صحيح ابن حبان ١١٢٧: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ مُوسَى، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنْ أَشْعَثَ بْنِ أَبِي الشَّعْثَاءِ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي ثَوْرٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ، قَالَ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَتَوَضَّأَ مِنْ لُحُومِ الإِبِلِ، وَلاَ نَتَوَضَّأَ مِنْ لُحُومِ الْغَنَمِ، وَأَنْ نُصَلِّيَ فِي مَرَابِضِ الْغَنَمِ، وَلاَ نُصَلِّيَ فِي أَعْطَانِ الإِبِلِ.
Shahih Ibnu Hibban 1127: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, ia berkata: Ubaidullah bin Musa mengabarkan kepada kami, dari Israil, dari Asy’ats bin Abu Asy-Sya’tsa’, dari Ja’far bin Abu Tsaur, dari Jabir biri Samurah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk berwudhu setelah makan daging unta. Dan beliau tidak memerintahkan kami berwudhu setelah makan daging kambing. Beliau memerintahkan (membolehkan) kami shalat di kandang kambing. Namun beliau tidak membolehkan kami shalat di kandang unta. 49 [4:1]
صحيح ابن حبان ١١٢٨: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا الثَّوْرِيُّ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الرَّازِيِّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنِ الْبَرَاءِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ: أَنُصَلِّي فِي أَعْطَانِ الإِبِلِ؟ قَالَ: لاَ، قِيلَ: أَنُصَلِّي فِي مَرَابِضِ الْغَنَمِ؟ قَالَ: نَعَمْ، قِيلَ: أَنَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الإِبِلِ؟ قَالَ: نَعَمْ، قِيلَ: أَنَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الْغَنَمِ؟ قَالَ: لاَ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: فِي سُؤَالِ السَّائِلِ عَنِ الْوُضُوءِ مِنْ لُحُومِ الإِبِلِ، وَعَنِ الصَّلاَةِ فِي أَعْطَانِهَا، وَتَفْرِيقِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الْجَوَابَيْنِ: أَرَى الْبَيَانَ أَنَّهُ أَرَادَ الْوُضُوءَ الْمَفْرُوضَ لِلصَّلاَةِ، دُونَ غَسْلِ الْيَدَيْنِ، وَلَوْ كَانَ ذَلِكَ غَسْلَ الْيَدَيْنِ مِنَ الْغَمْرِ لاَسْتَوَى فِيهِ لُحُومُ الإِبِلِ وَالْغَنَمِ جَمِيعًا، وَقَدْ كَانَ تَرْكُ الْوُضُوءِ مِمَّا مَسَّتْهُ النَّارُ، وَبَقِيَ الْمُسْلِمُونَ عَلَيْهِ مُدَّةً، ثُمَّ نُسِخَ ذَلِكَ، وَبَقِيَ لُحُومُ الإِبِلِ مُسْتَثْنًى مِنْ جُمْلَةِ مَا أُبِيحَ بَعْدَ الْحَظْرِ الَّذِي تَقَدَّمَ ذِكْرُنَا لَهُ.
Shahih Ibnu Hibban 1128: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, ia berkata: Abdurrazaq mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ats- Tsauri mengabarkan kepada kami, dari Al A’masy, dari Abdullah bin Abdullah Ar-Razi, dari Abdurrahman bin Abu Laili, dari Al Barra', bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya: Apakah kami boleh shalat di kandang unta? Beliau menjawab: “Tidak boleh’ Beliau di tanya: Apakah kami boleh shalat di kandang kambing? Beliau menjawab, “Iya, boleh.’’ Beliau ditanya, “Apakah kami harus berwudhu setelah makan daging unta?" Beliau menjawab, “Iya.” Beliau ditanya: Apakah kami harus berwudhu setelah makan daging kambing? Beliau menjawab, “Tidak.', 50 [1:110] Abu Hatim RA berkata, “Di dalam pertanyaan tentang wudhu setelah makan daging unta, tentang shalat di kandang unta, dan pemisahan beliau, di antara dua jawaban: terdapat penjelasan bahwa beliau menghendaki melakukan wudhu seperti wudhu yang diwajibkan saat akan mengerjakan shalat, bukan hanya sekadar membasuh kedua tangan. Seandainya yang dimaksud adalah membasuh kedua tangan niscaya akan sama hukumnya antara makan daging unta dan kambing. 51 Dan dulu pernah diperbolehkan untuk tidak berwudhu setelah memakan makanan yang dimasak dengan api, dan umat Islam pun mengerjakannya dalam beberapa waktu, tetapi setelah itu hukum ini dinaskh, dan kini hanya daging unta yang dikecualikan untuk berwudhu setelah memakannya dari beberapa yang dibolehkan setelah pelarangan yang telah kami sebutkan sebelumnya.” 52
مسند الشافعي ١١٢٨: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ بَالَ فِي السُّوقِ فَتَوَضَّأَ وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ ثُمَّ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدُعِيَ لِجَنَازَةٍ فَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ ثُمَّ صَلَّى
Musnad Syafi'i 1128: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi', dari Ibnu Umar: Bahwa ia pernah buang air kecil di pasar, lalu berwudhu. Untuk itu, ia membasuh wajah dan kedua tangannya serta mengusap kepalanya. Kemudian ia memasuki masjid dan diserukan untuk shalat jenazah, maka terlebih dahulu ia mengusap sepasang khufiiya, kemudian shalat. 370
صحيح ابن خزيمة ١١٢٩: ثنا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، وَعَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلَاءِ قَالَا: ثنا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ ثَلَاثَ عُقَدٍ إِذَا هُوَ نَامَ، كُلُّ عُقْدَةٍ يَضْرِبُ عَلَيْهِ يَقُولُ: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، وَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَتَانِ، فَإِذَا صَلَّى انْحَلَّتِ الْعُقَدُ، فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ، وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ " هَذَا لَفْظُ حَدِيثِ الدَّوْرَقِيُّ
Shahih Ibnu Khuzaimah 1129: Ya’qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi dan Abdul Jabbar bin Al Ala' menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al A’raj, dari Abu Hurairah. Sampai berita tersebut kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau berkata, “Syetan telah mengikatkan tiga ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kamu ketika ia sedang tidur dan tiap-tiap ikatan diikatnya kuat-kuat dengan berkata, 'Bagimu malam yang panjang.' Apabila ia terbangun dan mengingat Allah maka terlepaslah satu ikatan, apabila ia berwudhu maka terlepaslah dua ikatan dan apabila ia shalat maka terlepaslah semua ikatan tersebut. Sehingga di pagi hari ia bersemangat dan berjiwa bersih, jika tidak maka di pagi hari ia akan berjiwa kotor dan malas.” Ini adalah lafazh hadits Ad-Dauraqi.
صحيح ابن حبان ١١٢٩: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ نَضَرٍ الْخَلْقَانِيُّ بِمَرْوَ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ: حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي هِنْدٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى قِدْرٍ، فَانْتَشَلَ مِنْهَا عَظْمًا فَأَكَلَهُ، ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: قَوْلُ ابْنِ عَبَّاسٍ: فَأَكَلَهُ، أَرَادَ بِهِ: اللَّحْمَ الَّذِي عَلَى الْعَظْمِ لاَ الْعَظْمَ نَفْسَهُ.
Shahih Ibnu Hibban 1129: Muhammad bin Ahmad bin Nadhr Al Khalqani di Marwa mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ishaq bin Manshur menceritakan kepada kami, ia berkata: Abdu Ash-Shamad bin Abdul Warits menceritakan kepada kami, ia berkata: Ayahku menceritakan kepada kami, ia berkata: Daud bin Abu Hind menceritakan kepada kami, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melewati sebuah periuk berisi daging. Beliau kemudian menggigit dagingnya lalu memakannya. Setelah itu beliau shalat dengan tidak berwudhu lagi. 53 [4:1] Abu Hatim berkata, “Perkataan Ibnu Abbas, ‘fa akalahu' maksudnya adalah daging yang menempel di tulang, bukan tulang itu sendiri’
صحيح ابن حبان ١١٣٠: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ، سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ، يَقُولُ: قُرِّبَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُبْزٌ وَلَحْمٌ، فَأَكَلَهُ وَدَعَا بِوَضُوءٍ، ثُمَّ صَلَّى الظُّهْرَ، ثُمَّ دَعَا بِفَضْلِ طَعَامِهِ فَأَكَلَ، ثُمَّ صَلَّى الْعَصْرَ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ. ثُمَّ دَخَلْتُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ، فَقَالَ: هَلْ مِنْ شَيْءٍ؟ فَلَمْ يَجِدُوا، فَقَالَ: أَيْنَ شَاتُكُمُ الْوَالِدُ؟ فَأَمَرَنِي بِهَا، فَاعْتَقَلْتُهَا فَحَلَبْتُ لَهُ، ثُمَّ صَنَعَ لَنَا طَعَامًا فَأَكَلْنَا، ثُمَّ صَلَّى قَبْلَ أَنْ يَتَوَضَّأَ. ثُمَّ دَخَلْتُ مَعَ عُمَرَ، فَوَضَعْتُ جَفْنَةً فِيهَا خُبْزٌ وَلَحْمٌ، فَأَكَلْنَا، ثُمَّ صَلَّيْنَا قَبْلَ أَنْ نَتَوَضَّأَ.قَالَ: وَحَدَّثَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرٍ مِثْلَهُ.
Shahih Ibnu Hibban 1130: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, ia berkata: Abdurrazaq mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin Al Munkadir menceritakan kepadaku, ia mendengar Jabir bin Abdullah berkata: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah dihidangkan roti dan daging lalu beliau memakannya dan setelah itu meminta air untuk berwudhu, kemudian mengeijakan shalat Zhuhur. Setelah itu beliau meminta sisa makanannya tadi, lalu beliau memakannya. Kemudian beliau mengerjakan shalat ashar tanpa berwudhu. Selanjutnya aku (Jabir) masuk bersama Abu Bakar lalu ia bertanya, “Apakah masih ada sesuatu (makanan)?” Maka mereka tidak mendapatinya. Abu Bakar berkata, “Mana kambing kalian yang sudah besar?”. Lalu ia memerintahkanku dengan kambing tersebut Kemudian aku tahan kambing itu lalu aku perahkan susu untuknya. Setelah itu ia membuatkan kami makanan, lalu kami pun memakannya. Kemudian ia shalat tanpa berwudhu. Lalu aku masuk bersama Umar, kemudian aku meletakkan mangkuk besar yang berisi roti dan daging. Maka kami makan lalu kami shalat tanpa berwudhu lagi. 54 [4:1] Ibnu Juraij berkata, “Ma’mar menceritakan kepada kami, dari Ibnu55 Al Munkadiri, dari Jabir, dengan hadits yang sama.”
صحيح ابن خزيمة ١١٣٠: نا عَلِيُّ بْنُ قُرَّةَ بْنُ حَبِيبِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ مَطَرٍ الرِّمَّاحُ، نا أَبِي، أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا نَامَ عَقَدَ الشَّيْطَانُ عَلَيْهِ ثَلَاثَ عُقَدٍ، فَإِنْ تَعَارَّ مِنَ اللَّيْلِ فَذَكَرَ اللَّهَ، حُلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ حُلَّتْ عُقْدَتَانِ فَإِنْ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، حُلَّتِ الْعُقَدُ كُلُّهَا، فَحُلُّوا عُقَدَ الشَّيْطَانِ، وَلَوْ بِرَكْعَتَيْنِ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 1130: Ali bin Qurrah bin Habib bin Yazid bin Mathar Ar-Rammah menceritakan kepada kami, Ayahku menceritakan kepada kami, Syu’bah mengabarkan kepadaku dari Ya’la bin Atha', dari Abdurrahman, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya jika seorang hamba tidur maka syetan mengikatnya dalam tidurnya dengan tiga ikatan dan apabila ia terjaga di malam hari lalu mengingat Allah maka terlepaslah satu ikatan, apabila ia berwudhu maka terlepaslah dua ikatan dan apabila ia shalat dua rakaat maka terlepaslah semua ikatannya. Lepaskanlah ikatan syetan meski hanya dengan shalat dua rakaat!"
صحيح ابن خزيمة ١١٣١: ثنا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، نا عُمَرُ بْنُ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ، نا أَبِي، نا الْأَعْمَشُ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا سُفْيَانَ يَقُولُ: سَمِعْتُ جَابِرًا يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ ذَكَرٍ وَلَا أُنْثَى إِلَّا عَلَى رَأْسِهِ جَرِيرٌ مَعْقُودٌ حِينَ يَرْقُدُ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِذَا قَامَ فَتَوَضَّأَ وَصَلَّى انْحَلَّتِ الْعُقَدُ» ثنا مُحَمَّدٌ، ثنا عُبَيْدُ اللَّهِ، عَنْ شَيْبَانَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ ذَكَرٍ وَلَا أُنْثَى إِلَّا عَلَيْهِ جَرِيرٌ مَعْقُودٌ حِينَ يَرْقُدُ بِاللَّيْلِ» ، بِمِثْلِهِ وَزَادَ «وَأَصْبَحَ خَفِيفًا طَيِّبَ النَّفْسِ، قَدْ أَصَابَ خَيْرًا» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: " الْجَرِيرُ: الْحَبْلُ "
Shahih Ibnu Khuzaimah 1131: Muhammad bin Yahya menceritakan kepada kami, Umar bin Hafsh bin Ghiyats menceritakan kepada kami, Ayahku menceritakan kepada kami, Al A’masy menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Abu Sufyan berkata: Aku mendengar Jabir berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak ada seorang pun dari Laki-laki maupun perempuan melainkan terdapat tali pengikat pada kepalanya ketika tidur, apabila ia terbangun dan mengingat Allah maka terlepaslah satu ikatan, apabila berdiri dan berwudhu lalu shalat maka terlepaslah semua ikatannya." Muhammad menceritakan kepada kami, Ubaidullah menceritakan kepada kami dari Syaiban, dari Al A’masy, dari Abu Sufyan, dari Jabir, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada seorang pun dari laki-laki maupun perempuan melainkan pada dirinya ada tali pengikat yang diikatkan oleh syetan ketika tidur di malam hari ..." Redaksi selanjutnya seperti haditsnya dan ia menambahkan, “Maka di pagi hari ia akan merasa ringan dan berjiwa bersih telah mendapatkan kebaikan.” Abu Bakar berkata, “Kalimat Al Jarir artinya Al Habl (Tali).”
صحيح ابن حبان ١١٣١: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ وَهْبِ بْنِ كَيْسَانَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكَلَ مِنْ كَتِفٍ أَوْ قَالَ: تَعَرَّقَ مِنْ ضِلَعٍ ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ.
Shahih Ibnu Hibban 1131: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Khaitsamah menceritakan kepada kami, ia berkata: Ismail bin Ulayyah menceritakan kepada kami, dari Ayub, dari Wahb bin Kaisan, dari Muhammad bin Amru bin Atha, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah makan paha kambing- atau Ibnu Abbas berkata: Beliau menggigit dari tulang rusuk- kemudian beliau shalat dan tidak berwudhu.”56 [5 :20]
صحيح ابن حبان ١١٣٢: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا حِبَّانُ بْنُ مُوسَى، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ، عَنْ مَعْمَرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: أَكَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ لَحْمٍ، وَمَعَهُ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ، ثُمَّ قَامُوا إِلَى الصَّفِّ وَلَمْ يَتَوَضَّؤُوا. قَالَ جَابِرٌ: ثُمَّ شَهِدْتُ أَبَا بَكْرٍ أَكَلَ طَعَامًا، ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ. ثُمَّ شَهِدْتُ عُمَرَ أَكَلَ مِنْ جَفْنَةٍ، ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ.
Shahih Ibnu Hibban 1132: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata: Hibban bin Musa menceritakan kepada kami, ia berkata: Abdullah menceritakan kepada kami, dari Ma’mar, ia berkata: Muhammad bin Al Munkadir menceritakan kepada kami, dari Jabir, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memakan daging, dan bersama beliau terdapat Abu Bakar dan Umar. Kemudian mereka bangkit menuju shaf shalat tanpa berwudhu. Jabir berkata, “Kemudian aku pernah menyaksikan Abu Bakar memakan suatu makanan, lalu ia berdiri untuk mengerjakan shalat dan ia tidak berwudhu. Kemudian aku (juga) pernah menyaksikan Umar memakan suatu makanan dari mangkok besar, lalu ia berdiri mengerjakan shalat dan ia tidak berwudhu.”57 [4:1]