مسند أحمد ١٣٨٢٩: حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا طِيَرَةَ وَلَا عَدْوَى وَلَا غُولَ
Musnad Ahmad 13829: Telah bercerita kepada kami [Hasan] telah bercerita kepada kami [Zuhair] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada thiyarah (Berfirasat memperoleh sial karena melihat hewan tertentu sehingga tidak jadi melakukan amal), Tidak ada 'adwa (keyakinan bahwa penyakit itu menular sendiri tanpa takdir Allah), dan tidak ada ghul (keyakinan jahiliyah bahwa roh orang yang mati berada dalam burung hantu, dan bisa menyesatkan perjalanan) ".
Grade
مسند أحمد ١٤١٨٠: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى وَأَبُو سَعِيدٍ يَعْنِي مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ الْمَعْنَى وَهَذَا لَفْظُ إِسْحَاقَ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي الْمَوَالِ الْمَدَنِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الْأَمْرَ يُسَمِّيهِ بِاسْمِهِ خَيْرًا لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي قَالَ أَبُو سَعِيدٍ وَمَعِيشَتِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُهُ شَرًّا لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ وَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْ لِي وَبَارِكْ لِي فِيهِ اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُهُ شَرًّا لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَاه مَنْصُورُ بْنُ أَبِي مُزَاحِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي الْمَوَالِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
Musnad Ahmad 14180: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin 'Isa] dan [Abu Sa'id] Yaitu budak Bani Hasyim secara makna dan lafad ini pada Ishaq, berkata: telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Abu Al Mawali Al Madani] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Jabir bin Abdullah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengajarkan 'istikhoroh' kepada kami sebagaimana mengajarkan surat dari Al Qur'an. Bersabda: "Jika salah dari kalian menginginkan sesuatu maka kerjakan dua rekaat selain yang fardhu kemudian ia berkata: ALLAHUMMA INNI ASTAKHIRUKA BI 'ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BI QUDROTIKA WA AS'ALUKA MIN FADLIKAL ADZIMI FAINNAKA TAQDIRU WALA AQDIRU WA TA'LAMU WALA A'LAMU WA ANTA A'LAMUL GHUYUB, ALLAHUMMA FAIN KUNTA TA'LAMU HADZAL AMRO (maka ia menyebutkan hajat yang ia inginkan) KHOIRON LII FII DIENIE WA MA'AASYII (Abu Said berkata dalam riwayatnya dengan: WA MA'ISYATI) WA 'AQIBATI AMRI FAQDURHU LI WA YASSIRRHU LI TSUMMA BARIK LI FIHI, ALLAHUMMA IN KUNTA TA'LAMUHU SYARRON LI FI DIINII WA WA 'AAQIBATI AMRII FASHRIFNII 'ANHU WASHRIFHU 'ANNII WAQDUR LIYAL KHOIRO HAITSU KAANA TSUMMA RODDLINII BIHI (Abu Said berkata dalam riwayatnya dengan lafadz: WA 'AAQIBATI AMRII FAQDUR HU LII WA YASSIR LII WABAARIK LII FIIHI, ALLAHUMMA WA IN KUNTA TA'LAMUHU SYARRON LI FII DIINII WA MA'AASYII WA 'AAQIBATI AMRI FASHRIFNI 'ANHU WASHRIFHU 'ANNI WAQDUR LIYAL KHOIRO HAITSU KAANA TSUMMA RODLLINI BIHI): ya Allah saya memohon pilihan kepada Engkau dengan ilmu-Mu, saya memohon penetapan dengan kekuasaan-Mu dan saya memohon karunia-Mu yang besar, karena Engkaulah yang berkuasa sedangkan saya tidak berkuasa, Engkaulah yang Maha mengetahui sedangkan saya tidak mengetahui apa apa, dan Engkau Maha mengetahui dengan segala yang ghaib, ya Allah jikalau Engkau mengetahui urusanku ini (ia sebutkan hajatnya) adalah baik untukku dalam agamaku, kehidupanku, serta akibat urusanku maka takdirkanlah untukku serta mudahkanlah bagiku dan berilah berkah kepadaku, sebaliknya jikalau Engkau mengetahui bahwa urusanku ini (ia menyebutkan hajatnya) buruk untukku, agamaku, kehidupanku, serta akibat urusanku, maka jauhkanlah aku daripadanya, serta takdirkanlah untukku yang baik baik saja, kemudian jadikanlah aku ridho dengannya". Abu Abdurrahman berkata: telah berbicara kepadaku [Manshur bin Abu Muzahim] telah berbicara kepada kami [Abdur Rohman bin Abil Mawal] dari [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Jabir] dari Nabi Shallallahu'alaihi wasallam seperti itu.
Grade
مسند أحمد ١٤٦٠٨: حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ لِي جَارِيَةً وَهِيَ خَادِمُنَا وَسَايِسَتُنَا أَطُوفُ عَلَيْهَا وَأَنَا أَكْرَهُ أَنْ تَحْمِلَ فَقَالَ اعْزِلْ عَنْهَا إِنْ شِئْتَ فَإِنَّهُ سَيَأْتِيهَا مَا قُدِّرَ لَهَا قَالَ فَلَبِثَ الرَّجُلُ ثُمَّ أَتَاهُ فَقَالَ إِنَّ الْجَارِيَةَ قَدْ حَمَلَتْ قَالَ قَدْ أَخْبَرْتُكَ أَنَّهُ سَيَأْتِيهَا مَا قُدِّرَ لَهَا
Musnad Ahmad 14608: Telah bercerita kepada kami [Hasan] telah bercerita kepada kami [Zuhair] dari [Abu Az-Zubair] dari [Jabir] ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata 'Saya memiliki seorang anak perempuan, dia adalah seorang pelayan kami dan yang memberi minuman kendaraan kami. Saya menyetubuhinya namun saya tidak suka dia hamil.' (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Lakukanlah 'azal (mengeluarkan air sperma di luar kemaluan wanita) jika kamu mau, namun bagaimanapun tetap akan terjadi apa yang telah ditakdirkan", (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata: lalu laki-laki itu pergi kemudian datang lagi kepada (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) kembali, dan berkata 'Budak perempuanku hamil.' (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Bukankah saya telah memberitahukan kepadamu, bahwa akan terjadi padanya apa yang telah ditakdirkan?."
Grade
مسند أحمد ١٤٩٢٥: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ أَبِي خُزَامَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَقَالَ سُفْيَانُ مَرَّةً سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ دَوَاءً نَتَدَاوَى بِهِ وَرُقًى نَسْتَرْقِي بِهَا وَتُقًى نَتَّقِيهَا أَتَرُدُّ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى شَيْئًا قَالَ إِنَّهَا مِنْ قَدَرِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
Musnad Ahmad 14925: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dari [Az-Zuhri] dari [Ibnu Abu Khuzamah] dari [Bapaknya] berkata: saya berkata: wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Sufyan berkata dalam riwayatnya, saya telah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bagaimana menurut anda tentang obat yang kami gunakan untuk mengobati penyakit, ruqyah yang kami praktekkan, dan penjagaan yang kami buat, apakah bisa menolak dari takdir Allah sama sekali? (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: " itu semua termasuk takdir Allah Tabaaroka wa Ta'ala."
Grade
مسند أحمد ١٤٩٢٦: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ عَنِ الزُّبَيْدِيِّ مُحَمَّدِ بْنِ الْوَلِيدِ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ أَبِي خِزَامَةَ أَحَدِ بَنِي الْحَارِثِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ دَوَاءً نَتَدَاوَى بِهِ وَرُقًى نَسْتَرْقِي بِهَا وَتُقًى نَتَّقِيهَا هَلْ تَرُدُّ ذَلِكَ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ شَيْئًا قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
Musnad Ahmad 14926: Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin 'Ayyasy] telah menceritakan kepada kami [Baqiyyah bin Al Walid] dari [Az-Zubadi, Muhammad bin Al Walid] dari [Az-Zuhri] dari [Ibnu Abu Khuzamah] salah satu Bani Al harits dari [Bapaknya] dia datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu berkata: Wahai Rasulullah, Bagaimana menurut anda tentang obat yang kami gunakan untuk mengobati penyakit, ruqyah yang kami praktekkan, dan penjagaan yang kami buat, apakah bisa menolak dari takdir Allah? Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: itu semua termasuk takdir Allah Tabaaroka wa Ta'ala.
Grade
مسند أحمد ١٤٩٢٧: حَدَّثَنَا هَارُونُ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو عَنِ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ ابْنَ أَبِي خُزَامَةَ أَحَدَ بَنِي الْحَارِثِ بْنِ سَعْدِ بْنِ هُذَيْمٍ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ دَوَاءً نَتَدَاوَى بِهِ وَرُقًى نَسْتَرْقِيهَا وَتُقًى نَتَّقِيهِ هَلْ تَرُدُّ ذَلِكَ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مِنْ شَيْءٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ وَيَحْيَى بْنِ أَبِي بُكَيْرٍ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ أَبِي خُزَامَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَبِي وَهُوَ الصَّوَابُ كَذَا قَالَ الزُّبَيْدِيُّ
Musnad Ahmad 14927: Telah menceritakan kepada kami [Harun] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb] berkata: telah mengabarkan kepadaku ['Amr] dari [Ibnu Syihab] [Ibnu Abu Khuzamah] salah satu Bani Al Harits bin Sa'd bin Hudzaim menceritakannya, [Bapaknya] menceritakannya, dia berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana menurut anda tentang obat yang kami gunakan untuk mengobati penyakit, ruqyah yang kami praktekkan, dan penjagaan yang kami buat, apakah bisa menolak dari takdir Allah sama sekali? Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " itu semua termasuk takdir Allah AzzaWaJalla." Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Muhammad] dan [Yahya bin Abu Bukair] dari [Sufyan bin 'Uyainah] dari [Az-Zuhri] dari [Ibnu Abu Khuzamah] dari [Bapaknya] berkata: dan itulah yang benar, demikian yang dikatakan Az-Zubaidi.
Grade
مسند أحمد ١٥٢٢٩: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي الزُّهْرِيِّ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَمِّهِ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ وَكَانَ قَائِدَ كَعْبٍ مِنْ بَنِيهِ حِينَ عَمِيَ قَالَ سَمِعْتُ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ يُحَدِّثُ حَدِيثَهُ حِينَ تَخَلَّفَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ فَقَالَ كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ لَمْ أَتَخَلَّفْ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةٍ غَيْرِهَا قَطُّ إِلَّا فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ غَيْرَ أَنِّي كُنْتُ تَخَلَّفْتُ فِي غَزْوَةِ بَدْرٍ وَلَمْ يُعَاتِبْ أَحَدًا تَخَلَّفَ عَنْهَا إِنَّمَا خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرِيدُ عِيرَ قُرَيْشٍ حَتَّى جَمَعَ اللَّهُ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ عَدُوِّهِمْ عَلَى غَيْرِ مِيعَادٍ وَلَقَدْ شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ الْعَقَبَةِ حِينَ تَوَافَقْنَا عَلَى الْإِسْلَامِ مَا أُحِبُّ أَنَّ لِي بِهَا مَشْهَدَ بَدْرٍ وَإِنْ كَانَتْ بَدْرٌ أَذْكَرَ فِي النَّاسِ مِنْهَا وَأَشْهَرَ وَكَانَ مِنْ خَبَرِي حِينَ تَخَلَّفْتُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ لِأَنِّي لَمْ أَكُنْ قَطُّ أَقْوَى وَلَا أَيْسَرَ مِنِّي حِينَ تَخَلَّفْتُ عَنْهُ فِي تِلْكَ الْغَزَاةِ وَاللَّهِ مَا جَمَعْتُ قَبْلَهَا رَاحِلَتَيْنِ قَطُّ حَتَّى جَمَعْتُهَا فِي تِلْكَ الْغَزَاةِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَلَّمَا يُرِيدُ غَزَاةً يَغْزُوهَا إِلَّا وَرَّى بِغَيْرِهَا حَتَّى كَانَتْ تِلْكَ الْغَزَاةُ فَغَزَاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَرٍّ شَدِيدٍ وَاسْتَقْبَلَ سَفَرًا بَعِيدًا وَمَفَازًا وَاسْتَقْبَلَ عَدُوًّا كَثِيرًا فَجَلَا لِلْمُسْلِمِينَ أَمْرَهُ لِيَتَأَهَّبُوا أُهْبَةَ عَدُوِّهِمْ فَأَخْبَرَهُمْ بِوَجْهِهِ الَّذِي يُرِيدُ وَالْمُسْلِمُونَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَثِيرٌ لَا يَجْمَعُهُمْ كِتَابُ حَافِظٍ يُرِيدُ الدِّيوَانَ فَقَالَ كَعْبٌ فَقَلَّ رَجُلٌ يُرِيدُ يَتَغَيَّبُ إِلَّا ظَنَّ أَنَّ ذَلِكَ سَيُخْفَى لَهُ مَا لَمْ يَنْزِلْ فِيهِ وَحْيٌ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَغَزَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِلْكَ الْغَزْوَةَ حِينَ طَابَتْ الثِّمَارُ وَالظِّلُّ وَأَنَا إِلَيْهَا أَصْعَرُ فَتَجَهَّزَ إِلَيْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْمُؤْمِنُونَ مَعَهُ وَطَفِقْتُ أَغْدُو لِكَيْ أَتَجَهَّزَ مَعَهُ فَأَرْجِعَ وَلَمْ أَقْضِ شَيْئًا فَأَقُولُ فِي نَفْسِي أَنَا قَادِرٌ عَلَى ذَلِكَ إِذَا أَرَدْتُ فَلَمْ يَزَلْ كَذَلِكَ يَتَمَادَى بِي حَتَّى شَمَّرَ بِالنَّاسِ الْجِدُّ فَأَصْبَحَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَادِيًا وَالْمُسْلِمُونَ مَعَهُ وَلَمْ أَقْضِ مِنْ جَهَازِي شَيْئًا فَقُلْتُ الْجَهَازُ بَعْدَ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ ثُمَّ أَلْحَقُهُمْ فَغَدَوْتُ بَعْدَ مَا فَصَلُوا لِأَتَجَهَّزَ فَرَجَعْتُ وَلَمْ أَقْضِ شَيْئًا مِنْ جَهَازِي ثُمَّ غَدَوْتُ فَرَجَعْتُ وَلَمْ أَقْضِ شَيْئًا فَلَمْ يَزَلْ ذَلِكَ يَتَمَادَى بِي حَتَّى أَسْرَعُوا وَتَفَارَطَ الْغَزْوُ فَهَمَمْتُ أَنْ أَرْتَحِلَ فَأُدْرِكَهُمْ وَلَيْتَ أَنِّي فَعَلْتُ ثُمَّ لَمْ يُقَدَّرْ ذَلِكَ لِي فَطَفِقْتُ إِذَا خَرَجْتُ فِي النَّاسِ بَعْدَ خُرُوجِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَطُفْتُ فِيهِمْ يَحْزُنُنِي أَنْ لَا أَرَى إِلَّا رَجُلًا مَغْمُوصًا عَلَيْهِ فِي النِّفَاقِ أَوْ رَجُلًا مِمَّنْ عَذَرَهُ اللَّهُ وَلَمْ يَذْكُرْنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَلَغَ تَبُوكَ فَقَالَ وَهُوَ جَالِسٌ فِي الْقَوْمِ بِتَبُوكَ مَا فَعَلَ كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَلِمَةَ حَبَسَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بُرْدَاهُ وَالنَّظَرُ فِي عِطْفَيْهِ فَقَالَ لَهُ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ بِئْسَمَا قُلْتَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا عَلِمْنَا عَلَيْهِ إِلَّا خَيْرًا فَسَكَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ فَلَمَّا بَلَغَنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ تَوَجَّهَ قَافِلًا مِنْ تَبُوكَ حَضَرَنِي بَثِّي فَطَفِقْتُ أَتَفَكَّرُ الْكَذِبَ وَأَقُولُ بِمَاذَا أَخْرُجُ مِنْ سَخَطِهِ غَدًا أَسْتَعِينُ عَلَى ذَلِكَ كُلَّ ذِي رَأْيٍ مِنْ أَهْلِي فَلَمَّا قِيلَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَظَلَّ قَادِمًا زَاحَ عَنِّي الْبَاطِلُ وَعَرَفْتُ أَنِّي لَنْ أَنْجُوَ مِنْهُ بِشَيْءٍ أَبَدًا فَأَجْمَعْتُ صِدْقَهُ وَصَبَّحَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ بَدَأَ بِالْمَسْجِدِ فَرَكَعَ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ جَلَسَ لِلنَّاسِ فَلَمَّا فَعَلَ ذَلِكَ جَاءَهُ الْمُتَخَلِّفُونَ فَطَفِقُوا يَعْتَذِرُونَ إِلَيْهِ وَيَحْلِفُونَ لَهُ وَكَانُوا بِضْعَةً وَثَمَانِينَ رَجُلًا فَقَبِلَ مِنْهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَانِيَتَهُمْ وَيَسْتَغْفِرُ لَهُمْ وَيَكِلُ سَرَائِرَهُمْ إِلَى اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَتَّى جِئْتُ فَلَمَّا سَلَّمْتُ عَلَيْهِ تَبَسَّمَ تَبَسُّمَ الْمُغْضَبِ ثُمَّ قَالَ لِي تَعَالَ فَجِئْتُ أَمْشِي حَتَّى جَلَسْتُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَقَالَ لِي مَا خَلَّفَكَ أَلَمْ تَكُنْ قَدْ اسْتَمَرَّ ظَهْرُكَ قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَوْ جَلَسْتُ عِنْدَ غَيْرِكَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا لَرَأَيْتُ أَنِّي أَخْرُجُ مِنْ سَخْطَتِهِ بِعُذْرٍ لَقَدْ أُعْطِيتُ جَدَلًا وَلَكِنَّهُ وَاللَّهِ لَقَدْ عَلِمْتُ لَئِنْ حَدَّثْتُكَ الْيَوْمَ حَدِيثَ كَذِبٍ تَرْضَى عَنِّي بِهِ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ تَعَالَى يُسْخِطُكَ عَلَيَّ وَلَئِنْ حَدَّثْتُكَ الْيَوْمَ بِصِدْقٍ تَجِدُ عَلَيَّ فِيهِ إِنِّي لَأَرْجُو قُرَّةَ عَيْنِي عَفْوًا مِنْ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَاللَّهِ مَا كَانَ لِي عُذْرٌ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ قَطُّ أَفْرَغَ وَلَا أَيْسَرَ مِنِّي حِينَ تَخَلَّفْتُ عَنْكَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا هَذَا فَقَدْ صَدَقَ فَقُمْ حَتَّى يَقْضِيَ اللَّهُ تَعَالَى فِيكَ فَقُمْتُ وَبَادَرَتْ رِجَالٌ مِنْ بَنِي سَلِمَةَ فَاتَّبَعُونِي فَقَالُوا لِي وَاللَّهِ مَا عَلِمْنَاكَ كُنْتَ أَذْنَبْتَ ذَنْبًا قَبْلَ هَذَا وَلَقَدْ عَجَزْتَ أَنْ لَا تَكُونَ اعْتَذَرْتَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَا اعْتَذَرَ بِهِ الْمُتَخَلِّفُونَ لَقَدْ كَانَ كَافِيَكَ مِنْ ذَنْبِكَ اسْتِغْفَارُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَكَ قَالَ فَوَاللَّهِ مَا زَالُوا يُؤَنِّبُونِي حَتَّى أَرَدْتُ أَنْ أَرْجِعَ فَأُكَذِّبَ نَفْسِي قَالَ ثُمَّ قُلْتُ لَهُمْ هَلْ لَقِيَ هَذَا مَعِي أَحَدٌ قَالُوا نَعَمْ لَقِيَهُ مَعَكَ رَجُلَانِ قَالَا مَا قُلْتَ فَقِيلَ لَهُمَا مِثْلُ مَا قِيلَ لَكَ قَالَ فَقُلْتُ لَهُمْ مَنْ هُمَا قَالُوا مُرَارَةُ بْنُ الرَّبِيعِ الْعَامِرِيُّ وَهِلَالُ بْنُ أُمَيَّةَ الْوَاقِفِيُّ قَالَ فَذَكَرُوا لِي رَجُلَيْنِ صَالِحَيْنِ قَدْ شَهِدَا بَدْرًا لِي فِيهِمَا أُسْوَةٌ قَالَ فَمَضَيْتُ حِينَ ذَكَرُوهُمَا لِي قَالَ وَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْلِمِينَ عَنْ كَلَامِنَا أَيُّهَا الثَّلَاثَةُ مِنْ بَيْنِ مَنْ تَخَلَّفَ عَنْهُ فَاجْتَنَبَنَا النَّاسُ قَالَ وَتَغَيَّرُوا لَنَا حَتَّى تَنَكَّرَتْ لِي مِنْ نَفْسِي الْأَرْضُ فَمَا هِيَ بِالْأَرْضِ الَّتِي كُنْتُ أَعْرِفُ فَلَبِثْنَا عَلَى ذَلِكَ خَمْسِينَ لَيْلَةً فَأَمَّا صَاحِبَايَ فَاسْتَكَانَا وَقَعَدَا فِي بُيُوتِهِمَا يَبْكِيَانِ وَأَمَّا أَنَا فَكُنْتُ أَشَبَّ الْقَوْمِ وَأَجْلَدَهُمْ فَكُنْتُ أَشْهَدُ الصَّلَاةَ مَعَ الْمُسْلِمِينَ وَأَطُوفُ بِالْأَسْوَاقِ وَلَا يُكَلِّمُنِي أَحَدٌ وَآتِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي مَجْلِسِهِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَأُسَلِّمُ عَلَيْهِ فَأَقُولُ فِي نَفْسِي حَرَّكَ شَفَتَيْهِ بِرَدِّ السَّلَامِ أَمْ لَا ثُمَّ أُصَلِّي قَرِيبًا مِنْهُ وَأُسَارِقُهُ النَّظَرَ فَإِذَا أَقْبَلْتُ عَلَى صَلَاتِي نَظَرَ إِلَيَّ فَإِذَا الْتَفَتُّ نَحْوَهُ أَعْرَضَ حَتَّى إِذَا طَالَ عَلَيَّ ذَلِكَ مِنْ هَجْرِ الْمُسْلِمِينَ مَشَيْتُ حَتَّى تَسَوَّرْتُ حَائِطَ أَبِي قَتَادَةَ وَهُوَ ابْنُ عَمِّي وَأَحَبُّ النَّاسِ إِلَيَّ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَوَاللَّهِ مَا رَدَّ عَلَيَّ السَّلَامَ فَقُلْتُ لَهُ يَا أَبَا قَتَادَةَ أَنْشُدُكَ اللَّهَ هَلْ تَعْلَمُ أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ قَالَ فَسَكَتَ قَالَ فَعُدْتُ فَنَشَدْتُهُ فَسَكَتَ فَعُدْتُ فَنَشَدْتُهُ فَقَالَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَفَاضَتْ عَيْنَايَ وَتَوَلَّيْتُ حَتَّى تَسَوَّرْتُ الْجِدَارَ فَبَيْنَمَا أَنَا أَمْشِي بِسُوقِ الْمَدِينَةِ إِذَا نَبَطِيٌّ مِنْ أَنْبَاطِ أَهْلِ الشَّامِ مِمَّنْ قَدِمَ بِطَعَامٍ يَبِيعُهُ بِالْمَدِينَةِ يَقُولُ مَنْ يَدُلُّنِي عَلَى كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ فَطَفِقَ النَّاسُ يُشِيرُونَ لَهُ إِلَيَّ حَتَّى جَاءَ فَدَفَعَ إِلَيَّ كِتَابًا مِنْ مَلِكِ غَسَّانَ وَكُنْتُ كَاتِبًا فَإِذَا فِيهِ أَمَّا بَعْدُ فَقَدْ بَلَغَنَا أَنَّ صَاحِبَكَ قَدْ جَفَاكَ وَلَمْ يَجْعَلْكَ اللَّهُ بِدَارِ هَوَانٍ وَلَا مَضْيَعَةٍ فَالْحَقْ بِنَا نُوَاسِكَ قَالَ فَقُلْتُ حِينَ قَرَأْتُهَا وَهَذَا أَيْضًا مِنْ الْبَلَاءِ قَالَ فَتَيَمَّمْتُ بِهَا التَّنُّورَ فَسَجَرْتُهُ بِهَا حَتَّى إِذَا مَضَتْ أَرْبَعُونَ لَيْلَةً مِنْ الْخَمْسِينَ إِذَا بِرَسُولِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِينِي فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُكَ أَنْ تَعْتَزِلَ امْرَأَتَكَ قَالَ فَقُلْتُ أُطَلِّقُهَا أَمْ مَاذَا أَفْعَلُ قَالَ بَلْ اعْتَزِلْهَا فَلَا تَقْرَبْهَا قَالَ وَأَرْسَلَ إِلَى صَاحِبَيَّ بِمِثْلِ ذَلِكَ قَالَ فَقُلْتُ لِامْرَأَتِي الْحَقِي بِأَهْلِكِ فَكُونِي عِنْدَهُمْ حَتَّى يَقْضِيَ اللهُ فِي هَذَا الْأَمْرِ قَالَ فَجَاءَتْ امْرَأَةُ هِلَالِ بْنِ أُمَيَّةَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ لَهُ يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّ هِلَالًا شَيْخٌ ضَائِعٌ لَيْسَ لَهُ خَادِمٌ فَهَلْ تَكْرَهُ أَنْ أَخْدُمَهُ قَالَ لَا وَلَكِنْ لَا يَقْرَبَنَّكِ قَالَتْ فَإِنَّهُ وَاللهِ مَا بِهِ حَرَكَةٌ إِلَى شَيْءٍ وَاللهِ مَازَالُ يَبْكِي مِنْ لَدُنْ أَنْ كَانَ مِنْ أَمْرِكَ مَا كَانَ إِلَى يَوْمِهِ هَذَا قَالَ فَقَالَ لِي بَعْضُ أَهْلِي لَوِ اسْتَأْذَنْتَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي امْرَأَتِكَ فَقَدْ أَذِنَ لِامْرَأَةِ هِلَالِ بْنِ أُمَيَّةَ أَنْ تَخْدُمَهُ قَالَ فَقُلْتُ وَاللهِ لَا أَسْتَأْذِنُ فِيهَا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا أَدْرِي مَا يَقُولُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اسْتَأْذَنْتُهُ وَأَنَا رَجُلٌ شَابٌّ قَالَ فَلَبِثْنَا بَعْدَ ذَلِكَ عَشْرَ لَيَالٍ كَمَالُ خَمْسِينَ لَيْلَةً حِينَ نُهِيَ عَنْ كَلَامِنَا قَالَ ثُمَّ صَلَّيْتُ صَلَاةَ الْفَجْرِ صَبَاحَ خَمْسِينَ لَيْلَةً عَلَى ظَهْرِ بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِنَا فَبَيْنَا أَنَا جَالِسٌ عَلَى الْحَالِ الَّتِي ذَكَرَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مِنَّا قَدْ ضَاقَتْ عَلَيَّ نَفْسِي وَضَاقَتْ عَلَيَّ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ سَمِعْتُ صَارِخًا أَوْفَى عَلَى جَبَلِ سَلْعٍ يَقُولُ بِأَعْلَى صَوْتِهِ يَا كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ أَبْشِرْ قَالَ فَخَرَرْتُ سَاجِدًا وَعَرَفْتُ أَنْ قَدْ جَاءَ فَرَجٌ وَآذَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتَوْبَةِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيْنَا حِينَ صَلَّى صَلَاةَ الْفَجْرِ فَذَهَبَ يُبَشِّرُونَنَا وَذَهَبَ قِبَلَ صَاحِبَيَّ يُبَشِّرُونَ وَرَكَضَ إِلَيَّ رَجُلٌ فَرَسًا وَسَعَى سَاعٍ مِنْ أَسْلَمَ وَأَوْفَى الْجَبَلَ فَكَانَ الصَّوْتُ أَسْرَعَ مِنَ الْفَرَسِ فَلَمَّا جَاءَنِي الَّذِي سَمِعْتُ صَوْتَهُ يُبَشِّرُنِي نَزَعْتُ لَهُ ثَوْبَيَّ فَكَسَوْتُهُمَا إِيَّاهُ بِبِشَارَتِهِ وَاللهِ مَا أَمْلِكُ غَيْرَهُمَا يَوْمَئِذٍ فَاسْتَعَرْتُ ثَوْبَيْنِ فَلَبِسْتُهُمَا فَانْطَلَقْتُ أَؤُمُّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَلْقَانِي النَّاسُ فَوْجًا فَوْجًا يُهَنِّئُونِي بِالتَّوْبَةِ يَقُولُونَ لِتَهْنِكَ تَوْبَةُ اللهِ عَلَيْكَ حَتَّى دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَإِذَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ فِي الْمَسْجِدِ حَوْلَهُ النَّاسُ فَقَامَ إِلَيَّ طَلْحَةُ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ يُهَرْوِلُ حَتَّى صَافَحَنِي وَهَنَّأَنِي وَاللهِ مَا قَامَ إِلَيَّ رَجُلٌ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ غَيْرَهُ قَالَ فَكَانَ كَعْبٌ لَا يَنْسَاهَا لِطَلْحَةَ قَالَ كَعْبٌ فَلَمَّا سَلَّمْتُ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ يَبْرُقُ وَجْهُهُ مِنَ السُّرُورِ أَبْشِرْ بِخَيْرِ يَوْمٍ مَرَّ عَلَيْكَ مُنْذُ وَلَدَتْكَ أُمُّكَ قَالَ قُلْتُ أَمِنْ عِنْدِكَ يَا رَسُولَ اللهِ أَمْ مِنْ عِنْدِ اللهِ قَالَ لَا بَلْ مِنْ عِنْدِ اللهِ قَالَ وَكَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سُرَّ اسْتَنَارَ وَجْهُهُ حَتَّى كَأَنَّهُ قِطْعَةُ قَمَرٍ حَتَّى يُعْرَفَ ذَلِكَ مِنْهُ قَالَ فَلَمَّا جَلَسْتُ بَيْنَ يَدَيْهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّ مِنْ تَوْبَتِي أَنْ أَنْخَلِعَ مِنْ مَالِي صَدَقَةً إِلَى اللهِ تَعَالَى وَإِلَى رَسُولِهِ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْسِكْ بَعْضَ مَالِكَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ قَالَ فَقُلْتُ فَإِنِّي أُمْسِكُ سَهْمِي الَّذِي بِخَيْبَرَ قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّمَا اللهُ تَعَالَى نَجَّانِي بِالصِّدْقِ وَإِنَّ مِنْ تَوْبَتِي أَنْ لَا أُحَدِّثَ إِلَّا صِدْقًا مَا بَقِيتُ قَالَ فَوَاللهِ مَا أَعْلَمُ أَحَدًا مِنَ الْمُسْلِمِينَ أَبْلَاهُ اللهُ مِنَ الصِّدْقِ فِي الْحَدِيثِ مُذْ ذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ مِمَّا أَبْلَانِي اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَاللهِ مَا تَعَمَّدْتُ كَذِبَةً مُذْ قُلْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى يَوْمِي هَذَا وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ يَحْفَظَنِي فِيمَا بَقِيَ قَالَ وَأَنْزَلَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى {لَقَدْ تَابَ اللهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ وَعَلَى الثَّلَاثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُوا حَتَّى إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوا أَنْ لَا مَلْجَأَ مِنَ اللهِ إِلَّا إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوا إِنَّ اللهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ} [التوبة 117-119] قَالَ كَعْبٌ فَوَاللهِ مَا أَنْعَمَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيَّ مِنْ نِعْمَةٍ قَطُّ بَعْدَ أَنْ هَدَانِي أَعْظَمَ فِي نَفْسِي مِنْ صِدْقِي رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَئِذٍ أَنْ لَا أَكُونَ كَذَبْتُهُ فَأَهْلِكُ كَمَا هَلَكَ الَّذِينَ كَذَبُوهُ حِينَ كَذَبُوهُ فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَالَ لِلَّذِينَ كَذَبُوهُ حِينَ كَذَبُوهُ شَرَّ مَا يُقَالُ لِأَحَدٍ فَقَالَ اللهُ تَعَالَى {سَيَحْلِفُونَ بِاللهِ لَكُمْ إِذَا انْقَلَبْتُمْ إِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُوا عَنْهُمْ فَأَعْرِضُوا عَنْهُمْ إِنَّهُمْ رِجْسٌ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ يَحْلِفُونَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا عَنْهُمْ فَإِنْ تَرْضَوْا عَنْهُمْ فَإِنَّ اللهَ لَا يَرْضَى عَنِ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ} [التوبة 95-96] قَالَ وَكُنَّا خُلِّفْنَا أَيُّهَا الثَّلَاثَةُ عَنْ أَمْرِ أُولَئِكَ الَّذِينَ قَبِلَ مِنْهُمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ حَلَفُوا فَبَايَعَهُمْ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمْ فَأَرْجَأَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْرَنَا حَتَّى قَضَى اللهُ تَعَالَى فَبِذَلِكَ قَالَ اللهُ تَعَالَى {وَعَلَى الثَّلَاثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُوا} [التوبة 118] وَلَيْسَ تَخْلِيفُهُ إِيَّانَا وَإِرْجَاؤُهُ أَمْرَنَا الَّذِي ذَكَرَ مِمَّا خُلِّفْنَا بِتَخَلُّفِنَا عَنِ الْغَزْوِ وَإِنَّمَا هُوَ عَمَّنْ حَلَفَ لَهُ وَاعْتَذَرَ إِلَيْهِ فَقَبِلَ مِنْهُ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّهُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ وَكَانَ قَائِدَ كَعْبٍ مِنْ بَنِيهِ حِينَ عَمِيَ قَالَ سَمِعْتُ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ يُحَدِّثُ حَدِيثَهُ حِينَ تَخَلَّفَ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ قَالَ كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ لَمْ أَتَخَلَّفْ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةٍ غَزَاهَا قَطُّ إِلَّا فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ غَيْرَ أَنِّي كُنْتُ تَخَلَّفْتُ عَنْ غَزْوَةِ بَدْرٍ وَلَمْ يُعَاتِبْ أَحَدًا تَخَلَّفَ عَنْهَا لِأَنَّهُ إِنَّمَا خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرِيدُ الْعِيرَ الَّتِي كَانَتْ لِقُرَيْشٍ كَانَ فِيهَا أَبُو سُفْيَانَ بْنُ حَرْبٍ وَنَفَرٌ مِنْ قُرَيْشٍ ثُمَّ قَالَ تَعَالَ فَجِئْتُ أَمْشِي حَتَّى جَلَسْتُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَقَالَ مَا خَلَّفَكَ أَلَمْ تَكُنْ قَدِ ابْتَعْتَ ظَهْرَكَ؟ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي وَاللهِ لَوْ جَلَسْتُ عِنْدَ غَيْرِكَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا لَرَأَيْتُ أَنِّي سَأَخْرُجُ مِنْ سَخْطَتِهِ بِعُذْرٍ وَلَقَدْ أُعْطِيتُ جَدَلًا - فَذَكَرَ الْحَدِيثَ - وَقَالَ فِيهِ إِنِّي لَأَرْجُو عَفْوَ اللهِ وَقَالَ فَقُلْتُ لِامْرَأَتِي الْحَقِي بِأَهْلِكِ فَكُونِي عِنْدَهُمْ حَتَّى يَقْضِيَ اللهُ فِي هَذَا الْأَمْرِ وَقَالَ سَمِعْتُ صَوْتَ صَارِخٍ أَوْفَى عَلَى أَعْلَى جَبَلِ سَلْعٍ بِأَعْلَى صَوْتِهِ يَا كَعْبُ بْنَ مَالِكٍ أَبْشِرْ قَالَ فَخَرَرْتُ سَاجِدًا وَعَرَفْتُ أَنَّهُ قَدْ جَاءَ فَرَجٌ وَآذَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ بِالتَّوْبَةِ عَلَيْنَا حِينَ صَلَّى صَلَاةَ الْفَجْرِ - فَذَكَرَ مَعْنَى حَدِيثِ ابْنِ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ وَقَالَ فِيهِ فَأَقُولُ فِي نَفْسِي هَلْ حَرَّكَ شَفَتَيْهِ بِرَدِّ السَّلَامِ
Musnad Ahmad 15229: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [anak saudara Az Zuhri, Muhammad bin Abdullah] dari [pamannya, Muhammad bin Muslim Az Zuhri] berkata: telah mengabarkan kepadaku [Abdurrahman bin Abdullah bin Ka'ab bin Malik], Abdullah bin Ka'ab bin Malik dia anak yang menuntunnya ketika telah buta, berkata: saya telah mendengar Ka'ab bin Malik menceritakan dalam hadisnya ketika meninggalkan Perang Tabuk dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ka'ab bin Malik berkata: saya belum pernah tidak mengikutsertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selain perang Tabuk. Memang saya juga tidak mengikutsertai Perang Badar, namun beliau tidak mencela seorang pun yang tidak mengikutsertai perang Badar itu, karena tujuan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam saat itu hanya ingin mencegat kafilah dagang orang Quraisy hingga Allah mempertemukan mereka dengan musuh mereka, dengan tidak mereka rencanakan. Saya turut menghadiri malam 'Aqabah, ketika kami berjanji untuk Islam. Saya pun tidak mau jika keikutsertaanku dalam bai'atul aqabah ditukar dengan peperangan Badar, sekalipun Badar merupakan momen yang paling banyak diingat oleh manusia dan paling populer. Aku menjadi pemberitaan saat aku tidak ikut peperangan bersama Rasulullah shalllallahu'alaihiwashallam dalam perang Tabuk karena aku belum pernah lebih kuat dan lebih luang daripada ketika aku saat ketinggalan dalam perang itu. Demi Allah, belum pernah saya bisa mengumpulkan dua hewan tunggangan sekaligus hingga bisa kumpulkan dalam perang itu. Jarangsekali Rasulullah Shallallahu'alaihiwashallam menjelaskan lokasi yang akan dituju saat berniyat melakukan perang selain beliau merahasiakannya dengan masalah lain hingga tibalah peperangan Tabuk itu, yang beliau umumkan secara terang-terangan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berperang dalam suasana iklim yang sangat panas, melewati perjalanan yang sangat panjang dan jalan yang tandus, serta menghadapi musuh yang sangat banyak. Maka beliau umumkan secara terang-terangan kepada kaum muslimin tentang perintahnya. Agar mereka memiliki persiapan terhadap musuh yang akan dihadapi. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terus terang mengabari kaum muslimin perihal lokasi yang akan dituju. Kaum muslimin yang bersama Rasulullah sangat banyak. Jumlah prajurit yang sedemikian banyaknya hingga tak bisa dihitung oleh buku seorang penulis terpercaya yang ingin mendokumentasikannya. Ka'ab berkata: sehingga tidak ada orang yang berniat tidak ikut kecuali dia menyangka bahwa itu akan tidak diketahui kecuali jika ada wahyu dari Allah Azzawajalla. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berangkat berperang ketika masa panen buah-buahan yang sangat teduh. Saya dengan hal itu sangat suka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersiap-siap bersama kaum mukminin dan saya juga hendak berangkat agar saya bisa berangkat bersama beliau, namun saya pulang dan saya belum melakukan apa-apa. Saya berkata dalam diri saya, saya mampu melakukan hal itu, jika saya mau. Hal itu terus-menerus terjadi padaku sehingga orang-orang telah siap untuk berangkat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berangkat pada pagi hari bersama kaum muslimin sedang saya belum mempersiapkan bekalku sedikitpun. Saya berkata: mempersiapkan bekal besok saja atau lusa, lalu saya akan menyusul mereka. Setelah mereka berjalan juah, aku berangkat untuk berbekal diri, namun lagi-lagi saya kembali dan belum kupersiapkan bekal sedikitpun. Setelah saya pulang ternyata saya belum mempersiapkan sedikitpun bekalku. Pada pagi hari saya berangkat dan pulang lagi dan saya tidak melakukan apa-apa, hal itu berlangsung padaku sampai mereka telah sampai jauh dan terjadilah peperangan. Saya berniat berangkat dan bisa menemui mereka, amboi kiranya aku lakukan namun hal itu tidak juga ditakdirkan untukku. Setelah keberangkatan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, aku berusaha menemui orang-orang, aku mondar-mandir kesana kemari namun yang ada hanyalah menyedihkan dan menyedihkan. Sebab tak kujumpai seseorang, selain mereka-mereka yang telah jelas kemunafikannya atau mereka-mereka yang Allah betul-betul menjadikannya tidak bisa berangkat. Rasulullah tak pernah menyebut-nyebut namaku hingga beliau sampai di tabuk. Saat duduk-duduk bersama sahabatnya, beliau bertanya: 'Apa gerangan yang dilakukan Ka'ab bin Malik? Ada seseorang dari Bani Salamah yang menjawab 'Dia terhalang mantelnya, dan sibuk mengamat-amati pakaiannya'. Mu'adz bin Jabal berusaha memprotes ucapan orang Bani Salamah tadi dengan mengatakan 'Alangkah buruk apa yang kau katakan, demi Allah Wahai Rasulullah, kami tidak mengetahui keadaannya kecuali kebaikan, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terdiam. Ka'ab bin Malik berkata: tatkala sampai kabar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedang pulang dari Tabuk, maka kesedihanku mulai datang, saya segera memikirkan bagaimana untuk berdusta. Saya berkata: bagaimana saya akan keluar dari kemarahannya. Besok saya akan meminta pendapat para cendekia keluargaku. Tatkala sampai kabar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hampir sampai, maka kebatilan pergi dariku, saya tahu saya tidak mungkin selamat darinya selamanya, lalu saya mengumpulkan kejujuranku. Pada pagi hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang, dan adalah kebiasaaan beliau jika datang dari sebuah perjalanan, beliau datang ke masjid lalu shalat dua rekaat dan duduk menunggu orang-orang. Pada saat itu datanglah orang-orang yang tidak ikut berperang, mereka menemui beliau, mengungkapkan alasan-alasan mereka dan bersumpah. Jumlah mereka ada sekitar delapan puluh lebih. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menerima sebagian alasan mereka dan apa yang mereka tampakkan, dan memohonkan ampunan kepada Allah untuk mereka dan beliau serahkan apa yang mereka sembunyikan kepada Allah Tabaroka Wa Ta'ala, sampai saya mendatangi beliau. Ketika saya mengucapkan salam kepada beliau, beliau menjawabnya dengan senyuman orang yang marah. Lalu bersabda kepadaku, 'kesini.' Lalu saya datang sampai saya duduk di hadapannya. Lalu bertanya kepadaku 'Apa yang menyebabkan kamu tidak ikut, bukankah kendaraanmu sudah siap?.' (Ka'ab bin Malik Radliyallahu'anhu) berkata: 'Wahai Rasulullah, jika saya duduk bukan kepada anda dari penduduk dunia, maka saya bisa keluar dari kemarahannya dengan alasan yang saya buat-buat, sebab saya dikaruniai pandai berdebat. Saya sadar demi Allah, sekiranya aku menyampaikan bicara kepada anda dengan pembicaraan dusta untuk memperoleh keredhaanmu, tanpa waktu yang lama pun Allah akan menjadikanmu marah terhadapku. Sebaliknya jika aku sekarang secara blak-blakan menyampaikan kepada anda sejujur-jujurnya yang menjadikanmu marah terhadapku, kuharap dibaliknya kudapatkan pandangan yang menyejukkan berupa ampunan dari Allah ta'ala. Demi Allah saya tidak mempunyai alasan. Demi Allah, belum pernah kudapatkan kelonggaran dan kelapangan yang lebih daripada saat aku tidak ikut bersama anda dalam perang ini. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ini merupakan sebuah kejujuran, bangunlah sampai Allah Ta'ala yang akan memberi keputusan kepadamu". Saya bangun, lalu beberapa laki-laki dari Bani Salamah menemuiku, dan mereka berkata kepadaku, demi Allah, kami sebelumnya tidak mengeahui kamu telah berbuat dosa, mengapa kamu tidak mencari-cari alasan kepada Rasulullah sebagaimana yang dilakukan orang yang tidak ikut berperang? Toh dosamu cukup ditebus dengan permintaan ampun (istighfar) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepadamu!. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: demi Allah, mereka tetap mendesakku sampai saya berkehendak menarik kembali ucapanku dan aku berniyat membohongi diriku. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: lalu saya tanyakan kepada mereka, apakah ada orang yang selainku?. Mereka menjawab, ya ada dua orang. Mereka berdua berkata sebagaimana yang kamu katakan dan dijawab sebagaimana yang dikatakan kepadamu. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: lalu saya bertanya kepada mereka, siapakah mereka berdua? Mereka menjawab, Murarah bin Ar-Rabi' Al 'Amiri dan Hillal bin Umayyah Al Waqifi. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: mereka menceritakan kepadaku kedua orang shalih itu, yang keduanya telah ikut Perang Badar yang keduanya menjadi idola bagiku. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: lalu saya pergi setelah mereka menyebutkan perihal keduanya. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: {Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kaum muslimin untuk berbicara kepada kami tiga orang yang tidak ikut beliau berperang dan orang-orang menghindari kami. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: mereka berubah sikap terhadap kami sampai bumi ini seolah-olah menolakku, seakan-akan bukan bumi yang sebenarnya, padahal itu adalah bumi yang saya tahu. Hal itu berjalan sampai lima puluh malam. Dua temanku, mereka berdua tinggal di rumah dan duduk dalam keadaan menangis. Adapun saya, adalah orang yang paling muda, dan yang paling tabah, saya tetap mendatangi shalat bersama kaum muslimin dan saya tetap berkeliling pasar hanya tidak ada seorangpun yang mau mengajak berbicara kepadaku. Saya mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau sedang berada di majlisnya setelah shalat lalu saya mengucapkan salam kepada beliau. Saya mengatakan dalam batinku apakah beliau menjawab salam dengan kedua mulutnya ataukah tidak?. Saya shalat di dekat beliau, saya mencuri pandang, jika saya melakukan shalat, maka beliau melihatku. Sebaliknya jika saya menoleh ke arah beliau, beliau memalingkan muka. Hingga ketika kaum muslimin sudah sekian lama menjauhiku ini, Saya berjalan dan saya masuk ke kebun Abu Qatadah, yaitu anak pamanku yang paling saya cintai. Saya mengucapkan salam kepadanya. Demi Allah, dia tidak menjawabnya. Saya berkata kepadanya, Wahai Abu Qatadah, saya memanggilmu dengan nama Allah, tidakkah engkau tahu bahwa saya mencintai Allah dan rasul-Nya? (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: dia diam. Saya ulangi sapaanku dan bahkan saya bersumpah, namun dia tetap diam dan saya ulangi lagi, lalu dia berkata: Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Lalu menangislah kedua mataku dan saya meninggalkan tempat itu sampai saya di dinding. Tatkala saya berjalan di pasar Madinah, ada seorang petani dari Syam dengan menjual makanannya di Madinah. Dia berkata: siapa yang bisa menunjukkan kepadaku Ka'ab bin Malik?. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: orang-orang menunjukkannya kepadaku, dia datang menghampiriku dan memberikan secarik surat kepadaku dari Raja Ghasan. Saya ketika itu adalah seorang yang bisa tulis-menulis. Isi surat tersebut berbunyi: AMMA BA'DU, telah sampai berita kepada kami bahwa sahabatmu telah mengasingkanmu, padahal Allah tidak menjadikanmu di negeri kehinaan dan keterlantaran, bergabunglah bersama kami, kami akan menolongmu. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: saya berkata ketika membacanya 'Ini adalah bagian dari cobaan juga.' (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: lalu saya pergi ke tempat pembakaran, saya bakar surat itu sampai ketika sudah lewat empat puluh hari dari lima puluh hari yang ada, ada utusan Rasulullah Shallallahu'alahi wasallam mendatangiku, dan berkata: 'Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam menyuruhmu agar kau meninggalkan istrimu. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: saya bertanya apakah saya harus menceraikannya atau apa yang harus saya lakukan?. Dia menjawab, tidak tapi tinggalkan saja dan jangan kau dekati dia. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: lalu disampaikan kepada kedua sahabatku juga demikian. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: lalu saya katakan kepada istriku, 'Pulanglah kepada keluargamu dan tinggallah bersama mereka, sampai Allah memutuskan perkara ini.' (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: lalu datanglah istri Hilal bin Umayyah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: 'Wahai Rasulullah, Hilal adalah orang yang sudah tua, tidak ada lagi yang mengurusinya, apakah anda membencinya jika saya melayaninya?.' Beliau bersabda: {"Tidak, tapi jangan sampai dia mendekatimu". Wanita itu berkata: dia demi Allah, sudah tidak bisa bergerak kecuali hanya sedikit gerakan saja. Demi Allah dia masih tetap menangis sampai sekarang sejak ada instruksi dari anda. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: lalu sebagian keluargaku berkata kepadaku, 'Kenapa kamu tidak meminta ijin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam masalah istrimu, karena beliau telah mengijinkan istri Hilal bin Umayah untuk melayaninya.' (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: demi Allah saya tidak akan meminta kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, saya tidak tahu apa yang akan dikatakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, karena saya adalah paling muda diantara ketiganya. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: dan tersisa waktu ada sepuluh malam, untuk sampai pada lima puluh malam dari pelarangan berbicara kepada kami. Lalu saya shalat subuh pada malam yang ke lima puluh, di rumahku. Tatkala saya sedang duduk pada telah yang disebutkan Allah Tabaroka Wa Ta'ala, jiwaku sudah sangat sempit juga bumi yang luas sudah sangat terasa sempit, tiba-tiba saya mendengar orang yang berteriak dan sangat dekat, di atas gunung Sala'. Dia meneriakkan dengan suaranya yang paling tinggi, 'Wahai Ka'ab bin Malik, bergembiralah.' (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: lalu saya tersungkur sujud dan saya tahu sudah datang jalan kemudahan, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengumumkan dengan di terimanya taubat dari Allah Tabaroka Wa Ta'ala kepada kami pada saat shalat subuh. Orang-orang pergi untuk memberi kabar gembira kepada kami, juga pergi ke kedua sahabatku untuk memberinya kabar gembira, lalu ada seorang laki-laki yang datang kepadaku dengan membawa kuda, dan datang seseorang dari Aslam dan menaiki gunung dan ternyata suara tersebut lebih cepat dari pada kuda. Tatkala datang kepadaku orang yang saya dengar suaranya dengan memberikan kabar gembira, saya lepas pakaianku dan saya hadiahkan kepadanya karena pemberitaan kabar gembiranya. Demi Allah saya sudah tidak memiliki selain kedua bajuku itu. Akhirnya saya meminjam dua pakaian dan saya pakai, lalu saya berangkat untuk menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Orang-orang yang bertemu denganku berkelompok-kelompok, mereka memberi selamat kepadaku atas taubatku yang telah diterima. Mereka berkata: semoga kamu senang dengan di terimanya taubatmu dari Allah. Lalu saya duduk masjid, ternyata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedang di kelilingi oleh para sahabatnya. Thalhah bin 'Ubaidullah menemuiku dengan berlari dan berjabat tangan denganku dan memberi ucapan selamat, demi Allah tidak ada orang Muhajirin yang berdiri selainnya. (Abdullah bin Ka'ab bin Malik) berkata: Karenanya Ka'ab tidak bisa melupakan Thalhah. Ka'ab berkata: tatkala saya mengucapkan salam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau memancarkan sinar pada wajahnya karena gembira, dan mengucapkan 'Gembiralah dengan hari yang paling bahagia bagimu sejak kamu di lahirkan ibumu. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: apakah dari anda Wahai Rasulullah, ataukah dari Allah?. (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: ini dari Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam jika sedang bahagia, maka wajahnya bersinar seperti potongan bulan, sampai hal itu bisa diketahui. (Ka'ab bin Malik Radliyallhu'anhu) berkata: tatkala saya duduk di hadapannya, saya berkata: "Wahai Rasulullah, sebagai tanda kebahagiaan taubatku, saya akan melepaskan hartaku sebagai sedekah kepada Allah Ta'ala dan kalian Rasul-Nya.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tahanlah sebagian hartamu, hal itu lebih baik bagimu." Saya pun menahan bagianku yang di Khaibar. Saya berkata: Wahai Rasulullah, Allah Ta'ala menyelamatkanku dengan jujur, dan termasuk dari taubatku juga saya tidak akan berbicara kecuali dengan jujur selamanya. Demi Allah tidak ada seorangpun dari kalangan kaum muslimin yang dicoba oleh Allah dengan kejujuran dalam berbicara sejak saya sebutkan hal itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang lebih baik daripada cobaan Allah Tabaroka Wa Ta'ala kepadaku. Demi Allah, saya tidak pernah berdusta sekalipun sejak saya berkata: kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sampai hari ini. Saya berharap semoga saya bisa menjaganya sampai sisa umurku. (Ka'ab bin Malik Radliya
Grade
مسند أحمد ١٧٠٠٠: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ سَوَّارٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ قَتَادَةَ السُّلَمِيِّ أَنَّهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ خَلَقَ آدَمَ ثُمَّ أَخَذَ الْخَلْقَ مِنْ ظَهْرِهِ وَقَالَ هَؤُلَاءِ فِي الْجَنَّةِ وَلَا أُبَالِي وَهَؤُلَاءِ فِي النَّارِ وَلَا أُبَالِي قَالَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَعَلَى مَاذَا نَعْمَلُ قَالَ عَلَى مَوَاقِعِ الْقَدَرِ
Musnad Ahmad 17000: Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Sawwar] Telah menceritakan kepada kami [Laits] -yakni Ibnu Sa'd- dari [Mu'awiyah] dari [Rasyid bin Sa'd] dari [Abdurrahman bin Qatadah As Sulami] bahwa ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah 'azza wajalla menciptakan Adam, setelah itu Ia menciptakan manusia dari tulang pungguh Adam lalu seraya berfiman, 'Mereka itu akan berada di dalam Surga dan Aku tidak memperdulikannya. Kemudian yang itu adalah di dalam neraka dan Aku pun tidak memperdulikannya.'" Kemudian seorang laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah, lantas atas landasan apa kita beramal?" beliau bersabda: "Di atas pijakan takdir."
Grade
مسند أحمد ١٩٠٨٩: حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ عِيسَى أَخْبَرَنَا عَزْرَةُ بْنُ ثَابِتٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ عُقَيْلٍ عَنِ ابْنِ يَعْمَرَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدِّيْلِيِّ قَالَ غَدَوْتُ عَلَى عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ يَوْمًا مِنْ الْأَيَّامِ فَقَالَ يَا أَبَا الْأَسْوَدِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ أَنَّ رَجُلًا مِنْ جُهَيْنَةَ أَوْ مِنْ مُزَيْنَةَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ مَا يَعْمَلُ النَّاسُ الْيَوْمَ وَيَكْدَحُونَ فِيهِ شَيْءٌ قُضِيَ عَلَيْهِمْ أَوْ مَضَى عَلَيْهِمْ فِي قَدَرٍ قَدْ سَبَقَ أَوْ فِيمَا يُسْتَقْبَلُونَ مِمَّا أَتَاهُمْ بِهِ نَبِيُّهُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاتُّخِذَتْ عَلَيْهِمْ بِهِ الْحُجَّةُ قَالَ بَلْ شَيْءٌ قُضِيَ عَلَيْهِمْ وَمَضَى عَلَيْهِمْ قَالَ فَلِمَ يَعْمَلُونَ إِذًا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ كَانَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ خَلَقَهُ لِوَاحِدَةٍ مِنْ الْمَنْزِلَتَيْنِ يُهَيِّئُهُ لِعَمَلِهَا وَتَصْدِيقُ ذَلِكَ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ { وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا }
Musnad Ahmad 19089: Telah menceritakan kepada kami [Shafwan bin 'Isa], telah mengabarkan kepada kami ['Azrah bin Tsabit] dari [Yahya bin 'Uqail] dari [Ibnu Ya'mar] dari [Abul Aswad Ad Dili] ia berkata: "Pada suatu hari aku berpagi-pagi menmeui ['Imran bin Hushain]. Lalu dia berkata: "Wahai Abul Aswad, -lalu dia menyebutkan hadits-bahwa seorang laki-laki dari suku Juhainah atau Muzainah datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu dia bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana menurut anda mengenai apa yang dilakukan manusia sekarang dan apa yang diusahakan mereka, apakah memang sudah ditentukan dan ditakdirkan untuk mereka atau belum ditentukan, padahal telah datang pada mereka Nabi mereka shallallahu 'alaihi wa sallam untuk dijadikan hujjah? Beliau menjawab: "Bahkan sudah ditentukan dan ditakdirkan untuk mereka." Dia berkata: "Kalau begitu, kenapa manusia harus beramal wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "Barangsiapa yang Allah Azza wa Jalla ciptakan untuk salah satu dari dua tempat (neraka datau surga), maka Allah akan menyiapkan diri orang tersebut untuk melaksanakan (apa yang telah di takdirkanya). Sebagaimana yang disebutkan dalam kitabullah Azza Wa Jalla (Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya)." Q.S Asy Syams 7-8.
Grade
مسند أحمد ٢٠٦٠٧: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا أَبُو سِنَانٍ سَعِيدُ بْنُ سِنَانٍ حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ ابْنِ الدَّيْلَمِيِّ قَالَ لَقِيتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ فَقُلْتُ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ إِنَّهُ قَدْ وَقَعَ فِي نَفْسِي شَيْءٌ مِنْ هَذَا الْقَدَرِ فَحَدِّثْنِي بِشَيْءٍ لَعَلَّهُ يَذْهَبُ مِنْ قَلْبِي قَالَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ عَذَّبَ أَهْلَ سَمَوَاتِهِ وَأَهْلَ أَرْضِهِ لَعَذَّبَهُمْ وَهُوَ غَيْرُ ظَالِمٍ لَهُمْ وَلَوْ رَحِمَهُمْ كَانَتْ رَحْمَتُهُ لَهُمْ خَيْرًا مِنْ أَعْمَالِهِمْ وَلَوْ أَنْفَقْتَ جَبَلَ أُحُدٍ ذَهَبًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مَا قَبِلَهُ اللَّهُ مِنْكَ حَتَّى تُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ وَتَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَمَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ وَلَوْ مِتَّ عَلَى غَيْرِ ذَلِكَ لَدَخَلْتَ النَّارَ قَالَ فَأَتَيْتُ حُذَيْفَةَ فَقَالَ لِي مِثْلَ ذَلِكَ وَأَتَيْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ فَقَالَ لِي مِثْلَ ذَلِكَ وَأَتَيْتُ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ فَحَدَّثَنِي عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ ذَلِكَ
Musnad Ahmad 20607: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepada kami [Abu Sinan Sa'id bin Sinan] telah menceritakan kepada kami [Wahab bin Khalid] dari [Ibnu Dailami] berkata: "Aku berjumpa [Ubay bin Ka'ab] dan aku bertanya padanya, 'Wahai Abu Mundzir, sesungguhnya dalam hatiku ada sesuatu yang mengganjal dalam masalah takdir, ceritakanlah padaku sesuatu hingga bisa menghiburku! ' Ubay berkata: "Kalaulah Allah hendak menyiksa penduduk langit dan bumi pastilah Ia akan menyiksanya tanpa menzhalimi mereka, bila Allah menyayangi mereka maka kasih sayangnya melebihi amal perbuatan yang mereka kerjakan. Jikalau engkau mensedekahkah emas sebesar gunung uhud di jalan Allah Azza Wa Jalla, niscaya Allah tiada akan menerimanya darimu hingga kamu beriman dengan takdir-Nya, dan kamu tahu apa yang akan kamu dapatkan tidak akan meleset darimu, dan apa yang meleset darimu tidak akan kamu dapatkan. Jika kamu mati dalam keadaan tidak seperti itu, sungguh kamu akan masuk Neraka." Kemudian aku mendatangi [Khudzaifah] dan ia pun berkata demikian, lalu aku menemui [Ibnu Mas'ud], ia pun berkata seperti itu, hingga aku mendatangi [Zaid bin Tsabit], maka pun ia menceritakan yang semisal, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam."
Grade