صحيح ابن حبان ٢١٧١: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ الْحَارِثِ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَتِمُّوا صُفُوفَكُمْ، فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ.
Shahih Ibnu Hibban 2171: Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Abdul A'la menceritakan kepada kami, Khalid bin Al Harits menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Anas, dia berkata: Rasulullah bersabda, “Sempumanakanlah shaf-shaf kalian, karena lurusnya shaf merupakan bagian dari kesempurnaan shalat.”630 [1:78]
صحيح ابن حبان ٢١٧٢: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي عَوْنٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَمَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ اللَّيْثِيِّ، عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ، عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ مَنَاكِبَنَا فِي الصَّلاَةِ وَيَقُولُ: اسْتَوُوا وَلاَ تَخْتَلِفُوا فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ لِيَلِيَنِّي مِنْكُمْ أُولُو الأَحْلاَمِ وَالنُّهَى، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ قَالَ أَبُو مَسْعُودٍ: وَأَنْتُمُ الْيَوْمَ أَشَدُّ اخْتِلاَفًا.
Shahih Ibnu Hibban 2172: Muhammad bin Ahmad bin Abu Aun mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Ammar menceritakan kepada kami, dia berkata: Waki menceritakan kepada kami dari Al A’masy, dari Umarah bin Umair Al-Laitsi, dari Abu Ma’mar, dari Abu Mas’ud, dia berkata, “Rasulullah mengusap bahu-bahu kami ketika akan shalat, lalu bersabda, “Luruslah dan jangan berselisih, karena akan menyebabkan hati kalian berselisih. Hendaklah yang berada di dekatku orang-orang yang dewasa dan pandai, kemudian orang- orang yang sesudah mereka, lalu orang-orang yang sesudah mereka’.” Abu Mas’ud berkata, “Sekarang kalian sangat berselisih.” 631 [1:102]
صحيح ابن حبان ٢١٧٣: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّامِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ الْمَقَابِرِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي حُمَيْدٌ الطَّوِيلُ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَجْهِهِ حِينَ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ قَبْلَ أَنْ يُكَبِّرَ فَقَالَ: أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ وَتَرَاصُّوا، فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي.
Shahih Ibnu Hibban 2173: Muhammad bin Abdurrahman As-Sami mengabarkan kepada kami, dia berkata: Yahya bin Ayyub Al Maqabiri menceritakan kepada kami, dia berkata: Ismail bin Ja'far menceritakan kepada kami, dia berkata: Humaid Ath-Thawil menceritakan kepadaku dari Anas bin Malik, dia berkata: Rasulullah menghadapkan wajahnya kepada kami ketika berdiri hendak menunaikan shalat sebelum takbir, lalu bersabda, “Luruskan shaf kalian dan rapatkanlah, karena aku melihat kalian dari belakang punggungku” 632 [5:24]
صحيح ابن حبان ٢١٧٤: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: سَوُّوا صُفُوفَكُمْ، فَإِنُّ تَسْوِيَةُ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ.
Shahih Ibnu Hibban 2174: Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Al Walid Ath-Thayalisi menceritakan kepada kami, dia berkata: Syubah menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Anas, dari Nabi , beliau bersabda, “Luruskan shaf kalian, karena lurusnya shaf merupakan bagian dari kesempurnaan shalat.” [1:95]
صحيح ابن حبان ٢١٧٥: أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ الْمِنْهَالِ بْنِ أَخِي الْحَجَّاجِ الْعَطَّارُ، بِالْبَصْرَةِ، قَالَ: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُعَاذِ بْنِ مُعَاذٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا سِمَاكٌ، قَالَ: سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ، وَهُوَ يَخْطُبُ وَيَقُولُ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَوِّي الصَّفَّ حَتَّى يَدَعَهُ مِثْلَ الْقِدْحِ أَوِ الرُّمْحِ، فَرَأَى صَدْرَ رَجُلٍ نَاتِئًا مِنَ الصَّفِّ فَقَالَ: عِبَادَ اللهِ لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ.
Shahih Ibnu Hibban 2175: Sulaiman bin Al Hasan bin Al Minhal bin Akhi Al Hajjaj Al Aththar mengabarkan kepada kami di Bashrah, dia berkata: Ubaidillah bin Mu'adz bin Mu'adz menceritakan kepada kami, dia berkata: Ayahku menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'bah menceritakan kepada kami, dia berkata: Simak menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar An-Nu'man bin Basyir berkhutbah dan berkata, “Rasulullah meluruskan shaf hingga membiarkannya seperti anak panah atau tombak. Lalu beliau melihat dada seorang laki-laki keluar dari shaf (tidak lurus), maka beliau bersabda, “Wahai hamba-hamba Allah, luruskanlah shaf-shaf kalian, atau Allah akan merubah wajah-wajah kalian 634 [1:95]
صحيح ابن حبان ٢١٧٦: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي غَنِيَّةَ، عَنْ زَكَرِيَّا بْنِ أَبِي زَائِدَةَ، عَنْ أَبِي الْقَاسِمِ الْجَدَلِيِّ، قَالَ: سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ، يَقُولُ: أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَجْهِهِ فَقَالَ: أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ- ثَلاَثًا- وَاللَّهِ لَتُقِيمُنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ قَالَ: فَرَأَيْتُ الرَّجُلَ يُلْزِقُ كَعْبَهُ بِكَعْبِ صَاحِبِهِ وَمَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ.أَبُو الْقَاسِمِ الْجَدَلِيُّ هَذَا اسْمُهُ حُسَيْنُ بْنُ الْحَارِثِ مِنْ جَدِيلَةَ قَيْسٍ مِنْ ثِقَاتِ الْكُوفِيِّينَ.
Shahih Ibnu Hibban 2176: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Harun bin Ishaq menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi Ghunayyah menceritakan kepada kami dari Zakariya bin Abi Zaidah, dari Abu Al Qasim Al Jadali, dia berkata: Aku mendengar An-Nu'man bin Basyir berkata: Rasulullah menghadapkan wajahnya kepada kami, lalu bersabda, “ Luruskan shaf-shaf kalian —tiga kali—. Demi Allah, kalian harus meluruskan shaf- shaf kalian, atau Allah merubah hati kalian.” An-Nu'man berkata, “Lalu kulihat seorang laki-laki menempelkan tumitnya pada tumit temannya dan bahunya pada bahu temannya.” 635 [1:95] Abu Al Qasim Al Jadali namanya adalah Husain bin Al Harits636. Dia berasal dari suku Qais dan termasuk perawi tsiqah dari Kufah.
صحيح ابن حبان ٢١٧٧: أَخْبَرَنَا ابْنُ قُتَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي السَّرِيِّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَقِيمُوا الصَّفَّ فِي الصَّلاَةِ، فَإِنَّ إِقَامَةَ الصَّفِّ مِنْ حُسْنِ الصَّلاَةِ.
Shahih Ibnu Hibban 2177: Ibnu Qutaibah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi As-Sari menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, dia berkata: Ma’mar mengabarkan kepada kami dari Hammam bin Munabbih, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda, “Luruskan shaf kalian dalam shalat, karena lurusnya shaf merupakan bagian dari shalat yang baik."637 [1:95]
صحيح ابن حبان ٢١٧٨: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ الْعَبْدِيُّ، قَالَ: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ، عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ مَنَاكِبَنَا فِي الصَّلاَةِ وَيَقُولُ: لاَ تَخْتَلِفُوا فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ وَلْيَلِنِي مِنْكُمْ أُولُو الأَحْلاَمِ وَالنُّهَى، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ.
Shahih Ibnu Hibban 2178: Al Fadhl bin Al Hubab mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Katsir Al Abdi menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan Ats-Tsauri mengabarkan kepada kami dari Al A'masy, dari Umarah bin Umair, dari Abu Ma'mar, dari Abu Mas'ud, dia berkata: Rasulullah mengusap bahu-bahu kami ketika akan shalat, lalu bersabda, “Janganlah kalian berselisih, karena akan menyebabkan hati kalian berselisih. Hendaklah yang berada di dekatku orang-orang yang dewasa dan pandai, kemudian orang-orang sesudah mereka, lalu orang-orang sesudah mereka."638 [2:43]
صحيح ابن حبان ٢١٧٩: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَحْسِنُوا إِقَامَةَ الصُّفُوفِ فِي الصَّلاَةِ، وَخَيْرُ صُفُوفِ الْقَوْمِ فِي الصَّلاَةِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ فِي الصَّلاَةِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا.
Shahih Ibnu Hibban 2179: Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, Al Qa*nabi menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami dari Al Ala, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, “Luruskanlah shaf dengan baik saat shalat. Shaf terbaik laki-laki dalam shalat adalah shaf pertama, dan shaf terburuk adalah shaf terakhir. Sebaik-baik shaf perempuan dalam shalat adalah shaf terakhir, dan shaf terburuk adalah shaf pertama’ 639 [1:78]
صحيح ابن حبان ٢١٨٠: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زُهَيْرٍ أَبُو يَعْلَى بِالْأُبُلَّةِ، قَالَ: حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ نَصْرٍ، قَالَ: أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ، عَنْ أَبِي مَعْشَرٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: لِيَلِيَنِّي مِنْكُمْ أُولُو الأَحْلاَمِ وَالنُّهَى، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، وَلاَ تَخْتَلِفُوا فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ وَإِيَّاكُمْ وَهَيْشَاتِ الأَسْوَاقِ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَبُو مَعْشَرٍ هَذَا زِيَادُ بْنُ كُلَيْبٍ كُوفِيٌّ ثِقَةٌ وَلَيْسَ هَذَا بِأَبِي مَعْشَرٍ السِّنْدِيِّ، فَإِنَّهُ مِنْ ضُعَفَاءِ الْبَغْدَادِيِّينَ.
Shahih Ibnu Hibban 2180: Muhammad bin Zuhair Abu Yala mengabarkan kepada kami di Ubullah, dia berkata: Nadhr bin Ali bin Nashr menceritakan kepada kami, dia berkata: Yazid bin Zurai mengabarkan kepada kami dari Khalid Al Hadzdza, dari Abu Ma'syar, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Abdullah, dari Nabi , beliau bersabda, “Hendaklah yang berada di dekatku di antara kalian adalah orang- orang yang dewasa dan pandai, kemudian orang-orang sesudah mereka, lalu orang-orang sesudah mereka. Janganlah kalian berselisih, karena akan menyebabkan hati kalian berselisih. Jauhilah suara bising seperti bisingnya pasar’ 640 [1:95] Abu Hatim RA berkata, “Abu Ma'syar adalah Ziyad bin Kulaib. Dia orang Kufah yang tsiqa. Dia bukan Abu Ma'syar As- Sindi, karena orang ini termasuk perawi dha ’if di Baghdad.”