صحيح البخاري ١٠٢٣: حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ الْبَرَّاءِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ لِصُبْحِ رَابِعَةٍ يُلَبُّونَ بِالْحَجِّ فَأَمَرَهُمْ أَنْ يَجْعَلُوهَا عُمْرَةً إِلَّا مَنْ مَعَهُ الْهَدْيُ تَابَعَهُ عَطَاءٌ عَنْ جَابِرٍ
Shahih Bukhari 1023: Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] berkata: telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] berkata: telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Abu Al 'Aliyah Al Barra'] dari Ibnu 'Abbas radliyallahu 'anhuma berkata: "Pernah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya datang pada shubuh keempat yang ketika itu mereka niyatkan untuk haji, lantas Beliau memerintahkan mereka agar menjadikannya sebagai 'umrah kecuali bagi siapa yang membawa hewan sembelihan." Hadits ini juga diikuti oleh ['Atho'] dari [Jabir].
مسند الشافعي ١٠٥٩: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: وَقَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ بِمِنًى لِلنَّاسِ يَسْأَلُونَهُ، فَجَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَشْعُرْ فَحَلَقْتُ قَبْلَ أَنْ أَذْبَحَ، قَالَ: «اذْبَحْ وَلَا حَرَجَ» . فَجَاءَهُ رَجُلٌ آخَرَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَشْعُرْ فَنَحَرْتُ قَبْلَ أَنْ أَرْمِيَ، قَالَ: «ارْمِ وَلَا حَرَجَ» . قَالَ: فَمَا سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ شَيْءٍ قُدِّمَ وَلَا أُخِّرَ إِلَّا قَالَ: «افْعَلْ وَلَا حَرَجَ»
Musnad Syafi'i 1059: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Isa bin Thalhah bin Ubaidillah, dan Abdullah bin Amr bin Al Ash, ia mengatakan: Rasulullah berhenti di Mina dalam haji wada'nya guna memberi kesempatan kepada orang-orang untuk bertanya kepadanya, maka datanglah seorang lelaki dan bertanya, "Wahai Rasulullah , aku tidak mengerti, bagaimana seandainya aku bercukur sebelum aku menyembelih kurban?" Beliau menjawab, "Sembelihlah, tidak mengapa." Datang lagi lelaki lain, lalu bertanya, "Aku tidak mengerti, bagaimana seandainya aku menyembelih kurban sebelum melempar jumrah, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Lemparlah jumrah, tidak mengapa." Perawi melanjutkan kisahnya: Tidak sekali-kali Rasulullah ditanya mengenai sesuatu yang didahulukan atau yang diakhirkan melainkan beliau menjawab, “Kerjakanlah, tidak mengapa."307
مسند الشافعي ١٠٦٢: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ نَوْفَلٍ، أَنَّهُ سَمِعَ سَعْدَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍ، وَالضَّحَّاكَ بْنَ قَيْسٍ، عَامَ حَجَّ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ وَهُمَا يَتَذَاكَرَانِ التَّمَتُّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ، فَقَالَ الضَّحَّاكُ: " لَا يَصْنَعُ ذَلِكَ إِلَّا مَنْ جَهِلَ أَمْرَ اللَّهِ، فَقَالَ سَعْدٌ: بِئْسَمَا قُلْتَ يَا ابْنَ أَخِي، فَقَالَ الضَّحَّاكُ: فَإِنَّ عُمَرَ قَدْ نَهَى عَنْ ذَلِكَ، فَقَالَ سَعْدٌ: قَدْ صَنَعَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَصَنَعْنَاهَا مَعَهُ "
Musnad Syafi'i 1062: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab. dari Muhammad bin Abdullah bin Al Harits bin Naufal: Bahwa ia pernah mendengar Sa'd bin Abu Waqqah dan Adh-Dhahak bin Qais di tahun ketika Muawiyah bin Abu Sufyan menunaikan haji, sedangkan keduanya membicarakan masalah tamattu' dengan ibadah umrah sambil menunggu ibadah haji. Adh-Dhahak berkata, "Tidak ada yang melakukan hal tersebut selain orang yang tidak mengetahui hukum Allah ." Maka Sa'd menjawab, "Hai anak saudaraku, alangkah buruknya apa yang kamu katakan itu." Adh-Dhahak berkata, "Sesungguhnya Umar telah melarang hal itu." Sa'd menjawab, "Sesungguhnya Rasulullah telah melakukan hal tersebut, dan kami pun melakukan hal yang sama mengikut beliau." 310
مسند الشافعي ١٠٦٣: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: «خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ فَمِنَّا مَنْ أَهَلَّ بِحَجٍّ، وَمِنَّا مَنْ أَهَلَّ بِعُمْرَةٍ، وَمِنَّا مَنْ جَمَعَ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ، وَكُنْتُ مِمَّنْ أَهَلَّ بِعُمْرَةٍ»
Musnad Syafi'i 1063: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab. dari Urwah bin Az-Zubair, dari Aisyah yang, ia berkata, "Kami berangkat bersama Nabi pada tahun haji wada'. Di antara kami ada orang yang berihram untuk haji, di antara kami ada yang berihram untuk umrah, dan di antara kami ada pula yang berihram untuk haji dan umrah (sekaligus), sedangkan aku termasuk orang yang berihram untuk umrah." 311
سنن ابن ماجه ١٠٦٣: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَعِيلَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حُمَيْدٍ الزُّهْرِيِّ قَالَ سَأَلْتُ السَّائِبَ بْنَ يَزِيدَ مَاذَا سَمِعْتَ فِي سُكْنَى مَكَّةَ قَالَ سَمِعْتُ الْعَلَاءَ بْنَ الْحَضْرَمِيِّ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثًا لِلْمُهَاجِرِ بَعْدَ الصَّدَرِ
Sunan Ibnu Majah 1063: Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata: telah menceritakan kepada kami [Hatim bin Isma'il] dari ['Abdurrahman bin Humaid Az Zuhri] ia berkata: "Aku bertanya kepada [Sa`ib bin Yazid]: apa yang engkau dengar sewaktu tinggal di Makkah?" ia menjawab, "Aku mendengar [Al 'Ala Ibnul Hadlrami] berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bagi orang yang hijrah adalah tiga hari semenjak selesainya prosesi ibadah haji (atau umrah). "
Grade
Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,
مسند الشافعي ١٠٦٤: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ صَدَقَةَ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ قَالَ: «لَأَنْ أَعْتَمِرَ قَبْلَ الْحَجِّ وَأُهْدِي أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَمِرَ بَعْدَ الْحَجِّ فِي ذِي الْحِجَّةِ»
Musnad Syafi'i 1064: Malik mengabarkan kepada kami dari Shadaqah bin Yasar, dari Ibnu Umar , ia berkata, "Sesungguhnya bila aku melakukan umrah sebelum haji, lalu menyembelih hadyu (hewan kurban) itu lebih aku sukai daripada aku melakukan umrah sesudah haji dalam bulan Dzulhijjah." 312
مسند الشافعي ١٠٨١: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ، عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: " كَانَ فِيمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِي الْقُرْآنِ عَشْرُ رَضَعَاتٍ مَعْلُومَاتٍ يُحَرِّمْنَ، ثُمَّ نُسِخْنَ بِخَمْسٍ مَعْلُومَاتٍ، فَتُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُنَّ مِمَّا يُقْرَأُ مِنَ الْقُرْآنِ
Musnad Syafi'i 1081: Malik mengabarkan kepada kami dari Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm, dari Umrah binti Abdurrahman, dari Aisyah Ummul Mukminin yang menceritakan: Pada mulanya di antara apa yang diturunkan oleh Allah dalam Al Qur'an ialah 10 kali menyusu yang telah dimaklumi dapat menjadikan mahram, kemudian di-nasakh (direvisi) dengan 5 kali menyusu yang dimaklumi. Lalu Rasulullah wafat, sedangkan 5 kali menyusu itu masih tetap merupakan bagian yang dibaca dari Al Qur'an. 329
مسند أحمد ١٠٨٣: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ عَنْ مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ أَنَّهُ قَالَ شَهِدْتُ عَلِيًّا وَعُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ وَعُثْمَانُ يَنْهَى عَنْ الْمُتْعَةِ وَأَنْ يُجْمَعَ بَيْنَهُمَا فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَهَلَّ بِهِمَا فَقَالَ لَبَّيْكَ بِعُمْرَةٍ وَحَجٍّ مَعًا فَقَالَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تَرَانِي أَنْهَى النَّاسَ عَنْهُ وَأَنْتَ تَفْعَلُهُ قَالَ لَمْ أَكُنْ أَدَعُ سُنَّةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقَوْلِ أَحَدٍ مِنْ النَّاسِ
Musnad Ahmad 1083: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dari [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Ali bin Hassan] dari [Marwan bin Al Hakam] berkata: Saya melihat [Ali] dan Utsman radliyallahu 'anhuma pada saat dipertengahan antara Makkah dan Madinah. Utsman melarang haji tamattu' dan menggabungkan keduanya. Tatkala Ali radliyallahu 'anhu melihat hal itu, dia berihram menggabungkan keduanya, kemudian dia membaca: "LABAIKA BI UMRAHTIN WA HAJJIN MA'AN." (Ya Allah aku penuhi panggilanMu dan aku berniat untuk 'umrah dan haji bersamaan) Maka Utsman radliyallahu 'anhu berkata: "Kamu melihat saya melarang orang-orang melakukannya, dan kamu justru melakukannya." Dia menjawab: "Saya tidak akan meninggalkan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena pendapat seorang manusia."
Grade
مسند أحمد ١٠٨٩: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَ اجْتَمَعَ عَلِيٌّ وَعُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا بِعُسْفَانَ فَكَانَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَنْهَى عَنْ الْمُتْعَةِ وَالْعُمْرَةِ فَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا تُرِيدُ إِلَى أَمْرٍ فَعَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَنْهَى عَنْهَا فَقَالَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ دَعْنَا مِنْكَ
Musnad Ahmad 1089: Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Amru bin Murah] dari [Sa'id bin Musayyab] berkata: Ali dan Utsman berkumpul di 'Usfan. Utsman radliyallahu 'anhu melarang (menggabung antara haji) tamattu' dengan umrah, maka [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Apa yang kau inginkan terhadap sesuatu yang telah dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan kamu melarangnya?" Utsman menjawab: "Biarkan kami."
Grade
صحيح البخاري ١١١٣: حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي مَحْمُودُ بْنُ الرَّبِيعِ الْأَنْصَارِيُّ أَنَّهُ عَقَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَقَلَ مَجَّةً مَجَّهَا فِي وَجْهِهِ مِنْ بِئْرٍ كَانَتْ فِي دَارِهِمْ فَزَعَمَ مَحْمُودٌ أَنَّهُ سَمِعَ عِتْبَانَ بْنَ مَالِكٍ الْأَنْصارِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَكَانَ مِمَّنْ شَهِدَ بَدْرًا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُنْتُ أُصَلِّي لِقَوْمِي بِبَنِي سَالِمٍ وَكَانَ يَحُولُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ وَادٍ إِذَا جَاءَتْ الْأَمْطَارُ فَيَشُقُّ عَلَيَّ اجْتِيَازُهُ قِبَلَ مَسْجِدِهِمْ فَجِئْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ لَهُ إِنِّي أَنْكَرْتُ بَصَرِي وَإِنَّ الْوَادِيَ الَّذِي بَيْنِي وَبَيْنَ قَوْمِي يَسِيلُ إِذَا جَاءَتْ الْأَمْطَارُ فَيَشُقُّ عَلَيَّ اجْتِيَازُهُ فَوَدِدْتُ أَنَّكَ تَأْتِي فَتُصَلِّي مِنْ بَيْتِي مَكَانًا أَتَّخِذُهُ مُصَلًّى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَفْعَلُ فَغَدَا عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بَعْدَ مَا اشْتَدَّ النَّهَارُ فَاسْتَأْذَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَذِنْتُ لَهُ فَلَمْ يَجْلِسْ حَتَّى قَالَ أَيْنَ تُحِبُّ أَنْ أُصَلِّيَ مِنْ بَيْتِكَ فَأَشَرْتُ لَهُ إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي أُحِبُّ أَنْ أُصَلِّيَ فِيهِ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَبَّرَ وَصَفَفْنَا وَرَاءَهُ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ وَسَلَّمْنَا حِينَ سَلَّمَ فَحَبَسْتُهُ عَلَى خَزِيرٍ يُصْنَعُ لَهُ فَسَمِعَ أَهْلُ الدَّارِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِي فَثَابَ رِجَالٌ مِنْهُمْ حَتَّى كَثُرَ الرِّجَالُ فِي الْبَيْتِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ مَا فَعَلَ مَالِكٌ لَا أَرَاهُ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ ذَاكَ مُنَافِقٌ لَا يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُلْ ذَاكَ أَلَا تَرَاهُ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ فَقَالَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ أَمَّا نَحْنُ فَوَاللَّهِ لَا نَرَى وُدَّهُ وَلَا حَدِيثَهُ إِلَّا إِلَى الْمُنَافِقِينَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ قَالَ مَحْمُودُ بْنُ الرَّبِيعِ فَحَدَّثْتُهَا قَوْمًا فِيهِمْ أَبُو أَيُّوبَ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَتِهِ الَّتِي تُوُفِّيَ فِيهَا وَيَزِيدُ بْنُ مُعَاوِيَةَ عَلَيْهِمْ بِأَرْضِ الرُّومِ فَأَنْكَرَهَا عَلَيَّ أَبُو أَيُّوبَ قَالَ وَاللَّهِ مَا أَظُنُّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا قُلْتَ قَطُّ فَكَبُرَ ذَلِكَ عَلَيَّ فَجَعَلْتُ لِلَّهِ عَلَيَّ إِنْ سَلَّمَنِي حَتَّى أَقْفُلَ مِنْ غَزْوَتِي أَنْ أَسْأَلَ عَنْهَا عِتْبَانَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنْ وَجَدْتُهُ حَيًّا فِي مَسْجِدِ قَوْمِهِ فَقَفَلْتُ فَأَهْلَلْتُ بِحَجَّةٍ أَوْ بِعُمْرَةٍ ثُمَّ سِرْتُ حَتَّى قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ فَأَتَيْتُ بَنِي سَالِمٍ فَإِذَا عِتْبَانُ شَيْخٌ أَعْمَى يُصَلِّي لِقَوْمِهِ فَلَمَّا سَلَّمَ مِنْ الصَّلَاةِ سَلَّمْتُ عَلَيْهِ وَأَخْبَرْتُهُ مَنْ أَنَا ثُمَّ سَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ الْحَدِيثِ فَحَدَّثَنِيهِ كَمَا حَدَّثَنِيهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ
Shahih Bukhari 1113: Telah menceritakan kepada saya [Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Syihab] berkata: telah mengabarkan kepada saya Mahmud bin Ar Rabi' Al Anshary bahwasanya dia mengingat kejadian bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diantaranya Beliau pernah menyemburkan air dari mulut Beliau kepadanya dari air yang ada di sumur yang berada di rumah mereka. Mahmud mengabarkan bahwa dia mendengar 'Itban bin Malik Al Anshariy radliyallahu 'anhu seorang shahabat yang pernah mengikuti perang Badar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Aku sering memimpin shalat kaumku Bali Salim sedangkan tempat aku dan mereka dipisahkan oleh lembah yang apabila turun hujan akan menghalangi aku mengunjungi masjid mereka. Maka aku menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan aku berkata kepada Beliau: "Pandanganku sudah buruk, sementara lembah yang ada antara aku dan kaumku saat turun hujan akan menghalangiku mengunjungi mereka. Maka aku menginginkan anda dapat mengunjungi aku lalu shalat di rumahku yang akan aku jadikan sebagai tempat shalat. Maka berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Akan saya penuhi". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Abu Bakar berangkat ketika siang hari lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meminta izin, maka aku izinkan. Beliau tidaklah duduk hingga Beliau berkata: "Mana tempat yang kau sukai untuk aku shalat di rumahmu?" Maka Beliau aku tunjukkan tempat yang aku sukai untuk aku shalat disana. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri lalu bertakbir. Dan kami pun berdiri membuat shaf di belakang Beliau, lalu Beliau shalat dua raka'at kemudian memberi salam dan kami pun memberi salam ketika Beliau memberi salam. Lalu aku tahan Beliau dengan menyuguhkan makanan dari daging yang kami masak untuk Beliau. Kemudian orang-orang mendengar kehadiran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di rumahku. Lalu ada seorang diantara mereka yang mengabarkan sehingga orang-orang bertambah banyak yang berkumpul di rumahku. Berkata seorang dari mereka: "Apa yang dilakukan aku tidak setuju". Lalu ada seorang dari mereka yang berkata: "Inilah munafiq, yang tidak mencintai Allah dan RasulNya". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Janganlah kamu ucapkan seperti itu. Bukankah kamu tahu dia telah mengucapkan laa ilaaha illallah dengan semata mengharap ridla Allah?" Orang itu berkata: "Allah dan RasulNya yang lebih tahu". Adapun kami, demi Allah 'tidaklah kami melihat kecintaan dan ucapan Beliau ini kecuali untuk orang Munafiqin. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan laa ilaaha illallah dengan mengharap ridla Allah". berkata: Mahmud bin Ar Rabi': "Kemudian kisah ini aku ceritakan kepada kaum yang dikampung itu ada Abu Ayyub yang pernah menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam perang yang Beliau lakukan yang ia menjadi wafat karenanya dan Yazid bin Mu'awiyah yang saat itu menjadi pemimpin mereka dibumi Rum. Maka Abu Ayyub mengingkari apa yang aku ceritakan seraya berkata: "Demi Allah, aku tidak percaya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan seperti yang kamu ceritakan". Pernyataan Abu Ayyub ini membuat aku sangat berat menerimanya sehingga aku serahkan diriku kepada Allah Ta'ala agar menyelamatkan aku sampai aku kembali dari perangku ini dengan tujuan agar aku bisa menanyakan hal ini kepada 'Itban bin Malik radliyallahu 'anhu jika aku menjumpainya masih hidup di masjid kaumnya. Maka aku kembali lalu aku bertalbiyah (memulai) hajji dan 'umrah. Setelah itu aku pergi berjalan hingga sampai di kota Madinah. Kemudian aku mendatangi Bani Salim, disana aku jumpai 'Itban dalam kondisi yang sudah sangat tua dan telah buta matanya sedang shalat bersama kaumnya. Setelah selesai salam dari shalatnya aku memberi salam kepadanya lalu aku memberi tahu siapa aku lalu aku bertanya kepadanya tentang kisah yang aku maksud. Maka dia menceritakan kepadaku sebagaimana dia pernah menceritakan kali pertama dulu".