Hasil Pencarian: meninggalkan shalat 194 Hadits

Shahih Ibnu Khuzaimah #1797

صحيح ابن خزيمة ١٧٩٧: نا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيُّ، نا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ، عَنْ عِيَاضِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي سَرْحٍ، أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ، دَخَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَمَرْوَانُ بْنُ الْحَكَمِ يَخْطُبُ , فَقَامَ يُصَلِّي , فَجَاءَ الْأَحْرَاسُ لِيُجْلِسُوهُ , فَأَبَى حَتَّى صَلَّى , فَلَمَّا انْصَرَفَ مَرْوَانُ أَتَيْنَاهُ , فَقُلْنَا لَهُ: يَرْحَمُكَ اللَّهُ , إِنْ كَادُوا لَيَفْعَلُونَ بِكَ قَالَ: مَا كُنْتُ لِأَتْرُكَهُمَا بَعْدَ شَيْءٍ رَأَيْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. ثُمَّ ذَكَرَ أَنَّ رَجُلًا جَاءَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فِي هَيْئَةٍ بَذَّةٍ , فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَتَصَدَّقُوا , فَمَا لَقَوْا ثِيَابًا , فَأَمَرَ لَهُ بِثَوْبَيْنِ , وَأَمَرَهُ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ , وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ , ثُمَّ جَاءَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى , وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَتَصَدَّقُوا , فَأَلْقَى رَجُلٌ أَحَدَ ثَوْبَيْهِ , فَصَاحَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , أَوْ زَجَرَهُ , وَقَالَ: «خُذْ ثَوْبَكَ» , ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ هَذَا دَخَلَ فِي هَيْئَةٍ بَذَّةٍ , فَأَمَرْتُ النَّاسَ أَنْ يَتَصَدَّقُوا , فَمَا لَقَوْا ثِيَابًا , فَأَمَرْتُ لَهُ بِثَوْبَيْنِ , ثُمَّ دَخَلَ الْيَوْمَ فَأَمَرْتُ أَنْ يَتَصَدَّقُوا , فَأَلْقَى هَذَا أَحَدَ ثَوْبَيْهِ» , ثُمَّ أَمَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ

Shahih Ibnu Khuzaimah 1797: Said bin Abdurrahman Al Makhzumi memberitakan kepada kami, Sufyan memberitakan kepada kami, dari Ibnu Ajalan, dari Iyadh bin Abdullah bin Sa’ad bin Abu Sarah bahwasanya pada hari jum’at Abu Said Al Khudri datang ke masjid ketika Marwan bin Hakam sedang berkhutbah, lalu Abu Said langsung berdiri untuk melaksanakan shalat sunnah tahiyyat masjid, Akan tetapi, tiba-tiba, para pengawal raja datang untuk menyuruhnya duduk, namun demikian Abu Said tidak bergeming hingga selesai melaksanakan shalat. Ketika Marwan selesai mengimami shalat kaum muslimin, kami pun datang menemui Abu Said seraya berkata kepadanya, 'Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat-Nya kepadamu hai Abu Said! Hampir saja para pengawal raja itu mengambil tindakan yang kurang baik terhadap dirimu.’ mendengar pernyataan kami, Abu Said Al Khudri menjawab, 'Demi Allah, aku tidak akan meninggalkan shalat tahiyyat masjid yang dua rakaat itu setelah aku melihat langsung dari Rasulullah’. Selanjutnya Abu Said bercerita, 'Suatu ketika, pada hari jum’at, seorang laki-laki dengan penampilan yang buruk datang ke masjid saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedang menyampaikan khutbahnya. Kemudian Rasulullah memerintahkan para jama’ah untuk memberikan sedekah kepada laki-laki tersebut. Akan tetapi, ternyata para jama’ah tidak mempunyai baju yang banyak. Akhirnya Rasulullah memberinya dua helai pakaian. Setelah itu laki-laki tersebut diperintahkan untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat, sedangkan Rasulullah melanjutkan khutbahnya. Pada hari jum’at berikutnya, laki-laki itu datang ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedang menyampaikan khutbahnya. Lalu beliau memerintahkan kaum muslimin untuk mengeluarkan sedekahnya. Tiba-tiba laki-laki itu melemparkan salah satu baju (untuk disedekahkan). Akan tetapi Rasulullah mencegahnya untuk bersedekah dengan bajunya itu seraya berkata, 'hai saudaraku, ambillah bajumu' setelah itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'sesungguhnya laki-laki ini datang ke masjid dengan penampilan yang buruk. Lalu aku perintahkan kepada para jama’ah untuk memberikan sedekah kepadanya. Akan tetapi, ternyata mereka tidak mempunyai baju yang banyak. Akhirnya aku berikan dua baju kepadanya. Kemudian pada hari jum’at ini aku memerintahkan kaum muslimin untuk bersedekah dengan hartanya. Dan ternyata laki-laki tersebut melemparkan salah satu bajunya (untuk disedekahkan)" Akhirnya Rasulullah memerintahkan kepadanya untuk melakukan shalat sunah tahiyyatul masjid dua rakaat.

Sunan Daruquthni #1842

سنن الدارقطني ١٨٤٢: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْفَارِسِيُّ , ثنا مُوسَى بْنُ عِيسَى بْنِ الْمُنْذِرِ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ , ثنا خَارِجَةُ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُسَيْنٍ , عَنِ الْحَكَمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , ح وَحَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , ثنا أَبُو عُمَرَ مُحَمَّدُ بْنُ الْفَضْلِ بْنِ سَلَمَةَ , ثنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ , حَدَّثَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ دَاوُدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مِخْرَاقٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ , عَنْ أَبِي حُسَيْنٍ , عَنِ الْحَكَمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعْدٍ الْأَيْلِيِّ , أَنَّ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقَ حَدَّثَهُ , [ص:453] أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرَّجُلِ يُغْمَى عَلَيْهِ فَيَتْرُكَ الصَّلَاةَ فَقَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَيْسَ بِشَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ قَضَاءٌ إِلَّا أَنْ يُغْمَى عَلَيْهِ فِي وَقْتِ صَلَاةٍ , فَيَفِيقُ وَهُوَ فِي وَقْتِهَا فَيُصَلِّيهَا». لَفْظُهُمَا وَاحِدٌ إِلَّا أَنَّ خَارِجَةَ , قَالَ: عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُسَيْنٍ , عَنِ الْحَكَمِ

Sunan Daruquthni 1842: Muhammad bin Isma'il Al Farisi menceritakan kepada kami, Musa bin Isa bin Al Mundzir menceritakan kepada kami, Ahmad bin Khalid-menceritakan kepada kami, Kharijah menceritakan kepada kami, dari Abdullah bin Husain, dari Al Hakam bin Abdullah, {h} dan Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Abu Umar Muhammad bin Al Fadhl bin Salamah menceritakan kepada kami, Isma'il bin Abi Uwais menceritakan kepada kami, Isma'il bin Daud bin Abdullah bin Mikhraq menceritakan kepadaku, dari Sulaiman bin Bilal, dari Abu Husain, dari Al Hakam bin Abdullah bin Sa'd Al Aili, bahwa Al Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar Ash Shiddiq menceritakan kepadanya bahwa Aisyah istri Nabi SAW bertanya kepada Rasulullah SAW tentang seorang yang pingsan lalu meninggalkan shalat. Aisyah berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada qadha dalam hal itu, kecuali jika dia pingsan ketika waktu shalat, lalu sadar ketika masih berada dalam waktu tersebut, dan mengerjakan shalat." Lafazh kedua jalur hadits tersebut satu, hanya saja Kharijah berkata: Dari Abdullah bin Husain, dari Al Hakam.

Grade

Shahih Ibnu Hibban #2063

صحيح ابن حبان ٢٠٦٣: أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْمُثَنَّى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ اللهِ الْقُمِّيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ جَارِيَةَ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، قَالَ‏:‏ جَاءَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي مَكْفُوفُ الْبَصَرِ شَاسِعُ الدَّارِ، فَكَلَّمَهُ فِي الصَّلاَةِ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ أَنْ يُصَلِّيَ فِي مَنْزِلِهِ قَالَ‏:‏ أَتَسْمَعُ الأَذَانَ‏؟‏ قَالَ‏:‏ نَعَمْ قَالَ‏:‏ فَأْتِهَا وَلَوْ حَبْوًا‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ فِي سُؤَالِ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فِي تَرْكِ إِتْيَانِ الْجَمَاعَاتِ وَقَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ ائْتِهَا وَلَوْ حَبْوًا أَعْظَمُ الدَّلِيلِ عَلَى أَنَّ هَذَا أَمْرُ حَتْمٍ لاَ نَدْبٍ إِذْ لَوْ كَانَ إِتْيَانُ الْجَمَاعَاتِ عَلَى مَنْ يَسْمَعُ النِّدَاءَ لَهَا غَيْرَ فَرْضٍ لَأَخْبَرَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالرُّخْصَةِ فِيهِ لأَنَّ هَذَا جَوَابٌ خَرَجَ عَلَى سُؤَالٍ بِعَيْنِهِ وَمُحَالٌ أَنْ لاَ يُوجَدَ لِغَيْرِ الْفَرِيضَةِ رُخْصَةٌ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2063: Ahmad bin Ali bin Al Mutsanna mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Ar-Rabi Az-Zahrani menceritakan kepada kami, dia berkata: Ya'qub bin Abdullah Al Qummi menceritakan kepada kami, dia berkata: Isa bin Jariyah menceritakan kepada kami dari Jabir bin Abdullah, dia berkata: Ibnu Ummi Maktum menemui Nabi dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku orang yang buta dan rumahku jauh." Dia lalu meminta kepada beliau agar diberi keringanan untuk shalat di rumahnya. Nabi lalu bertanya kepadanya, “Apakah kamu mendengar adzan?” Dia menjawab, “Ya.” Beliau pun bersabda, “Datangilah, walaupun dengan merangkak."466 [1:6] Abu Hatim RA berkata, “Permohonan Ibnu Ummi Maktum kepada Nabi agar diberi keringanan untuk meninggalkan shalat jamaah, dan sabda beliau kepadanya, 'Datangilah, walaupun dengan merangkak?, merupakan dalil terbesar yang menunjukkan wajibnya shalat beijamaah, bukan sunah, 467 karena jika menunaikan shalat jamaah bagi orang yang mendengar adzan tidak wajib, maka Nabi pasti memberitahukan tentang keringanannya, sebab ini merupakan jawaban atas pertanyaan yang diajukan, dan mustahil sesuatu yang tidak wajib tidak ada keringanannya.

Shahih Ibnu Hibban #2064

صحيح ابن حبان ٢٠٦٤: أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ سُفْيَانَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى، وَعَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ بَيَانٍ السُّكَّرِيُّ، قَالاَ‏:‏ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ‏:‏ مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يُجِبْ، فَلاَ صَلاَةَ لَهُ إِلاَّ مِنْ عُذْرٍ‏.‏قَالَ أَبُو حَاتِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ‏:‏ فِي هَذَا الْخَبَرِ دَلِيلٌ أَنَّ أَمْرَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِتْيَانِ الْجَمَاعَاتِ أَمْرُ حَتْمٍ لاَ نَدْبٍ، إِذْ لَوْ كَانَ الْقَصْدُ فِي قَوْلِهِ‏:‏ فَلاَ صَلاَةَ لَهُ إِلاَّ مِنْ عُذْرٍ يُرِيدُ بِهِ فِي الْفَضْلِ لَكَانَ الْمَعْذُورُ إِذَا صَلَّى وَحْدَهُ كَانَ لَهُ فَضْلُ الْجَمَاعَةِ، فَلَمَّا اسْتَحَالَ هَذَا وَبَطَلَ ثَبَتَ أَنَّ الأَمْرَ بِإِتْيَانِ الْجَمَاعَةِ أَمْرُ إِيجَابٍ لاَ نَدْبٍ‏.‏وَأَمَّا الْعُذْرُ الَّذِي يَكُونُ الْمُتَخَلِّفُ عَنْ إِتْيَانِ الْجَمَاعَاتِ بِهِ مَعْذُورًا، فَقَدْ تَتَبَّعْتُهُ فِي السُّنَنِ كُلِّهَا فَوَجَدْتُهَا تَدُلُّ عَلَى أَنَّ الْعُذْرَ عَشْرَةُ أَشْيَاءَ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2064: Al Hasan bin Sufyan mengabarkan kepada, kami, dia berkata: Zakariya bin Yahya dan Abdnl Hamid bin Bayan As-Sukkari menceritakan kepada kami, keduanya berkata: Husyaim menceritakan kepada kami dari Syu’bah, dari Adi bin Tsabit, dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah bersabda, “Siapa saja yang mendengar adzan, tetapi tidak mendatanginya, maka shalatnya tidak sah, kecuali berhalangan."468 [1:6] Abu Hatim RA berkata: Khabar ini merupakan dalil bahwa perintah Nabi menunaikan shalat berjamaah adalah wajib, bukan sunah, karena apabila maksud sabda beliau “maka tidak sah shalatnya, kecuali berhalangan” adalah keutamaannya, maka orang yang berhalangan bila shalat sendirian akan mendapatkan keutamaan jamaah. Adapun halangan yang menyebabkan seseorang boleh meninggalkan shalat jamaah, saya telah menelitinya dalam seluruh Sunnah, dan saya temukan 10 halangan tersebut: (disebutkan dalam hadits-hadits berikut ini—ed).

Shahih Ibnu Hibban #2100

صحيح ابن حبان ٢١٠٠: أَخْبَرَنَا أَبُو يَعْلَى، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ أَبِي زَائِدَةَ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ أَبِي الأَحْوَصِ، قَالَ‏:‏ قَالَ عَبْدُ اللهِ‏:‏ لَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ عَنِ الصَّلاَةِ إِلاَّ مُنَافِقٌ قَدْ عُلِمَ نِفَاقُهُ أَوْ مَرِيضٌ، وَإِنْ كَانَ الْمَرِيضُ لَيَمُرُّ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ حَتَّى يَأْتِيَ الصَّلاَةَ وَقَالَ‏:‏ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَّمَنَا سُنَنَ الْهُدَى وَمِنْ سُنَنِ الْهُدَى الصَّلاَةُ فِي الْمَسْجِدِ الَّذِي يُؤَذَّنُ فِيهِ‏.‏

Shahih Ibnu Hibban 2100: Abu Ya'la mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Bakar bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami dia berkata: Muhammad bin Bisyr menceritakan kepada kami, dia berkata: Zakariya bin Abi Zaidah menceritakan kepada kami dari Abdul Malik bin Umair, dari Abu Al Ahwash, dia berkata: Abdullah berkata, “Kami telah mengetahui bahwa tidak ada yang meninggalkan shalat jamaah kecuali orang munafik yang telah diketahui kemunafikannya, atau orang yang sakit Apabila seseorang sakit, maka dia akan berjalan di antara dua orang laki-laki (yakni dipapah agar tidak jatuh) sampai dia menunaikan shalat Sesungguhnya Rasulullah mengajarkan kita Sunnah-Sunnah petunjuk (jalan-jalan petunjuk dan kebenaran), diantaranya shalat di masjid yang dikumandangkan adzan di dalamnya.” 520 [3:50]

Musnad Ahmad #2176

مسند أحمد ٢١٧٦: حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبَانُ الْعَطَّارُ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ زَيْدٍ عَنْ أَبِي سَلَّامٍ عَنِ الْحَكَمِ بْنِ مِينَاءَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُمَا سَمِعَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمْ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيُكْتَبُنَّ مِنْ الْغَافِلِينَ

Musnad Ahmad 2176: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Aban Al 'Aththar] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Katsir] dari [Zaid] dari [Abu Sallam] dari [Al Hakam bin Mina`] dari [Ibnu Abbas] dan dari [Ibnu Umar] keduanya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hendaklah orang-orang berhenti dari meninggalkan shalat jum'at, atau Allah akan menutup (mati) hati mereka, kemudian mereka akan ditetapkan termasuk golongan orang-orang yang lalai."

Grade

Sunan Tirmidzi #2543

سنن الترمذي ٢٥٤٣: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَ الْكُفْرِ وَالْإِيمَانِ تَرْكُ الصَّلَاةِ حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا أَسْبَاطُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ وَقَالَ بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ أَوْ الْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَأَبُو سُفْيَانَ اسْمُهُ طَلْحَةُ بْنُ نَافِعٍ

Sunan Tirmidzi 2543: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dan [Abu Mu'awiyah] dari [al A'masy] dari [Abu Sufyan] dari [Jabir] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Antara kufur dan iman adalah meninggalkan shalat." Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah menceritakan kepada kami [Asbath bin Muhammad] dari [al A'masy] dengan semisal sanad ini dan bersabda: "Antara seorang hamba dengan syirik atau kafir adalah meninggalkan shalat." Abu Isa berkata: 'Ini adalah hadits hasan shahih. Dan Abu Sufyan namanya adalah Thalhah bin Nafi'.'

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : 1. Shahih, 2. Shahih (2618-2619),

Sunan Tirmidzi #2544

سنن الترمذي ٢٥٤٤: حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ الْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَأَبُو الزُّبَيْرِ اسْمُهُ مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمِ بْنِ تَدْرُسَ

Sunan Tirmidzi 2544: Telah menceritakan kepada kami [Hannad] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Abu az Zubair] dari [Jabir] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Antara seorang hamba dengan kekufuran adalah meninggalkan shalat." Abu Isa berkata: 'Ini hadits hasan shahih, dan Abu az Zubair namanya adalah Muhammad bin Muslim bin Tadrus.'

Grade

Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Shahih,

Musnad Ahmad #2935

مسند أحمد ٢٩٣٥: حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ عَنْ يَحْيَى قَالَ حَدَّثَ أَبُو سَلَّامٍ عَنِ الْحَكَمِ بْنِ مِينَاءَ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ وَعَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ أَنَّهُمَا سَمِعَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَلَى أَعْوَادِ مِنْبَرِهِ لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمْ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيُكْتَبُنَّ مِنْ الْغَافِلِينَ حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا أَبَانُ بْنُ يَزِيدَ الْعَطَّارُ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَّامٍ عَنِ الْحَكَمِ بْنِ مِينَاءَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ

Musnad Ahmad 2935: Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] telah menceritakan kepada kami [Hisyam Ad Dastuwai`i] dari [Yahya] berkata: telah menceritakan [Abu Sallam] dari [Al Hakam bin Mina`] bahwa ia mendengar [Abdullah bin Umar] dan [Abdullah bin Abbas] bahwa mereka berdua mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda di atas tangga-tangga mimbarnya: "Orang-orang itu akan menghentikan kebiasaan meninggalkan shalat Jum'at, atau Allah akan mengunci mati hati mereka kemudian mereka akan ditetapkan termasuk orang-orang yang lalai?." Telah menceritakan kepada kami [Hudbah bin Khalid] telah menceritakan kepada kami [Aban bin Yazid Al 'Athar] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abi Sallam] dari [Hakam bin Mina`] dari [Ibnu Abbas] dan [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seperti itu.

Grade

Sunan Daruquthni #3333

سنن الدارقطني ٣٣٣٣: حَدَّثَنَا بِهِ الْقَاضِي الْمَحَامِلِيُّ , نا الْعَبَّاسُ بْنُ يَزِيدَ , نا وَكِيعٌ , عَنْ سُفْيَانَ , عَنْ مَنْصُورٍ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: «دِيَةُ الْخَطَأِ أَخْمَاسًا». ثُمَّ فَسَّرَهَا كَمَا فَسَّرَهَا أَبُو عُبَيْدَةَ وَعَلْقَمَةُ عَنْهُ سَوَاءً , فَهَذِهِ الرِّوَايَةُ وَإِنْ كَانَ فِيهَا إِرْسَالٌ فَإِبْرَاهِيمُ النَّخَعِيُّ هُوَ أَعْلَمُ النَّاسِ بِعَبْدِ اللَّهِ وَبِرَأْيِهِ وَبِفُتْيَاهُ , قَدْ أَخَذَ ذَلِكَ عَنْ أَخْوَالِهِ عَلْقَمَةَ , وَالْأَسْوَدِ , وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ ابْنَيْ يَزِيدَ , وَغَيْرِهِمْ مِنْ كُبَرَاءِ أَصْحَابِ عَبْدِ اللَّهِ , وَهُوَ الْقَائِلُ: " إِذَا قُلْتُ لَكُمْ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ فَهُوَ عَنْ جَمَاعَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ عَنْهُ , وَإِذَا سَمِعْتُهُ مِنْ رَجُلٍ وَاحِدٍ سَمَّيْتُهُ لَكُمْ. وَوَجْهٌ آخَرُ: وَهُوَ أَنَّ الْخَبَرَ الْمَرْفُوعَ الَّذِي فِيهِ ذِكْرُ بَنِي الْمَخَاضِ لَا نَعْلَمُهُ رَوَاهُ إِلَّا خِشْفُ بْنُ مَالِكٍ , عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ وَهُوَ رَجُلٌ مَجْهُولٌ , وَلَمْ يَرْوِهِ عَنْهُ إِلَّا زَيْدُ بْنُ جُبَيْرِ بْنِ حَرْمَلٍ الْجُشَمِيُّ , وَأَهْلُ الْعِلْمِ بِالْحَدِيثِ لَا يَحْتَجُّونَ بِخَبَرٍ يَنْفَرِدُ بِرِوَايَتِهِ رَجُلٌ غَيْرُ مَعْرُوفٍ , وَإِنَّمَا يَثْبُتُ الْعِلْمُ عِنْدَهُمْ بِالْخَبَرِ إِذَا كَانَ رُوَاتُهُ عَدْلًا مَشْهُورًا , أَوْ رَجُلٌ قَدِ ارْتَفَعَ اسْمُ الْجَهَالَةِ عَنْهُ , وَارْتِفَاعُ اسْمِ الْجَهَالَةِ عَنْهُ أَنْ يَرْوِيَ عَنْهُ رَجُلَانِ فَصَاعِدًا , فَإِذَا كَانَ هَذِهِ صِفَتُهُ ارْتَفَعَ عَنْهُ اسْمُ الْجَهَالَةِ وَصَارَ حِينَئِذٍ مَعْرُوفًا , فَأَمَّا مَنْ لَمْ يَرْوِ عَنْهُ إِلَّا رَجُلٌ وَاحِدٌ انْفَرَدَ بِخَبَرٍ وَجَبَ التَّوَقُّفُ عَنْ خَبَرِهِ ذَلِكَ حَتَّى يُوَافِقَهُ غَيْرُهُ , وَاللَّهُ أَعْلَمُ. وَوَجْهٌ آخَرُ: أَنَّ خَبَرَ خِشْفِ بْنِ مَالِكٍ لَا نَعْلَمُ أَنَّ أَحَدًا رَوَاهُ عَنْ زَيْدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْهُ إِلَّا حَجَّاجَ بْنَ أَرْطَاةَ , وَالْحَجَّاجُ فَرَجُلٌ مَشْهُورٌ بِالتَّدْلِيسِ وَبِأَنَّهُ يُحَدِّثُ عَنْ مَنْ لَمْ يَلْقَهُ وَمَنْ لَمْ يَسْمَعْ مِنْهُ , قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ الضَّرِيرُ: قَالَ لِي حَجَّاجٌ: لَا يَسْأَلْنِي أَحَدٌ عَنِ الْخَبَرِ , يَعْنِي: إِذَا حَدَّثْتُكُمْ بِشَيْءٍ فَلَا تَسْأَلُونِي مَنْ أَخْبَرَكَ بِهِ , وَقَالَ يَحْيَى بْنُ زَكَرِيَّا بْنُ أَبِي زَائِدَةَ: كُنْتُ عِنْدَ الْحَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ يَوْمًا فَأَمَرَ بِغَلْقِ الْبَابِ , ثُمَّ قَالَ: لَمْ أَسْمَعْ مِنَ الزُّهْرِيِّ شَيْئًا , وَلَمْ أَسْمَعْ مِنْ إِبْرَاهِيمَ , وَلَا مِنَ الشَّعْبِيِّ إِلَّا حَدِيثًا وَاحِدًا , وَلَا مِنْ فُلَانٍ , وَلَا مِنْ فُلَانٍ , حَتَّى عَدَّ سَبْعَةَ عَشَرَ أَوْ بَضْعَةَ عَشَرَ كُلُّهُمْ قَدْ رَوَى عَنْهُ الْحَجَّاجُ , ثُمَّ زَعَمَ بَعْدَ رِوَايَتِهِ عَنْهُمْ أَنَّهُ لَمْ يَلْقَهُمْ وَلَمْ يَسْمَعْ مِنْهُمْ , وَتَرَكَ الرِّوَايَةَ عَنْهُ سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , وَيَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ , وَعِيسَى بْنُ يُونُسَ بَعْدَ أَنْ جَالَسُوهُ وَخَبَّرُوهُ , وَكَفَاكَ بِهِمْ عِلْمًا بِالرِّجَالِ وَنُبْلًا , قَالَ سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ: دَخَلْتُ عَلَى الْحَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ وَسَمِعْتُ كَلَامَهُ , فَذَكَرَ شَيْئًا أَنْكَرْتُهُ , فَلَمْ أَحْمِلْ عَنْهُ شَيْئًا , وَقَالَ يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ: رَأَيْتُ الْحَجَّاجَ بْنَ أَرْطَاةَ بِمَكَّةَ فَلَمْ أَحْمِلْ عَنْهُ شَيْئًا وَلَمْ أَحْمِلْ أَيْضًا عَنْ رَجُلٍ عَنْهُ كَانَ عَدَّهُ مُضْطَرِبًا , وَقَالَ يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ: الْحَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ لَا يُحْتَجُّ بِحَدِيثِهِ , وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ: سَمِعْتُ الْحَجَّاجَ يَقُولُ: لَا يَنْبُلُ الرَّجُلُ حَتَّى يَدَعَ الصَّلَاةَ فِي الْجَمَاعَةِ , وَقَالَ عِيسَى بْنُ يُونُسَ: سَمِعْتُ الْحَجَّاجَ يَقُولُ: أَخْرُجُ إِلَى الصَّلَاةِ يُزَاحِمُنِي الْحَمَّالُونَ وَالْبَقَّالُونَ , وَقَالَ جَرِيرٌ: سَمِعْتُ الْحَجَّاجَ يَقُولُ: أَهْلَكَنِي حُبُّ الْمَالِ وَالشَّرَفِ. وَوَجْهٌ آخَرُ: وَهُوَ أَنَّ جَمَاعَةً مِنَ الثِّقَاتِ رَوَوْا هَذَا الْحَدِيثَ عَنِ الْحَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ فَاخْتَلَفُوا عَلَيْهِ فِيهِ , فَرَوَاهُ عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ حَجَّاجٍ عَلَى هَذَا اللَّفْظِ الَّذِيِ ذَكَرْنَا عَنْهُ , وَوَافَقَهُ عَلَى ذَلِكَ عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ , وَخَالَفَهُمَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأُمَوِيُّ وَهُوَ مِنَ الثِّقَاتِ , فَرَوَاهُ عَنِ الْحَجَّاجِ , عَنْ زَيْدِ بْنِ جُبَيْرٍ , عَنْ خِشْفِ بْنِ مَالِكٍ , قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ: قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَطَأِ أَخْمَاسًا: عِشْرُونَ جِذَاعًا , وَعِشْرُونَ بَنَاتِ لَبُونٍ , وَعِشْرُونَ بَنِي لَبُونٍ , وَعِشْرُونَ بَنَاتِ مَخَاضٍ , وَعِشْرُونَ بَنِي مَخَاضٍ ذُكُورٍ , فَجَعَلَ مَكَانَ الْحِقَاقِ بَنِي لَبُونٍ

Sunan Daruquthni 3333: Al Qadhi Al Mahamili menceritakan kepada kami, Abbas bin Yazid menceritakan kepada kami, Waki' menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari Manshur, dari Ibrahim, dari Abdullah, dia berkata, "Diyat pembunuhan tidak disengaja ada lima bagian." Ia kemudian menjelaskannya sebagaimana halnya yang dijelaskan oleh Abu Ubaidah dan Alqamah. Riwayat ini meskipun mursal, tapi Ibrahim An-Nakha'i adalah orang yang paling tahu tentang pendapat Abdullah bin Mas'ud. Ia memperolehnya dari pamanpamannya, Alqamah, Al Aswad dan Abdurrahman bin Yazid, dan lainnya yang merupakan murid-murid senior Ibnu Mas'ud. Ibrahim juga pernah berkata, "Jika aku berkata, 'Abdullah berkata,' itu artinya dari sejumlah sahabatnya. Jika aku mendengarnya dari orang lain maka aku akan menyebutkan nama orang itu." Di sisi lain, hadits marfu' di atas (3332) yang menyebutkan bani Makhadh hanya diriwayatkan dari riwayat Khisyif bin Malik, dari Ibnu Mas'ud, padahal dia adalah perawi majhul (tidak dikenal identitasnya). Satu-satunya perawi yang meriwayatkan darinya adalah Zaid bin Jubair bin Harmal Al Jusyami. Padahal, ahli hadits tidak bisa menggunakan riwayat yang hanya diriwayatkan dari satu perawi sebagai hujjah. Para ulama hadits menetapkan bahwa satu kabar diterima bila diriwayatkan dari orang yang adil dan masyhur (terkenal), atau setidaknya tidak lagi menyandang sifat majhul dalam dirinya. Itu bisa terealisir bila ada dua orang perawi atau lebih yang meriwayatkan hadits darinya. Perawi yang hanya memiliki satu orang perawi harus menunggu sampai ada perawi lain yang meriwayati sama dengannya. Hal lain yang menyebabkan hadits ini dha‘if adalah riwayat Khisyif bin Malik ini kami tidak mengetahui ada seorang pun yang meriwayatkannya dari Zaid bin Jubair kecuali hanya Hajjaj bin Arthah. Sedangkan Hajjaj ini terkenal suka meriwayatkan hadits secara tadlis (meriwayatkan hadits menurut cara yang diperkirakan bahwa hadits tersebut tidak memiliki cacat). Ia juga sering meriwayatkan dari orang yang belum pernah ia temui atau belum ia dengar langsung dari orang itu. Abu Mu'awiyah Adh-Dharir berkata, "Hajjaj berkata padaku, 'Jangan ada seseorang bertanya dari siapa aku mendapatkan hadits ini bila aku menceritakan satu hadits kepada kalian, jangan bertanya dari siapa Anda mendengar hadits ini'." Yahya bin Zakaria bin Abu Za'idah berkata, "Aku pernah bersama Hajjaj bin Arthah pada satu hari. Ia kemudian menyuruh menutup pintu baru kemudian dia berkata, 'Aku sebenarnya tak pernah mendengar langsung dari Az-Zuhri, dari Ibrahim, juga dari Asy-Sya'bi kecuali hanya satu hadits, tidak juga dari Fulan dan Fulan...'." Ia menyebutkan ada 17 orang atau sepuluh orang lebih, semuanya disebutkan bahwa Hajjaj pernah meriwayatkan dari mereka. Setelah meriwayatkan dari mereka dia malah mengatakan bahwa ia tidak pernah bertemu mereka. Sufyan bin Uyainah, Yahya bin Sa'id Al Qaththan dan Isa bin Yunus tidak mau meriwayatkan darinya setelah mereka berteman dengannya dan mengujinya. Kiranya orang-orang ini cukup mewakili untuk menjelaskan kredibelitas Hajjaj. Sufyan bin Uyainah berkata, "Aku pernah menemui Hajjaj bin Arthah, aku mendengar ucapannya dan ia menyebutkan beberapa hal yang aku ingkari. Aku sama sekali tidak memujinya." Yahya bin Sa'id Al Qaththan berkata, "Aku melihat Hajjaj bin Arthah di Makkah tapi aku tak meriwayatkan apa pun darinya, juga tidak dari orang yang meriwayatkan darinya, karena ia termasuk perawi hadits mudhtharib (meriwayatkan hadits dengan beberapa jalur periwayatan yang berbeda-beda, namun tidak mungkin dapat digabungkan)." Yahya bin Ma'in berkata, "Al Hajjaj bin Arthah tidak dapat dijadikan sebagai hujjah." Abdullah bin Idris berkata, "Aku mendengar Hajjaj berkata, "Seseorang tidak akan mulia sampai meninggalkan shalat jama'ah." 'Isa bin Yunus berkata, "Aku mendengar Hajjaj berkata, 'Aku keluar menuju shalat, para kuli dan pedagang mengerumuni aku'." Jarir berkata, "Aku mendengar Hajjaj berkata, 'Aku dibuat celaka oleh cinta, harta, dan kedudukan'." Alasan lainnya adalah beberapa rawi tsiqah meriwayatkan hadits ini dari Hajjaj tapi redaksi mereka berbeda-beda. Abdurrahim bin Sulaiman meriwayatkan dengan redaksi seperti yang kami sebutkan, sama juga dengan redaksi Abdul Wahid bin Ziyad, tapi berbeda dengan riwayat Yahya bin Sa'id Al Umawi padahal ia termasuk perawi tsiqah. Ia meriwayatkannya dari Hajjaj, dari Zaid bin Jubair, dari Khisyif bin Malik, berkata: Aku mendengar Abdullah bin Mas'ud berkata, "Rasulullah SAW menetapkan diyat pembunuhan yang tidak disengaja lima bagian, yaitu: 20 jadza'ah, 20 banat labun, 20 bani labun, 20 banat makhadh, 20 bani makhadh." Di dalam riwayat ini lafazh hiqqah diganti bani labun.