سنن الدارقطني ٣٠٧: حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ أَبُو عُبَيْدٍ , نا عَلِيُّ بْنُ سَهْلِ بْنِ الْمُغِيرَةِ , نا مَعْمَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ , أَخْبَرَنِي أَبِي مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ , عَنْ أَبِيهِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ , عَنْ أَبِي رَافِعٍ , قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ حَرَّكَ خَاتَمَهُ فِي إِصْبَعِهِ»
Sunan Daruquthni 307: Al Qasim bin Isma'il Abu Ubaid menceritakan kepada kami, Ali bin Shal bin Al Mughirah mengabarkan kepada kami, Ma'mar bin Muhammad bin Ubaidullah bin Abu Rafi' mengabarkan kepada kami, ayahku, yakni Muhammad bin Ubaidullah bin Abu Rafi‘ mengabarkan kepadaku, dari ayahnya, yakni Ubaidullah bin Abu Rafi‘, dari Abu Rafi‘, ia mengatakan, "Adalah Nabi SAW, apabila berwudhu untuk shalat, beliau menggerakkan cincin di jarinya."
Grade
سنن الدارقطني ٣٠٨: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورِ بْنِ أَبِي الْجَهْمِ , نا أَبُو حَفْصٍ عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ نا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ , ثنا أَبُو رَيْحَانَةَ , عَنْ سَفِينَةَ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ , قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يُوضِيهِ الْمُدُّ , وَيَغْسِلُهُ الصَّاعُ»
Sunan Daruquthni 308: Muhammad bin Manshur bin Abu Al Jahm menceritakan kepada kami, Abu Hafsh Amr bin Ali mengabarkan kepada kami, Bisyr bin Al Mufadhdhal mengabarkan kepada kami, Abu Raihanah mengabarkan kepada kami, dari Safinah maula Ummu Salamah, ia mengatakan, "Rasulullah SAW berwudhu dengan satu mudd dan mandi dengan satu sha‘"
Grade
سنن الدارقطني ٣٠٩: حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورِ بْنِ أَبِي الْجَهْمِ , ثنا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ , نا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ , حَدَّثَنِي أَبِي , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ , عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ بِنَحْوِ الْمُدِّ , وَيَغْتَسِلُ بِنَحْوِ الصَّاعِ»
Sunan Daruquthni 309: Muhammad bin Manshur bin Abu Al Jahm menceritakan kepada kami, Amr bin Ali menceritakan kepada kami, Mu'adz bin Hisyam mengabarkan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, dari Qatadah, dari Shafiyyah binti Syaibah, dari Aisyah, ia mengatakan, "Rasulullah SAW berwudhu dengan sekitar satu mud dan mandi dengan sekitar satu sha '."
Grade
سنن الدارقطني ٣١٠: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , وَعَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ السَّوَّاقُ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ غَالِبٍ , نا أَبُو عَاصِمٍ مُوسَى بْنُ نَصْرٍ الْحَنَفِيُّ , نا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ , عَنْ جَرِيرِ بْنِ يَزِيدَ , عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ يَتَوَضَّأُ بِرَطْلَيْنِ , وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ ثَمَانِيَةُ أَرْطَالٍ». تَفَرَّدَ بِهِ مُوسَى بْنُ نَصْرٍ وَهُوَ ضَعِيفُ الْحَدِيثِ
Sunan Daruquthni 310: Ahmad bin Muhammad bin Ziyad dan Ali bin Al Husain As-Sawwaq menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Muhammad bin Ghalib mengabarkan kepada kami, Abu Ashim Musa bin Nashr Al Hanafi mengabarkan kepada kami, Abdah bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, dari Isma'il bin Abu Khalid, dari Jarir bin Yazid, dari Anas bin Malik: "Bahwa Nabi SAW berwudhu dengan dua rithl dan mandi dengan satu sha' delapan rithl." Musa bin Nashr meriwayatkannya sendirian, sementara ia lemah dalam meriwayatkan hadits.
Grade
صحيح ابن خزيمة ٣١١: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَيْمُونٍ بِالْإِسْكَنْدَرِيَّةِ، نا الْوَلِيدُ يَعْنِي ابْنَ مُسْلِمٍ، عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو عَمَّارٍ وَهُوَ شَدَّادُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا أَبُو أُمَامَةَ قَالَ: أَتَى رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي أَصَبْتُ حَدًّا فَأَقِمْهُ عَلَيَّ؟ فَأَعْرَضَ عَنْهُ، وَأُقِيمَتِ الصَّلَاةُ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا سَلَّمَ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَصَبْتُ حَدًّا فَأَقِمْهُ عَلَيَّ قَالَ: «هَلْ تَوَضَّأْتَ حِينَ أَقْبَلْتَ؟» قَالَ: نَعَمْ قَالَ: «اذْهَبْ فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ عَفَا عَنْكَ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 311: Muhammad bin Abdullah bin Maimun di Alexandria mengabarkan kepada kami, Al Walid mengabarkan kepada kami —ia adalah Ibnu Muslim— dari Al Auza'i ia berkata, “Abu Ammar menceritakan kepadaku —ia adalah Syidad bin Abdullah— Abu Umamah menceritakan kepada kami, ia berkata, “Seorang laki- laki datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu ia berkata, ‘Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam aku terkena hukum hudud, maka tegakkanlah —hukum hudud tersebut— padaku’, lalu Nabi berpaling darinya. Kemudian ibadah shalat didirikan, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan ibadah shalat tersebut. Ketika Rasulullah mengucapkan salam, laki-laki tersebut berkata, “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku terkena hukum hudud, maka tegakkanlah padaku.” Rasulullah bertanya, “Apakah engkau telah berwudhu saat menghadap?” Ia berkata, “ya!” Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Pergilah sesungguhnya Allah telah memaafkanmu.”427
سنن الدارقطني ٣١٣: نا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا عَلِيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْوَاسِطِيُّ , نا الْحَارِثُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا عُمَرُ بْنُ قَيْسٍ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ وَيُخَلِّلُ بَيْنَ أَصَابِعِهِ وَيُدَلِّكُ عَقِبَيْهِ , وَيَقُولُ: «خَلِّلُوا بَيْنَ أَصَابِعِكُمْ , لَا يُخَلِّلُ اللَّهُ تَعَالَى بَيْنَهَا بِالنَّارِ , وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ»
Sunan Daruquthni 313: Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Ali bin Ibrahim Al Wasithi mengabarkan kepada kami, Al Harits bin Manshur mengabarkan kepada kami, Umar bin Qais mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari Aisyah, ia menuturkan, "Rasulullah SAW berwudhu dan menyela-nyela jari- jemarinya serta menggosok kedua tumitnya, beliau bersabda, 'Sela-selahilah jari-jari kalian (sehingga) Allah tidak menyela-nyelahinya dengan api. Celaka bagi orang yang tidak membasuh tungkai (tumit) karena akan mendapatkan siksa neraka'.
Grade
سنن الدارقطني ٣١٥: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا هِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ , وَالْحَجَّاجُ بْنُ الْمِنْهَالِ , وَاللَّفْظُ لِأَبِي الْوَلِيدِ , قَالَا: نا هَمَّامٌ , نا إِسْحَاقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَحْيَى بْنِ خَلَّادٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَمِّهِ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ , قَالَ: كَانَ رِفَاعَةُ وَمَالِكُ بْنُ رَافِعٍ أَخَوَيْنِ مِنْ أَهْلِ بَدْرٍ , قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , أَوْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ وَنَحْنُ حَوْلَهُ , إِذْ دَخَلَ عَلَيْهِ رَجُلٌ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ وَصَلَّى فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى الْقَوْمِ , فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَعَلَيْكَ السَّلَامُ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ» , فَجَعَلَ الرَّجُلُ يُصَلِّي وَنَحْنُ نَرْمُقُ صَلَاتَهُ لَا نَدْرِي مَا يَعِيبُ مِنْهَا , فَلَمَّا صَلَّى جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى الْقَوْمِ , فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَعَلَيْكَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ» - قَالَ هَمَّامٌ: فَلَا أَدْرِي أَمَرَهُ بِذَلِكَ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا - فَقَالَ الرَّجُلُ: مَا أَلَوْتُ فَلَا أَدْرِي مَا عِبْتَ عَلَيَّ مِنْ صَلَاتِي , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِنَّهَا لَا تَتِمُّ صَلَاةُ أَحَدِكُمْ حَتَّى يُسْبِغَ الْوُضُوءَ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ , فَيَغْسِلُ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ , وَيَمْسَحُ بِرَأْسِهِ وَرِجْلَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ , ثُمَّ يُكَبِّرُ اللَّهَ وَيُثْنِي عَلَيْهِ , ثُمَّ يَقْرَأُ أُمَّ الْقُرْآنِ وَمَا أَذِنَ لَهُ فِيهِ وَتَيَسَّرَ , ثُمَّ يُكَبِّرُ فَيَرْكَعُ وَيَضَعُ كَفَّيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ وَتَسْتَرْخِيَ , وَيَقُولُ: سَمِعَ اللَّهَ لِمَنْ حَمِدَهُ , وَيَسْتَوِي قَائِمًا حَتَّى يُقِيمَ صُلْبَهُ وَيَأْخُذَ كُلُّ عَظْمٍ مَأْخَذَهُ , ثُمَّ يُكَبِّرُ فَيَسْجُدُ فَيُمَكِّنُ وَجْهَهُ " , قَالَ هَمَّامٌ: وَرُبَّمَا قَالَ: «جَبْهَتَهُ فِي الْأَرْضِ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ وَتَسْتَرْخِيَ , ثُمَّ يُكَبِّرُ فَيَسْتَوِي قَاعِدًا عَلَى مَقْعَدَتِهِ وَيُقِيمُ صُلْبَهُ» , فَوَصَفَ الصَّلَاةَ هَكَذَا أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ حَتَّى فَرَغَ ثُمَّ قَالَ: «لَا تَتِمُّ صَلَاةٌ أَحَدِكُمْ حَتَّى يَفْعَلَ ذَلِكَ»
Sunan Daruquthni 315: Al Qadhi Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa mengabarkan kepada kami, Hisyam bin Abdul Malik dan Al Hajjaj bin Al Minhal mengabarkan kepada kami, lafazhnya dari Abu Al Walid, keduanya mengatakan: Hammam mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah mengabarkan kepada kami, dari Ali bin Yahya bin Khallad, dari ayahnya, dari pamannya, yakni Rifa'ah bin Rafi‘, ia mengatakan, "Rifa'ah dan malik bin Rafi' dua saudara dari warga Badr. Ia menuturkan, 'Ketika kami sedang duduk di dekat Rasulullah SAW, -atau ketika Rasulullah SAW sedang duduk sementara kami berada di sekitar beliau,- tiba-tiba seorang laki-laki masuk, lalu menghadap kiblat, kemudian shalat. Selesai shalat ia menghampiri lalu mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW dan orang-orang, maka Rasulullah SAW menjawab, 'Wa 'alaik. Kembalilah lalu shalatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat.' Lalu orang itu shalat lagi, dan kami memperhatikan shalatnya, kami tidak tahu apa kekurangannya. Selesai shalat, ia menghampiri lalu mengucapkan salam kepada Nabi SAW dan orang-orang, maka Nabi SAW menjawab, Wa 'alaik. Kembalilah lalu shalatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat." Hammam mengatakan, "Aku tidak tahu (tidak ingat), apakah beliau menyuruhnya dua kali atau tiga kali, lalu orang itu berkata, 'Entahlah. Aku tidak tahu aib pada diriku dalam shalatku.' Maka Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya tidaklah sempurna shalatnya seseorang dari kalian sehingga ia menyempurnakan wudhu sebagaimana yang telah diperintahkan Allah. Yaitu membasuh wajah dan kedua tangannya hingga sikut, mengusap kepala dan kedua kakinya hingga mata kaki, kemudian bertakbir, memanjatkan pujian kepada-Nya, lalu membaca Ummul Quran (Surah Al Faatihah) dan ayat lainnya yang diizinkan dan terasa mudah, kemudian bertakbir lalu ruku dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua lututnya hingga persendiannya thuma'ninah (tenang) dan mengendur, lalu mengucapkan, 'Sami'allaahu liman hamidah' sampai berdiri tegak hingga meluruskan tulang punggungnya dan setiap tulang kembali kepada posisinya semula. Kemudian bertakbir dan sujud hingga meletakkan wajahnya'." Hammam mengatakan, "Mungkin beliau mengatakan, 'dahinya di tanah, hinga persendiannya thuma'ninah dan mengendur. Kemudian bertakbir sampai duduk tegak di atas pinggulnya dan menegakkan tulang punggungnya.' Selanjutnya beliau merincikan demikian untuk keempat raka'at hingga selesai, lalu bersabda, 'Tidaklah sempurna shalat seseorang dari kalian sehingga ia melakukan demikian'."
Grade
سنن الدارقطني ٣١٦: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادٍ , ثنا الْعَبَّاسُ بْنُ يَزِيدَ , نا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ , أَنَّ عَلِيَّ بْنَ الْحُسَيْنِ أَرْسَلَهُ إِلَى الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذٍ يَسْأَلُهَا عَنْ وُضُوءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: إِنَّهُ كَانَ يَأْتِيهُنَّ وَكَانَتْ تُخْرِجُ لَهُ الْوَضُوءَ , قَالَ: فَأَتَيْتُهَا فَأَخْرَجَتْ إِلَيَّ إِنَاءً , فَقَالَتْ: فِي هَذَا كُنْتُ أُخْرِجُ لَهُ الْوَضُوءَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , " فَيَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهُمَا ثَلَاثًا , ثُمَّ يَتَوَضَّأُ فَيَغْسِلُ وَجْهَهُ ثَلَاثًا , ثُمَّ يُمَضْمِضُ ثَلَاثًا , وَيَسْتَنْشِقُ ثَلَاثًا , ثُمَّ يَغْسِلُ يَدَيْهِ , ثُمَّ يَمْسَحُ بِرَأْسِهِ مُقْبِلًا وَمُدْبِرًا , ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ قَالَتْ: وَقَدْ أَتَانِي ابْنُ عَمٍّ لَكَ تَعْنِي ابْنَ عَبَّاسٍ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ: مَا أَجِدُ فِي الْكِتَابِ إِلَّا غَسْلَتَيْنِ وَمَسْحَتَيْنِ , فَقُلْتُ لَهَا: فَبِأَيِّ شَيْءٍ كَانَ الْإِنَاءُ؟ قَالَتْ: قَدْرُ مُدٍّ بِالْهَاشِمِيِّ , أَوْ مُدٍّ وَرُبُعٍ. قَالَ الْعَبَّاسُ بْنُ يَزِيدَ: هَذِهِ الْمَرْأَةُ حَدَّثَتْ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ بَدَأَ بِالْوَجْهِ قَبْلَ الْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ , وَقَدْ حَدَّثَ أَهْلُ بَدْرٍ مِنْهُمْ: عُثْمَانُ وَعَلِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا , أَنَّهُ بَدَأَ بِالْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ قَبْلَ الْوَجْهِ وَالنَّاسُ عَلَيْهِ
Sunan Daruquthni 316: Ibrahim bin Hammad menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Yazid menceritakan kepada kami, Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Muhammad bin Aqil menceritakan kepadaku: Bahwa Ali bin Al Husain mengutusnya menemui Ar-Rubayyi' binti Mu'awwidz untuk menanyakan kepadanya tentang wudhunya Rasulullah SAW, maka Ar-Rubabayyi' berkata, "Beliau pernah mendatangi mereka (kaum wanita), lalu disiapkan air wudhu untuknya." Abdullah mengatakan, "Lalu aku mendatanginya, kemudian ia mengeluarkan sebuah bejana, lalu berkata, 'Dengan ini aku menyiapkan air wudhu untuk Rasulullah SAW. Beliau memulai dengan membasuh kedua tangannya tiga kali sebelum memasukkannya, lalu berwudhu, beliau membasuh wajahnya tiga kali, lalu berkumur tiga kali, beristinsyaq tiga kali, lalu membasuh kedua tangannya, lalu mengusap kepalanya ke depan dan ke belakang, lalu membasuh kedua kakinya.' Selanjutnya Mu'awwidz mengatakan, 'Telah datang kepadaku anak seorang pamanmu —maksudnya adalah Ibnu Abbas—, lalu aku menyampaikan kepadanya, maka ia pun mengatakan, 'Aku tidak menemukan di dalam Al Kitab kecuali dua kali basuhan dan dua kali usapan'." Lalu aku tanyakan kepadanya, "Seberapa banyak kadar (air dalam) bejana itu?" Ia menjawab, 'Sekitar satu mudd ukuran Hasyimi atau satu seperempat mudd." Al Abbas bin Yazid mengatakan, "Wanita ini telah menceritakan dari Nabi SAW, bahwa beliau memulai dengan membasuh wajah sebelum berkumur dan beristinsyaq. Sementara peserta perang Badar, di antaranya adalah Utsman dan Ali RA telah memastikan bahwa beliau mengawali dengan berkumur dan beristinsyaq sebelum membasuh wajah, dan orang-orang pun melakukan demikian.
Grade
سنن الدارقطني ٣٣٦: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْفَضْلِ بْنِ طَاهِرٍ الْبَلْخِيُّ , نا حَمَّادُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَفْصٍ بِبَلْخَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْأَزْهَرِ الْجَوْزَجَانِيُّ , نا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى السِّينَانِيُّ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَلْيَتَمَضْمَضْ وَلْيَسْتَنْشِقْ , وَالْأُذُنَانِ مِنَ الرَّأْسِ». كَذَا قَالَ وَالْمُرْسَلُ أَصَحُّ
Sunan Daruquthni 336: Ali bin Al Fadhl bin Thahil Al Balkhi menceritakan kepada kami, Hammad bin Muhammad bin Hafsh mengabarkan kepada kami di Balkh, Muhammad bin Al Azhar Al Jauzajani mengabarkan kepada kami, Al Fadhl bin Musa As-Sinani mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Juraij, dari Sulaiman bin Musa, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, ia mengatakan, "Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa berwudhu, maka hendaklah ia berkumur dan beristinsyaq. Kedua telinga itu termasuk kepala'." Demikian yang dikatakannya, namun riwayat yang mursal lebih shahih.
Grade
سنن الدارقطني ٣٣٩: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْفَضْلِ بْنِ طَاهِرٍ الْبَلْخِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ حَمْدَانَ الْعَائِذِيُّ أَبُو الْحَسَنِ الْأَنْطَاكِيُّ , نا الْحُسَيْنُ بْنُ الْجُنَيْدِ الدَّامِغَانِيُّ وَكَانَ رَجُلًا صَالِحًا , نا عَلِيُّ بْنُ يُونُسَ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ طَهْمَانَ , عَنْ جَابِرٍ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمَضْمَضَةُ وَالِاسْتِنْشَاقُ مِنَ الْوُضُوءِ الَّذِي لَا يَتِمُّ الْوُضُوءُ إِلَّا بِهِمَا , وَالْأُذُنَانِ مِنَ الرَّأْسِ» جَابِرٌ ضَعِيفٌ , وَقَدِ اخْتُلِفَ عَنْهُ فَأَرْسَلَهُ الْحَكَمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَبُو مُطِيعٍ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ طَهْمَانَ , عَنْ جَابِرٍ , عَنْ عَطَاءٍ , وَهُوَ أَشْبَهُ بِالصَّوَابِ
Sunan Daruquthni 339: Ali bin Al Fadhl bin Thahir bin Al Balkhi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Hamdan Al A'idzi Abu Al Hasan Al Anthaki mengabarkan kepada kami, Al Husain bin Al Junaid Ad-Damaghani seorang yang shalih mengabarkan kepada kami, Ali bin Yunus mengabarkan kepada kami, dari Ibrahim bin Thahman, dari Jabir, dari Atha‘ dari Ibnu Abbas, ia mengatakan, "Rasulullah SAW bersabda, 'Berkumur dan beristinsyaq termasuk wudhu, yang mana wudhu tidak akan sempurna kecuali dengan (melakukan) keduanya. Dan kedua telinga itu termasuk kepala'." Jabir lemah, ia diperselisihkan. Al Hakam bin Abdullah Abu Muthi' menilainya mursal, dari Ibrahim bin Thahman, dari Jabir, dari Atha', ini lebih mendekati yang benar.
Grade