سنن الدارقطني ٤٣٠٤: نا أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ بُهْلُولٍ , نا الْحُسَيْنُ بْنُ الْحَكَمِ بْنِ مُسْلِمٍ الْوَشَّاءُ , نا الْحَسَنُ بْنُ الْحُسَيْنِ الْعُرَنِيُّ , نا أَبُو كُدَيْنَةَ يَحْيَى بْنُ الْمُهَلَّبِ , عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ , عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: كَانَ تَمِيمٌ الدَّارِيُّ , وَعَدِيُّ يَخْتَلِفَانِ إِلَى مَكَّةَ فَخَرَجَ مَعَهُمَا فَتًى مِنْ بَنِي سَهْمٍ فَتُوُفِّيَ بِأَرْضٍ لَيْسَ بِهَا مُسْلِمٌ , فَأَوْصَى إِلَيْهِمَا فَدَفَعَا تَرِكَتَهُ إِلَى أَهْلِهِ وَحَبَسَا جَامًا مِنْ فِضَّةٍ مُخَوَّصًا بِالذَّهَبِ , «فَاسْتَحْلَفْهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِاللَّهِ مَا كَتَمْتُمَا وَلَا اطَّلَعْتُمَا» ثُمَّ وُجِدَ الْجَامُ بِمَكَّةَ , قَالُوا: اشْتَرَيْنَاهُ مِنْ عَدِيٍّ وَتَمِيمٍ , فَجَاءَ رَجُلَانِ مِنْ وَرَثَةِ السَّهْمِيِّ فَحَلَفَا أَنَّ هَذَا الْجَامَ لِلسَّهْمِيِّ وَلَشَهَادَتُهُمَا أَحَقُّ مِنْ شَهَادَتِهِمَا {وَمَا اعْتَدَيْنَا إِنَّا إِذًا لِمَنِ الظَّالِمِينَ} [المائدة: 107] , فَأَخَذُوا الْجَامَ وَفِيهِمْ نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ
Sunan Daruquthni 4304: Ahmad bin Ishaq bin Buhlul menceritakan kepada kami, Al Husain bin Al Hakam bin Muslim Al Wasysya" menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Al Husain Al Urani menceritakan kepada kami, Abu Kudainah Yahya bin Al Muhallab menceritakan kepada kami dari Atha' bin As-Sa'ib, dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Tamim Ad-Dari dan Adi pernah berangkat bersama ke Makkah, lalu berangkat pula bersama mereka berdua seorang pemuda dari bani Sahm, lalu pemuda itu (hampir) meninggal di suatu tempat yang tidak ada muslimnya. Maka dia pun berwasiat kepada keduanya, lalu keduanya menyerahkan harta peninggalan pemuda itu kepada keluarganya dan menyembunyikan sebuah guci perak yang disepuh emas. Lalu Rasulullah SAW meminta mereka berdua bersumpah dengan menyebut nama Allah, bahwa kalian bedua tidak menyembunyikan dan tidak memakan. Kemudian, guci tersebut ditemukan di Makkah, mereka berkata, 'Kami membelinya dari Adi dan Tamim.' Lalu dua orang dari ahli waris orang Sahm datang, lalu bersumpah, bahwa guci itu milik orang Sahm tersebut, dan bahwa kesaksian mereka berdua lebih layak diterima daripada kesaksian kedua orang itu (Adi dan Tamim), {dan kami tidak melanggar batas, sebab bila demikian berarti kami termasuk orang-orang yang zhalim}. (Qs. Al Maa'idah [5]: 107) Lalu mereka mengambil guci tersebut. Berkenaan dengan mereka, turunlah ayat ini.
Grade
سنن ابن ماجه ٤٣٢٨: حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ خَالِدٍ الْأَزْرَقُ أَبُو مَرْوَانَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ يَزِيدَ بْنِ أَبِي مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَحَدٍ يُدْخِلُهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ إِلَّا زَوَّجَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً ثِنْتَيْنِ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ وَسَبْعِينَ مِنْ مِيرَاثِهِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ مَا مِنْهُنَّ وَاحِدَةٌ إِلَّا وَلَهَا قُبُلٌ شَهِيٌّ وَلَهُ ذَكَرٌ لَا يَنْثَنِي قَالَ هِشَامُ بْنُ خَالِدٍ مِنْ مِيرَاثِهِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَعْنِي رِجَالًا دَخَلُوا النَّارَ فَوَرِثَ أَهْلُ الْجَنَّةِ نِسَاءَهُمْ كَمَا وُرِثَتْ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ
Sunan Ibnu Majah 4328: Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Khalid Al Azraq Abu Marwan Ad Dimasyqi] telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Yazid bin Abu Malik] dari [ayahnya] dari [Khalid bin Ma'dan] dari [Abu Umamah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang hamba yang dimasukkan ke dalam surga melainkan Allah 'azza wajalla akan menikahkan dengan tujuh puluh dua istri, dua istri dari bidadari dan yang tujuh puluh dari warisannya penduduk neraka (isterinya penghuni neraka yang masuk surga), dan tidaklah salah seorang dari mereka melainkan memiliki vagina yang rapat dan ia memiliki penis yang tidak loyo." Khalid bin Hisyam berkata: Maksud dari warisannya penduduk neraka adalah laki-laki yang masuk neraka kemudian mereka mewarisi isterinya untuk penghuni surga sebagaimana fir'aun mewarisi isterinya."
Grade
Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Dha'if,
سنن ابن ماجه ٤٣٣٢: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَحْمَدُ بْنُ سِنَانٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا لَهُ مَنْزِلَانِ مَنْزِلٌ فِي الْجَنَّةِ وَمَنْزِلٌ فِي النَّارِ فَإِذَا مَاتَ فَدَخَلَ النَّارَ وَرِثَ أَهْلُ الْجَنَّةِ مَنْزِلَهُ فَذَلِكَ قَوْلُهُ تَعَالَى { أُولَئِكَ هُمْ الْوَارِثُونَ }
Sunan Ibnu Majah 4332: Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Ahmad bin Sinan] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang pun dari kalian kecuali ia memiliki dua tempat: satu tempat di surga dan satu tempat lagi di neraka. Jika ia meninggal dunia, lalu masuk neraka maka penghuni surga akan mewarisi tempatnya. Itulah makna firman Allah {Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi.} (Al Mukminun: 10)
Grade
Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,
سنن الدارقطني ٤٣٥٢: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , نا مُعَاذُ بْنُ الْمُثَنَّى , نا مُسَدَّدٌ , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , نا سُفْيَانُ , حَدَّثَنِي أَبُو إِسْحَاقَ , قَالَ: سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ الْحَارِثِ , وَهُوَ يَقُولُ: «مَا تَرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا سِلَاحَهُ وَبَغْلَتَهُ الْبَيْضَاءَ وَأَرْضًا جَعَلَهَا صَدَقَةً»
Sunan Daruquthni 4352: Abu Bakar Muhammad bin Abdullah bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Mu'adz bin Al Mutsanna menceritakan kepada kami, Musaddad menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa'id menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Abu Ishaq menceritakan kepada kami, dia berkata, "Aku mendengar Amr bin Al Harits berkata, 'Rasulullah SAW tidak meninggalkan (harta warisan) kecuali senjatanya dan baghlah serta sebidang tanah yang dijadikan sebagai sedekah'."
سنن الدارقطني ٤٣٥٥: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَكَرِيَّا , نا أَحْمَدُ بْنُ شُعَيْبٍ , أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ , نا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ , نا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ الْحَارِثِ , يَقُولُ: «مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا تَرَكَ إِلَّا بَغْلَتَهُ الْبَيْضَاءَ وَسِلَاحَهُ وَأَرْضًا جَعَلَهَا صَدَقَةً»
Sunan Daruquthni 4355: Muhammad bin Abdullah bin Zakariyya menceritakan kepada kami, Ahmad bin Syu'aib menceritakan kepada kami, Amr bin Ali mengabarkan kepadaku, Abu Bakar Al Hanafi menceritakan kepada kami, Yunus bin Abu Ishaq menceritakan kepada kami dari ayahnya, dia berkata: Aku mendengar Amr bin Al Harits berkata, "Ketika Rasulullah SAW meninggal, beliau tidak meninggalkan (harta warisan), kecuali baghlah-nya yang berwarna putih, senjatanya dan sebidang tanah yang dijadikan sedekah."
سنن الدارقطني ٤٣٥٩: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شَبِيبٍ , حَدَّثَنِي إِسْمَاعِيلُ , حَدَّثَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُطَّلِبِ , حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ اسْتَأْذَنَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَتَصَدَّقَ بِمَالِهِ بِثَمْغٍ , فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَصَدَّقْ بِهِ تَقْسِمُ ثَمَرَهُ وَتَحْبِسُ أَصْلَهُ لَا يُبَاعُ وَلَا يُورَثُ»
Sunan Daruquthni 4359: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Abdullah bin Syabib menceritakan kepada kami, Ismail menceritakan kepadaku, Abdul Aziz bin Al Muththalib menceritakan kepadaku, Yahya bin Sa'id menceritakan kepadaku, dari Nafi', dari Ibnu Umar, bahwa Umar bin Khaththab meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk menyedekahkan hartanya di Tsamgh, maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya, "bersedekahlah dengannya dengan cara membagikan buahnya dan mewakafkan pokoknya, tidak dijual dan tidak diwariskan."
Grade
سنن الدارقطني ٤٣٦٠: نا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمِصْرِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الرَّبِيعِ بْنِ بِلَالٍ , نا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى , وَأَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ , قَالَا: نا ابْنُ وَهْبٍ ح وثنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زِيَادٍ , نا الْحُسَيْنُ بْنُ الْهَيْثَمِ أَبُو الرَّبِيعٍ الرَّازِيُّ , نا حَرْمَلَةُ , أنا ابْنُ وَهْبٍ , أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ , عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ الْمُطَّلِبِ , عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ عُمَرَ اسْتَشَارَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَنْ يَتَصَدَّقَ بِمَالِهِ الَّذِي بِثَمْغٍ , فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَصَدَّقْ بِثَمَرِهِ وَاحْبِسْ أَصْلَهُ لَا يُبَاعُ وَلَا يُورَثُ». وَقَالَ أَبُو الرَّبِيعِ: «تَصَدَّقْ بِهِ تَقْسِمُ ثَمَرَهُ وَتَحْبِسُ أَصْلَهُ لَا يُبَاعُ وَلَا يُورَثُ»
Sunan Daruquthni 4360: Ali bin Muhammad Al Mishri menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ar-Rabi' bin Bilal menceritakan kepada kami, Harmalah bin Yahya dan Ahmad Ibnu Abu Bakar menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami (h) Ahmad bin Muhammad bin Abdullah bin Ziyad menceritakan kepada kami, Al Husain bin Al Haitsam Abu Ar-Rabi' Ar-Razi menceritakan kepada kami, Harmalah menceritakan kepada kami, Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Sa'd mengabarkan kepadaku, dari Abdul Aziz bin Al Muththalib, dari Yahya bin Sa'id, dari Nafi', dari Ibnu Umar, bahwa Umar pernah meminta pendapat Rasulullah SAW untuk menyedekahkan hartanya yang berada di Tsamagh, maka Nabi SAW bersabda kepadanya, "Sedekahkanlah buahnya dan wakafkanlah pokoknya, tidak dijual dan tidak diwariskan." Abu Ar-Rabi' berkata, "Bersedekahlah dengannya dengan cara membagikan buahnya dan mewakafkan pokoknya, tidak dijual dan tidak diwariskan."
سنن الدارقطني ٤٣٦٤: حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَسَنِ الْعَنْبَرِيُّ , نا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ , عَنِ ابْنِ عَوْنٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ: أَصَابَ عُمَرُ أَرْضًا بِخَيْبَرَ , فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: أَصَبْتُ أَرْضًا لَمْ أُصِبْ مَالًا قَطُّ هُوَ أَنْفَسُ عِنْدِي مِنْهُ فَكَيْفَ تَأْمُرُنِي فِيهِ؟ , قَالَ: «إِنْ شِئْتَ حَبَسْتَ أَصْلَهَا وَتَصَدَّقْتَ بِهَا» , قَالَ: فَتَصَدَّقَ بِهَا عُمَرُ , أَنَّهَا لَا تُبَاعُ وَلَا تُوهَبُ وَلَا تُورَثُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْقُرْبَى وَالرِّقَابِ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ , لَا جُنَاحَ عَلَى مَنْ وَلِيَهَا أَنْ يَأْكُلَ مِنْهَا بِالْمَعْرُوفِ , أَوْ يُطْعِمَ صَدِيقًا غَيْرَ مُتَمَوِّلٍ فِيهِ
Sunan Daruquthni 4364: Abu Ishaq Ibrahim bin Hammad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ubaidullah bin Al Hasan Al Anbari menceritakan kepada kami, Yazid bin Zurai' menceritakan kepada kami dan Ibnu Aun, dari Nafi', dari Ibnu Umar, dia berkata, "Umar memperoleh sebidang tanah di Khaibar, lalu dia menemui Nabi SAW dan berkata, 'Aku memperoleh sebidang tanah. Aku belum pernah mendapatkan harta sebelumnya yang menurutku lebih berharga daripada itu. Apa yang engkau perintahkan kepadaku mengenai itu?' Beliau bersabda, “Bila mau, wakafkan pokoknya dan sedekahkanlah.' Maka Umar pun menyedekahkannya, bahwa tanah itu tidak boleh dijual, tidak boleh dihibahkan dan tidak diwariskan. (Itu untuk kepentingan) orangorang fakir, kerabat, memerdekakan budak,yz sabilillah, ibnu sabil, dan bagi yang mengurusinya boleh makan darinya dengan cara yang baik, atau memberi makan teman dengan tidak menimbun."
Grade
سنن الدارقطني ٤٣٦٦: نا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الصَّوَّافِ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ , نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ أَبُو سَعِيدٍ , نا سُلَيْمُ بْنُ أَخْضَرَ , وَيَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ , قَالَا: نا ابْنُ عَوْنٍ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ. قَالَ: فَتَصَدَّقَ بِهَا عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ لَا تُبَاعُ أَصْلُهَا وَلَا تُوهَبُ وَلَا تُورَثُ , وَفِي آخِرِهِ قَالَ ابْنُ عَوْنٍ: فَذَكَرْتُ هَذَا لِمُحَمَّدٍ , فَقَالَ: «غَيْرَ مُتَأَثِّلٍ مَالًا»
Sunan Daruquthni 4366: Muhammad bin Ahmad bin Ash-Shawwaf menceritakan kepada kami, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Umar Abu Sa'id menceritakan kepada kami, Sulaim bin Akhdhar dan Yazid bin Zurai' menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Ibnu Aun menceritakan kepada kami, dengan isnad ini, dengan redaksi yang serupa, dan dia berkata, "Maka Umar RA pun menyedekahkannya, bahwa itu tidak boleh dijual, tidak boleh dihibahkan dan tidak diwariskan." Di bagian akhirnya Ibnu Aun berkata: Lalu aku sebutkan ini kepada Muhammad, maka dia pun menambah, "Tanpa menyimpan harta."
صحيح البخاري ٤٣٦٦: حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي الضُّحَى عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ خَبَّابٍ قَالَ كُنْتُ رَجُلًا قَيْنًا وَكَانَ لِي عَلَى الْعَاصِ بْنِ وَائِلٍ دَيْنٌ فَأَتَيْتُهُ أَتَقَاضَاهُ فَقَالَ لِي لَا أَقْضِيكَ حَتَّى تَكْفُرَ بِمُحَمَّدٍ قَالَ قُلْتُ لَنْ أَكْفُرَ بِهِ حَتَّى تَمُوتَ ثُمَّ تُبْعَثَ قَالَ وَإِنِّي لَمَبْعُوثٌ مِنْ بَعْدِ الْمَوْتِ فَسَوْفَ أَقْضِيكَ إِذَا رَجَعْتُ إِلَى مَالٍ وَوَلَدٍ قَالَ فَنَزَلَتْ { أَفَرَأَيْتَ الَّذِي كَفَرَ بِآيَاتِنَا وَقَالَ لَأُوتَيَنَّ مَالًا وَوَلَدًا أَطَّلَعَ الْغَيْبَ أَمْ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمَنِ عَهْدًا كَلَّا سَنَكْتُبُ مَا يَقُولُ وَنَمُدُّ لَهُ مِنْ الْعَذَابِ مَدًّا وَنَرِثُهُ مَا يَقُولُ وَيَأْتِينَا فَرْدًا }
Shahih Bukhari 4366: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Al A'masy] dari [Abu Adl Dluha] dari [Masruq] dari [Khabbab] dia berkata: Aku adalah seorang pandai besi yang bekerja untuk Al Ash bin Wa'il, ketika aku datang untuk menagih gajiku, dia berkata: "Tidak, demi Allah aku tidak akan membayarkannya sampai kamu mendustakan Muhammad." Khabab berkata: "Demi Allah, aku tidak akan mendustakan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sampai kamu mati kemudian kamu dibangkitkan kembali." Al Ash bin Wa`il berkata: "Apabila aku mati dan dibangkitkan serta dapat kembali kepada harta dan anakku, maka baru aku akan membayarmu!" Khabbab berkata: Maka turunlah ayat: {Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat kami dan ia mengatakan: "Pasti aku akan diberi harta dan anak. Adakah ia melihat yang ghaib atau ia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah? sekali-kali tidak, Kami akan menulis apa yang ia katakan, dan benar-benar Kami akan memperpanjang azab untuknya, dan Kami akan mewarisi apa yang ia katakan itu, dan ia akan datang kepada Kami dengan seorang diri}. (QS. Maryam: 77-80).