Hasil Pencarian: haid 1249 Hadits

Sunan Darimi #779

سنن الدارمي ٧٧٩: أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ عَنْ عَمَّارِ بْنِ أَبِي عَمَّارٍ قَالَ كَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ قَوْلًا فِي الْمُسْتَحَاضَةِ ثُمَّ رَخَّصَ بَعْدُ أَتَتْهُ امْرَأَةٌ فَقَالَتْ أَدْخُلُ الْكَعْبَةَ وَأَنَا حَائِضٌ قَالَ نَعَمْ وَإِنْ كُنْتِ تَثُجِّينَهُ ثَجًّا اسْتَدْخِلِي ثُمَّ اسْتَثْفِرِي ثُمَّ ادْخُلِي

Sunan Darimi 779: Telah mengabarkan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Humaid] dari ['Amar bin Abu 'Amar] ia berkata: " [Ibnu Abbas] radliallahu 'anhu adalah orang yang paling tegas dalam masalah istihadhah, tetapi kemudian ia memberikan keringanan, pernah datang seorang wanita kepadanya dan mengatakan: 'Apakah boleh aku masuk ka'bah sedang aku dalam keadaan haid? ', ia menjawab: 'Ya, meskipun darah mengucur dengan deras, balutlah dan tutuplah kemaluanmu, lalu masuklah".

Grade

Sunan Darimi #780

سنن الدارمي ٧٨٠: أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ مُجَالِدٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ قَمِيرَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَأَلْتُهَا عَنْ الْمُسْتَحَاضَةِ قَالَتْ تَنْتَظِرُ أَقْرَاءَهَا الَّتِي كَانَتْ تَتْرُكُ فِيهَا الصَّلَاةَ قَبْلَ ذَلِكَ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ طُهْرِهَا الَّذِي كَانَتْ تَطْهُرُ فِيهِ اغْتَسَلَتْ ثُمَّ تَوَضَّأَتْ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ وَصَلَّتْ أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ خَالِدٍ عَنْ مُعْتَمِرٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ حَيِّهِ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ مِثْلَ مَا قَالَتْ عَائِشَةُ

Sunan Darimi 780: Telah mengabarkan kepada kami [Musa bin Khalid] telah menceritakan kepada kami [Mu'tamir] dari [Isma'il bin Abu Khalid] dari [Mujalid] dari ['Amir] dari [Qamir] dari [Aisyah] radliallahu 'anha ia berkata: "Aku pernah bertanya kepadanya tentang istihadhah, ia menjawab: 'Hendaknya (wanita yang mengalami istihadhah) menunggu masa haidnya (habis) yang selama itu ia tinggalkan shalat, dan ketika tiba hari sucinya, maka mandilah, kemudian berwudhulah untuk setiap kali shalat' ". Telah mengabarkan kepada kami [Musa] dari [Mu'tamir] dari [Isma'il] dari [seseorang dari kampungnya] dari [Abu Ja'far] seperti apa yang dikatakan oleh Aisyah radliallahu 'anha".

Grade

Sunan Daruquthni #780

سنن الدارقطني ٧٨٠: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا أَبُو مُوسَى قِرَاءَةً عَلَيْهِ , نا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو , حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ أَبِي حُبَيْشٍ أَنَّهَا كَانَتْ تُسْتَحَاضُ , فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ دَمُ الْحَيْضِ فَإِنَّهُ دَمٌ أَسْوَدُ يُعْرَفُ فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلَاةِ , وَإِذَا كَانَ الْآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي فَإِنَّمَا هُوَ عِرْقٌ». قَالَ أَبُو مُوسَى: هَكَذَا حَدَّثَنَاهُ ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ مِنْ أَصْلِ كِتَابِهِ , وَحَدَّثَنَا بِهِ حِفْظًا , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو , عَنِ ابْنِ شِهَابِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ فَذَكَرَ مِثْلَهُ , وَقَالَ: «فَإِذَا كَانَ الْآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي»

Sunan Daruquthni 780: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Abu Musa menceritakan kepada kami dengan cara dibacakan kepadanya, ia mengatakan: Ibnu Abi Adi mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Amr, Ibnu Syihab menceritakan kepadaku, dari Urwah, dari Fathimah binti Abi Hubaisy: "Bahwa ia mengalami istihadhah, lalu Rasulullah SAW berkata kepadanya, ''Jika darah haid, maka itu darah hitam sebagaimana yang diketahui, jika darahnya begitu maka janganlah melakukan shalat, dan jika tidak begitu maka berwudhulah dan shalatlah, karena sesungguhnya itu adalah darah penyakit'." Abu Musa mengatakan, "Demikianlah yang disampaikan Ibnu Abi Adi kepada kami dari kitabnya dan yang disampaikannya kepada kami dari hafalannya." Ia juga mengatakan: Muhammad bin Amr juga menceritakan kepada kami, dari Ibnu Syihab Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah: "Bahwa Fathimah binti Abi Hubaisy" lalu dikemukakan seperti itu, dan ia menyebutkan (dalam redaksinya): "dan jika tidak begitu maka berwudhulah dan shalatlah."

Grade

Sunan Daruquthni #781

سنن الدارقطني ٧٨١: حَدَّثَنَا أَبُو سَهْلِ بْنُ زِيَادٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ يَحْيَى الْحُلْوَانِيُّ , نا خَلَفُ بْنُ سَالِمٍ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ عُرْوَةَ , عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ أَبِي حُبَيْشٍ أَنَّهَا كَانَتْ تُسْتَحَاضُ , فَقَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ دَمُ الْحَيْضِ دَمًا أَسْوَدَ يُعْرَفُ فَأَمْسِكِي عَنِ الصَّلَاةِ , فَإِذَا كَانَ الْآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي فَإِنَّمَا هُوَ الْعِرْقُ»

Sunan Daruquthni 781: Abu Sahl bin Ziyad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Yahya Al Hulwani menceritakan kepada kami, Khalaf bin Salim menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abu Adi menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Amr, dari Ibnu Syihab, dari Urwah, dari Fathimah binti Abi Hubaisy: "Bahwa ia mengalami istihadhah, lalu Nabi SAW berkata kepadanya, "Jika darah haid, maka itu darah hitam sebagaimana yang dikenal, maka janganlah melakukan shalat, namun jika tidak demikian maka berwudhulah dan shalatlah, karena sesungguhnya itu adalah darah penyakit."

Sunan Darimi #781

سنن الدارمي ٧٨١: أَخْبَرَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ عَامِرٍ عَنْ قَمِيرَ عَنْ عَائِشَةَ فِي الْمُسْتَحَاضَةِ تَنْتَظِرُ أَيَّامَهَا الَّتِي كَانَتْ تَتْرُكُ الصَّلَاةَ فِيهَا فَإِذَا كَانَ يَوْمُ طُهْرِهَا الَّذِي كَانَتْ تَطْهُرُ فِيهِ اغْتَسَلَتْ ثُمَّ تَوَضَّأَتْ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ وَصَلَّتْ

Sunan Darimi 781: Telah mengabarkan kepada kami [Ja'far bin 'Aun] telah mengabarkan kepada kami [Isma'il] dari ['Amir] dari [Qamir] dari [Aisyah] radliallahu 'anha tentang istihadhah: "Hendaknya ia (wanita yang mengalami istihadhah) menunggu beberapa hari yang selama itu ia tinggalkan shalat (masa haid), dan apabila tiba masa sucinya, hendaklah ia mandi kemudian berwudhu untuk setiap kali shalat dan shalat."

Grade

Sunan Darimi #782

سنن الدارمي ٧٨٢: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ أَبِي الْيَقْظَانِ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْتَحَاضَةُ تَدَعُ الصَّلَاةَ أَيَّامَ حَيْضِهَا فِي كُلِّ شَهْرٍ فَإِذَا كَانَ عِنْدَ انْقِضَائِهَا اغْتَسَلَتْ وَصَلَّتْ وَصَامَتْ وَتَوَضَّأَتْ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ

Sunan Darimi 782: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Isa] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Al Yaqzhan] dari ['Adi bin Tsabit] dari [ayahnya] dari [kakeknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Wanita yang mengalami istihadhah, ia harus meninggalkan shalat pada hari-hari kebiasaan (masa) haidnya pada setiap bulannya, dan apabila selesai masa haidnya, ia harus mandi, shalat dan berpuasa (Ramadhan), dan hendaknya ia berwudhu untuk setiap kali hendak mengerjakan shalat."

Grade

Sunan Daruquthni #782

سنن الدارقطني ٧٨٢: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , ثنا أَبُو عُبَيْدِ اللَّهِ الْمَخْزُومِيُّ , نا سُفْيَانُ , عَنْ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ , عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَسَأَلَتْ لَهَا أُمُّ سَلَمَةَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ: «لِتَنْظُرْ عِدَّةَ اللَّيَالِي وَالْأَيَّامِ الَّتِي كَانَتْ تَحِيضُهُنَّ وَقَدْرَهُنَّ مِنَ الشُّهُورِ فَلْتَتْرُكِ الصَّلَاةَ لِذَلِكَ , فَإِذَا خَلَّفَتْ ذَلِكَ فَلْتَغْسِلْ وَلْتَتَوَضَّأْ وَلْتَسْتَدْفِرْ ثُمَّ تُصَلِّي»

Sunan Daruquthni 782: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Abu Ubaidullah Al Makhzumi menceritakan kepada kami, Sufyan mengabarkan kepada kami, dari Ayyub As-Sakhtiyani menceritakan kepada kami, dari Sulaiman bin Yasar, dari Ummu Salamah istri Nabi SAW: "Bahwa Fathimah binti Hubaisy mengalami istihadhah pada masa Rasulullah SAW, lalu Ummu Salamah menanyakan untuknya kepada Rasulullah SAW, beliau pun bersabda, 'Hendaknya ia memperhatikan hari-hari yang biasanya ia mengalami haid dan kadarnya pada setiap bulan, lalu hendaknya ia meninggalkan shalat pada waktu-waktu tersebut, jika telah berlalu maka hendaknya ia mandi dan berwudhu serta menyumbat (darah dengan kain), kemudian melaksanakan shalat'."

Grade

Sunan Daruquthni #783

سنن الدارقطني ٧٨٣: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْقَاضِي , نا أَبُو مَعْمَرٍ , ثنا عَبْدُ الْوَارِثِ , نا أَيُّوبُ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ , أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ اسْتَفْتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِفَاطِمَةَ بِنْتِ أَبِي حُبَيْشٍ , فَقَالَ: «تَدَعُ الصَّلَاةَ قَدْرَ أَقْرَائِهَا ثُمَّ تَغْتَسِلُ وَتُصَلِّي». رَوَاهُ وُهَيْبٌ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ سُلَيْمَانَ , عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ بِهَذَا , وَقَالَ: «تَنْتَظِرُ أَيَّامَ حَيْضِهَا فَتَدَعُ الصَّلَاةَ»

Sunan Daruquthni 783: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad Al Qadhi menceritakan kepada kami, Abu Ma'mar mengabarkan kepada kami, Abdul Warits menceritakan kepada kami, Ayyub mengabarkan kepada kami, dari Sulaiman bin Yasar menceritakan kepada kami: "Bahwa Ummu Salamah meminta fatwa kepada Nabi SAW untuk Fathimah binti Abi Hubaisy, beliau pun bersabda, '(Hendaknya) ia meninggalkan shalat selama masa haidnya, kemudian (setelah itu berlalu) ia mandi dan melaksanakan shalat'." Diriwayatkan juga oleh Wuhaib dari Ayyub, dari Sulaiman, dari Ummu Salamah, redaksi ini, dan ia menyebutkan (dalam redaksinya): "Memperhatikan hari-hari haidnya, lalu meninggalkan shalat."

Grade

Sunan Darimi #783

سنن الدارمي ٧٨٣: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ كَثِيرٍ وَحَفْصٍ عَنْ الْحَسَنِ فِي الْمُسْتَحَاضَةِ إِذَا طُلِّقَتْ فَيَطُولُ بِهَا الدَّمُ فَإِنَّهَا تَعْتَدُّ قَدْرَ أَقْرَائِهَا ثَلَاثَ حِيَضٍ وَفِي الصَّلَاةِ إِذَا جَاءَ وَقْتُ الْحَيْضِ فِي كُلِّ شَهْرٍ أَمْسَكَتْ عَنْ الصَّلَاةِ

Sunan Darimi 783: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Isa] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin zaid] dari [Katsir] dan [Hafsh] dari [Al Hasan] tentang seorang wanita yang mengalami istihadhah, dan ia mengetahui (dengan persis) masa haidnya, apabila ia di thalaq (cerai), tetapi darah (yang keluar) lebih lama (dari kebiasaannya): 'Maka 'iddahnya adalah seperti tiga kali haid (kebiasaannya), dan untuk masalah shalat, apabila datang masa haid setiap bulannya, dia harus meninggalkan shalat".

Grade

Sunan Darimi #784

سنن الدارمي ٧٨٤: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ لِقَتَادَةَ امْرَأَةٌ كَانَ حَيْضُهَا مَعْلُومًا فَزَادَتْ عَلَيْهِ خَمْسَةَ أَيَّامٍ أَوْ أَرْبَعَةَ أَيَّامٍ أَوْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ قَالَ تُصَلِّي قُلْتُ يَوْمَيْنِ قَالَ ذَاكَ مِنْ حَيْضِهَا وَسَأَلْتُ ابْنَ سِيرِينَ قَالَ النِّسَاءُ أَعْلَمُ بِذَلِكَ

Sunan Darimi 784: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Mu'tamir] dari [ayahnya] ia berkata: Aku bertanya kepada [Qatadah]: "Tentang seorang wanita yang masa haidnya sudah diketahui, tetapi bertambah lima, empat atau tiga hari (dari biasanya), ia menjawab: 'Hendaknya ia shalat', Aku bertanya: '(kalau) dua hari? ', ia menjawab: 'Itu bagian dari haidnya'. Lalu aku bertanya kepada [Ibnu Sirin] (tentang hal itu), ia menjawab: 'Kaum wanita lebih mengetahui tentang urusan itu' ".

Grade