سنن الدارقطني ٤٨٨: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى بْنِ سَهْلٍ الْبَرْبَهَارِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُعَاوِيَةَ بْنِ مَالَجَ , نا عَلِيُّ بْنُ هَاشِمٍ , عَنِ الْأَعْمَشِ , ح وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا أَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ , ح وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا حَاجِبُ بْنُ سُلَيْمَانَ , ح وَحَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْحَنَّاطُ , ثنا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , قَالُوا: حَدَّثَنَا وَكِيعُ بْنُ الْجَرَّاحِ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «قَبَّلَ بَعْضَ نِسَائِهِ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ». قَالَ عُرْوَةُ: فَقُلْتُ لَهَا: مَنْ هِيَ إِلَّا أَنْتِ؟ , فَضَحِكَتْ. وَقَالَ ابْنُ مَالَجَ: يُقَبِّلُ بَعْضَ أَزْوَاجِهِ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ , قُلْتُ: مَنْ هِيَ إِلَّا أَنْتِ؟ , فَضَحِكَتْ
Sunan Daruquthni 488: Muhammad bin Musa bin Sahl bin Barbahari menceritakan kepada kami, Muhammad bin Mu'awiyah bin Malij mengabarkan kepada kami, Ali bin Hasyim mengabarkan kepada kami, dari Al A'masy {h}, Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Abu Hisyam Ar-Rifa'i menceritakan kepada kami {h} Abu Bakar AnNaisaburi menceritakan kepada kami, Hajib bin Sulaiman menceritakan kepada kami {h}, Sa'id bin Muhammad Al Hannath menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, mereka mengatakan: Waki' bin Al Jarrah menceritakan kepada kami, dari Al A'masy, dari Habib bin Abu Tsabit, dari Urwah, dari Aisyah: "Bahwa Rasulullah SAW mencium salah seorang istrinya, kemudian beliau pergi shalat dan tidak berwudhu lagi." Urwah menuturkan, "Lalu aku katakan kepada Aisyah, 'Tentunya istrinya itu adalah engkau.' Aisyah pun tertawa." Ibnu Malij menyebutkan (dalam redaksi yang dituturkannya): "Beliau mencium salah seorang istrinya kemudian shalat dan tidak berwudhu lagi." Lalu aku katakan, "Siapa istrinya itu, tentu engkau?" Maka Aisyah hanya tertawa.
Grade
سنن الدارقطني ٤٨٩: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ , وَأَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , وَمُحَمَّدُ بْنُ إِشْكَابَ , وَعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ , قَالُوا: نا أَبُو يَحْيَى الْحِمَّانِيُّ , نا الْأَعْمَشُ , عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يُصْبِحُ صَائِمًا ثُمَّ يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ فَتَلَقَّاهُ الْمَرْأَةُ مِنْ نِسَائِهِ فَيُقَبِّلُهَا ثُمَّ يُصَلِّي». , قَالَ عُرْوَةُ: قُلْتُ لَهَا مَنْ تَرِينَهُ غَيْرُكِ؟ , فَضَحِكَتْ
Sunan Daruquthni 489: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ali bin Harb, Ahmad bin Manshur, Muhammad bin Isykab dan Abbas bin Muhammad mengabarkan kepada kami, mereka mengatakan: Abu Yahya Al Himmani mengabarkan kepada kami, Al A'masy mengabarkan kepada kami, dari Habib bin Abu Tsabit, dari Urwah, dari Aisyah, ia menuturkan, "Pada suatu pagi Rasulullah SAW berpuasa, kemudian berwudhu untuk shalat, lalu salah seorang istrinya menemui beliau, kemudian beliau menciumnya, lalu melaksanakan shalat." Urwah menuturkan, "Lalu aku katakan kepada Aisyah, 'Siapa menurutmu selain dirimu?' Maka ia pun tertawa."
Grade
صحيح مسلم ٤٨٩: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ يَعْنِي ابْنَ مَهْدِيٍّ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَبْرٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْتَسِلُ بِخَمْسِ مَكَاكِيكَ وَيَتَوَضَّأُ بِمَكُّوكٍ و قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى بِخَمْسِ مَكَاكِيَّ و قَالَ ابْنُ مُعَاذٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ وَلَمْ يَذْكُرْ ابْنَ جَبْرٍ
Shahih Muslim 489: Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Mu'adz] telah menceritakan kepada kami [bapakku] --lewat jalur periwayatan lain-- dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin al-Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman, yaitu bin Mahdi] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abdullah bin Abdullah bin Jabr] dia berkata: saya mendengar [Anas] berkata: "Rasulullah mandi dengan lima cangkir, dan berwudhu dengan satu cangkir." Ibnu al-Mutsanna berkata: "Dengan lima cangkir." Ibnu Mu'adz berkata dari Abdullah bin Abdullah, dan dia tidak menyebutkan Ibnu Jabr.
صحيح مسلم ٤٩٠: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ مِسْعَرٍ عَنْ ابْنِ جَبْرٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ
Shahih Muslim 490: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Mis'ar] dari [Ibnu Jabr] dari [Anas] dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu dengan satu mud dan mandi dengan satu sha' (empat mud) hingga lima mud."
سنن الدارقطني ٤٩٠: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ بْنِ اللَّبَّانِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَجَّاجِ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ , ح حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ صَالِحٍ , نا عَلِيُّ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي النَّجْمِ بِالرَّافِقَةِ , ثنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُوسَى , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ حَبِيبٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يَتَوَضَّأُ ثُمَّ يُقَبِّلُ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ». لَفْظُهُمَا وَاحِدٌ.
Sunan Daruquthni 490: Utsman bin Ja'far bin Ahmad bin Al-Labban menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Hajjaj mengabarkan kepada kami, Abu Bakar bin Ayyasy mengabarkan kepada kami {h}, Al Husain bin Ahmad bin Shalih menceritakan kepada kami, Ali bin Isma'il bin Abu An-Najm mengabarkan kepada kami di Rafiqah, Isma'il bin Musa menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, dari Al A'masy, dari Habib, dari Urwah, dari Aisyah, ia menuturkan, "Nabi SAW berwudhu kemudian mencium (istrinya), lalu melaksanakan shalat dan tidak berwudhu lagi." Lafazh keduanya sama.
Grade
صحيح مسلم ٤٩١: و حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ وَعَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ كِلَاهُمَا عَنْ بِشْرِ بْنِ الْمُفَضَّلِ قَالَ أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا بِشْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو رَيْحَانَةَ عَنْ سَفِينَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُغَسِّلُهُ الصَّاعُ مِنْ الْمَاءِ مِنْ الْجَنَابَةِ وَيُوَضِّئُهُ الْمُدُّ
Shahih Muslim 491: Dan telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil al-Jahdari] dan [Amru bin Ali] keduanya dari [Bisyr bin al-Mufadhdhal] berkata [Abu Kamil] telah menceritakan kepada kami [Bisyr] telah menceritakan kepada kami [Abu Raihanah] dari [Safinah] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memandikannya dengan satu sha' air karena junub dan mewudhukannya dengan satu mud air
المستدرك ٤٩١: مَا حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا يَحْيَى بْنُ أَبِي طَالِبٍ، ثنا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَطَاءٍ، وَأَخْبَرَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ نَصْرٍ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عِيسَى، ثنا الْقَعْنَبِيُّ، كُلُّهُمْ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ، مَوْلًى لِآلِ الْأَزْرَقِ، أَنَّ الْمُغِيرَةَ بْنَ أَبِي بُرْدَةَ، رَجُلٌ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ، أَخْبَرَهُ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ وَنَحْمِلُ مَعَنَا الْقَلِيلَ مِنَ الْمَاءِ، فَإِنْ تَوَضَّأْنَا بِهِ عَطِشْنَا أَفَنَتَوَضَّأُ بِمَاءِ الْبَحْرِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ» . وَقَدْ تَابَعَ مَالِكَ بْنَ أَنَسٍ عَلَى رِوَايَتِهِ، عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِسْحَاقَ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْمُزَنِيُّ. أَمَا حَدِيثُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَاقَ، فَحَدَّثَنَاهُ أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ أَنْبَأَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَيُّوبَ بْنِ زَاذَانَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ الْمِنْهَالِ، ثنا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِسْحَاقَ، عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ، قَالَ: وَأَنْبَأَ أَبُو يُوسُفَ بْنُ يَعْقُوبَ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، ثنا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، ثنا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِسْحَاقَ، ثنا صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
Al Mustadrak 491: Hadits yang diceritakan kepada kami oleh Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub, Yahya bin Abu Thalib menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab bin Atha' menceritakan kepada kami. Abu Bakar bin Nashr mengabaikan kepadaku, Ahmad bin Muhammad bin Isa menceritakan kepada kami, Al Qa’nabi menceritakan kepada kami, semuanya dari Malik, dari Shafwan bin Sulaim, dari Sa’id bin Salamah —maula keluarga Al Azraq—, bahwa Al Mughirah bin Abu Burdah seorang laki-laki dari bani Abdud Dar memberitakan kepadanya bahwa dia pernah mendengar Abu Hurairah berkata, “Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasulullah, kami mengarungi lautan dan hanya membawa sedikit air, maka jika kami berwudhu dengan air tersebut, kami akan kehausan. Jadi, bolehkah kami berwudhu dengan air laut?' Rasulullah menjawab, 'Air laut itu suci dan halal bangkainya'." Riwayat Malik bin Anas dari Shafwan bin Sulaim ini memiliki syahid dari riwayat Abdurrahman bin Ishaq dan Ishaq bin Ibrahim Al Muzani. Mengenai hadits Abdurrahman bin Ishaq, Abu Bakar bin Ishaq menceritakannya kepada kami, Abdullah bin Ayyub bin Zadzan memberitakan (kepada kami), Muhammad bin Al Minhal menceritakan kepada kami, Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Ishaq menceritakan kepada kami dari Shafwan bin Sul aim, dia berkata: Yusuf bin Ya’qub memberitakan (kepada kami), Muhammad bin Abu Bakar menceritakan kepada kami, Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Ishaq menceritakan kepada kami, Shafwan bin Sulaim menceritakan kepada kami dari Sa’id bin Salamah, dari Al Mughirah bin Abu Burdah, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dengan redaksi yang serupa.
المستدرك ٤٩٢: الْكِيلِينِيُّ بِالرِّيِّ، ثنا سَعِيدُ بْنُ كَثِيرِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حُمَيْدِ بْنِ نَافِعٍ الْأَنْصَارِيُّ، ثنا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ، وَهُوَ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَفَرٌ مِمَّنْ يَرْكَبُ الْبَحْرَ فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ وَنَتَزَوَّدُ شَيْئًا مِنَ الْمَاءِ، فَإِنْ تَوَضَّأْنَا بِهِ عَطِشْنَا فَهَلْ يَصْلُحُ لَنَا أَنْ نَتَوَضَّأَ مِنْ مَاءِ الْبَحْرِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ» وَقَدْ تَابَعَ الْجُلَاحُ أَبُو كَثِيرٍ صَفْوَانَ بْنَ سُلَيْمٍ عَلَى رِوَايَةِ هَذَا الْحَدِيثِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ
Al Mustadrak 492: [...] Al Kilini di Raiy, Sa’id bin Katsir bin Yahya bin Humaid bin Nafi' Al Anshari menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami dari Shafwan bin Sulaim, dari Sa’id bin Salamah, dari Al Mughirah bin Abu Burdah, seorang laki- laki dari bani Abdud Dar, dari Abu Hurairah, dia berkata, “Sekelompok orang yang hendak mengarungi lautan mendatangi Nabi dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kami akan mengarungi lautan dan hanya membawa bekal sedikit air, maka bila kami berwudhu dengannya, kami akan kehausan. Jadi, bolehkah kami berwudhu dengan air laut?' Rasulullah menjawab, 'Air laut itu suci dan bangkainya halal'." Riwayat Shafwan bin Sulaiman ini memiliki syahid dari hadits Al Julah Abu Katsir dari Sa’id bin Salamah.
صحيح مسلم ٤٩٢: و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ ح و حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ أَبِي رَيْحَانَةَ عَنْ سَفِينَةَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ صَاحِبِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ وَيَتَطَهَّرُ بِالْمُدِّ وَفِي حَدِيثِ ابْنِ حُجْرٍ أَوْ قَالَ وَيُطَهِّرُهُ الْمُدُّ و قَالَ وَقَدْ كَانَ كَبِرَ وَمَا كُنْتُ أَثِقُ بِحَدِيثِهِ
Shahih Muslim 492: Dan telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abi Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Ulayah] --lewat jalur periwayatan lain-- dan telah menceritakan kepadaku [Ali bin Hujr] telah menceritakan kepada kami [Ismail] dari [Abu Raihanah] dari [Safinah] dia berkata: "Abu Bakar, sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mandi dengan satu sha' air (empat mud), dan bersuci (wudhu) dengan satu mud." Dan dalam hadits Ibnu Hujur, "Atau dia berkata: "Dan satu mud (air) mensucikannya." Dan dia berkata: "Sungguh dia telah tua, dan aku tidak percaya dengan haditsnya."
سنن الدارقطني ٤٩٣: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ , حَدَّثَنَا وَكِيعٌ , ح وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ , ح وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , عَنْ زَيْدِ بْنِ أَخْزَمَ , حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ , كُلُّهُمْ عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ , ح وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَعُمَرُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَلِيٍّ الْقَطَّانُ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ الْبُسْرِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ غُنْدَرٌ , نا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ , عَنْ أَبِي رَوْقٍ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يَتَوَضَّأُ ثُمَّ يُقَبِّلُ بَعْدَمَا يَتَوَضَّأُ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ» هَذَا حَدِيثُ غُنْدَرٍ , وَقَالَ وَكِيعٌ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبَّلَ بَعْضَ نِسَائِهِ ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ. وَقَالَ ابْنُ مَهْدِيٍّ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبَّلَهَا وَلَمْ يَتَوَضَّأْ. وَقَالَ أَبُو عَاصِمٍ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ , لَمْ يَرْوِهِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ غَيْرُ أَبِي رَوْقٍ عَطِيَّةَ بْنِ الْحَارِثِ , وَلَا نَعْلَمُ حَدَّثَ بِهِ عَنْهُ غَيْرُ الثَّوْرِيِّ , وَأَبِي حَنِيفَةَ , وَاخْتُلِفَ فِيهِ فَأَسْنَدَهُ الثَّوْرِيُّ , عَنْ عَائِشَةَ , وَأَسْنَدَهُ أَبُو حَنِيفَةَ , عَنْ حَفْصَةَ وَكِلَاهُمَا أَرْسَلَهُ , وَإِبْرَاهِيمُ التَّمِيمِيُّ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ عَائِشَةَ وَلَا مِنْ حَفْصَةَ وَلَا أَدْرَكَ زَمَانَهُمَا. , وَقَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ , عَنِ الثَّوْرِيِّ , عَنْ أَبِي رَوْقٍ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ فَوَصَلَ إِسْنَادَهُ. وَاخْتُلِفَ عَنْهُ فِي لَفْظُهُ فَقَالَ عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ عَنْهُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ , وَقَالَ عُثْمَانُ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ وَلَا يَتَوَضَّأُ , وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Sunan Daruquthni 493: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Abu Hisyam Ar-Rifa'i menceritakan kepada kami, Waki' menceritakan kepada kami {h}, Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ya'qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi mengabarkan kepada kami {h}, Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, dari Zaid bin Akhzam, Abu Ashim menceritakan kepada kami, semuanya dari Sufyan Ats-Tsauri {h}, Al Husain bin Isma'il dan Umar bin Ahmad bin Ali Al Qaththan menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Muhamamd bin Al Walid bin Busri mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Ja'far Ghundar mengabarkan kepada kami, Sufyan Ats-Tsauri mengabarkan kepada kami, dan Abu Rauq, dari Ibrahim At-Taimi, dari Aisyah, ia menuturkan, "Rasulullah SAW berwudhu, kemudian mencium (itsrinya) setelah berwudhu, lalu melaksanakan shalat dan tidak berwudhu lagi." Ini hadits Ghundar. Waki' menyebutkan (dalam redaksi): "Sesungguhnya Nabi SAW mencium salah seorang istrinya lalu melaksanakan shalat dan tidak berwudhu lagi." Ibnu Mahdi menyebutkan (dalam redaksinya): "Sesungguhnya Nabi SAW menciumnya dan tidak tidak berwudhu lagi." Abu Ashim menyebutkan (dalam redaksinya): "Nabi SAW mencium (istrinya) lalu melaksanakan shalat dan tidak berwudhu lagi." Tidak ada yang meriwayatkannya dari Ibrahim At-Taimi selain Abu Rauq Athiyyah bin Al Harits, dan kami tidak mengetahuinya meriwayatkan hadits ini darinya selain Ats-Tsauri dan Abu Hanifah, dan keduanya berbeda, yang mana Ats-Tsauri menyandarkannya kepada Aisyah, sementara Abu Hanifah menyandarkannya kepada Hafshah, dan keduanya sama-sama menyatakan mursal. Ibrahim At-Taimi tidak mendengar dari Aisyah dan tidak pula dari Hafshah, serta tidak pernah sezaman dengan keduanya. Hadits ini diriwayatkan juga oleh Mu'awiyah bin Hisyam dari Ats-Tsauri, dari Abu Rauq, dari Ibrahim At-Taimi, dari ayahnya, dari Aisyah, lalu menyambungkan isnadnya, namun lafazhnya berbeda, yang mana Utsman bin Abu Syaibah meriwayatkan darinya dengan isnad ini: "Bahwa Nabi SAW mencium (istrinya) padahal beliau sedang berpuasa." Sedangkan selain Utsman meriwayatkan darinya (dengan redaksi): "Bahwa Nabi SAW mencium (istrinya) dan tidak berwudhu lagi." Wallahu a‘lam.
Grade