صحيح ابن خزيمة ١٦٤٣: نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، وَأَبُو بِشْرٍ الْوَاسِطِيُّ قَالَا: ثنا هُشَيْمٌ قَالَ الدَّوْرَقِيُّ: أَخْبَرَنَا يُونُسُ، وَقَالَ أَبُو بِشْرٍ: عَنْ يُونُسَ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ، أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ وَهْبٍ قَالَ: سَمِعْتُ الْمُغِيرَةِ بْنَ شُعْبَةَ قَالَ: خَصْلَتَانِ لَا أَسْأَلُ عَنْهُمَا أَحَدًا بَعْدَمَا قَدْ شَهِدْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَّا كُنَّا مَعَهُ فِي سَفَرٍ، فَبَرَزَ لِحَاجَتِهِ، ثُمَّ جَاءَ فَتَوَضَّأَ وَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَجَانِبَيْ عِمَامَتِهِ، وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ قَالَ: وَصَلَاةُ الْإِمَامِ خَلْفَ الرَّجُلِ مَعَ رَعِيَّتِهِ، وَشَهِدْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ فِي سَفَرٍ، فَحَضَرَتِ الصَّلَاةُ، فَاحْتَبَسَ عَلَيْهِمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَقَامُوا الصَّلَاةَ، وَقَدَّمُوا ابْنَ عَوْفٍ فَصَلَّى بِهِمْ بَعْضَ الصَّلَاةِ وَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى خَلْفَ ابْنِ عَوْفٍ مَا بَقِيَ مِنَ الصَّلَاةِ، فَلَمَّا سَلَّمَ ابْنُ عَوْفٍ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَضَى مَا سُبِقَ بِهِ. هَذَا حَدِيثُ الدَّوْرَقِيِّ. وَقَالَ أَبُو بِشْرٍ: عَنْ عَمْرِو بْنِ وَهْبٍ الثَّقَفِيِّ، عَنِ الْمُغِيرَةِ، وَقَالَ: فَبَرَزَ لِحَاجَةٍ، فَدَعَا بِمَاءٍ، فَأَتَيْتُهُ بِإِدَاوَةٍ، أَوْ سَطِيحَةٍ وَعَلَيْهِ جُبَّةٌ شَامِيَّةٌ ضَيِّقَةُ الْكُمَّيْنِ، فَأَخْرَجَ يَدَهُ مِنْ أَسْفَلِ الْجُبَّةِ، فَتَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ، وَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَجَانِبَيِ الْعِمَامَةِ، ثُمَّ أَبْطَأَ عَلَى الْقَوْمِ، فَأَقَامُوا الصَّلَاةَ. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: إِنْ صَحَّ هَذَا الْخَبَرُ يَعْنِي قَوْلَهُ: حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ وَهْبٍ - فَإِنَّ حَمَّادَ بْنَ زَيْدٍ رَوَاهُ عَنْ أَيُّوبَ، عَنِ ابْنِ سِيرِينَ قَالَ: حَدَّثَنِي رَجُلٌ يُكْنَى أَبَا عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ وَهْبٍ
Shahih Ibnu Khuzaimah 1643: Ya'kub bin Ibrahim Ad-Dauraqi dan Abu Basyar Al Wasithi memberitakan kepada kami, mereka berkata, "Husyaim memberitakan kepada kami," lalu Ad-Dauraqi juga berkata, "Yunus memberitakan kepada kami," Abu Basyar berkata. "Kami menerima hadits tersebut dari Yunus, dari Ibnu Sirin." Amr bin Wahab memberitakan kepadaku dan berkata, ".Aku pernah mendengar Mughirah bin Syu'bah berkata, 'Ada dua kebiasaan yang tidak aku tanyakan kepada orang lain setelah aku menyaksikannya sendiri secara langsung dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Suatu ketika kami bersama Rasulullah sedang dalam sebuah perjalanan. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam minta izin kepada kami untuk membuang hajatnya (buang air besar). Tak berapa lama kemudian beliau datang dan ingin berwudhu. Lalu beliau basuh rambut ubun-ubunnya dan dua pinggir sorbannya. Selain itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga membasuh dua setiwelnya. Mughirah bin Syu'bah berkata, "Shalatnya imam besar di belakang seorang imam biasa bersama rakyatnya. Suatu ketika aku pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. Tak lama kemudian, waktu shalat telah tiba. Akan tetapi, pada saat itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak dapat ikut shalat berjama'ah dengan kaum muslimin tepat pada waktunya. Akhirnya para sahabat tetap melaksanakan shalat berjama'ah dengan imamnya Ibnu Auf. Baru beberapa rakaat Abdurrahman bin Auf mengimami para sahabat, tiba-tiba Rasulullah muncul dan langsung mengerjakan beberapa rakaat yang tersisa di belakang Abdurrahman bin Auf. Ketika Abdurrahman bin Auf mengucapkan salam, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam segera berdiri untuk menyempurnakan shalatnya yang tersisa." Ini adalah hadits Ad-Dauraqi. Abu Basyar yang menerima hadits dari Amr bin Wahab Ats-Tsaqafi pemah berkata, "Dari Mughirah bin Syu'bah yang berkata, 'Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pergi untuk buang air besar. Lalu beliau meminta kepadaku agar dibawakan air (untuk bersuci). Akhirnya aku membawa sebuah bejana kecil yang berisi air untuk beliau. Kebetulan saat itu Rasulullah mengenakan jubah (baju panjang) buatan negeri Syam yang berlengan pendek. Kemudian beliau mengeluarkan tangannya dari bawah jubahnya dan mulai berwudhu dengan membasuh rambut ubun-ubunnya dan dua samping sorbannya. Selain itu, beliau juga membasuh dua setiwelnya. Selanjutnya beliau sengaja melambatkan langkah kakinya untuk menemui kaum muslimin hingga akhirnya mereka melaksanakan shalat beijama'ah." Abu Bakar berkata, "Apabila hadits ini benar, yaitu ucapannya yang berbunyi, 'Amr bin Wahab telah meriwayatkan sebuah hadits kepada kami. Hal itu disebabkan karena Hamad bin Zaid meriwayatkan hadits tersebut dari Ayyub, lalu Ayyub menerimanya dari Ibnu Sirin. Kemudian Ibnu Sirin berkata, 'Aku mendengar hadits tersebut dari seorang laki-laki yang dijuluki dengan nama Abu Abdullah yang menerima hadits dari Amr bin Wahab'."
صحيح ابن حبان ١٦٥٧: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ قُتَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ زِيَادٍ الْحَضْرَمِيُّ، أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ، يَقُولُ: كُنَّا نَأْكُلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ الْخُبْزَ وَاللَّحْمَ، ثُمَّ نُصَلِّي وَلاَ نَتَوَضَّأُ.
Shahih Ibnu Hibban 1657: Muhammad bin Al Hasan bin Qutaibah telah mengabarkan kepada kami, berkata, Harmalah bin Yahya telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Ibnu Wahab telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Amr bin Al Harits telah mengabarkan kepadaku, ia berkata, Sulaiman bin Ziyad Al Hadhrami telah menceritakan kepada kami, bahwa ia mendengar Abdullah bin Al Harits bin Jaz’ berkata, “Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kami makan roti dan daging di dalam masjid, kemudian kami shalat dan tidak berwudhu”. >687 [4:50]
مسند أحمد ١٦٦٢: حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ أَبِي يَعْقُوبَ يُحَدِّثُ عَنِ الْحَسَنِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ رَكِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَغْلَتَهُ وَأَرْدَفَنِي خَلْفَهُ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَبَرَّزَ كَانَ أَحَبَّ مَا تَبَرَّزَ فِيهِ هَدَفٌ يَسْتَتِرُ بِهِ أَوْ حَائِشُ نَخْلٍ فَدَخَلَ حَائِطًا لِرَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ فَإِذَا فِيهِ نَاضِحٌ لَهُ فَلَمَّا رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَنَّ وَذَرَفَتْ عَيْنَاهُ فَنَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَسَحَ ذِفْرَاهُ وَسَرَاتَهُ فَسَكَنَ فَقَالَ مَنْ رَبُّ هَذَا الْجَمَلِ فَجَاءَ شَابٌّ مِنْ الْأَنْصَارِ فَقَالَ أَنَا فَقَالَ أَلَا تَتَّقِي اللَّهَ فِي هَذِهِ الْبَهِيمَةِ الَّتِي مَلَّكَكَ اللَّهُ إِيَّاهَا فَإِنَّهُ شَكَاكَ إِلَيَّ وَزَعَمَ أَنَّكَ تُجِيعُهُ وَتُدْئِبُهُ ثُمَّ ذَهَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْحَائِطِ فَقَضَى حَاجَتَهُ ثُمَّ تَوَضَّأَ ثُمَّ جَاءَ وَالْمَاءُ يَقْطُرُ مِنْ لِحْيَتِهِ عَلَى صَدْرِهِ فَأَسَرَّ إِلَيَّ شَيْئًا لَا أُحَدِّثُ بِهِ أَحَدًا فَحَرَّجْنَا عَلَيْهِ أَنْ يُحَدِّثَنَا فَقَالَ لَا أُفْشِي عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِرَّهُ حَتَّى أَلْقَى اللَّهَ
Musnad Ahmad 1662: Telah menceritakan kepada kami [Wahb bin Jarir] telah menceritakan kepada kami [bapakku] berkata: saya mendengar [Muhammad bin Abu Ya'qub] menceritakan dari [Al Hasan bin Sa'd] dari [Abdullah bin Ja'far] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menaiki bighal betina dan memboncengku di belakangnya. Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membuang hajatnya, beliau menyukai untuk menutupi dirinya yaitu melindungi dirinya dengan bangunan yang tinggi atau di kebun kurma. Pada suatu ketika beliau masuk ke dalam sebuah kebun milik orang Anshar yang ternyata di di dalamnya ada seekor unta milik orang Anshar tersebut. Tatkala melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam unta tersebut menangis dan meneteskan air matanya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam turun mengusap telinganya dan pangkal lehernya, maka unta tersebut menjadi tenang. Lalu beliau bertanya: "Siapa pemilik unta ini?" Datanglah seorang pemuda dari Anshar dan menjawab: "Saya." Beliau bertanya: "Tidakkah kamu bertakwa kepada Allah dalam mengurus unta ini yang telah Allah kuasakan kepadamu. Dia mengadukanmu kepadaku dan dia menyatakan bahwa kamu membiarkan dia lapar dan lelah." Setelah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pergi ke dalam kebun dan melaksanakan hajatnya kemudian berwudhu. Ketika beliau datang, air masih menetes dari jenggot ke dada beliau, dan beliau membisikkan sesuatu kepadaku yang tidak akan saya ceritakan kepada seorang pun, bahkan kami merasa berat ketika beliau menceritakannya kepada kami. Abdullah bin Ja'far berkata: "Saya tidak akan menyebarkan rahasia Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hingga aku bertemu Allah."
Grade
صحيح ابن خزيمة ١٦٧٢: نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنِي اللَّيْثُ، عَنْ خَالِدِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ سَعِيدٍ وَهُوَ ابْنُ أَبِي هِلَالٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي سَعِيدٍ، أَنَّهُ قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَا، وَأَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، فَوَجَدْنَاهُ قَائِمًا يُصَلِّي، فَذَكَرَ الْحَدِيثَ وَقَالَ: أَقْبَلْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِالسُّقْيَا أَوْ بِالْقَاحَةِ قَالَ: «أَلَا رَجُلٌ يَنْطَلِقُ إِلَى حَوْضِ الْأَيَايَةِ فَيَمْدُرَهُ، وَيَنْزِعَ فِيهِ، وَيَنْزِعَ لَنَا فِي أَسْقِيَتِنَا حَتَّى نَأْتِيَهُ؟» فَقُلْتُ: أَنَا رَجُلٌ، وَقَالَ جَابِرُ بْنُ صَخْرٍ: أَنَا رَجُلٌ، فَخَرَجْنَا عَلَى أَرْجُلِنَا حَتَّى أَتَيْنَاهَا أَصِيلًا، فَمَدَرْنَا الْحَوْضَ، وَنَزَعْنَا فِيهِ، ثُمَّ وَضَعْنَا رُءُوسَنَا حَتَّى ابْهَارَّ اللَّيْلُ أَقْبَلَ رَجُلٌ حَتَّى وَقَفَ عَلَى الْحَوْضِ، فَجَعَلَتْ نَاقَتُهُ تُنَازِعُهُ عَلَى الْحَوْضِ، وَجَعَلَ يُنَازِعُهَا زِمَامَهَا، ثُمَّ قَالَ: «أَتَأْذَنَانِ ثَمَّ أَشْرَعُ؟» فَإِذَا هُوَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْنَا: نَعَمْ بِأَبِينَا أَنْتَ وَأُمِّنَا، فَأَرْخَى لَهَا، فَشَرِبَتْ حَتَّى ثَمِلَتْ، ثُمَّ قَالَ لَنَا جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ: فَدَنَا حَتَّى أَنَاخَ بِالْبَطْحَاءِ الَّتِي بِالْعَرْجِ، فَخَرَجَ لِبَعْضِ حَاجَتِهِ، فَصَبَبْتُ لَهُ وَضُوءًا فَتَوَضَّأَ، فَالْتَحَفَ بِإِزَارِهِ، فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ، فَجَعَلَنِي عَنْ يَمِينِهِ، ثُمَّ أَتَاهُ آخَرُ، فَقَامَ عَنْ يَسَارِهِ، فَتَقَدَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي، وَصَلَّيْنَا مَعَهُ ثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً بِالْوِتْرِ. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: إِخْبَارُ ابْنِ عَبَّاسٍ -: بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي بِاللَّيْلِ - مِنْ هَذَا الْبَابِ
Shahih Ibnu Khuzaimah 1672: Yunus bin Abdul A'la memberitakan kepada kami, Yahya bin Bukair menceritakan kepadaku, Al-Laits menceritakan kepadaku, dari Khalid bin Yazid, dari Said dia adalah Ibnu Abu Hilal, dari Amr bin Abu Said bahwasanya ia berkata, "Suatu hari aku dan Abu Salama bin Abdurrahman pergi menemui Jabir bin Abdullah, Ketika sampai di rumahnya, ternyata ia sedang shalat. Kemudian ia menyebutkan hadits tersebut. 'Pada suatu ketika, kami sedang bepergian bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketika kami sampai di wilayah Suqya atau Qahah, maka Rasulullah berkata, 'Siapakah di antara kalian yang bersedia pergi ke kolam Ayayah untuk menambal kolam itu dengan lumpur dan menahan air di dalamnya, setelah itu, ia bersedia mengisi tempat air kami hingga kami tiba nanti' tanpa ragu-ragu aku berkata, 'aku bersedia melakukan itu hai Rasulullah.' lalu Jabir bin Shakhr pun berkata, 'aku pun bersedia hai Rasulullah.' setelah itu, kami pergi dengan beijalan kaki menuju kolam itu dan kami sampai di sana pada malam hari. Akhirnya kami mulai menambal kolam itu dan mengumpulkan air di dalamnya. Setelah itu kami meletakkan kepala kami hingga tengah malam. Tak lama kemudian, datang seseorang yang mengendarai unta dan berhenti di dekat kolam, lalu untanya menarik orang itu ke kolam, tetapi tuannya malah menarik tali kekangnya, kemudian orang tersebut berkata, 'apakah kalian berdua mengizinkan kami untuk meminum air kolam ini dan setelah itu aku masuk ke dalamnya?' ternyata orang tersebut adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka kami pun berkata, 'silahkan hai Rasulullah.' kemudian beliau mengulurkan untanya untuk minum sepuas-puasnya hingga kekenyangan. Kemudian Jabir bin Abdullah berkata kepada kami, 'lalu Rasulullah pergi mendekat hingga berhenti di tempat air mengalir. Setelah itu, beliau pergi ke tempat air tersebut untuk berwudhu. Kemudian aku mulai menuangkan air untuk beliau wudhu. Selanjutnya beliau mengenakan kainnya dan aku langsung berdiri di sebelah kirinya. Tetapi beliau malah memindahkanku ke sebelah kanannya. Tak lama kemudian datang seorang sahabat dan langsung berdiri di sebelah kirinya. Lalu Rasulullah maju ke depan dan memulai shalat. Abu Bakar berkata, "ini adalah hadits Ibnu Abbas, 'suatu malam aku menginap di rumah bibiku, Maimunah. Di tengah malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bangun untuk shalat malam'."
صحيح ابن خزيمة ١٦٧٣: نا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ: قَالَ الشَّافِعِيُّ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، ح وَثنا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَنَّ مَالِكًا، حَدَّثَهُ، عَنْ مَخْرَمَةَ بْنِ سُلَيْمَانَ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ بَاتَ عِنْدَ مَيْمُونَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ، وَهِيَ خَالَتُهُ، فَاضْطَجَعْتُ فِي عَرْضِ الْوِسَادِ، وَاضْطَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَهْلُهُ فِي طُولِهَا، فَنَامَ، حَتَّى انْتَصَفَ اللَّيْلُ أَوْ قَبْلَهُ بِقَلِيلٍ أَوْ بَعْدَهُ بِقَلِيلٍ اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَلَسَ يَمْسَحُ وَجْهَهُ بِيَدِهِ، ثُمَّ قَرَأَ الْعَشْرَ الْآيَاتِ الْخَوَاتِمَ مِنْ سُورَةِ آلِ عِمْرَانَ، ثُمَّ قَامَ إِلَى شَنٍّ مُعَلَّقَةٍ فَتَوَضَّأَ مِنْهَا، فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ، ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي، قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: فَقُمْتُ إِلَى جَنْبِهِ، فَوَضَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى رَأْسِي، وَأَخَذَ بِأُذُنِي الْيُمْنَى فَفَتَلَهَا وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ، ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى الصُّبْحَ. هَذَا حَدِيثُ الرَّبِيعِ
Shahih Ibnu Khuzaimah 1673: Rabi' bin Sulaiman memberitakan kepada kami dan berkata, "Syafi'i berkata, 'Malik memberitakan kepada kami,Ha, Yunus bin Abdul A'la menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab memberitakan kepada kami, Malik memberitakan kepadanya, dari Makhramah bin Sulaiman, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas yang telah menceritakan hadits itu kepadanya, "Pada suatu ketika aku pernah bermalam di rumah Maimunah, istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan juga sekaligus bibi Ibnu Abbas. Pada malam itu, aku tidur dengan menggunakan bantal, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidur bersama keluarganya di kamar. Kemudian pada tengah malam, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terjaga dan langsung duduk. Lalu beliau mengusap wajahnya dengan tangan dan setelah itu membaca sepuluh ayat terakhir dari surah Al Imran. Selanjutnya beliau berjalan menuju tempat air yang tergantung untuk berwudhu dan setelah itu segera melaksanakan shalat. Akhirnya aku pun terbangun dan ikut shalat di sebelah beliau. Selanjutnya Rasulullah meletakkan tangan kanannya di atas kepalaku dan memegang telinga kananku serta memintalnya. Kemudian beliau mengerjakan shalat dua rakaat dan juga mengerjakan shalat dua rakaat yang ringan. Setelah itu, beliau keluar dari kamar untuk melaksanakan shalat shubuh." Ini adalah hadits Rabi'
صحيح ابن حبان ١٦٧٤: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا جَعْفَرٍ، يُحَدِّثُ عَنْ مُسْلِمٍ أَبِي الْمُثَنَّى، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: إِنَّمَا كَانَ الأَذَانُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّتَيْنِ، وَالإِقَامَةُ مَرَّةً، غَيْرَ أَنَّهُ يَقُولُ: قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ، قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ، فَإِذَا سَمِعْنَا الإِقَامَةَ تَوَضَّأْنَا، ثُمَّ جِئْنَا إِلَى الصَّلاَةِ.
Shahih Ibnu Hibban 1674: Al Hasan bin Sufyan telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Syu’bah telah menceritakan kepada kami, berkata, Aku mendengar Abu Ja’far telah menceritakan dari Muslim Abu Al Mutsanna dari Ibnu Umar, berkata, Adzan pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dua kali (dalam pengulangan bacaannya), dan untuk iqamat satu kali (dalam bacaannya), namun di dalam iqamat ditambah dengan lafadz, Qad Qamat Ash-Shalah, Qad Qamat Ash-Shalah. Jika kami telah mendengar iqamat kami beranjak wudhu’, kemudian kami datang untuk shalat. 715 [4:50]
سنن الدارقطني ١٦٩٢: حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي عُثْمَانَ الْقَارِيُّ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ , نا أَبُو سَعِيدٍ سُفْيَانُ بْنُ زِيَادٍ الْمُؤَدِّبُ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْقَطَّامِيُّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَرَعَفَ أَوْ قَاءَ فَلْيَضَعْ يَدَهُ عَلَى فِيهِ وَيَنْظُرْ رَجُلًا مِنَ الْقَوْمِ لَمْ يَسْبِقْ بِشَيْءٍ فَيُقَدِّمُهُ , وَيَذْهَبُ فَيَتَوَضَّأُ ثُمَّ يَجِيءُ فَيَبْنِي عَلَى صَلَاتِهِ مَا لَمْ يَتَكَلَّمْ فَإِنْ تَكَلَّمَ اسْتَأْنَفَ الصَّلَاةَ»
Sunan Daruquthni 1692: Ahmad bin Muhammad bin Abi Utsman Al Qari menceritakan kepada kami. Muhammad bin Ishak bin Khuzaimah menceritakan kepada kami, Abu Sa'id Sufyan bin Ziyad Al Mu'addib mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Al Qaththami menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Ziyad. dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda. "Jika salah seorang di antara kalian mengerjakan shalat, lalu keluar darah dari hidungnya atau muntah, maka hendaklah dia meletakkan tangannya pada mulutnya dan melihat pada salah seorang di antara kaum yang tidak terjadi apa-apa pada dirinya, lalu menyuruhnya maju dan dia sendiri pergi untuk berwudhu, kemudian dia datang dan meneruskan shalatnya selagi dia belum berbicara. Jika dia telah berbicara, maka dia harus memulai kembali shalatnya. "
Grade
مسند أحمد ١٧٠٤: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَكِيمٍ الْعَدَنِيُّ حَدَّثَنِي الْحَكَمُ يَعْنِي ابْنَ أَبَانَ قَالَ سَمِعْتُ عِكْرِمَةَ يَقُولُ قَالَ الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ لَمَّا أَفَاضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مَعَهُ فَبَلَغْنَا الشِّعْبَ نَزَلَ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ رَكِبْنَا حَتَّى جِئْنَا الْمُزْدَلِفَةَ
Musnad Ahmad 1704: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abu Hakim Al 'Adani] telah menceritakan kepadaku [Al Hakam] yaitu Ibnu Aban berkata: saya mendengar ['Ikrimah] berkata: [Al Fadhl bin Abbas] berkata: "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bergegas meninggalkan (Arafah) yang pada saat itu aku bersama beliau. Ketika kami sampai di sebuah lembah, beliau singgah dan berwudhu, kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali hingga tiba di Muzdalifah."
Grade
صحيح ابن حبان ١٧٠٦: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا مُجَاهِدُ بْنُ مُوسَى، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ، وَصَلَّى الصَّلَوَاتِ كُلَّهَا بِوَضُوءٍ وَاحِدٍ.
Shahih Ibnu Hibban 1706: Ahmad bin Ali Al Mutsanna telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Mujahid bin Musa telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Yahya bin Adam telah menceritakan kepada ia berkata, Sufyan telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Alqamah bin Martsad dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya755, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu dan mengusap sepasang khuffhya. Lalu Beliau melaksanakan shalat seluruhnya dengan satu kali wudhu." 756 [1:4]
صحيح ابن حبان ١٧٠٧: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ، عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ لِكُلِّ صَلاَةٍ، فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ فَتْحِ مَكَّةَ صَلَّى الصَّلَوَاتِ كُلَّهَا بِوَضُوءٍ وَاحِدٍ.
Shahih Ibnu Hibban 1707: Al Hasan bin Sufyan telah mengabaikan kepada kami, ia berkata, Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami, ia berkata, Waki’ telah menceritakan kepada kami sebuah hadits dari Sufyan dari Maharib bin Ditsar dari Ibnu Buraidah dari ayahnya, ia berkata, Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu untuk setiap shalat Ketika terjadi penaklukan kota Makkah, beliau melaksanakan shalat seluruhnya dengan satu wudhu.” 757 [1:4]