مسند أحمد ٢٣٨١٤: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَابِسٍ عَنْ أَبِيهِ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَ سَأَلْنَاهَا أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ تُؤْكَلَ لُحُومُ الْأَضَاحِيِّ بَعْدَ ثَلَاثٍ فَقَالَتْ مَا قَالَهُ إِلَّا فِي عَامٍ جَاعَ النَّاسُ فِيهِ فَأَرَادَ أَنْ يُطْعِمَ الْغَنِيُّ الْفَقِيرَ وَقَدْ كُنَّا نَرْفَعُ الْكُرَاعَ فَنَأْكُلُهَا بَعْدَ خَمْسَ عَشْرَةَ قُلْتُ فَمَا اضْطَرَّكُمْ إِلَى ذَلِكَ قَالَ فَضَحِكَتْ وَقَالَتْ مَا شَبِعَ آلُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ خُبْزٍ مَأْدُومٍ ثَلَاثَ لَيَالٍ حَتَّى لَحِقَ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Musnad Ahmad 23814: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq], dia berkata: Telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Abdurrahman bin Abis] dari [ayahnya, Abis bin Robiah] dari [Aisyah], dia (Abis) Berkata: "Kami pernah bertanya kepada (Aisyah), apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk memakan daging kurban lebih dari tiga hari?" (Aisyah) Berkata: "Beliau tidak pernah mengatakan demikian itu kecuali pada tahun yang ketika itu kebanyakan manusia merasakan kelaparan. Ini nabi lakukan dnegan harapan agar orang kaya memberi makan orang fakir. Sungguh kami pernah menyimpan betis hewan kurban kemudian kami memakannya sesudah lima belas hari." Saya (Abbas bin Rabiah) Berkata: "Apa yang menyebabkan kalian melakukan hal itu?" (Abbas bin Rabiah) Berkata: (Aisyah) tertawa seraya berkata: "Sungguh keluarga Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah kenyang dari roti yang telah digiling selama tiga hari hingga beliau bertemu dengan Allah."
Grade
مسند أحمد ٢٣٨١٥: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورِ ابْنِ صَفِيَّةَ عَنْ أُمِّهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ شَبِعْنَا مِنْ الْأَسْوَدَيْنِ التَّمْرِ وَالْمَاءِ
Musnad Ahmad 23815: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq], dia berkata: Telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur bin Shofiyyah] dari [ibunya] dari [Aisyah] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat sedang kami kenyang dari dua hal, yaitu kurma dan air."
Grade
مسند أحمد ٢٣٨١٧: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَطَاءٍ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ عَنْ حَمَّادٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ أَيُبَاشِرُ الصَّائِمُ يَعْنِي امْرَأَتَهُ قَالَتْ لَا قُلْتُ أَلَيْسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ كَانَ يُبَاشِرُ وَهُوَ صَائِمٌ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْلَكَكُمْ لِإِرْبِهِ
Musnad Ahmad 23817: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab bin Atho'], dia berkata: Telah mengabarkan kepada kami [Hisyam Ad-Dastuwa'i] dari [Hammad] dari [Ibrahim] dari [Al-Aswad bin Yazid] berkata: "Saya bertanya kepada [Aisyah]: apakah orang yang berpuasa boleh mencumbui istrinya?" Dia (Aisyah) menjawab: Tidak boleh. Saya berkata: "Bukankah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mencium (istrinya) sedang beliau dalam keadaan berpuasa?" Dia (Aisyah) Berkata: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling dapat menahan nafsunya diantara kalian."
Grade
مسند أحمد ٢٣٨١٩: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ عَائِشَةَ حَدَّثَتْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنْ شَهْرٍ مِنْ السَّنَةِ أَكْثَرَ مِنْ صِيَامِهِ مِنْ شَعْبَانَ فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ وَكَانَ يَقُولُ خُذُوا مِنْ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا فَإِنَّهُ كَانَ أَحَبُّ الصَّلَاةِ إِلَيْهِ مَا دَاوَمَ عَلَيْهَا وَإِنْ قَلَّ وَكَانَ إِذَا صَلَّى صَلَاةً يُدَاوِمُ عَلَيْهَا
Musnad Ahmad 23819: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab], dia berkata: Telah mengabarkan kepada kami [Hisyam Ad-Dastuwa'i] dari [Yahya bin Abi Katsir] dari [Abi Salamah bin Abdurrahman] bahwasanya [Aisyah] menceritakan kepadanya bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah puasa sunnah pada suatu bulan melebihi puasa beliau pada bulan sya'ban. Karena beliau berpuasa (sunnah) penuh pada bulan sya'ban. Beliau bersabda: "Lakukan amal perbuatan yang kamu mampui, karena Allah AzzaWaJalla tidak akan pernah bosan hingga kalian bosan." Sesungguhnya shalat yang paling dicintainya adalah yang berkesinambungan walaupun sedikit. Dan apabila beliau melaksanakan suatu shalat, maka beliau kontinue melaksanakannya."
Grade
مسند أحمد ٢٣٨٢٠: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَتْنِي عَائِشَةُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالْإِقَامَةِ مِنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ
Musnad Ahmad 23820: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab], dia berkata: Telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] dari [Yahya] dari [Abi Salamah] berkata: Telah menceritakan kepadaku [Aisyah] bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah shalat dua rakaat antara adzan dan iqomah shalat subuh.
Grade
مسند أحمد ٢٣٨٢٣: حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا رَأَيْتُكِ فِي الْمَنَامِ مَرَّتَيْنِ إِذَا رَجُلٌ يَحْمِلُكِ فِي سَرَقَةٍ مِنْ حَرِيرٍ فَيَقُولُ هَذِهِ امْرَأَتُكَ فَأَكْشِفُ عَنْهَا فَإِذَا هِيَ أَنْتِ فَأَقُولُ إِنْ يَكُ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يُمْضِهِ
Musnad Ahmad 23823: Telah menceritakan kepada kami [Affan], dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Urwah] dari [ayahnya] dari [Aisyah] bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya: "Aku melihatmu di dalam mimpi sebanyak dua kali, ada seorang lelaki yang menggendongmu dengan mengenakan kain sutera. Lalu lelaki tersebut berkata: 'Ini adalah istrimu dan saya akan menyingkapnya, apabila dia benar kamu (Aisyah) maka saya akan katakan, bila ini berasal dari sisi Allah AzzaWaJalla, maka Dia akan menuntaskannya.'"
Grade
مسند أحمد ٢٣٨٢٧: حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ اخْتَصَمَ سَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ وَعَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ سَعْدٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْنُ أَخِي عُتْبَةَ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَهِدَ إِلَيَّ أَنَّهُ ابْنُهُ انْظُرْ إِلَى شَبَهِهِ وَقَالَ عَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ هَذَا أَخِي يَا رَسُولَ اللَّهِ وُلِدَ عَلَى فِرَاشِ أَبِي فَنَظَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى شَبَهِهِ فَرَأَى شَبَهًا بَيِّنًا بِعُتْبَةَ فَقَالَ هُوَ لَكَ يَا عَبْدُ بْنَ زَمْعَةَ الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ وَاحْتَجِبِي مِنْهُ يَا سَوْدَةُ ابْنَةَ زَمْعَةَ قَالَتْ فَلَمْ يَرَ سَوْدَةَ قَطُّ
Musnad Ahmad 23827: Telah menceritakan kepada kami [Rouh], dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij], dia berkata: Telah mengabarkan kepadaku [Ibnu Syihab] dari [Urwah] dari [Aisyah] berkata: Sa'ad bin Abi Waqash dan Abdu bin Zam'ah pernah mengadu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Saad berkata: "Wahai Rasulullah, Keponakanku, 'Utbah bin Abi Waqash mewasiatkan kepadaku bahwa dia adalah anaknya, tolong cermatilah (apa ada) kemiripannya?." Lalu Abdu bin Zam'ah berkata: "Ini adalah saudaraku wahai Rasulullah, dia dilahirkan di atas ranjang ayahku." Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat kemiripannya dan beliau melihat kemiripan yang sangat jelas pada diri Utbah. Kemudian beliau bersabda: "Dia milikmu wahai Abdu bin Zam'ah, sesungguhnya anak adalah milik pemilik ranjang (suami) dan orang berzina pembalasannya batu (rajam) dan berhijablah engkau wahai Saudah binti Zam'ah darinya. (Kata 'Aisyah), sehingga anak 'Utbah tidak lagi pernah melihat Saudah sama sekali.
Grade
مسند أحمد ٢٣٨٣٧: حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ وَنُعْمَانُ أَوْ أَحَدُهُمَا عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْلِمًا مِنْ لَعْنَةٍ تُذْكَرُ وَلَا انْتَقَمَ لِنَفْسِهِ شَيْئًا يُؤْتَى إِلَيْهِ إِلَّا أَنْ تُنْتَهَكَ حُرُمَاتُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلَا ضَرَبَ بِيَدِهِ شَيْئًا قَطُّ إِلَّا أَنْ يَضْرِبَ بِهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا سُئِلَ شَيْئًا قَطُّ فَمَنَعَهُ إِلَّا أَنْ يُسْأَلَ مَأْثَمًا فَإِنَّهُ كَانَ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْهُ وَلَا خُيِّرَ بَيْنَ أَمْرَيْنِ قَطُّ إِلَّا اخْتَارَ أَيْسَرَهُمَا وَكَانَ إِذَا كَانَ حَدِيثَ عَهْدٍ بِجِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام يُدَارِسُهُ كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Musnad Ahmad 23837: Telah menceritakan kepada kami [Affan], dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid], dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dan [Nu'man] atau salah satu darinya, dari [Az-Zuhri] dari [Urwah] dari [Aisyah] berkata: " Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah melaknat seorang muslim sebagai pembalasan laknat yang didengarnya, Beliau juga tidak pernah melakukan balas dendam untuk kepentingan dirinya selain karena alasan batasan-batasan Allah AzzaWaJalla dilanggar, juga tidak pernah sama sekali tangannya memukul sesuatu kecuali ia pukulkan di jalan Allah, juga tidak pernah diminta sesuatu lantas ia menolaknya kecuali karena beliau diminta untuk berbuat dosa, karena beliau adalah orang yang paling jauh dari hal itu, dan tidaklah beliau diberi antara dua pilihan kecuali beliau memilih yang paling ringan di antara keduanya. Dan, apabila beliau baru saja bertemu dengan Jibril yang mengajarinya, maka beliau adalah orang yang paling dermawan, melebihi angin yang berhembus."
Grade
مسند أحمد ٢٣٨٣٨: حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنِي سُلَيْمُ بْنُ أَخْضَرَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أُمِّ مُحَمَّدٍ امْرَأَةِ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَتْ عِنْدَنَا أُمُّ سَلَمَةَ فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ جُنْحِ اللَّيْلِ قَالَتْ فَذَكَرْتُ شَيْئًا صَنَعَهُ بِيَدِهِ قَالَتْ وَجَعَلَ لَا يَفْطِنُ لِأُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ وَجَعَلْتُ أُومِئُ إِلَيْهِ حَتَّى فَطَنَ قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ أَهَكَذَا الْآنَ أَمَا كَانَتْ وَاحِدَةٌ مِنَّا عِنْدَكَ إِلَّا فِي خِلَابَةٍ كَمَا أَرَى وَسَبَّتْ عَائِشَةَ وَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَاهَا فَتَأْبَى فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُبِّيهَا فَسَبَّتْهَا حَتَّى غَلَبَتْهَا فَانْطَلَقَتْ أُمُّ سَلَمَةَ إِلَى عَلِيٍّ وَفَاطِمَةَ فَقَالَتْ إِنَّ عَائِشَةَ سَبَّتْهَا وَقَالَتْ لَكُمْ وَقَالَتْ لَكُمْ فَقَالَ عَلِيٌّ لِفَاطِمَةَ اذْهَبِي إِلَيْهِ فَقُولِي إِنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ لَنَا وَقَالَتْ لَنَا فَأَتَتْهُ فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهَا حِبَّةُ أَبِيكِ وَرَبِّ الْكَعْبَةِ فَرَجَعَتْ إِلَى عَلِيٍّ فَذَكَرَتْ لَهُ الَّذِي قَالَ لَهَا فَقَالَ أَمَا كَفَاكَ إِلَّا أَنْ قَالَتْ لَنَا عَائِشَةُ وَقَالَتْ لَنَا حَتَّى أَتَتْكَ فَاطِمَةُ فَقُلْتَ لَهَا إِنَّهَا حِبَّةُ أَبِيكِ وَرَبِّ الْكَعْبَةِ حَدَّثَنَا أَزْهَرُ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ عَوْنٍ قَالَ أَنْبَأَنِي عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أُمِّ مُحَمَّدٍ امْرَأَةِ أَبِيهِ قَالَتْ وَكَانَتْ تَغْشَى عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَتْ عِنْدَنَا زَيْنَبُ بِنْتُ جَحْشٍ فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ سُلَيْمِ بْنِ أَخْضَرَ إِلَّا أَنَّ سُلَيْمًا قَالَ أُمُّ سَلَمَةَ
Musnad Ahmad 23838: Telah menceritakan kepada kami [Affan], dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Sulaim bin Akhdlor], telah menceritakan kepada kami [Ibnu Aun], dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Ali bin Zaid] dari [Ummu Muhammad, istri ayahnya] dari [Aisyah] berkata: "Pada suatu ketika Ummu Salamah berada bersamaku lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam datang di sebagian waktu malam, Nabi selanjutnya melakukan sesuatu (kepada Aisyah) dengan tangannya (sebagaimana yang dilakukan seorang suami kepada istrinya) sedang beliau tidak tahu keberadaan Ummu Salamah, (Kata Aisyah): "Maka saya berisyarat kepada beliau perihal keberadaan Ummu Salamah) hingga beliau tahu." Ummu Salamah serta merta berkata: "Jadi sekarang begini? apakah salah satu dari kami disisimu sebagaimana yang saya lihat hanya sebatas diajak bertutur kata?." maka Aisyah mencelanya dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangnya, namun ia mengabaikan beliau sehingga Beliau bersabda: "Celalah dia." maka (Aisyah) mencelanya hingga ia berlebihan terhadapnya, lalu (Ummu Salamah) bertolak menuju Ali dan Fathimah dan menyampaikan uneg-unegnya bahwa Aisyah telah mencelanya dan berkata hal yang tidak baik tentang kalian dan berkata ini dan itu tentang kalian." Kontan Ali berkata kepada Fathimah: 'Tolong pergilah kepada Nabi dan katakan kepadanya bahwa Aisyah telah mengatakan sesuatu yang tidak baik tentang kami, dan mengatakan ini dan itu tentang kami.' Akhirnya ia datang kepada Nabi dan menyebutkan hal tersebut kepada beliau. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hanya bersabda: "Sesungguhnya dia adalah kekasih ayahmu, dan demi Robb ka`bah." lalu ia kembali kepada Ali dan menceritakan kepadanya apa yang disabdakan oleh Rasulullah kepadanya, setelah itu (Ali) Berkata kepada Rasulullah: "Cukupkah bagimu sekedar berkomentar itu saja, padahal Aisyah telah berkomentar begini-begini tentang kami, hingga Fathimah datang kepada engkau dan engkau sekedar berkata kepadanya: "Sesungguhnya dia adalah kekasih ayahmu, dan demi Tuhan ka`bah." Telah bercerita kepada kami [Azhar], ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Aun], dia berkata: Telah memberitahu kami [Ali bin Zaid] dari Ummu Muhammad (ibunya Muhammad) dan ia bersama [Aisyah], (Aisyah) Berkata: "Pada suatu ketika Zainab binti Jahsy bersama kami. lalu menyebutkan sebaimana hadits Sulaim bin Akhdlor hanya saja Sulaim berkata: "Dia adalah Ummu Salamah (bukan Zainab binti Jahsy)."
Grade
مسند أحمد ٢٣٨٤٥: حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا فَرَغَ مِنْ الْأَحْزَابِ دَخَلَ الْمُغْتَسَلَ لِيَغْتَسِلَ فَجَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام فَقَالَ أَوَقَدْ وَضَعْتُمْ السِّلَاحَ مَا وَضَعْنَا أَسْلِحَتَنَا بَعْدُ انْهَدْ إِلَى بَنِي قُرَيْظَةَ فَقَالَتْ عَائِشَةُ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام مِنْ خَلَلِ الْبَابِ قَدْ عَصَبَ رَأْسَهُ مِنْ الْغُبَارِ
Musnad Ahmad 23845: Telah menceritakan kepada kami [Affan], dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hammad yaitu Ibnu Salamah] dari [Hisyam bin Urwah] dari [ayahnya] dari [Aisyah] bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika selesai perang ahzab, beliau masuk dan ingin mandi, kontan Jibril 'alaihissalam datang seraya berkata: "Apakah engkau telah meletakkan senjatamu sedangkan kami belum meletakkan senjata-senjata kami. Pergilah ke bani Quraizhah." Aisyah berkata: "Seolah-olah saya melihat Jibril 'Alaihissalam dari sela-sela pintu dan ia membalut kepalanya untuk menjaga diri dari debu."
Grade