Hadits Mutawatir

Musnad Ahmad #23062

مسند أحمد ٢٣٠٦٢: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانَ فَيَدْعُو لَهُمْ وَإِنَّهُ أُتِيَ بِصَبِيٍّ فَبَالَ عَلَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُبُّوا عَلَيْهِ الْمَاءَ صَبًّا

Musnad Ahmad 23062: Telah menceritakan kepada kami [Abu Muawiyah] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Urwah] dari [ayahnya] dari [Aisyah] berkata berkata: "Pernah didatangkan beberapa bayi kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. lalu beliau berdoa untuk mereka, dan ada seorang bayi yang didatangkan kepadanya dan kencing di bajunya." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tuangkan air di atasnya dengan sekali tuangan."

Grade

Musnad Ahmad #23063

مسند أحمد ٢٣٠٦٣: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ مُسْلِمٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ لَمَّا نَزَلَتْ الْآيَاتُ مِنْ آخِرِ الْبَقَرَةِ فِي الرِّبَا خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمَسْجِدِ وَحَرَّمَ التِّجَارَةَ فِي الْخَمْرِ حَدَّثَنَا ابْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ سَمِعْتُ أَبَا الضُّحَى مَعْنَاهُ يَعْنِي لَمَّا نَزَلَتْ الْآيَاتُ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ

Musnad Ahmad 23063: Telah menceritakan kepada kami [Abu Muawiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al-A'masy] dari [Muslim] dari [Masruq] dari [Aisyah] berkata: "Tatkala turun ayat-ayat terakhir surat al-Baqarah tentang riba, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam langsung keluar menuju masjid dan mengharamkan jual beli khomer." Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Ja`far], dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Syu`bah] dari [Sulaiman], saya telah mendengar [Abu Dluha], maksudnya yaitu tatkala turun beberapa ayat terakhir dari surat Al-Baqarah.

Grade

Musnad Ahmad #23081

مسند أحمد ٢٣٠٨١: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي عَطِيَّةَ قَالَ دَخَلْتُ أَنَا وَمَسْرُوقٌ عَلَى عَائِشَةَ فَقُلْنَا لَهَا يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ رَجُلَانِ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدُهُمَا يُعَجِّلُ الْإِفْطَارَ وَيُعَجِّلُ الصَّلَاةَ وَالْآخَرُ يُؤَخِّرُ الْإِفْطَارَ وَيُؤَخِّرُ الصَّلَاةَ قَالَ فَقَالَتْ أَيُّهُمَا يُعَجِّلُ الْإِفْطَارَ وَيُعَجِّلُ الصَّلَاةَ قَالَ قُلْنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَتْ كَذَاكَ كَانَ يَصْنَعُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْآخَرُ أَبُو مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ خَيْثَمَةَ وَقَالَ يُعَجِّلُ الْإِفْطَارَ وَيُؤَخِّرُ السَّحُورَ حَدَّثَنَا مُؤَمَّلٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي عَطِيَّةَ قَالَ قُلْنَا لِعَائِشَةَ رَجُلَانِ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدُهُمَا يُعَجِّلُ الْمَغْرِبَ وَيُعَجِّلُ الْإِفْطَارَ وَالْآخَرُ يُؤَخِّرُ الْمَغْرِبَ وَيُؤَخِّرُ الْإِفْطَارَ فَذَكَرَهُ

Musnad Ahmad 23081: Telah menceritakan kepada kami [Abu Muawiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al-A'masy] dari [Umarah] dari [Abi Athiyah] berkata: Saya dan Masruq pernah menemui [Aisyah], lalu kami berkata: "Wahai Ummul Mukminin, ada dua orang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, salah satu dari mereka berdua menyegerakan berbuka dan menyegerakan shalat, sedangkan yang satu lagi mengakhirkan berbuka dan mengakhirkan shalat." (Athiyyah) Berkata: Maka Aisyah bertanya: "Siapa dari mereka berdua yang menyegerakan berbuka dan menyegerakan sholat?" Kami berkata: "Abdullah bin Mas`ud." Aisyah berkata: "Memang seperti itulah yang diperbuat oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam." Sedang lelaki yang lainnya adalah Abu Musa Al-Asy`ari. Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman] berkata: Saya telah mendengar [Khaitsamah] dan dia berkata: "(Abu Musa) menyegarakan berbuka dan mengakhirkan sahur." Telah menceritakan kepada kami [Mu'ammal], Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al-A`masy] dari [Umaroh] dari [Abu Athiyyah] berkata: Kami berkata kepada [Aisyah]: "Ada dua orang lelaki dari sahabat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, salah satu dari mereka berdua menyegerakan (shalat) maghrib dan menyegerakan berbuka dan yang lain mengakhirkan (shalat) maghrib dan mengakhirkan berbuka." Lalu ia menyebutkan (seperti cerita di atas)."

Grade

Musnad Ahmad #23088

مسند أحمد ٢٣٠٨٨: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَمَّارٍ قَالَ أَبِي وَكَانَ ثِقَةً وَيُقَالُ لَهُ ابْنُ عَمَّارِ بْنِ أَبِي زَيْنَبَ مَدِينِيٌّ قَالَ سَمِعْتُ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فُضِّلَتْ الْجَمَاعَةُ عَلَى صَلَاةِ الْفَذِّ خَمْسًا وَعِشْرِينَ

Musnad Ahmad 23088: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Abdurrahman bin Ammar] berkata: Ayahku adalah seorang yang tsiqat dan dikatakan kepadanya Ibnu Ammar bin Abi Zainab Madini berkata: Saya telah mendengar [Al-Qasim bin Muhammad] dari [Aisyah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.: "Shalat berjama`ah lebih utama dari shalat sendiri dengan dua puluh lima (derajat)."

Grade

Musnad Ahmad #23095

مسند أحمد ٢٣٠٩٥: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْحُمَّى أَوْ شِدَّةَ الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوهَا بِالْمَاءِ

Musnad Ahmad 23095: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Hisyam] berkata: Telah mengabarkan kepadaku [ayahku] dari [Aisyah] dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam."Sesungguhnya demam yang sangat itu berasal dari luapan jahannam maka dinginkanlah dengan air."

Grade

Musnad Ahmad #23096

مسند أحمد ٢٣٠٩٦: حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْحُمَّى أَوْ شِدَّةَ الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوهَا بِالْمَاءِ

Musnad Ahmad 23096: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dari [Hisyam] dari [ayahnya] dari [Aisyah] bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya demam yang sangat itu berasal dari luapan jahannam maka dinginkanlah dengan air."

Grade

Musnad Ahmad #23097

مسند أحمد ٢٣٠٩٧: حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ وَيَحْيَى عَنْ هِشَامٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ يَوْمًا تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُهُ فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ فَلَمَّا نَزَلَ صَوْمُ رَمَضَانَ كَانَ رَمَضَانُ هُوَ الْفَرِيضَةَ وَتَرَكَ عَاشُورَاءَ فَكَانَ مَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ لَمْ يَصُمْهُ

Musnad Ahmad 23097: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dan [Yahya] dari [Hisyam] berkata: Telah mengkabarkan kepadaku [ayahku] dari [Aisyah] berkata: "Hari Asyura` adalah hari berpuasanya orang-orang quraisy pada masa jahiliyah dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga berpuasa pada hari itu. Dan, ketika beliau datang ke Madinah, beliau masih tetap puasa dan memerintahkan untuk berpuasa (pada hari itu). Tapi, ketika telah turun (perintah) puasa ramadhan, maka puasa ramadhan menjadi wajib dan beliau meninggalkan puasa Asyura'. Hanya, barangsiapa yang berkendak, ia berpuasa dan barangsiapa yang tidak berkehendak, tidak berpuasa (pada hari Asyura')."

Grade

Musnad Ahmad #23106

مسند أحمد ٢٣١٠٦: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ ثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُوتِرُ بِخَمْسٍ لَا يَجْلِسُ إِلَّا فِي الْخَامِسَةِ فَيُسَلِّمُ

Musnad Ahmad 23106: Telah berkata kepadaku [Yahya] dari [Hisyam] berkata: Telah berkata kepadaku [ayahku] dari [Aisyah] bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan shalat malam sebanyak tiga belas raka'at dan witir lima raka'at. Beliau tidak pernah duduk kecuali pada raka'at yang kelima, lalu salam.

Grade

Musnad Ahmad #23118

مسند أحمد ٢٣١١٨: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامٍ قَالَ أَبِي وَوَكِيعٌ حَدَّثَنَا هِشَامٌ الْمَعْنَى قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ ذَكَرَتَا كَنِيسَةً رَأَيْنَهَا بِالْحَبَشَةِ فِيهَا تَصَاوِيرُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أُولَئِكَ إِذَا كَانَ فِيهِمْ الرَّجُلُ الصَّالِحُ فَمَاتَ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا وَصَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّوَرَ أُولَئِكَ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ أَبِي قَالَ وَكِيعٌ إِنَّهُمْ تَذَاكَرُوا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَرَضِهِ فَذَكَرَتْ أُمُّ سَلَمَةَ وَأُمُّ حَبِيبَةَ كَنِيسَةً رَأَيْنَهَا فِي أَرْضِ الْحَبَشَةِ

Musnad Ahmad 23118: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Hisyam] berkata: [ayahku] dan [Waki'] berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hisyam] -secara makna-, dia berkata: Telah berkata kepadaku [ayahku] dari [Aisyah] berkata: "Bahwasanya Ummu Habibah dan Ummu Salamah bercerita tentang sebuah gereja yang mereka lihat di Habasyah yang di dalamnya terdapat berbagai macam gambar." Serta merta Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Mereka itulah jika ada orang shalih yang hidup bersama mereka kemudian ia meninggal, mereka membangun masjid (tempat sujud) di atas kuburnya dan menggambar berbagai macam gambar dalam masjid itu, itulah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah Azzawajalla pada hari kiamat." Ayahku berkata: 'Berkata Waki': "Sesungguhnya mereka saling menceritakan hal itu di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau sakit, hingga Ummu Salamah dan Ummu Habibah menceritakan sebuah gereja yang mereka lihat di bumi Habasyah.'"

Grade

Musnad Ahmad #23122

مسند أحمد ٢٣١٢٢: حَدَّثَنَا يَحْيَى وَوَكِيعٌ حَدَّثَنَا هِشَامٌ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِصَبِيٍّ لِيُحَنِّكَهُ فَأَجْلَسَهُ فِي حَجْرِهِ فَبَالَ عَلَيْهِ فَدَعَا بِمَاءٍ فَأَتْبَعَهُ إِيَّاهُ قَالَ وَكِيعٌ فَأُتْبِعَهُ إِيَّاهُ وَلَمْ يَغْسِلْهُ

Musnad Ahmad 23122: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dan [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam], dia berkata: "Telah mengabarkan kepadaku [ayahku] dari [Aisyah] bahwa pernah didatangkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seorang anak kecil supaya beliau mentahniknya (mengunyahkan makanan lalu menyuapkannya-pent), lalu beliau mendudukkannya di kamar. Kemudian anak tersebut kencing di atasnya, lalu beliau memercikkan air dan beliau ulangi sampai beberapa kali." Waqi' berkata: "Beliau mengulanginya beberapa kali dan tidak mencucinya."

Grade