مسند الشافعي

Musnad Syafi'i

Musnad Syafi'i #591

مسند الشافعي ٥٩١: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ أَبِيهِ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، أَنَّهُ كَانَ حِينَ يَنْظُرُ إِلَى الْبَيْتِ يَقُولُ: اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ

Musnad Syafi'i 591: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Yahya bin Sa'id. dari Muhammad bin Sa'id, dari ayahnya, Sa'id bin Musayyab: Bahwa ketika melihat ke arah Ka'bah, ia mengucapkan doa berikut, “Ya Allah. Engkaulah yang Maha Sejahtera, dari Engkaulah kesejahteraan. Maka sejahterakanlah kami, wahai Rabb kami, fla|am hidup kami.” 592

Musnad Syafi'i #592

مسند الشافعي ٥٩٢: أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ سَالِمٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءٍ قَالَ: لَمَّا دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ لَمْ يَلْوِ وَلَمْ يُعَرِّجْ

Musnad Syafi'i 592: Sa'id bin Salim mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraj, dari Atha', ia berkata, “Ketika Rasulullah hendak memasuki Makkah, beliau tidak mengambil jalan yang berbelok, tidak pula jalan yang naik.” 593

Musnad Syafi'i #593

مسند الشافعي ٥٩٣: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، أَنَّهُ رَآهُ بَدَأَ فَاسْتَلَمَ الْحَجَرَ، ثُمَّ أَخَذَ عَنْ يَمِينِهِ فَرَمَلَ ثَلَاثَةَ أَطْوَافٍ وَمَشَى أَرْبَعَةً، ثُمَّ أَنَّهُ أَتَى الْمَقَامَ فَصَلَّى خَلْفَهُ رَكْعَتَيْنِ

Musnad Syafi'i 593: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Manshur, dari Abu Wail, dari Masruq, dari Abdullah bin Mas'ud: Bahwa ia pernah melihat beliau memulai thawaf-nya dengan mengusap Hajar (Aswad), kemudian berdiri di sebelah kanannya, lalu berlari kecil sebanyak 3 kali putaran, dan berjalan biasa sebanyak 4 kali putaran. Setelah itu beliau mendatangi maqam (Ibrahim), lalu shalat di belakangnya sebanyak 2 rakaat. 594

Musnad Syafi'i #594

مسند الشافعي ٥٩٤: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «يُلَبِّي الْمُعْتَمِرُ حِينَ يَفْتَتِحُ الطَّوَافَ مَشْيًا أَوْ غَيْرَ مَشْيٍ»

Musnad Syafi'i 594: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Najih, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas, ia mengatakan: Orang yang berumrah mengucapkan talbiyah di saat membuka thawafnya dengan berjalan kaki atau tidak berjalan kaki. 595

Musnad Syafi'i #595

مسند الشافعي ٥٩٥: أَخْبَرَنَا سَعِيدٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ قَالَ: «رَأَيْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ جَاءَ يَوْمَ التَّرْوِيَةِ مُسَبِّدًا رَأْسَهُ، فَقَبَّلَ الرُّكْنَ ثُمَّ سَجَدَ عَلَيْهِ، ثُمَّ قَبَّلَهُ ثُمَّ سَجَدَ عَلَيْهِ، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ»

Musnad Syafi'i 595: Sa'id mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Abu Ja'far, ia berkata, “Aku pernah melihat Ibnu Abbas tiba di hari Tarwiyah tanpa meminyaki (rambut) kepalanya, lalu ia mencium rukun, kemudian meletakkan kening padanya dan menciumnya lagi, lalu meletakkan kening padanya sebanyak 3 kali.” 596

Musnad Syafi'i #596

مسند الشافعي ٥٩٦: أَخْبَرَنَا سَعِيدٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ: قُلْتُ لِعَطَاءٍ: هَلْ رَأَيْتَ أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اسْتَلَمُوا قَبَّلُوا أَيْدِيَهُمْ؟ فَقَالَ: " نَعَمْ، رَأَيْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، وَابْنَ عُمَرَ، وَأَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ، وَأَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ، إِذَا اسْتَلَمُوا قَبَّلُوا أَيْدِيَهُمْ. قُلْتُ: وَابْنُ عَبَّاسٍ؟ قَالَ: نَعَمْ، وَحَسِبْتُ كَثِيرًا، قُلْتُ: هَلْ تَدَعُ أَنْتَ إِذَا اسْتَلَمْتَ أَنْ تُقَبِّلَ يَدَكَ؟ قَالَ: فَلِمَ أَسْتَلِمُهُ إِذًا؟ "

Musnad Syafi'i 596: Sa'id mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, ia mengatakan: Aku pernah bertanya kepada Atha', “Apakah engkau pernah melihat salah seorang sahabat Rasulullah bila telah mengusap Hajar Aswad mencium tangannya?” Atha' menjawab, “Ya, aku pernah melihat Jabir bin Abdullah, Abu Sa'id Al Khudri dan Abu Hurairah . Bila mereka telah mengusap (Hajar Aswad), lalu mencium tangan mereka.” Aku bertanya, “Begitu juga Ibnu Abbas?” Ia menjawab, “Ya, dan aku menduga ia banyak melakukannya.” Aku bertanya lagi, “Apakah engkau sendiri pernah tidak mencium tanganmu bila telah mengusapnya?” Atha' menjawab, “Maka apakah gunanya aku mengusapnya kalau demikian.”

Musnad Syafi'i #597

مسند الشافعي ٥٩٧: أَخْبَرَنَا سَعِيدٌ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُبَيْدَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ، أَنَّ رَجُلًا، مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَمْسَحُ الْأَرْكَانَ كُلَّهَا وَيَقُولُ: لَا يَنْبَغِي لِبَيْتِ اللَّهِ تَعَالَى أَنْ يَكُونَ شَيْءٌ مِنْهُ مَهْجُورًا. وَكَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَقُولُ: «لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ»

Musnad Syafi'i 597: Sa'id mengabarkan kepada kami dari Musa bin Ubaidillah, dari Muhammad bin Ka'b: Bahwa seorang lelaki dari kalangan sahabat Rasulullah pernah mengusap semua rukun, dan ia berkata, “Tidaklah layak bagi Baitullah bila ada sesuatu darinya yang terasingkan.” Ibnu Abbas berkata, “Sesungguhnya telah ada bagi kalian dalam diri Rasulullah suri teladan yang baik.” (Qs. Al Ahzaab [33]: 21) 598

Musnad Syafi'i #598

مسند الشافعي ٥٩٨: أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ سَالِمٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: «إِذَا وَجَدْتَ عَلَى الرُّكْنِ زِحَامًا فَانْصَرِفْ وَلَا تَقِفْ»

Musnad Syafi'i 598: Sa'id bin Salim mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Atha', dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Apabila engkau menjumpai rukun dalam keadaan penuh sesak, maka berangkatlah engkau dan janganlah berdiri —saja—-” 599

Musnad Syafi'i #599

مسند الشافعي ٥٩٩: أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ سَالِمٍ، عَنْ عُمَرَ بْنِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي حُسَيْنٍ، عَنْ مَنْبُوذِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ، عَنْ أُمِّهِ، أَنَّهَا كَانَتْ عِنْدَ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ، فَدَخَلَتْ عَلَيْهَا مَوْلَاةٌ لَهَا فَقَالَتْ لَهَا: " يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ، طُفْتُ بِالْبَيْتِ سَبْعًا، وَاسْتَلَمْتُ الرُّكْنَ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا، فَقَالَتْ لَهَا عَائِشَةُ: لَا آجَرَكِ اللَّهُ، لَا آجَرَكِ اللَّهُ، تُدَافِعِينَ الرِّجَالَ أَلَا كَبَّرْتِ وَمَرَرْتِ "

Musnad Syafi'i 599: Sa'id bin Salim mengabarkan kepada kami dan Umar bin Sa'id bin Abu Husain, dari Manbudz bin Abu Sulaiman, dari ibunya: Bahwa ketika ia berada di sisi Aisyah, istri Nabi , seorang maula perempuan miliknya datang, lalu berkata kepadanya, “Wahai Ummul Mukminin, aku melakukan thawaf 7 kali di Baitullah dan mengusap rukun sebanyak 2 atau 3 kali.” Aisyah berkata kepadanya, “Semoga Allah tidak memberimu pahala, semoga Allah tidak memberimu pahala. Engkau berdesakkan dengan kaum lelaki, mengapa engkau tidak mengucapkan takbir saja dan berlalu?” 600

Musnad Syafi'i #600

مسند الشافعي ٦٠٠: أَخْبَرَنَا سَعِيدٌ، أَخْبَرَنِي مُوسَى بْنُ عُبَيْدَةَ الرَّبَذِيُّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ، أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ، كَانَ يَمْسَحُ عَلَى الرُّكْنِ الْيَمَانِيِّ وَالْحَجَرِ، وَكَانَ ابْنُ الزُّبَيْرِ يَمْسَحُ الْأَرْكَانَ كُلَّهَا وَيَقُولُ: «لَا يَنْبَغِي لِبَيْتِ اللَّهِ أَنْ يَكُونَ شَيْءٌ مِنْهُ مَهْجُورًا» . وَكَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَقُولُ: «لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ»

Musnad Syafi'i 600: Sa'id mengabarkan kepada kami bahwa Musa bin Ubaidah Ar-Rabadzi mengabarkan kepadaku dari Muhammad bin Ka'b: Bahwa Ibnu Abbas selalu mengusap Rukun Yamani dan Hajar Aswad, sedangkan Ibnu Az-Zubair selalu mengusap semua rukun. Ia berkata, 'Tidak layak bagi Baitullah bila ada sesuatu darinya yang terasingkan (tidak diusap).” Dan, Ibnu Abbas berkata, “Sesungguhnya telah ada bagi kalian dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik." (Qs. Al Ahzaab [33]: 21) 601