صحيح ابن خزيمة ٨٩١: نا بَحْرُ بْنُ نَصْرِ بْنِ سَابَقٍ الْخَوْلَانِيُّ، نا ابْنُ وَهْبٍ، حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ عِيسَى بْنِ عَاصِمٍ، عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: صَلَّيْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الصُّبْحِ قَالَ: فَبَيْنَمَا هُوَ فِي الصَّلَاةِ مَدَّ يَدَهُ، ثُمَّ أَخَّرَهَا، فَلَمَّا فَرَغَ مِنَ الصَّلَاةِ، قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، صَنَعْتَ فِي صَلَاتِكَ هَذِهِ مَا لَمْ تَصْنَعْ فِي صَلَاةٍ قَبْلَهَا قَالَ: «إِنِّي رَأَيْتُ الْجَنَّةَ قَدْ عُرِضَتْ عَلَيَّ، وَرَأَيْتُ فِيهَا. . . . قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ، حَبُّهَا كَالدُّبَّاءِ، فَأَرَدْتُ أَنْ أَتَنَاوَلَ مِنْهَا، فَأُوحِيَ إِلَيْهَا أَنِ اسْتَأْخِرِي، فَاسْتَأْخَرَتْ، ثُمَّ عُرِضَتْ عَلَيَّ النَّارُ، بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ حَتَّى رَأَيْتُ ظِلِّيَ وَظِلَّكُمْ، فَأَوْمَأْتُ إِلَيْكُمْ أَنِ اسْتَأْخَرُوا، فَأُوحِيَ إِلَيَّ أَنْ أَقِرَّهُمْ، فَإِنَّكَ أَسْلَمْتَ وَأَسْلَمُوا، وَهَاجَرْتَ وَهَاجَرُوا، وَجَاهَدْتَ وَجَاهَدُوا، فَلَمْ أَرَ لِي عَلَيْكُمْ فَضْلًا إِلَّا بِالنُّبُوَّةِ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 891: Bahr bin Nashr bin Sabiq Al Khaulani menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, Mu'awiyah bin Shalih menceritakan kepada kami dari Isa bin Ashim, dari Zir bin Hubaisy, dari Anas bin Malik, ia berkata, “Kami pernah Shalat Subuh bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.” Perawi berkata, “Tatkala sedang melaksanakan shalat beliau menjulurkan tangannya kemudian menariknya kembali, dan setelah selesai shalat kami bertanya, 'Wahai Rasulullah, engkau telah melakukan di dalam shalatmu ini sesuatu yang tidak pernah engkau lakukan di dalam shalat-shalat sebelumnya. Beliau menjawab, 'Sesungguhnya aku melihat surga yang telah diperlihatkannya kepadaku, maka aku melihat didalamnya buah-buahnya mudah dipetik dan bijinya seperti buah semangka, lalu aku ingin mengambilnya, akan tetapi diperintahkan kepadanya agar pergi menjauh dan aku pun menjauh. Kemudian neraka diperlihatkan kepadaku berada di antara aku dan kamu sampai-sampai aku melihat bayangan diriku dan bayangan diri kalian. Aku kemudian mengisyaratkan kepadamu agar menjauh. Lalu diwahyukan kepadaku agar menenangkan mereka karena sesungguhnya kamu telah beriman [dan] mereka juga telah beriman, kamu telah berhijrah dan mereka juga telah berhijrah, kamu telah berperang dan mereka juga telah berperang. Sesungguhnya aku tidak melihat keutamaan diriku dari kamu selain kenabian.”
صحيح ابن خزيمة ٨٩٢: قَالَ أَبُو بَكْرٍ: قَدْ أَمْلَيْتُ خَبَرَ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا نَابَكُمْ فِي صَلَاتِكُمْ شَيْءٌ فَلْيُسَبِّحِ الرِّجَالُ، وَلْيُصَفِّحِ النِّسَاءُ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 892: Abu Bakar berkata, “Aku telah mendiktekan hadits riwayat Sahal bin Sa'ad, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, 'Apabila terjadi sesuatu di dalam shalatmu maka hendaknya kaum lelaki mengucapkan subhanallah dan kaum perempuan bertepuk tangan'.”
صحيح ابن خزيمة ٨٩٣: نا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ، وَسَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الزُّهْرِيُّ، وَعَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ قَالَ عَلِيٌّ: أَخْبَرَنِي ابْنُ عُيَيْنَةَ قَالَ الْآخَرُونَ: ثنا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «التَّسْبِيحُ لِلرِّجَالِ، وَالتَّصْفِيقُ لِلنِّسَاءِ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 893: Abdul Jabbar bin Al Ala' dan Sa'id bin Abdurrahman dan Abdullah bin Muhammad Az-Zuhri dan Ali bin Khasyram menceritakan kepada kami, Ali berkata: Ibnu Uyainah mengabarkan kepadaku, yang lainnya berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Mengucapkan subhanallah untuk laki- laki dan bertepuk tangan untuk perempuan."
صحيح ابن خزيمة ٨٩٤: نا الصَّنْعَانِيُّ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، ثنا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ -، ثنا هِشَامٌ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، حَدَّثَنِي مُعَيْقِيبٌ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِيلَ لَهُ فِي الْمَسْحِ فِي الْمَسْجِدِ قَالَ: «إِنْ كُنْتَ فَاعِلًا فَوَاحِدَةً»
Shahih Ibnu Khuzaimah 894: Ash-Shan'ani Muhammad bin Abdul A'la menceritakan kepada kami, Khalid —yaitu Ibnu Al Harits— menceritakan kepada kami, Hisyam menceritakan kepada kami dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abu Salamah bin Abdurrahman, Mu'aiqib menceritakan kepadaku bahwa Rasulullah pernah ditanya tentang mengusap batu kerikil di masjid, maka beliau menjawab, “Jika aku terpaksa melakukannya maka aku hanya melakukannya sekali usapan.”
صحيح ابن خزيمة ٨٩٥: ثناه الدَّوْرَقِيُّ، ثنا ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ هِشَامٍ بِهَذَا، وَقَالَ: عَنْ مُعَيْقِبٍ
Shahih Ibnu Khuzaimah 895: Ad-Dauraqi meriwayatkannya kepada kami, Ibnu Ulayyah menceritakan kepada kami dari Hisyam dengan hadits ini, ia berkata, “Dari Mu'aiqib.”
صحيح ابن خزيمة ٨٩٦: ثنا وَكِيعٌ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ شُرَحْبِيلَ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ جَابِرٍ قَالَ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ مَسْحِ الْحَصَى فِي الصَّلَاةِ، فَقَالَ: «وَاحِدَةٌ، وَلَوْ تُمْسِكُ عَنْهَا خَيْرٌ لَكَ مِنْ مِائَةِ نَاقَةٍ كُلُّهَا سُودُ الْحَدَقِ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 896: Waki' menceritakan kepada kami dari Ibnu Abu Zi'b, dari Syurhabil bin Sa'ad, dari Jabir, ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Nabi tentang mengusap kerikil ketika shalat, maka beliau menjawab, '(Lakukan) sekali saja, jika kamu membiarkannya niscaya itu lebih baik dari seratus unta betina yang semuanya mudah beranak ”
صحيح ابن خزيمة ٨٩٧: نا بُنْدَارٌ، نا سَالِمُ بْنُ نُوحٍ، نا يُونُسُ بْنُ عُبَيْدٍ، عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لِأُمَّتِي عَمَّا حَدَّثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا مَا لَا يُنْطَقُ بِهِ، وَلَا يُعْمَلُ بِهِ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 897: Bundar menceritakan kepada kami, Salim (101 -Ba') bin Nuh menceritakan kepada kami, Yunus bin Ubaid menceritakan kepada kami dari Zurarah bin Aufa, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mengampuni umatku apa yang dibisikkan jiwa mereka, selama belum diungkapkan dan tidak pula dikerjakan.”
صحيح ابن خزيمة ٨٩٨: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ هَاشِمٍ، نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ حَارِثَةَ بْنِ مُضَرِّبٍ، عَنْ عَلِيٍّ قَالَ: مَا كَانَ فِينَا فَارِسٌ يَوْمَ بَدْرٍ غَيْرَ الْمِقْدَادِ، وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا فِينَا إِلَّا نَائِمٌ إِلَّا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَحْتَ شَجَرَةٍ يُصَلِّي، وَيَبْكِي، حَتَّى أَصْبَحَ " قَالَ أَبُو بَكْرٍ: قِصَّةُ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ لَمَّا أَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالصَّلَاةِ بِالنَّاسِ، فَقِيلَ لَهُ: إِنَّهُ رَجُلٌ رَقِيقٌ كَثِيرُ الْبُكَاءِ حِينَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ، مِنْ هَذَا الْبَابِ
Shahih Ibnu Khuzaimah 898: Abdullah bin Hasyim menceritakan kepada kami, Abdurrahman menceritakan kepada kami dari Syu'bah, dari Abu Ishak, dari Haritsah bin Mudharrib, dari Ali, ia berkata, “Tidak ada seorang penunggang kuda pada perang Badar selain Miqdad dan aku melihat keadaan kami, tidak ada di antara kami kecuali semua tertidur, selain Rasulullah di bawah pohon sedang shalat sambil menangis sampai pagi hari.” Abu Bakar berkata, “Kisah tentang Abu Bakar Ash-Shiddiq tatkala diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk shalat mengimami orang-orang, maka diceritakan tentang dirinya,* Sesungguhnya ia adalah orang yang lembut dan banyak menangis ketika membaca Al Qur'an. Dari bab seperti ini.”
صحيح ابن خزيمة ٨٩٩: نا عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ الْعَنْبَرِيُّ، حَدَّثَنِي أَبِي، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ مُطَرِّفٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي وَلِصَدْرِهِ أَزِيزٌ كَأَزِيزِ الْمِرْجَلِ "
Shahih Ibnu Khuzaimah 899: Abdul Warits bin Abdushshamad Al Anbari menceritakan kepada kami, Ayahku menceritakan kepadaku, Hammad menceritakan kepada kami dari Tsabit, dari Mutharrif, dari ayahnya, ia berkata, “Aku menyaksikan Rasulullah sedang shalat dan (ketika itu) di dalam dada beliau terdengar gejolak seperti gejolak air yang dimasak di dalam periuk (lantaran menangis).”
صحيح ابن خزيمة ٩٠٠: نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى، ثنا جَرِيرٌ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: انْكَسَفَتِ الشَّمْسُ يَوْمًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي ثُمَّ سَجَدَ، فَلَمْ يَكَدْ يَرْفَعْ رَأْسَهُ، فَجَعَلَ يَنْفُخُ وَيَبْكِي " وَذَكَرَ الْحَدِيثَ وَقَالَ فَقَامَ، فَحَمِدَ اللَّهَ، وَأَثْنَى عَلَيْهِ، وَقَالَ: «عُرِضَتْ عَلَيَّ النَّارُ فَجَعَلْتُ أَنْفُخُهَا، فَخِفْتُ أَنْ تَغْشَاكُمْ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 900: Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Jarir menceritakan kepada kami dari Atha' bin As-Sa'ib, dari ayahnya, dari Abdullah bin Amr, ia berkata, “Suatu hari di zaman Rasulullah terjadi gerhana matahari. Rasulullah kemudian shalat, lalu sujud dengan tidak mengangkat kepalanya dan menghembuskan nafasnya sambil menangis.” Selanjutnya ia menyebutkan redaksi hadits yang sama. Perawi berkata, “Lalu beliau berdiri dan memuji Allah serta mengagungkan-Nya dan bersabda, 'Diperlihatkan kepadaku neraka, maka aku menghembuskannya aku merasa khawatir akan menyelimutimu'."