المستدرك ٤٧٥: أَخْبَرَنِي أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ بَطَّةَ الْأَصْبَهَانِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ أَصْبَغَ بْنِ الْفَرَجِ، ثنا أَبِي، ثنا الْمُنْذِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحِزَامِيُّ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَرْوَانَ، عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ» فَأَنْكَرَ عُرْوَةُ فَسَأَلَ بُسْرَةَ فَصَدَّقَتْهُ
Al Mustadrak 475: Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Baththah Al Ashbahani mengabarkan kepadaku, Muhammad bin Ashbagh bin Al Faraj menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, Al Mundzir bin Abdullah Al Hizami menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Marwan, dari Busrah binti Shafwan, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa menyentuh kemaluannya maka dia hendaknya berwudhu.” Mulanya, Urwah mengingkarinya, kemudian dia bertanya kepada Busrah, dan ternyata dia (Busrah) membenarkannya. Di antara mereka adalah Anbasah bin Abdul Wahid Al Qurasyi.
المستدرك ٤٧٦: حَدَّثَنَا أَبُو مُحَمَّدٍ جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ نُصَيْرٍ الْخَوَّاصُ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُلَيْمَانَ الْحَضْرَمِيُّ، ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ أَبَانَ، ثنا عَنْبَسَةُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَرْوَانَ، عَنْ بُسْرَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ مَسَّ فَرْجَهُ فَلَا يُصَلِّ حَتَّى يَتَوَضَّأَ» قَالَ: فَأَتَيْتُ بُسْرَةَ فَحَدَّثَتْنِي كَمَا حَدَّثَنِي مَرْوَانُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ ذَلِكَ
Al Mustadrak 476: Abu Muhammad Ja’far bin Muhammad bin Nashir Al Khawwash menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Sulaiman Al Hadhrami menceritakan kepada kami, Abdullah bin Umar bin Aban menceritakan kepada kami, Anbasah bin Abdul Wahid menceritakan kepada kami dari Hisyam bin Urwah, dan ayahnya, dari Marwan, dari Busrah, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa menyentuh kemaluannya maka dia tidak boleh shalat sampai dia berwudhu terlebih dahulu" Urwah berkata, “Aku pun mendatangi Basrah, lalu dia menyebutkan kepadaku suatu hadits, sebagaimana yang diceritakan Marwan kepadaku, dia berkata, 'Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda demikian'.” Di antara mereka adalah Abu Al Aswad Humaid bin Al Aswad Al Bashri, seorang periwayat tsiqah ma'mun.
صحيح مسلم ٤٧٦: و حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ حَدَّثَنِي عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي خَالَتِي مَيْمُونَةُ قَالَتْ أَدْنَيْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُسْلَهُ مِنْ الْجَنَابَةِ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ ثُمَّ أَفْرَغَ بِهِ عَلَى فَرْجِهِ وَغَسَلَهُ بِشِمَالِهِ ثُمَّ ضَرَبَ بِشِمَالِهِ الْأَرْضَ فَدَلَكَهَا دَلْكًا شَدِيدًا ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ مِلْءَ كَفِّهِ ثُمَّ غَسَلَ سَائِرَ جَسَدِهِ ثُمَّ تَنَحَّى عَنْ مَقَامِهِ ذَلِكَ فَغَسَلَ رِجْلَيْهِ ثُمَّ أَتَيْتُهُ بِالْمِنْدِيلِ فَرَدَّهُ و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ وَالْأَشَجُّ وَإِسْحَقُ كُلُّهُمْ عَنْ وَكِيعٍ ح و حَدَّثَنَاه يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ كِلَاهُمَا عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَلَيْسَ فِي حَدِيثِهِمَا إِفْرَاغُ ثَلَاثِ حَفَنَاتٍ عَلَى الرَّأْسِ وَفِي حَدِيثِ وَكِيعٍ وَصْفُ الْوُضُوءِ كُلِّهِ يَذْكُرُ الْمَضْمَضَةَ وَالِاسْتِنْشَاقَ فِيهِ وَلَيْسَ فِي حَدِيثِ أَبِي مُعَاوِيَةَ ذِكْرُ الْمِنْدِيلِ
Shahih Muslim 476: Telah menceritakan kepadaku [Ali bin Hujras-Sa'di] telah menceritakan kepadaku [Isa bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [al-A'masy] dari [Salim bin Abi al-Ja'di] dari [Kuraib] dari [Ibnu Abbas] dia berkata: "Bibiku, [Maimunah] telah menceritakan kepadaku, dia berkata: 'Aku pernah membawa air mandi kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena junub, Lalu beliau membasuh dua tapak tangan sebanyak dua atau tiga kali. Kemudian beliau memasukkan tangan ke dalam wadah berisi air, lalu menyiramkan air tersebut ke atas kemaluan serta membasuhnya dengan tangan kiri. Setelah itu, beliau menggosokkan tangan kiri ke tanah dengan pijatan yang kuat, lalu berwudhu sebagaimana yang biasa dilakukan untuk mendirikan shalat. Kemudian beliau menuangkan air yang diciduk dengan dua telapak tangan ke kepala sebanyak tiga kali sepenuh telapak tangan. Lalu beliau membasuh seluruh tubuh, lalu beralih dari tempat tersebut dan membasuh kedua kaki, kemudian aku mengambilkan handuk untuk beliau, tetapi beliau menolaknya." Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin ash-Shabbah], [Abu Bakar bin Abi Syaibah], [Abu Kuraib], [al-Asyajj], dan [Ishaq] semuanya dari [Waki'] --lewat jalur periwayatan lain--, dan telah menceritakan kepada kami tentangnya [Yahya bin Yahya] dan [Abu Kuraib] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Muawiyah] keduanya dari [al-A'masy] dengan sanad ini, dan tidaklah dalam hadits keduanya lafazh, "Menyiramkan air tiga kali sepenuh telapak tangan pada kepala." Dan dalam hadits Waki' terdapat gambaran wudhu seluruhnya. Dia menyebutkan berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung. Dan dalam hadits Abu Mu'awiyah tidak menyebutkan handuk.
سنن الدارقطني ٤٧٧: حَدَّثَنَا ابْنُ إِسْمَاعِيلَ الْمَحَامِلِيُّ , وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ خُشَيْشٍ , قَالَا: نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , نا جَرِيرٌ , عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى , عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ , أَنَّهُ كَانَ قَاعِدًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ , فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا تَقُولُ فِي رَجُلٍ أَصَابَ مِنِ امْرَأَةٍ لَا تَحِلُّ لَهُ فَلَمْ يَدَعْ شَيْئًا يُصِيبُهُ الرَّجُلُ مِنِ امْرَأَتِهِ إِلَّا قَدْ أَصَابَهُ مِنْهَا إِلَّا أَنَّهُ لَمْ يُجَامِعْهَا؟ , فَقَالَ: «تَوَضَّأْ وُضُوءًا حَسَنًا ثُمَّ قُمْ فَصَلِّ» , قَالَ: فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَذِهِ الْآيَةَ {أَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ}، الْآيَةُ , فَقَالُ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ: أَهِيَ لَهُ خَاصَّةً أَمْ لِلْمُسْلِمِينَ عَامَّةً؟ , فَقَالَ: «بَلْ هِيَ لِلْمُسْلِمِينَ عَامَّةً». صَحِيحٌ
Sunan Daruquthni 477: Al Husain bin Isma'il Al Mahamili dan Abdullah bin Ja'far bin Khusyaisy menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Yusuf bin Musa mengabarkan kepada kami, Jarir mengabarkan kepada kami, dari Abdul Malik bin Umair, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Mu'adz bin Jabal: Bahwa ia sedang duduk di dekat Nabi SAW, lalu seorang laki-laki datang kemudian berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu tentang seorang laki-laki yang mencumbui seorang wanita yang tidak halal baginya, dan tidak ada yang dilewatkannya yang biasa dilakukan seorang laki-laki terhadap istrinya, hanya saja ia tidak menyetubuhinya?" Beliau menjawab, "Berwudhulah dengan wudhu yang baik, lalu laksanakanlah shalat." Lalu Allah menurunkan ayat ini: "Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam.'' Mu'adz bin Jabal menanyakan, "Apakah itu khusus bagi orang tersebut atau berlaku umum untuk semua kaum muslimin?" Beliau menjawab, "Melainkan untuk semua kaum muslimin." Shahih.
Grade
المستدرك ٤٧٧: أَخْبَرَنَا أَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَغْدَادِيُّ، ثنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِسْحَاقَ الْقَاضِي، قَالَ: سَمِعْتُ عَلِيَّ بْنَ الْمَدِينِيِّ، وَذَكَرَ حَدِيثَ شُعَيْبِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ الَّذِي يَذْكُرُ فِيهِ سَمَاعَ عُرْوَةَ مِنْ بُسْرَةَ، فَقَالَ عَلِيٌّ: هَذَا مِمَّا يَدُلُّكَ عَلَى أَنَّ يَحْيَى بْنَ سَعِيدٍ الْقَطَّانَ قَدْ حَفِظَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَرْوَانَ، عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ، وَقَدْ كَانَتْ صَحِبَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا مَسَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ فَلَا يُصَلِّ حَتَّى يَتَوَضَّأَ» . «فَأَنْكَرَ ذَلِكَ عُرْوَةُ فَسَأَلَ بُسْرَةَ فَصَدَّقَتْهُ. . . حَزْمٍ الْأَنْصَارِيُّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمٍ الزُّهْرِيُّ، وَأَبُو الزِّنَادِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ ذَكْوَانَ الْقُرَشِيُّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُرْوَةَ، وَأَبُو الْأَسْوَدَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ نَوْفَلٍ الْقُرَشِيُّ، وَعَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ الْأَنْصَارِيُّ، وَالْحَسَنُ بْنُ مُسْلِمِ بْنِ يَنَّاقٍ، وَغَيْرِهِمْ مِنِ التَّابِعِينَ وَأَتْبَاعِهِمْ، فَأَمَّا بُسْرَةُ بِنْتُ صَفْوَانَ فَإِنَّهَا مِنْ سَيِّدَاتِ قُرَيْشٍ»
Al Mustadrak 477: Abu Ja’far Muhammad bin Muhammad bin Abdullah Al Baghdadi mengabarkan kepada kami, Ismail Ibnu Ishaq Al Qadhi menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Ali bin Al Madini —selanjutnya dia menyebutkan redaksi hadits Syu’aib bin Ishaq— meriwayatkan dari Hisyam bin Urwah, yang menyebutkan bahwa Urwah pernah mendengar dari Busrah. Ali berkata, "Ini menunjukkan bahwa Yahya bin Sa’id Al Qaththan telah menghapal dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Marwan, dari Busrah binti Shafwan -termasuk sahabat Nabi -, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Apabila salah seorang dari kalian memegang kemaluannya, maka dia tidak boleh shalat sampai berwudhu terlebih dahulu '." Urwah mengingkarinya, kemudian dia bertanya kepada Busrah, dan ternyata Busrah membenarkannya [..J Hazm Al Anshari, Muhammad bin Muslim Az-Zuhri, Abu Az-Zinad Abdullah bin Dzakwan Al Qurasyi, Muhammad bin Abdullah bin Urwah, Abu Al Aswad Muhammad bin Abdurrahman bin Naufal Al Qurasyi, Abdul Hamid bin Ja’far Al Anshari, Al Hasan bin Muslim bin Yanaq, dan yang lain, baik dari kalangan tabiin maupun tabiut tabiin. Busrah binti Shafwan termasuk salah seorang bangsawan Quraisy.
سنن الدارقطني ٤٧٨: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْبَاقِي بْنُ قَانِعٍ , نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ الْفَضْلِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى بْنِ يَزِيدَ الطَّرَسُوسِيُّ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ عُمَرَ بْنِ سَيّْارٍ مَدِينِيُّ , حَدَّثَنِي أَبِي , عَنِ ابْنِ أَخِي الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: «لَا تُعَادُ الصَّلَاةُ مِنَ الْقُبْلَةِ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ بَعْضَ نِسَائِهِ وَيُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأُ». خَالَفَهُ مَنْصُورُ بْنُ زَاذَانَ فِي إِسْنَادِهِ
Sunan Daruquthni 478: Abdul Baqi bin Qani' menceritakan kepada kami, Isma'il bin Al Fadhl mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Isa bin Yazid Ath-Tharasusi mengabarkan kepada kami, Sulaiman bin Umar bin Sayyar Madini mengabarkan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku, dari putra saudaraku Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, ia mengatakan, "Tidak perlu mengulangi shalat karena mencium. Rasulullah SAW pernah mencium sebagian istrinya lalu beliau shalat dan tidak berwudhu lagi." Manshur bin Zadzan menyelisihinya dalam isnadnya.
Grade
سنن الدارقطني ٤٧٩: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ الْوَلِيدِ بْنِ مَزْيَدٍ , أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبٍ , نا سَعِيدُ بْنُ بَشِيرٍ , وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ الْجَرَوِيُّ , نا أَبُو حَفْصٍ التِّنِّيسِيُّ , نا سَعِيدُ بْنُ بَشِيرٍ , حَدَّثَنِي مَنْصُورٌ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: لَقَدْ كَانَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يُقَبِّلُنِي إِذَا خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ وَمَا يَتَوَضَّأُ».
Sunan Daruquthni 479: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Al Abbas bin Al Walid bin Mazid mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Syu'aib mengabarkan kepadaku, Sa'id bin Basyir menceritakan kepada kami. Dan Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Abdul Aziz Al Jarawi menceritakan kepadaku, Abu Hafsh At-Tannisi mengabarkan kepada kami, Sa'id bin Basyir mengabarkan kepada kami, Manshur menceritakan kepadaku, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Aisyah, ia mengatakan, "Nabiyullah SAW pernah menciumku ketika hendak pergi shalat, dan beliau tidak berwudhu lagi."
Grade
المستدرك ٤٧٩: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ الْمُؤَذِّنُ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عِمْرَانَ النَّسَوِيُّ، ثنا أَحْمَدُ بْنُ زُهَيْرٍ، ثنا مُصْعَبُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الزُّبَيْرِيُّ، قَالَ: وَبُسْرَةُ بِنْتُ صَفْوَانَ بْنِ نَوْفَلِ بْنِ أَسَدٍ مِنَ الْمُبَايِعَاتِ، وَوَرَقَةُ بْنُ نَوْفَلٍ عَمُّهَا، وَلَيْسَ لِصَفْوَانَ بْنِ نَوْفَلٍ عَقِبٌ إِلَّا مِنْ قِبَلِ بُسْرَةَ، وَهِيَ زَوْجَةُ مُعَاوِيَةَ بْنِ مُغِيرَةَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ «وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ جَمَاعَةٍ مِنَ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ، عَنْ بُسْرَةَ مِنْهُمْ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ وَسَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، وَعَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَنْصَارِيَّةِ، وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، وَمَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ وَسُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى» وَقَدْ رَوِينَا عَنْ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسَةَ أَحَادِيثَ غَيْرِ هَذَا الْحَدِيثِ، وَقَدْ ثَبَتَ بِمَا ذَكَرْنَاهُ اشْتِهَارَ بُسْرَةَ بِنْتِ صَفْوَانَ، وَارْتَفَعَ عَنْهَا اسْمُ الْجَهَالَةِ بِهَذِهِ الرِّوَايَاتِ " وَقَدْ رَوِينَا إِيجَابَ الْوُضُوءِ مِنْ مَسِّ الذَّكَرِ عَنْ جَمَاعَةٍ مِنَ الصَّحَابَةِ وَالصَّحَابِيَّاتِ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهُمْ: عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ، وَأَبُو هُرَيْرَةَ، وَزَيْدُ بْنُ خَالِدٍ الْجُهَنِيُّ، وَسَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ، وَجَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ. . .، وَأُمُّ حَبِيبَةَ، وَأُمُّ سَلَمَةَ وَأَرْوَى. . . . . حَدَّثَنِي أَبِي، ثنا نَافِعُ بْنُ أَبِي نُعَيْمٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ مَسَّ فَرْجَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ» هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ " وَشَاهِدَهُ الْحَدِيثُ الْمَشْهُورُ: عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ. وَقَدْ صَحَّتِ الرِّوَايَةُ عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهَا قَالَتْ: «إِذَا مَسَّتِ الْمَرْأَةُ فَرْجَهَا تَوَضَّأَتْ»
Al Mustadrak 479: Muhammad bin Yusuf Al Muadzdzin mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Imran An-Nasawi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Zuhair menceritakan kepada kami, Mush’ab bin Abdullah Az-Zubairi menceritakan kepada kami, dia berkata: Busrah binti Shafwan bin Naufal bin Asad termasuk wanita yang membaiat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan pamannya adalah Waraqah bin Naufal. Shafwan bin Naufal tidak memiliki keturunan kecuali dari jalur Busrah. Dia adalah istri Mu’awiyah bin Mughirah bin Abu Al Ash. Hadits ini diriwayatkan dari segolongan sahabat dan tabiin dari Busrah, diantaranya adalah Abdullah bin Umar bin Khaththab , Abdullah bin Amr bin Al Ash, Sa’id bin Al Musayyib, Amrah binti Abdurrahman Al Anshariyyah, Abdullah bin Abu Mulaikah, Marwan bin Al Hakam, dan Sulaiman bin Musa. Kami telah meriwayatkan lima hadits dari Busrah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, selain hadits ini. Berdasarkan keterangan yang kami uraikan tentang ketenaran Busrah binti Shafwan adalah sah, sehingga nama yang majhul lantaran adanya riwayat-riwayat ini hilang. Berkaitan dengan kewajiban berwudhu akibat memegang kemaluan, telah kami riwayatkan dari beberapa sahabat dan shahabiyah (sahabat wanita) dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, diantaranya adalah Abdullah bin Umar, Abu Hurairah, Zaid bin Khalid Al Juhani, Sa’ad bin Abu Waqqash, Jabir bin Abdullah [...] , Ummu Habibah, dan Ummu Salamah. Aku juga telah meriwayatkan [...], ayahku menceritakan kepadaku, Nafi' bin Abu Nu’aim menceritakan kepada kami dari Sa’id bin Abu Sa’id Al Maqburi, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, مَنْ مَسَّ فَرْجَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ “Barangsiapa memegang kemaluannya maka dia hendaknya berwudhu.” Hadits ini shahih. Syahid -nya adalah hadits masyhur yang diriwayatkan dari Yazid bin Abdul Malik dari Sa’id bin Abu Sa’id, dari Abu Hurairah. Selain itu, riwayat dari Aisyah binti Ash-Shiddiq , dia berkata, “Apabila perempuan memegang kemaluannya maka dia hendaknya berwudhu,” adalah riwayat shahih.
المستدرك ٤٨٠: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ صَالِحِ بْنِ هَانِئٍ، ثنا الْفَضْلُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، ثنا إِسْحَاقُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْفَرْوِيُّ، ثنا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ، وَحدثنا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، أَنْبَأَ الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ، أَنْبَأَ الشَّافِعِيُّ، أَنْبَأَ الْقَاسِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: «إِذَا مَسَّتِ الْمَرْأَةُ فَرْجَهَا بِيَدِهَا فَعَلَيْهَا الْوُضُوءُ»
Al Mustadrak 480: Muhammad bin Shalih bin Hani' menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Muhammad bin Al Musayyib menceritakan kepada kami, Ishaq bin Muhammad Al Farawi menceritakan kepada kami, Ubaidillah bin Umar menceritakan kepada kami. Abu Al Abbas Muhammad bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Ar-Rabi’ bin Sulaiman memberitakan (kepada kami), Asy-Syafi’i memberitakan (kepada kami), Al Qasim bin Abdullah memberitakan (kepada kami) dari ayahnya, dari Ubaidillah bin Umar, dari Al Qasim bin Muhammad, dari Aisyah, dia berkata, "Apabila perempuan memegang kemaluannya dengan tangannya maka dia wajib berwudhu."
سنن الدارقطني ٤٨٠: حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , وَالْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , وَعَلِيُّ بْنُ سَلْمِ بْنِ مِهْرَانَ , قَالُوا: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ هَانِئٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ بَكَّارٍ , نا سَعِيدُ بْنُ بَشِيرٍ , عَنْ مَنْصُورِ بْنِ زَاذَانَ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ. تَفَرَّدَ بِهِ سَعِيدُ بْنُ بَشِيرٍ , عَنْ مَنْصُورٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , وَلَمْ يُتَابَعْ عَلَيْهِ وَلَيْسَ بِقَوِيٍّ فِي الْحَدِيثِ , وَالْمَحْفُوظُ عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ , وَكَذَلِكَ رَوَاهُ الْحُفَّاظُ الثِّقَاتُ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , مِنْهُمْ مَعْمَرٌ , وَعُقَيْلٌ , وَابْنُ أَبِي ذِئْبٍ , وَقَالَ مَالِكٌ , عَنِ الزُّهْرِيِّ: فِي الْقُبْلَةِ الْوُضُوءُ , وَلَوْ كَانَ مَا رَوَاهُ سَعِيدُ بْنُ بَشِيرٍ , عَنْ مَنْصُورٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ عَائِشَةَ صَحِيحًا , لَمَا كَانَ الزُّهْرِيُّ يُفْتِي بِخِلَافِهِ , وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Sunan Daruquthni 480: Abu Bakar An-Naisaburi, Al Husain bin Isma'il dan Ali biin Salm bin Mihran menceritakan kepada kami, mereka mengatakan: Ibrahim bin Hanf mengabarkan 'kepada kami, Muhammad bin Bakkar mengabarkan kepada kami, Sa'id bin Basyir mengabarkan kepada kami, dari Manshur bin Zadzan, dari Az-Zuhri dengan isnad ini, serupa itu, namun tidak ada yang me-mutaba‘ah-nya dan ia tidak kuat dalam periwayatan hadits ini. Riwayat yang terpelihara dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Aisyah adalah: "Bahwa Nabi SAW pernah mencium (istrinya) padahal beliau sedang berpuasa." Demikian juga yang diriwayatkan oleh para huffazh (penghafal hadits) yang tsiqah dari Az-Zuhri, di antaranya adalah Ma'mar, Uqail dan Ibnu Abi Dzi'b. Malik mengatakan: Dari Az-Zuhri, "Mencium mengharuskan wudhu." Seandainya apa yang diriwayatkan Sa'id bin Basyir, dari Manshur, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Aisyah shahih, tentu Az-Zuhri tidak akan memberikan fatwa yang menyelesihinya. Wallahu a‘lam.