صحيح ابن خزيمة ٤٤٦: وَرَوَاهُ مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمٍ الطَّائِفِيُّ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ قَالَ: أَخْبَرَنِي الْمَقْبُرِيُّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَنْ تَوَضَّأَ ثُمَّ خَرَجَ يُرِيدُ الصَّلَاةَ فَهُوَ فِي صَلَاةٍ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى بَيْتِهِ، وَلَا يَقُولُ: هَذَا يَعْنِي يُشَبِّكُ بَيْنَ أَصَابِعِهِ " ناه الْفَضْلُ بْنُ يَعْقُوبَ الرُّخَامِيُّ، نا الْهَيْثَمُ بْنُ جَمِيلٍ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمٍ، وَرَوَاهُ شَرِيكٌ، عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
Shahih Ibnu Khuzaimah 446: Muhammad bin Muslim Ath-Thaifi meriwayatkan hadits dari Ismail bin Umayyah, ia berkata Al Maqburi mengabarkan kepadaku dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang berwudhu kemudian ia keluar untuk melaksanakan shalat, maka ia berada dalam shalat hingga ia kembali ke rumahnya dan ia tidak boleh mengatakan ini —maksudnya mengait-kaitkan jemarinya—”577 Al Fadl bin Ya’kub Ar-Rakhami mengabarkan kepada kami, Al Haitsami bin Jamil mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Muslim mengabarkan kepada kami, Syarik meriwayatkan hadits dari Ibnu Ajian, dari ayahnya, dari Abu Hurairah.
المستدرك ٤٤٦: حَدَّثَنَا الْحَاكِمُ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحَافِظُ إِمْلَاءً فِي ذِي الْحِجَّةِ سَنَةَ ثَلَاثٍ وَتِسْعِينَ وَثَلَاثِ مِائَةٍ، ثنا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا بَحْرُ بْنُ نَصْرٍ الْخَوْلَانِيُّ، قَالَ: قُرِئَ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ وَهْبٍ، أَخْبَرَكَ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، وَأَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي نَصْرٍ الْعَدْلُ، بِمَرْوَ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عِيسَى الْقَاضِي، ثنا الْقَعْنَبِيُّ فِيمَا قُرِئَ عَلَى مَالِكٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ الصُّنَابِحِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ فَمَضْمَضَ خَرَجَتِ الْخَطَايَا مِنْ فِيهِ، فَإِذَا اسْتَنْثَرَ خَرَجَتِ الْخَطَايَا مِنْ أَنْفِهِ، فَإِذَا غَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَتِ الْخَطَايَا مِنْ وَجْهِهِ، حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ أَشْفَارِ عَيْنَيْهِ، فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَتِ الْخَطَايَا مِنْ يَدَيْهِ حَتَّى تَخْرُجَ الْخَطَايَا مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِ يَدَيْهِ، فَإِذَا مَسَحَ بِرَأْسِهِ خَرَجَتِ الْخَطَايَا مِنْ رَأْسِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ أُذُنَيْهِ، فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتِ الْخَطَايَا مِنْ رِجْلَيْهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِ رِجْلَيْهِ، ثُمَّ كَانَ مَشْيُهُ إِلَى الْمَسْجِدِ وَصَلَاتُهُ نَافِلَةً» . " هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ وَلَيْسَ لَهُ عِلَّةٌ، وَإِنَّمَا خَرَّجَا بَعْضَ هَذَا الْمَتْنِ مِنْ حَدِيثِ حُمْرَانَ، عَنْ عُثْمَانَ وَأَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ غَيْرُ تَمَامٍ، وَعَبْدُ اللَّهِ الصُّنَابِحِيُّ صَحَابِيٌّ مَشْهُورٌ وَمَالِكٌ الْحَكَمُ فِي حَدِيثِ الْمَدَنِيِّينَ سَمِعْتُ أَبَا الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، يَقُولُ: سَمِعْتُ الْعَبَّاسَ بْنَ مُحَمَّدٍ الدُّورِيُّ، يَقُولُ: سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ مَعِينٍ يَقُولُ: يَرْوِي عَطَاءُ بْنُ يَسَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ الصُّنَابِحِيِّ وَيُقَالُ: أَبُو عَبْدِ اللَّهِ، وَالصُّنَابِحِيُّ صَاحِبُ أَبِي بَكْرٍ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عُسَيْلَةَ، وَالصُّنَابِحِيُّ صَاحِبُ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ يُقَالُ لَهُ: الصُّنَابِحُ بْنُ الْأَعْسَرِ "
Al Mustadrak 446: Al Hakim Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah Al Hafizh menceritakan kepada kami dengan cara imala pada bulan Dzulhijjah tahun 393 H, Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Bahr bin Nashr Al Khaulani menceritakan kepada kami, dia berkata: Dibacakan di hadapan Abdullah bin Wahab, Malik bin Anas mengabarkan kepadamu. Abu Bakar bin Abu Nashr Al Adi mengabarkan kepada kami di Marwa, Ahmad bin Muhammad bin Isa Al Qadhi menceritakan kepada kami, Al Qa’nabi menceritakan kepada kami berdasarkan apa yang telah dibacakan di hadapan Malik dari Zaid bin Aslam, dari Atha' bin Yasar, dari Abdullah Ash-Shunabihi, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila seorang hamba berwudhu lalu berkumur, maka dosa-dosanya akan keluar dari mulutnya. Jika dia mengeluarkan air dari hidungnya, maka dosa-dosanya keluar dari hidungnya. Jika dia membasuh wajahnya, maka dosa-dosanya keluar dari wajahnya, hingga keluar dari pinggir-pinggir matanya. Jika dia membasuh kedua tangannya, maka dosa-dosanya akan keluar dari kedua tangannya hingga keluar dari bawah kuku-kuku tangannya. Jika dia mengusap kepalanya maka dosa-dosanya akan keluar dari kepalanya hingga keluar dari kedua telinganya. Jika dia membasuh kedua kakinya, maka dosa-dosanya akan keluar dari kedua kakinya hingga keluar dari bawah kuku-kuku kakinya. Kemudian berjalannya dia menuju masjid dan shalat sunah yang dilakukannya." Hadits ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya. Selain itu, hadits ini tidak ber-illat. Keduanya hanya meriwayatkan sebagian redaksi ini dari riwayat Humran, dari Utsman dan Abu Shalih, dari Abu Hurairah dengan tidak sempurna. Abdullah Ash-Shunabihi merupakan seorang sahabat. Ada yang mengatakan bahwa Abu Abdillah Ash-Shunabihi, temannya Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah Abdurrahman bin Usailah, sedangkan Ash-Shunabihi adalah Qais bin Abu Hazim yang disebut Ash- Shunabih bin Al A’sar.
المستدرك ٤٤٧: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ الصَّغَانِيُّ، ثنا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ، ثنا شُعْبَةُ، وَحدثنا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ، أَنْبَأَ مُحَمَّدُ بْنُ غَالِبٍ، ثنا أَبُو الْوَلِيدِ، وَأَبُو عَمْرُو مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، قَالُوا: ثنا شُعْبَةُ، وَأَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ جَعْفَرٍ الْقَطِيعِيُّ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، ثنا شُعْبَةُ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ ثَوْبَانَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا، وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ دِينِكُمُ الصَّلَاةُ، وَلَا يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ. . .»
Al Mustadrak 447: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ishaq Ash-Shaghani menceritakan kepada kami, Rauh bin Ubadah menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami. Abu Bakar bin Ishaq menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ghalib memberitakan (kepada kami), Abu Al Walid dan Abu Umar Muhammad bin Katsir menceritakan kepada kami, mereka berkata, “Syu’bah menceritakan kepada kami.” Ahmad bin Jafar Al Qathi’i menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami dari Al A’masy, dari Salim bin Abu Al Ja’ad, dari Tsauban, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Istiqamahlah kalian, dan kalian tidak akan bisa mencapai istiqamah yang sesungguhnya (tidak akan bisa berbuat istiqamah seluruhnya). Ketahuilah bahwa sebaik-baik agama kalian adalah shalat, dan tidak akan menjaga wudhu kecuali orang yang beriman[...]."
سنن الدارقطني ٤٤٧: حَدَّثَنَا ابْنُ مَنِيعٍ , نا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , نا طَلْحَةُ بْنُ يَحْيَى , عَنْ يُونُسَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , أَوْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ إِذَا أَصَابَتْهُ جَنَابَةٌ فَأَرَادَ أَنْ يَنَامَ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ , فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ غَسَلَ كَفَّيْهِ ثُمَّ أَكَلَ». صَحِيحٌ
Sunan Daruquthni 447: Ibnu Mani' menceritakan kepada kami, Utsman bin Abu Syaibah mengabarkan kepada kami, Thalhah bin Yahya mengabarkan kepada kami, dari Yunus, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah atau Urwah, dari Aisyah: Bahwa apabila Rasulullah SAW mengalami junub dan hendak tidur, maka beliau berwudhu seperti wudhu untuk shalat, dan bila beliau hendak makan, maka beliau mencuci kedua tangannya lalu makan." Shahih.
Grade
صحيح ابن خزيمة ٤٤٧: حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى الْقَزَّازُ، نا عَبْدُ الْوَارِثِ، نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ كَانَ فِي صَلَاةٍ حَتَّى يَرْجِعَ، فَلَا يَقُلْ هَكَذَا، وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 447: Imran bin Musa Al Qazzaz menceritakan kepada kami, Abdul Waris menceritakan kepada kami, Ismail bin Umayyah menceritakan kepada kami dari Said Al Maqburi dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian berwudhu di rumahnya kemudian ia mendatangi masjid, maka ia berarti berada dalam shalat hingga ia kembali. Ia tidak boleh mengatakan demikian dan mengait-kaitkan jemarinya."578
المستدرك ٤٤٨: الشَّيْبَانِيُّ بِالْكُوفَةِ، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ الْقَاضِي الزُّهْرِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ، ثنا الْأَعْمَشُ، وَأَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ بَالَوَيْهِ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ النَّضْرِ، ثنا مُعَاوِيَةُ بْنُ عُمَرَ، ثنا زَائِدَةُ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ ثَوْبَانَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا، وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةَ، وَلَنْ يُحَافِظَ عَلَى الْوُضُوءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ» . وَقَدْ تَابَعَ مَنْصُورُ بْنُ الْمُعْتَمِرِ الْأَعْمَشَ فِي هَذِهِ الرِّوَايَةِ عَنْ سَالِمٍ
Al Mustadrak 448: [...] Asy-Syaibani di Kufah, Ibrahim bin Ishaq Al Qadhi Az-Zuhri menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ubaid menceritakan kepada kami, Al A’masy menceritakan kepada kami. Abu Bakar bin Balawaih mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ahmad bin An-Nadhr menceritakan kepada kami, Mu’awiyah bin Umar menceritakan kepada kami, Zaidah menceritakan kepada kami dari Al A’masy, dari Salim bin Abu Al Ja’ad, dari Tsauban, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Istiqamahlah kalian, dan kalian tidak akan bisa mencapai istiqamah yang sesungguhnya (tidak bisa melakukan istiqamah seluruhnya). Ketahuilah, sebaik-baik perbuatan kalian adalah shalat, dan hanya orang yang beriman yang bisa menjaga wudhu” Riwayat Al A’masy ini diperkuat oleh Manshur bin Al Mu’tamir dari Salim.
سنن الدارقطني ٤٤٨: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الصَّائِغُ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ , حَدَّثَنَا أَبُو ضَمْرَةَ , عَنْ يُونُسَ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ عُرْوَةَ , وَأَبِي سَلَمَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهُوَ جُنُبٌ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ , وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَطْعَمَ غَسَلَ يَدَيْهِ ثُمَّ أَكَلَ». صَحِيحٌ
Sunan Daruquthni 448: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isma'il AshShaigh mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Al Mundzir mengabarkan kepada kami, Abu Dhamrah menceritakan kepada kami, dari Yunus, dari Ibnu Syihab, dari Urwah dan Abu Salamah, dari Aisyah, ia mengatakan, "Adalah Rasulullah SAW, apabila hendak tidur sementara beliau junub, beliau berwudhu seperti wudhunya untuk shalat. Dan bila beliau hendak makan, beliau mencuci kedua tangannya lalu makan." Shahih.
Grade
سنن الدارقطني ٤٤٩: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ , نا أَبُو الْأَزْهَرِ , حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا ابْنُ الْمُبَارَكِ , عَنْ يُونُسَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ «إِذْا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهُوَ جُنُبٌ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ , وَكَانَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَطْعَمَ وَهُوَ جُنُبٌ غَسَلَ كَفَّيْهِ وَمَضْمَضَ فَاهُ ثُمَّ طَعِمَ». صَحِيحٌ
Sunan Daruquthni 449: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Abu Al Azhar mengabarkan kepada kami, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ibnu Al Mubarak mengabarkan kepada kami, dari Yunus, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Aisyah: Bahwa apabila Nabi SAW hendak tidur sementara beliau dalam keadaan junub, beliau berwudhu sebelum tidur seperti wudhu untuk shalat. Dan bila hendak makan sementara beliau dalam keadaan junub, beliau mencuci kedua tangannya dan berkumur, kemudian makan." Shahih.
Grade
المستدرك ٤٤٩: حَدَّثَنَاهُ أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا أُسَيْدُ بْنُ عَاصِمٍ، ثنا الْحُسَيْنُ بْنُ حَفْصٍ، عَنْ سُفْيَانَ، وَأَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ أَيُّوبَ، ثنا أَبُو يَحْيَى بْنُ أَبِي مَسَرَّةَ، ثنا خَلَّادُ بْنُ يَحْيَى، ثنا سُفْيَانُ، وَأَخْبَرَنَا أَبُو الْفَضْلِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، ثنا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحُسَيْنِ، ثنا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَنْبَأَ وَكِيعٌ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ ثَوْبَانَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا، وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةُ، وَلَا يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ وَلَسْتُ أَعْرِفُ لَهُ عِلَّةً يُعَلَّلُ بِمِثْلِهَا مِثْلُ هَذَا الْحَدِيثِ، إِلَّا وَهْمٌ مِنْ أَبِي بِلَالٍ الْأَشْعَرِيِّ وَهَمَ فِيهِ عَلَى أَبِي مُعَاوِيَةَ»
Al Mustadrak 449: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Usaid bin Ashim menceritakan kepada kami, Al Husain bin Hafsh menceritakan kepada kami dari Sufyan. Al Husain bin Al Hasan bin Ayyub mengabarkan kepada kami, Abu Yahya bin Abu Masarrah menceritakan kepada kami, Khallad bin Yahya menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami. Abu Al Fadhl bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, Ja’far bin Muhammad bin Al Husain menceritakan kepada kami, Yahya bin Yahya menceritakan kepada kami, Waki' memberitakan (kepada kami) dari Sufyan, dari Manshur, dari Salim bin Abu Al Ja’ad, dari Tsauban, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Istiqamahlah kalian, dan kalian tidak akan bisa mencapai istiqamah yang sesungguhnya (tidak akan bisa melakukan istiqamah seluruhnya). Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan kalian adalah shalat, dan hanya orang beriman yang dapat menjaga wudhu” Hadits ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya. Aku tidak mengetahui ada illat yang bisa membuat hadits seperti ini cacat, kecuali wahm yang dilakukan Abu Bilal Al Asy’ari terhadap Abu Mu’awiyah.
المستدرك ٤٥٠: حَدَّثَنَاهُ أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ الْفَقِيهُ، أَنْبَأَ الْحُسَيْنُ بْنُ يَسَارٍ الْحَنَّاطُ، بِبَغْدَادَ، ثنا أَبُو بِلَالٍ الْأَشْعَرِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ خَازِمٍ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا، وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةُ، وَلَنْ يُوَاظِبَ عَلَى الْوُضُوءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ»
Al Mustadrak 450: Abu Bakar bin Ishaq Al Faqih menceritakan kepada kami, Al Husain bin Yasar Al Hannath memberitakan (kepada kami) di Baghdad, Abu Bilal Al Asy’ari menceritakan kepada kami, Muhammad bin Khazim menceritakan kepada kami dari Al A’masy, dari Abu Sufyan, dari Jabir, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Istiqamahlah kailan, dan kalian tidak akan mampu. Ketahuilah, sebalk-baik amal kailan adalah shalat, dan hanya orang beriman yang bisa melakukan wudhu secara tekun."