سنن الدارقطني ٥٩٤: حَدَّثَنَا بِهِ مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَتِيقُ , حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ الْمُحَبَّرِ , نا أَيُّوبُ بْنُ خُوطٍ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي بِنَا , فَجَاءَ رَجُلٌ ضَرِيرُ الْبَصَرِ فَوَطِئَ فِي خَبَالٍ مِنَ الْأَرْضِ , فَصُرِعَ فَضَحِكَ بَعْضُ الْقَوْمِ , فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «مَنْ ضَحِكَ أَنْ يُعِيدَ الْوُضُوءَ وَالصَّلَاةَ». وَالصَّوَابُ مِنْ ذَلِكَ قَوْلُ مَنْ رَوَاهُ عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ , مُرْسَلًا
Sunan Daruquthni 594: Muhammad bin Makhlad menceritakannya kepada kami, Ibrahim bin Muhammad Al Atiq mengabarkan kepada kami, Daud bin Al Muhabbar mengabarkan kepada kami, Ayyub bin Khuth mengabarkan kepada kami, dari Qatadah, dari Anas, ia mengatakan, "Rasulullah SAW sedang mengimami kami shalat, lalu datanglah seorang laki-laki buta, lalu ia menginjak gundukan tanah sehingga terjatuh, maka sebagian orang pun tertawa. Lalu Rasulullah SAW memerintahkan agar mereka yang tertawa mengulangi wudhu dan shalat." Yang benar dari ini ada ungkapan yang menyatakan dari Qatadah dari Abu Al Aliyah secara mursal.
Grade
سنن الدارقطني ٥٩٥: حَدَّثَنَا بِذَلِكَ الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ أَبِي الرَّبِيعِ الْجُرْجَانِيُّ , نا عَبْدُ الرَّزَّاقِ , أنا مَعْمَرٌ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ الرِّيَاحِيِّ , أَنَّ أَعْمَى تَرَدَّى فِي بِئْرٍ , وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي بِأَصْحَابِهِ , فَضَحِكَ بَعْضُ مَنْ كَانَ يُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ ضَحِكَ مِنْهُمْ «أَنْ يُعِيدَ الْوُضُوءَ وَالصَّلَاةَ»
Sunan Daruquthni 595: Al Husain bin Isma'il menyampaikan ini kepada kami, Al Hasan bin Abu Ar-Rabi' Al Jurjani mengabarkan kepada kami, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, Ma'mar mengabarkan kepada kami, dari Qatadah, dari Abu Al Aliyah Ar-Rayahi: "Bahwa. seorang buta terjatuh ke dalam sumur, sementara Nabi SAW sedang mengimami para sahabatnya, lalu sebagian orang yang sedang shalat bersama Nabi SAW itu tertawa, maka Nabi SAW memerintahkan mereka yang tertawa agar mengulangi wudhu dan shalat."
Grade
المستدرك ٥٩٥: أَخْبَرَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ الْقَاسِمُ بْنُ الْقَاسِمِ السَّيَّارِيُّ، أَنْبَأَ أَبُو الْمُوَجِّهِ مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو الْفَزَارِيُّ، أَنْبَأَ عَبْدَانُ، أَنْبَأَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، أَنْبَأَ مَعْمَرٌ، وَأَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ جَعْفَرٍ الْقَطِيعِيُّ، وَاللَّفْظُ لَهُ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، ثنا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَنْبَأَ مَعْمَرٌ، أَخْبَرَنِي أَشْعَثُ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنِ ابْنِ مُغَفَّلٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي مُسْتَحَمِّهِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ فِيهِ، أَوْ يَتَوَضَّأُ فِيهِ، فَإِنَّ عَامَّةَ الْوَسْوَاسِ مِنْهُ» . «وَاللَّفْظُ لِحَدِيثِ أَحْمَدَ، هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ وَلَهُ شَاهِدٌ»
Al Mustadrak 595: Abu Al Abbas Al Qasim bin Al Qasim As-Sayyari mengabarkan kepada kami, Abu Al Muwajjih Muhammad bin Amr Al Fazari memberitakan (kepada kami), Abdan memberitakan (kepada kami), Abdullah bin Al Mubarak memberitakan (kepada kami), Ma’mar memberitakan (kepada kami). Ahmad bin Ja’far Al Qathi’i mengabarkan kepada kami dengan redaksinya, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, Abdurrazzaq menceritakan kepada kami, Ma’mar memberitakan (kepada kami), Asy’ats mengabarkan kepadaku dari Al Hasan, dari Ibnu MughafFal, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah salah seorang dari kalian kencing di tempat mandinya kemudian mandi di situ atau berwudhu, karena umumnya keraguan bermula dari itu." Redaksi ini merupakan riwayat Ahmad. Hadits ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya. Hadits ini memiliki syahid.
سنن الدارقطني ٥٩٦: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ بِشْرٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ الْحَرْبِيُّ , نا بِشْرُ بْنُ آدَمَ , وَخَلَفُ بْنُ هِشَامٍ , قَالَا: نا أَبُو عَوَانَةَ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي بِأَصْحَابِهِ , فَجَاءَ ضَرِيرٌ فَتَرَدَّى فِي بِئْرٍ فَضَحِكَ الْقَوْمُ , فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِينَ ضَحِكُوا «أَنْ يُعِيدُوا الْوُضُوءَ وَالصَّلَاةَ».
Sunan Daruquthni 596: Utsman bin Muhammad bin Bisyr merfceritakan kepada kami, Ibrahim bin Ishaq Al Harbi mengabarkan kepada kami, Bisyr bin Adam dan Khalaf bin Hisyam mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Abu Awanah mengabarkan kepada kami, dari Qatadah, dari Abu Al Aliyah: "Bahwa Rasulullah SAW sedang shalat mengimami para sahabatnya, lalu datanglah seorang buta yang kemudian jatuh ke dalam sumur, lalu orang-orang pun tertawa, maka Rasulullah SAW memerintahkan mereka yang tertawa agar mengulangi wudhu dan shalat."
Grade
المستدرك ٦٠٠: أَخْبَرَنَا أَهَزُّ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَمْدُونَ الْمُنَاوِيُّ، بِبَغْدَادَ، ثنا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ مُحَمَّدٍ الرَّقَاشِيُّ، ثنا أَبُو عَتَّابٍ سَهْلُ بْنُ حَمَّادٍ، ثنا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ، قَالَ: «جَاءَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْرَجْنَا لَهُ مَاءً فِي تَوْرٍ مِنْ صُفْرٍ، فَتَوَضَّأَ هَذَا» . «حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ» ، وَلَهُ شَاهِدٌ مِنْ حَدِيثِ عَائِشَةَ
Al Mustadrak 600: Ahaz bin Ahmad bin Hamdun Al Munawi mengabarkan kepada kami di Baghdad, Abdul Malik bin Muhammad Ar-Raqqasyi menceritakan kepada kami, Abu Attab Sahi bin Hammad menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Abdullah bin Abu Salamah menceritakan kepada kami dari Amr bin Yahya, dari ayahnya, dari Abdullah bin Zaid, dia berkata, “Rasulullah mendatangi kami, lalu kami keluarkan air yang disimpan dalam bejana dari tembaga kuning, kemudian beliau berwudhu dengannya." Hadits ini shahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya. Hadits ini memiliki syahid dari hadits Aisyah.
سنن الدارقطني ٦٠١: فَحَدَّثَنَا بِهِ أَبُو هُرَيْرَةَ الْأَنْطَاكِيُّ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ حَمْزَةَ , نا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى , نا أَيُّوبُ , نا الْهَيْثَمُ بْنُ جَمِيلٍ , نا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْحُصَيْنِ , عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ , عَنِ الْحَسَنِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا قَهْقَهَ أَعَادَ الْوُضُوءَ وَأَعَادَ الصَّلَاةَ». وَأَمَّا حَدِيثُ عُمَرَ بْنِ قَيْسٍ
Sunan Daruquthni 601: Abu Huraiah Al Anthaki menceritakannya kepada kami, Muhammad bin Ali bin Hamzah menceritakan kepada kami, Imran bin Musa mengabarkan kepada kami, Ayyub mengabarkan kepada kami, Al Haitsam bin Jamil mengabarkan kepada kami, Abdul Aziz bin Al Hushain mengabarkan kepada kami, dari Abdul Karim, dari Al Hasan, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Apabila tertawa, maka mengulangi wudhu dan mengulangi shalat." Adapun hadits Umar bin Qais:
Grade
سنن الدارقطني ٦٠٢: فَحَدَّثَنَا بِهِ الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى بْنِ حَنَّانٍ , نا الْحَسَنُ بْنُ قُتَيْبَةَ , حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ قَيْسٍ , ح وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ إِسْمَاعِيلَ , نا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ التَّرْخُمِيُّ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْعَلَاءِ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنْ عُمَرَ بْنِ قَيْسٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ عُبَيْدٍ , عَنِ الْحَسَنِ , عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ , قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ ضَحِكَ فِي الصَّلَاةِ قَرْقَرَةً فَلْيُعِدِ الْوُضُوءَ وَالصَّلَاةَ». وَقَالَ الْحَسَنُ بْنُ قُتَيْبَةَ: إِذَا قَهْقَهَ الرَّجُلُ أَعَادَ الْوُضُوءَ وَالصَّلَاةَ. وَحَدَّثَ بِهَذَا الْحَدِيثِ شَيْخٌ لِأَهْلِ الْمِصِّيصَةِ يُقَالُ لَهُ: سُفْيَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْفَزَارِيُّ وَكَانَ ضَعِيفًا سِيءَ الْحَالِ فِي الْحَدِيثِ , حَدَّثَ بِهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ وَهْبٍ , عَنْ يُونُسَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ أَرْقَمَ , عَنِ الْحَسَنِ , عَنْ أَنَسٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ.
Sunan Daruquthni 602: Al Husain bin Isma'il menceritakannya kepada kami, Muhammad bin Isa bin Hannan menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Qutaibah mengabarkan kepada kami, Umar bin Qais menceritakan kepada kami {h}, Muhammad bin Ali bin Isma'il menceritakan kepada kami, Sa'id bin Muhammad At-Tarkhumi mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Al 'Ala' mengabarkan kepada kami, Isma'il bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, dari Umar bin Qais, dari Amr bin Ubaid, dari Al Hasan, dari Imran bin Hushain, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa tertawa terbahak-bahak di dalam shalat, maka hendaklah ia mengulangi wudhu dan shalat'." Al Hasan bin Qutaibah mengatakan, "Apabila seseorang tertawa (ketika shalat), maka ia mengulangi wudhu dan shalat." Hadits ini disampaikan oleh seorang Syaikh kepada warga Al Mishshishah, yaitu yang biasa dipanggil Sufyan bin Muhammad Al Fazari, ia seorang yang lemah dan bersikap buruk dalam masalah hadits. Ia menyampaikannya dari Abdullah bin Wahb, dari Yunus, dari Az-Zuhri, dari Sulaiman bin Arqam, dari Al Hasan, dari Anas bin Malik, dari Nabi SAW, hadits tersebut.
Grade
صحيح مسلم ٦٠٢: حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّلَامَ قَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَرَجَعَ الرَّجُلُ فَصَلَّى كَمَا كَانَ صَلَّى ثُمَّ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْكَ السَّلَامُ ثُمَّ قَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ حَتَّى فَعَلَ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَقَالَ الرَّجُلُ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أُحْسِنُ غَيْرَ هَذَا عَلِّمْنِي قَالَ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَا حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَصَلَّى وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَاحِيَةٍ وَسَاقَا الْحَدِيثَ بِمِثْلِ هَذِهِ الْقِصَّةِ وَزَادَا فِيهِ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَأَسْبِغْ الْوُضُوءَ ثُمَّ اسْتَقْبِلْ الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ
Shahih Muslim 602: Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin al-Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Ubaidullah] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Sa'id bin Abi Sa'id] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memasuki sebuah masjid, lalu seorang laki-laki masuk, lalu shalat, kemudian dia datang, lalu mengucapkan salam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membalas salamnya seraya berkata: 'Kembalilah, lalu shalatlah, karena kamu belum shalat. Lalu laki-laki tersebut kembali, lalu shalat sebagaimana sebelumnya dia shalat, kemudian mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seraya mengucapkan salam kepada beliau. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, 'Semoga keselamatan terlimpahkan kepadamu' kemudian beliau bersabda lagi, 'Kembalilah dan shalatlah lagi, karena kamu belum shalat', hingga dia melakukan hal tersebut tiga kali. Lalu laki-laki tersebut berkata: 'Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak dapat melakukan yang lebih baik selain daripada ini, ajarkanlah kepadaku.' Beliau bersabda, 'Apabila kamu mendirikan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah sesuatu yang mudah dari al-Qur'an, kemudian ruku'lah hingga bertuma'ninah dalam keadaan ruku'. Kemudian angkatlah (kepalamu dari ruku') hingga lurus berdiri, kemudian sujudlah hingga bertuma'ninah dalam keadaan sujud, kemudian angkatlah hingga bertuma'ninah dalam duduk, kemudian lakukan hal tersebut dalam shalatmu semuanya'." Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abi Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dan [Abdullah bin Numair] --lewat jalur periwayatan lain-- dan telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah] dari [Sa'id bin Abi Sa'id] dari [Abu Hurairah] 'bahwa seorang laki-laki masuk masjid, lalu mendirikan shalat sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di suatu sudut masjid, ' lalu dia membawakan hadits seperti kisah ini, dan dia menambahkan, 'Apabila kamu mendirikan shalat, maka sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadaplah kiblat, lalu bertakbirlah'."
المستدرك ٦٠٣: حَدَّثَنَاهُ أَبُو النَّضْرِ الْفَقِيهُ، ثنا عُثْمَانُ بْنُ سَعِيدٍ الدَّارِمِيُّ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحِ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ مُسْلِمٍ، عَنْ أَبِي مَعْقِلٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يَتَوَضَّأُ وَعَلَيْهِ عِمَامَةٌ قِطْرِيَّةٌ، فَأَدْخَلَ يَدَهُ مِنْ تَحْتِ الْعِمَامَةِ، فَمَسَحَ مُقَدَّمَ رَأْسِهِ، وَلَمْ يَنْقُضِ الْعِمَامَةَ» . «هَذَا الْحَدِيثُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ إِسْنَادُهُ مِنْ شَرْطِ الْكِتَابِ، فَإِنَّ فِيهِ لَفْظَةً غَرِيبَةً وَهِيَ أَنَّهُ مَسَحَ عَلَى بَعْضِ الرَّأْسِ، وَلَمْ يَمْسَحْ عَلَى عِمَامَتِهِ»
Al Mustadrak 603: Abu An-Nadhr Al Faqih menceritakan kepada kami, Utsman bin Sa’id Ad-Darimi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Shalih menceritakan kepada kami, Abdullah bin Wahb menceritakan kepada kami, Mu’awiyah bin Shalih mengabarkan kepadaku dari Abdul Aziz bin Muslim, dari Abu Ma’qil, dari Anas bin Malik, dia berkata, “Rasulullah berwudhu, sedangkan saat itu beliau memakai serban berwarna kemerah-merahan yang bersulam. Beliau kemudian memasukkan tangannya dari bawah serban, lalu mengusap bagian depan kepalanya tanpa melepas serbannya. Hadits ini, meskipun sanadnya tidak termasuk dalam syarat kitab ini, tapi di dalamnya terdapat kata gharib, yaitu mengusap sebagian kepala dan tidak mengusap serbannya.
المستدرك ٦٠٤: حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا أَبُو الْحَسَنِ مُحَمَّدُ بْنُ غَسَّانَ الْقَزَّازُ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ، وَحَدَّثَنَا أَبُو عَلِيٍّ الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحَافِظُ، أَنْبَأَ جَعْفَرُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ نَصْرٍ، ثنا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ الدِّرْهَمِيُّ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ، عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَامِرٍ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ بْنِ عَمْرِو بْنِ جَرِيرٍ، أَنَّ جَرِيرًا، «بَالَ ثُمَّ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ» وَقَالَ: مَا يَمْنَعُنِي أَنْ أَمْسَحَ، وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ، قَالُوا: إِنَّمَا كَانَ ذَلِكَ قَبْلَ نُزُولِ الْمَائِدَةِ، قَالَ: مَا أَسْلَمْتُ إِلَّا بَعْدَ نُزُولِ الْمَائِدَةِ. «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ، وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ بِهَذَا اللَّفْظِ الْمُحْتَاجِ إِلَيْهِ» . إِنَّمَا اتَّفَقَا عَلَى حَدِيثِ الْأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ هَمَّامٍ، عَنْ جَرِيرٍ وَفِيهِ. قَالَ إِبْرَاهِيمُ: كَانَ يُعْجِبُهُمْ حَدِيثُ جَرِيرٍ لِأَنَّهُ أَسْلَمَ بَعْدَ نُزُولِ الْمَائِدَةِ، وَبُكَيْرُ بْنُ عَامِرٍ الْبَجَلِيُّ كُوفِيٌّ ثِقَةٌ عَزِيزُ الْحَدِيثِ يُجْمَعُ حَدِيثُهُ فِي ثِقَاتِ الْكُوفِيِّينَ
Al Mustadrak 604: Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Abu Al Hasan Muhammad bin Ghassan Al Qazzaz menceritakan kepada kami, Abdullah bin Daud menceritakan kepada kami. Abu Ali Al Husain bin Ali Al Hafizh menceritakan kepada kami, Ja’far bin Ahmad bin Nashr memberitakan (kepada kami), Ali bin Al Husain Ad-Dirhami menceritakan kepada kami, Abdullah bin Daud menceritakan kepada kami dari Bukair bin Amir, dari Abu Zur’ah bin Amr bin Jarir, bahwa Jarir kencing lalu dia berwudhu dan mengusap kedua kaos kakinya, lalu berkata, "Apa yang menghalangiku mengusap sedangkan aku telah melihat Rasulullah mengusapnya?" Mereka lalu berkata, "Itu sebelum turunnya surah Al Maa'idah." Dia berkata, "Aku juga tidak masuk Islam kecuali setelah turunnya surah Al Maa'idah." Hadits ini shahih. Al Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya dengan redaksi ini yang diperlukan, dan hanya sepakat atas hadits Jarir, karena dia masuk Islam setelah turunnya surah Al Maa'idah. Bukair bin Amir Al Bajali adalah orang Kufah yang tsiqah dan haditsnya aziz yang dihimpun dalam riwayat orang- orang Kufah yang tsiqah.