صحيح ابن خزيمة ٢٢٠: نا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيُّ، نا سُفْيَانُ، عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ قَالَ: «إِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يَعُودَ فَلْيَتَوَضَّأْ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ» يَعْنِي: الَّذِي يُجَامِعُ ثُمَّ يَعُودُ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ
Shahih Ibnu Khuzaimah 220: Sa’id bin Abdurrahman Al Makhzumi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Ashim Al Ahwal, ia berkata, “Apabila salah salah seorang di antara kalian hendak mengulang (senggama), maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat —maksud beliau, yang bersenggama—, kemudian ia kembali (senggama) sebelum ia mandi.”328
سنن الدارقطني ٢٢٠: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُوسَى بْنِ الْعَبَّاسِ بْنِ مُجَاهِدٍ الْمُقْرِئُ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , نا أَبُو عَامِرٍ , نا كَثِيرُ بْنُ زَيْدٍ , نا رُبَيْحُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ»
Sunan Daruquthni 220: Ahmad bin Musa bin Al Abbas bin Mujahid Al Muqri menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur mengabarkan kepada kami, Abu Amir mengabarkan kepada kami, Katsir bin Zaid mengabarkan kepada kami, Rubaih bin Abdurrahman bin Abu Sa'id mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah padanya."
Grade
سنن الدارقطني ٢٢١: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُنَادِي , نا أَبُو بَدْرٍ , نا حَارِثَةُ بْنُ مُحَمَّدٍ , وَنا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْعَلَاءِ , نا أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ أَبِي السَّفَرِ , نا أَبُو غَسَّانَ , نا جَعْفَرٌ الْأَحْمَرُ , عَنْ حَارِثَةَ بْنِ أَبِي الرِّجَالِ , عَنْ عَمْرَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا مَسَّ طَهُورَهُ يُسَمِّي اللَّهَ». وَقَالَ أَبُو بَدْرٍ: كَانَ يَقُومُ إِلَى الْوُضُوءِ فَيُسَمِّي اللَّهَ ثُمَّ يُفْرِغُ الْمَاءَ عَلَى يَدَيْهِ
Sunan Daruquthni 221: Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ubaidullah bin Al Munadi mengabarkan kepada kami, Abu Badr mengabarkan kepada kami, Haritsar bin Muhammad mengabarkan kepada kami. Dan Ahmad bin Ali bin Al 'Ala' mengabarkan kepada kami, Abu Ubaidah bin Abu As-Safal mengabarkan kepada kami, Abu Ghassan mengabarkan kepada kami, Ja'far Al Ahmad mengabarkan kepada kami, dari Haritsah bin Abu Ar-Rijal, dari Amrah, dari Aisyah, ia mengatakan, "Adalah Rasulullah SAW, apabila beliau menyentuh air wudhunya, beliau menyebut nama Allah." Abu Badr menyebutkan: "(Apabila) beliau hendak berwudhu, maka beliau menyebut nama Allah, kemudian menuangkan air ke tangannya."
Grade
صحيح ابن خزيمة ٢٢١: نا أَبُو يَحْيَى مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ الْبَزَّازُ، حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ، عَنْ أَبِي الْمُتَوَكِّلِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمُ الْعَوْدَ فَلْيَتَوَضَّأْ فَإِنَّهُ أُنْشِطُ لَهُ فِي الْعَوْدِ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 221: Abu Yahya Muhammad bin Abdurrahim Al Bazzaz mengabarkan kepada kami, Muslim bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami dari Ashim Al Ahwal dari Abu Al Mutawakkil dari Abu Sa’id, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Apabila salah salah seorang di antara kamu hendak mengulang (senggama), maka berwudhulah, karena wudhu itu lebih menggiatkannya untuk kembali (senggama).”330
صحيح ابن خزيمة ٢٢٢: نا بَحْرُ بْنُ نَصْرِ بْنِ سَابَقٍ، نا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ: سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ بْنَ صَالِحٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، وَحَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ هَاشِمٍ، نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ يَعْنِي ابْنَ مَهْدِيٍّ، نا مُعَاوِيَةُ، عَنْ رَبِيعَةَ وَهُوَ ابْنُ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ قَالَ: وَحَدَّثَهُ أَبُو عُثْمَانَ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ: كَانَتْ عَلَيْنَا رِعَايَةُ الْإِبِلِ فَرَوَّحْتُهَا بِعَشِيٍّ، فَأَدْرَكْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا يُحَدِّثُ النَّاسَ، فَأَدْرَكْتُ مِنْ قَوْلِهِ: «مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ مُقْبِلًا عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ إِلَّا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ» . قَالَ: فَقُلْتُ: مَا أَجْوَدَ هَذِهِ فَإِذَا قَائِلٌ بَيْنَ يَدَيَّ يَقُولُ: الَّذِي قَبْلَهَا أَجْوَدُ فَنَظَرْتُ فَإِذَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ قَالَ: إِنِّي قَدْ رَأَيْتُكَ جِئْتَ آنِفًا قَالَ: " مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ، فَبَلَغَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدَهُ وَرَسُولَهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ «هَذَا حَدِيثُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَهْدِيٍّ» نا بَحْرُ بْنُ نَصْرٍ فِي عَقِبِ حَدِيثِهِ قَالَ ابْنُ وَهْبٍ قَالَ: قَالَ مُعَاوِيَةُ: وَحَدَّثَنِي رَبِيعَةُ بْنُ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ بِمِثْلِ حَدِيثِ أَبِي عُثْمَانَ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ عُقْبَةَ
Shahih Ibnu Khuzaimah 222: Bahr bin Nashr bin Sabiq mengabarkan kepada kami, Ibnu Wahab mengabarkan kepada kami, ia berkata, Aku mendengar Mu’awiyah bin Shalih menceritakan dari Abu Utsman dari Jubair bin Nufair dari Uqbah bin Amir, dan Abdullah bin Hasyim menceritakan kepada kami, Abdurrahman —maksudnya adalah Ibnu Mahdi— mengabarkan kepada kami, Mu’awiyah mengabarkan kepada kami dari Rabi’ah -ia adalah Ibnu Yazid- dari Abu Idris, ia berkata, dan Abu Utsman menceritakan kepadanya dari Jubair bin Nufair dari Uqbah bin Amir, ia berkata, “Dulu kami harus menjaga unta, lalu aku kandangkan di waktu petang. Aku menjumpai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri sedang berbicara pada orang-orang. Aku dapati di antara sabda beliau, “Tidaklah seorang muslim berwudhu lalu membaguskan wudhunya, kemudian berdiri untuk melakukan shalat dua rakaat menghadapkan keduanya dengan hati dan badannya, melainkan ia berhak mendapat surga' Ia berkata, “Aku berkata, ‘Alangkah bagusnya ini!’ Tapi tiba-tiba seseorang di depanku berkata, ‘Orang yang menerimanya lebih bagus.’ Lalu aku memandangi, ternyata ia adalah Umar bin Al Khaththab. Ia berkata, ‘Sesungguhnya aku melihatmu datang tadi.’ Beliau bersabda, 'Tidaklah salah seorang di antara kamu berwudhu, lalu menyampaikan wudhunya —pada bagian yang ditentukan—, kemudian mengucap, 'Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya melainkan baginya dibuka delapan pintu surga, ia dapat masuk dari pintu mana saja yang ia mau.”331 Ini hadits Abdurrahman bin Mahdi. Bahr bin Nashr menceritakan kepada kami, di ujung redaksi haditsnya ia berkata, Ibnu Wahab berkata, Mu’awiyah berkata, "Rabi’ah bin Yazid menceritakan kepadaku dari Abu Idris Al Khaulani dari Uqbah bin Amir seperti hadits Utsman dari Jubair bin Nufair dari Uqbah.
سنن الدارقطني ٢٢٢: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَبُو الْأَزْهَرِ , نا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ , وَيَحْيَى بْنُ صَاعِدٍ , نا سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ , نا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حَرْمَلَةَ , عَنْ أَبِي ثِفَالٍ الْمُرِّيِّ , أَنَّهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَبَاحَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ بْنِ حُوَيْطِبٍ , يَقُولُ: أَخْبَرَتْنِي جَدَّتِي , عَنْ أَبِيهَا , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوءَ لَهُ , وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْهِ , وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ مَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِي , وَلَا يُؤْمِنُ بِي مَنْ لَمْ يُحِبَّ الْأَنْصَارَ». قَالَ ابْنُ صَاعِدٍ: يُقَالُ أَنَّ أَبَاهَا سَعِيدَ بْنَ زَيْدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ نُفَيْلٍ .
Sunan Daruquthni 222: Abu Bakar An-Naisaburi mengabarkan kepada kami, Abu Al Azhar mengabarkan kepada kami, Ibnu Abi Fudaik mengabarkan kepada kami. Dan Yahya bin Sha'id mengabarkan kepada kami, Salamah bin Syabib mengabarkan kepada kami, Ibnu Abi Fudaik mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Harmalah mengabarkan kepada kami, dari Abu Tsifal Al Murri, bahwa ia mengatakan: Aku mendengar Rabah bin Abdurrahman bin Abu Sufyan bin Huwathib mengatakan: Nenekku mengabarkan kepadaku, dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada shalat bagi yang tidak mempunyai wudhu, tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah Ta‟ala padanya (saat berwudhu), tidak beriman kepada Allah orang yang tidak beriman kepadaku, dan tidak beriman kepadaku orang yang tidak mencintai kaum Anshar." Ibnu Sha'id mengatakan, "Bahwa ayahnya adalah Sa'id bin Zaid bin Amr bin Nufail."
Grade
صحيح ابن خزيمة ٢٢٣: وَنا نَصْرُ بْنُ مَرْزُوقٍ الْمِصْرِيُّ، نا أَسَدُ - يَعْنِي ابْنَ مُوسَى - السُّنَّةِ قَالَ: حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، حَدَّثَنِي رَبِيعَةُ بْنُ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، وَأَبُو عُثْمَانَ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلُغُ الْوُضُوءَ، ثُمَّ يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ للَّهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ "
Shahih Ibnu Khuzaimah 223: Nashr bin Marzuq Al Mishri mengabarkan kepada kami, Asad —maksudnya adalah Ibnu Musa As-Sunnah— mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Mu’awiyah bin Shalih menceritakan kepada kami, Rabi’ah bin Yazid menceritakan kepadaku dari Abu Idris Al Khaulani dari Uqbah bin Amir dan Abu Utsman dari Jubair bin Nufair dari Uqbah bin Amir dari Umar bin Al Khaththab, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Tidak satupun kamu berwudhu, lalu menyampaikan wudhunya —pada bagian yang ditentukan—, kemudian mengucap, ‘Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya kecuali akan dibukakan pintu-pintu surga baginya, ia dapat masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.”332
سنن الدارقطني ٢٢٤: حَدَّثَنَا أَبُو حَامِدٍ مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ الْحَضْرَمِيُّ , نا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ , نا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَرْمَلَةَ , عَنْ أَبِي ثِفَالٍ , عَنْ رَبَاحِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ بْنِ حُوَيْطِبٍ , أَنَّهُ سَمِعَ جَدَّتَهُ , تُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهَا , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا صَلَاةَ إِلَّا بِوَضُوءٍ , وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْهِ , وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِي , وَلَا يُؤْمِنُ بِي مَنْ لَا يُحِبُّ الْأَنْصَارَ»
Sunan Daruquthni 224: Abu Hamid Muhammad bin Harun Al Hadhrami menceritakan kepada kami, Nashr bin Ali mengabarkan kepada kami, Bisyr bin Al Mufadhdhal mengabarkan kepada kami, dari Abdurrahman bin Harmalah, dari Abu Tsifal, dari Rabah bin Abdurrahman bin Abu Sufyan bin Huwathib, bahwa ia mendengar neneknya menyampaikan dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada shalat kecuali dengan wudhu, tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah Ta'ala padanya (saat berwudhu). Dan tidak beriman kepada Allah orang yang tidak beriman kepadaku, dan tidak beriman kepadaku orang yang tidak mencintai kaum Anshar."
Grade
سنن الدارقطني ٢٢٥: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا ابْنُ زَنْجُوَيْهِ أَبُو بَكْرٍ , نا عَفَّانُ , نا وُهَيْبٌ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حَرْمَلَةَ , أَنَّهُ قَالَ: سَمِعَ أَبَا ثِفَالٍ , يَقُولُ: سَمِعْتُ رَبَاحَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ بْنِ حُوَيْطِبٍ , يَقُولُ: حَدَّثَتْنِي جَدَّتِي , أَنَّهَا سَمِعَتْ أَبَاهَا , يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوءَ لَهُ , وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ» , الْحَدِيثَ
Sunan Daruquthni 225: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ibnu Zanjawaih Abu Bakar mengabarkan kepada kami, Affan mengabarkan kepada kami, Wuhaib mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Harmalah mengabarkan kepada kami, ia mengatakan, bahwa ia mendengar Abu Tsifal mengatakan: Aku mendengar Rabah bin Abdurrahman bin Abu Sufyan bin Huwathib mengatakan: Nenekku menceritakan kepadaku, bahwa ia mendengar ayahnya mengatakan, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ' Tidak ada shalat bagi yang tidak mempunyai wudhu, dan tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah padanya (saat berwudhu) Al hadits.
Grade
سنن الدارقطني ٢٢٦: حَدَّثَنَا ابْنُ مَخْلَدٍ , نا ابْنُ زَنْجُوَيْهِ , نا أَصْبَغُ بْنُ الْفَرَجِ , نا ابْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ حَرْمَلَةَ حَدَّثَهُ , عَنْ أَبِي ثِفَالٍ الْمُرِّيِّ , عَنْ رَبَاحِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ جَدَّتِهِ , أَنَّهَا سَمِعَتْ أَبَاهَا سَعِيدِ بْنَ زَيْدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ نُفَيْلٍ , يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوءَ لَهُ , وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ».
Sunan Daruquthni 226: Ibnu Makhlad menceritakan kepada kami, Ibnu Zanjawaih mengabarkan kepada kami, Ashbagh bin Al Faraj mengabarkan kepada kami, Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, Ya'qub bin Abdurrahman mengabarkan kepadaku, bahwa Abdurrahman bin Harmalah menceritakan kepadanya, dari Abu Tsifal Al Muni, dari Rabah bin Abdurrahman, dari neneknya, bahwa ia mendengar ayahnya, yakni Sa'id bin Zaid bin Amr bin Nufail, mengatakan, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak ada shalat bagi yang tidak mempunyai wudhu, dan tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah'."
Grade