صحيح ابن حبان

Shahih Ibnu Hibban

Shahih Ibnu Hibban #2081

صحيح ابن حبان ٢٠٨١: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّامِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ أَصَابَنَا مَطَرٍ بِحُنَيْنٍ فَنَادَى مُنَادِي رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَنْ صَلُّوا فِي الرِّحَالِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2081: Muhammad bin Abdurrahman As-Sami mengabarkan kepada kami. Dia berkata Ali bin Al Ja’d menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Abu Al Malih, dari ayahnya, dia berkata : Kami kehujanan ketika berada di Hunain, maka juru bicara Rasulullah berkata “Shalatlah di tenda-tenda kalian” 492 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban #2082

صحيح ابن حبان ٢٠٨٢: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ فِي عَقِبِهِ قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُعَاوِيَةَ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ‏:‏ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَمُطِرْنَا فَقَالَ‏:‏ لِيُصَلِّ مَنْ شَاءَ مِنْكُمْ فِي رَحْلِهِ‏.‏أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى الذُّهْلِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُعَاوِيَةَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2082: Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, setelah menyebutkan hadita tadi, dia berkata: Abu Al Walid menceritakan kepada kami, dia berkata: Zuhair bin Muawiyah menceritakan kepada kami dari Abu Ax-Zubair, dari Jabir, dia berkata: Kami pernah bersama Rasulullah dalam perjalanan, kemudian turun hujan, maka beliau bersabda, "Bagi siapa saja yang ingin menunaikan shalat, maka dia bisa menunaikannya di dalam tendanya,"493 [1:6] Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata; Muhammad bin Yahya Adz-Dzuhli menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Nu'aim menceritakan kepada kami, dia berkata: Zuhair bin Muawiyah menceritakan kepada kami. 494

Shahih Ibnu Hibban #2083

صحيح ابن حبان ٢٠٨٣: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حِبَّانُ بْنُ مُوسَى، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ، قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ‏:‏ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَمَنَ الْحُدَيْبِيَةِ، فَأَصَابَنَا سَمَاءٌ لَمْ تَبُلَّ أَسَافِلَ نِعَالِنَا، فَأَمَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنَادِيَهُ‏:‏ أَنْ صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2083: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, dia berkata: Hibban bin Musa menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdullah mengabarkan kepada kami dari Syu'bah, dari Qatadah, dari Abu Al Malih, dari ayahnya, dia berkata, “Kami pernah bersama Rasulullah pada waktu perjanjian Hudaibiyyah. Lalu turun hujan yang tidak sampai membasahi bagian bawah alas kaki kami, lalu Rasulullah menyuruh juru bicaranya agar mengumumkan, “Shalatlah di tenda-tenda kalian!” 495 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban #2084

صحيح ابن حبان ٢٠٨٤: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الأَنْصَارِيِّ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ‏:‏ كُنَّا إِذَا كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَكَانَتْ لَيْلَةٌ ظَلْمَاءُ أَوْ لَيْلَةٌ مَطِيرَةٌ أَذَّنَ مُؤَذِّنُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ نَادَى مُنَادِيهُ‏:‏ أَنْ صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2084: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Khaitsamah menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir menceritakan kepada kami dari Yahya bin Said Al Anshari, dari Al Qasim bin Muhammad, dari Ibnu Umar, dia berkata, “Kami pernah bersama Rasulullah dalam perjalanan. Bila malam gelap atau turun hujan, muadzin Rasulullah mengumandangkan adzan, atau juru bicara mengumumkan, 'Shalatlah di tenda-tenda kalian'." 496 [1-6]

Shahih Ibnu Hibban #2085

صحيح ابن حبان ٢٠٨٥: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَلْمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ بَكْرِ بْنِ سَوَادَةَ، أَنَّ أَبَا النَّجِيبِ مَوْلَى عَبْدِ اللهِ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَهُ، أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ، حَدَّثَهُ أَنَّهُ ذِكْرُ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الثُّومُ وَالْبَصَلُ، وَقِيلَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، وَأَشَدُّ ذَلِكَ كُلِّهِ الثُّومُ أَفَنُحَرِّمُهُ‏؟‏ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ كُلُوهُ وَمَنْ أَكَلَهُ مِنْكُمْ فَلاَ يَقْرَبْ هَذَا الْمَسْجِدَ حَتَّى تَذْهَبَ رِيحُهُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2085: Abdullah bin Muhammad bin Salm mengabarkan kepada kami, dia berkata: Harmalah bin Yahya menceritakan kepada kami, dia beikata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, dia berkata: Amr bin Al Harits mengabarkan kepadaku dari Bakr bin Sawadah, bahwa Abu An-Najib —maula Abdullah bin Sa'd— menceritakan kepadanya: Abu Sa'id Al Khudri menceritakan kepadanya: Pernah dijelaskan di hadapan Rasulullah tentang bawang putih dan bawang merah. Beliau lalu ditanya, “Wahai Rasulullah, yang paling menyengat baunya adalah bawang putih, apakah kita harus mengharamkannya?” Rasulullah bersabda, “Makanlah! Siapa saja di antara kalian memakannya, janganlah dia mendekati masjid sampai baunya hilang”. 497 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban #2086

صحيح ابن حبان ٢٠٨٦: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ‏:‏ كُنَّا لاَ نَأْكُلُ الْبَصَلَ وَالْكُرَّاثَ فَغَلَبَتْنَا الْحَاجَةُ، فَأَكَلْنَا فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ الْمُنْتِنَةِ، فَلاَ يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى بِهِ النَّاسُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2086: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Wahb bin Jarir mengabarkan kepada kami, dia berkata: Hisyam Ad-Dastuwa'i menceritakan kepada kami dari Abu Az- Zubair, dari Jabir, dia berkata, “Kami tidak makan bawang merah dan bawang bakung. Kemudian ketika kami amat membutuhkannya kami memakannya. Rasulullah bersabda, 'Siapa saja yang makan buah dari pohon yang bau ini, janganlah mendekati masjid kami, karena para malaikat merasa terganggu, sebagaimana manusia merasa terganggu dengannya” 498 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban #2087

صحيح ابن حبان ٢٠٨٧: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ الْمَرْوَزِيُّ بِالْبَصْرَةِ بِخَبَرٍ غَرِيبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْحَسَّانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدَ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ‏:‏ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْهَى عَنْ أَكْلِ الْكُرَّاثِ وَالْبَصَلِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2087: Ahmad bin Muhammad bin Sa'id Al Marwazi mengabarkan kepada kami khabar gharib di Bashrah, dia berkata: Muhammad bin Ismail Al Hassani menceritakan kepada kami, dia berkata: Yazid bin Harun menceritakan kepada kami dari Daud bin Abi Hindun, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir, bahwa Nabi melarang makan bawang bakung dan bawang merah. 499 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban #2088

صحيح ابن حبان ٢٠٨٨: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، وَالْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ النَّرْسِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَحْيَى الْقَطَّانُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ‏:‏ مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ، فَلاَ يَأْتِيَنَّ الْمَسْجِدَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2088: Abu Ya’la dan Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, keduanya berkata: Abbas bin Al Walid An-Narsi menceritakan kepada kami, dia berkata Yahya Al Qaththan menceritakan kepada kami, dia berkata: Ubaidillah bin Umar menceritakan kepada kami, dia berkata Nafi mengabarkan kepadaku dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah bersabda, “Siapa saja yang memakan buah dari pohon ini, maka dia tidak boleh mendatangi masjid”500 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban #2089

صحيح ابن حبان ٢٠٨٩: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا ابْنُ جَرِيحٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ، يَقُولُ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الْبَقْلَةِ، فَلاَ يَغْشَنَا فِي مَسَاجِدِنَا‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2089: Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Khaitsamah menceritakan kepada kami, dia berkata: Ismail bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, dia berkata: Atha mengabarkan kepadaku, bahwa dia mendengar Jabir bin Abdullah berkata: Rasulullah bersabda, “Siapa saja yang memakan sayur-sayuran ini, janganlah menginjak masjid-masjid kami."501 [1:6]

Shahih Ibnu Hibban #2090

صحيح ابن حبان ٢٠٩٠: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ الْمُنْتِنَةِ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ النَّاسُ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2090: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, dia berkata Wahb bin Jarir mengabarkan kepada kami, dia berkata Hisyam Ad-Dastuwa’i menceritakan kepada kami dari Abu Az Zubair dari Jabir dia berkata: Rasulullah bersabda Siapa saja yang memakan buah dari pohon bau ini, janganlah mendekati masjid kami, karena para malaikat merasa terganggu sebagaimana manusia merasa terganggu (dengan baunya)” 502 [1:6]