سنن ابن ماجه ٧٨٧: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ إِسْمَعِيلَ الْهُذَلِيُّ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الزَّبْرِقَانِ بْنِ عَمْرٍو الضَّمْرِيِّ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَنْتَهِيَنَّ رِجَالٌ عَنْ تَرْكِ الْجَمَاعَةِ أَوْ لَأُحَرِّقَنَّ بُيُوتَهُمْ
Sunan Ibnu Majah 787: Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Isma'il Al Hudzali Ad Dimasyqi] berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] dari [Ibnu Abu Dzi`b] dari [Az Zabriqan bin 'Amru Adl Dlamri] dari [Usamah bin Zaid] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang-orang itu segera berhenti dari meninggalkan shalat berjama'ah atau benar-benar akan aku bakar rumah mereka."
Grade
Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,
سنن الدارمي ٧٨٧: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا إِسْرَائِيلُ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَقَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ أَبِي جَعْفَرٍ أَنَّهُ قَالَ فِي الْمُسْتَحَاضَةِ تَدَعُ الصَّلَاةَ أَيَّامَ أَقْرَائِهَا ثُمَّ تَغْتَسِلُ وَتَحْتَشِي كُرْسُفًا وَتَوَضَّأُ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
Sunan Darimi 787: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] telah mengabarkan kepada kami [Isra`il] telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [muhammad bin Ali Abu ja'far] Bahwa ia berkata tentang istihadhah: "Ia (wanita yag mengalami istihadhah) harus meninggalkan shalat selama hari-hari kebiasaan masa haidnya, kemudian ia mandi dan balutlah dengan kain, selanjutnya berwudhulah untuk setiap kali shalat".
Grade
سنن الدارمي ٨٠١: حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ الْمُسْتَحَاضَةُ تَدَعُ الصَّلَاةَ أَيَّامَ حَيْضِهَا مِنْ الشَّهْرِ ثُمَّ تَغْتَسِلُ مِنْ الظُّهْرِ إِلَى الظُّهْرِ وَتَوَضَّأُ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ وَتَصُومُ وَتُصَلِّي وَيَأْتِيهَا زَوْجُهَا حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ عَبَّادِ بْنِ مَنْصُورٍ عَنْ الْحَسَنِ وَعَطَاءٍ مِثْلَ ذَلِكَ
Sunan Darimi 801: Telah mengabarkan kepada kami [Hajjaj bin Minhal] telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Humaid] dari [Al Hasan] ia berkata: "Wanita yang mengalami istihadhah (hendaknya ia) meninggalkan shalat di hari-hari haidnya pada setiap bulannya, kemudian ia mandi dari dhuhur hingga dhuhur berikutnya, dan ia berwudhu ketika hendak shalat, ia dapat berpuasa dan shalat, dan boleh bagi suaminya menggaulinya". Telah mengabarkan kapada kami [Hajjaj bin Minhal] telah menceritakan kepada kami [hammad] dari ['Abbad bin Manshur] dari [Al Hasan] dan ['Atha] dengan pernyataan semisal itu.
Grade
سنن الدارقطني ٨٠٧: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ مُحَمَّدٍ الْبَاهِلِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ بْنِ أَبِي خِدَاشٍ , نا عَمَّارُ بْنُ مَطَرٍ , نا أَبُو يُوسُفَ يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ , عَنِ الشَّعْبِيِّ , عَنْ قَمِيرٍ امْرَأَةِ مَسْرُوقٍ , عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتِ أَبِي حُبَيْشٍ أَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ , فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا ذَاكَ عِرْقٌ فَانْظُرِي أَيَّامَ إِقْرَائِكِ فَإِذَا جَاوَزَتْ فَاغْتَسِلِي وَاسْتَنْقِي , ثُمَّ تَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلَاةٍ» تَفَرَّدَ بِهِ عَمَّارُ بْنُ مَطَرٍ وَهُوَ ضَعِيفٌ , عَنْ أَبِي يُوسُفَ , وَالَّذِي عِنْدَ النَّاسِ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مَوْقُوفًا: «الْمُسْتَحَاضَةُ تَدَعُ الصَّلَاةَ أَيَّامَ أَقْرَائِهَا , ثُمَّ تَغْتَسِلُ وَتَتَوَضَّأُ لِكُلِّ صَلَاةٍ»
Sunan Daruquthni 807: Muhammad bin Sulaiman bin Muhammad Al Bahili menceritakan kepada kami, Abdullah bin Abdush Shamad bin Abu Khidasy mengabarkan kepada kami, Ammar bin Mathar mengabarkan kepada kami, Abu Yusuf Ya'qub bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, dari Isma'il bin Abu Khalid, dari Asy-Sya'bi, dari Qamir istrinya Masruq, dari Aisyah: "Bahwa Fathimah binti Abu Hubaisy datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini wanita yang menderita istihadhah* Nabi SAW berkata kepadanya, ''Sesungguhnya itu adalah darah penyakit. Perhatikanlah masa-masa haidmu (yang biasanya), bila telah lewat maka mandilah dan sumbatlah, kemudian berwudhulah untuk setiap shalat." Ammar bin Mathar meriwayatkannya sendirian, ia lemah, (ia meriwayatkannya) dari Abu Yusuf. Sedangkan riwayat yang ada pada orang-orang dari Isma'il dengan isnad ini yang diriwayatkan secara mauquf adalah: "Wanita mustahadhah meninggalkan shalat selama masa haidnya, kemudian (setelah selesai) ia mandi dan berwudhu untuk setiap shalat."
Grade
سنن الدارقطني ٨٠٩: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا الْعَلَاءُ بْنُ سَالِمٍ , نا قُرَّةُ بْنُ عِيسَى , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: جَاءَتِ امْرَأَةٌ مِنَ الْأَنْصَارِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَتْ: إِنِّي أُسْتَحَاضُ , فَأَمَرَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَنْ تَعْتَزِلَ الصَّلَاةَ أَيَّامَ حَيْضَتِهَا , ثُمَّ تَغْتَسِلُ وَتَتَوَضَّأُ لِكُلِّ صَلَاةٍ وَتُصَلِّي وَإِنْ قَطَرَ الدَّمُ عَلَى الْحَصِيرِ»
Sunan Daruquthni 809: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Al 'Ala% bin Salim mengabarkan kepada kami, Qurrah bin Isa mengabarkan kepada kami, dari Al A'masy dari Habib bin Abu Tsabit, dari Urwah, dari Aisyah, ia menuturkan, "Seorang wanita Anshar datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, 'Aku menderita istihadhah.'' Maka Nabi SAW menyuruhnya untuk meninggalkan shalat selama masa haidnya, kemudian (setelah selesai) mandi dan berwudhu untuk setiap shalat, lalu melaksanakan shalat walaupun darah menetes di atas tikar."
سنن الدارقطني ٨١٠: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْحَسَّانِيُّ , نا وَكِيعٌ , ثنا الْأَعْمَشُ , عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: جَاءَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ؟ , قَالَ: «لَا إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ اجْتَنِبِي الصَّلَاةَ أَيَّامَ مَحِيضِكِ , ثُمَّ اغْتَسِلِي وَتَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلَاةٍ وَإِنْ قَطَرَ الدَّمُ عَلَى الْحَصِيرِ»
Sunan Daruquthni 810: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isma'il Al Hassani mengabarkan kepada kami, Waki' mengabarkan kepada kami, Al A'masy mengabarkan kepada kami, dari Habib bin Abu Tsabit, dari Urwah, dari Aisyah, ia menuturkan, "Fathimah binti Abu Hubaisy datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini wanita yang menderita istihadhah sehingga tidak pernah suci, haruskah aku meninggalkan shalat?' Beliau bersabda, 'Sesungguhnya itu adalah darah penyakit, bukan haid. Jauhilah shalat selama masa haidmu, kemudian (setelah berlalu) mandilah dan berwudhulah untuk setiap shalat walaupun darah menetes di atas tikar'."
سنن الدارقطني ٨١١: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ سَعِيدٍ الْعَطَّارُ , أنا وَكِيعٌ , ح وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا الْفَضْلُ بْنُ سَهْلٍ , ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ , جَمِيعًا عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ , عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: جَاءَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ , فَقَالَ: «دَعِي الصَّلَاةَ أَيَّامَ أَقْرَائِكِ , ثُمَّ اغْتَسِلِي وَصَلِّي وَإِنْ قَطَرَ الدَّمُ عَلَى الْحَصِيرِ»، وَقَالَ غَيْرُهُ , عَنْ وَكِيعٍ: «وَتَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلَاةٍ».
Sunan Daruquthni 811: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Sa'id Al Aththar mengabarkan kepada kami, Waki' mengabarkan kepada kami {h} Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Sahl mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Daud menceritakan kepada kami, semua dari Al A'masy, dari Habib bin Abu Tsabit, dari Urwah bin Az-Zubair, dari Aisyah, ia menuturkan, "Fathimah binti Abu Hubaisy datang kepada Nabi SAW lalu berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini wanita yang menderita istihadhah sehingga tidak pernah suci, haruskan aku meninggalkan shalat?' Beliau pun bersabda, 'Tinggalkanlah shalat selama masa haidmu, kemudian (setelah itu berlalu) mandilah dan shalatlah walaupun darah menetes di atas tikar'." Yang lainnya (meriwayatkan) dari Waki' (dengan redaksi): "dan berwudhulah untuk setiap shalat."
سنن الدارمي ٨١٢: أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ عَطَاءٍ قَالَ فِي الْمُسْتَحَاضَةِ يُجَامِعُهَا زَوْجُهَا تَدَعُ الصَّلَاةَ أَيَّامَ حَيْضِهَا فَإِذَا حَلَّتْ لَهَا الصَّلَاةُ فَلْيَطَأْهَا
Sunan Darimi 812: Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin 'Aun] dari [Khalid bin Abdullah] dari ['Atha` bin As Sa`ib] dari ['Atha`] ia berkata tentang wanita yang masih mengalami istihadhah kemudian suaminya menggaulinya: "Hendaknya ia meninggalkan shalat selama masa haidnya, dan apabila ia sudah boleh mengerjakan shalat, maka boleh (bagi suaminya) menggaulinya."
Grade
سنن الدارقطني ٨١٨: حَدَّثَنَا ابْنُ الْعَلَاءِ , ثنا أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ أَبِي السَّفَرِ , ح وَحَدَّثَنَا ابْنُ مُبَشِّرٍ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَادَةَ , قَالَا: ثنا أَبُو أُسَامَةَ , قَالَ الْأَعْمَشُ , ثنا عَنْ حَبِيبٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّهَا سُئِلَتْ عَنِ الْمُسْتَحَاضَةِ , فَقَالَتْ: «لَا تَدَعُ الصَّلَاةَ وَإِنْ قَطَرَ الدَّمُ عَلَى الْحَصِيرِ». تَابَعَهُمَا أَسْبَاطُ بْنُ مُحَمَّدٍ
Sunan Daruquthni 818: Ibnu Al 'Ala' menceritakan kepada kami, Abu Ubaidah bin Abu As-Safar menceritakan kepada kami {h} Ibnu Mubasysyir menceritakan kepada kami, Muhamamd bin Ubadah menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Abu Usamah menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Al A'masy menceritakan kepada kami, dari Habib, dari Urwah, dari Aisyah: Bahwa ia ditanya tentang wanita mustahadhah, maka ia pun menjawab, "Wanita itu tidak meninggalkan shalat walaupun darah menetes di atas tikar." Dua sanad ini di-mutaba'ah oleh Asbath bin Muhammad.
سنن الدارقطني ٨٣١: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَهْلِ بْنِ الْفَضْلِ الْكَاتِبُ , حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ شَبَّةَ , ثنا أَبُو عَاصِمٍ , نا عُثْمَانُ بْنُ سَعْدٍ الْقُرَشِيُّ , ثنا ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ , قَالَ: جَاءَتْ خَالَتِي فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى عَائِشَةَ فَقَالَتْ: إِنِّي أَخَافُ أَنْ أَقَعَ فِي النَّارِ إِنِّي أَدَعُ الصَّلَاةَ سَنَتَيْنِ أَوْ سِنِينَ لَا أُصَلِّي , فَقَالَتِ: انْتَظِرِي حَتَّى يَجِيءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَجَاءَ فَقَالَتْ: هَذِهِ فَاطِمَةُ تَقُولُ كَذَا وَكَذَا , فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «قُولِي لَهَا فَلْتَدَعِ الصَّلَاةَ فِي كُلِّ شَهْرٍ أَيَّامَ قُرْئِهَا ثُمَّ لِتَغْتَسِلْ فِي كُلِّ يَوْمٍ غُسْلًا وَاحِدًا ثُمَّ الطَّهُورُ بَعْدُ لِكُلِّ صَلَاةٍ , وَلْتُنَظِّفْ وَلْتَحْتَشِيَ فَإِنَّمَا هُوَ دَاءٌ عَرَضَ أَوْ رَكْضَةٌ مِنَ الشَّيْطَانِ أَوْ عِرْقٌ انْقَطَعَ»
Sunan Daruquthni 831: Muhammad bin Sahl bin Al Fadhl Al Katib menceritakan kepada kami, Umar bin Syabbah menceritakan kepada kami, Abu Ashim menceritakan kepada kami, Utsman bin Sa'd Al Qurasyi mengabarkan kepada kami, Ibnu Abi Mulaikah menceritakan kepada kami, ia menuturkan, "Bibiku, yakni Fathimah binti Hubaisy, datang kepada Aisyah lalu berkata, 'Sungguh aku takut terjerumus ke dalam neraka. Aku telah meninggalkan shalat selama dua tahun -atau ia mengatakan: sudah beberapa tahun aku tidak melaksanakan shalat-.' Aisyah berkata, 'Tunggulah sampai Nabi SAW datang.' Lalu beliau datang, Aisyah pun berkata, 'Ini Fathimah, ia menceritakan demikian dan demikian.' Nabi SAW bersabda, 'Katakan kepadanya, hendaknya ia meninggalkan shalat setiap bulannya selama hari-hari haidnya (saja), kemudian (setelah itu berlalu) hendaknya ia mandi satu kali setiap hari, kemudian bersuci setiap kali hendak shalat, dan hendaknya ia membersihkan (darah) dan menyumbatnya, karena sesungguhnya itu adalah penyakit atau gangguan syetan atau urat darah yang terputus'."
Grade