سنن الدارقطني ٧٧٦: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْمَدَنِيُّ , ثنا مَالِكٌ , ح وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , ثنا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى , نا ابْنُ وَهْبٍ , أَنَّ مَالِكًا أَخْبَرَهُ ح , وَحَدَّثَنَا أَبُو رَوْقٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ بَكْرٍ نا مُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ خَلَّادٍ , ثنا مَعْنُ بْنُ عِيسَى , ثنا مَالِكٌ , ح وَحَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ بْنِ الْمُهْتَدِي , وَمُحَمَّدُ بْنُ بَدْرٍ , قَالَا: نا بَكْرُ بْنُ سَهْلٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ , أنا مَالِكٌ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّهَا قَالَتْ: قَالَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ , قَالَتْ: فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَ بِالْحَيْضَةِ , فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَاتْرُكِي الصَّلَاةَ , فَإِذَا ذَهَبَ قَدْرُهَا فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي»
Sunan Daruquthni 776: Al Qadhi Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ahmad bin Isma'il Al Madani menceritakan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami {h} Abu Bakar AnNaisaburi menceritakan kepada kami, Yunus bin Abdul A'la menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, bahwa Malik mengabarkan kepadanya {h} Abu Rauq Ahmad bin Muhammad bin Bakar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Muhammad bin Khallad menceritakan kepada kami, Ma'n bin Isa menceritakan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami {h} Ubaidullah bin Abdush Shamad bin Al Muhtadi dan Muhammad bin Badr menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Bakar bin Sahl menceritakan kepada kami, Abdullah bin Yusuf mengabarkan kepada kami, Malik memberitahukan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, bahwa ia menuturkan, "Fathimah binti Abu Hubaisy berkata kepada Rasulullah SAW, 'Aku tidak pernah suci, haruskah aku meninggalkan shalat?' Rasulullah SAW menjawab, 'Sesungguhnya itu adalah darah penyakit, bukan haid. Bila datang haid maka tinggalkan shalat, bila selesai masa haid maka cucilah darah darimu dan shalatlah'."
Grade
سنن الدارقطني ٧٧٧: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ صَاعِدٍ , نا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ , وَيَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , قَالَا: نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ , ح وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ , نا أَبُو مُعَاوِيَةَ , ح وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا بْنُ كَرَامَةَ , نا أَبُو أُسَامَةَ , عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , - وَقَالَ يَحْيَى: - أَخْبَرَنِي أَبِي , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: جَاءَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ؟ , قَالَ: «لَا إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَ بِالْحَيْضِ , فَإِذَا أَقْبَلَتْ حَيْضَتُكِ فَدَعِي الصَّلَاةَ فَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي وَصَلِّي». وَقَالَ يَحْيَى: «وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي» , زَادَ أَبُو مُعَاوِيَةَ: قَالَ هِشَامٌ , قَالَ أَبِي: ثُمَّ تَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلَاةٍ حَتَّى يَجِيءَ ذَلِكَ الْوَقْتُ
Sunan Daruquthni 777: Yahya bin Muhammad bin Sha'id menceritakan kepada kami, Amr bin Ali dan Ya'qub bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Yahya bin Sa'id Al Qaththan mengabarkan kepada kami {h} Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ya'qub bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, Abu Mu'awiyah mengabarkan kepada kami {h} Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ibnu Karamah mengabarkan kepada kami, Abu Usamah mengabarkan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya. Dan Yahya mengabarkan kepadaku, dari Aisyah, ia menuturkan, "Fathimah binti Jahsy datang kepada Nabi SAW lalu berkata, 'Wahai Rasulllah, sesungguhnya aku ini wanita mustahadhah sehingga tidak pernah suci, haruskan aku meninggalkan shalat?' Beliau menjawab, 'Tidak. Sesungguhnya itu adalah darah penyakit, bukan haid. BHa haidmu datang maka tinggalkanlah shalat, dan bUa selesai maka cucilah darah darimu kemudian mandilah''." Ini hadits Abu Mu'awiyah. Sedangkan dalam redaksi yang dikemukakan Yahya dan Abu Usamah disebutkan: 'Haruskah aku meninggalkan shalat?' Beliau menjawab, 'Sesungguhnya itu bukanlah haid, akan tetapi darah penyakit. Bila haid datang maka tinggalkan shalat, dan bila selesai maka mandilah lalu shalatlah.' Yahya menyebutkan (dalam redaksinya): 'dan bila selesai maka cucilah darah darimu lalu shalatlah.' Abu Mu'awiyah menambahkan: Hisyam mengatakan, ayahku menyebutkan (dalam redaksinya): 'kemudian berwudhulah untuk setiap shalat hingga tibanya waktu (shalat) tersebut.
Grade
سنن الدارمي ٧٧٨: أَخْبَرَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمَّارٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ فِي الْمُسْتَحَاضَةِ تَدَعُ الصَّلَاةَ أَيَّامَ أَقْرَائِهَا ثُمَّ تَغْتَسِلُ ثُمَّ تَحْتَشِي وَتَسْتَثْفِرُ ثُمَّ تُصَلِّي فَقَالَ الرَّجُلُ وَإِنْ كَانَ يَسِيلُ قَالَ وَإِنْ كَانَ يَسِيلُ مِثْلَ هَذَا الْمَثْعَبِ
Sunan Darimi 778: Telah mengabarkan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Amar] -bekas budak Bani Hasyim-, dari [Ibnu Abbas] radliallahu 'anhu tentang istihadhah: "Hendaknya orang yang mengalami istihadhah meninggalkan shalat pada hari-hari (saat haid), kemudian mandilah (setelah suci), kemudian sumbatlah (kemaluannya) dan balutlah dan kenakanlah kain lalu shalatlah". Seorang laki-laki bertanya: "Meskipun darahnya mengalir terus?", ia menjawab: "Meskipun darahnya mengalir seperti saluran air ini".
Grade
سنن الدارمي ٧٨٢: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ أَبِي الْيَقْظَانِ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْتَحَاضَةُ تَدَعُ الصَّلَاةَ أَيَّامَ حَيْضِهَا فِي كُلِّ شَهْرٍ فَإِذَا كَانَ عِنْدَ انْقِضَائِهَا اغْتَسَلَتْ وَصَلَّتْ وَصَامَتْ وَتَوَضَّأَتْ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
Sunan Darimi 782: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Isa] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Al Yaqzhan] dari ['Adi bin Tsabit] dari [ayahnya] dari [kakeknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Wanita yang mengalami istihadhah, ia harus meninggalkan shalat pada hari-hari kebiasaan (masa) haidnya pada setiap bulannya, dan apabila selesai masa haidnya, ia harus mandi, shalat dan berpuasa (Ramadhan), dan hendaknya ia berwudhu untuk setiap kali hendak mengerjakan shalat."
Grade
سنن الدارقطني ٧٨٢: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , ثنا أَبُو عُبَيْدِ اللَّهِ الْمَخْزُومِيُّ , نا سُفْيَانُ , عَنْ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ , عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَسَأَلَتْ لَهَا أُمُّ سَلَمَةَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: «لِتَنْظُرْ عِدَّةَ اللَّيَالِي وَالْأَيَّامِ الَّتِي كَانَتْ تَحِيضُهُنَّ وَقَدْرَهُنَّ مِنَ الشُّهُورِ فَلْتَتْرُكِ الصَّلَاةَ لِذَلِكَ , فَإِذَا خَلَّفَتْ ذَلِكَ فَلْتَغْسِلْ وَلْتَتَوَضَّأْ وَلْتَسْتَدْفِرْ ثُمَّ تُصَلِّي»
Sunan Daruquthni 782: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Abu Ubaidullah Al Makhzumi menceritakan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Ayyub As-Sakhtiyani menceritakan kepada kami, dari Sulaiman bin Yasar, dari Ummu Salamah istri Nabi SAW: "Bahwa Fathimah binti Hubaisy mengalami istihadhah pada masa Rasulullah SAW, lalu Ummu Salamah menanyakan untuknya kepada Rasulullah SAW, beliau pun bersabda, 'Hendaknya ia memperhatikan hari-hari yang biasanya ia mengalami haid dan kadarnya pada setiap bulan, lalu hendaknya ia meninggalkan shalat pada waktu-waktu tersebut, jika telah berlalu maka hendaknya ia mandi dan berwudhu serta menyumbat (darah dengan kain), kemudian melaksanakan shalat'."
Grade
سنن الدارقطني ٧٨٣: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْقَاضِي , نا أَبُو مَعْمَرٍ , ثنا عَبْدُ الْوَارِثِ , نا أَيُّوبُ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ , أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ اسْتَفْتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِفَاطِمَةَ بِنْتِ أَبِي حُبَيْشٍ , فَقَالَ: «تَدَعُ الصَّلَاةَ قَدْرَ أَقْرَائِهَا ثُمَّ تَغْتَسِلُ وَتُصَلِّي». رَوَاهُ وُهَيْبٌ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ سُلَيْمَانَ , عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ بِهَذَا , وَقَالَ: «تَنْتَظِرُ أَيَّامَ حَيْضِهَا فَتَدَعُ الصَّلَاةَ»
Sunan Daruquthni 783: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad Al Qadhi menceritakan kepada kami, Abu Ma'mar mengabarkan kepada kami, Abdul Warits menceritakan kepada kami, Ayyub mengabarkan kepada kami, dari Sulaiman bin Yasar menceritakan kepada kami: "Bahwa Ummu Salamah meminta fatwa kepada Nabi SAW untuk Fathimah binti Abi Hubaisy, beliau pun bersabda, '(Hendaknya) ia meninggalkan shalat selama masa haidnya, kemudian (setelah itu berlalu) ia mandi dan melaksanakan shalat'." Diriwayatkan juga oleh Wuhaib dari Ayyub, dari Sulaiman, dari Ummu Salamah, redaksi ini, dan ia menyebutkan (dalam redaksinya): "Memperhatikan hari-hari haidnya, lalu meninggalkan shalat."
Grade
سنن الدارمي ٧٨٣: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ كَثِيرٍ وَحَفْصٍ عَنْ الْحَسَنِ فِي الْمُسْتَحَاضَةِ إِذَا طُلِّقَتْ فَيَطُولُ بِهَا الدَّمُ فَإِنَّهَا تَعْتَدُّ قَدْرَ أَقْرَائِهَا ثَلَاثَ حِيَضٍ وَفِي الصَّلَاةِ إِذَا جَاءَ وَقْتُ الْحَيْضِ فِي كُلِّ شَهْرٍ أَمْسَكَتْ عَنْ الصَّلَاةِ
Sunan Darimi 783: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Isa] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin zaid] dari [Katsir] dan [Hafsh] dari [Al Hasan] tentang seorang wanita yang mengalami istihadhah, dan ia mengetahui (dengan persis) masa haidnya, apabila ia di thalaq (cerai), tetapi darah (yang keluar) lebih lama (dari kebiasaannya): 'Maka 'iddahnya adalah seperti tiga kali haid (kebiasaannya), dan untuk masalah shalat, apabila datang masa haid setiap bulannya, dia harus meninggalkan shalat".
Grade
سنن الدارقطني ٧٨٤: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا ابْنُ زَنْجَوَيْهِ , نا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ , نا وُهَيْبُ , ح وَحَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ , ثنا أَبُو الرَّبِيعِ , ثنا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , نا أَيُّوبُ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ , أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ اسْتُحِيضَتْ حَتَّى كَانَ الْمِرْكَنُ يُنْقَلُ مِنْ تَحْتِهَا وَأَعْلَاهُ الدَّمُ , قَالَ: فَأَمَرَتْ أُمَّ سَلَمَةَ تَسْأَلُ لَهَا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: «تَدَعُ الصَّلَاةَ أَيَّامَ أَقْرَائِهَا ثُمَّ تَغْتَسِلُ وَتَسْتَدْفِرُ بِثَوْبٍ وَتُصَلِّي»
Sunan Daruquthni 784: Abdullah bin Muhammad menceritakan kepada kami, Ibnu Zanjawaih mengabarkan kepada kami, Mu'alla bin Asad mengabarkan kepada kami, Wuhaib mengabarkan kepada kami {h} Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Abu Ar-Rabi' menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, Ayyub mengabarkan kepada kami, dari Sulaiman bin Yasar: "Bahwa Fathimah binti Abi Hubaisy mengalami istihadhah, hingga wadah terpenuhi darah dari bawah dan atasnya, lalu ia meminta Ummu Salamah untuk menanyakan kepada Nabi SAW, maka beliau pun bersabda, '(Hendaknya) ia meninggalkan shalat selama masa haidnya, kemudian (setelah itu berlalu) ia mandi dan menyumbat (darah) dengan kain, lalu melaksanakan shalat'."
Grade
سنن الدارقطني ٧٨٥: نا عَبْدُ اللَّهِ , نا جَدِّي , ثنا إِسْمَاعِيلُ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ , أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ اسْتُحِيضَتْ , فَسَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , أَوْ قَالَ: سُئِلَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَأَمَرَهَا «أَنْ تَدَعَ الصَّلَاةَ أَيَّامَ أَقْرَائِهَا , وَأَنْ تَغْتَسِلَ فِيمَا سِوَى ذَلِكَ وَتَسْتَثْفِرَ بِثَوْبٍ وَتُصَلِّي». فَقِيلَ لِسُلَيْمَانَ: أَيَغْشَاهَا زَوْجُهَا؟ فَقَالَ: إِنَّمَا نَقُولُ فِيمَا سَمِعْنَا
Sunan Daruquthni 785: Abdullah mengabarkan kepada kami, kakekku mengabarkan kepada kami, Isma'il menceritakan kepada kami, dari Ayyub, dari Sulaiman bin Yasar: "Bahwa Fathimah binti Abi Hubaisy mengalami istihadhah, lalu ia bertanya kepada Rasulullah —atau ditanyakan kepada Nabi SAW untuknya—, maka beliau pun menyuruhnya untuk meninggalkan shalat selama masa haidnya dan mandi selain masa tersebut dan menyumbat (darahnya) dengan kain lalu melaksanakan shalat." Kemudian ditanyakan kepada Sulaiman, "Apakah ia digauli oleh suaminya?" Ia menjawab, "Sesungguhnya kami hanya menyampaikan apa yang kami dengar."
Grade
سنن ابن ماجه ٧٨٦: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ الْحَكَمِ بْنِ مِينَاءَ أَخْبَرَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ وَابْنُ عُمَرَ أَنَّهُمَا سَمِعَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَلَى أَعْوَادِهِ لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمْ الْجَمَاعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنْ الْغَافِلِينَ
Sunan Ibnu Majah 786: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Hisyam Ad Dustuwa`i] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Al Hakam bin Mina`] berkata: telah mengabarkan kepadaku [Ibnu 'Abbas] dan [Ibnu Umar], bahwa keduanya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda di atas mimbarnya: "Sungguh, kaum-kaum itu segera berhenti dari kebiasaan meninggalkan shalat berjama'ah, atau Allah akan menutup hati mereka sehingga menjadi orang-orang yang lalai."
Grade
Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,