صحيح ابن خزيمة ١٦٥: نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، نا أَبُو الْوَلِيدِ، نا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ، نا شَدَّادُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَبُو عَمَّارٍ، وَكَانَ قَدْ أَدْرَكَ نَفَرًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: قَالَ أَبُو أُمَامَةَ: نا عَمْرُو بْنُ عَنْبَسَةَ، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ فِي صِفَةِ إِسْلَامِهِ، وَقَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَخْبِرْنِي عَنِ الْوُضُوءِ، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ، وَقَالَ: «ثُمَّ يَغْسِلُ قَدَمَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ كَمَا أَمْرَهُ اللَّهُ إِلَّا خَرَجَتْ خَطَايَا قَدَمَيْهِ مِنْ أَطْرَافِ أَصَابِعِهِ مَعَ الْمَاءِ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 165: Muhammad bin Yahya mengabarkan kepada kami, Abu Al Walid mengabarkan kepada kami, Ikrimah bin Ammar mengabarkan kepada kami, Syaddad bin Abdullah Abu Ammar mengabarkan kepada kami, —ia pernah menjumpai sekelompok sahabat Nabi SAW—ia berkata: “Abu Umamah berkata, “Amr bin Anbasah menceritakan kepada kami, ia menuturkan hadits selengkapnya tentang cara ia masuk Islam, ia berkata, ‘Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku tenang wudhu.’ Lalu ia menuturkan hadits selengkapnya; Beliau bersabda, ‘Kemudian membasuh dua kaki sampai kedua mata kaki sebagaimana yang Allah perintahkan, —Tidaklah ia membasuhnya— melainkan dosa-dosa kedua kakinya keluar dari ujung jemari bersama air’.” 272
صحيح ابن خزيمة ١٦٦: نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ، نا عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ، وَسَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ أَبِي بِشْرٍ، عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: تَخَلَّفَ عَنَّا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ سَافَرْنَاهُ فَأَدْرَكَنَا وَقَدْ أَرْهَقَتْنَا الصَّلَاةُ صَلَاةُ الْعَصْرِ، وَنَحْنُ نَتَوَضَّأُ، فَجَعَلْنَا نَمْسَحُ أَرْجُلَنَا، فَنَادَى بِأَعْلَى صَوْتِهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا: «وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ» هَذَا لَفْظُ حَدِيثِ عَفَّانَ بْنِ مُسْلِمٍ "
Shahih Ibnu Khuzaimah 166: Al Hasan bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Affan bin Muslim dan Sa’id bin Manshur mengabarkan kepada kami, keduanya berkata, Abu Awanah menceritakan kepada kami dari Abu Bisyr dari Yusuf bin Mahik dari Abdullah bin Amr, ia berkata, “Rasulullah pernah berangkat belakangan dalam sebuah perjalanan yang kami lakukan, lalu kami mengetahui —waktu shalat—, sementara kami bersemangat untuk melakukan shalat pada waktunya —shalat Ashar— saat itu kami sedang berwudhu, kami mulai mengusap kaki, lalu beliau memanggil dengan suara keras, dua atau tiga kali, “Celaka bagi tumit yang tidak dibasuh, yaitu dari neraka.”273 Ini redaksi hadits Affan bin Muslim.
صحيح ابن خزيمة ١٦٧: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ، نا أَبُو عَامِرٍ، نا إِسْرَائِيلُ، عَنْ عَامِرٍ وَهُوَ ابْنُ شَقِيقِ بْنِ حَمْزَةَ الْأَسَدِيُّ، عَنْ شَقِيقٍ وَهُوَ ابْنُ سَلَمَةَ أَبُو وَائِلٍ قَالَ: رَأَيْتُ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ «يَتَوَضَّأُ ثَلَاثًا ثَلَاثًا، وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأُذُنَيْهِ ظَاهِرَهُمَا وَبَاطِنَهُمَا، وَغَسَلَ قَدَمَيْهِ ثَلَاثًا ثَلَاثًا، وَغَسَلَ أَنَامِلَهُ، وَخَلَّلَ لِحْيَتَهُ، وَغَسَلَ وَجْهَهُ» . وَقَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُ كَالَّذِي رَأَيْتُمُونِي فَعَلْتُ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 167: Muhammad bin Al Walid mengabarkan kepada kami, Abu Amir mengabarkan kepada kami, Isra'il mengabarkan kepada kami dari Amir —ia adalah Ibnu Syaqiq bin Hamzah Al Asadi— dari Syaqiq —ia adalah Ibnu Salamah Abu Wa'il—, ia berkata, “Aku melihat Utsman bin Affan berwudhu tiga kali tiga kali, mengusap kepala, dua telinga luar dalam, mambasuh dua kaki tiga kali tiga kali dan membasuh ujung jemarinya, menyela-nyelai jenggot dan membasuh wajah. Ia berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan seperti yang kamu lihat aku melakukannya.” 274
صحيح ابن خزيمة ١٦٨: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ، وَأَبُو الْخَطَّابِ زِيَادُ بْنُ يَحْيَى الْحَسَّانِيُّ، وَإِسْحَاقُ بْنُ حَاتِمِ بْنِ بَيَانٍ الْمَدَائِنِيُّ، وَجَمَاعَةٌ غَيْرَهُمْ قَالُوا: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ، حَدَّثَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ كَثِيرٍ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ لَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَخْبِرْنِي عَنِ الْوُضُوءِ قَالَ: «أَسْبَغِ الْوُضُوءَ، وَخَلِّلِ الْأَصَابِعَ، وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا»
Shahih Ibnu Khuzaimah 168: Al Hasan bin Muhammad, Abu Al Khaththab Ziad bin Yahya Al Hassani, Ishaq bin Hatim bin Bayan Al Mada'ini dan sekelompok orang selain mereka menceritakan kepada kami, mereka berkata, Yahya bin Sulaim menceritakan kepada kami, Isma’il bin Katsir menceritakan kepadaku dari Ashim bin Laqith bin Shabirah dari ayahnya, ia berkata, Aku pemah berkata, “Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku tentang wudhu.” Beliau bersabda, “Sempurnakan wudhu, sela-selalah jari dan bersungguh-sungguhlah menghirup air ke hidung (26-ba) kecuali bila engkau sedang puasa.”, 275
صحيح ابن خزيمة ١٦٩: قَالَ أَبُو بَكْرٍ: خَبَرُ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ وَعَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ فِي صِفَةِ وُضُوءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا "
Shahih Ibnu Khuzaimah 169: Abu Bakar berkata, “Hadits Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib tentang cara wudhu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tiga kali-tiga kali.”
صحيح ابن خزيمة ١٧٠: نا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ كَبِيرٍ الصُّورِيُّ بِالْفُسْطَاطِ، نا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ، حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ، وَحَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْأَزْهَرِ وَكَتَبْتُهُ مِنْ أَصْلِهِ، نا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ، نا فُلَيْحٌ وَهُوَ ابْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ، عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ، «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 170: Muhammad bin Ibrahim bin Kabir Ash- Shuri -di Al Fusthath- mengabarkan kepada kami, Syuraih bin An Nu’man mengabarkan kepada kami, Fulaih menceritakan kepada kami, dan Ahmad bin Al Azhar menceritakan kepada kami, -aku menulis dari naskah aslinya- menceritakan kepada kami, Yunus bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Fulaih —ia adalah Ibnu Sulaiman— mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm dan Abbad bin Tamim dan Abdullah bin Zaid, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu dua kali-dua kali. 276
سنن الدارقطني ١٧٠: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ , نا أَبُو يَعْقُوبَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَحْيَى التَّوْأَمُ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ , عَنْ أُمِّهِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: بَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَأَتْبَعَهُ عُمَرُ بِكُوزٍ مِنْ مَاءٍ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنِّي لَمْ أُؤْمَرْ أَنْ أَتَوَضَّأَ كُلَّمَا بُلْتُ , وَلَوْ فَعَلْتُ كَانَتْ سُنَّةً». لَا بَأْسَ بِهِ تَفَرَّدَ بِهِ أَبُو يَعْقُوبَ التَّوْأَمُ , عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ حَدَّثَ بِهِ عَنْهُ جَمَاعَةٌ مِنَ الرُّفَعَاءِ
Sunan Daruquthni 170: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Khalaf bin Hisyam mengabarkan kepada kami, Abu Ya'qub Abdullah bin Yahya At-Tauam mengabarkan kepada kami, dari Abdullah bin Abu Mulaikah, dari ibunya, dari Aisyah, ia menuturkan, "Rasulullah SAW buang air kecil, lalu Umar membawakan setimba air. Lalu Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya aku tidak diperintahkan untuk berwudhu setiap kali buang air kecil. Seandainya aku melakukannya, tentu akan menjadi Sunnah"." Sanadnya tidak bermasalah. Abu Ya'qub At-Tauam meriwayatkan sendirian dari Ibnu Mulaikah. Sejumlah perawi yang memarfu‘kannya meriwayatkan darinya.
Grade
سنن الدارقطني ١٧١: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مَسْعَدَةَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبٍ , أَخْبَرَنِي عُتْبَةُ بْنُ أَبِي حَكِيمٍ , عَنْ طَلْحَةَ بْنِ نَافِعٍ أَنَّهُ حَدَّثَهُ , حَدَّثَنِي أَبُو أَيُّوبَ , وَجَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ , وَأَنَسُ بْنُ مَالِكٍ الْأَنْصَارِيُّونِ , عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذِهِ الْآيَةِ {فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ} [التوبة: 108] , فَقَالَ: «يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَثْنَى عَلَيْكُمْ خَيْرًا فِي الطَّهُورِ , فَمَا طُهُورُكُمْ هَذَا؟» , قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ نَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ وَنَغْتَسِلُ مِنَ الْجَنَابَةِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَهَلْ مَعَ ذَلِكَ مِنْ غَيْرِهِ؟» , قَالُوا: لَا، غَيْرَ أَنَّ أَحَدَنَا إِذَا خَرَجَ مِنَ الْغَائِطِ أَحَبَّ أَنْ يَسْتَنْجِيَ بِالْمَاءِ , فَقَالَ: «هُوَ ذَلِكَ فَعَلَيْكُمُوهُ». عُتْبَةُ بْنُ أَبِي حَكِيمٍ لَيْسَ بِقَوِيٍّ
Sunan Daruquthni 171: Ahmad bin Muhammad bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Mas'adah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syu'aib menceritakan kepada kami, Utbah bin Abu Hakim mengabarkan kepadaku, dari Thalhah bin Nafi', bahwa ia menyampaikan kepadanya, ia mengatakan, "Abu Ayyub, Jabir bin Abdullah dan Anas bin Malik menceritakan kepadaku dari Rasulullah SAW tentang ayat ini: 'Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri, dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.' (Qs. At-Taubah [9]: 108) lalu beliau bersabda, 'Wahai sekalian kaum Anshar! Sesungguhnya Allah Ta'ala telah mendatangkan kebaikan pada kalian dalam hal bersuci. Lalu, bagaimana bersucinya kalian? Mereka menjawab, 'Wahai Rasulullah!, kami berwudhu untuk shalat dan mandi karena junub.' Rasulullah SAW bertanya lagi, 'Ada yang lainnya selain itu? Mereka menjawab, 'Tidak ada. Hanya saja apabila seseorang dari kami telah selesai buang hajat, ia suka beristinja dengan air.' Maka beliau pun bersabda, 'Itu dia. Hendaklah kalian melakukan itu'." Utbah bin Abu Hakim tidak kuat (periwayatannya).
Grade
صحيح ابن خزيمة ١٧١: نا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ، أَخْبَرَنا عَبْدُ الْعَزِيزِ الدَّرَاوَرْدِيُّ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً»
Shahih Ibnu Khuzaimah 171: Nashr bin Ali mengabarkan kepada kami, Abdul Aziz Ad-Darawardi mengabarkan kepada kami dari Zaid bin Aslam dari Atha' bin Yasar dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu sekali sekali.” 277
صحيح ابن خزيمة ١٧٢: نا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ، «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا، وَيَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ، وَرِجْلَيْهِ مَرَّتَيْنِ، وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ» وَأَرَاهُ قَالَ: وَاسْتَنْثَرَ
Shahih Ibnu Khuzaimah 172: Abdul Jabbar bin Al Ala' mengabarkan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, dari Amr bin Yahya dari ayahnya dari Abdullah bin Zaid, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu, lalu beliau membasuh wajah tiga kali, dua tangan beliau dua kali, dua kaki beliau dua kali dan mengusap kepala beliau. Aku mengira ia berkata, “Dan, menghirup air ke hidung lalu mengeluarkannya.” 278