Hasil Pencarian: wudhu 1334 Hadits

Sunan Daruquthni #340

سنن الدارقطني ٣٤٠: حَدَّثَنَا بِهِ مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ زَكَرِيَّا , ثنا عَبَّادُ بْنُ يَعْقُوبَ , نا أَبُو مُطِيعٍ الْخُرَاسَانِيُّ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ طَهْمَانَ , عَنْ جَابِرٍ , عَنْ عَطَاءٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْمَضْمَضَةَ وَالِاسْتِنْشَاقَ مِنْ وَظِيفَةِ الْوُضُوءِ لَا يَتِمُّ الْوُضُوءُ إِلَّا بِهِمَا وَالْأُذُنَانِ مِنَ الرَّأْسِ». وَرَوَاهُ عُمَرُ بْنُ قَيْسٍ الْمَكِّيُّ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسِ مَوْقُوفًا

Sunan Daruquthni 340: Muhammad bin Al Qasim bin Zakariya menceritakannya kepada kami, Abbad bin Ya'qub mengabarkan kepada kami, Abu Muthi' Al Khurasani mengabarkan kepada kami, dari Ibrahim bin Thahman, dari Jabir, dari Atha ia mengatakan, "Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya berkumur dan beristinsyaq itu termasuk kewajiban wudhu, yang mana wudhu tidak akan sempurna kecuali dengan keduanya. Dan kedua telinga itu termasuk kepala'" Diriwayatkan juga oleh Umar bin Qais Al Makki dari Atha‘ dari Ibnu Abbas secara mauquf.

Grade

Sunan Daruquthni #341

سنن الدارقطني ٣٤١: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي حَامِدٍ الْخَصِيبُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ الْوَاسِطِيُّ , نا أَبُو مَنْصُورٍ , نا عُمَرُ بْنُ قَيْسٍ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «الْأُذُنَانِ مِنَ الرَّأْسِ فِي الْوُضُوءِ , وَمِنَ الْوَجْهِ فِي الْإِحْرَامِ». عُمَرُ بْنُ قَيْسٍ ضَعِيفٌ. وَرَوَى عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُسْلِمٍ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَاخْتُلِفَ عَنْهُ

Sunan Daruquthni 341: Abu Bakar bin Abu Hamid Al Khashib menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq Al Wasithi mengabarkan kepada kami, Abu Manshur mengabarkan kepada kami, Umar bin Qais mengabarkan kepada kami, dari Atha‘, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, "Kedua telinga itu termasuk kepala dalam wudhu, dan termasuk wajah dalam ihram."336 Umar bin Qais lemah. Diriwayatkan juga dari Isma'il bin Muslim dari Atha‘ dari Ibnu Abbas, namun diperselisihkan.

Grade

Sunan Daruquthni #343

سنن الدارقطني ٣٤٣: قُرِئَ عَلَى أَبِي مُحَمَّدِ بْنِ صَاعِدٍ يَحْيَى بْنِ مُحَمَّدٍ وَأَنَا أَسْمَعُ , وَحَدَّثَنَا أَبُو الْحُسَيْنِ عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَلِيٍّ مِنْ كِتَابِهِ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ غَالِبِ بْنِ حَرْبٍ , نا إِسْحَاقُ بْنُ كَعْبٍ , نا عَلِيُّ بْنُ هَاشِمٍ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُسْلِمٍ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَمَضْمَضْ وَلْيَسْتَنْشِقْ وَالْأُذُنَانِ مِنَ الرَّأْسِ». وَرُوِيَ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ

Sunan Daruquthni 343: Dibacakan kepada Abu Muhammad bin Sha'id Yahya bin Muhammad dan aku mendengarkan. Dan Abu Al Hasan Abdush Shamad bin Ali menceritakan kepada kami dari kitabnya, keduanya mengatakan: Muhammad bin Ghalib bin Harb mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Ka'b mengabarkan kepada kami, Ali bin Hasyim mengabarkan kepada kami, dari Isma'il bin Muslim Al Makki, dari Atha‘ dari Abu Hurairah, ia mengatakan, "Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seseorang di antara kalian berwudhu, maka hendaklah ia berkumur dan b'eristinsyaq. Dan kedua telinga itu termasuk kepala'." Diriwayatkan juga dari Maimun bin Mihran, dari Ibnu Abbas.

Grade

Al-Mustadrak #347

المستدرك ٣٤٧: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، أَنْبَأَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْحَكَمِ، أَنْبَأَ ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ: سَمِعْتُ سُفْيَانَ بْنَ عُيَيْنَةَ، يُحَدِّثُ، عَنْ بَيَانٍ، عَنْ عَامِرٍ الشَّعْبِيِّ، عَنْ قَرَظَةَ بْنِ كَعْبٍ، قَالَ: خَرَجْنَا نُرِيدُ الْعِرَاقَ فَمَشَى مَعَنَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ إِلَى صِرَارٍ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ قَالَ: «أَتَدْرُونَ لِمَ مَشَيْتُ مَعَكُمْ؟» قَالُوا: نَعَمْ، نَحْنُ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَشَيْتَ مَعَنَا، قَالَ: «إِنَّكُمْ تَأْتُونَ أَهْلَ قَرْيَةٍ لَهُمْ دَوِيٌّ بِالْقُرْآنِ كَدَوِيِّ النَّحْلِ فَلَا تَبْدُونَهُمْ بِالْأَحَادِيِثِ فَيَشْغَلُونَكُمْ، جَرِّدُوا الْقُرْآنَ، وَأَقِلُّوا الرِّوَايَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَامْضُوا وَأَنَا شَرِيكُكُمْ» فَلَمَّا قَدِمَ قَرَظَةُ قَالُوا: حَدَّثَنَا، قَالَ: نَهَانَا ابْنُ الْخَطَّابِ «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ، لَهُ طُرُقٌ تُجْمَعُ وَيُذَاكَرُ بِهَا وَقَرَظَةُ بْنُ كَعْبٍ الْأَنْصَارِيُّ صَحَابِيٌّ سَمِعَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمِنْ شَرْطِنَا فِي الصَّحَابَةِ أَنْ لَا نَطْوِيهِمْ، وَأَمَّا سَائِرُ رُوَاتِهِ فَقَدِ احْتَجَّا بِهِ»

Al Mustadrak 347: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya'qub menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam memberitakan (kepada kami), Ibnu Wahab memberitakan (kepada kami), dia berkata: Aku mendengar Sufyan bin Uyainah menceritakan dari Bayan, dari Amir Asy-Sya'bi, dari Qarazhah bin Ka'ab, dia berkata: Kami keluar untuk pergi ke Irak, lalu Umar bin Khaththab berjalan bersama kami menuju Shirar (nama sumur tua sejarak 3 mil dari kota Madinah menuju Irak) kemudian dia berwudhu. Setelah itu dia bertanya, “Tahukah kalian alasanku ikut berjalan bersama kalian?” Mereka menjawab, “Ya, karena kami adalah para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.” Umar berkata, “Sesungguhnya kalian akan mendatangi negeri yang penduduknya ketika membaca Al Qur'an suaranya seperti dengungan lebah. Oleh karena itu, janganlah kalian memulai mereka dengan meriwayatkan hadits, karena itu akan membuat kalian sibuk oleh mereka. Murnikanlah Al Qur'an dan sedikitlah meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Pergilah, dan aku akan menjadi sekutu kalian.” Ketika Qarazhah telah sampai, mereka berkata, “Ceritakanlah kepada kami (tentang hadits Nabi SAW).” Dia berkata, “Ibnu Al Khaththab melarang kami.” Hadits ini sanadnya shahih dan memiliki beberapa jalur periwayatan yang bisa dihimpun, sehingga mudah diingat. Qarazhah bin Ka'ab Al Anshari adalah seorang sahabat yang pernah mendengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Di antara syarat yang kami tetapkan tentang sahabat adalah tidak meninggalkan mereka. Tentang seluruh periwayatnya, maka Al Bukhari dan Muslim berhujjah dengannya.

Sunan Daruquthni #357

سنن الدارقطني ٣٥٧: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ خُشَيْشٍ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى الْقَطَّانُ , ثنا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ سِنَانِ بْنِ رَبِيعَةَ , عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ , عَنْ أَبِي أُمَامَةَ , أَنَّهُ وَصَفَ وُضُوءَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: «كَانَ إِذَا تَوَضَّأَ مَسَحَ مَاقَيْهِ بِالْمَاءِ». قَالَ: فَقَالَ أَبُو أُمَامَةَ: الْأُذُنَانِ مِنَ الرَّأْسِ؟ , قَالَ سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ: الْأُذُنَانِ مِنَ الرَّأْسِ , إِنَّمَا هُوَ قَوْلُ أَبِي أُمَامَةَ , فَمَنْ قَالَ غَيْرَ هَذَا فَقَدْ بَدَّلَ , أَوْ كَلِمَةً قَالَهَا سُلَيْمَانُ أَيْ أَخْطَأَ. خَالَفَهُ حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , رَوَاهُ عَنْ سِنَانِ بْنِ رَبِيعَةَ , عَنْ أَنَسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ «إِذَا تَوَضَّأَ غَسَلَ مَاقَيْهِ بِإِصْبَعَيْهِ» , وَلَمْ يَذْكُرِ الْأُذُنَيْنِ. حَدَّثَنَا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , قَالَ: سَأَلْتُ مُوسَى بْنُ هَارُونَ عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ , قَالَ: لَيْسَ بِشَيْءٍ فِيهِ شَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ وَشَهْرٌ ضَعِيفُ , وَالْحَدِيثِ فِي رَفْعِهِ شَكٌّ , وَقَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: قَالَ أَبِي: سِنَانِ بْنُ رَبِيعَةَ أَبُو رَبِيعَةَ مُضْطَرِبُ الْحَدِيثِ

Sunan Daruquthni 357: Abdullah bin Ja'far bin Husyaisy menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa Al Qaththan mengabarkan kepada kami, Sulaiman bin Harb mengabarkan kepada kami, Hammad bin Zaid mengabarkan kepada kami, dari Sinan bin Rabi'ah, dari Syahr bin Hausyab, dari Abu Umamah: Bahwa ia mengabarkan tentang tata cara wudhu Rasulullah SAW, lalu ia mengatakan, "Apabila berwudhu, beliau mengusap saluran air matanya dengan air." Abu Umamah mengatakan, "Kedua telinga itu termasuk kepala." Sulaiman bin Harb mengatakan, 'Kedua telinga itu termasuk kepala.' Ini adalah ucapan Abu Umamah. Barangsiapa yang mengatakan selain ini, berarti ia telah mengganti." Atau ucapan senada lainnya yang diucapkan Sulaiman, yakni salah. Hammad bin Salamah menyelishinya, ia meriwayatkannya dari Sinan bin Rabi'ah, dari Anas, bahwa Apabila Nabi SAW berwudlu, beliau membasuh saluran air matanya dengan kedua jarinya dan tidak menyebutkan tentang kedua telinga. Da'laj bin Ahmad mengatakan, "Aku tanyakan kepada Musa bin Harun tentang hadits ini, ia pun menjawab, 'Bukan apa-apa. Di dalamnya terdapat Syahr bin Hausyab. Syahr itu lemah, dan hadits yang dimarfu "kannya mengandung keraguan'." Ibnu Abi Hatim mengatakan, "Ayahku mengatakan, 'Sinan bin Rabi'ah Abu Rabi'ah haditsnya kacau'."

Grade

Shahih Ibnu Khuzaimah #357

صحيح ابن خزيمة ٣٥٧: نا أَبُو مُوسَى مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنِي الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ، أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يُكَفِّرُ اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَزِيدُ فِي الْحَسَنَاتِ؟» قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: " إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ فِي الْمَكَارِهِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ، مَا مِنْكُمْ مِنْ رَجُلٍ يَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهِ فَيُصَلِّي مَعَ الْإِمَامِ، ثُمَّ يَجْلِسُ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ الْأُخْرَى إِلَّا وَالْمَلَائِكَةُ تَقُولُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ " ثُمَّ ذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ: لَمْ يَرْوِ هَذَا غَيْرُ أَبِي عَاصِمٍ

Shahih Ibnu Khuzaimah 357: Abu Musa Muhammad bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, Adh-Dhahak bin Makhlad menceritakan kepadaku, Sufyan mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Abu Bakar menceritakan kepadaku dari Said bin Al Musayyab dari Abu Said Al Khudri, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dengannya Allah SWT menghapus kesalahan dan menambah kebajikan?” Mereka berkata, ‘Tentu, ya Rasulullah.’ Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Menyempurnakan wudhu di waktu-waktu yang tidak disukai dan menunggu shalat lagi setelah melaksanakan shalat. Tidak ada seorang pun dari kalian yang keluar dari rumahnya lalu ia melaksanakan shalat bersama dengan imam, kemudian ia duduk menunggu shalat yang lain, kecuali malaikat berkata, 'Ya Allah ampunilah ia, Ya Allah Kasih sayangilah ia.' lalu ia menyebutkan hadits.476 Abu Bakar berkata, ‘Tidak ada yang meriwayatkan hadits ini kecuali Abu Ashim.”

Shahih Ibnu Khuzaimah #360

صحيح ابن خزيمة ٣٦٠: نا عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ بْنِ عَبْدِ الْوَارِثِ الْعَنْبَرِيُّ، حَدَّثَنِي أَبِي، نا حَمَّادٌ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَزَالُ الْعَبْدُ فِي صَلَاةٍ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ، تَقُولُ الْمَلَائِكَةُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ، مَا لَمْ يَنْصَرِفْ أَوْ يُحْدِثْ» قَالُوا: مَا يُحْدِثُ؟ قَالَ: «يَفْسُو أَوْ يَضْرِطُ» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: وَهَذِهِ اللَّفْظَةُ يَفْسُو أَوْ يَضْرِطُ مِنَ الْجِنْسِ الَّذِي يَقُولُ إِنَّ ذِكْرَهُمَا لِعِلَّةٍ؛ لِأَنَّهُمَا وَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَلَى الِانْفِرَادِ يَنْقُضُ طُهْرَ الْمُتَوَضِّئِ، وَكُلُّ مَا نَقَضَ طُهْرَ الْمُتَوَضِّئِ مِنَ الْأَحْدَاثِ كُلِّهَا فَحُكْمُهُ حُكْمُ هَذَيْنِ الْحَدَثَيْنِ، وَهَذَا مِنَ الْجِنْسِ الَّذِي أَجَبْتُ بَعْضَ أَصْحَابِنَا أَنَّهُ مِنَ الْخَبَرِ الْمُعَلَّلِ الَّذِي يَجُوزُ أَنْ يُشَبَّهَ بِهِ مَا هُوَ مِثْلُهُ فِي الْحُكْمِ وَلَوْ كَانَ التَّشْبِيهُ وَالتَّمْثِيلُ لَا يَجُوزُ عَلَى أَخْبَارِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَا تَوَهَّمَ بَعْضُ مَنْ خَالَفَنَا لَكَانَ الْبَائِلُ فِي كُوزٍ أَوْ قَارُورَةٍ وَالْمُتَغَوِّطُ فِي طَشْتٍ، أَوْ أُجَانَةٍ إِذَا جَلَسَ فِي الْمَسْجِدِ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ كَانَ لَهُ أَجْرُ الْمُصَلِّي، وَالْمُحْدِثُ إِذَا خَرَجَتْ مِنْهُ رِيحٌ لَمْ يَكُنْ لَهُ أَجْرُ الْمُصَلِّي، وَإِنْ جَلَسَ فِي الْمَسْجِدِ بَعْدَ خُرُوجِ الرِّيحِ مِنْهُ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ، وَمَنْ فَهِمَ الْعِلْمَ وَعَقَلَهُ وَلَمْ يُعَانِدْ وَلَمْ يُكَابِرْ غَفَلَةً عَلِمَ أَنَّ قَوْلَهُ: «يَفْسُو أَوْ يَضْرِطُ» إِنَّمَا أَرَادَ أَنَّ الْفِسَا وَالضِّرَاطُ يَنْقُضَانِ طُهْرَ الْمُتَوَضِّئِ وَأَنَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَجْعَلْ لِمُنْتَظِرِ الصَّلَاةِ بَعْدَ هَذَيْنِ الْحَدَثَيْنِ فَضِيلَةَ الْمُصَلِّي؛ لِأَنَّهُ غَيْرُ الْمُتَوَضِّئِ فَكُلُّ مُنْتَظِرِ الصَّلَاةَ جَالِسٌ فِي الْمَسْجِدِ غَيْرُ طَاهِرٍ طَهَارَةً تُجْزِيهِ الصَّلَاةُ مَعَهَا فَحُكْمُهُ حُكْمُ مَنْ خَرَجَتْ مِنْهُ رِيحٌ نَقَضَتْ عَلَيْهِ الطَّهَارَةَ

Shahih Ibnu Khuzaimah 360: Abdul Warits bin Abdush-shamad bin Abdul Waris Al Anbari mengabarkan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, Hamad mengabarkan kepada kami dari Tsabit, dari Abu Rafi' dari Abu Hurairah, ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “ Seorang hamba senantiasa berada dalam kondisi shalat selagi ia berada di dalam tempat shalatnya untuk menunggu waktu shalat berikutnya. Para malaikat berkata, 'Ya Allah ampunilah ia, Ya Allah sayangilah ia', yaitu selagi ia tidak tempat tersebut atau mengalami hadats.” Para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dengan hadats?” Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Mengeluarkan angin (yang tidak bersuara) atau angin (yang bersuara).” 478 Abu Bakar berkata, Redaksi ini, “Mengeluarkan angin (yang tidak bersuara) atau angin (yang bersuara)” termasuk jenis kalimat yang dikatakan bahwa penyebutan keduannya adalah karena sebab. Karena keduanya secara sendiri-sendiri pun dapat membatalkan kesucian orang yang telah berwudhu. Setiap sesuatu yang dapat membatalkan kesucian orang yang berwudhu dari berbagai macam hadats memiliki hukum sama dengan dua hadats ini. Yang demikian ini adalah termasuk jenis hadits yang diterima oleh sebagian pengikut kami; bahwa ia merupakan hadits yang mengandung ilat hukum di mana boleh diserupakan dengan hal sejenis di dalam hukumnya. Dan, seandainya penyerupaan dan yang semisal tidak diperbolehkan dalam hadits-hadits nabi sebagaimana yang dikira oleh sebagian ulama yang bertentangan dengan kami, maka orang yang membuang air kecil pada wadah atau botol dan orang yang membuang air besar pada westapel atau bejana, apabila ia duduk di masjid menunggu shalat, maka baginya pahala orang yang sedang melaksanakan shalat. Orang yang berhadats, apabila keluar angin, maka ia tidak mendapatkan pahala orang yang melaksanakan shalat, sekalipun ia duduk di masjid sambil menunggu waktu shalat. Barang siapa yang mengerti ilmu pengetahuan dan cerdas, maka ia tidak membangkang dan tidak boleh sombong karena lalai479 di mana ia dapat mengerti bahwa sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, 'Mengeluarkan angin (yang tidak bersuara) atau angin (yang bersuara)' sesungguhnya dimaksudkan bahwa angin yang tidak bersuara dan bersuara tersebut membatalkan kesucian orang yang berwudhu dan sesungguhnya nabi tidak menjadikan bagi orang yang menunggu shalat karena dua hadats ini mendapatkan keutamaan pahala orang yang shalat, karena ia tidak berada dalam posisi berwudhu. Karena itu setiap orang yang menunggu waktu shalat yang duduk di masjid yang tidak dalam posisi suci di mana kesucian tersebut dapat menghantarkan sahnya shalat, maka hukumnya seperti hukum orang yang telah mengeluarkan angin yang membatalkan kesucian.

Shahih Ibnu Hibban #360

صحيح ابن حبان ٣٦٠: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي شَقِيقُ بْنُ سَلَمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي حُمْرَانُ مَوْلَى عُثْمَانَ، قَالَ‏:‏ رَأَيْتُ عُثْمَانَ قَاعِدًا فِي الْمَقَاعِدِ، فَدَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ، ثُمَّ، قَالَ‏:‏ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِي مَقْعَدِي هَذَا، تَوَضَّأَ مِثْلَ وُضُوئِي هَذَا، ثُمَّ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ تَوَضَّأَ مِثْلَ وُضُوئِي هَذَا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ وَلاَ تَغْتَرُّوا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 360: Abdullah bin Muhammad bin Salam mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdurrahman bin Ibrahim menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Walid menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Auza’i menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya bin Abu Katsir menceritakan kepadaku, ia berkata, Muhammad bin Ibrahim At-Taimiy menceritakan kepadaku, ia berkata, Syaqiq bin Salamah menceritakan kepadaku, ia berkata, Humran maula Utsman menceritakan kepadaku, ia berkata, aku melihat Utsman sedang duduk di tempat duduk untuk wudhu’, beliau minta air wudhu, lalu berwudhu dengan air itu, setelah itu ia berkata, aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di tempat duduk ini. Beliau berwudhu seperti wudhuku ini. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah berlalu. Lalu beliau bersabda, “Dan janganlah kalian terperdaya (dengan keutaman wudhu' tadi)? 79 [3:23]

Sunan Daruquthni #363

سنن الدارقطني ٣٦٣: وَرُوِيَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا , حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا طَالُوتُ بْنُ عَبَّادٍ , نا الْيَمَانُ أَبُو حُذَيْفَةَ , عَنْ عَمْرَةَ , قَالَتْ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنِ الْأُذُنَيْنِ , فَقَالَتْ: «مِنَ الرَّأْسِ» , وَقَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يَمْسَحُ أُذُنَيْهِ ظَاهِرَهُمَا وَبَاطِنَهُمَا إِذَا تَوَضَّأَ». الْيَمَانُ ضَعِيفٌ

Sunan Daruquthni 363: Diriwayatkan juga dari Aisyah RA: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Thalut bin Abbad mengabarkan kepada kami, Al Yaman Abu Hudzaifah mengabarkan kepada kami, dari Amrah, ia mengatakan, "Aku tanyakan kepada Aisyah tentang kedua telinga, ia pun menjawab, "Termasuk kepala." Dan ia mengatakan, "Rasulullah SAW mengusap kedua telinganya bagian luar dan bagian dalamnya ketika beliau wudhu." Al Yaman lemah.

Grade

Sunan Daruquthni #364

سنن الدارقطني ٣٦٤: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , وَحَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدَانَ , نا شُعَيْبُ بْنُ أَيُّوبَ , نا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ الْجُعْفِيُّ , وَحَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ فُضَيْلٍ , نا أَبُو الْوَلِيدِ , وَيَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ , قَالُوا: نا زَائِدَةُ , نا خَالِدُ بْنُ عَلْقَمَةَ , حَدَّثَنِي عَبْدُ خَيْرٍ , قَالَ: جَلَسَ عَلِيُّ بَعْدَمَا صَلَّى الْفَجْرَ فِي الرَّحْبَةِ , ثُمَّ قَالَ لِغُلَامِهِ: «ائْتِنِي بِطَهُورٍ» , فَأَتَاهُ الْغُلَامُ بِإِنَاءٍ فِيهِ مَاءٌ , وَطَسْتٍ وَنَحْنُ نَنْظُرُ إِلَيْهِ , فَأَخَذَ بِيَمِينِهِ الْإِنَاءَ فَأَكْفَأَهُ عَلَى يَدِهِ الْيُسْرَى ثُمَّ غَسَلَ كَفَّيْهِ , ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِهِ الْيُمْنَى الْإِنَاءَ فَأَفْرَغَ عَلَى يَدِهِ الْيُسْرَى ثُمَّ غَسَلَ كَفَّيْهِ , ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِهِ الْيُمْنَى الْإِنَاءَ فَأَفْرَغَ عَلَى يَدِهِ الْيُسْرَى , ثُمَّ غَسَلَ كَفَّيْهِ فَعَلَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ قَالَ عَبْدُ خَيْرٍ: كُلُّ ذَلِكَ لَا يُدْخِلُ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ - ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى فِي الْإِنَاءِ فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَنَثَرَ بِيَدِهِ الْيُسْرَى فَعَلَ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى فِي الْإِنَاءِ فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , ثُمَّ غَسَلَ بِيَدِهِ الْيُمْنَى ثَلَاثَ مَرَّاتٍ إِلَى الْمِرْفَقِ , ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى ثَلَاثَ مَرَّاتٍ إِلَى الْمِرْفَقِ , ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى فِي الْإِنَاءِ حَتَّى غَمَرَهَا الْمَاءُ ثُمَّ رَفَعَهَا بِمَا حَمَلَتْ مِنَ الْمَاءِ ثُمَّ مَسَحَهَا بِيَدِهِ الْيُسْرَى ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ كِلْتَيْهِمَا مَرَّةً , ثُمَّ صَبَّ بِيَدِهِ الْيُمْنَى عَلَى قَدَمِهِ الْيُمْنَى ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , ثُمَّ غَسَلَهَا بِيَدِهِ الْيُسْرَى ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , ثُمَّ صَبَّ بِيَدِهِ الْيُمْنَى عَلَى قَدَمِهِ الْيُسْرَى ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , ثُمَّ غَسَلَهَا بِيَدِهِ الْيُسْرَى ثَلَاثَ مَرَّاتٍ , ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى فِي الْإِنَاءِ فَغَرَفَ بِكَفِّهِ فَشَرِبَ , ثُمَّ قَالَ: «هَذَا طَهُورُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى طَهُورِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَهَذَا طُهُورُهُ». وَقَدْ زَادَ بَعْضُهُمُ الْكَلِمَةَ وَالشَّيْءَ وَالْمَعْنَى قَرِيبٌ

Sunan Daruquthni 364: Ali bin Abdullah bin Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Sinan mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi mengabarkan kepada kami. Dan Ahmad bin Muhammad bin Sa'dan menceritakan kepada kami, Syu'aib bin Ayyub mengabarkan kepada kami, Husain bin Ali Al Ju'fi mengabarkan kepada kami. Dan Ya'qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Ja'far bin Muhammad bin Fudhail mengabarkan kepada kami, Abu Al Walid dan yahya bin Abu Bakr mengabarkan kepada kami, mereka mengatakan: Zaidah mengabarkan kepada kami, Khalid bin Alqamah mengabarkan kepada kami, Abd Khair menceritakan kepadaku, ia menuturkan, "Ali RA duduk di tempat terbuka setelah selesai shalat Subuh, lalu ia mengatakan kepada pelayannya, 'Ambilkan aku air wudhu.' Lalu pelayan itu membawakan bejana berisi air dan mangkuk, sementara kami melihatnya. Lalu Ali mengambil bejana dengan tangan kanannya, lalu menuangkan ke tangan kirinya, kemudian membasuh kedua telapak tangannya, kemudian mengambil air dari bejana dengan tangan kanannya lalu menuangkannya ke tangan kirinya, lalu membasuh telapak tangannya. Ia melakukan itu hingga tiga kali." Abd Khair mengatakan, "Semua itu dilakuka tanpa memasukkan tangannya ke dalam bejana sehingga selesai membasuh kedua telapak tangannya tiga kali. Kemudian (setelah itu) ia memasukkan tangan kanannya ke dalam bejana, lalu berkumur dan beristinsyaq lalu beristinstsar dengan tangan kirinya. Ia melakukan itu tiga kali. Kemudian memasukkan tangan kanannya ke dalam bejana, lalu membasuh wajahnya tiga kali, lalu membasuh tangan kanannya hingga sikut tiga kali, lalu membasuh tangan kirinya hingga sikut tiga kali. Kemudian memasukkan tangan kanannya ke dalam bejana hingga tenggelam di dalam air lalu mengangkatnya sambil membawa air (yang menempel di tangannya), lalu mengusapnya dengan tangan kirinya, lalu mengusap kepalanya dengan kedua tangannya satu kali. Kemudian tangan kanannya menyiramkan air ke kaki kanannya tiga kali lalu membasuhnya dengan tangan kirinya tiga kali, lalu tangan kanannya menyiramkan air ke kaki kirinya tiga kali lalu tangan kirinya membasuhnya tiga kali. Kemudian memasukkan tangan kanannya ke dalam bejana, lalu menciduknya dengan telapak tangannya, lalu meminumnya, kemudian berkata, 'Ini cara bersucinya Nabiyullah SAW. Barangsiapa yang ingin melihat cara bersucinya Nabiyullah SAW, maka inilah cara bersuci beliau'." Sebagian lainnya menambahkan tambahan redaksi dan lainnya yang maknanya saling mendekati.

Grade