صحيح ابن خزيمة ١٥١: نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ عَامِرِ بْنِ شَقِيقٍ، عَنْ شَقِيقِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ، أَنَّهُ «تَوَضَّأَ فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا، وَاسْتَنْشَقَ ثَلَاثًا، وَمَضْمَضَ ثَلَاثًا، وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَأُذُنَيْهِ ظَاهِرِهِمَا وَبَاطِنِهِمَا، وَرِجْلَيْهِ ثَلَاثًا، وَخَلَّلَ لِحْيَتِهِ وَأَصَابِعَ الرِّجْلَيْنِ» . وَقَالَ: «هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 151: Ya’qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi mengabarkan kepada kami, Khalaf bin Al Walid menceritakan kepada kami, lsra'il menceritakan kepada kami dari Amir bin Syaqiq dari Syaqiq bin Salamah dari Utsman bin Affan bahwa ia berwudhu, membasuh wajah tiga kali, menghirup air ke dalam hidung tiga kali, berkumur tiga kali, mengusap kepala dan kedua telinga luar dalam serta kedua kaki tiga kali, menyela-nyela jenggot dan jari-jari kedua kaki. Ia berkata, “Seperti inilah aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu.” 256
Grade
Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Al Hafidh Berkata Dalam At Talkhish: Abdullah bin Ahmad Berkata Dari Bapaknya: Tidak Ada Sesuatu Yang Shahih Dari Menyela-Nyela Jenggot. Dan Ibnu Abu Hatim Berkata Dari Bapaknya: Tidak Ada Sesuatu pun Yang Tsabat Dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Mengenai Menyela-Nyela Jenggot.,
صحيح ابن خزيمة ١٥٢: نا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ يَعْنِي ابْنَ مَهْدِيٍّ، حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ عَامِرِ بْنِ شَقِيقٍ، عَنْ شَقِيقِ بْنِ سَلَمَةَ قَالَ: رَأَيْتُ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ، «تَوَضَّأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثًا، وَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا، وَمَسَحَ بِأُذُنَيْهِ ظَاهِرِهِمَا وَبَاطِنِهِمَا، وَغَسَلَ رِجْلَيْهِ ثَلَاثًا ثَلَاثًا، وَخَلَّلَ أَصَابِعَهُ، وَخَلَّلْ لِحْيَتَهُ حِينَ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا» . وَقَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ كَمَا رَأَيْتُمُونِي فَعَلْتُ» قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ: «وَذَكَرَ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ، وَلَا أَدْرِي كَيْفَ ذَكَرَهُ» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: «عَامِرُ بْنُ شَقِيقٍ هَذَا هُوَ ابْنُ حَمْزَةَ الْأَسَدِيُّ، وَشَقِيقُ بْنُ سَلَمَةَ هُوَ أَبُو وَائِلٍ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 152: Ishaq bin Manshur mengabarkan kepada kami, Abdurrahman —maksudnya Ibnu Mahdi— mengabarkan kepada kami, Isra'il menceritakan kepada kami dari Amir bin Syaqiq dari Syaqiq bin Salamah, ia berkata, “Aku melihat Utsman bin Affan berwudhu, ia mencuci kedua telapak tangannya tiga kali, berkumur dan menghirup air ke hidung, membasuh wajah tiga kali, mengusap kedua telinga luar dalam dan membasuh kedua kaki tiga kali-tiga kali, menyela-nyela jari, menyela-nyelai jenggot saat membasuh wajah tiga kali.” Ia berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan seperti kamu melihatku melakukannya.” Abdurrahman berkata, “Ia menyebutkan kedua tangan sampai siku, dan aku tidak tahu bagaimana ia menyebutkannya.” 257 Abu Bakar berkata, “Amir bin Syaqiq adalah Ibnu Hamzah Al Asadi, sedang Syaqiq bin Salamah adalah Abu Wa'il.”
Grade
صحيح ابن خزيمة ١٥٣: نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، نا ابْنُ عُلَيَّةَ، نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ طَلْحَةَ بْنِ يَزِيدَ بْنِ رُكَانَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ الْخَوْلَانِيُّ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: دَخَلَ عَلِيٌّ عَلَيَّ بَيْتِي وَقَدْ بَالَ فَدَعَا بِوَضُوءٍ فَجِئْنَاهُ بِقُعْبٍ يَأْخُذُ الْمُدَّ أَوْ قَرِيبَهُ حَتَّى وُضِعَ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَقَالَ: «يَا ابْنَ عَبَّاسٍ أَلَا أَتَوَضَّأُ لَكَ وُضُوءَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟» فَقُلْتُ: بَلَى فِدَاكَ أَبِي وَأُمِّي قَالَ: «فَوَضَعَ لَهُ إِنَاءً فَغَسَلَ يَدَيْهِ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَاسْتَنْثَرَ، ثُمَّ أَخَذَ بِيَمِينِهِ - يَعْنِي الْمَاءَ - فَصَكَّ بِهَا وَجْهَهُ» وَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Shahih Ibnu Khuzaimah 153: Ya’qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi mengabarkan kepada kami, Ibnu Ulaiyah mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Thalhah bin Yazid bin Rukanah menceritakan kepadaku dari Ubaidullah Al Khaulani dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Ali masuk ke rumahku padahal ia telah membuang air kecil. Ia minta air wudhu, lalu kami bawakan ia segelas besar air, ia mengambil satu mud atau ukuran yang mendekati satu mud, ia letakkan di depannya. Ia berkata, ‘Wahai Ibnu Abbas, tidakkah kamu mau tahu aku berwudhu seperti wudhu Rasulullah SAW?’ Aku berkata, ‘Mau, demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu.' Ibnu Abbas berkata, ‘Sebuah bejana air diletakkan untuknya, lalu ia mencuci kedua tangannya, berkumur, menghirup air ke hidung dan mengeluarkannya, kemudian mengambil —maksudnya air— dengan tangan kanannya, lalu mengusapkan dengan menekankan telapak tangan ke wajahnya’.” Ibnu Abbas menuturkan hadits selengkapnya258
Grade
صحيح ابن خزيمة ١٥٤: نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَهْبٍ، نا عَمِّي، حَدَّثَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ، أَنَّ حَبَّانَ بْنَ وَاسِعٍ، حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ، أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ الْمَازِنِيُّ يَذْكُرُ أَنَّهُ رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَمَضْمَضَ، ثُمَّ اسْتَنْثَرَ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا وَيَدَهُ الْيُمْنَى ثَلَاثًا، وَالْأُخْرَى ثَلَاثًا، وَمَسَحَ رَأْسَهُ بِمَاءٍ غَيْرِ فَضْلِ يَدِهِ، وَغَسَلَ رِجْلَيْهِ حَتَّى أَنْقَاهُمَا "
Shahih Ibnu Khuzaimah 154: Ahmad bin Abdurrahman bin Wahab mengabarkan kepada kami, Pamanku mengabarkan kepada kami, Amr —ia adalah Ibnu Al Harits— menceritakan kepadaku, bahwa Habban bin Wasi’ menceritakannya, bahwa ayahnya menceritakannya, bahwa ia mendengar Abdullah bin Zaid bin Ashim Al Mazini menyebutkan, bahwa ia melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu, beliau lalu berkumur, menghirup air ke hidung dan mengeluarkannya, kemudian membasuh wajah (24 -ba') tiga kali, tangan kanan tiga kali, tangan kiri tiga kali, mengusap kepala dengan air yang bukan basuhan tangan dan membasuh kedua kaki hingga membersihkannya. ’259
صحيح ابن حبان ١٥٥: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْخَطَّابِ الْبَلَدِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْجُدِّيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ، قَالَ: حَدَّثَنَا ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: كُنَّا نُهِينَا أَنْ نَسْأَلَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ شَيْءٍ، فَكَانَ يُعْجِبُنَا أَنْ يَأْتِيَهُ الرَّجُلُ مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ فَيَسْأَلَهُ، وَنَحْنُ نَسْمَعُ، فَأَتَاهُ رَجُلٌ مِنْهُمْ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَتَانَا رَسُولُكَ، فَزَعَمَ أَنَّكَ تَزْعُمُ أَنَّ اللَّهَ أَرْسَلَكَ، قَالَ: صَدَقَ، قَالَ: فَمَنْ خَلَقَ السَّمَاءَ؟ قَالَ: اللَّهُ، قَالَ: فَمَنْ خَلَقَ الأَرْضَ؟ قَالَ: اللَّهُ، قَالَ: فَمَنْ نَصَبَ هَذِهِ الْجِبَالَ؟ قَالَ: اللَّهُ، قَالَ: فَمَنْ جَعَلَ فِيهَا هَذِهِ الْمَنَافِعَ؟ قَالَ: اللَّهُ، قَالَ: فَبِالَّذِي خَلَقَ السَّمَاءَ وَالأَرْضَ، وَنَصَبَ الْجِبَالَ، وَجَعَلَ فِيهَا هَذِهِ الْمَنَافِعَ، آللَّهُ أَرْسَلَكَ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: زَعَمَ رَسُولُكَ أَنَّ عَلَيْنَا خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوْمِنَا وَلَيْلَتِنَا، قَالَ: صَدَقَ، قَالَ: فَبِالَّذِي أَرْسَلَكَ، آللَّهُ أَمَرَكَ بِهَذَا؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: زَعَمَ رَسُولُكَ أَنَّ عَلَيْنَا صَدَقَةً فِي أَمْوَالِنَا، قَالَ: صَدَقَ، قَالَ: فَبِالَّذِي أَرْسَلَكَ، آللَّهُ أَمَرَكَ بِهَذَا؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: زَعَمَ رَسُولُكَ أَنَّ عَلَيْنَا صَوْمَ شَهْرٍ فِي سَنَتِنَا، قَالَ: صَدَقَ، قَالَ فَبِالَّذِي أَرْسَلَكَ، آللَّهُ أَمَرَكَ بِهَذَا؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: زَعَمَ رَسُولُكَ أَنَّ عَلَيْنَا حَجَّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً، قَالَ: صَدَقَ، قَالَ: فَبِالَّذِي أَرْسَلَكَ، آللَّهُ أَمَرَكَ بِهَذَا؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ، لاَ أَزِيدُ عَلَيْهِنَّ، وَلاَ أَنْقُصُ مِنْهُنَّ شَيْئًا. فَلَمَّا قَفَّى، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَئِنْ صَدَقَ لَيَدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ. قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: هَذَا النَّوْعُ مِثْلُ الْوُضُوءِ، وَالتَّيَمُّمِ، وَالاِغْتِسَالِ مِنَ الْجَنَابَةِ، وَالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، وَالصَّوْمِ الْفَرْضِ، وَمَا أَشْبَهَ هَذِهِ الأَشْيَاءَ الَّتِي هِيَ فَرْضٌ عَلَى الْمُخَاطَبِينَ فِي بَعْضِ الأَحْوَالِ لاَ الْكُلِّ.
Shahih Ibnu Hibban 155: Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Khaththab Al Baladi menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdul Malik bin Ibrahim Al Juddi menceritakan kepada kami, dia berkata: Sulaiman bin Al Mughirah menceritakan kepada kami, dia berkata: Tsabit Al Bunnani menceritakan kepada kami, dari Anas bin Malik, dia berkata: Kami dilarang untuk bertanya kepada Rasulullah tentang sesuatu. Maka kami sangat senang, ada seseorang dari desa pedalaman datang kepada Rasulullah. Lalu dia bertanya kepada Beliau, sedang kami mendengarkannya. Suatu ketika, seorang laki-laki dari mereka datang kepada Beliau dan bertanya, “Wahai Muhammad, kami kedatangan utusanmu. Ia meyakini pengakuanmu bahwa Allah telah mengangkatmu sebagai Rasul?” Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, “Dia benar.” Dia bertanya, “Siapakah yang menciptakan langit?” Beliau menjawab : " Allah.” Dia bertanya, “Lalu siapa yang menciptakan bumi?” Beliau menjawab, “Allah.” Dia bertanya, “Siapa yang telah menegakkan gunung-gunung Beliau menjawab; “ Allah.” Dia bertanya, “Siapa yang telab menciptakan manfaat-manfaat ini padanya?” Beliau meryawab, “Allah” Dia bertanya, “Demi Dzat yang telah menciptakan langit, bumi, dan gunung-gunung, berikut manfaat-manfaat yang ada padanya, apakah Allah yang telah mengutusmu?” Beliau menjawab ,“Benar" Dia berkata, “Utusanmu mengatakan bahwa kami harus melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari semalam.” Beliau menjawab, “benar.” Dia bertanya, “Demi Dzat yang telah mengutusmu! Apakah Allah yang telah memerintahkanmu untuk itu?” Beliau menjawab, “Benar.” Dia berkata, “Utusanmu mengatakan bahwa kami harus berpuasa sebulan penuh dalam satu tahun.” Beliau menjawab, “ Dia benar.” Laki-laki itu bertanya, “Demi Dzat yang telah mengutusmu! Apakah Allah yang memerintahkan engkau untuk itu?” Beliau menjawab, “Benar.” Dia berkata, “Utusanmu mengatakan bahwa kami harus melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi siapa yang mampu.” Beliau menjawab, “Dia benar” Dia bertanya, “Dani Dzat yang telah mengutusmu! Apakah Allah yang memerintahkan engkau untuk itu?” Beliau menjawab, “Benar” Dia berkata, “Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan membawa agama yang benar. Aku tidak akan menambahkan lagi terhadap ajaran-ajaran tersebut dan tidak akan sedikit pun menguranginya.” Setelah laki-laki itu beranjak pergi, Beliau bersabda; “ Sungguh jika dia benar, maka ia akan masuk surga.” [1:3] Abu Hatim Berkata, “Jenis ibadah ini adalah seperti berwudhu, tayammum, mandi junub, shalat lima waktu, fardhu, dan ibadah-ibadah lain yang hukumnya wajib bagi manusia yang termasuk dalam khithab (seruan Allah dan titah Rasul-Nya) pada sebagian waktu-waktu tertentu yang telah ditetapkan, bukan pada seluruh waktu.”
صحيح ابن خزيمة ١٥٦: نا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيُّ، نا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى الْمَازِنِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ، «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا، وَغَسَلَ يَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ، ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ، وَبَدَأَ بِالْمُقَدَّمِ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 156: Sa’id bin Abdurrahman Al Makhzumi mengabarkan kepada kami, Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Amr bin Yahya Al Mazini dari ayahnya dari Abdullah bin Zaid, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu. Beliau membasuh wajah tiga kali, membasuh kedua tangan dua kali, kemudian mengusap kepala. Beliau memulai bagian depan, kemudian membasuh kedua kaki. 261
صحيح ابن خزيمة ١٥٧: نا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، نا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى قَالَ: سَأَلْتُ مَالِكًا، عَنِ الرَّجُلِ مَسَحَ مُقَدَّمَ رَأْسِهِ فِي الْوُضُوءِ أَيُجْزِيهِ ذَلِكَ؟ فَقَالَ: حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ يَحْيَى بْنِ عُمَارَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ الْمَازِنِيِّ قَالَ: «مَسَحَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأْسَهُ فِي وَضُوئِهِ مِنْ نَاصِيَتِهِ إِلَى قَفَاهُ، ثُمَّ رَدَّ يَدَيْهِ إِلَى نَاصِيَتِهِ وَمَسَحَ رَأْسَهُ كُلَّهُ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 157: Muhammad bin Rafi’ mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Isa mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Aku bertanya kepada Malik tentang seseorang yang mengusap bagian depan kepala ketika berwudhu, apakah hal itu mencukupi?” Ia berkata, “Amr bin Yahya bin Umarah menceritakan kepadaku dari ayahnya dari Abdullah bin Zaid Al Mazini, ia berkata, 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap kepala saat wudhu mulai dari ubun-ubun sampai tengkuk, kemudian beliau mengembalikan kedua tangan ke bagian ubun-ubun dan beliau mengusap kepala seluruhnya’.” 263
Grade
Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Isnaduhu Shahih,
صحيح ابن خزيمة ١٥٨: نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّدَفِيُّ، نا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ، أَخْبَرَهُ أَنَّ حُمْرَانَ أَخْبَرَهُ، أَنَّ عُثْمَانَ دَعَا يَوْمًا وَضُوءًا، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فِي صِفَةِ وُضُوءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَالَ: «ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، وَالْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: «فِي هَذَا الْخَبَرِ دَلَالَةٌ عَلَى أَنَّ الْكَعْبَيْنِ هُمَا الْعَظْمَانِ النَّاتِئَانِ فِي جَانِبَيِ الْقَدَمِ إِذْ لَوْ كَانَ الْعَظْمُ النَّاتِئُ عَلَى ظَهَرِ الْقَدَمِ لَكَانَ لِلرِّجْلِ الْيُمْنَى كَعْبٌ وَاحِدٌ لَا كَعْبَانِ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 158: Yunus bln Abdul A’la Ash-Shadafi, Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, Yunus mengabarkan kepadaku dari Ibnu Syihab dari Atha' bin Yazid mengabarkan kepadanya, bahwa Humran mengabarkan kepadanya, bahwa Utsman suatu hari pernah meminta air wudhu, Humran menyebutkan hadits tentang sifat wudhu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ia berkata, “Kemudian Utsman membasuh kaki kanan sampai kedua mata kaki tiga kali, kaki kiri juga seperti itu.” 265 (25/1) Abu Bakar berkata, “Dalam hadits ini ada petunjuk bahwa dua mata kaki itu adalah dua tulang yang menonjol di dua sisi telapak kaki, karena seandainya mata kaki itu adalah tulang yang menonjol pada punggung telapak kaki, tentu kaki kanan hanya mempunyai satu mata kaki bukan dua.”
صحيح ابن خزيمة ١٦١: نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى، نا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ هِلَالِ بْنِ يَسَافٍ، عَنْ أَبِي يَحْيَى، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: رَجَعْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ مَكَّةَ إِلَى الْمَدِينَةِ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِمَاءٍ بِالطَّرِيقِ تَعَجَّلَ قَوْمٌ عِنْدَ الْعَصْرِ فَتَوَضَّئُوا وَهُمْ عِجَالٌ، فَانْتَهَيْنَا إِلَيْهِمْ وَأَعْقَابُهُمْ بِيضٌ تَلُوحُ لَمْ يَمَسَّهَا الْمَاءُ فَقَالَ: رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ أَسْبِغُوا الْوُضُوءَ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 161: Yusuf bin Musa mengabarkan kepada kami, Jarir mengabarkan kepada kami dari Manshur dari Hilal bin Yasaf, dari Abu Yahya dari Abdullah bin Amr, ia berkata, “—Saat— kami kembali dari Makkah ke Madinah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, hingga ketika kami menjumpai air di jalan, sekelompok orang segera berwudhu ketika waktu Ashar, mereka berwudhu dan mereka juga tergesa. Ketika kami sampai kepada mereka, sedang tumit-tumit mereka masih putih berkilat -sebagai tanda- belum tersentuh air. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Celaka bagi tumit-tumit yang tidak dibasuh; berupa neraka, sempurnakan wudhu kalian."268
صحيح ابن خزيمة ١٦٤: نا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، نا أَصْبُغُ بْنُ الْفَرَجِ، أَخْبَرَنِي ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ الْأَزْدِيُّ، حَدَّثَنِي قَتَادَةُ بْنُ دِعَامَةَ، نا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ تَوَضَّأَ وَتَرَكَ عَلَى ظَهَرِ قَدَمِهِ مِثْلَ مَوْضِعِ الظُّفْرِ، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ارْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ» نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَهْبٍ، نا عَمِّي بِمِثْلِهِ
Shahih Ibnu Khuzaimah 164: Muhammad bin Yahya mengabarkan kepada kami, Ashbagh bin Al Faraj mengabarkan kepada kami, Ibnu Wahb mengabarkan kepadaku, Jarir bin Hazim Al Azdi mengabarkan kepadaku, Qatadah bin Di’amah menceritakan kepadaku, Anas bin Malik menceritakan kepada kami, ia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ia telah berwudhu namun tidak membasuh seukuran kuku pada punggung telapak kakinya. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Kembalilah,baguskan wudhumu.”271 Ahmad bin Abdurrahman bin Wahab menceritakan kepada kami, pamanku menceritakan hadits yang sama kepada kami.