَا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ إِمْلَاءً , حَدَّثَنَا أَبُو فَرْوَةَ يَزِيدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ سِنَانٍ , نا الْمُغِيرَةُ بْنُ سِقْلَابٍ , ثنا الْوَازِعُ بْنُ نَافِعٍ , وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا عَبْدُ الْكَرِيمِ بْنُ الْهَيْثَمِ , نا مُصْعَبُ بْنُ سَعِيدٍ , نا الْمُغِيرَةُ بْنُ سِقْلَابٍ الْحَرَّانِيُّ , عَنِ الْوَازِعِ بْنِ نَافِعٍ الْعُقَيْلِيِّ , عَنْ سَالِمٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنْ عُمَرَ , عَنْ أَبِي بَكْرٍ , قَالَ: كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ رَجُلٌ. وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ الْمَحَامِلِيُّ , نا الْفَضْلُ بْنُ سَهْلِ , نا الْحَارِثُ بْنُ بَهْرَامَ , نا الْمُغِيرَةُ بْنُ سِقْلَابٍ , عَنِ الْوَازِعِ بْنِ نَافِعٍ , عَنْ سَالِمٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنْ أَبِي بَكْرٍ , وَعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ قَدْ تَوَضَّأَ وَبَقِيَ عَلَى ظَهْرِ قَدَمِهِ مِثْلُ ظُفُرِ إِبْهَامِهِ لَمْ يَمَسَّهُ الْمَاءُ , فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ارْجِعْ فَأَتِمَّ وُضُوءَكَ». , فَفَعَلَ وَالْمَعْنَى مُتَقَارِبٌ. الْوَازِعُ بْنُ نَافِعٍ ضَعِيفُ الْحَدِيثِ
Sunan Daruquthni 377: Abu Muhammad bin Sha'id menceritakan kepada kami secara dikte, Abu Farwah Yazid bin Muhammad bin Yazid bin Sinan menceritakan kepada kami, Al Mughirah bin Siqlab mengabarkan kepada kami, Al Wazi' bin Nafi' menceritakan kepada kami. Dan Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Abdul Karim bin Al Haitsam mengabarkan kepada kami, Mush'ab bin Sa'id mengabarkan kepada kami, Al Mughirah bin Siqlab Al Harrani mengabarkan kepada kami, dari Al Wazi' bin Nafi' Al Uqaili, dari Salim, dari Ibnu Umar, dari Umar, dari Abu Bakar, ia menuturkan, "Ketika aku sedang duduk di dekat Nabi SAW, seorang laki-laki datang." Al Husain Al Mahamili menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Sahl mengabarkan kepada kami, Al Harits bin Bahram mengabarkan kepada kami, Al Mughirah bin Siqlab mengabarkan kepada kami, dari Al Wazi' bin Nafi', dari Salim, dari Ibnu Umar, dari Abu Bakar dan Umar RA, dari Nabi SAW, ia mengatakan, "Seorang laki-laki datang lalu berwudhu, namun pada kakinya terdapat (tersisa) seukuran kuku ibu jarinya yang belum terkena air, maka Nabi SAW bersabda, 'Kembalilah lalu sempurnakan wudhumu. Lalu orang itu pun melakukannya." Maknanya saling mendekati. Al Wazi' bin Nafi' haditsnya lemah.
Grade
سنن الدارقطني ٣٧٩: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا هُشَيْمٌ , عَنِ الْحَجَّاجِ , وَعَبْدِ الْمَلِكِ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ اللَّيْثِيِّ , أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ رَأَى رَجُلًا وَبِظَهْرِ رِجْلِهِ لُمْعَةٌ لَمْ يُصِبْهَا الْمَاءُ , فَقَالَ لَهُ عُمَرُ: «أَبِهَذَا الْوُضُوءِ تَحْضُرُ الصَّلَاةَ؟» , قَالَ: يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ الْبَرْدُ شَدِيدٌ وَمَا مَعِيَ مَا يُدَفِّينِي , فَرَّقَ لَهُ بَعْدَمَا هَمَّ بِهِ , قَالَ: فَقَالَ لَهُ: «اغْسِلْ مَا تَرَكْتَ مِنْ قَدَمِكَ وَأَعِدِ الصَّلَاةَ» , وَأَمَرَ لَهُ بِخَمِيصَةٍ
Sunan Daruquthni 379: Ahmad bin Abdullah Al Wakil menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah mengabarkan kepada kami, Husyaim mengabarkan kepada kami, dari Al Hajjaj dan Abdul Malik, dari Atha‘ dari Ubaid bin Umar Al-Laitsi: Bahwa Umar bin Khaththab RA melihat seorang laki-laki yang di kakinya terdapat (tersisa) bagian yang mengkilat karena belum terkena air (saat berwudhu), maka Umar berkata, "Dengan inikah engkau menghadiri shalat?" Ia menjawab, "Wahai Amirul Mukminin. Cuaca sangat dingin, sementara aku tidak mempunyai sesuatu untuk menghangatkan badan." Maka Umar pun merasa kasihan terhadapnya, padahal sebelumnya hampir marah, lalu Umar berkata, "Basulah bagian kakimu yang engkau lewatkan dan ulangilah shalat." Lalu Umar memerintahkan agar ia diberi selimut.
Grade
سنن الدارقطني ٣٨٢: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ , حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ , عَنْ أَبِي مُعَاذٍ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «خِرْقَةٌ يَتَنَشَّفُ بِهَا بَعْدَ وُضُوئِهِ». أَبُو مُعَاذٍ هُوَ سُلَيْمَانُ بْنُ أَرْقَمَ وَهُوَ مَتْرُوكٌ
Sunan Daruquthni 382: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yunus bin Abdul A'la mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Wahb mengabarkan kepada kami, Zaid bin Al Hubab mengabarkan kepadaku, dari Abu Mu'adz, dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari Aisyah RA, ia mengatakan, "Rasulullah SAW mempunyai anduk untuk mengeringkan setelah berwudhu." Abu Mu'adz adalah Sulaiman bin Arqam, haditsnya ditinggalkan.
Grade