صحيح ابن حبان ٨٤٦: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ الأَنْصَارِيُّ، مِنْ وَلَدِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ بِالْبَصْرَةِ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبِ بْنِ عَرَبِيٍّ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِبْرَاهِيمَ الأَنْصَارِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ طَلْحَةَ بْنَ خِرَاشٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ، يَقُولُ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: أَفْضَلُ الذِّكْرِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ: الْحَمْدُ لِلَّهِ.
Shahih Ibnu Hibban 846: Muhammad bin Ali Al Anshari —salah seorang keturunan Anas bin Malik— mengabarkan kepada kami di Bashrah, ia berkata: Yahya bin Habib bin Arabi menceritakan kepada kami, ia berkata: Musa bin Ibrahim Al Anshari menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku pernah mendengar Thalhah bin Khirasy berkata: Aku pernah mendengar Jabir bin Abdullah berkata: Aku pemah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Dzikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illallaah, sedangkan doa yang paling utama adalah Alhamdulillaah”53 [(1:2])
سنن أبي داوود ٨٥١: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُوسَى الْبَلْخِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنِي ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ أَنَّ أَبَا مَعْبَدٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ لِلذِّكْرِ حِينَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنْ الْمَكْتُوبَةِ كَانَ ذَلِكَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ قَالَ كُنْتُ أَعْلَمُ إِذَا انْصَرَفُوا بِذَلِكَ وَأَسْمَعُهُ
Sunan Abu Daud 851: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Musa al Balhi] telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepadaku [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin Dinar] bahwa [Abu Ma'bad] bekas budak Ibnu Abbas telah mengabarkan kepadanya, bahwa Ibnu Abbas telah mengabarkan kepadanya bahwa Mengeraskan suara dzikir ketika orang-orang selesai dari shalat fardlu itu telah di lakukan di masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan Ibnu Abbas mengatakan: "Aku mengetahuinya ketika mereka selesai melakukan itu dan aku juga mendengarnya."
Grade
Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,
صحيح ابن حبان ٨٥٣: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ صَالِحٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ فِيهِ إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةً، وَمَا مَشَى أَحَدٌ مَمْشًى لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ فِيهِ إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِ تِرَةً، وَمَا أَوَى أَحَدٌ إِلَى فِرَاشِهِ وَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ فِيهِ إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِ تِرَةً.
Shahih Ibnu Hibban 853: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata: Shafwan bin Shalih menceritakan kepada kami, ia berkata: Al Walid biti Muslim menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abu Dzi'b, dari Sa’id Al Maqburi, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah suatu kaum duduk dalam sebuah majlis dimana di dalamnya mereka tidak berdzikir kepada. kecuali hal itu akan menjadi kekurangan bagi mereka. Tidaklah seseorang berjalan di suatu jalan dimana ia tidak berdzikir kepada Allah kecuali hal itu akan menjadi kekurangan baginya. Dan tidaklah seseorang mendatangi tempat tidurnya dimana ia tidak berdzikir kepada Allah kecuali hal itu akan menjadi kekurangan baginya.” 62 [(1:2)]
صحيح ابن حبان ٨٥٥: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ: حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ الْبَزَّارُ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الأَغَرِّ، قَالَ: أَشْهَدُ عَلَى أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، وَأَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ: مَا جَلَسَ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ، إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ.
Shahih Ibnu Hibban 855: Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, ia berkata: Khalaf bin Hisyam Al Bazzar menceritakan kepada kami, ia berkata: Abu Al Ahwash menceritakan kepada kami, dari Abu Ishaq, dari Al Agharr, ia berkata: Aku bersaksi atas Abu Sa’id Al Khudri dan Abu Hurairah, bahwa keduanya bersaksi atas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda, “Tidaklah suatu kaum duduk sambil berdzikir kepada Allah kecuali para malaikat akan mengelilingi mereka, rahmat akan menyelimuti mereka, ketenangan akan turun kepada mereka, kemudian Allah pun akan menyebut-nyebut nama mereka di hadapan para makhluk yang berada di sisi-Nya. ” 64 [(1:2)]
صحيح ابن حبان ٨٥٦: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي عَوْنٍ الرَّيَّانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ رَبِّهِ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْفُضَيْلُ بْنُ عِيَاضٍ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ لِلَّهِ مَلاَئِكَةً فُضُلاً عَنْ كُتَّابِ النَّاسِ، يَمْشُونَ فِي الطُّرُقِ، يَلْتَمِسُونَ الذِّكْرَ، فَإِذَا رَأَوْا أَقْوَامًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى تَنَادَوْا: هَلُمُّوا إِلَى حَاجَاتِكُمْ، فَيَحُفُّونَ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ، فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ جَلَّ وَعَلاَ، وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ، فَيَقُولُ: عِبَادِي مَا يَقُولُونَ؟ فَيَقُولُونَ: يَا رَبِّ، يُسَبِّحُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ، فَيَقُولُ: هَلْ رَأَوْنِي؟ فَيَقُولُونَ: لاَ، فَيَقُولُ: كَيْفَ لَوْ رَأَوْنِي؟ فَيَقُولُونَ: لَوْ رَأَوْكَ لَكَانُوا أَشَدَّ تَسْبِيحًا وَتَمْجِيدًا وَتَكْبِيرًا وَتَحْمِيدًا، فَيَقُولُ: مَاذَا يَسْأَلُونَ؟ فَيَقُولُونَ: يَسْأَلُونَكَ يَا رَبِّ الْجَنَّةَ، فَيَقُولُ لَهُمْ: هَلْ رَأَوْهَا؟ فَيَقُولُونَ: لاَ، فَيَقُولُ: كَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا؟ فَيَقُولُونَ: لَوْ قَدْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ طَلَبًا وَأَشَدَّ حِرْصًا، فَيَقُولُ: فَمِمَّ يَتَعَوَّذُونَ؟ فَيَقُولُونَ: يَتَعَوَّذُونَ بِكَ مِنَ النَّارِ، فَيَقُولُ: فَهَلْ رَأَوْهَا؟ فَيَقُولُونَ: لاَ، فَيَقُولُ: كَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا؟ فَيَقُولُونَ: لَوْ قَدْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ تَعَوُّذًا، فَيَقُولُ: فَإِنِّي أُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ.
Shahih Ibnu Hibban 856: Muhammad bin Ahmad bin Abu ‘Aun Ar-Rayani mengabarkan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin Abd Rabbihi menceritakan kepada kami, ia berkata: Al Fudhail bin Iyadh menceritakan kepada kami, dari Al A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki sejumlah malaikat khusus (fudhulan) selain malaikat- malaikat pencatat (kuttab) amal manusia. Mereka selalu berkeliling di jalan-jalan untuk mencari majlis dzikir. Apabila mereka melihat suatu kaum yang sedang berdzikir kepada Allah SWT maka mereka akan berseru: Bersegeralah kalian menuju kebutuhan-kebutuhan kalian ini.' Mereka mengelilingi (majlis dzikir itu) dengan sayap-sayapnya hingga ke langit. Tuhan Jalla wa’ Alaa bertanya, dan Dia lebih mengetahui daripada mereka, 'Apa yang sedang dibaca hamba- hamba-Ku?' Para malaikat menjawab, 'Wahai Tuhan, mereka sedang bertasbih dan bertahmid kepada-Mu.' Tuhan bertanya, Apakah mereka (dapat) melihat-Ku?' Mereka menjawab, 'Tidak.9 Tuhan bertanya, 'Bagaimanakah seandainya mereka dapat melihat-Ku?' Mereka menjawab, 'Seandainya mereka dapat melihat-Mu, niscaya mereka akan lebih bertasbih, bertamjid (mengagungkan), bertakbir dan bertahmid kepada-Mu.' Tuhan bertanya, 'Apa yang mereka minta?' Mereka menjawab, 'Mereka meminta surga kepada-Mu, wahai Tuhan.' Tuhan bertanya, 'Apakah mereka pernah melihat surga?' Mereka menjawab, 'Tidak pernah.' Tuhan bertanya, 'Bagaimana seandainya mereka dapat melihat surga?' Mereka menjawab, 'Seandainya mereka dapat melihatnya, niscaya mereka akan lebih giat lagi dan lebih keras lagi keinginannya (untuk mendapatkan surga).' Tuhan bertanya, 'Dari hal apakah mereka meminta perlindungan?' Mereka menjawab, 'Mereka meminta perlindungan kepada-Mu dari neraka.' Tuhan bertanya, 'Apakah mereka pernah melihatnya?' Mereka menjawab, ’Tidak pernah.' Tuhan bertanya, 'Bagaimana seandainya mereka dapat melihat neraka?' Mereka menjawab, 'Seandainya mereka melihat neraka, niscaya mereka akan lebih giat lagi untuk memohon perlindungan.' Tuhan lalu berfirman, 'Sesungguhnya Aku menjadikan kalian sebagai saksi (atas pemyataan-Ku) bahwa Aku telah mengampuni dosa-dosa mereka."65 [(1:2)]
صحيح ابن حبان ٨٥٧: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَزْدِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِنَّ لِلَّهِ مَلاَئِكَةً فُضُلاً عَنْ كُتَّابِ النَّاسِ، يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ، يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ، فَإِذَا وَجَدُوا قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَنَادَوْا: هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ، فَيَحُفُّونَ بِهِمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ مِنْهُمْ، فَيَقُولُ: مَا يَقُولُ عِبَادِي؟ فَيَقُولُونَ: يُكَبِّرُونَكَ وَيُمَجِّدُونَكَ وَيُسَبِّحُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ، فَيَقُولُ: هَلْ رَأَوْنِي؟ فَيَقُولُونَ: لاَ، فَيَقُولُ: فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْنِي؟ فَيَقُولُونَ: لَوْ رَأَوْكَ لَكَانُوا لَكَ أَشَدَّ عِبَادَةً وَأَكْثَرَ تَسْبِيحًا وَتَحْمِيدًا وَتَمْجِيدًا، فَيَقُولُ: وَمَا يَسْأَلُونِي؟ قَالَ: فَيَقُولُونَ: يَسْأَلُونَكَ الْجَنَّةَ، فَيَقُولُ: فَهَلْ رَأَوْهَا؟ فَيَقُولُونَ: لاَ وَاللَّهِ يَا رَبِّ، فَيَقُولُ: فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا؟ فَيَقُولُونَ: لَوْ رَأَوْهَا كَانُوا عَلَيْهَا أَشَدَّ حِرْصًا وَأَشَدَّ طَلَبًا، وَأَعْظَمَ فِيهَا رَغْبَةً، فَيَقُولُ: وَمِمَّ يَتَعَوَّذُونَ؟ فَيَقُولُونَ: مِنَ النَّارِ، فَيَقُولُ: وَهَلْ رَأَوْهَا؟ فَيَقُولُونَ: لاَ وَاللَّهِ يَا رَبِّ، فَيَقُولُ: فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا؟ فَيَقُولُونَ: لَوْ رَأَوْهَا لَكَانُوا مِنْهَا أَشَدَّ فِرَارًا، وَأَشَدَّ هَرَبًا، وَأَشَدَّ خَوْفًا، فَيَقُولُ اللَّهُ لِمَلاَئِكَتِهِ: أُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ.، قَالَ: فَقَالَ مَلَكٌ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ: إِنَّ فِيهِمْ فُلاَنًا لَيْسَ مِنْهُمْ إِنَّمَا جَاءَ لِحَاجَةٍ، قَالَ: فَهُمُ الْجُلَسَاءُ لاَ يَشْقَى جَلِيسُهُمْ.
Shahih Ibnu Hibban 857: Abdullah bin Muhammad Al Azdi mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ishaq bin Ibrahim menceritakan kepada kami, ia berkata: Jarir mengabarkan kepada kami, dari Al A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki sejumlah malaikat khusus (fudhulan) selain malaikat-malaikat pencatat (kuttab) amal manusia. Mereka selalu berkeliling di jalan-jalan untuk mencari orang-orang yang berdzikir. Apabila mereka menemukan suatu kaum yang sedang berdzikir kepada Allah, maka mereka akan berseru: 'Bersegeralah kalian menuju kebutuhan-kebutuhan kalian ini.' Mereka mengelilingi (majlis dzikir itu) dengan sayap-sayapnya hingga ke langit dunia. Tuhan mereka bertanya, dan Dia lebih mengetahui daripada mereka, 'Apa yang sedang dibaca hamba-hamba-Ku?' Para malaikat menjawab, 'Mereka sedang bertakbir, bertamjid (mengagungkan), bertasbih dan bertahmid kepada-Mu.' Tuhan bertanya, 'Apakah mereka (dapat) melihat-Ku?' Mereka menjawab, 'Tidak.’ Tuhan bertanya, 'Bagaimanakah seandainya mereka dapat melihat-Ku?' Mereka menjawab, 'Seandainya mereka dapat melihat-Mu, niscaya mereka akan lebih giat beribadah, serta lebih sering bertasbih, bertahmid dan bertamjid kepada-Mu.' Tuhan bertanya, 'Apa yang mereka minta?' Mereka menjawab, 'Mereka meminta surga kepada-Mu, wahai Tuhan.' Tuhan bertanya, 'Apakah mereka pernah melihat surga?' Mereka menjawab, 'Tidak pernah, wahai Tuhanku.' Tuhan bertanya, 'Bagaimana seandainya mereka dapat melihat surga?' Mereka menjawab, 'Seandainya mereka dapat melihatnya, niscaya mereka akan lebih serius, lebih giat berusaha dan lebih besar keinginannya (untuk mendapatkan surga).' Tuhan bertanya, 'Dari hal apakah mereka meminta perlindungan? Mereka menjawab, 'Dari neraka.' Tuhan bertanya, 'Apakah mereka pernah melihatnya?' Mereka menjawab, 'Tidak pernah, wahai Tuhanku.' Tuhan bertanya, 'Bagaimana seandainya mereka dapat melihat neraka?' Mereka menjawab, 'Seandainya mereka melihat neraka, niscaya mereka akan lebih giat berusaha untuk lari dan menghindarkan diri darinya, serta lebih takut kepadanya.' Allah berfirman kepada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku menjadikan kalian sebagai saksi (atas pemyataan-Ku) bahwa Aku telah mengampuni dosa-dosa mereka.' Salah seorang malaikat berkata, 'Sesungguhnya di antara mereka ada Si Fulan yang bukan termasuk golongan mereka, tetapi dia datang karena ada suatu keperluan.' Allah pun berfirman, 'Mereka itulah orang-orang yang menyebabkan orang yang duduk bersama mereka tidak akan sengsara.'"66 [(1:2)]
صحيح ابن حبان ٨٥٨: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ الْقَاسِمِ، عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسِيرُ فِي طَرِيقِ مَكَّةَ فَمَرَّ عَلَى جَبَلٍ يُقَالُ لَهُ: جُمْدَانَ، فَقَالَ: سِيرُوا هَذَا جُمْدَانُ، سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ، سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الْمُفَرِّدُونَ؟ قَالَ: الذَّاكِرُونَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ.
Shahih Ibnu Hibban 858: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata: Umayyah bin Bistham menceritakan kepada kami, ia berkata: Yazid bin Zurai’ menceritakan kepada kami, ia berkata: Rauh bin Al Qasim menceritakan kepada kami, dari Al Ala, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, ia berkata: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berjalan di jalanan Mekkah lalu beliau melewati sebuah gunung yang dikenal dengan nama Jumdan. Beliau pun bersabda, “Berjalanlah kalian pada (gunung) Jumdan ini. Al Mufarridun telah mendahului, Mufarridun telah mendahului.” Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, apa yang dimaksud dengan Al Mufarridun itu?” Beliau menjawab: “Orang-orang yang selalu berdzikir kepada Allah, baik laki-laki ataupun perempuan.”67 [(1:2)]
مسند الشافعي ٨٦٤: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: خَسَفَتِ الشَّمْسُ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَحَكَى ابْنُ عَبَّاسٍ أَنَّ صَلَاتَهُ رَكْعَتَانِ، فِي كُلِّ رَكْعَةٍ رَجْعَتَيْنِ، ثُمَّ خَطَبَهُمْ فَقَالَ: «إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ»
Musnad Syafi'i 864: Malik mengabarkan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari Atha' bin Yassar, dari Ibnu Abbas , ia mengatakan: Matahari mengalami gerhana, maka Rasulullah shalat (gerhana). Ibnu Abbas menceritakan bahwa shalat yang dilakukan beliau sebanyak 2 rakaat, masing-masing rakaat terdiri atas 2 kali ruku, kemudian beliau berkhutbah kepada mereka dan bersabda, "Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan 2 tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah , keduanya tidak mengalami gerhana karena matinya seseorang dan tidak pula karena hidupnya. Karena itu, apabila kalian melihat hal tersebut, bersegeralah kalian berdzikir kepada Allah . "112
صحيح البخاري ٨٧٧: حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ الْأَغَرِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَقَفَتْ الْمَلَائِكَةُ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ يَكْتُبُونَ الْأَوَّلَ فَالْأَوَّلَ وَمَثَلُ الْمُهَجِّرِ كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي بَدَنَةً ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَقَرَةً ثُمَّ كَبْشًا ثُمَّ دَجَاجَةً ثُمَّ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ طَوَوْا صُحُفَهُمْ وَيَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ
Shahih Bukhari 877: Telah menceritakan kepada kami [Adam] berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Dzi'b] dari [Az Zuhri] dari [Abu 'Abdullah Al Aghar] dari [Abu Hurairah] berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pada hari Jum'at para Malaikat hadir di pintu Masjid mencatat siapa orang yang datang paling awal dan seterusnya. Orang yang paling awal datang ke Masjid seperti orang yang berkurban dengan seekor unta, kemudian seperti orang yang berkurban dengan seekor sapi, kemudian seperti orang yang berkurban seekor kambing yang bertanduk, kemudian seperti orang yang berkurban seekor ayam, kemudian seperti orang yang berkurban sebutir telur. Dan apabila Imam sudah keluar (untuk memberi khutbah), maka para Malaikat menutup buku catatan mereka kemudian mendengarkan dzikir (khutbah)."
سنن الترمذي ٨٨٣: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الطَّوَافُ حَوْلَ الْبَيْتِ مِثْلُ الصَّلَاةِ إِلَّا أَنَّكُمْ تَتَكَلَّمُونَ فِيهِ فَمَنْ تَكَلَّمَ فِيهِ فَلَا يَتَكَلَّمَنَّ إِلَّا بِخَيْرٍ قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ وَغَيْرُهُ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ مَوْقُوفًا وَلَا نَعْرِفُهُ مَرْفُوعًا إِلَّا مِنْ حَدِيثِ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ يَسْتَحِبُّونَ أَنْ لَا يَتَكَلَّمَ الرَّجُلُ فِي الطَّوَافِ إِلَّا لِحَاجَةٍ أَوْ يَذْكُرُ اللَّهَ تَعَالَى أَوْ مِنْ الْعِلْمِ
Sunan Tirmidzi 883: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah], telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari ['Atha` bin Sa`ib] dari [Thawus] dari [Ibnu Abbas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Thawaf di Baitullah sebagaimana shalat, hanya saja kalian dalam thawaf boleh berbicara. Barangsiapa yang berbicara hendaknya berbicara dengan kata-kata yang baik." Abu 'Isa berkata: "Hadits ini telah diriwayatkan dari Ibnu Thowus dan yang lainnya dari Thowus dari Ibnu Abbas secara mauquf. Kami tidak mengetahui hadits ini diriwayatkan secara marfu' kecuali dari hadits 'Atha bin Sa`ib. Kebanyakan ulama mengamalkan hadits ini, yaitu mereka menganjurkan seorang yang thawaf untuk tidak berbicara kecuali untuk suatu keperluan atau berdzikir atau membicarakan suatu ilmu."
Grade
Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Hasan,