Hasil Pencarian: wudhu 1334 Hadits

Shahih Ibnu Khuzaimah #106

صحيح ابن خزيمة ١٠٦: نا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ، نا سُفْيَانُ قَالَ: سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ الْمُنْكَدِرِ يَقُولُ: سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ: " مَرِضْتُ فَجَاءَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُنِي، وَأَبُو بَكْرٍ مَاشِيَيْنِ، فَوَجَدَنِي قَدْ أُغْمِيَ عَلَيَّ فَتَوَضَّأَ فَصَبَّهُ عَلَيَّ فَأَفَقْتُ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ أَصْنَعُ فِي مَالِي؟ كَيْفَ أَمْضِيَ فِي مَالِي؟ فَلَمْ يُجِبْنِي بِشَيْءٍ حَتَّى نَزَلَتْ آيَةُ الْمِيرَاثِ: {إِنِ امْرُؤٌ هَلَكَ لَيْسَ لَهُ وَلَدٌ وَلَهُ أُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ} [النساء: 176] الْآيَةَ " وَقَالَ مَرَّةً: «حَتَّى نَزَلَتْ آيَةُ الْكَلَالَةِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 106: Abdul Jabbar bin Al Ala' mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata, aku mendengar Muhammad bin Al Munkadir (18-1) berkata, Aku mendengar Jabir bin Abdullah berkata, “Aku pernah sakit, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Abu Bakar menjengukku dengan beijalan kaki. Beliau mendapatiku dalam keadaan pingsan, lalu beliau berwudhu dan menuangkan air kepadaku, akupun sadar. Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa yang dapat ku lakukan pada hartaku? Bagaimana aku meninggalkan hartaku? Beliau tidak menjawab apa-apa hingga turun ayat tentang waris, ‘Jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya." (Qs. An-Nisaa' [4]: 176). Dalam satu kesempatan, Jabir berkata, “hingga turun ayat kalaalah.” 211

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Isnaduhu Shahih Sesuai Syarat Muslim,

Shahih Ibnu Khuzaimah #107

صحيح ابن خزيمة ١٠٧: نا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدٍ، نا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ، نا الْأَسْوَدُ بْنُ قَيْسٍ، عَنْ نُبَيْحٍ الْعَنَزِيِّ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: سَافَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَضَرَتِ الصَّلَاةُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمَا فِي الْقَوْمِ طَهُورٌ؟» قَالَ: فَجَاءَ رَجُلٌ بِفَضْلِ مَاءٍ فِي إِدَاوَةٍ قَالَ: فَصَبَّهُ فِي قَدَحٍ فَتَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ثُمَّ إِنَّ الْقَوْمَ أَتَوْا بَقِيَّةَ الطَّهُورِ، فَقَالَ: تَمَسَّحُوا بِهِ، فَسَمِعَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «عَلَى رِسْلِكُمْ» فَضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ فِي الْقَدَحِ فِي جَوْفِ الْمَاءِ، ثُمَّ قَالَ: «أَسْبِغُوا الطُّهُورَ» ، فَقَالَ جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ: وَالَّذِي أَذْهَبَ بَصَرِي قَالَ: وَكَانَ قَدْ ذَهَبَ بَصَرُهُ لَقَدْ رَأَيْتُ الْمَاءَ يَنْبُعُ مِنْ بَيْنِ أَصَابِعِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَرْفَعْ يَدَهُ حَتَّى تَوَضَّئُوا أَجْمَعُونَ قَالَ عَبِيدَةُ: قَالَ الْأَسْوَدُ حَسِبْتُهُ قَالَ: «كُنَّا مِائَتَيْنِ أَوْ زِيَادَةً»

Shahih Ibnu Khuzaimah 107: Al H asan bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Abidah bin Humaid mengabarkan kepada kami, Al Aswad bin Qais mengabarkan kepada kami dari Nubaih Al Anazi dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, “Kami pemah melakukan perjalanan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu tiba waktu shalat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Adakah air bersuci pada orang-orang. Jabir berkata, “Lalu seseorang datang membawa sisa air dalam kantong kulit.” Jabir berkata, “Ia menuangkannya ke dalam gelas lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu.” Jabir berkata, “Kemudian orang-orang mendatangi sisa air bersuci itu.” Ia lalu berkata, “Mengusaplah kalian dengan air itu.” Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendengar mereka. Ia berkata, “Pelan-pelan.” Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memukulkan tangan beliau ke dalam air gelas itu, kemudian beliau bersabda, “Sempurnakanlah bersuci kalian!” Jabir bin Abdullah berkata, “Demi Allah yang menghilangkan penglihatanku —saat itu ia buta— sungguh aku melihat air terpancar dari sela jari-jari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliau tidak mengangkat tangan sampai semua orang berwudhu.” 212 Abidah berkata, “Al Aswad beikata, “Aku mengira Jabir beikata, ‘Dulu kami berjumlah dua ratus orang atau lebih’.”

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Isnaduhu Shahih,

Shahih Ibnu Khuzaimah #108

صحيح ابن خزيمة ١٠٨: نا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، وَحَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِسْحَاقَ الْجَوْهَرِيُّ، أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ قَالَ: أَكْبَرُ عِلْمِي وَالَّذِي يَخْطِرُ عَلَى بَالِي أَنَّ أَبَا الشَّعْثَاءِ أَخْبَرَنِي، أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ، «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَوَضَّأُ بِفَضْلِ مَيْمُونَةَ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 108: Muhammad bin Rafi’ mengabarkan kepada kami, Abur-Razzaq mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij; dan Abdullah bin Ishaq Al Jauhari menceritakan kepada kami, Abu Ashim mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Juraij, ia berkata, “Amr bin Dinar mengabarkan kepadaku, ia berkata, “Hal terbesar yang aku ketahui dan yang terlintas dalam pikiranku adalah Abu Al Sya’tsa' mengabarkan kepadaku bahwa ia mendengar dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berwudhu dengan air sisa Maimunah.” 213

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Isnaduhu 'Ala Syarthi Muslim,

Shahih Ibnu Khuzaimah #109

صحيح ابن خزيمة ١٠٩: نا أَبُو مُوسَى مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَأَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ وَهُوَ الزُّبَيْرِيُّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، وَحَدَّثَنَا عُتْبَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ، أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، وَحَدَّثَنَا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، «أَنَّ امْرَأَةً مِنْ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْتَسَلَتْ مِنَ الْجَنَابَةِ، فَتَوَضَّأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوِ اغْتَسَلَ مِنْ فَضْلِهَا» هَذَا حَدِيثُ وَكِيعٍ " وَقَالَ أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ: «فَتَوَضَّأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ فَضْلِهَا» . وَقَالَ أَبُو مُوسَى، وَعُتْبَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ: فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ مِنْ فَضْلِهَا، فَقَالَتْ لَهُ: فَقَالَ: «الْمَاءُ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 109: Abu Musa Muhammad bin Al Mutsnna dan Ahmad bin Mani’ mengabarkan kepada kami, keduanya berkata, “Abu Ahmad -ia adalah Az-Zubairi- menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami; Utbah bin Abdullah menceritakan kepada kami, Ibnu Al Mubarak mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami; dan Salam bin Junadah menceritakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami dari Sufyan dari Simak bin Harb dari Ikrimah dari Ibnu Abbas (18-ba’), bahwa salah seorang isteri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mandi jinabat, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu -atau mandi- dari air sisanya. 214 Ini hadits Waki’. Ahmad bin Mani’ berkata, “Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu dari sisanya.’’ Abu Musa dan Utbah bin Abdullah berkata, “Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam datang dan berwudhu dari sisanya. Isterinya berkata kepada beliau dan beliaupun bersabda, “Air itu tidak dapat dinajiskan oleh apapun”

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Isnaduhu Shahih,

Shahih Ibnu Khuzaimah #111

صحيح ابن خزيمة ١١١: نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى الصَّدَفِيُّ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ، أَنَّ مَالِكًا حَدَّثَهُ قَالَ: حَدَّثَنِي صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ مِنْ آلِ ابْنِ الْأَزْرَقِ، أَنَّ الْمُغِيرَةِ بْنَ أَبِي بُرْدَةَ وَهُوَ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ أَخْبَرَهُ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ: سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ وَنَحْمِلُ الْقَلِيلَ مِنَ الْمَاءِ، فَإِنْ تَوَضَّأْنَا مِنْهُ عَطِشْنَا أَفَنَتَوَضَّأُ مِنْ مَاءِ الْبَحْرِ؟ فَقَالَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ، الْحَلَالُ مَيْتَتُهُ» هَذَا حَدِيثُ يُونُسَ " وَقَالَ يَحْيَى بْنُ حَكِيمٍ، عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ، وَلَمْ يَقُلْ مِنْ آلِ ابْنِ الْأَزْرَقِ، وَلَا مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ وَقَالَ: «نَرْكَبُ الْبَحْرَ أَزْمَانًا»

Shahih Ibnu Khuzaimah 111: Yunus bin Abdul A’la Ash-Shadafi mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Wahb mengabarkan kepada kami, bahwa Malik menceritakan kepadanya, ia berkata, Shafwan bin Sulaim menceritakan kepadaku dari dari Sa’id bin Salamah —dari keluarga Ibnu Al Azraq— bahwa Al Mughirah bin Abu Burdah —ia dari Bani Abdu Ad-Dar— mengabarkan kepadanya, bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata, seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, kami pernah berlayar di laut dan membawa sedikit air. Jika kami wudhu dengan air itu, kami bisa kehausan. Apakah kami boleh berwudhu dengan air laut?’’ Beliau menjawab, “Laut itu airnya suci dan mensucikan dan bangkainya halal.”216 Ini hadits Yunus. Yahya bin Hakim berkata, “Dari Shafwan bin Sulaim, ia tidak mengatakan, “Dari keluarga Ibnu Al Azraq dan Bani Abdu Ad-Dar, dan ia berkata, “Kami berlayar beberapa waktu di laut.”

Shahih Ibnu Khuzaimah #114

صحيح ابن خزيمة ١١٤: نا عَبْدَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْخُزَاعِيُّ، أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، عَنْ مِسْعَرٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ أَخِيهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: أَرَادَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَتَوَضَّأَ مِنْ سِقَاءٍ، فَقِيلَ لَهُ: إِنَّهُ مَيِّتَةٌ قَالَ: «دِبَاغُهُ يَذْهَبُ بِخُبْثِهِ أَوْ نَجَسِهِ أَوْ رِجْسِهِ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 114: Abdah bin Abdullah Al Khuza’i mengabarkan kepada kami, Yahya bin Adam mengabarkan kepada kami, dari Mis’ar, dari Amr bin Murrah, dari Salim bin Abu Al Ja’d, dari saudara laki-lakinya, dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hendak berwudhu dengan air di sebuah tempat dari kulit, lalu ada yang mengatakan, “Sesungguhnya itu kulit bangkai.” Beliau bersabda, “Penyamakan kulit itu menghilangkan rijs (semua yang dipandang menjijikkan) atau kotorannya. ” 219

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Diriwayatkan Oleh Al Hakim.,

Shahih Ibnu Khuzaimah #116

صحيح ابن خزيمة ١١٦: نا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ يَعْنِي ابْنَ مَهْدِيٍّ، نا شُعْبَةُ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَبْرِ بْنِ عَتِيكٍ قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ بِمَكُّوكٍ، وَيَغْتَسِلُ بِخَمْسَةِ مَكَاكِيَّ» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: «الْمَكُّوكُ فِي هَذَا الْخَبَرِ الْمُدُّ نَفْسُهُ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 116: Muhammad bin Basysyar mengabarkan kepada kami, Abdurrahman —maksudnya Ibnu Mahdi— menceritakan kepada kami, Syu’bah mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Abdullah bin Jabr bin Atik, ia berkata, “Aku mendengar Anas bin Malik berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berwudhu dengan beberapa muk dan mandi dengan lima muk,” Abu Bakar berkata, “Muk-muk dalam hadits ini adalah mud itu sendiri." 221

Shahih Ibnu Khuzaimah #117

صحيح ابن خزيمة ١١٧: حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ الْهَمَذَانِيُّ مِنْ كِتَابِهِ، حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ حُصَيْنٍ، وَيَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يُجْزِئُ مِنَ الْوُضُوءِ الْمُدُّ، وَمِنَ الْجَنَابَةِ الصَّاعُ» فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: لَا يَكْفِينَا ذَلِكَ يَا جَابِرُ فَقَالَ: قَدْ كَفَى مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ وَأَكْثَرُ شَعَرًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ: " فِي قَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يُجْزِئُ مِنَ الْوُضُوءِ الْمُدُّ» دَلَالَةٌ عَلَى أَنَّ تَوْقِيتَ الْمُدِّ مِنَ الْمَاءِ لِلْوُضُوءِ أَنَّ ذَلِكَ يُجْزِئُ لَا أَنَّهُ لَا يَجُوزُ النُّقْصَانُ مِنْهُ وَلَا الزِّيَادَةُ فِيهِ "

Shahih Ibnu Khuzaimah 117: Harun bin Ishaq Al Hamdani menceritakan kepada kami dan bukunya, Ibnu Fudhail menceritakan kepada kami dari Hushain dan Yazid bin Abu Ziad dari Salim bin Abu Al Ja’d dari Jabirbin Abdullah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Satu mud mencukupi untuk wudhu dan satu sha’ mencukupi untuk janabat." Seseorang berkata kepada Jabir, “Itu tidak cukup buat kami wahai Jabir” Jabir berkata, “Orang yang lebih baik dari-mu dan lebih banyak rambutnya merasa cukup.” 222 Abu Bakar berkata mengenai sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, “satu mud mencukupi untuk wudhu.” Ada petunjuk bahwa penetapan satu mud air untuk wudhu itu mencukupi, bukan berarti tidak boleh mengurangi atau menambah.”

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Isnaduhu Shahih,

Shahih Ibnu Khuzaimah #119

صحيح ابن خزيمة ١١٩: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ، نا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، نا مَعْمَرٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِي اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: «كُنْتُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَتَوَضَّأُ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 119: Muhammad bin Al Walid mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ja’far mengabarkan kepada kami, Ma’mar mengabarkan kepada kami dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah RA, ia berkata, “Dulu aku dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berwudhu dari satu tempat air.” 224

Shahih Ibnu Khuzaimah #120

صحيح ابن خزيمة ١٢٠: حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ الْهَمْدَانِيُّ، نا أَبُو خَالِدٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: «كُنَّا نَتَوَضَّأُ رِجَالًا وَنِسَاءً، وَنَغْسِلُ أَيْدِيَنَا فِي إِنَاءٍ وَاحِدٍ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ»

Shahih Ibnu Khuzaimah 120: Harun bin Ishaq Al Hamdani menceritakan kepada kami, Abu Khalid mengabarkan kepada kami dari Ubaidullah dari Nafi’ dari Ibnu Umar, ia berkata, “Kami kaum laki-laki dan perempuan pernah berwudhu dan membasuh tangan kami di satu tempat air, pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.” 225