Hasil Pencarian: wudhu 1334 Hadits

Sunan Daruquthni #481

سنن الدارقطني ٤٨١: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا مَالِكٌ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «مِنْ قُبْلَةِ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ الْوُضُوءُ»

Sunan Daruquthni 481: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ahmad bin Isma'il mengabarkan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami, dari Ibnu Syihab, bahwa ia mengatakan, "Laki-laki yang mencium istrinya harus berwudhu."

Grade

Al-Mustadrak #481

المستدرك ٤٨١: حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ بَطَّةَ الْأَصْبَهَانِيُّ مِنْ أَصْلِ كِتَابِهِ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زَكَرِيَّا الْأَصْبَهَانِيُّ، عَنْ مُحْرِزِ بْنِ سَلَمَةَ الْمَدَنِيُّ، ثنا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنِ الْقَاسِمِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: «إِذَا مَسَّتِ الْمَرْأَةُ فَرْجَهَا تَوَضَّأَتْ» . «وَهَذِهِ مُنَاظَرَةٌ جَرَتْ بَيْنَ أَئِمَّةِ الْحُفَّاظِ فِي هَذَا الْبَابِ»

Al Mustadrak 481: Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Baththah Al Ashbahani menceritakan kepada kami dari kitab aslinya, Abdullah bin Muhammad bin Zakaria Al Ashbahani menceritakan kepada kami dari Muhriz bin Salamah Al Madani, Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami dari Ubaidillah bin Umar, dari Al Qasim, dari Aisyah, dia berkata, "Apabila perempuan memegang kemaluannya maka dia harus berwudhu.” Ini merupakan perdebatan di antara para imam huffazh dalam masalah ini.

Al-Mustadrak #482

المستدرك ٤٨٢: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْجَرَّاحِ الْعَدْلُ الْحَافِظُ، بِمَرْوَ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَحْيَى الْقَاضِي السَّرَخْسِيُّ، ثنا رَجَاءُ بْنُ مُرَجًّى الْحَافِظُ، قَالَ: " اجْتَمَعْنَا فِي مَسْجِدِ الْخَيْفِ أَنَا وَأَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ وَعَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ وَيَحْيَى بْنُ مَعِينٍ فَتَنَاظَرُوا فِي مَسِّ الذَّكَرِ، فَقَالَ يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ: يَتَوَضَّأُ مِنْهُ، وَقَالَ عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ بِقَوْلِ الْكُوفِيِّينَ وَتَقَلَّدَ قَوْلَهُمْ، وَاحْتَجَّ يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ بِحَدِيثِ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ، وَاحْتَجَّ عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ بِحَدِيثِ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ، عَنْ أَبِيهِ وَقَالَ لِيَحْيَى بْنِ مَعِينٍ: كَيْفَ تَتَقَلَّدُ إِسْنَادَ بُسْرَةَ وَمَرْوَانُ إِنَّمَا أُرْسِلَ شُرْطِيًّا حَتَّى رَدَّ جَوَابَهَا إِلَيْهِ، فَقَالَ يَحْيَى: ثُمَّ لَمْ يُقْنِعْ ذَلِكَ عُرْوَةَ حَتَّى أَتَى بُسْرَةَ فَسَأَلَهَا وَشَافَهَتْهُ بِالْحَدِيثِ، ثُمَّ قَالَ يَحْيَى: وَلَقَدْ أَكْثَرَ النَّاسُ فِي قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ وَأَنَّهُ لَا يُحْتَجُّ بِحَدِيثِهِ، فَقَالَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: كِلَا الْأَمْرَيْنِ عَلَى مَا قُلْتُمَا، فَقَالَ يَحْيَى: مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ تَوَضَّأَ مِنْ مَسِّ الذَّكَرِ. فَقَالَ عَلِيٌّ: كَانَ ابْنُ مَسْعُودٍ يَقُولُ: لَا يُتَوَضَّأُ مِنْهُ وَإِنَّمَا هُوَ بَضْعَةٌ مِنْ جَسَدِكَ فَقَالَ يَحْيَى عَنْ مَنْ، فَقَالَ: عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ أَبِي قَيْسٍ، عَنْ هُزَيْلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ وَإِذَا اجْتَمَعَ ابْنُ مَسْعُودٍ وَابْنُ عُمَرَ وَاخْتَلَفَا فَابْنُ مَسْعُودٍ أَوْلَى أَنْ يُتَّبَعَ، فَقَالَ لَهُ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ: نَعَمْ، وَلَكِنْ أَبُو قَيْسٍ الْأَوْدِيُّ لَا يُحْتَجُّ بِحَدِيثِهِ، فَقَالَ عَلِيٌّ: حَدَّثَنِي أَبُو نُعَيْمٍ ثنا مِسْعَرٌ، عَنْ عُمَيْرِ بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ، قَالَ: مَا أُبَالِي مَسِسْتُهُ أَوْ أتَّقِي، فَقَالَ أَحْمَدُ: عَمَّارُ وَابْنُ عُمَرَ اسْتَوَيَا فَمَنْ شَاءَ أَخَذَ بِهَذَا وَمَنْ شَاءَ أَخَذَ بِهَذَا، فَقَالَ يَحْيَى: بَيْنَ عُمَيْرِ بْنِ سَعِيدٍ وَعَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ مَفَازَةٌ

Al Mustadrak 482: Abu Bakar Muhammad bin Abdullah bin Al Jarrah Al Adi Al Hafizh menceritakan kepada kami di Marwa, Abdullah bin Yahya Al Qadhi As-Sarakhasi menceritakan kepada kami, Raja biri Maija Al Hafizh menceritakan kepada kami, dia berkata: Kami (yaitu aku, Ahmad bin Hanbal, Ali bin Al Madini, dan Yahya bin Ma’in) berkumpul di Masjid Al Khaif, lalu kami berdiskusi tentang hukum memegang kemaluan. Yahya bin Ma’in berkata, "Dia harus berwudhu jika memegang kemaluan." Ali bin Al Madini berpedoman dengan pendapatnya orang- orang Kufah dan mengikuti perkataan mereka. Yahya bin Ma’in berhujjah dengan hadits Busrah binti Shafwan, sementara Ali bin Al Madini berhujjah dengan hadits Qais bin Thalq dari ayahnya. Dia (Ali bin Al Madani) berkata kepada Yahya bin Ma’in, "Bagaimana engkau bisa mengikuti sanadnya Busrah, sementara Marwan hanya mengirim petugas untuk menemuinya, lalu petugas tersebut menyampaikan jawaban Busrah kepadanya?" Yahya lalu berkata, "Kemudian setelah itu Urwah tidak bisa menerimanya, maka dia datang langsung menemui Busrah dan menanyakan kepadanya, sehingga Busrah menuturkan hadits tersebut dengan mulutnya?" Yahya berkata lagi, "Mayoritas masyarakat membicarakan tentang Qais bin Thalq, bahwa haditsnya tidak bisa dijadikan hujjah." Ahmad bin Hanbal lalu berkata, "Dua masalah tersebut sesuai dengan yang kalian katakan." Yahya lalu berkata, "Malik (telah meriwayatkan) dari Nafi', dari Ibnu Umar, bahwa dia berwudhu jika memegang kemaluannya. Ali berkata, “Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa orang tersebut tidak perlu berwudhu karena kemaluan merupakan bagian dari tubuhmu.” Yahya bertanya, "Dari siapa?" Ali menjawab, "Dari Sufyan, dari Abu Qais, dari Hazbal, dari Abdullah. Apabila Ibnu Mas’ud dan Ibnu Umar berkumpul lalu mereka berbeda pendapat, maka Ibnu Mas’ud lebih patut diikuti." Ahmad bin Hanbal lalu berkata kepadanya, "Ya, akan tetapi Abu Qais Al Audi haditsnya tidak dijadikan hujjah." Ali berkata, “Abu Nu’aim menceritakan kepadaku, Mis’ar menceritakan kepada kami dari Umair bin Sa’ad, dari Ammar bin Yasir, dia berkata, ‘Aku tidak peduli apakah aku memegangnya atau menghindarinya’ Ahmad berkata, "Ammar dan Ibnu Umar itu sama, barangsiapa mau maka dia bisa mengambil riwayat ini, dan barangsiapa mau maka dia bisa mengambil riwayat itu." Yahya berkata, "Antara Umair bin Sa’id dan Ammar bin Yasir (terhalang) padang pasir (yaitu masanya sangat jauh)."

Sunan Daruquthni #482

سنن الدارقطني ٤٨٢: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا حَاجِبُ بْنُ سُلَيْمَانَ , نا وَكِيعٌ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: «قَبَّلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْضَ نِسَائِهِ ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ ثُمَّ ضَحِكَتْ». تَفَرَّدَ بِهِ حَاجِبٌ عَنْ وَكِيعٍ وَوَهِمَ فِيهِ وَالصَّوَابُ عَنْ وَكِيعٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ , وَحَاجِبٌ لَمْ يَكُنْ لَهُ كِتَابٌ إِنَّمَا كَانَ يُحَدِّثُ مِنْ حِفْظِهِ

Sunan Daruquthni 482: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Hajib bin Sulaiman mengabarkan kepada kami, Waki' mengabarkan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, ia mengatakan, "Rasulullah SAW mencium salah seorang istrinya, lalu beliau shalat dan tidak berwudhu lagi. Kemudian istrinya tertawa." Hajib meriwayatkannya sendirian dari Waki', dan ia telah keliru menduga. Yang benar dari Waki' dengan isnad ini adalah: "Bahwa Nabi SAW mencium padahal beliau sedang berpuasa." Hajib tidak mempunyai kitab catatan, ia menyampaikan hadits dari hafalannya.

Grade

Sunan Daruquthni #483

سنن الدارقطني ٤٨٣: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ الْوَرَّاقُ , نا عَاصِمُ بْنُ عَلِيٍّ , نا أَبُو أُوَيْسٍ , حَدَّثَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّهَا بَلَغَهَا قَوْلُ ابْنِ عُمَرَ: فِي الْقُبْلَةِ الْوُضُوءُ , فَقَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ ثُمَّ لَا يَتَوَضَّأُ». وَلَا أَعْلَمُ حَدَّثَ بِهِ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عَلِيٍّ هَكَذَا غَيْرُ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَذَكَرَهُ ابْنُ أَبِي دَاوُدَ , قَالَ: نا ابْنُ الْمُصَفَّى , ثنا بَقِيَّةُ , عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَيْسَ فِي الْقُبْلَةِ وُضُوءٌ»

Sunan Daruquthni 483: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ali bin Abdul Aziz Al Warraq mengabarkan kepada kami, Ashim bin Ali mengabarkan kepada kami, Abu Uwais mengabarkan kepada kami, Hisyam bin Urwah menceritakan kepadaku, dari ayahnya, dari Aisyah: Bahwa telah sampai kepadanya ucapan Ibnu Umar yang menyatakan, bahwa ciuman mengharuskan wudhu, maka Aisyah berkata, "Rasulullah SAW pernah mencium (salah seorang istrinya) padahal beliau sedang berpuasa, dan beliau tidak berwudhu lagi." Aku tidak tahu apakah ada yang menyampaikan hadits ini dari Ashim bin Ali seperti ini selain Ali bin Abdul Aziz.* Disebutkan pula oleh Ibnu Abi Daud, ia mengatakan: Ibnu Al Mushaffa menceritakan kepada kami, Baqiyyah menceritakan kepada kami, dari Abdul Malik bin Muhammad, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, bahwa Nabi SAW bersabda, "Ciuman tidak mengharuskan wudhu.**

Grade

Al-Mustadrak #483

المستدرك ٤٨٣: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ الْفَقِيهُ، أَنْبَأَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ الْمَكِّيُّ، وَحَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ عِيسَى، ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي طَالِبٍ، ثنا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، قَالَا: ثنا سُفْيَانُ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: «كُنَّا نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَا نَتَوَضَّأُ مِنْ مَوْطِئٍ» . تَابَعَهُ أَبُو مُعَاوِيَةَ، وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ، عَنِ الْأَعْمَشِ. «أَمَا حَدِيثُ أَبِي مُعَاوِيَةَ»

Al Mustadrak 483: Abu Bakar bin Ishaq Al Faqih menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal memberitakan (kepada kami), Muhammad bin Abbad Al Makki menceritakan kepada kami. Ali bin Isa menceritakan kepadaku, Ibrahim bin Abu Thalib menceritakan kepada kami, Ibnu Abu Umar menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Al A’masy, dari Abu Wail, dari Abdullah, dia berkata, “Kami pernah shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan saat itu kami tidak berwudhu akibat menginjak kotoran.” Hadits ini memiliki syahid dari Abu Mu’awiyah dan Abdullah bin Idris dari Al A’masy. Hadits Abu Muawiyah adalah:

Sunan Daruquthni #484

سنن الدارقطني ٤٨٤: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا الْعَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ بْنِ مَزْيَدٍ , أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبٍ , نا شَيْبَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنِ الْحَسَنِ بْنِ دِينَارٍ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّ رَجُلًا , قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنِ الرَّجُلِ يُقَبِّلُ امْرَأَتَهُ بَعْدَ الْوُضُوءِ؟ , فَقَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يُقَبِّلُ بَعْضَ نِسَائِهِ وَلَا يُعِيدُ الْوُضُوءَ». , فَقُلْتُ لَهَا: لَئِنْ كَانَ ذَلِكَ مَا كَانَ إِلَّا مِنْكِ فَسَكَتَتْ. هَكَذَا قَالَ فِيهِ: إِنَّ رَجُلًا قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ. وَذَكَرَهُ ابْنُ أَبِي دَاوُدَ , قَالَ: حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمَرْزُبَانِ , نا هِشَامُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ جَابِرٍ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا

Sunan Daruquthni 484: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Al Walid bin Mazid menceritakan kepada kami, Muhammad bin Syu'aib mengabarkan kepadaku, Syaiban bin Abdurrahman mengabarkan kepada kami, dari Al Hasan bin Dinar, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, yakni Urwan bin Az-Zubair bahwa, Seorang laki-laki mengatakan, "Aku tanyakan kepada Aisyah tentang seorang laki-laki yang mencium istrinya setelah berwudhu. Aisyah menjawab, 'Rasulullah SAW pernah mencium salah seorang istrinya dan beliau tidak mengulangi wudhu.' Lalu aku katakan kepadanya, 'Walaupun itu pernah dilakukan, mungkin hanya kepadamu.' Aisyah diam." Demikian, ia juga menyebutkan dalam redaksi hadits ini bahwa, seorang laki-laki menuturkan "Aku bertanya kepada Aisyah". Ibnu Abi Daud juga mengemukakannya, ia menyebutkan: Ja'far bin Muhammad bin Al Marzuban menceritakan kepada kami, Hisyam bin Ubaidullah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Jabir menceritakan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, dari Nabi SAW, hadits ini.

Grade

Sunan Daruquthni #485

سنن الدارقطني ٤٨٥: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ الْحُنَيْنِيُّ , نا جَنْدَلُ بْنُ وَالْقٍ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو , عَنْ غَالِبٍ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: «رُبَّمَا قَبَّلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ». غَالِبٌ هُوَ ابْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ مَتْرُوكٌ

Sunan Daruquthni 485: Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Husain Al Hunaini mengabarkan kepada kami, Jandal bin Waliq mengabarkan kepada kami, Ubaidullah bin Amr menceritakan kepada kami, dari Ghalib, dari Atha‘ dari Aisyah, ia mengatakan, "Rasanya Rasulullah SAW menciumku, lalu shalat dan tidak berwudhu lagi." Ghalib adalah Ibnu Ubaidullah, ia matruk (haditsnya ditinggalkan).

Grade

Sunan Daruquthni #486

سنن الدارقطني ٤٨٦: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ غَالِبٍ , نا الْوَلِيدُ بْنُ صَالِحٍ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو , عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ الْجَزَرِيِّ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «كَانَ يُقَبِّلُ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ». يُقَالُ: إِنَّ الْوَلِيدَ بْنَ صَالِحٍ وَهِمَ فِي قَوْلِهِ , عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ , وَإِنَّمَا هُوَ حَدِيثُ غَالِبٍ , وَرَوَاهُ الثَّوْرِيُّ , عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ , عَنْ عَطَاءٍ , مِنْ قَوْلِهِ وَهُوَ الصَّوَابُ , وَإِنَّمَا هُوَ حَدِيثُ غَالِبٍ , وَاللَّهُ أَعْلَمُ

Sunan Daruquthni 486: Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ghalib mengabarkan kepada kami, Al Walid bin Shalih mengabarkan kepada kami, Ubaidullah bin Amr mengabarkan kepada kami, dari Abdul Karim Al Jazari, dari Atha', dari Aisyah: "Bahwa Nabi SAW pernah mencium (istrinya) lalu shalat dan tidak berwudhu lagi." Dikatakan bahwa Al Walid bin Shalih berasumsi dalam ucapannya dari Abdul Karim, padahal sebenarnya itu hadits Ghalib. Ats-Tsauri meriwayatkannya dari Abdul Karim, dari Atha', dari ucapannya, inilah yang benar. Jadi itu adalah hadits Ghalib. Wallahu a‘lam.

Grade

Sunan Daruquthni #487

سنن الدارقطني ٤٨٧: حَدَّثَنَا ابْنُ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ , نا سُفْيَانُ , عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ الْجَزَرِيِّ , عَنْ عَطَاءٍ , قَالَ: «لَيْسَ فِي الْقُبْلَةِ وُضُوءٌ». وَهَذَا هُوَ الصَّوَابُ

Sunan Daruquthni 487: Ibnu Mubasysyir menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Ahmad bin Sinan mengabarkan kepada kami, Abdurrahman mengabarkan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Abdul Karim Al Jazari, dari Atha‘ ia mengatakan, "Ciuman tidak mewajibkan wudhu.' Inilah yang benar.

Grade