مسند أحمد ١٩٠٥٢: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عَوْفٍ حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ حَدَّثَنِي عِمَرانُ بْنُ حُصَيْنٍ قَالَ كُنَّا فِي سَفَرٍ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنَّا أَسْرَيْنَا حَتَّى إِذَا كُنَّا فِي آخِرِ اللَّيْلِ وَقَعْنَا تِلْكَ الْوَقْعَةَ فَلَا وَقْعَةَ أَحْلَى عِنْدَ الْمُسَافِرِ مِنْهَا قَالَ فَمَا أَيْقَظَنَا إِلَّا حَرُّ الشَّمْسِ وَكَانَ أَوَّلَ مَنْ اسْتَيْقَظَ فُلَانٌ ثُمَّ فُلَانٌ كَانَ يُسَمِّيهِمْ أَبُو رَجَاءٍ وَنَسِيَهُمْ عَوْفٌ ثُمَّ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ الرَّابِعُ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا نَامَ لَمْ نُوقِظْهُ حَتَّى يَكُونَ هُوَ يَسْتَيْقِظُ لِأَنَّا لَا نَدْرِي مَا يُحْدِثُ أَوْ يَحْدُثُ لَهُ فِي نَوْمِهِ فَلَمَّا اسْتَيْقَظَ عُمَرُ وَرَأَى مَا أَصَابَ النَّاسَ وَكَانَ رَجُلًا أَجْوَفَ جَلِيدًا قَالَ فَكَبَّرَ وَرَفَعَ صَوْتَهُ بِالتَّكْبِيرِ فَمَا زَالَ يُكَبِّرُ وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ بِالتَّكْبِيرِ حَتَّى اسْتَيْقَظَ لِصَوْتِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَكَوْا الَّذِي أَصَابَهُمْ فَقَالَ لَا ضَيْرَ أَوْ لَا يَضِيرُ ارْتَحِلُوا فَارْتَحَلَ فَسَارَ غَيْرَ بَعِيدٍ ثُمَّ نَزَلَ فَدَعَا بِالْوَضُوءِ فَتَوَضَّأَ وَنُودِيَ بِالصَّلَاةِ فَصَلَّى بِالنَّاسِ فَلَمَّا انْفَتَلَ مِنْ صَلَاتِهِ إِذَا هُوَ بِرَجُلٍ مُعْتَزِلٍ لَمْ يُصَلِّ مَعَ الْقَوْمِ فَقَالَ مَا مَنَعَكَ يَا فُلَانُ أَنْ تُصَلِّيَ مَعَ الْقَوْمِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَصَابَتْنِي جَنَابَةٌ وَلَا مَاءَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكَ بِالصَّعِيدِ فَإِنَّهُ يَكْفِيكَ ثُمَّ سَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاشْتَكَى إِلَيْهِ النَّاسُ الْعَطَشَ فَنَزَلَ فَدَعَا فُلَانًا كَانَ يُسَمِّيهِ أَبُو رَجَاءٍ وَنَسِيَهُ عَوْفٌ وَدَعَا عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ فَقَالَ اذْهَبَا فَابْغِيَا لَنَا الْمَاءَ قَالَ فَانْطَلَقَا فَيَلْقَيَانِ امْرَأَةً بَيْنَ مَزَادَتَيْنِ أَوْ سَطِيحَتَيْنِ مِنْ مَاءٍ عَلَى بَعِيرٍ لَهَا فَقَالَا لَهَا أَيْنَ الْمَاءُ فَقَالَتْ عَهْدِي بِالْمَاءِ أَمْسِ هَذِهِ السَّاعَةَ وَنَفَرُنَا خُلُوفٌ قَالَ فَقَالَا لَهَا انْطَلِقِي إِذًا قَالَتْ إِلَى أَيْنَ قَالَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ هَذَا الَّذِي يُقَالُ لَهُ الصَّابِئُ قَالَا هُوَ الَّذِي تَعْنِينَ فَانْطَلِقِي إِذًا فَجَاءَا بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَدَّثَاهُ الْحَدِيثَ فَاسْتَنْزَلُوهَا عَنْ بَعِيرِهَا وَدَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِنَاءٍ فَأَفْرَغَ فِيهِ مِنْ أَفْوَاهِ الْمَزَادَتَيْنِ أَوْ السَّطِيحَتَيْنِ وَأَوْكَأَ أَفْوَاهَهُمَا فَأَطْلَقَ الْعَزَالِي وَنُودِيَ فِي النَّاسِ أَنْ اسْقُوا وَاسْتَقُوا فَسَقَى مَنْ شَاءَ وَاسْتَقَى مَنْ شَاءَ وَكَانَ آخِرُ ذَلِكَ أَنْ أَعْطَى الَّذِي أَصَابَتْهُ الْجَنَابَةُ إِنَاءً مِنْ مَاءٍ فَقَالَ اذْهَبْ فَأَفْرِغْهُ عَلَيْكَ قَالَ وَهِيَ قَائِمَةٌ تَنْظُرُ مَا يُفْعَلُ بِمَائِهَا قَالَ وَايْمُ اللَّهِ لَقَدْ أَقْلَعَ عَنْهَا وَإِنَّهُ لَيُخَيَّلُ إِلَيْنَا أَنَّهَا أَشَدُّ مِلْأَةً مِنْهَا حِينَ ابْتَدَأَ فِيهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اجْمَعُوا لَهَا فَجَمَعَ لَهَا مِنْ بَيْنِ عَجْوَةٍ وَدَقِيقَةٍ وَسُوَيْقَةٍ حَتَّى جَمَعُوا لَهَا طَعَامًا كَثِيرًا وَجَعَلُوهُ فِي ثَوْبٍ وَحَمَلُوهَا عَلَى بَعِيرِهَا وَوَضَعُوا الثَّوْبَ بَيْنَ يَدَيْهَا فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعْلَمِينَ وَاللَّهِ مَا رَزَأْنَاكِ مِنْ مَائِكِ شَيْئًا وَلَكِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ هُوَ سَقَانَا قَالَ فَأَتَتْ أَهْلَهَا وَقَدْ احْتَبَسَتْ عَنْهُمْ فَقَالُوا مَا حَبَسَكِ يَا فُلَانَةُ فَقَالَتْ الْعَجَبُ لَقِيَنِي رَجُلَانِ فَذَهَبَا بِي إِلَى هَذَا الَّذِي يُقَالُ لَهُ الصَّابِئُ فَفَعَلَ بِمَائِي كَذَا وَكَذَا لِلَّذِي قَدْ كَانَ فَوَاللَّهِ إِنَّهُ لَأَسْحَرُ مَنْ بَيْنَ هَذِهِ وَهَذِهِ قَالَتْ بِأُصْبُعَيْهَا الْوُسْطَى وَالسَّبَّابَةِ فَرَفَعَتْهُمَا إِلَى السَّمَاءِ يَعْنِي السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ أَوْ إِنَّهُ لَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقًّا قَالَ وَكَانَ الْمُسْلِمُونَ بَعْدُ يُغِيرُونَ عَلَى مَا حَوْلَهَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ وَلَا يُصِيبُونَ الصِّرْمَ الَّذِي هِيَ فِيهِ فَقَالَتْ يَوْمًا لِقَوْمِهَا مَا أَرَى أَنَّ هَؤُلَاءِ الْقَوْمَ يَدَعُونَكُمْ عَمْدًا فَهَلْ لَكُمْ فِي الْإِسْلَامِ فَأَطَاعُوهَا فَدَخَلُوا فِي الْإِسْلَامِ
Musnad Ahmad 19052: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Auf] telah menceritakan kepada kami [Abu Raja'] telah menceritakan kepadaku [Imran bin Husain] katanya, Kami pernah dalam perjalanan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Kami melakukan perjalanan pada malam hari, hingga ketika kami sudah di akhir alam, kami beristirahat sejenak. Rupanya tak ada istirahat yang lebih manis bagi musafir selain istirahat pada waktu itu. Ketika itu kami tertidur pulas sepulas-pulasnya sehingga kami tidak bangun selain setelah sengatan matahari mengusik kami. Yang pertama kali bangun adalah si polan dan si polan. -Abu Raja' masih bisa menyebutkan nama-nama itu satu persatu, namun 'Auf lupa- Kemudian Umar bin khattab radliallahu 'anhu adalah orang keempat yang bangun. Sudah menjadi tradisi, jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidur, kami semua tidak berani membangunkannya, sebab siapa tahu telah terjadi sesuatu pada diri beliau, atau ada sesuatu yang terjadi pada diri beliau. Ketika Umar bangun, dan ia melihat orang-orang kepulasan -kebetulan ia berperawakan jumbo dan kuat- ia bertakbir dan melantangkan suaranya dengan takbir. Ia tidak berhenti bertakbir dan melantangkan suaranya hingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bangun, karena suaranya yang menggelegar. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bangun, para sahabat melaporkan apa yang terjadi. Namun beliau hanya menjawab: "Tidak masalah -atau dengan redaksi 'selamanya tidak masalah, mari kita teruskan perjalanan." Kemudian mereka melanjutkan perjalanan. Belum begitu jauh beliau berjalan, belaiu lalu singgah dan meminta air wudhu'. Lalu Beliau berwudhu, setelah adzan dikumandangkan, beliau mengimami orang-orang. Seusai shalat, tak tahunya ada seorang sahabat yang mengisolir diri dan tidak ikut shalat bersama yang lain. Nabi bertanya: "Apa yang menghalangimu tidak shalat bersama-sama (jamaah)?" Jawabnya: "Ya Rasulullah, kebetulan aku sedang junub, sementara kondisi sedang tak ada air." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Cukup bagimu dengan debu (untuk bersuci)." Setelah itu beliau melanjutkan perjalanan, ternyata para sahabat mengeluh karena kehausan. Beliau pun singgah dan memanggil si polan -Abu Raja' masih bisa menyebut namanya, namun Auf lupa- dan Ali Radhiyallau'anhu. Kata Nabi: "Pergilah kalian berdua untuk mencari air!." Kata Imran, keduanya llau berangkat, ternyata mereka berdua menemui seorang wanita diatas untanya tengah memikul dua geriba air yang sering diistilahkan mizadah dan dua kantong air kulit bersusun-susun yang sering diistilahkan sathihat. (Orang arab mengistilahkan begitu). Keduanya bertanya "Dimanakah ada sumber air? Si wanita menjawab: "Kami mencari air semenjak kemaren, dalam waktu seperti ini, sedang kaumku akan menjemputku." Keduanya berkata: "Maaf, tolong kamu berangkat." Si wanita bertanya "Maksud kalian berdua, aku berangkat ke mana? Ali dan kawannya menjawab: "Kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam! Si wanita menjawab "Laki-laki yang sering dijuluki "Si sinting" oleh orang-orang itu?" Ali dan kawannya menjawab: "Itulah yang kau maksudkan, kamu benar, berangkatlah sekarang juga!." Keduanya terus mengajak si wanita menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan keduanya kisahkan cerita kepada beliau. Para sahabat kemudian menurunkan si wanita dari untanya, sedang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meminta bejana. Beliau tumpahi air bejana itu dari mulut dua bejana kulit yang diistilahkan mizadah dan dari dua kantong air bersusun yang diistilahkan sathihat. Beliau rapatkan kembali tutupnya, sedang yang tidak ada tutupnya beliau biarkan sedia kala. Kemudian para sahabat diberi pengumuman "Hai sekalian, silahkan kalian minum dan lainnya mengucurkan minuman!" Maka diantara mereka ada yang minum sedang lainnya mengucurkan minuman. Terakhir kali, beliau memberi kesempatan kepada sahabat beliau yang junub sebejana air. Dan beliau pesankan "Bawa ini dan guyurkan pada tubuhmu sana!." Kata Imran: "Dan si wanita terus melihat bagaimana airnya diperlakukan. Kata Imran selanjutnya: "Demi Allah, sungguh aku membuka kedua mizadah dan sathihat itu, dan terbayang oleh kami, keduanya lebih penuh daripada sebelumnya. Lantas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sahabatku, tolong kumpulkan oleh-oleh untuk wanita ini!." Para sahabat pun mengumpulkan oleh-oleh berupa kurma 'ajuwa, bubuk gandum, dan roti sawiq hingga mereka kumpulkan sekian banyak makanan dan mereka bungkus dalam kain. Mereka naikkan ke untanya dan mereka letakkan bungkusan didepan si wanita. Lantas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada si wanita: "Demi Allah, kamu tahu sendiri, kami tidak mengurangi airmu sedikitpun, namun Allah-lah yang memberi kami minum." Kata Imran: "si wanita terus mendatangi keluarganya, rupanya ia terlambat. Keluarganya bertanya: "Apa yang menjadikanmu terlambat? Si wanita menjawab: "Aneh bin ajaib, dua orang menemuiku lantas mengajakku menemui laki-laki yang sering digelari "Si sinting" itu. Ia kemudian mengelola airku sedemikian rupa. Anehnya, demi Allah, sungguh ia manusia paling penyihir antara ini dan ini, -sambil ia mendemontrasikan dua jarinya, jari tengah dan telunjuk, lantas ia naikkan ke langit dan satunya menunjuk bumi-, ataukah ia adalah utusan Allah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sejati. Kemudian hari, kaum muslimin melakukan penyerangan terhadap kaum musyrikin yang tinggal di sekitar wanita itu, namun beliau tidak menyerang rombongan yang diikutsertai wanita tersebut. Suatu hari ia pesankan kepada kaumnya: "Saya pikir mereka (kaum musimin) membiarkan kalian ini secara sengaja, maka maukah kalian memeluk Islam?" Mereka pun menaati dan memeluk Islam."
Grade
مسند أحمد ١٩١١٥: حَدَّثَنَا يَزِيدُ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ وَرَوْحٌ قَالَ ثَنَا هِشَامٌ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ سَرَيْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا كَانَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ عَرَّسْنَا فَلَمْ نَسْتَيْقِظْ حَتَّى أَيْقَظَنَا حَرُّ الشَّمْسِ فَجَعَلَ الرَّجُلُ مِنَّا يَقُومُ دَهِشًا إِلَى طَهُورِهِ قَالَ فَأَمَرَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَسْكُنُوا ثُمَّ ارْتَحَلْنَا فَسِرْنَا حَتَّى إِذَا ارْتَفَعَتْ الشَّمْسُ تَوَضَّأَ ثُمَّ أَمَرَ بِلَالًا فَأَذَّنَ ثُمَّ صَلَّى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّيْنَا فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا نُعِيدُهَا فِي وَقْتِهَا مِنْ الْغَدِ قَالَ أَيَنْهَاكُمْ رَبُّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ الرِّبَا وَيَقْبَلُهُ مِنْكُمْ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ عَنْ هِشَامٍ قَالَ زَعَمَ الْحَسَنُ أَنَّ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ حَدَّثَهُ قَالَ أَسْرَيْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Musnad Ahmad 19115: Telah menceritakan kepada kami [Yazid], ia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] -dan [Rauh] mengatakan: telah menceritakan kepada kami Hisyam- dari [Al Hasan] dari ['Imran bin Hushain] ia berkata: Kami pernah mengadakan perjalanan malam hari bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketika akhir malam tiba, kami istirahat hingga tidur pulas. Kami tidak bangun hingga sengatan panas matahari membangunkan kami, sementara masing-masing kami terburu-buru untuk bersuci. Kata Rauh: Namun Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam perintahkan para sahabatnya supaya tetap tenang. Kami pun melanjutkan perjalanan, hingga ketika matahari meninggi, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu', beliau perintahkan Bilal untuk mengumandangkan adzan, kemudian beliau shalat dua rakaat sebelum fajar. Bilal kemudian mengumandangkan iqamah dan kami shalat berjama'ah. Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah besok kita harus mengulangnya kembali ketika waktunya?" Beliau menjawab: "Apakah Allah Tabaraka wa Ta'ala melarang riba kepada kalian namun menerimanya dari kalian?" (maksudnya tak perlu tambahan shalat lagi). Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Zaidah] dari [Hisyam] ia berkata: [Al Hasan] beranggapan bahwa ['Imran bin Hushain] pernah menyampaikan hadits kepadanya, ia berkata: kami mengadakan perjalanan malam bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wasalam, lalu ia menyebutkan hadits tersebut.
Grade
مسند أحمد ١٩٢٦١: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ سَمُرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَوَضَّأَ فَبِهَا وَنِعْمَتْ وَمَنْ اغْتَسَلَ فَذَاكَ أَفْضَلُ
Musnad Ahmad 19261: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Abdullah], telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai'], telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Al Hasan] dari [Samurah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berwudhu maka itu sudah cukup baginya, namun barangsiapa mandi maka itu lebih utama."
Grade
مسند أحمد ١٩٤٢٠: حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ طَهْمَانَ عَنْ نَافِعِ بْنِ أَبِي نَافِعٍ عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ وَضَّأْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ هَلْ لَكَ فِي فَاطِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَعُودُهَا فَقُلْتُ نَعَمْ فَقَامَ مُتَوَكِّئًا عَلَيَّ فَقَالَ أَمَا إِنَّهُ سَيَحْمِلُ ثِقَلَهَا غَيْرُكَ وَيَكُونُ أَجْرُهَا لَكَ قَالَ فَكَأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ عَلَيَّ شَيْءٌ حَتَّى دَخَلْنَا عَلَى فَاطِمَةَ عَلَيْهَا السَّلَام فَقَالَ لَهَا كَيْفَ تَجِدِينَكِ قَالَتْ وَاللَّهِ لَقَدْ اشْتَدَّ حُزْنِي وَاشْتَدَّتْ فَاقَتِي وَطَالَ سَقَمِي قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَجَدْتُ فِي كِتَابِ أَبِي بِخَطِّ يَدِهِ فِي هَذَا الْحَدِيثِ قَالَ أَوَ مَا تَرْضَيْنَ أَنِّي زَوَّجْتُكِ أَقْدَمَ أُمَّتِي سِلْمَا وَأَكْثَرَهُمْ عِلْمًا وَأَعْظَمَهُمْ حِلْمًا
Musnad Ahmad 19420: Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad], telah menceritakan kepada kami [Khalid yaitu Abu Thahman] dari [Nafi' bin Abu Nafi'] dari [Ma'qil bin Yasar], dia bertutur: "Pada suatu hari, aku pernah mewudhukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bersabda: "Maukah kau menjenguk Fathimah radhiyallaahu 'anha?." Kukatakan, 'Baik.' Beliau segera berdiri sambil bersandar kepadaku. Beliau bersabda: "Ketahuilah, akan ada orang lain yang menanggung bebannya, sedangkan pahalanya untukmu." Katanya lagi, 'Seakan-akan tidak ada sesuatu yang terjadi pada diriku hingga kami menemui Fathimah alaihassalam. Beliau kemudian bersabda kepada Fathimah: "Bagaimana kabarmu?." Dia berkata: "Demi Allah, semakin bertambah kesedihanku, kian parah kemiskinanku, dan semakin panjang kesengsaraanku." Abu Abdirrahman berkata: "Kudapati dalam kitab ayahku dengan tulisannya tentang hadits ini, Beliau bersabda: "Tidakkah kau ridha kunikahkan dengan umatku yang paling pertama masuk Islam, paling banyak ilmunya, dan paling besar kelembutannya." (maksudnya adalah Ali radliallahu 'anhu -red).
Grade
مسند أحمد ١٩٦٦٠: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ أَخْبَرَنِي أَشْعَثُ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي مُسْتَحَمِّهِ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ فِيهِ فَإِنَّ عَامَّةَ الْوَسْوَاسِ مِنْهُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ كُنْتُ عِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ فَخَذَفَ رَجُلٌ عِنْدَهُ مِنْ قَوْمِهِ فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عُلَيَّةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ أَنَّ قَرِيبًا لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ خَذَفَ فَنَهَاهُ
Musnad Ahmad 19660: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq], telah menceritakan kepada kami [Ma'mar], telah mengabarkan kepadaku [Asy'ats] dari [Al Hasan] dari [Abdullah bin Mughaffal] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah salah seorang kencing di tempat mandinya, lalu ia berwudhu di dalamnya, karena kebanyakan was-was atau keraguan berasal darinya." Telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq, telah memberitakan kepada kami Ma'mar dari Ayyub dari Sa'id bin Jubair ia berkata: 'Aku pernah berada dekat Abdullah bin Mughaffal, lalu seseorang dari kaumnya melakukan khadzaf, lalu perawi menyebutkan sebagaimana hadits Isma'il bin 'Ulayyah dari Ayyub dari Sa'id bin Jubair bahwa seorang kerabat Abdullah bin Mughaffal sedang melakukan khadzaf, lalu ia melarangnya."
Grade
مسند أحمد ١٩٧٣٤: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ عَنْ أَبِي حَاجِبٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بَنِي غِفَارٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَتَوَضَّأَ الرَّجُلُ مِنْ فَضْلِ طَهُورِ الْمَرْأَةِ
Musnad Ahmad 19734: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far], telah menceritakan kepada kami [Sulaiman At Taimi] dari [Abu Hajib] dari [seseorang sahabat Nabi] Shalallahu 'Alaihi Wasallam dari bani Ghifar bahwa Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam melarang seseorang berwudhu' dari sisa air wudlu' wanita."
Grade
مسند أحمد ١٩٧٣٦: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا حَاجِبٍ يُحَدِّثُ عَنِ الْحَكَمِ بْنِ عَمْرٍو الْغِفَارِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَتَوَضَّأَ الرَّجُلُ مِنْ فَضْلِ وَضُوءِ الْمَرْأَةِ
Musnad Ahmad 19736: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Dawud]: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Ashim Al Ahwal] berkata: "Aku mendengar [Abu Hajib] menceritakan dari [Al Hakam bin 'Amru Al Ghifari] bahwa Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam melarang seseorang berwudhu' dari bekas air wudlu' wanita."
Grade
مسند أحمد ١٩٩٦١: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنْ أَبِي ثَوْرِ بْنِ عِكْرِمَةَ عَنْ جَدِّهِ وَهُوَ جَابِرُ بْنُ سَمُرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ الصَّلَاةِ فِي مَبَارِكِ الْإِبِلِ فَقَالَ لَا تُصَلِّ وَسُئِلَ عَنْ الصَّلَاةِ فِي مَرَابِضِ الْغَنَمِ فَقَالَ صَلِّ وَسُئِلَ عَنْ الْوُضُوءِ مِنْ لُحُومِ الْإِبِلِ فَقَالَ تَوَضَّأْ مِنْهُ وَسُئِلَ عَنْ لُحُومِ الْغَنَمِ فَقَالَ إِنْ شِئْتَ تَوَضَّأْ وَإِنْ شِئْتَ لَا تَتَوَضَّأْ
Musnad Ahmad 19961: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far], telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Simak bin Harb] dari [Abu Tsaur bin Ikrimah] dari kakeknya yatu [Jabir bin Samurah] bahwa Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam pernah ditanya mengenai shalat di kandang unta, beliau menjawab: "Jangan shalat di situ!." Lalu ditanya shalat di kandang kambing, beliau bersabda: "Shalatlah." Lalu ditanyha berwudlu dari makan daging unta, beliau bersabda: "Berwudhullah!." Dan ditanya berwudlu dari makan daging kambing?." Beliau menjawab: "Kalau kamu berkehendak janganlah berwudhu."
Grade
مسند أحمد ٢٠٠٥٠: حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرٍ خَلَّادُ بْنُ أَسْلَمَ حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سِمَاكٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا ثَوْرِ بْنَ عِكْرِمَةَ بْنِ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ الصَّلَاةِ فِي مَبَاتِ الْغَنَمِ فَرَخَّصَ وَسُئِلَ عَنْ الصَّلَاةِ فِي مَبَاتِ الْإِبِلِ فَنَهَى عَنْهُ وَسُئِلَ عَنْ الْوُضُوءِ مِنْ لُحُومِ الْإِبِلِ فَقَالَ تَوَضَّئُوا وَسُئِلَ عَنْ الْوُضُوءِ مِنْ لُحُومِ الْغَنَمِ فَقَالَ إِنْ شِئْتَ فَتَوَضَّأْ وَإِنْ شِئْتَ فَلَا
Musnad Ahmad 20050: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar Khallad bin `Aslam] telah menceritakan kepada kami [Nadlar bin Syumail] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Simak] berkata: Aku mendengar [Abu TSaur bin Ikrimah bin Jabir bin Samurah] dari Jabir bin Samurah, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang shalat di kandang kambing, maka beliau membolehkannya. Ketika ditanya tentang shalat di kandang unta, maka beliau melarangnya. Lalu beliau ditanya tentang wudlu setelah makan daging unta, maka beliau pun bersabda: "Berwudhulah!." Lalu beliau ditanya tentang wudlu setelah makan daging kambing, maka beliau pun bersabda: "Jika mau silahkan kamu berwudlu, jika tidak maka tidak perlu berwudlu."
Grade
مسند أحمد ٢٠٧١٢: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ يَعِيشَ بْنِ الْوَلِيدِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ مَعْدَانَ أَوْ مَعْدَانَ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاءَ فَأَفْطَرَ قَالَ فَلَقِيتُ ثَوْبَانَ فِي مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ أَنَا صَبَبْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَضُوءَهُ
Musnad Ahmad 20712: Telah menceritakan kepada kami [Ismail], telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Ya`is bin Walid bin Hisyam] dari [Ma'dan] dari [Abu Darda`] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah muntah, kemudian beliau berbuka. Abu Darda` berkata: 'Aku menemui [Tsauban] di masjid Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan bertanya tentang hal ini kepadanya, dia menjawab, "Akulah orang yang menuangkan air wudhu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."
Grade