صحيح مسلم ٤٠٦: و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُسْلِمٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَقَالَ يَا مُغِيرَةُ خُذْ الْإِدَاوَةَ فَأَخَذْتُهَا ثُمَّ خَرَجْتُ مَعَهُ فَانْطَلَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى تَوَارَى عَنِّي فَقَضَى حَاجَتَهُ ثُمَّ جَاءَ وَعَلَيْهِ جُبَّةٌ شَامِيَّةٌ ضَيِّقَةُ الْكُمَّيْنِ فَذَهَبَ يُخْرِجُ يَدَهُ مِنْ كُمِّهَا فَضَاقَتْ عَلَيْهِ فَأَخْرَجَ يَدَهُ مِنْ أَسْفَلِهَا فَصَبَبْتُ عَلَيْهِ فَتَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ مَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ ثُمَّ صَلَّى
Shahih Muslim 406: Dan telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Abu Kuraib], [Abu Bakar] berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Muawiyah] dari [al-A'masy] dari [Muslim] dari [Masruq] dari [al-Mughirah bin Syu'bah] dia berkata: "Saya bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan, maka beliau bersabda: "Wahai Mughirah, ambillah geriba, " lalu aku mengambil geriba kemudian keluar bersama beliau. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu menjauh hingga jauh menghilang dari pandanganku. Kemudian beliau datang dengan memakai Jubah Syam yang lengannya sempit, ketika kedua tangan beliau tidak bisa keluar (sempit) dari kedua lengan, maka beliau pun mengeluarkan kedua tangannya dari bawah jubah, lalu aku menuangkan air untuk beliau, beliau pun berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat. Kemudian membasuh bagian atas kedua khufnya kemudian melakukan shalat."
صحيح مسلم ٤٠٧: و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَعَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ جَمِيعًا عَنْ عِيسَى بْنِ يُونُسَ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا عِيسَى حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ مُسْلِمٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَقْضِيَ حَاجَتَهُ فَلَمَّا رَجَعَ تَلَقَّيْتُهُ بِالْإِدَاوَةِ فَصَبَبْتُ عَلَيْهِ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثُمَّ ذَهَبَ لِيَغْسِلَ ذِرَاعَيْهِ فَضَاقَتْ الْجُبَّةُ فَأَخْرَجَهُمَا مِنْ تَحْتِ الْجُبَّةِ فَغَسَلَهُمَا وَمَسَحَ رَأْسَهُ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ ثُمَّ صَلَّى بِنَا
Shahih Muslim 407: Dan telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dan [Ali bin Khasyram] semuanya meriwayatkan dari [Isa bin Yunus], [Ishaq] berkata: telah mengabarkan kepada kami [Isa] telah menceritakan kepada kami [al-A'masy] dari [Muslim] dari [Masruq] dari [al-Mughirah bin Syu'bah] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar untuk buang hajat, ketika kembali maka aku memberikan geriba dan aku tuangkan air kepada beliau, beliau lalu mencuci kedua tangannya, kemudian membasuh wajahnya, kemudian mulai mencuci kedua lengannya, ternyata (lengan) jubah tersebut sempit, lalu beliau mengeluarkan kedua tangannya dari bawah jubah, lalu beliau mencuci keduanya, mengusap kepala, dan mengusap bagian atas kedua khufnya, kemudian beliau shalat mengimami kami."
صحيح مسلم ٤٠٨: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ عَنْ عَامِرٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الْمُغِيرَةِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي مَسِيرٍ فَقَالَ لِي أَمَعَكَ مَاءٌ قُلْتُ نَعَمْ فَنَزَلَ عَنْ رَاحِلَتِهِ فَمَشَى حَتَّى تَوَارَى فِي سَوَادِ اللَّيْلِ ثُمَّ جَاءَ فَأَفْرَغْتُ عَلَيْهِ مِنْ الْإِدَاوَةِ فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَعَلَيْهِ جُبَّةٌ مِنْ صُوفٍ فَلَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يُخْرِجَ ذِرَاعَيْهِ مِنْهَا حَتَّى أَخْرَجَهُمَا مِنْ أَسْفَلِ الْجُبَّةِ فَغَسَلَ ذِرَاعَيْهِ وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ ثُمَّ أَهْوَيْتُ لِأَنْزِعَ خُفَّيْهِ فَقَالَ دَعْهُمَا فَإِنِّي أَدْخَلْتُهُمَا طَاهِرَتَيْنِ وَمَسَحَ عَلَيْهِمَا
Shahih Muslim 408: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Numair] telah menceritakan kepada kami [bapakku] telah menceritakan kepada kami [Zakariya'] dari [Amir] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Urwah bin al-Mughirah] dari [bapaknya] di berkata: "Saya bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada suatu malam dalam perjalanan, maka beliau bersabda kepadaku: 'Apakah kamu memiliki air? ' Aku menjawab, 'Ya.' Lalu beliau turun dari kendaraannya, lalu berjalan hingga tersembunyi dalam gelapnya malam, kemudian beliau datang kembali, lalu aku menuangkan air dari geriba untuknya, beliau pun membasuh muka, karena memakai jubah wool yang kedua lengannya sempit, maka beliau pun merasa kesusahan untuk mengelurkan kedua tangannya, beliau lalu mengeluarkannya lewan bawah jubahnya. Lalu beliau membasuh kedua lengannya dan mengusap kepala. Kemudian aku jongkok untuk melepas kedua khufnya, maka beliau bersabda: 'Biarkanlah keduanya, karena aku memasukkan kedua kakiku padanya dalam keadaan suci'. Dan beliau mengusap bagian atas dari kedua khufnya."
صحيح ابن حبان ٤٠٩: أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ صَالِحٍ الْبُخَارِيُّ بِبَغْدَادَ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ، حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ أَبَانَ، حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ: صَعِدَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمِنْبَرَ، فَلَمَّا رَقِيَ عَتَبَةً، قَالَ: آمِينَ ثُمَّ رَقِيَ عَتَبَةً أُخْرَى، فقَالَ: آمِينَ ثُمَّ رَقِيَ عَتَبَةً ثَالِثَةً، فقَالَ: آمِينَ ثُمَّ، قَالَ: أَتَانِي جِبْرِيلُ، فقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، مَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ، قُلْتُ: آمِينَ، قَالَ: وَمَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا، فَدَخَلَ النَّارَ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ، قُلْتُ: آمِينَ، فقَالَ: وَمَنْ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ، قُلْ: آمِينَ، فَقُلْتُ: آمِينَ. قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: فِي هَذَا الْخَبَرِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ الْمَرْءَ قَدِ اسْتَحَبَّ لَهُ تَرْكُ الاِنْتِظَارِ لِنَفْسِهِ، وَلاَ سِيَّمَا إِذَا كَانَ الْمَرْءُ مِمَّنْ يُتَأَسى بِفِعْلِهِ، وَذَاكَ أَنَّ الْمُصْطَفَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، لَمَّا، قَالَ لَهُ جِبْرِيلُ: مَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ بَادَرَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، بِأَنْ، قَالَ: آمِينَ وَكَذَلِكَ فِي قَوْلِهِ: وَمَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ، أَوْ أَحَدَهُمَا، فَدَخَلَ النَّارَ، أَبْعَدَهُ اللَّهُ فَلَمَّا، قَالَ لَهُ: وَمَنْ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ فَلَمْ يُبَادِرْ إِلَى قَوْلِهِ: آمِينَ عِنْدَ وُجُودِ حَظِّ النَّفْسِ فِيهِ، حَتَّى، قَالَ جِبْرِيلُ قُلْ: آمِينَ، قَالَ: قُلْتُ: آمِينَ أَرَادَ بِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، التَّأَسِّي بِهِ فِي تَرْكِ الاِنْتِصَارِ لِلنَّفْسِ بِالنَّفْسِ، إِذِ اللَّهُ جَلَّ وَعَلاَ هُوَ نَاصِرُ أَوْلِيَائِهِ فِي الدَّارَيْنِ، وَإِنْ كَرِهُوا نُصْرَةَ الأَنْفُسِ فِي الدُّنْيَا.
Shahih Ibnu Hibban 409: Abdullah bin Shalih Al Bukhari di Baghdad mengabarkan kepada kami, Al Hasan bin Ali Al Hulwani menceritakan kepada kami, Imran bin Aban menceritakan kepada kami, Malik bin Al Hasan bin Malik bin Al Huwairits menceritakan kepada kami, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam suatu ketika naik ke atas mimbar. Ketika beliau menaiki tangga mimbar, beliau berucap: Amin. Kemudian beliau naik tangga berikutnya dan berucap: Amin. Lalu saat menaiki tangga berikutnya, beliau pun berucap: Amin. Setelah beliau bersabda, “Jibril datang kepadaku, ia berkata, “Wahai Muhammad, barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan, kemudian dosa-dosanya tidak terampuni (karena tidak berpuasa atau beribadah dengan sunguh-sungguh), maka Allah SWT akan menjauhinya". Aku berucap: Amin. Jibril berkata lagi: “ Dan barangsiapa yang (sempat) menemui kedua orang tuanya atau salah seorang darinya (pada masa hidupnya), kemudian ia masuk neraka (karena ia tidak berbakti kepada kedua orang tuanya atau salah satu darinya), maka Allah SWT akan menjauhinya. ” Aku berucap: Amin. Jibril berkata lagi: “ Barangsiapa yang ketika diucapkan namamu, kemudian ia tidak bershalawat kepadamu, maka Allah SWT akan menjauhinya. Katakanlah wahai Muhammad: “Amin". Lalu aku berucap: Amin.” 139 Abu Hatim berkata, Di dalam Hadits ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa seseorang disunahkan untuk meninggalkan memberikan kedudukan untuk dirinya. Terlebih jika ia termasuk orang yang diikuti tindak tanduknya oleh orang-orang. Maka demikianlah, ketika Jibril berkata kepada Mushthafa shallallahu 'alaihi wa sallam, "Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan, kemudian dosa-dosanya tidak terampuni (oleh karena tidak berpuasa atau beribadah dengan sunguh-sungguh), maka Allah SWT akan menjauhinya”. Beliau cepat-cepat berucap: "Amin." Begitu juga ketika Jibril berkata, “Dan barangsiapa yang (sempat) menemui kedua orang tuanya atau salah seorang darinya (pada masa hidupnya), kemudian ia masuk neraka (oleh karena ia tidak berbakti kepada kedua orang tuanya atau salah satu darinya), maka Allah SWT akan menjauhinya”. Namun, tatkala Jibril berkata, "Barangsiapa yang ketika diucapkan namamu, kemudian ia tidak bershalawat kepadamu, maka Allah SWT akan menjauhinya. Beliau tidak langsung mengucap: Amin, saat terdapat bagian (kebaikan) untuk dirinya di dalamnya, hingga Jibril menyuruh beliau mengucap: Amin. Dan baru beliau berucap: Amin. Dari sini dapat diketahui, bahwa beliau menghendaki untuk memberi contoh di dalam meninggalkan memberikan kemenangan (kedudukan) untuk dirinya dengan dirinya sendiri. Karena Allah SWT adalah Zat yang memberikan pertolongan kepada para kekasih-Nya di dunia maupun di akhirat. Sekalipun mereka tidak senang mendapat pertolongan (kedudukan) diri di dalam dunia. [3:20]
مسند أحمد ٤١٥: حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا زُهْرَةُ بْنُ مَعْبَدٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ مَوْلَى عُثْمَانَ أَنَّهُ حَدَّثَهُ قَالَ سَمِعْتُ عُثْمَانَ بِمِنًى يَقُولُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي أُحَدِّثُكُمْ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ رِبَاطُ يَوْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ يَوْمٍ فِيمَا سِوَاهُ فَلْيُرَابِطْ امْرُؤٌ كَيْفَ شَاءَ هَلْ بَلَّغْتُ قَالُوا نَعَمْ قَالَ اللَّهُمَّ اشْهَدْ
Musnad Ahmad 415: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] mantan budak Bani Hasyim, Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Zuhrah Bin Ma'bad] dari [Abu Shalih] mantan budak Utsman, bahwa dia bercerita kepadanya, dia berkata: Aku mendengar [Utsman] berkata ketika berada di Mina: "Wahai orang-orang, sesungguhnya aku hendak menceritakan kepada kalian suatu hadits yang telah aku dengar dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: "Ribath sehari di jalan Allah, adalah lebih utama dari seribu hari yang lain, maka hendaknya setiap orang melakukan ribath menurut yang dia kehendaki, apakah saya telah menyampaikan?" Para sahabat menjawab: "Ya." Beliau berkata: "Ya Allah saksikanlah."
Grade
سنن ابن ماجه ٤١٧: حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَقَ الشَّافِعِيُّ إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْعَبَّاسِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو سَمِعَ كُرَيْبًا يَقُولُ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَوَضَّأَ مِنْ شَنَّةٍ وُضُوءًا يُقَلِّلُهُ فَقُمْتُ فَصَنَعْتُ كَمَا صَنَعَ
Sunan Ibnu Majah 417: Telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq Asy Syafi'i Ibrahim bin Muhammad bin Al 'Abbas] berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] ia mendengar [Kuraib] berkata: aku mendengar [Ibnu 'Abbas] berkata: aku menginap di tempat bibiku Maimunah, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bangun berwudlu dengan hemat dari air yang ada di geriba. Maka akupun bangun dan melakukan sebagaimana yang beliau lakukan."
Grade
Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,
المستدرك ٤٢٤: أَخْبَرَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ الْقَاسِمُ بْنُ الْقَاسِمِ السَّيَّارِيُّ، بِمَرْوَ، أَنْبَأَ أَبُو الْمُوَجَّهِ، أَنْبَأَ عَبْدَانُ، أَنْبَأَ عَبْدُ اللَّهِ، أَنْبَأَ إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ، عَنْ أَخِيهِ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، أَنَّ حَفْصَةَ، قَالَتْ لِعُمَرَ: أَلَا تَلْبَسُ ثَوْبًا أَلْيَنَ مِنْ ثَوْبِكَ، وَتَأْكُلُ مِنْ طَعَامٍ أَطْيَبَ مِنْ طَعَامِكَ هَذَا، وَقَدْ فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْأَمْرَ، وَأَوْسَعَ إِلَيْكَ الرِّزْقَ؟ فَقَالَ: «سَأُخَاصِمُكِ إِلَى نَفْسِكِ. فَذَكَرَ أَمْرَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا كَانَ يَلْقَى مِنْ شِدَّةِ الْعَيْشِ» فَلَمْ يَزَلْ يَذْكُرُ حَتَّى بَكَتْ، فَقَالَ: «إِنِّي قَدْ قُلْتُ لَأُشَارِكَنَّهُمَا فِي مِثْلِ عَيْشِهِمَا الشَّدِيدِ لِعَلِّي أُدْرِكُ مَعَهُمَا عَيْشَهُمَا الرَّخِيَّ» . «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِهِمَا، فَإِنَّ مُصْعَبَ بْنَ سَعْدٍ كَانَ يَدْخُلُ عَلَى أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مِنْ كِبَارِ التَّابِعِينَ مِنْ أَوْلَادِ الصَّحَابَةِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ»
Al Mustadrak 424: Abu Al Abbas Al Qasim bin A1 Qasim As-Sayyari mengabarkan kepada kami di Marwa, Abu Al Muwajjih memberitakan (kepada kami), Abdan memberitakan (kepada kami), Abdullah memberitakan (kepada kami), Ismail bin Abu Khalid memberitakan (kepada kami) dari saudara laki-lakinya, dari Mush'ab bin Sa'ad, bahwa Hafshah berkata kepada Umar, "Mengapa engkau tidak memakai pakaian yang lebih lembut dari pakaian yang engkau pakai saat ini, dan tidak memakan makanan yang lebih enak dari makanan engkau sekarang ini? Bukankah Allah telah memberi kekuasaan kepada engkau dan melapangkan rezeki engkau?" Umar berkata, "Aku akan memusuhimu akibat pribadimu ini." Umar lalu menceritakan tentang kehidupan Rasulullah yang menghadapi kehidupan serba susah. Dia terus menceritakannya hingga Hafshah menangis. Hafshah berkata, "Aku mengatakan seperti ini agar dapat mengikuti beliau dalam dua hal tersebut yang serba kekurangan, dengan harapan dapat bergabung bersama beliau dalam kedua hal itu yang penuh dengan kenikmatan (di akhirat nanti)." Hadits ini shahih yang sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim, karena Mush'ab bin Sa'ad sering menemui istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Selain itu, dia salah seorang tabiin besar (senior), dan termasuk anak dari sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
صحيح البخاري ٤٣٩: حَدَّثَنَا عَبْدَانُ عَنْ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُسْلِمٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ لَمَّا أُنْزِلَتْ الْآيَاتُ مِنْ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي الرِّبَا خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَقَرَأَهُنَّ عَلَى النَّاسِ ثُمَّ حَرَّمَ تِجَارَةَ الْخَمْرِ
Shahih Bukhari 439: Telah menceritakan kepada kami ['Abdan] dari [Abu Hamzah] dari [Al A'masy] dari [Muslim] dari [Masruq] dari ['Aisyah] berkata: "Ketika turun ayat-ayat dalam Surah Al Baqarah tentang masalah riba, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam keluar ke masjid lalu membacakan ayat-ayat tersebut kepada manusia. Kemudian beliau mengharamkan perdagangan khamr."
مسند أحمد ٤٤٠: حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي زُهْرَةُ بْنُ مَعْبَدٍ الْقُرَشِيُّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ مَوْلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِ أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي كَتَمْتُكُمْ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَرَاهِيَةَ تَفَرُّقِكُمْ عَنِّي ثُمَّ بَدَا لِي أَنْ أُحَدِّثَكُمُوهُ لِيَخْتَارَ امْرُؤٌ لِنَفْسِهِ مَا بَدَا لَهُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ رِبَاطُ يَوْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ تَعَالَى خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ يَوْمٍ فِيمَا سِوَاهُ مِنْ الْمَنَازِلِ
Musnad Ahmad 440: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Laits] Telah menceritakan kepadaku [Zuhrah Bin Ma'bad Al Qurasyi] dari [Abu Shalih] mantan budak Utsman Bin Affan, dia berkata: aku mendengar [Utsman Bin Affan] berkata di atas mimbar: "Wahai orang-orang, sesungguhnya aku menyembunyikan dari kalian sebuah hadits yang pernah aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, karena khawatir kalian akan berpisah dariku, akan tetapi kemudian tampak bagiku untuk menceritakannya kepada kalian, hendaklah setiap orang memilih untuk dirinya menurut yang sesuai baginya, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ribath sehari di jalan Allah Ta'ala adalah lebih baik dari pada seribu hari di tempat lain."
Grade
مسند أحمد ٤٤٧: حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَاه سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ سَنَةَ سِتٍّ وَعِشْرِينَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ زُهْرَةَ بْنِ مَعْبَدٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ مَوْلَى عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ عُثْمَانَ قَالَ أَيُّهَا النَّاسُ هَجِّرُوا فَإِنِّي مُهَجِّرٌ فَهَجَّرَ النَّاسُ ثُمَّ قَالَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي مُحَدِّثُكُمْ بِحَدِيثٍ مَا تَكَلَّمْتُ بِهِ مُنْذُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى يَوْمِي هَذَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رِبَاطَ يَوْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ يَوْمٍ مِمَّا سِوَاهُ فَلْيُرَابِطْ امْرُؤٌ حَيْثُ شَاءَ هَلْ بَلَّغْتُكُمْ قَالُوا نَعَمْ قَالَ اللَّهُمَّ اشْهَدْ
Musnad Ahmad 447: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakannya kepada kami [Suwaid Bin Sa'id] pada tahun ke dua puluh enam (Hijriyah), Telah menceritakan kepada kami [Risydin Bin Sa'd] dari [Zuhrah Bin Ma'bad] dari [Abu Shalih] mantan budak Utsman, bahwa [Utsman] berkata: "Wahai manusia, berhijrahlah, sesungguhnya aku akan berhijrah." Maka merekapun berhijrah. kemudian berkata: "Wahai manusia, aku akan menyampaikan sebuah hadits yang tidak pernah aku katakan sebelumnya sejak aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sampai sekarang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya ribath satu hari di jalan Allah lebih utama dari pada seribu hari yang lainnya." Maka setiap orang hendaklah ribath semampunya, apakah aku telah menyampaikan kepada kalian?" Mereka menjawab "Ya." Dia berkata: "Ya Allah persaksikanlah."
Grade