سنن الدارقطني ٦٠٤: حَدَّثَنَا بِذَلِكَ أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ الْوَرَّاقُ , نا خَالِدُ بْنُ خِدَاشٍ , نا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ هِشَامٍ , عَنِ الْحَسَنِ , قَالَ: بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي إِذْ جَاءَ رَجُلٌ فِي بَصَرِهِ ضُرٌّ , أَوْ قَالَ: أَعْمَى فَوَقَعَ فِي بِئْرٍ , فَضَحِكَ بَعْضُ الْقَوْمِ فَأَمَرَ «مَنْ ضَحِكَ أَنْ يُعِيدَ الْوُضُوءَ وَالصَّلَاةَ». فَذَكَرْتُهُ لِحَفْصِ بْنِ سُلَيْمَانَ , فَقَالَ: أَنَا حَدَّثْتُ بِهِ الْحَسَنَ , عَنْ حَفْصَةَ , فَهَذَا هُوَ الصَّوَابُ عَنِ الْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ مُرْسَلًا.
Sunan Daruquthni 604: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakannya kepada kami, Muhammad bin Ali Al Warraq mengabarkan kepada kami, Khalid bin Khidasy mengabarkan kepada kami, Hammad bin Zaid mengabarkan kepada kami, dari Hisyam, dari Al Hasan, ia menuturkan, "Ketika Nabi SAW sedang shalat, tiba-tiba seorang laki-laki buta jatuh ke dalam sumur, lalu orang-orang pun tertawa, maka beliau memerintahkan orang yang tertawa agar mengulangi wudhu dan shalat." Kemudian aku ceritakan ini kepada Hafsh bin Sulaiman, ia pun mengatakan, "Aku menerimanya dari Al Hasan, dari Hafshah." Inilah yang benar dari Al Hasan Al Bashri secara mursal.
Grade
سنن النسائي ٦٠٥: أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عُقْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حَرْمَلَةَ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْدَفَهُ مِنْ عَرَفَةَ فَلَمَّا أَتَى الشِّعْبَ نَزَلَ فَبَالَ وَلَمْ يَقُلْ أَهْرَاقَ الْمَاءَ قَالَ فَصَبَبْتُ عَلَيْهِ مِنْ إِدَاوَةٍ فَتَوَضَّأَ وُضُوءًا خَفِيفًا فَقُلْتُ لَهُ الصَّلَاةَ فَقَالَ الصَّلَاةُ أَمَامَكَ فَلَمَّا أَتَى الْمُزْدَلِفَةَ صَلَّى الْمَغْرِبَ ثُمَّ نَزَعُوا رِحَالَهُمْ ثُمَّ صَلَّى الْعِشَاءَ
Sunan Nasa'i 605: Telah mengabarkan kepada kami [Al-Husain bin Huraits] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibrahim bin 'Uqbah] dan [Muhammad bin Abu Harmalah] dari [Kuraib] dari [Ibnu 'Abbas] dari [Usamah bin Zaid] bahwa "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memboncengnya dari Arafah, dan setelah sampai di Syi'b (jalan setapak) beliau turun dan buang air kecil. Beliau tidak berkata: 'Tuangkan air.' Zaid berkata: "Aku menuangkan air kepadanya dari ember, lalu Beliau berwudhu dengan ringan. Lantas aku berkata kepada Beliau: 'Waktu Shalat telah tiba!' Beliau lalu berkata: 'Shalat (nanti) di depanmu.' Maka setelah sampai Muzdalifah beliau shalat Maghrib, kemudian mereka menurunkan barang bekalannya lalu beliau shalat 'Isya."
Grade
Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih (610),
المستدرك ٦٠٥: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حَسَنٍ الْأَسَدِيُّ، بِهَمْدَانَ، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحُسَيْنِ، ثنا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، ثنا شُعْبَةُ، وَأَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ الْعَدْلُ، ثنا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدٍ، ثنا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ، ثنا أَبِي، ثنا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ حَفْصِ بْنِ عُمَرَ بْنِ سَعْدٍ، سَمِعَ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ، مَوْلَى بَنِي تَيْمِ بْنِ مُرَّةَ يُحَدِّثُ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّهُ شَهِدَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ، يَسْأَلُ بِلَالًا، عَنْ وُضُوءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «كَانَ يَخْرُجُ يَقْضِي حَاجَتَهُ فَآتِيهِ بِالْمَاءِ فَيَتَوَضَّأُ، وَيَمْسَحُ عَلَى عِمَامَتِهِ، وَمُوقَيْهِ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ فَإِنَّ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ مَوْلَى بَنِي تَيْمٍ مَعْرُوفٌ بِالصِّحَّةِ وَالْقَبُولِ، وَأَمَّا الشَّيْخَانِ فَإِنَّهُمَا لَمْ يُخَرِّجَا ذِكْرَ الْمَسْحِ عَلَى الْمُوقَيْنِ»
Al Mustadrak 605: Abdurrahman bin Hasan Al Asadi mengabarkan kepada kami di Hamadan, Ibrahim bin Al Husain menceritakan kepada kami, Adam bin Abu Iyas menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami. Muhammad bin Ja’far Al Adi mengabarkan kepada kami, Yahya bin Muhammad menceritakan kepada kami, Ubaidillah bin Mu’adz Al Anbari menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami dari Abu Bakar bin Hafsh bin Umar bin Sa’ad, bahwa dia mendengar Abdullah (maula bani Taim bin Murrah) menceritakan dari Abu Abdurrahman, bahwa dia menyaksikan Abdurrahman bin Auf bertanya kepada Bilal tentang wudhunya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dia menjawab, "Beliau keluar dan menyelesaikan keperluannya. Aku lalu mendatanginya dengan membawa air, maka beliau berwudhu dengan mengusap serbannya dan kedua kaos kakinya (yang terbuat dari kulit tipis)." Hadits ini shahih, karena Abu Abdillah (maula bani Taim) merupakan orang yang terkenal shahih dan diterima. Adapun Al Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkan hadits yang di dalamnya disebutkan tentang mengusap kaos kaki pendek.
سنن الدارقطني ٦٠٦: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَبُو الْأَزْهَرِ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ عَمِّهِ , حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ أَرْقَمَ , عَنِ الْحَسَنِ بْنِ أَبِي الْحَسَنِ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ مَنْ ضَحِكَ فِي الصَّلَاةِ «أَنْ يُعِيدَ الْوُضُوءَ وَالصَّلَاةَ»
Sunan Daruquthni 606: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Abu Al Azhar mengabarkan kepada kami, Ya'qub bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, Putra saudaranya Ibnu Syihab mengabarkan kepada kami, dari pamannya, ia mengatakan: Sulaiman bin Arqam menceritakan kepadaku, dari Al Hasan bin Abu Al Hasan: "Bahwa Nabi SAW memerintahkan orang yang tertawa di dalam shalat agar mengulangi wudhu dan shalat."
Grade
سنن الدارقطني ٦٠٧: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ , نا أَبُو الْحَسَنِ الْبُزَيْعِيُّ بِالْمِصِّيصَةِ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ الْوَاقِدِيُّ , قَالَ: قَرَأْتُ فِي صَحِيفَةٍ عِنْدَ آلِ أَبِي عَتِيقٍ: نا ابْنُ شِهَابٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ أَرْقَمَ , عَنِ الْحَسَنِ قَالَ: بَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي إِذْ جَاءَ رَجُلٌ فَوَقَعَ فِي بِئْرٍ , فَضَحِكَ بَعْضُ الْقَوْمِ , فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «مَنْ ضَحِكَ أَنْ يُعِيدَ الْوُضُوءَ وَالصَّلَاةَ»
Sunan Daruquthni 607: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Abu Al Hasan Al Bazi'i menceritakan kepada kami di Mishshisah, Muhammad bin Umar Al Waqidi mengabarkan kepada kami, ia mengatakan: Aku membaca dalam lembaran yang ada pada keluarga Abu Atiq: Ibnu Syihab mengabarkan kepada kami, dari Sulaiman bin Arqam, dari Al Hasan, ia mengatakan, "Ketika Nabi SAW sedang shalat, tiba-tiba sprang laki-laki terjauh ke dalam sumur, maka sebagian orang pun tertawa, lalu Rasulullah SAW memerintahkan orang yang tertawa agar mengulangi wudhu dan shalat."
Grade
سنن الدارقطني ٦٠٨: وَأَمَّا حَدِيثُ ابْنُ وَهْبٍ , عَنْ يُونُسَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنِ الْحَسَنِ مُرْسَلًا , بِمُخَالَفَةِ مَا رَوَاهُ سُفْيَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْهُ , فَحَدَّثَنَا بِهِ أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , حَدَّثَنِي مَوْهَبُ بْنُ يَزِيدَ , نا ابْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي يُونُسُ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنِ الْحَسَنِ , قَالَ: بَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ فَوَقَعَ فِي حُفْرَةٍ , فَضَحِكَ بَعْضُ الْقَوْمِ , فَأَمَرَ مَنْ يَضْحَكُ «أَنْ يُعِيدَ الْوُضُوءَ وَالصَّلَاةَ»
Sunan Daruquthni 608: Adapun hadits Ibnu Wahab dan Yunus, dari Az-Zuhri, dari Al Hasan secara mursal berbeda dengan hadits yang diriwayatkan oleh Sufyan bin Muhammad darinya, yang mana Abu Bakar An-Naisaburi menceritakannya kepada kami: Mauhib bin Yazidmenceritakan kepadaku, Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, Yunus mengabarkan kepadaku, dari Ibnu Syihab, dari Al Hasan, ia menuturkan, "Ketika Nabi SAW sedang shalat, tiba-tiba seorang laki-laki mendatanginya lalu ia terperosok ke dalam lubang, maka sebagian orang pun tertawa, lalu beliau memerintahkan mereka yang tertawa agar mengulangi wudhu dan shalat."
Grade
المستدرك ٦٠٨: أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الصَّفَّارُ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عِيسَى الْقَاضِي، ثنا أَبُو نُعَيْمٍ، وَأَخْبَرَنِي أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ الْمَحْبُوبِيُّ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ سَيَّارٍ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، قَالَا: ثنا سُفْيَانُ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنْ سُفْيَانَ بْنِ الْحَكَمِ، أَوِ الْحَكَمِ بْنِ سُفْيَانَ، قَالَ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا بَالَ تَوَضَّأَ وَيَنْتَضِحُ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِهِمَا، وَإِنَّمَا تَرَكَاهُ لِلشَّكِ فِيهِ، وَلَيْسَ ذَلِكَ مِمَّا يُوهِنُهُ» . وَقَدْ رَوَاهُ جَمَاعَةٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ الْحَكَمِ بْنِ سُفْيَانَ، وَقَدْ تَابَعَ ابْنَ أَبِي نَجِيحٍ مَنْصُورُ بْنُ الْمُعْتَمِرِ عَلَى رِوَايَتِهِ أَيْضًا بِالشَّكِّ
Al Mustadrak 608: Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah Ash-Shaffar mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Muhammad bin Isa Al Qadhi menceritakan kepada kami, Abu Nu’aim menceritakan kepada kami. Abu Al Abbas Muhammad bin Ahmad Al Mahbubi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Yasar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Katsir menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Manshur, dari Mujahid, dari Sufyan bin Al Hakam atau Al Hakam bin Sufyan, dia berkata, “Apabila Rasulullah setelah kencing, maka beliau berwudhu dan mencipratnya (dengan air).” Hadits ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, namun keduanya meninggalkannya karena masih ragu-ragu, padahal sebenarnya tidak ada yang membuat hadits ini lemah. Segolongan periwayat meriwayatkan dari Manshur, dari Mujahid, dari Al Hakam bin Sufyan. Ibnu Abu Najih juga memperkuat riwayat Manshur bin Al Mu’tamir dengan keragu-raguan.
صحيح ابن خزيمة ٦٠٨: نا بُنْدَارٌ، نا أَبُو دَاوُدَ، نا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ، حَدَّثَنِي الْعَبَّاسُ بْنُ سَهْلٍ السَّاعِدِيُّ قَالَ: اجْتَمَعَ نَاسٌ مِنَ الْأَنْصَارِ فِيهِمْ سَهْلُ بْنُ سَعْدٍ السَّاعِدِيُّ، وَأَبُو حُمَيْدٍ السَّاعِدِيُّ، وَأَبُو أُسَيْدٍ السَّاعِدِيُّ فَذَكَرُوا صَلَاةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حُمَيْدٌ: " دَعُونِي أُحَدِّثْكُمْ فَأَنَا أَعْلَمُكُمْ بِهَذَا قَالُوا: فَحَدِّثْ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ دَخَلَ الصَّلَاةَ، وَكَبَّرَ فَرَفَعَ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ، ثُمَّ رَكَعَ فَوَضَعَ يَدَيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ كَالْقَابِضِ عَلَيْهِمَا فَلَمْ يَصُبَّ رَأْسَهُ وَلَمْ يُقْنِعْهُ، وَنَحَّى يَدَيْهِ عَنْ جَنْبَيْهِ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، فَاسْتَوَى قَائِمًا حَتَّى عَادَ كُلُّ عَظْمٍ مِنْهُ إِلَى مَوْضِعِهِ، ثُمَّ ذَكَرَ بَقِيَّةَ الْحَدِيثِ، فَقَالَ الْقَوْمُ كُلُّهُمْ: هَكَذَا كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "
Shahih Ibnu Khuzaimah 608: Bundar mengabarkan kepada kami, Abu Daud mengabarkan kepada kami, Fulaih bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, Al Abbas bin Sahi As-Sa'idi menceritakan kepadaku, ia berkata, “Orang-orang dari Anshar berkumpul, di antara mereka terdapat Sahi bin Sa’ad As-Saidi, Abu Humaid As-Sa'idi dan Abu Asid As-Saidi. Mereka membicarakan masalah pelaksanaan shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Abu Humaid berkata, 'Biarkan aku menceritakan kepada kalian karena aku adalah orang yang paling tahu tentang hal ini.' Mereka berkata, 'Ceritakanlah.' Ia berkata, 'Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu dengan bagus, kemudian melaksanakan shalat, dan mengucapkan takbir, lalu beliau mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua pundaknya. Lalu beliau melakukan ruku, kemudian meletakkan kedua tangannya di atas kedua lututnya seperti orang yang menggenggam keduanya, lalu beliau tidak menurunkan kepala dan tidak menundukkannya serta menaruh kedua tangannya menjauhi kedua sisinya (pinggang). Kemudian beliau mengangkat kepala lalu berdiri tegak lurus hingga masing-masing persendian kembali pada posisinya.' Lalu ia menyebutkan sisa redaksi hadits ini. Seluruh kaum berkata, 'Demikianlah shalat Rasulullah SAW'.”759
سنن الدارقطني ٦٠٩: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَهْبٍ , ثنا عَمِّي , أَخْبَرَنِي يُونُسُ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنِ الْحَسَنِ بْنِ أَبِي الْحَسَنِ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ مَنْ ضَحِكَ فِي الصَّلَاةِ «أَنْ يُعِيدَ الْوُضُوءَ وَالصَّلَاةَ».
Sunan Daruquthni 609: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdurrahman bin Wahb menceritakan kepada kami, pamanku menceritakan kepada kami, Yunus mengabarkan kepadaku, dari Az-Zuhri, dari Al Hasan bin Abu Al Hasan: "Bahwa Nabi SAW memerintahkan orang yang tertawa di dalam shalat agar mengulangi wudhu dan shalat.'
Grade
المستدرك ٦١٠: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ، ثنا أَبُو مُعَاوِيَةَ، وَأَخْبَرَنَا أَبُو يَحْيَى السَّمَرْقَنْدِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ نَصْرٍ، ثنا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ، وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ، وَاللَّفْظُ لَهُ، أَنْبَأَ مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ الْأَنْصَارِيُّ، ثنا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، ثنا شَرِيكٌ، وَجَرِيرٌ، كُلُّهُمْ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ شَقِيقٍ، قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: «كُنَّا لَا نَتَوَضَّأُ مِنْ مَوْطِئٍ، وَلَا نَكُفُّ شَعْرًا وَلَا ثَوْبًا» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ وَلَمْ يُخَرِّجَا ذِكْرَ الْمَوْطِئِ»
Al Mustadrak 610: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdul Jabbar menceritakan kepada kami, Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami. Abu Yahya As-Samarqandi mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Nashr menceritakan kepada kami, Hannad bin As- Sari menceritakan kepada kami, Abdullah bin Idris menceritakan kepada kami. Abu Bakar bin Ishaq menceritakan kepada kami dengan redaksinya, Musa bin Ishaq Al Anshari memberitakan (kepada kami), Abu Bakar bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Syarik dan Jarir menceritakan kepada kami, semuanya dari Al A’masy, dari Syaqiq, dia berkata: Abdullah berkata, "Kami tidak berwudhu bila menginjak kotoran, serta tidak menggulung rambut dan pakaian." Hadits ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, namun j keduanya tidak meriwayatkan redaksi "Kotoran."