صحيح مسلم ٧٩٧: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ جَمِيعًا عَنْ الشَّيْبَانِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَدَّادِ بْنِ الْهَادِ قَالَ حَدَّثَتْنِي مَيْمُونَةُ زَوْجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي وَأَنَا حِذَاءَهُ وَأَنَا حَائِضٌ وَرُبَّمَا أَصَابَنِي ثَوْبُهُ إِذَا سَجَدَ
Shahih Muslim 797: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] telah mengabarkan kepada kami [Khalid bin Abdullah] dia berkata: --Lewat jalur periwayatan lain-- dan telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abi Syaibah] telah menceritakan kepada kami ['Abbad bin al-'Awwam] semuanya meriwayatkan dari [asy-Syaibani] dari [Abdullah bin Syaddad bin al-Had] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Maimunah, istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam] dia berkata: "Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedang shalat, aku biasa berada di bagian kaki beliau, padahal aku sedang haid. Apabila beliau sujud, bajunya seringkali mengenaiku."
صحيح مسلم ٧٩٨: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا طَلْحَةُ بْنُ يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُهُ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ وَأَنَا إِلَى جَنْبِهِ وَأَنَا حَائِضٌ وَعَلَيَّ مِرْطٌ وَعَلَيْهِ بَعْضُهُ إِلَى جَنْبِهِ
Shahih Muslim 798: Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abi Syaibah] dan [Zuhair bin Harb], [Zuhair] berkata: telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Thalhah bin Yahya] dari [Ubaidullah bin Abdullah] dia berkata: Saya mendengarnya dari [Aisyah], dia berkata: "Dahulu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam shalat pada sebagian malam, sedangkan aku berada di sampingnya dalam keadaan haid, aku sedang memakai baju wool dan beliau terkena sebagian kainnya di sampingnya."
سنن الدارقطني ٧٩٨: حَدَّثَنَا يَزْدَادُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , ثنا أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ , ثنا عَبْدُ السَّلَامِ , عَنِ الرَّبِيعِ بْنِ صُبَيْحٍ , عَنْ مَنْ , سَمِعَ أَنَسًا يَقُولُ: «لَا يَكُونُ الْحَيْضُ أَكْثَرَ مِنْ عَشَرَةٍ»
Sunan Daruquthni 798: Yazdad bn Abdurrahman menceritakan kepada kami, Abu Sa'id Al Asyajj menceritakan kepada kami, Abdussalam menceritakan kepada kami, dari Ar-Rabi' bin Shabih, dari yang mendengar Anas, ia mengatakan, "(Masa) haid itu tidak lebih dari sepuluh (hari)."
Grade
صحيح ابن حبان ٧٩٨: أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْهَمْدَانِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ الْعَلاَءِ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مَنْصُورِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أُمِّهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ رَأْسَهُ فِي حِجْرِ إِحْدَانَا، فَيَتْلُو الْقُرْآنَ وَهِيَ حَائِضٌ.
Shahih Ibnu Hibban 798: Umar bin Muhammad Al Hamadani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdul Jabbar bin Al ‘Ala' menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, dari Manshur bin Abdirrahman, dari ibunya, dari Aisyah, bahwa dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyandarkan kepalanya di paha salah seorang di antara kami (salah seorang isteri beliau), kemudian beliau membaca Al Qur'an padahal isteri beliau sedang haidh. 110 [(1:4)]
سنن الدارقطني ٧٩٩: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ , حَدَّثَنَا أَبُو هِشَامٍ , حَدَّثَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي عُثْمَانَ الرَّازِيُّ , عَنْ سُفْيَانَ , قَالَ: «أَقَلُّ الْحَيْضِ ثَلَاثٌ وَأَكْثَرُهُ عَشْرٌ»
Sunan Daruquthni 799: Sa'id bin Muhammad menceritakan kepada kami, Abu Hisyam menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Abu Utsman Ar-Razi menceritakan kepadaku, dari Sufyan, ia mengatakan, "(Masa) haid paling sedikit adalah tiga (hari) dan paling lama adalah sepuluh (hari)."
Grade
سنن الدارقطني ٨٠٠: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ بْنُ مُوسَى بْنِ الْعَبَّاسِ بْنِ مُجَاهِدٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شَبِيبٍ , ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ , عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ دَاوُدَ , عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ مُحَمَّدٍ الدَّرَاوَرْدِيِّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ ثَابِتٍ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: «هِيَ حَائِضٌ فِيمَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ عَشَرَةٍ , فَإِذَا زَادَتْ فَهِيَ مُسْتَحَاضَةٌ».
Sunan Daruquthni 800: Abu Bakar Ahmad bin Musa bin Al Abbas bin Mujahid menceritakan kepada kami, Abdullah bin Syabib mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Al Mundzir menceritakan kepada kami, dari Isma'il bin Daud, dari Abdul Aziz bin Muhammad Ad-Darawardi, dari Ubaidullah bin Umar, dari Tsabit, dari Anas, ia mengatakan, "Ia adalah wanita haid antara (saat) itu hingga sepuluh (hari), bila lebih, maka ia mustahadhah (wanita yang mengalami istihadhah)."
Grade
سنن الدارمي ٨٠١: حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ الْمُسْتَحَاضَةُ تَدَعُ الصَّلَاةَ أَيَّامَ حَيْضِهَا مِنْ الشَّهْرِ ثُمَّ تَغْتَسِلُ مِنْ الظُّهْرِ إِلَى الظُّهْرِ وَتَوَضَّأُ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ وَتَصُومُ وَتُصَلِّي وَيَأْتِيهَا زَوْجُهَا حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ عَبَّادِ بْنِ مَنْصُورٍ عَنْ الْحَسَنِ وَعَطَاءٍ مِثْلَ ذَلِكَ
Sunan Darimi 801: Telah mengabarkan kepada kami [Hajjaj bin Minhal] telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Humaid] dari [Al Hasan] ia berkata: "Wanita yang mengalami istihadhah (hendaknya ia) meninggalkan shalat di hari-hari haidnya pada setiap bulannya, kemudian ia mandi dari dhuhur hingga dhuhur berikutnya, dan ia berwudhu ketika hendak shalat, ia dapat berpuasa dan shalat, dan boleh bagi suaminya menggaulinya". Telah mengabarkan kapada kami [Hajjaj bin Minhal] telah menceritakan kepada kami [hammad] dari ['Abbad bin Manshur] dari [Al Hasan] dan ['Atha] dengan pernyataan semisal itu.
Grade
سنن الدارقطني ٨٠٢: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ رَشِيقٍ , نا عَلِيُّ بْنُ سَعِيدٍ , ثنا ابْنُ حِسَابٍ , ثنا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , قَالَ: ذَهَبْتُ أَنَا وَجَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ إِلَى الْجَلْدِ بْنِ أَيُّوبَ فَحَدَّثَنَا بِهَذَا الْحَدِيثِ , فِي الْمُسْتَحَاضَةِ «تَنْتَظِرُ ثَلَاثًا , خَمْسًا , سَبْعًا , عَشْرًا» , فَذَهَبْنَا نُوِفِقُهُ , فَإِذَا هُوَ لَا يَفْصِلُ بَيْنَ الْحَيْضِ وَالِاسْتِحَاضَةِ
Sunan Daruquthni 802: Al Hasan bin Rasyiq menceritakan kepada kami, Ali bin Sa'id mengabarkan kepada kami, Ibnu Hisab menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, ia mengatakan, "Aku dan Jarir bin Hazim pergi menemui Al Jald bin Ayyub, lalu ia menceritakan kepada kami hadits ini tentang wanita mustahadhah, 'Wanita itu menunggu selama tiga, lima, tujuh dan sepuluh (hari).' Lalu kami menilainya mauquf, namun ternyata ia tidak membedakan antara haid dan istihadhah."
مسند الشافعي ٨٠٢: أَخْبَرَنَا الثِّقَةُ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنِ الثِّقَةِ، عِنْدَهُ، عَمَّنْ حَدَّثَهُ أَوْ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْعَدَوِيِّ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَجُلًا، سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنَّ بِئْرَ بُضَاعَةَ تُطْرَحُ فِيهَا الْكِلَابُ وَالْحِيَضُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْمَاءَ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ»
Musnad Syafi'i 802: Orang yang terpercaya mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Dzi'b, dari seseorang yang dipercaya menurutnya, dari orang yang menceritakannya atau dari Ubaidillah bin Abdullah Al Adawi, dari Abu Sa'id Al Khudri bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah , untuk itu ia berkata, "Sesungguhnya sumur Budha'ah merupakan tempat pembuangan bangkai anjing dan bekas darah haid." Maka Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya air itu tidak ternajisi oleh sesuatu pun" 50
سنن الدارقطني ٨٠٣: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي طَالِبٍ , نا عَبْدُ الْوَهَّابِ , ثنا هِشَامُ بْنُ حَسَّانَ , وَسَعِيدٌ , عَنِ الْجَلْدِ بْنِ أَيُّوبَ , عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: «الْحَائِضُ تَنْتَظِرُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ أَوْ أَرْبَعَةً أَوْ خَمْسَةً إِلَى عَشَرَةِ أَيَّامٍ , فَإِذَا جَاوَزَتْ عَشَرَةَ أَيَّامٍ فَهِيَ مُسْتَحَاضَةٌ وَتَغْتَسِلُ وَتُصَلِّي»
Sunan Daruquthni 803: Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Yahya bin Abu Thalib menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab mengabarkan kepada kami, Hisyam bin Hassan dan Sa'id menceritakan kepada kami, dari Al Jald bin Ayyub, dari Mu'awiyah bin Qurrah, dari Anas, ia mengatakan, "Wanita haid menunggu hingga tiga, empat, atau lima hari sampai sepuluh hari, jika lebih dari sepuluh hari maka ia mustahadhah (hendaknya), ia mandi dan melaksanakan shalat."
Grade