صحيح ابن حبان ١٥٦١: أَخْبَرَنَا ابْنُ قُتَيْبَةَ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي السَّرِيِّ، حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ، حَدَّثَنَا كَهْمَسُ بْنُ الْحَسَنِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْمُغَفَّلِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ لِمَنْ شَاءَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ.
Shahih Ibnu Hibban 1561: Ibnu Qutaibah telah mengabarkan kepada kami, Ibnu Abu As-Sari telah menceritakan kepada kami, Al Mu’tamar bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami, Kahmas bin Al Hasan telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Abdullah bin Buraidah dari Abdullah bin Al Mughaffal, ia berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, 'Di antara setiap dua adzan terdapat shalat bagi siapa yang menginginkannya' Beliau mengulangi ucapannya tersebut sebanyak tiga kali ” 543 [38:3]
صحيح ابن حبان ١٥٦٢: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ الدَّوْرَقِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ هِلاَلِ بْنِ يِسَافٍ، عَنْ وَهْبِ بْنِ الأَجْدَعِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ يُصَلَّى بَعْدَ الْعَصْرِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ الشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ.
Shahih Ibnu Hibban 1562: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ya’qub Ad-Dauraqi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Jarir telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Manshur dari Hilal bin Yisaf dari Wahab bin Ajda’ dari Ali bin Abu Thalib, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, “Tidak diperbolehkan shalat setelah Ashar, kecuali jika matahari masih tinggi”544 [8:2]
صحيح ابن حبان ١٥٦٣: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، وَوَصِيفُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْحَافِظُ، بِأَنْطَاكِيَةَ قَالاَ: حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَسَدُ بْنُ مُوسَى، قَالَ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ قَيْسِ بْنِ قَهْدٍ: أَنَّهُ صَلَّى مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصُّبْحَ، وَلَمْ يَكُنْ رَكَعَ رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ، فَلَمَّا سَلَّمَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ يَرْكَعُ رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ، وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ فَلَمْ يُنْكِرْ ذَلِكَ عَلَيْهِ.
Shahih Ibnu Hibban 1563: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah dan Washif bin Abdullah Al Hafiz keduanya mengabarkan kepada kami ketika di Anthakiyah, keduanya berkata, Asad bin Musa telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Al Laits bin Sa’ad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya bin Sa’id telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari ayahnya dari kakeknya yang bernama Qais bin Qahd545 bahwa dia shalat Shubuh bersama dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan dia belum melakukan shalat sunnah fajar. Lalu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah salam, dia kembali berdiri melakukan shalat sunnah fajar, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat apa yang dilakukannya, namun beliau tidak memberikan penolakan atas apa yang telah dikerjakannya” 546 [8:2J
صحيح ابن حبان ١٥٦٤: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ عَطَاءٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ الأَسْوَدِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَةً، فَلَمَّا قَضَى صَلاَتَهُ إِذَا هُوَ بِرَجُلَيْنِ فِي مُؤَخَّرِ النَّاسِ، فَأَمَرَ فَجِيءَ بِهِمَا تُرْعَدُ فَرَائِصُهُمَا، فَقَالَ لَهُمَا: مَا حَمَلَكُمَا عَلَى أَنْ لاَ تُصَلِّيَا مَعَنْا قَالاَ: يَا نَبِيَّ اللهِ صَلَّيْنَا فِي رِحَالِنَا، ثُمَّ أَقْبَلْنَا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا صَلَّيْتُمَا فِي رِحَالِكُمَا ثُمَّ أَدْرَكْتُمَا الصَّلاَةَ، فَصَلِّيَا، فَإِنَّهَا لَكُمَا نَافِلَةٌ.
Shahih Ibnu Hibban 1564: Al Fadhl bin Al Hubbab telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ya’la bin Atha telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Jabir bin Yazid bin Al Aswad dari ayahnya, ia berkata, “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan shalat. Setelah beliau selesai shalat, beliau menemukan dua orang di belakang barisan jama’ah tidak ikut shalat. Beliau memanggil kedua orang itu, lalu keduanya dihadapkan dengan tubuh gemetaran. Beliau bertanya kepada mereka, “Apa yang menghalangimu sehingga tidak ikut shalat bersama kami ?” Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, kami telah mengerjakan shalat dalam perjalanan kami”. Beliau bersabda, "Janganlah kalian berdua berbuat demikian, bila kalian berdua telah mengerjakan shalat di perjalanan, kemudian kalian masih bisa menemukan shalat (karena waktu shalat yang telah dikerjakan masih ada, penerj), maka shalatlah kalian berdua, karena hal itu menjadi sunah bagi kalian berdua.”547 [8:2]
صحيح ابن حبان ١٥٦٥: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ الدُّولاَبِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، قَالَ: أَخْبَرَنَا يَعْلَى بْنُ عَطَاءٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ الأَسْوَدِ الْعَامِرِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَّتَهُ، فَصَلَّيْتُ مَعَهُ صَلاَةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ الْخَيْفِ مِنْ مِنًى، فَلَمَّا قَضَى صَلاَتَهُ إِذَا رَجُلاَنِ فِي آخِرِ النَّاسِ لَمْ يُصَلِّيَا، فَأُتِيَ بِهِمَا تُرْعَدُ فَرَائِصُهُمَا، فَقَالَ: مَا مَنَعَكُمَا أَنْ تُصَلِّيَا مَعَنْا؟ قَالاَ: يَا رَسُولَ اللهِ، كُنَّا قَدْ صَلَّيْنَا فِي رِحَالِنَا، قَالَ: فَلاَ تَفْعَلاَ، إِذَا صَلَّيْتُمَا فِي رِحَالِكُمَا، ثُمَّ أَتَيْتُمَا مَسْجِدَ جَمَاعَةٍ، فَصَلِّيَا مَعَهُمْ، فَإِنَّهَا لَكُمَا نَافِلَةٌ.قَالَ الشَّيْخُ: قَوْلُهُ فَلاَ تَفْعَلاَ لَفْظَةُ زَجْرٍ مُرَادُهَا ابْتِدَاءُ أَمْرٍ مُسْتَأْنَفٍ.
Shahih Ibnu Hibban 1565: Ahmad bin Ali bin Mutsanna telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Shabah Ad-Dulabi telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Husyaim telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ya’la bin Atha telah mengabarkan kepada kami sebuah hadits dari Jabir bin Yazid bin Al Aswad Al Amiri dari ayahnya, ia berkata, “Aku telah menyaksikan hajinya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan aku mengerjakan shalat Shubuh bersama beliau di Masjid Al Khaif di Mina. Pada saat beliau telah selesai shalat, beliau mendapatkan dua orang di belakang barisan jama’ah tidak ikut shalat. Beliau memanggil kedua orang itu, lalu keduanya dihadapkan dengan tubuh gemetaran. Beliau bertanya kepada mereka, "Apa yang menghalangimu sehingga tidak ikut shalat bersama kami?". Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, kami telah mengerjakan shalat dalam peijalanan kami”. Beliau bersabda, "Janganlah kalian berdua berbuat demikian, bila kalian berdua telah mengerjakan shalat di perjalanan, kemudian kalian berdua mendatangi masjid yang sedang dilaksanakan shalat berjamaah, maka shalatlah kalian berdua bersama mereka, karena hal itu menjadi sunnah bagi kalian berdua”548 [8:2] Asy-Syaikh berkata, “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian berdua berbuat demikian”, adalah lafazh sanggahan namun bertujuan perintah.
صحيح ابن حبان ١٥٦٦: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: لاَ يَتَحَرَّ أَحَدُكُمْ فَيُصَلِّي عِنْدَ طُلُوعِ الشَّمْسِ، وَلاَ عِنْدَ غُرُوبِهَا.
Shahih Ibnu Hibban 1566: Abu Khalifah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Al Qa’nabi telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Malik dari Nafi’ dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda, “Janganlah seorang di antara kalian memilih waktu hingga akhirnya shalat pada saat matahari terbit atau ketika matahari sedang terbenam” 549 [8:2]
صحيح ابن حبان ١٥٦٧: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا بُنْدَارٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى، قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا بَرَزَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فَأَمْسِكُوا عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى يَسْتَوِيَ، فَإِذَا غَابَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فَأَمْسِكُوا عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى يَغِيبَ.
Shahih Ibnu Hibban 1567: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Bundar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Hisyam bin Urwah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ayahku telah menceritakan kepadaku sebuah hadits dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Apabila pinggiran matahari telah kelihatan, maka tangguhkanlah shalat sampai matahari naik sejajar. Dan apabila pinggiran matahari mulai terbenam, maka tangguhkanlah shalat sampai terbenam'. 550 [8:2]
صحيح ابن حبان ١٥٦٨: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنِ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْعَصْرِ، فَقَالَتْ: صَلِّ، إِنَّمَا نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الصَّلاَةِ إِذَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ.
Shahih Ibnu Hibban 1568: Umar bin Muhammad Al Hamdani telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Muhammad telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Al Miqdam bin Syuraih dari ayahnya, ia berkata, Aku bertanya kepada Aisyah mengenai shalat setelah Ashar, ia menjawab, “Shalatlah, sesungguhnya shalat yang dilarang oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hanya shalat yang dilakukan ketika matahari terbit” 551 [8:2]
صحيح ابن حبان ١٥٦٩: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيِّ بْنِ بَحْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ تَحَرَّوْا بِصَلاَتِكُمْ طُلُوعَ الشَّمْسِ وَلاَ غُرُوبَهَا، فَإِنَّهَا تَغْرُبُ بَيْنَ قَرْنَيِ الشَّيْطَانِ.
Shahih Ibnu Hibban 1569: Umar bin Muhammad Al Hamdani telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Amru bin Ali bin Bahr telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya bin Sa’id telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Hisyam bin Urwah, ia berkata, 'Ayahku telah mengabarkan kepadaku sebuah hadits dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, “Janganlah kalian memilih waktu hingga akhirnya shalat pada saat matahari terbit atau ketika matahari sedang terbenam, sebab matahari terbenam di antara dua tanduk syetan'. ” 552 [8:2]
صحيح ابن حبان ١٥٧٠: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الأَسْوَدِ، وَمَسْرُوقٍ، قَالاَ: نَشْهَدُ عَلَى عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ: مَا مِنْ يَوْمٍ كَانَ يَأْتِي عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلاَّ صَلَّى بَعْدَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ.
Shahih Ibnu Hibban 1570: Al Fadhl bin Al Hubbab telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Katsir telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Syu’bah dari Abu Ishaq dari Al Aswad dan Masruq, keduanya berkata, “Kami bersaksi bahwa Aisyah telah berkata, 'Tidak ada hari yang dilalui oleh Rasulullah kecuali beliau mengerjakan shalat dua raka 'at setelah shalat Ashar".553 [8:2]