Hasil Pencarian: dzikir 317 Hadits

Shahih Ibnu Hibban #814

صحيح ابن حبان ٨١٤: أَخْبَرَنَا ابْنُ قُتَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ مَوْهَبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ، أَنَّ عَمْرَو بْنَ قَيْسٍ الْكِنْدِيَّ حَدَّثَهُ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ، قَالَ‏:‏ جَاءَ أَعْرَابِيَّانِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ أَحَدُهُمَا‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، أَخْبِرْنِي بِأَمْرٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ، قَالَ‏:‏ لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 814: Ibnu Qutaibah mengabarkan kepada kami, dia berkata Yazid bin Mauhab menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, dia berkata: Mu’awiyah bin Shalih menceritakan kepadaku, bahwa Amru bin Qais Al Kindi menceritakan kepadanya, dari Abdullah bin Busr, bahwa dia berkata: “Dua orang Arab badui pernah datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Salah seorang dari keduanya berkata: 'Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu perkara yang dapat aku pegang kuat-kuat.' Rasulullah pun bersabda, 'Hendaknya lisanmu senantiasa basah karena berdzikir kepada Allah.'” 15 [(1:2)]

Shahih Ibnu Hibban #816

صحيح ابن حبان ٨١٦: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو طَاهِرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ دَرَّاجٍ أَبِي السَّمْحِ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ يَقُولُ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ‏:‏ سَيَعْلَمُ أَهْلُ الْجَمْعِ الْيَوْمَ مَنْ أَهْلُ الْكَرَمِ، فَقِيلَ‏:‏ مَنْ أَهْلُ الْكَرَمِ يَا رَسُولَ اللهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَهْلُ مَجَالِسِ الذِّكْرِ فِي الْمَسَاجِدِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 816: Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Thahir menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, dia berkata: Amr bin Al Harits menceritakan kepadaku, dari Darraj Abu As-Samh, dari Abu Al Haitsam, dari Abu Sa’id, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Allah Jalla wa 'Alaa berfirman, yang berkumpul di hari ini (hari kiamat) akan mengetahui siapa orang-orang yang akan memperoleh kemuliaan.' Beliau ditanya: 'Siapakah orang-orang yang akan memperoleh kemuliaan itu, wahai Rasulullah?' Beliau menjawab: 'Orang-orang yang selalu berada di majlis-majlis dzikir (yang diadakan) di masjid-masjid. '” 17 [(1:2)]

Shahih Ibnu Hibban #817

صحيح ابن حبان ٨١٧: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الطَّاهِرِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، أَنَّ أَبَا السَّمْحِ حَدَّثَهُ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ‏:‏ أَكْثِرُوا ذِكْرَ اللهِ حَتَّى يَقُولُوا‏:‏ مَجْنُونٌ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 817: Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Ath-Thahir menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Wahb menceritakan kepada kami, ‘Amr bin Al Harits mengabarkan kepada kami, bahwa Abu As-Samh menceritakannya dari Abu Al Haitsam, dari Abu Sa’id Al Khudri, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah kalian berdzikir kepada Allah hingga orang-orang menganggap (kalian sudah) gila.”19 [(1 -2)]

Shahih Ibnu Hibban #818

صحيح ابن حبان ٨١٨: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ السَّلاَمِ مَكْحُولٌ بِبَيْرُوتَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ هَاشِمٍ الْبَعْلَبَكَيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، عَنِ ابْنِ ثَوْبَانَ عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ يُخَامِرَ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، قَالَ‏:‏ سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ أَيُّ الأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَنْ تَمُوتَ وَلِسَانُكَ رَطْبٌ مِنْ ذِكْرِ اللهِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 818: Muhammad bin Abdullah bin Abdussalam Makhul di Beirut mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Hasyim Al Ba’labaki menceritakan kepada kami, dia berkata: Al Walid menceritakan kepada kami, dari Ibnu Tsauban, dari ayahnya, dari Makhul, dari Jubair bin Nufair, dari Malik bin Yukhamir, dari Mu'adz bin Jabal, dia berkata: “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, 'Amal apakah yang paling dicintai Allah?' Beliau menjawab, 'Kamu mati sedang lisanmu (masih) basah karena selalu berdzikir kepada Allah.'"20 [(1:2)]

Shahih Ibnu Hibban #819

صحيح ابن حبان ٨١٩: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ مُوسَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيِّ بْنِ بَحْرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ‏:‏ إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ‏:‏ لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ‏:‏ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ‏:‏ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 819: Abdullah bin Ahmad bin Musa mengabarkan kepada kami, dia berkata: Amru bin Ali bin Bahr menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu ‘Ashim menceritakan kepada kami, dari Ibnu Juraij, dia berkata: Abu Az-Zubair mengabarkan kepadaku, dari Jabir, bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang masuk ke dalam rumahnya lalu berdzikir kepada Allah saat memasuki rumahnya itu dan ketika hendak (menyantap) makanannya, maka syetan berkata, Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam untuk kalian (para syetan).' (Namun) apabila seseorang masuk ke dalam rumahnya lalu dia tidak berdzikir kepada Allah saat memasuki rumahnya, maka syetan berkata, 'Kalian telah mendapatkan tempat bermalam.' Dan apabila dia tidak berzikir kepada Allah ketika hendak (menyantap) makanannya, maka syetan berkata: 'Kalian mendapatkan tempat bermalam dan juga makan malam.'"21 [(1:2)]

Sunan Tirmidzi #826

سنن الترمذي ٨٢٦: حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ وَعَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ قَالَا حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا جُعِلَ رَمْيُ الْجِمَارِ وَالسَّعْيُ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ لِإِقَامَةِ ذِكْرِ اللَّهِ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Sunan Tirmidzi 826: Telah menceritakan kepada kami [Nashr bin Ali Al Jahdlami] dan [Ali bin Khasyram] berkata: telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] dari ['Ubaidullah bin Abu Ziyad] dari [Al Qasim bin Muhammad] dari ['Aisyah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya disyari'atkannya melempar jumrah dan sa'i dari Shafa ke Marwah untuk berdzikir kepada Allah." Abu 'Isa berkata: "Ini merupakan hadits hasan shahih."

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Hasan,

Shahih Ibnu Hibban #830

صحيح ابن حبان ٨٣٠: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ خُزَيْمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْمُغِيرَةِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ، قَالَ‏:‏ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنِي ابْنُ عَجْلاَنَ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ شُرَحْبِيلَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِهِ وَهُوَ يُحَرِّكُ شَفَتَيْهِ، فَقَالَ‏:‏ مَاذَا تَقُولُ يَا أَبَا أُمَامَةَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ أَذْكُرُ رَبِّي، قَالَ‏:‏ أَلاَ أُخْبِرُكَ بِأَكْثَرَ أَوْ أَفْضَلَ مِنْ ذِكْرِكَ اللَّيْلَ مَعَ النَّهَارِ وَالنَّهَارَ مَعَ اللَّيْلِ‏؟‏ أَنْ تَقُولَ‏:‏ سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ، وَسُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ مَا خَلَقَ، وَسُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ مَا فِي الأَرْضِ وَالسَّمَاءِ، وَسُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ مَا فِي الأَرْضِ وَالسَّمَاءِ، وَسُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ، وَسُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ كُلِّ شَيْءٍ، وَسُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ كُلِّ شَيْءٍ، وَتَقُولُ‏:‏ الْحَمْدُ لِلَّهِ مِثْلَ ذَلِكَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 830: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ali bin Abdurrahman bin Al Mughirah menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abu Maryam menceritakan kepada kami, dia berkata: Yahya bin Ayyub mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ibnu ‘Ajian menceritakan kepada saya, dari Mush’ab bin Muhammad bin Syurahbil, dari Muhammad bin Sa’ad bin Abi Waqash, dari Abu Umamah Al Bahili, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bertemu dengan dirinya yang saat itu sedang mengerakkan kedua bibirnya. Rasulullah pun bertanya, “Apa yang sedang kamu baca, wahai Abu Umamah ?”” Dia berkata, “Aku sedang berdzikir kepada Tuhanku.” Rasulullah bersabda, “Maukah aku beritahukan kepadamu dzikir yang lebih banyak (pahalanya) atau lebih utama daripada dzikir yang kamu baca dari malam hingga siang dan dari siang hingga malam? (Yaitu hendaknya) kamu mengucap Subhaanallaahi 'adada maa khalaqa (Maha Suci Allah sebanyak makhluk yang telah Dia ciptakan), Wa Subhaanallaahi mil'a maa khalaqa (Maha Suci Allah sepenuh makhluk yang telah Dia ciptakan), Wa Subhaanallaahi 'adada maa fil ardhi (Maha Suci Allah sebanyak- makhluk yang ada di bumi dan langit), Wa Subhaanallaahi mil’a maa fil ardhi was samaa’ (Maha Suci Allah sepenuh makhluk yang ada di bumi dan di langit), Wa Subhaanallaahi 'adada maa ahsha kitaabuhu (Maha Suci Allah sebanyak hal-hal yang disebutkan dalam kitab-Nya), Wa Subhaanallaahi 'adada kulli syai’in (Maha Suci Allah sebanyak bilangan segala sesuatu), Wa Subhaanallaahi mil‘a kulli syai’in (Maha Suci Allah sepenuh segala sesuatu). Kemudian (hendaknya) kamu juga mengucapkan lafazh Alhamdulillaahi (Segala puji hanya milik Allah) seperti itu pula.” 33 [(1:2)]

Shahih Bukhari #832

صحيح البخاري ٨٣٢: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

Shahih Bukhari 832: Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yusuf] berkata: telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Sumayya] mantan budak Abu Bakar bin 'Abdurrahman, dari [Abu Shalih As Saman] dari [Abu Hurairah], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mandi pada hari Jum'at sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju Masjid, maka dia seolah berkurban seekor unta. Dan barangsiapa datang pada kesempatan (saat) kedua maka dia seolah berkurban seekor sapi. Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) ketiga maka dia seolah berkurban seekor kambing yang bertanduk. Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) keempat maka dia seolah berkurban seekor ayam. Dan barangiapa datang pada kesempatan (saat) kelima maka dia seolah berkurban sebutir telur. Dan apabila imam sudah keluar (untuk memberi khuthbah), maka para Malaikat hadir mendengarkan dzikir (khuthbah tersebut)."

Shahih Ibnu Hibban #832

صحيح ابن حبان ٨٣٢: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلاَءِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، مَوْلَى آلِ طَلْحَةَ عَنْ كُرَيْبٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى صَلاَةِ الصُّبْحِ، وَجُوَيْرِيَةُ جَالِسَةٌ فِي الْمَسْجِدِ، فَرَجَعَ حِينَ تَعَالَى النَّهَارُ، فَقَالَ‏:‏ لَنْ تَزَالِي جَالِسَةً بَعْدِي‏؟‏ قَالَتْ‏:‏ نَعَمْ، قَالَ‏:‏ لَقَدْ قُلْتُ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ لَوْ وُزِنَتْ بِهِنَّ لَوَزَنَتْهُنَّ، سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ جُوَيْرِيَةُ هِيَ بِنْتُ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ عَمِّ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 832: Umar bin Muhammad Al Hamdani mengabarkan kepada kami, Dia berkata: Abdul Jabbar bin Al ‘Ala menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Abdurrahman, maula keluarga Thalhah, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam keluar menuju masjid untuk shalat Shubuh, dan kebetulan ada Juwairiyah yang sedang duduk di masjid. Kemudian beliau kembali ke rumah ketika waktu siang mulai muncul (dan ternyata beliau masih mendapati Juwairiyah dalam keadaan seperti itu). Beliau pun bertanya, “Apakah dari tadi kamu tidak henti-hentinya duduk (seperti ini)?” Ia menjawab: “Iya, benar.” Beliau bersabda, “Sungguh aku pernah mengatakan empat kalimat yang seandainya di timbang dengan (dzikir-dzikirmu) itu, niscaya ia lebih berat, (yaitu) Subhaanallaahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa midaada kalimaatihi, wa ridhaa nafsihi, wa zinata ‘arsyihi.” 35 [(1:2)] Abu Hatim RA berkata: “Juwairiyah adalah puteri Al Harits bin Abdul Muthalib, paman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.” 36

Sunan Ibnu Majah #838

سنن ابن ماجه ٨٣٨: حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى الْقَطَّانُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي غَلَّابٍ عَنْ حِطَّانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الرَّقَاشِيِّ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَرَأَ الْإِمَامُ فَأَنْصِتُوا فَإِذَا كَانَ عِنْدَ الْقَعْدَةِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ ذِكْرِ أَحَدِكُمْ التَّشَهُّدُ

Sunan Ibnu Majah 838: Telah menceritakan kepada kami [Yusuf bin Musa Al Qaththan] berkata: telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Sulaiman At Taimi] dari [Qatadah] dari [Abu Ghallab] dari [Hithan bin Abdullah Ar Raqasyi] dari [Abu Musa Al Asy'ari] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika imam membaca maka diamlah, dan jika ia duduk maka hendaklah dzikir pertama kali yang kalian ucapkan adalah tasyahud. "

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,