Hasil Pencarian: wudhu 1334 Hadits

Shahih Ibnu Khuzaimah #61

صحيح ابن خزيمة ٦١: ثنا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ، ثنا أَبُو عَوَانَةَ، وَحَدَّثَنَا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ، ثنا وَكِيعٌ كِلَاهُمَا، عَنِ الْأَعْمَشِ، وَحَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، ثنا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ شُعْبَةَ، وَحَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ الْعَسْكَرِيُّ، ثنا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ سُلَيْمَانَ وَهُوَ الْأَعْمَشُ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ حُذَيْفَةَ، «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى سُبَاطَةَ قَوْمٍ فَبَالَ قَائِمًا، ثُمَّ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 61: Ahmad bin Abdah Adh-Dhabbi menceritakan kepada kami, Abu Awanah menceritakan kepada kami, Salam bin Junadah menceritakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami, keduanya dari Al A'masy, Abu Musa Muhammad bin Al Mutsanna menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Adi menceritakan kepada kami dari Syu'bah, Bisyr bin Khalid Al Askari menceritakan kepada kami, Muhammad —maksudnya adalah Ibnu Ja’far— menceritakan kepada kami dari Syu’bah dari Sulaiman —Ia adalah Al A’masy— dari Abu Wa'il dari Hudzaifah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mendatangi tempat sampah suatu kaum, lalu beliau buang air kecil sambil berdiri, kemudian beliau berwudhu dan mengusap dua khuf beliau.” 160

Musnad Syafi'i #63

مسند الشافعي ٦٣: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَغْتَسِلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهُمَا فِي الْإِنَاءِ، ثُمَّ يَغْسِلُ فَرْجَهُ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ يُشَرِّبُ شَعْرَهُ الْمَاءَ، ثُمَّ يَحْثِي عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَثَيَاتٍ

Musnad Syafi'i 63: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Hisyam, dari ayahnya, dari Aisyah , ia berkata, “Rasulullah apabila hendak mandi jinabat, beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan sebelum memasukkan keduanya ke dalam wadah. Kemudian beliau membasuh kemaluannya, lalu melakukan wudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu menyela-nyelakan air pada rambutnya, kemudian menciduk 3 kali cidukan air untuk membasuh kepalanya.” 70

Sunan Daruquthni #64

سنن الدارقطني ٦٤: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ , نا شُعْبَةُ , عَنْ مُغِيرَةَ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «كُلُّ نَفْسٍ سَائِلَةٌ لَا يُتَوَضَّأُ مِنْهَا , وَلَكِنْ رُخِّصَ فِي الْخُنْفِسَاءِ وَالْعَقْرَبِ وَالْجَرَادِ وَالْجُدْجُدِ إِذَا وَقَعْنَ فِي الرِّكَاءِ فَلَا بَأْسَ بِهِ» . قَالَ شُعْبَةُ: وَأَظُنُّهُ قَدْ ذَكَرَ الْوَزَغَةَ

Sunan Daruquthni 64: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Walid mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ja'far mengabarkan kepada kami, Syu'bah mengabarkan kepada kami, dari Mughirah, dari Ibrahim, bahwa ia mengatakan: "Setiap yang memiliki jiwa mengalir (yakni darah yang mengalir), maka (bekasnya) tidak boleh dipakai wudhu, namun dalam hal ini dikecualikan kumbang, kalajengking, belalang dan jangkrik bila terjatuh ke dalam bak air, maka tidak apa-apa." Syu'bah mengatakan: "Aku kira ia juga menyebutkan cicak."

Grade

Shahih Ibnu Khuzaimah #75

صحيح ابن خزيمة ٧٥: حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي يُونُسُ بْنُ يَزِيدَ، وَحَدَّثَنَا يُونُسُ، أَيْضًا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَنَّ مَالِكًا حَدَّثَهُ، وَحَدَّثَنَا عُتْبَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ، أَخْبَرَنَا يُونُسُ، وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَكِيمٍ، ثنا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ، أَخْبَرَنَا يُونُسُ، وَمَالِكٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْثِرْ، وَمَنِ اسْتَجْمَرَ فَلْيُوتِرْ» وَفِي حَدِيثِ ابْنِ الْمُبَارَكِ، أَخْبَرَنِي أَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيُّ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ. سَمِعْتُ يُونُسَ يَقُولُ: سُئِلَ ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ مَعْنَى قَوْلِهِ: «وَمَنِ اسْتَجْمَرَ فَلْيُوتِرْ» قَالَ: فَسَكَتَ ابْنُ عُيَيْنَةَ، فَقِيلَ لَهُ أَتَرْضَى بِمَا قَالَ مَالِكٌ؟ قَالَ: «وَمَا قَالَ مَالِكٌ؟» قِيلَ: قَالَ مَالِكٌ: الِاسْتِجْمَارُ الِاسْتِطَابَةُ بِالْأَحْجَارِ، فَقَالَ ابْنُ عُيَيْنَةَ: إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُ مَالِكٍ كَمَا قَالَ الْأَوَّلُ: [البحر البسيط] وَابْنُ اللَّبُونِ إِذَا مَا لُزَّ فِي قَرْنٍ ... لَمْ يَسْتَطِعْ صَوْلَةً الْبُزْلِ الْقَنَاعِيسِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 75: Yunus bin Abdul A’la menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, Yunus bin Yazid mengabarkan kepadaku, Utbah bin Abdullah menceritakan kepada kami, Ibnu Al Mubarak mengabarkan kepada kami, Yunus mengabarkan kepada kami; dan Yahya bin Hakim menceritakan kepada kami, Utsman bin Umar menceritakan kepada kami, Yunus dan Malik mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri dari Abu Idris Al Khaulani dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa berwudhu, maka hiruplah air ke dalam hidung lalu keluarkan, dan barangsiapa bersuci dengan batu, ganjilkan jumlahnya.” 178 Dalam hadits Ibnu Al Mubarak disebutkan, “Abu Idris Al Khaulani mengabarkan kepadaku bahwa ia mendengar Abu Hurairah, Abu Thahir mengabarkan kepada kami, Abu Bakar menceritakan kepada kami, ia berkata, 'Aku mendengar Yunus berkata, ‘Ibnu Uyainah ditanya tentang arti sabda Nabi, Man istajmara falyuutir” (Barangsiapa bersuci dengan batu, ganjilkanlah jumlahnya) Yunus berkata, ‘Lalu Ibnu Uyainah terdiam’ Ia-pun ditanya, ‘Apakah engkau ridha dengan apa yang dikatakan Malik?’ Ia balik bertanya, ‘Apa yang Malik katakan?’ Dijawab, ‘Malik berkata, ‘Al Istijmar itu bersuci dengan batu:’ Ibnu Uyainah berkata, ‘Sesungguhnya perumpamaan aku dan Malik adalah seperti yang dikatakan Al Awwal, ‘Unta Ibnu Labun bila ditusuk di bagian tanduk tak mampu menerkam kambing- kambing besar’.”

Sunan Daruquthni #77

سنن الدارقطني ٧٧: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْمَدَنِيُّ , نا مَالِكٌ , قَالَ الْمَحَامِلِيُّ , وَنا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , عَنْ مَالِكٍ , ح وَثنا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا الْقَعْنَبِيُّ، عَنْ مَالِكٍ , عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ , مِنْ آلِ بَنِي الْأَزْرَقِ , أَنَّ الْمُغِيرَةِ بْنَ أَبِي بُرْدَةَ وَهُوَ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ أَخْبَرَهُ , أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ وُنَحْمِلُ مَعَنَا الْقَلِيلَ مِنَ الْمَاءِ فَإِنْ تَوَضَّأْنَا بِهِ عَطِشْنَا أَفَنَتَوَضَّأُ بِمَاءِ الْبَحْرِ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ» . الْحَدِيثُ عَلَى لَفْظِ الْقَعْنَبِيِّ , وَاخْتَصَرَهُ ابْنُ مَهْدِيٍّ

Sunan Daruquthni 77: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ahmad bin Isma'il Al Madani mengabarkan kepada kami, Malik mengabarkan kepada kami, Al Mahamili mengatakan: Ya'qub bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin mahdi menceritakan kepada kami, dari Malik {h}, Ahmad bin Manshur menceritakan kepada kami, Al Qa'nabi mengabarkan kepada kami, Malik mengabarkan kepada kami, dari Shafwan bin Sulaim, dari Sa'id bin Salamah, dari keluarga Ibnu Al Azraq, bahwa Al Mughirah bin Abu Burdah, yaitu dari Bani Abduddar, memberitahukan kepadanya, bahwa ia mendengar Abu Hurairah RA menuturkan, "Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, ia mengatakan, 'Wahai Rasulullah! Kami biasa mengarungi lautan dengan membawa persediaan air yang sedikit. Bila kami berwudhu dengannya maka kami akan kehausan, apakah boleh kami berwudhu dengan air laut?' Rasulullah SAW menjawab, 'Ya (laut itu) airnya suci lagi menyucikan dan bangkainya halal (dimakan)." Hadits ini sesuai dengan lafazh Al Qa'nabi dan diringkas oleh Ibnu Mahdi.

Grade

Sunan Daruquthni #78

سنن الدارقطني ٧٨: حَدَّثَنَا الْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَنْصُورٍ الْفَقِيهُ أَبُو إِسْمَاعِيلَ الْبَطِّيخِيُّ , نا أَبُو أَيُّوبَ سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ غَزْوَانَ , نا الْأَوْزَاعِيُّ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ: سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْوُضُوءِ بِمَاءِ الْبَحْرِ , فَقَالَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ»

Sunan Daruquthni 78: Al Qadhi Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Manshur Al Faqih Abu Isma'il Al Biththikhi mengabarkan kepada kami, Abu Ayyub Sulaiman bin Abdurrahman mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ghazwan mengabarkan kepada kami, Al Auza'i mengabarkan kepada kami, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan, Nabi SAW ditanya tentang berwudhu dengan air laut, beliau pun menjawab: "Ia (laut itu) airnya suci lagi mensucikan dan bangkainya halal (dimakan)."

Grade

Sunan Daruquthni #79

سنن الدارقطني ٧٩: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيِّ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَهْمٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْقُدَّامِيُّ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ مَاءِ الْبَحْرِ أَنَتَوَضَّأُ مِنْهُ , فَقَالَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ»

Sunan Daruquthni 79: Muhammad bin Isma'il Al Farisi menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim bin Sahm mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Muhammad Al Qudami mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Sa'd mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Sa'id bin Al Musayyab, dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan, Rasulullah SAW ditanya tentang air laut, apakah boleh digunakan untuk wudhu? Beliau menjawab: "Ia (laut itu) airnya suci lagi mensucikan dan bangkainya halal (dimakan)."

Grade

Sunan Daruquthni #81

سنن الدارقطني ٨١: حَدَّثَنَا أَبُو هَاشِمٍ عَبْدُ الْغَافِرِ بْنُ سَلَامَةَ الْحِمْصِيُّ , قَالَ: وَجَدْتُ فِي كِتَابِي عَنْ يَحْيَى بْنِ عُثْمَانَ بْنِ سَعِيدٍ الْحِمْصِيِّ , نا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الزُّبَيْدِيِّ , عَنْ بِشْرِ بْنِ مَنْصُورٍ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ , وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ سُهَيْلٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي الْأَخْيَلِ الْحِمْصِيُّ , حَدَّثَنِي أَبِي , نا بَقِيَّةُ , حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ , عَنْ بِشْرِ بْنِ مَنْصُورٍ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدِ بْنِ جُدْعَانَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ , عَنْ سَلْمَانَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا سَلْمَانُ كُلُّ طَعَامٍ وَشَرَابٍ وَقَعَتْ فِيهِ دَابَّةٌ لَيْسَ لَهَا دَمٌ فَمَاتَتْ فِيهِ فَهُوَ حَلَالٌ أَكْلُهُ وَشُرْبُهُ وَوُضُوؤُهُ» . لَمْ يَرْوِهِ غَيْرُ بَقِيَّةَ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الزُّبَيْدِيِّ وَهُوَ ضَعِيفٌ

Sunan Daruquthni 81: Abu Hasyim Abdul Ghafir bin Salamah Al Himshi menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Aku temukan di dalam bukuku: Dari Yahya bin Utsman bin Sa'id Al Himshi, Baqiyyah bin Al Walid mengabarkan kepada kami, dari Sa'id bin Abu Sa'id AzZubaidi, dari Bisyr bin Manshur, dari Ali bin Zaid {h}, Muhammad bin Humaid bin Suhail mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Abu Al Akhyal Al Himshi mengabarkan kepada kami, ayahku mengabarkan kepadaku, Baqiyyah mengabarkan kepada kami, Sa'id bin Abu Sa'id menceritakan kepadaku, dari Bisyr bin Manshur, dari Ali bin Zaid bin Jud'an, dari Sa'id bin Al Musayyab, dari Salman, ia mengatakan, Rasulullah SAW berkata, "Wahai Salman, setiap makanan dan minuman yang kejatuhan binatang yang tidak memiliki darah, maka halal untuk dimakan, diminum dan digunakan berwudhu."* Hadits ini hanya diriwayatkan oleh Baqiyyah, dari Sa'id bin Abu Sa'id Az-Zubaidi. Ia seorang perawi yang dinilai lemah.

Grade

Sunan Daruquthni #84

سنن الدارقطني ٨٤: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَتْحِ الْقَلَانِسِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ سَعِيدٍ الْبَزَّازُ , نا عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدٍ الْأَعْشَمُ , نا فُلَيْحٌ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُتَوَضَّأَ بِالْمَاءِ الْمُشَمَّسِ أَوْ يُغْتَسَلَ بِهِ , وَقَالَ: «إِنَّهُ يُورِثُ الْبَرَصَ» . عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدٍ الْأَعْشَمُ مُنْكَرُ الْحَدِيثِ , وَلَمْ يَرْوِهِ عَنْ فُلَيْحٍ غَيْرُهُ , وَلَا يَصِحُّ عَنِ الزُّهْرِيِّ

Sunan Daruquthni 84: Muhammad bin Al Fath Al Qalanisi mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Al Husain bin Sa'id Al Bazzaz mengabarkan kepada kami, Amr bin Muhammad Al A'syam mengabarkan kepada kami, Fulaih mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, ia mengatakan, "Rasulullah SAW melarang berwudhu atau mandi dengan air yang terjemur matahari, dan beliau mengatakan, 'Sesungguhnya itu bisa menimbulkan penyakit sopak'."* Amr bin Muhammad Al A'syam adalah munkarul hadits (orang yang haditsnya diingkari). Tidak ada yang meriwayatkannya dari Fulaih selain dia, dan tidak benar bahwa itu dari Az-Zuhri.

Grade

Shahih Ibnu Khuzaimah #85

صحيح ابن خزيمة ٨٥: نا مُحَمَّدُ بْنُ خَالِدِ بْنِ خِدَاشٍ الزَّهْرَانِيُّ، نا سَالِمُ بْنُ قُتَيْبَةَ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي مَيْمُونَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا ذَهَبَ لِحَاجَتِهِ ذَهَبْتُ مَعَهُ بِعُكَّازٍ وَإِدَاوَةٍ، فَإِذَا خَرَجَ مَسَحَ بِالْمَاءِ، وَتَوَضَّأَ مِنَ الْإِدَاوَةِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 85: Muhammad bin Khalid bin Khaddasy Az-Zahrani mengabarkan kepada kami, Salim bin Qutaibah mengabarkan kepada kami, dari Syu’bah, dari Atha' bin Abu Maimunah dari Anas bin Malik, bahwa dulu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bila pergi untuk membuang hajat, aku menyertai beliau dengan membawa tongkat dan kantong kulit. Bila beliau keluar, beliau mengusap dengan air dan berwudhu dari kantong kulit itu.”189