Hasil Pencarian: waris 981 Hadits

Sunan Daruquthni #4388

سنن الدارقطني ٤٣٨٨: نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ الْوَاسِطِيُّ , نا مُوسَى بْنُ هَارُونَ , نا أَبُو بَكْرٍ الْأَثْرَمُ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ دُيَيْسٍ الْكِنْدِيُّ , نا صَالِحُ بْنُ عُمَرَ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ أَصَابَ أَرْضًا بِخَيْبَرَ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: إِنِّي أَصَبْتُ أَرْضًا بِخَيْبَرَ مَا أَصَبْتُ مَالًا هُوَ أَنْفَسُ عِنْدِي مِنْهُ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنْ شِئْتَ حَبَسْتَ أَصْلَهَا وَتَصَدَّقْتَ بِهَا» , فَقَالَ: فَحَبَسَ عُمَرُ أَصْلَهَا وَتَصَدَّقَ بِهَا لَا تُبَاعُ وَلَا تُوهَبُ وَلَا تُورَثُ , فِي الْفُقَرَاءِ وَذَوِي الْقُرْبَى وَالرِّقَابِ وَالضَّيْفِ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ , وَلَا جُنَاحَ عَلَى مَنْ وَلِيَهَا أَنْ يَأْكُلَ بِالْمَعْرُوفِ وَيُطْعِمَ صَدِيقًا غَيْرَ مُتَمَوِّلٍ مِنْهُ مَالًا. قَالَ الْأَثْرَمُ: أَفَادَنا ابْنُ نُمَيْرٍ هَذَا الشَّيْخَ

Sunan Daruquthni 4388: Ja'far bin Muhammad bin Ahmad Al Wasithi menceritakan kepada kami, Musa bin Harun menceritakan kepada kami, Abu Bakar Al Atsram menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Dubais Al Kindi menceritakan kepada kami, Shalih bin Umar menceritakan kepada kami dari Ubaidullah bin Umar, dari nafi‘, dari Ibnu Umar, bahwa Umar bin Khaththab memperoleh sebidang tanah di Khaibar, lalu dia mendatangi Nabi SAW lalu berkata, 'Sesungguhnya aku memperoleh tanah di Khaibar, aku belum pernah memperoleh harta yang lebih berharga bagiku daripadanya.' Maka Rasulullah SAW bersabda, 'Bila mau, wakafkan pokoknya dan sedekahkan.' Maka Umar pun mewakafkan pokoknya dan menyedekahkannya (dengan syarat) tidak boleh dijual, tidak boleh dihibahkan dan tidak diwariskan, untuk keperluan orang-orang fakir, kaum kerabat, memerdekakan budak, tamu dan fi sabilillah, dan bagi orang yang mengurusinya boleh makan darinya dengan cara yang baik dan memberi teman dengan tidak menimbun harta darinya." Al Atsram berkata: Ibnu Numair memberitahu kami tentang syekh ini.

Grade

Sunan Daruquthni #4403

سنن الدارقطني ٤٤٠٣: نا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , وَيَزْدَادُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْكَاتِبُ , قَالَا: نا أَبُو مُوسَى مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى , نا عَبْدُ الْوَهَّابِ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , عَنْ بَشِيرِ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ , أَنَّهُ تَصَدَّقَ بِحَائِطٍ لَهُ فَأَتَى أَبَوَاهُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا كَانَتْ قَيِّمَ وُجُوهِنَا وَلَمْ يَكُنْ لَنَا مَالٌ غَيْرُهُ , فَدَعَا عَبْدَ اللَّهِ فَقَالَ: «إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ قَبِلَ مِنْكَ صَدَقَتَكَ , وَرُدَّهَا عَلَى أَبَوَيْكَ» , قَالَ: فَتَوَارَثْنَاهَا بَعْدَ ذَلِكَ. هَذَا مُرْسَلٌ بَشِيرُ بْنُ مُحَمَّدٍ لَمْ يُدْرِكْ جَدَّهُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدٍ. وَرَوَاهُ يَحْيَى الْقَطَّانُ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ , فَبَيَّنَ إِرْسَالَهُ فِي رِوَايَتِهِ إِيَّاهُ

Sunan Daruquthni 4403: Ali bin Abdullah bin Mubasysyir dan Yazdad bin Abdurrahman Al Katib menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Abu Musa Muhammad bin Al Mutsanna menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Umar menceritakan kepada kami dari Basyir bin Muhammad, dari Abdullah bin Zaid, bahwa ia pernah menyedekahkan kebun miliknya, lalu kedua orang tuanya menemui Nabi SAW, lalu berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya itu adalah harta utama kami dan kami tidak memiliki harta selain itu." Beliau lalu memanggil Abdullah kemudian bersabda, "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menerima sedekahmu, dan mengembalikannya kepada kedua orang tuamu." Lalu kami mewarisinya setelah itu. Ini riwayat mursal, karena Basyir bin Muhammad tidak pernah berjumpa dengan kakeknya, Abdullah bin Zaid. Diriwayatkan juga oleh Yahya Al Qaththan dan Ubaidullah, lalu dia menjelaskan kemursalannya dalam periwayatan hadits ini kepadanya.

Grade

Musnad Ahmad #4403

مسند أحمد ٤٤٠٣: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ وَمُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَا حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ ابْنُ جَعْفَرٍ فِي حَدِيثِهِ أَخْبَرَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ غَيْلَانَ بْنَ سَلَمَةَ الثَّقَفِيَّ أَسْلَمَ وَتَحْتَهُ عَشْرُ نِسْوَةٍ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اخْتَرْ مِنْهُنَّ أَرْبَعًا فَلَمَّا كَانَ فِي عَهْدِ عُمَرَ طَلَّقَ نِسَاءَهُ وَقَسَمَ مَالَهُ بَيْنَ بَنِيهِ فَبَلَغَ ذَلِكَ عُمَرَ فَقَالَ إِنِّي لَأَظُنُّ الشَّيْطَانَ فِيمَا يَسْتَرِقُ مِنْ السَّمْعِ سَمِعَ بِمَوْتِكَ فَقَذَفَهُ فِي نَفْسِكَ وَلَعَلَّكَ أَنْ لَا تَمْكُثَ إِلَّا قَلِيلًا وَايْمُ اللَّهِ لَتُرَاجِعَنَّ نِسَاءَكَ وَلَتَرْجِعَنَّ فِي مَالِكَ أَوْ لَأُوَرِّثُهُنَّ مِنْكَ وَلَآمُرَنَّ بِقَبْرِكَ فَيُرْجَمُ كَمَا رُجِمَ قَبْرُ أَبِي رِغَالٍ

Musnad Ahmad 4403: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dan [Muhammad bin Ja'far] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri], [Ibnu Ja'far] menyebutkan dalam haditsnya: Telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Syihab] dari [Salim] dari [ayahnya], bahwa Ghailan bin Salamah Ats Tsaqafi masuk Islam sementara ia memiliki sepuluh isteri, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepadanya: "Pilihlah empat dari mereka." Kemudian pada masa pemerintahan Umar, ia menceraikan para isterinya dan membagikan hartanya di antara anak-anaknya. Ketika hal itu sampai ke telinga Umar, maka ia pun berkata: "Sungguh, aku punya prediksi bahwa setan yang biasa mencuri pendengaran, ia telah mendengar berita kematianmu sehingga ia melemparkannya ke dalam jiwamu. Dan kamu tidak tidak akan lama lagi untuk tingga (hidup di dunia). Demi Allah, engkau segera merujuk mereka dan mengambil hartamu, atau aku akan wariskan kepada mereka semua dari hartamu, dan aku akan perintahkan untuk melempari kuburanmu sebagaimana kubur Abu Righal dilempari batu."

Grade

Sunan Daruquthni #4404

سنن الدارقطني ٤٤٠٤: نا أَبُو إِسْحَاقَ نَهْشَلُ بْنُ دَامٍ الْيَمَنِيُّ وَيَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , قَالَا: نا عُمَرُ بْنُ شَبَّةَ ح وَنا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُبَشِّرٍ , وَيَعْقُوبُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْوَهَّابِ الدُّورِيُّ , قَالَا: نا حَفْصُ بْنُ عَمْرٍو , قَالَا: نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ , حَدَّثَنِي بَشِيرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ , أَنَّ جَدَّهُ عَبْدَ اللَّهِ تَصَدَّقَ بِمَالٍ لَهُ لَيْسَ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُ , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَبْدِ اللَّهِ: «إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ قَبِلَ مِنْكَ صَدَقَتَكَ». وَقَالَ حَفْصُ: «قَدْ قَبِلَ اللَّهُ صَدَقَتَكَ وَرُدَّهَا عَلَى أَبَوَيْكَ» فَوَرِثَهُ عَبْدُ اللَّهِ بَعْدُ مِنْ أَبَوَيْهِ

Sunan Daruquthni 4404: Abu Ishaq Nahsyal bin Darim At-Tamimi dan Ya'qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Umar bin Syabbah menceritakan kepada kami (h) Ali bin Abdullah bin Mubasysyir dan Ya'qub bin Muhammad bin Abdul Wahhab Ad-Duri menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Hafsh bin Amr menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Yahya bin Sa'id menceritakan kepada kami dari Ubaidullah, Basyir bin Muhammad bin Abdullah Al Anshari menceritakan kepadaku, bahwa kakeknya, Abdullah, pernah menyedekahkan hartanya, sementara dia tidak mempunyai harta selain itu, Maka Nabi SAW berkata kepada Abdullah, "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menerima sedekahmu." Hafsh berkata, "Allah telah menerima sedekahmu, dan mengembalikannya kepada kedua orang tuamu." Lalu setelah ketiadaan kedua orang tuanya, Abdullah mewarisinya.

Sunan Daruquthni #4406

سنن الدارقطني ٤٤٠٦: نا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى , نا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , عَنْ مُحَمَّدٍ , وَعَبْدِ اللَّهِ ابْنِي أَبِي بَكْرٍ , وَعَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , عَنْ بَكْرِ بْنِ حَازِمٍ , أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدِ بْنِ عَبْدِ رَبِّهِ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ حَائِطِي هَذَا صَدَقَةٌ وَهُوَ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى وَرَسُولُهُ فَجَاءَ أَبَوَاهُ , فَقَالَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَانَ قِوَامَ عَيْشِنَا «فَرَدَّهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِمَا» ثُمَّ مَاتَا فَوَرِثَهُمَا ابْنُهُمَا بَعْدَهُمَا. هَذَا أَيْضًا مُرْسَلٌ لِأَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدِ بْنِ عَبْدِ رَبِّهِ تُوُفِّيَ فِي خِلَافَةِ عُثْمَانَ وَلَمْ يُدْرِكْهُ أَبُو بَكْرِ بْنُ حَزْمٍ.

Sunan Daruquthni 4406: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yunus bin Abdul A'la menceritakan kepada kami, Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami dari Muhammad dan Abdullah —keduanya putra Abu Bakar,— serta Amr bin Dinar, dari Bakar bin Hazim, bahwa Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbih datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kebunku ini adalah sedekah. Yaitu kepada Allah Ta'ala dan Rasul-Nya." Lalu kedua orang tuanya datang kemudian berkata, "Wahai Rasulullah, (kebun itu) adalah penopang penghidupan kami." Maka Rasulullah SAW mengembalikannya kepada mereka berdua, lalu setelah keduanya meninggal, anak mereka mewarisinya. Riwayat ini juga mursal, karena Abdullah bin Zaid bin Abd Rabbih meninggal pada masa khilafah Utsman, dan Abu Bakar bin Hazm tidak pernah berjumpa dengannya.

Grade

Sunan Daruquthni #4408

سنن الدارقطني ٤٤٠٨: نا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , نا مُعَاذُ بْنُ الْمُثَنَّى , نا أَبُو مُسْلِمٍ الْمُسْتَمْلِي , نا سُفْيَانُ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَمْرٍو , وَيَحْيَى , وَحُمَيْدٍ , سَمِعُوا أَبَا بَكْرٍ , يُخْبِرُ عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ , أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدٍ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ رَبِّهِ الَّذِي أُرِيَ النِّدَاءَ جَعَلَ حَائِطًا لَهُ صَدَقَةً , فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: إِنِّي جَعَلْتُ حَائِطِي صَدَقَةً وَهُوَ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ , فَجَاءَ أَبَوَاهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَا لَهُ: لَمْ يَكُنْ لَنَا عَيْشٌ إِلَّا هَذَا الْحَائِطُ «فَرَدَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَبَوَيْهِ» , ثُمَّ مَاتَا فَوَرِثَهُمَا وَهَذَا أَيْضًا مُرْسَلٌ.

Sunan Daruquthni 4408: Abu Sahl bin Ziyad menceritakan kepada kami, Mu'adz bin Al Mutsanna menceritakan kepada kami, Abu Muslim Al Mustamli menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Abu Bakar bin Amr, Yahya dan Humaid, mereka mendengar Abu Bakar mengabarkan, dari Amr bin Sulaim, bahwa Abdullah bin Zaid, —yakni Ibnu Abdi Rabbih yang diperlihatkan adzan kepadanya (mimpi tentang adzan),— menetapkan kebun miliknya sebagai sedekah, kemudian dia mendatangi Rasulullah SAW lalu berkata, "Sesungguhnya aku telah menetapkan kebunku sebagai sedekah, yaitu kepada Allah dan kepada Rasul-Nya." Kemudian kedua orang tuanya datang kepada Nabi SAW, lalu berkata, "Kami tidak mempunyai sumber penghidupan selain kebun itu." Maka beliau pun mengembalikannya kepada kedua orang tuanya, lalu setelah mereka meninggal, Abdullah mewarisinya. Riwayat ini juga mursal.

Shahih Bukhari #4408

صحيح البخاري ٤٤٠٨: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُلَيْحٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ هِلَالِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ مُؤْمِنٍ إِلَّا وَأَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ { النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ } فَأَيُّمَا مُؤْمِنٍ تَرَكَ مَالًا فَلْيَرِثْهُ عَصَبَتُهُ مَنْ كَانُوا فَإِنْ تَرَكَ دَيْنًا أَوْ ضَيَاعًا فَلْيَأْتِنِي فَأَنَا مَوْلَاهُ

Shahih Bukhari 4408: Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Al Mundzir] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fulaih] Telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dari [Hilal bin Ali] dari [Abdurrahman bin Abu 'Amrah] dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dia berkata: "Tidaklah ada seorang mukmin kecuali aku lebih utama atas dirinya baik di dunia maupun di akhirat, bacalah jika engkau mau: {Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri}. (QS. Al Ahzab: 6). Maka seorang mukmin manapun yang meninggal dan meninggalkan harta maka hendaklah ahli warisnya mewarisinya, dan barangsiapa meninggalkan hutang atau keluarga maka hendaklah ia datang kepadaku karena aku adalah walinya."

Sunan Daruquthni #4410

سنن الدارقطني ٤٤١٠: ثنا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عُمَرَ الْوَكِيعِيُّ , نا شَيْبَانُ , نا أَبُو أُمَيَّةَ بْنُ يَعْلَى , نا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ , عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ يَحْيَى , عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ , أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ فُلَانٍ - نَسِيَ شَيْبَانُ اسْمَهُ - أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كُلُّ شَيْءٍ هُوَ لِي فَهُوَ صَدَقَةٌ إِلَّا فَرَسِي وَسِلَاحِي , قَالَ: وَكَانَتْ لَهُ أَرْضٌ فَقَبَضَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَهَا فِي الْأَوْفَاضِ أَوِ الْأَوْقَاصِ , فَجَاءَ أَبَوَاهُ فَقَالَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَطْعِمْنَا مِنْ صَدَقَةِ ابْنِنَا فَوَاللَّهِ مَا لَنَا شَيْءٌ وَإِنَّا لَنَطُوفُ مَعَ الْأَوْفَاضِ , فَأَخَذَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَفَعَهَا إِلَيْهِمَا فَمَاتَا فَوَرِثَهَا ابْنُهُمَا الَّذِي كَانَ تَصَدَّقَ بِهَا , فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ صَدَقَتِي الَّتِي كُنْتُ تَصَدَّقْتُ بِهَا فَدَفَعْتَهَا إِلَى وَالِدِيَّ فَمَاتَا أَفَحَلَالٌ هِيَ لِي؟ , قَالَ: «نَعَمْ فَكُلْهَا هَنِيئًا مَرِيئًا». وَهَذَا أَيْضًا مُرْسَلٌ. إِسْحَاقُ بْنُ يَحْيَى ضَعِيفٌ , وَلَمْ يُدْرِكْ عُبَادَةَ , وَأَبُو أُمَيَّةَ بْنُ يَعْلَى مَتْرُوكٌ وَاللَّهُ أَعْلَمُ

Sunan Daruquthni 4410: Abu Sahl bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Ahmad bin Umar Al Waki'i menceritakan kepada kami, Syaiban menceritakan kepada kami, Abu Umayyah bin Ya'la menceritakan kepada kami, Musa bin Uqbah menceritakan kepada kami dari Ishaq bin Yahya, dari Ubadah bin Ash-Shamit, bahwa Abdullah bin Fulan —Syaiban lupa namanya— datang kepada Nabi SAW lalu berkata, "Wahai Rasulullah, segala sesuatu milikku adalah sedekah kecuali kudaku dan senjataku." Dia berkata: Dia mempunyai kebun, lalu Rasulullah SAW menerimanya dan mengalokasikannya untuk banyak orang atau untuk menutupi kekurangan, kemudian kedua orang tuanya datang lalu berkata, "Wahai Rasulullah, berilah kami makan dari sedekah anak kami. Demi Allah, kami tidak mempunyai apa-apa, bahkan kami berkeliling bersama banyak orang." Maka beliau pun menyerahkan kebun itu kepada mereka berdua. Setelah keduanya meninggal, kebun itu diwarisi oleh anaknya yang dulu pernah menyedekahkannya, kemudian ia datang kepada Nabi SAW, lalu berkata, "Wahai Rasulullah, sedekahku yang dulu aku sedekahkan, dan engkau menyerahkannya kepada kedua orang tuaku, lalu kedua orang tuaku meninggal, apakah itu halal untukku?" Beliau menjawab, "Ya, makanlah tanpa dosa maupun penyakit." Riwayat ini juga mursal. Hadits Ishaq bin Yahya dha'if dan dia tidak pernah berjumpa dengan Ubadah, sementara Abu Umayyah bin Ya'la riwayatnya ditinggalkan. Wallahu a'lam.

Grade

Sunan Daruquthni #4470

سنن الدارقطني ٤٤٧٠: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا خَلَّادُ بْنُ أَسْلَمَ , نا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ , نا ابْنُ جُرَيْجٍ , أَخْبَرَنِي صِدِّيقُ بْنُ مُوسَى , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا تَعْصُبَةَ عَلَى الْمِيرَاثِ إِلَّا مَا حَمَلَ الْقَسَمَ»

Sunan Daruquthni 4470: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Khallad bin Aslam menceritakan kepada kami, Rauh bin Ubadah menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij menceritakan kepada kami, Shiddiq bin Musa mengabarkan kepadaku dari Muhammad bin Abu Bakar, dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Tidak ada Penyerahan (harta warisan) kepada ahli waris kecuali sesuai dengan ketentuan pembagian.”

Grade

Sunan Daruquthni #4471

سنن الدارقطني ٤٤٧١: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شَبِيبٍ , نا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ سَعِيدٍ , نا سُلَيْمَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ , عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي سَبْرَةَ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ صِدِّيقِ بْنِ مُوسَى , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ , عَنْ أَبِيهِ , كَذَا قَالَ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «لَا تَعْصُبَةَ عَلَى أَهْلِ الْمِيرَاثِ إِلَّا مَا حَمَلَ الْقَسَمَ»

Sunan Daruquthni 4471: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Abdullah bin Syabib menceritakan kepada kami, Abdul Jabbar bin Sa'id menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Muhammad menceritakan kepada kami dari Abu Bakar bin Abu Sabrah, dari Ibnu Juraij, dari Shiddiq bin Musa, dari Abdurrahman bin Abu Bakar, dari ayahnya, demikian yang dia katakan, bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak ada Penyerahan (harta warisan) kepada ahli waris kecuali sesuai dengan ketentuan pembagian.”

Grade