صحيح ابن خزيمة ٢٤١: نا أَبُو مُوسَى، نا أَبُو مُعَاوِيَةُ، نا الْأَعْمَشُ، وَحَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ، وَحَدَّثَنَا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ، نا وَكِيعٌ، وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، نا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، وَحَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ الْأَشَجُّ، نا ابْنُ إِدْرِيسَ، وَحَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى، نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ كُلُّهُمْ عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: حَدَّثَتْنِي خَالَتِي مَيْمُونَةُ قَالَتْ: «أَدْنَيْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُسْلَهُ مِنَ الْجَنَابَةِ» . قَالَتْ: «فَغَسَلَ كَفَّيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا، ثُمَّ أَدْخَلَ كَفَّهُ الْيُمْنَى فِي الْإِنَاءِ فَأَفْرَغَ بِهَا عَلَى فَرْجِهِ فَغَسَلَهُ بِشِمَالِهِ، ثُمَّ ضَرَبَ بِشِمَالِهِ الْأَرْضَ فَدَلَكَهَا دَلْكًا شَدِيدًا، ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ مِلْءَ كَفَّيْهِ، ثُمَّ غَسَلَ سَائِرَ جَسَدِهِ، ثُمَّ تَنَحَّى عَنْ مَقَامِهِ ذَلِكَ فَغَسَلَ رِجْلَيْهِ، ثُمَّ أَتَيْتُهُ بِالْمِنْدِيلِ فَرَدَّهُ» هَذَا لَفْظُ حَدِيثِ عِيسَى بْنِ يُونُسَ، وَقَالَ فِي خَبَرِ ابْنِ فُضَيْلٍ: جَعَلَ يَنْفُضُ عَنْهُ الْمَاءَ، وَكَذَا قَالَ ابْنُ إِدْرِيسَ: فَأُتِيَ بِمِنْدِيلٍ فَأَبَى أَنْ يَقْبَلَ، وَجَعَلَ يَنْفُضُ الْمَاءَ عَنْهُ، وَبَعْضُهُمْ يَزِيدُ عَلَى بَعْضٍ فِي مَتْنِ الْحَدِيثِ "
Shahih Ibnu Khuzaimah 241: Abu Musa mengabarkan kepada kami, Abu Mu’awiyah mengabarkan kepada kami, Al A’masy mengabarkan kepada kami; Harun bin Ishaq Al Hamdani menceritakan kepada kami, Ibnu Fudhail menceritakan kepada kami; Salm bin Junadah menceritakan kepada kami, Waki’ mengabarkan kepada kami; Ali bin Hujr menceritakan kepada kami, Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Sa’id Al Asyaj menceritakan kepada kami, Ibnu Idris mengabarkan kepada kami, Abu Musa menceritakan kepada kami, Abdullah bin Daud mengabarkan kepada kami, mereka semua dari Al A’masy dari Salim bin Abu Al Ja’d, dari Kuraib dari Ibnu Abbas, ia berkata, Bibiku; Maimunah, menceritakan kepadaku, ia berkata, “Aku pernah mendekati Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang sedang mandi jinabat.” Ia berkata, “Beliau mencuci dua tangan dua kali —atau tiga kali— kemudian memasukkan tangan kanan beliau ke dalam tempat air, lalu menuangkan air pada kemaluan dan membasuhnya dengan tangan kiri, kemudian memukulkan tangan kiri ke tanah dan menggosoknya dengan keras. Kemudian beliau berwudhu seperti wudhu untuk shalat. Lalu menuangi kepala dengan tiga tuangan sepenuh dua tangan. Kemudian beliau membasuh bagian tubuh lainnya, lalu menyingkir dari tempat beliau dan membasuh kedua kaki. Aku membawakan beliau sapu tangan tapi beliau menolaknya.” 354 Ini adalah redaksi hadits Isa bin Yunus. Ia berkata dalam hadits Ibnu Fudhail, “Beliau mengibaskan air.” Demikian pula dengan Ibnu Idris, ia berkata, “Beliau pemah dibawakan sapu tangan, tapi beliau enggan menerima dan memilih untuk mengibaskan air.” Sebagian mereka menambah isi hadits yang dibawahkan oleh sebagian yang lain.
صحيح ابن خزيمة ٢٤٢: نا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ، أَخْبَرَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ يَصُبُّ مِنَ الْإِنَاءِ عَلَى يَدِهِ الْيُمْنَى فَيُفْرِغُ عَلَيْهَا فَيَغْسِلُهَا، ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ , وَيَتَوَضَّأُ كوُضُوئِهِ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ يُدْخِلُ كَفَّهُ فِي الْإِنَاءِ فَيَقُولُ بِيَدِهِ فِي شَعْرِهِ هَكَذَا يُخَلِّلُهُ بِيَدِهِ حَتَّى إِذَا رَأَى أَنَّهُ قَدْ مَسَّ الْمَاءُ بَشَرَتَهُ حَثَى الْمَاءَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَثَيَاتٍ، وَأَفْضَلَ فِي الْإِنَاءِ فَضْلًا يَصُبُّهُ عَلَيْهِ بَعْدَمَا يَفْرُغُ»
Shahih Ibnu Khuzaimah 242: Ahmad bin Abdah mengabarkan kepada kami, Hammad —maksudnya adalah Ibnu Zaid, ia mengabarkan kepada kami dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya, dari Aisyah, ia berkata, “Dulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika mandi jinabat menuangkan air ke tangan kanan dari tempat air, lalu mencucinya, kemudian menuangkan air ke tangan kiri, lalu mencuci kemaluan dan beliau berwudhu seperti wudhu untuk shalat. Kemudian beliau memasukkan tangan ke wadah air, —ia mengatakan, ‘Dengan tangannya yang berada di kepalanya demikian’—, beliau menyela-nyelai rambut dengan tangan, sampai ketika beliau menyakini bahwa air telah menyentuh kulit kepala, beliau menciduk air tiga kali ke kepala (35- ba') dan menyisakan air dalam wadah yang beliau tuangkan air kepadanya setelah selesai.”355
سنن الدارقطني ٢٤٦: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْحَسَنِ , ثنا الْفَضْلُ بْنُ صَالِحٍ الْهَاشِمِيُّ , نا الْحُسَيْنُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْعِجْلِيُّ , نا أَبُو مُعَاوِيَةَ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ أَبِي وَائِلٍ , قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ , يَقُولُ: كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ الْجِنِّ فَأَتَاهُمْ فَقَرَأَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنَ , فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ اللَّيْلِ: «أَمَعَكَ مَاءٌ يَا ابْنَ مَسْعُودٍ؟» , قُلْتُ: لَا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ , إِلَّا إِدَاوَةً فِيهَا نَبِيذٌ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَمْرَةٌ طَيِّبَةٌ وَمَاءٌ طَهُورٌ» , فَتَوَضَّأَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. الْحُسَيْنُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ هَذَا يَضَعُ الْحَدِيثَ عَلَى الثِّقَاتِ
Sunan Daruquthni 246: Muhammad bin Ahmad bin Al hasan menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Shalih Al Hasyimi mengabarkan kepada kami, Al Husain bin Ubaidullah Al Ijli mengabarkan kepada kami, Abu Mu'awiyah mengabarkan kepada kami, dari Al A'masy, dari Abu Wail, ia berkata, "Aku mendengar Ibnu Mas'ud mengatakan, 'Aku bersama Nabi SAW pada malam jin. Lalu beliau mendatangi mereka, kemudian membacakan Al Qur'an kepada mereka. Lalu pada sebagian malam Rasulullah SAW bertanya kepadaku, "Apakah ada air padamu wahai Ibnu Mas'ud? Aku jawab, 'Tidak. Demi Allah wahai Rasulullah, kecuali kantong air yang berisi rendaman/perasan sari buah.' Maka Rasululah SAW bersabda, ''Rendaman/perasan kurma yang baik dan air penyuci" Lalu Rasulullah SAW berwudhu dengannya." Al Husain bin Ubaidullah memalsukan beberapa hadits dari orang-orang tsiqah.
Grade
سنن الدارقطني ٢٤٨: حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْحَسَنِ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي حَسَّانَ , نا هَاشِمُ بْنُ خَالِدٍ الْأَزْرَقُ , ثنا الْوَلِيدُ , نا مُعَاوِيَةُ بْنُ سَلَّامٍ , عَنْ أَخِيهِ زَيْدٍ عَنْ جَدِّهِ أَبِي سَلَّامٍ , عَنْ فُلَانِ بْنِ غَيْلَانَ الثَّقَفِيِّ , أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ , يَقُولُ: «دَعَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , لَيْلَةَ الْجِنِّ بِوُضُوءٍ , فَجِئْتُهُ بِإِدَاوَةٍ فَإِذَا فِيهَا نَبِيذٌ , فَتَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ». الرَّجُلُ الثَّقَفِيُّ الَّذِي رَوَاهُ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ مَجْهُولٌ , قِيلَ: اسْمُهُ عَمْرٌو وَقِيلَ: عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ غَيْلَانَ
Sunan Daruquthni 248: Muhammad bin Ahmad bin Al Hasan menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim bin Abu Hassan mengabarkan kepada kami, Hisyam bin Khalid Al Azraq mengabarkan kepada kami, Al Walid mengabarkan kepada kami, Mu'awiyah bin Sallam mengabarkan kepada kami, dari saudaranya, yakni Zaid, dari kakeknya, yakni Abu Sallam, dari Fulan bin Ghailan Ats-Tsaqafi, bahwa ia mendengar Abdullah bin Mas'ud mengatakan, "Pada malam jin, Rasulullah SAW menyuruhku membawakan air wudhu. Lalu aku membawakan sebuah kantong air, ternyata isinya rendaman/perasan sari buah. Lalu Rasululalh SAW berwudhu (dengannya)." Orang Ats-Tsaqafi yang meriwayatkannya dari Ibnu Mas'ud tidak diketahui identitasnya. Ada yang mengatakan bahwa namanya adalah Amr, ada juga yang mengatakan Abdullah bin Amr bin Ghailan.
Grade
مسند الشافعي ٢٤٩: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ مَخْرَمَةَ بْنِ سُلَيْمَانَ، عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ أَخْبَرَهُ " أَنَّهُ، بَاتَ عِنْدَ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ وَهِيَ خَالَتُهُ، قَالَ: فَاضْطَجَعْتُ فِي عَرْضِ الْوِسَادَةِ وَاضْطَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَهْلُهُ فِي طُولِهَا، فَنَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى إِذَا انْتَصَفَ اللَّيْلُ، أَوْ قَبْلَهُ بِقَلِيلٍ، أَوْ بَعْدَهُ بِقَلِيلٍ اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَلَسَ يَمْسَحُ وَجْهَهُ بِيَدِهِ، ثُمَّ قَرَأَ الْعَشْرَ الْآيَاتِ الْخَوَاتِمَ مِنْ سُورَةِ آلِ عِمْرَانَ، ثُمَّ قَامَ إِلَى شَنٍّ مُعَلَّقَةٍ فَتَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ، ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي، فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: فَقُمْتُ فَصَنَعْتُ مِثْلَ مَا صَنَعَ ثُمَّ ذَهَبْتُ فَقُمْتُ إِلَى جَنْبِهِ، فَوَضَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى رَأْسِي وَأَخَذَ بِأُذُنِي الْيُمْنَى يَفْتِلُهَا، فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ أَوْتَرَ، ثُمَّ اضْطَجَعَ حَتَّى جَاءَ الْمُؤَذِّنُ فَقَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ، ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى الصُّبْحَ
Musnad Syafi'i 249: Malik mengabarkan kepada kami dari Makramah bin Sulaiman, dari Kuraib mantan budak Ibnu Abbas, dari Ibnu Abbas ; la mengabarkan kepadanya bahwa ia pernah menginap di rumah Maimunah, istri Nabi Ummul Mukminin, yaitu bibinya. lbnu Abbas bercerita. “Maka aku membaringkan diriku di bagian yang melebar dari bantal, sedangkan Nabi dan istrinya membaringkan diri di bagian yang memanjang darinya. Rasulullah tidu; hingga ketika malam hari mencapai separuhnya atau sedikit sebelum tengah malam atau sesudahnya, beliau bangun, lalu duduk dan mengusap wajah dengan tangannya, kemudian membaca 10 ayat terakhir dari surah Aali Imran. Sesudah itu beliau bangkit menuju qirbah (wadah air) yang tergantung, lalu berwudhu dengan wudhu yang baik. Kemudian beliau berdiri dan shalat.” Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, ""Maka aku berdiri pula dan melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan beliau, lalu aku berdiri di samping beliau. Maka Rasulullah meletakkan tangan kanannya di kepalaku dan menjewer telinga kananku. Kemudian beliau shalat 2 rakaat, lalu 2 rakaat lagi, lalu 2 rakaat lagi, lalu 2 rakaat lagi, lalu 2 rakaat lagi, kemudian shalat Witir. Sesudah itu beliau berbaring hingga muadzin datang, lalu shalat 2 rakaat yang ringan, kemudian keluar dan shalat Subuh.” 255
سنن الدارقطني ٢٥٠: نا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلَّى , نا أَبُو مُعَاوِيَةَ , ح وَثنا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا مُوسَى بْنُ إِسْحَاقَ , نا أَبُو بَكْرٍ , نا أَبُو مُعَاوِيَةَ , عَنْ حَجَّاجٍ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنِ الْحَارِثِ , عَنْ عَلِيٍّ , قَالَ: «كَانَ لَا يَرَى بَأْسًا بِالْوُضُوءِ مِنَ النَّبِيذِ». تَفَرَّدَ بِهِ حَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ لَا يُحْتَجُّ بِحَدِيثِهِ
Sunan Daruquthni 250: Abu Bakar Asy-Syafi'i mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Syadzan mengabarkan kepada kami, Mu'alla mengabarkan kepada kami, Abu Mu'awiyah mengabarkan kepada kami {h}, Ja'far bin Muhammad Al Washiti mengabarkan kepada kami, Musa bin Ishaq mengabarkan kepada kami, Abu Bakar mengabarkan kepada kami, Abu Mu'awiyah mengabarkan kepada kami, dari Hajjaj, dari Abu Ishaq, dari Al Harits, dari Ali, ia mengatakan, "Ia memandang tidak apa-apa berwudhu dengan perasan sari buah." Hajjaj bin Arthah meriwayatkan sendirian. Haditsnya tidak dapat dijadikan hujjah.
Grade
سنن الدارقطني ٢٥١: نا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلَّى , نا هُشَيْمٌ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ الْكُوفِيِّ , عَنْ مَزِيدَةَ بْنِ جَابِرٍ , عَنْ عَلِيٍّ , ح وَثنا أَبُو سَهْلٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , نا وَكِيعٌ , عَنْ أَبِي لَيْلَى الْخُرَاسَانِيِّ , عَنْ مَزِيدَةَ بْنِ جَابِرٍ , عَنْ عَلِيٍّ , عَلَيْهِ السَّلَامُ , قَالَ: «لَا بَأْسَ بِالْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ»
Sunan Daruquthni 251: Abu Bakar Asy-Syafi'i mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Syadzan mengabarkan kepada kami, Mu'alla mengabarkan kepada kami, Husyaim mengabarkan kepada kami, dari Abu Ishaq Al Kufi, dari Mazidah bin Jabir, dari Ali {h} Abu Sahl menceritakan kepada kami, Ibrahim Al Harbi mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Umar mengabarkan kepada kami, Waki' mengabarkan kepada kami, dari Abu Laila Al Khurasani, dari Mazidah bin Jabir, dari Ali AS, ia mengatakan, "Tidak apa-apa berwudhu dengan rendaman/perasan sari buah."
Grade
سنن الدارقطني ٢٥٢: حَدَّثَنَا أَبُو حَامِدٍ مُحَمَّدُ بْنُ هَارُونَ , نا عَلِيُّ بْنُ مُسْلِمٍ , نا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى بْنِ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ , عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ سَلَمَةَ اللَّيْثِيِّ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوءَ لَهُ , وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ».
Sunan Daruquthni 252: Abu Hamid Muhammad bin Harun menceritakan kepada kami, Ali bin Muslim mengabarkan kepada kami, Ibnu Abi Fudaik mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Musa bin Abu Abdillah mengabarkan kepada kami, dari Ya'qub bin Salamah Al-Laitsi, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, ' Tidak ada shalat bagi yang tidak mempunyai wudhu, dan tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah padanya (saat berwudhu)'."
Grade
سنن الدارقطني ٢٥٤: نا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ بْنِ زَكَرِيَّا الْمُحَارِبِيُّ , نا عَبَّادُ بْنُ يَعْقُوبَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَضْلِ , عَنْ زَيْدٍ الْعَمِّيِّ , عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , قَالَ: دَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ بِهِ مَرَّةً مَرَّةً , ثُمَّ قَالَ: «هَذَا وَظِيفَةُ الْوُضُوءِ الَّذِي لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةً إِلَّا بِهِ» , ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ , ثُمَّ قَالَ: «هَذَا وُضُوءٌ , مَنْ تَوَضَّأَ بِهِ كَانَ لَهُ أَجْرُهُ مَرَّتَيْنِ» , ثُمَّ مَكَثَ سَاعَةً ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا , ثُمَّ قَالَ: «هَذَا وُضُوئِي وَوُضُوءُ النَّبِيِّينَ قَبْلِي» .
Sunan Daruquthni 254: Muhammad bin Al Qasim bin Zakariya Al Muharibi mengabarkan kepada kami, Abbad bin Ya'qub mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Al Fadhl mengabarkan kepada kami, dari Zaid Al 'Ammi, dari Mu'awiyah bin Qurrah, dari Abdullah bin Umar, ia menuturkan, "Rasulullah SAW meminta air, lalu beliau berwudhu satu kali-satu kali, lalu bersabda, 'Ini kewajiban wudhu yang mana Allah tidak akan menerima suatu shalat kecuali dengannya.' Kemudian beliau meminta air lagi lalu berwudhu dua kalikali, lalu bersabda, 'ini wudhu, orang yang berwudhu dengannya pahalanya dua kali.' Kemudian diam sejenak, lalu beliau meminta air lagi, lalu berwudhu tiga kali-tiga kali dan bersabda, 'Inilah wudhuku dan wudhunya para nabi sebelumku'."
Grade
سنن الدارقطني ٢٥٧: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الصَّفَّارُ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ الْفَضْلِ بْنِ رُشَيْدٍ , وَحَدَّثَنَا دَعْلَجُ بْنُ أَحْمَدَ , ثنا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ , قَالَا: نا الْمُسَيِّبُ بْنُ وَاضِحٍ , نا حَفْصُ بْنُ مَيْسَرَةَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: تَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّةً مَرَّةً , وَقَالَ: «هَذَا وُضُوءُ مَنْ لَا يَقْبَلُ اللَّهُ مِنْهُ الصَّلَاةَ إِلَّا بِهِ» , ثُمَّ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ , وَقَالَ: «هَذَا وُضُوءُ مَنْ يُضَاعَفُ اللَّهُ لَهُ الْأَجْرَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ» , ثُمَّ تَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا , وَقَالَ: «هَذَا وُضُوئِي وَوُضُوءُ الْمُرْسَلِينَ مِنْ قَبْلِي». تَفَرَّدَ بِهِ الْمُسَيِّبُ بْنُ وَاضِحٍ , عَنْ حَفْصِ بْنِ مَيْسَرَةَ , وَالْمُسَيِّبُ ضَعِيفٌ
Sunan Daruquthni 257: Isma'il bin Muhammad Ash-Shaffar mengabarkan kepada kami, Al Abbas bin Al Fadhl bin Rusyaid mengabarkan kepada kami. Dan Da'laj bin Ahmad mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Al Musayyab bin Wadhih mengabarkan kepada kami, Hafsh bin Maisarah mengabarkan kepada kami, dari Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar, ia menuturkan, "Rasulullah SAW berwudhu satu kali-satu kali lalu bersabda, 'Inilah wudhunya orang yang Allah tidak akan menerima shalat darinya kecuali dengannya.' Kemudian beliau berwudhu dua kali-dua kali lalu bersabda, 'Inilah wudhunya orang yang Allah lipatkan pahala baginya dua kali lipat.' Kemudian beliau berwudhu tiga kali-tiga kali lalu bersabda, 'Inilah wudhuku dan wudhu para rasul sebelumku ." Al Musayyab bin Wadhih meriwayatkan sendirian dari Hafsh bin Maisarah. Al Musayyab lemah.
Grade