صحيح ابن حبان ١٨١١: أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى بْنِ مُجَاشِعٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ هِلاَلِ بْنِ يَسَافٍ، عَنِ الرَّبِيعِ بْنِ عُمَيْلَةَ، عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ أَحَبَّ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ.
Shahih Ibnu Hibban 1811: Imran bin Musa bin Mujasyi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Utsman bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami, dia berkata: Jarir menceritakan kepada kami dari Manshur, dari Hilal bin Bisaf, dari Ar-Rabi bin Umailah, dari Samurah bin Jundub, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya ada empat perkataan yang paling disukai oleh Allah SWT, yaitu subhanallah (Maha Suci Allah), walhamdulillah (segala puji bagi Allah), la ilaha illallah (tidak ada tuhan selain Allah), dan wallahu akbar (Allah Maha Besar)."142
صحيح ابن حبان ١٨١٢: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ فَارِسٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْحَسَنِ بْنِ شَقِيقٍ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبِي، يَقُولُ: أَخْبَرَنَا أَبُو حَمْزَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: خَيْرُ الْكَلاَمِ أَرْبَعٌ، لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ.
Shahih Ibnu Hibban 1812: Muhammad bin Sulaiman bin Faris mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Ali bin Al Hasan bin Syaqiq menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar ayahku berkata: Abu Hamzah mengabarkan kepada kami dari Al A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Kata-kata (doa) terbaik ada empat, tidak masalah engkau memulai dengan salah satunya, yaitu subhanallah (Maha Suci Allah), walhamdulillah (segala puji bagi Allah), la ilaha illallah (tidak ada tuhan selain Allah), wallahu akbar (Allah Maha Besar),”143
صحيح ابن حبان ١٨١٣: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا الدَّوْرَقِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، عَنْ شُعْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مُرَّةَ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا وَائِلٍ، يُحَدِّثُ، أَنَّ رَجُلاً أَتَى ابْنَ مَسْعُودٍ، فَقَالَ: إِنِّي قَرَأْتُ الْمُفَصَّلَ اللَّيْلَةَ كُلَّهُ فِي رَكْعَةٍ، فَقَالَ عَبْدُ اللهِ: هَذَا كَهَذِّ الشِّعْرِ،، لَقَدْ عَرَفْنَا النَّظَائِرَ الَّتِي كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرِنُ بِهِنَّ، فَذَكَرَ عِشْرِينَ سُورَةً مِنَ الْمُفَصَّلِ، سُورَتَيْنِ، سُورَتَيْنِ فِي رَكْعَةٍ.
Shahih Ibnu Hibban 1813: Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabaikan kepada kami, dia berkata: Ad-Dauraqi menceritakan kepada kami, dia berkata: Ghundar menceritakan kepada kami dari Syu’bah, dia berkata: Amru bin Murrah menceritakan kepada kami, bahwa dia mendengar Abu Wail menceritakan, bahwa seorang laki-laki datang menemui Ibnu Mas’ud, lalu berkata, “Malam ini aku telah membaca seluruh surah Al Mufashshal dalam satu rakaat." Abdullah (Ibnu Mas’ud) lalu berkata, “Mengapa cepat sekali seperti bacaan syair? Sungguh, aku mengetahui surah-surah sepadan yang biasa digabungkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Dia lalu menyebutkan dua puluh surah Al Mufashshal, dua surah pada setiap satu rakaat."144 [4:1]
صحيح ابن حبان ١٨١٤: أَخْبَرَنَا أَبُو خَلِيفَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلاَقَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ عَمِّي، يَقُولُ: إِنَّهُ صَلَّى مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصُّبْحَ، فَسَمِعَهُ يَقْرَأُ فِي إِحْدَى الرَّكْعَتَيْنِ مِنَ الصُّبْحِ {وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَهَا طَلْعٌ نَضِيدٌ}، قَالَ شُعْبَةُ: وَسَأَلْتُهُ مَرَّةً أُخْرَى، فَقَالَ: سَمِعْتُهُ يَقْرَأُ بِ ق.
Shahih Ibnu Hibban 1814: Abu Khalifah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Al Walid menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Ziyad bin Haqah, dia berkata: Aku mendengar pamanku mengatakan bahwa dia shalat Subuh bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu pada salah satu rakaat Rasulullah membaca ayat, “Wan-nakhla baasiqaatin lahaa thal’un nadhiid." [Qaaf [50]:10]. Syu’bah berkata, “Aku bertanya kepadanya pada kesempatan lain, lalu dia menjawab, 'Aku mendengarnya membaca surah Qaaf."145 [5:34]
صحيح ابن حبان ١٨١٥: أَخْبَرَنَا ابْنُ خُزَيْمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمِنِ بْنُ بِشْرِ بْنِ الْحَكَمِ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ، قَالَ: ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنَا، قَالَ: سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ، يَقُولُ: أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ سُفْيَانَ، وَعَبْدُ اللهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، وَعَبْدُ اللهِ بْنُ الْمُسَيَّبِ الْعَابِدِيُّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ السَّائِبِ، قَالَ: صَلَّى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَكَّةَ الصُّبْحَ، وَاسْتَفْتَحَ سُورَةَ الْمُؤْمِنِينَ، حَتَّى إِذَا جَاءَ ذِكْرُ مُوسَى، وَهَارُونَ، أَوْ ذِكْرُ عِيسَى- مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ يَشُكُّ- أَخَذَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَعْلَةٌ، فَرَكَعَ قَالَ: وَابْنُ السَّائِبِ حَاضِرٌ ذَلِكَ.
Shahih Ibnu Hibban 1815: Ibnu Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdurrahman bin Bisyr bin Al Hakam menceritakan kepada kami, dia berkata: Hajjaj menceritakan kepada kami dia berkata: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Muhammad bin Abbad bin Ja’far berkata: Abu Salamah bin Sufyan, Abdullah bin Amru bin Al Ash,146 dan Abdullah bin Al Musayyab Al Abidi mengabaikan kepadaku dari Abdullah bin As-Sa'ib, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat Subuh mengimami kami di Makkah, dan beliau memulai dengan membaca surah Al Mu‘minuun. Ketika sampai pada ayat yang menceritakan tentang Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS, atau tentang Nabi Isa AS —Muhammad bin Abbad ragu-ragu— beliau batuk, lalu beliau ruku. "147 Muhammad bin Abbad bin Ja'far berkata, “Ibnu As-Sa‘ib saat itu hadir pada peristiwa tersebut." [4:1]
صحيح ابن حبان ١٨١٦: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا زَائِدَةُ بْنُ قُدَامَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا سِمَاكُ بْنُ حَرْبٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ: فِي الصُّبْحِ بِـ {ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ}، قَالَ: وَكَانَتْ صَلاَتُهُ بَعْدُ تَخْفِيفًا.
Shahih Ibnu Hibban 1816: Al Fadhl bin Hubab mengabaikan kepada kami, dia berkata: Abu Al Walid Ath-Thayalisi menceritakan kepada kami, dia berkata: Zaidah bin Qudamah menceritakan kepada kami, dia berkata: Simak bin Harb menceritakan kepada kami dari Jabir bin Samurah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membaca “qaaf, wal qur’aanil majiid' dalam shalat Subuh. Shalatnya setelah itu diringankan.148 [5:34]
صحيح ابن حبان ١٨١٧: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ: حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدٍ النَّاقِدُ، قَالَ: حَدَّثَنَا شَبَابَةُ، وَيَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، قَالاَ: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنِ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: إِنْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَؤُمُّنَا فِي الْفَجْرِ بِالصَّافَّاتِ.
Shahih Ibnu Hibban 1817: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Amru bin Muhammad An-Naqid menceritakan kepada kami, dia beikata: Syababah dan Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, keduanya beikata: Ibnu Abi Dzi'b menceritakan kepada kami dari Al Harits bin Abdurrahman, dari Salim bin Abdullah, dari ayahnya, dia beikata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengimami kami shalat Subuh dengan (membaca) surah Ash-Shaffaat."149 [5:34]
صحيح ابن حبان ١٨١٨: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُعَافَى، الْعَابِدُ بِصَيْدَا، قَالَ: حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ زَيْدِ بْنِ أَبِي الزَّرْقَاءِ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبِي، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَمَّهُمْ بِالْمُعَوِّذَتَيْنِ فِي صَلاَةِ الصُّبْحِ.
Shahih Ibnu Hibban 1818: Muhammad bin Al Mu’afa Al Abid mengabarkan kepada kami di Shaida, dia berkata: Harun bin Zaid bin Abu Az-Zarqa menceritakan kepada kami, dia berkata: Ayahku menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Muawiyah bin Shalih, dari Abdurrahman bin Jubair bin Nufair, dari ayahnya, dari Uqbah bin Amir, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengimami mereka shalat Subuh dengan (membaca) Al Mu ’awwidzatain.”150 [5:34]
صحيح ابن حبان ١٨١٩: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحْرِزُ بْنُ عَوْنٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ خَلِيفَةَ، عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ سَرِيعٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ حُرَيْثٍ، قَالَ: صَلَّيْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْفَجْرَ، فَسَمِعْتُهُ يَقْرَأُ: {فَلاَ أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ} الْجِوَارِ الْكُنَّسِ، وَكَانَ لاَ يَحْنِي رَجُلٌ مِنَّا ظَهْرَهُ حَتَّى يَسْتَتِمَّ سَاجِدًا.
Shahih Ibnu Hibban 1819: Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhriz bin Aun menceritakan kepada kami, dia berkata: Khalaf bin Khalifah menceritakan kepada kami dari Al Walid bin Sari, dari Amru bin Huraits, dia berkata: Aku shalat fajar di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu aku mendengar beliau membaca “Afalaa uqsimu bil khunnas,a l jawaaril kunnas” (Qs. At-Takwir (81): 15-16). Seseorang151 dari kami tidak membungkukkan punggungnya sampai beliau sujud dengan sempurna.152 [5:34]
صحيح ابن حبان ١٨٢٠: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ: حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، عَنْ عَزْرَةَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلاَةِ الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، الم تَنْزِيلُ، وَ هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ.
Shahih Ibnu Hibban 1820: Abu Ya’la mengabarkan kepada kami, dia berkala: Hudbah bin Khalid menceritakan kq>ada kami, dia berkata: Hammam153 menceritakan kepada kami, dia berkata: Qatadah menceritakan kepada kami dari Azrah, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika shalat Subuh pada hari Jum’at membaca, “Alif Laam Miim, tanziilun,” dan “Hal ataa alal Insaani”154 [5:4]