مسند الشافعي ١٠٥٣: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَى قَبْرِ مِسْكِينَةٍ تُوُفِّيَتْ مِنَ اللَّيْلِ
Musnad Syafi'i 1053: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Abu Umamah: Bahwa Rasulullah melakukan shalat (jenazah) di atas kuburan seorang wanita miskin yang meninggal dunia di malam hari. 301
مسند أحمد ١٠٧٩: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي حَسَّانَ الْأَعْرَجِ عَنْ عَبِيدَةَ السَّلْمَانِيِّ عَنْ عَلِيٍّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَوْمَ الْأَحْزَابِ اللَّهُمَّ امْلَأْ بُيُوتَهُمْ وَقُبُورَهُمْ نَارًا كَمَا شَغَلُونَا عَنْ صَلَاةِ الْوُسْطَى حَتَّى آبَتْ الشَّمْسُ
Musnad Ahmad 1079: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahab] dari [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Abu Hassan Al A'raj] dari ['Abidah As Samani] dari [Ali] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada saat Perang Khandaq: "Ya Allah, penuhilah rumah mereka dan kuburan mereka dengan api, karena mereka menyibukkan kami dari shalat wustha sampai tenggelam matahari."
Grade
مسند أحمد ١٠٩٣: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي حَسَّانَ الْأَعْرَجِ عَنْ عَبِيدَةَ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْأَحْزَابِ شَغَلُونَا عَنْ صَلَاةِ الْوُسْطَى حَتَّى آبَتْ الشَّمْسُ مَلَأَ اللَّهُ قُبُورَهُمْ نَارًا أَوْ بُيُوتَهُمْ أَوْ بُطُونَهُمْ شَكَّ شُعْبَةُ فِي الْبُيُوتِ وَالْبُطُونِ
Musnad Ahmad 1093: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata: saya mendengar [Qatadah] dari [Abu Hassan Al A'raj] dari ['Abidah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada Perang Khandaq: "Mereka telah menyibukkan kita dari shalat wustha sampai matahari terbenam, semoga Allah memenuhi kuburan mereka dengan api, atau rumah atau perut mereka." Syu'bah ragu, apakah dengan menggunakan lafadh rumah atau perut.
Grade
مسند أحمد ١٠٩٤: حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا حَسَّانَ يُحَدِّثُ عَنْ عَبِيدَةَ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْأَحْزَابِ شَغَلُونَا عَنْ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى حَتَّى آبَتْ الشَّمْسُ مَلَأَ اللَّهُ قُبُورَهُمْ وَبُيُوتَهُمْ أَوْ بُطُونَهُمْ نَارًا شَكَّ فِي الْبُيُوتِ وَالْبُطُونِ فَأَمَّا الْقُبُورُ فَلَيْسَ فِيهِ شَكٌّ
Musnad Ahmad 1094: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] berkata: saya mendengar [Qatadah] berkata: saya mendengar [Abu Hassan] menceritakan dari ['Abidah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada Perang Ahzab: "Mereka telah menyibukkan kita dari shalat wustha sampai matahari terbenam, semoga Allah memenuhi kuburan dan rumah atau perut mereka dengan api." Syu'bah ragu pada lafadh rumah atau perut, sedangkan pada lafadh kuburan dia tidak ragu.
Grade
مسند أحمد ١١١١: حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبُو دَاوُدَ الْمُبَارَكِيُّ سُلَيْمَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو شِهَابٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ أَبِي الْمُوَرِّعِ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جَنَازَةٍ فَقَالَ مَنْ يَأْتِي الْمَدِينَةَ فَلَا يَدَعُ قَبْرًا إِلَّا سَوَّاهُ وَلَا صُورَةً إِلَّا طَلَخَهَا وَلَا وَثَنًا إِلَّا كَسَرَهُ قَالَ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ أَنَا ثُمَّ هَابَ أَهْلَ الْمَدِينَةِ فَجَلَسَ قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَانْطَلَقْتُ ثُمَّ جِئْتُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَدَعْ بِالْمَدِينَةِ قَبْرًا إِلَّا سَوَّيْتُهُ وَلَا صُورَةً إِلَّا طَلَخْتُهَا وَلَا وَثَنًا إِلَّا كَسَّرْتُهُ قَالَ فَقَالَ مَنْ عَادَ فَصَنَعَ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ يَا عَلِيُّ لَا تَكُونَنَّ فَتَّانًا أَوْ قَالَ مُخْتَالًا وَلَا تَاجِرًا إِلَّا تَاجِرَ الْخَيْرِ فَإِنَّ أُولَئِكَ هُمْ الْمُسَوِّفُونَ فِي الْعَمَلِ
Musnad Ahmad 1111: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Daud Al Mubariki, Sulaiman bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Abu Syihab] dari [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Abu Al Muwarri'] dari [Ali] berkata: Kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada jenazah, beliau bersabda: "Barangsiapa mendatangi Madinah, maka janganlah meninggalkan satu kuburanpun kecuali meratakannya, tidak meninggalkan satu gambarpun kecuali merusaknya, dan tidak meninggalkan satu berhalapun kecuali menghancurkan." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Maka seorang laki-laki berkata: "Saya." Tetapi dia merasa segan kepada penduduk Madinah lantas dia pun duduk. Ali radliyallahu 'anhu berkata: Maka saya berangkat dan kembali menemui Rasulullah dan berkata: "Wahai Rasulullah, saya tidak meninggalkan satu kuburanpun kecuali meratakannya, tidak meninggalkan satu gambarpun kecuali merusaknya, dan tidak meninggalkan satu berhalapun kecuali menghancurkan." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa kembali dan membuat sedikit saja hal itu, maka dia telah kafir dengan apa yang Allah turunkan kepada Muhammad, Wahai Ali! Janganlah kamu menjadi sumber fitnah atau orang yang sombong, atau pedagang kecuali pedagang yang baik karena mereka itulah orang-orang yang menunda-nunda dalam amalnya."
Grade
صحيح البخاري ١١١٤: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ أَيُّوبَ وَعُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلَاتِكُمْ وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا تَابَعَهُ عَبْدُ الْوَهَّابِ عَنْ أَيُّوبَ
Shahih Bukhari 1114: Telah menceritakan kepada kami ['Abdul A'laa bin Hammad] telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] dari [Ayyub] dan ['Ubaidullah] dari [Nafi'] dari Ibnu 'Umar radliyallahu 'anhuma berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Kerjakanlah di rumah-rumah kalian diantara shalat-shalat yang ada, dan jangan kalian jadikan (rumah-rumah kalian) sebagai kuburan". Hadits ini juga diperkuat oleh ['Abdul Wahhab] dari Ayyub.
مسند أحمد ١١١٥: حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ الْحَكَمُ أَخْبَرَنِي عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ بَعَثَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمَدِينَةِ فَأَمَرَهُ أَنْ يُسَوِّيَ الْقُبُورَ
Musnad Ahmad 1115: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata: [Al Hakam] telah mengabarkan kepadaku, dari [Abu Muhammad] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusnya ke Madinah dan menyuruhnya untuk meratakan kuburan."
Grade
مسند أحمد ١١١٦: حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي شَيْبَانُ أَبُو مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ أَنْبَأَنَا حَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ عَنِ الْحَكَمِ بنِ عُتَيْبَةَ عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الْهُذَلِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ أَنْ يُسَوِّيَ كُلَّ قَبْرٍ وَأَنْ يُلَطِّخَ كُلَّ صَنَمٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَكْرَهُ أَنْ أَدْخُلَ بُيُوتَ قَوْمِي قَالَ فَأَرْسَلَنِي فَلَمَّا جِئْتُ قَالَ يَا عَلِيُّ لَا تَكُونَنَّ فَتَّانًا وَلَا مُخْتَالًا وَلَا تَاجِرًا إِلَّا تَاجِرَ خَيْرٍ فَإِنَّ أُولَئِكَ مُسَوِّفُونَ أَوْ مَسْبُوقُونَ فِي الْعَمَلِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ قَالَ وَأَهْلُ الْبَصْرَةِ يُكَنُّونَهُ أَبَا مُوَرِّعٍ قَالَ وَكَانَ أَهْلُ الْكُوفَةِ يُكَنُّونَهُ بِأَبِي مُحَمَّدٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جَنَازَةٍ فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ أَبِي دَاوُدَ عَنْ أَبِي شِهَابٍ
Musnad Ahmad 1116: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Syaiban, Abu Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Hammad] yaitu Ibnu Salamah, telah memberitakan kepada kami [Hajjaj bin Arthah] dari [Al Hakam bin 'Utaibah] dari [Abu Muhammad Al Hudzali] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus seorang laki-laki dari Anshar untuk meratakan setiap kuburan dan menghancurkan semua patung. Dia berkata: "Wahai Rasulullah, Saya tidak suka masuk ke rumah kaumku." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Kemudian beliau mengutusku. Tatkala saya sampai kembali (di Madinah) beliau berkata: "Wahai Ali, janganlah kamu menjadi sumber fitnah, orang yang sombong, atau pedagang kecuali pedagang yang baik karena mereka itulah orang-orang yang menunda-nunda dalam amalnya atau orang-orang yang tertinggal dalam beramal." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Al Hakam dari seorang laki-laki penduduk Bashrah, berkata: Dan penduduk Bashrah yang di panggil Abu Muwarri', berkata: Dan penduduk Kufah yang di panggil Abu Muhammad, berkata: "Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (menghadiri) jenazah." Kemudian ia menyebutkan serupa dengan hadits Abu Dawud dari Abu Syihab.
Grade
صحيح ابن خزيمة ١١١٧: ثنا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ الْعَسْقَلَانِيُّ، ثنا آدَمُ، يَعْنِي ابْنَ أَبِي إِيَاسٍ، ثنا قَيْسٌ ، يَعْنِي ابْنَ الرَّبِيعِ نا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي لَيْلَى، عَنْ دَاوُدَ بْنِ عَلِيٍّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: بَعَثَنِي الْعَبَّاسُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ مُمْسِيًا، وَهُوَ فِي بَيْتِ خَالَتِي مَيْمُونَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ، فَلَمَّا صَلَّى رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ قَالَ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِي بِهَا قَلْبِي، وَتَجْمَعُ بِهَا شَمْلِي، وَتَلُمُّ بِهَا شَعْثِي، وَتَرُدُّ بِهَا الْغَيَّ، وَتُصْلِحُ بِهَا دِينِي، وَتَحْفَظُ بِهَا غَائِبِي، وَتَرْفَعُ بِهَا شَاهِدِي، وَتُزَكِّي بِهَا عَمَلِي، وَتُبَيِّضَ بِهَا وَجْهِي، وَتُلْهِمُنِي بِهَا رُشْدِي، وَتَعْصِمُنِي بِهَا مِنْ كُلِّ سَوْءٍ، اللَّهُمَّ أَعْطِنِي إِيمَانًا صَادِقًا، وَيَقِينًا لَيْسَ بَعْدَهُ كُفْرٌ، وَرَحْمَةً أَنَالُ بِهَا شَرَفَ كَرَامَتِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْفَوْزَ عِنْدَ الْقَضَاءِ، وَنُزُلَ الشُّهَدَاءِ، وَعَيْشَ السُّعَدَاءِ، وَمُرَافَقَةَ الْأَنْبِيَاءِ، وَالنَّصْرَ عَلَى الْأَعْدَاءِ، اللَّهُمَّ أُنْزِلُ بِكَ حَاجَتِي، وَإِنْ قَصُرَ رَأْيِي، وَضَعُفَ عَمَلِي، وَافْتَقَرْتُ إِلَى رَحْمَتِكَ، فَأَسْأَلُكَ يَا قَاضِيَ الْأُمُورِ، وَيَا شَافِيَ الصُّدُورِ، كَمَا تُجِيرُ بَيْنَ الْبُحُورِ أَنْ تُجِيرَنِي مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ، وَمِنْ دَعْوَةِ الثُّبُورِ، وَمَنْ فِتْنَةِ الْقُبُورِ، اللَّهُمَّ مَا قَصُرَ عَنْهُ رَأْيِي، وَضَعُفَ عَنْهُ عَمَلِي، وَلَمْ تَبْلُغْهُ نِيَّتِي مِنْ خَيْرٍ وَعَدْتَهُ أَحَدًا مِنْ عِبَادِكَ، أَوْ خَيْرٍ أَنْتَ مُعْطِيهِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، فَإِنِّي أَرْغَبُ إِلَيْكَ فِيهِ، وَأَسْأَلُكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ غَيْرَ ضَالِّينَ وَلَا مُضِلِّينَ، حَرْبًا لِأَعْدَائِكَ، سِلْمًا لِأَوْلِيَائِكَ، نُحِبُّ بِحُبِّكَ النَّاسَ، وَنُعَادِي بِعَدَاوَتِكَ مَنْ خَالَفَكَ، اللَّهُمَّ هَذَا الدُّعَاءُ وَعَلَيْكَ الِاسْتِجَابَةُ أَوِ الْإِجَابَةُ - شَكَّ ابْنُ خَلَفٍ - وَهَذَا الْجَهْدُ وَعَلَيْكَ التُّكْلَانُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، اللَّهُمَّ ذَا الْحَبْلِ الشَّدِيدِ، وَالْأَمْرِ الرَّشِيدِ، أَسْأَلُكَ الْأَمْنَ يَوْمَ الْوَعِيدِ، وَالْجَنَّةَ يَوْمَ الْخُلُودِ مَعَ الْمُقَرَّبِينَ الشُّهُودِ، الرُّكَّعِ السُّجُودِ، الْمُوفِينَ بِالْعُهُودِ، إِنَّكَ رَحِيمٌ وَدُودٌ، وَأَنْتَ تَفْعَلُ مَا تُرِيدُ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ الْعِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ الْمَجْدَ وَتَكَرَّمَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي لَا يَنْبَغِي التَّسْبِيحُ إِلَّا لَهُ، سُبْحَانَ الَّذِي أَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ فَعَلِمَهُ، سُبْحَانَ ذِي الْفَضْلِ وَالنِّعَمِ، سُبْحَانَ ذِي الْقُدْرَةِ وَالْكَرَمِ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِي نُورًا فِي قَلْبِي، وَنُورًا فِي قَبْرِي، وَنُورًا فِي سَمْعِي، وَنُورًا فِي بَصَرِي، وَنُورًا فِي شَعْرِي، وَنُورًا فِي بَشَرِي وَنُورًا فِي لَحْمِي، وَنُورًا فِي دَمِي، وَنُورًا فِي عِظَامِي، وَنُورًا بَيْنَ يَدَيَّ، وَنُورًا مِنْ خَلْفِي، وَنُورًا عَنْ يَمِينِي، وَنُورًا عَنْ شِمَالِي، وَنُورًا مِنْ فَوْقِي، وَنُورًا مِنْ تَحْتِي، اللَّهُمَّ زِدْنِي نُورًا، وَأَعْطِنِي نُورًا، وَاجْعَلْ لِي نُورًا»
Shahih Ibnu Khuzaimah 1117: Muhammad bin Khalaf Al Asqalani menceritakan kepada kami, Adam —yaitu Ibnu Abu Iyas— menceritakan kepada kami; Qais —yaitu Ibnu Ar-Rabi’— menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abu Laila menceritakan kepada kami dari Daud bin Ali, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Al Abbas pernah mengutusku untuk menjumpai Rasulullah maka aku mendatangi beliau pada sore hari ketika beliau berada di rumah bibiku Maimunah binti Al Harits. Rasulullah kemudian bangun untuk shalat malam dan tatkala shalat dua rakaat sunah fajar beliau berdoa, 'Ya Allah, aku memohon rahmat dari sisi-Mu yang dapat memberikan petunjuk kepada hatiku, menyatukan kekuatanku, mengumpulkan yang berserakan dari diriku, mengembalikan rasa kekhawatiranku, memperbaiki agamaku, melindungi ketidaktahuanku, mengangkat kesaksianku, menyucikan amal perbuatanku, memutihkan raut mukaku, meluruskan jalanku dan melindungi diriku dari segala keburukan. Ya Allah, berikanlah kepadaku keimanan yang benar dan keyakinan yang tidak ada setelahnya kekufuran serta rahmat yang menjadikan diriku dapat mencapai kemuliaan kasih agung-Mu di dunia dan di akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kemenangan pada hari penentuan dan tempat tinggal para syuhada, kehidupan orang-orang yang berbahagia, menjadi pendamping para nabi serta kemenangan atas para musuh. Ya Allah, aku mengadukan kepada-Mu kebutuhanku meski sangat sempit akalku dan lemahnya amal perbuatanku serta aku sangat mengharapkan kepada rahmat- Mu, maka aku memohon kepada-Mu wahai Dzat Yang Maha Menentukan segala perkara, wahai Dzat Yang Maha Mengobati sesak di dada sebagaimana Engkau memisahkan antara lautan. Perkenankanlah agar Engkau memisahkan diriku dari adzab api Neraka, dari ajakan kebinasaan dan dari fitnah kubur. Ya Allah, meskipun sangat sempit akalku untuk menggapainya dan lemahnya amal perbuatanku serta niatku yang tidak akan mampu mencapainya dari kebaikan yang telah Engkau janjikan kepada seseorang dari hamba-Mu atau kebaikan yang Engkau berikan kepada seseorang dari makhluk-Mu. Sesungguhnya aku sangat mengharapkan semua itu dari-Mu dan aku memintanya kepada-Mu wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, jadikanlah kami pemberi petunjuk bagi mereka yang mendapatkan petunjuk bukan orang yang sesat dan yang menyesatkan, yang selalu memerangi musuh-Mu dan membela wali-wali-Mu, kami mencintai manusia dengan cinta-Mu dan memusuhi dengan permusuhan-Mu orang yang menentang-Mu. Ya Allah, ini doa dari kami dan atas Engkau perkenannya atau Ijabah -Ibnu Khalaf ragu— ini adalah usaha dan atas Engkau kami bertawakkal, dan tiada daya dan upaya selain Allah. Ya Allah, ini adalah tali pengikat yang kuat dan perintah jalan yang lurus, aku memohon kepada Engkau rasa aman pada hari pembalasan, surga pada hari kekekalan, bersama para malaikat yang menjadi saksi, yang selalu patuh dan tunduk, yang selalu menepati janji, sesungguhnya Engkau Maha Penyanyang lagi Maha Lembut dan Engkau berbuat apa yang Engkau Kehendaki. Maha suci Dzat yang berselimutkan keagungan dan berfirman dengannya, Maha Suci Dzat yang memakai segala pujian dan mengasihi dengannya, Maha Suci Dzat yang tidak ada penyucian kecuali bagi-Nya, Maha Suci Dzat yang menghitung segala sesuatu dengan ilmu-Nya, Maha Suci Dzat Pemberi rezeki dan kenikmatan, Maha Suci Dzat yang memiliki kekuasaan dan Keagungan. Ya Allah, jadikanlah cahaya bagi diriku di hatiku, cahaya di kuburanku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya di rambutku, cahaya di kulitku, cahaya di dagingku, cahaya di darahku, cahaya di tulangku, cahaya di hadapanku, cahaya di belakangku, cahaya di sisi kananku, cahaya di sisi kiriku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku Ya Allah, tambahkanlah cahaya untuk diriku, curahkanlah bagiku cahaya dan jadikanlah bagi diriku cahaya'.”
مسند أحمد ١١٥٨: حَدَّثَنَا يَزِيْدُ أَنْبَأَنَا هِشَامٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبِيدَةَ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ مَا لَهُمْ مَلَأَ اللَّهُ بُيُوتَهُمْ وَقُبُورَهُمْ نَارًا كَمَا حَبَسُونَا عَنْ صَلَاةِ الْوُسْطَى حَتَّى غَابَتْ الشَّمْسُ
Musnad Ahmad 1158: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Hisyam] dari [Muhammad] dari ['Abidah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada saat Perang khandaq: "Ya Allah, penuhilah rumah mereka dan kuburan mereka dengan api, karena mereka menghalangi kami shalat wustha sampai matahari tenggelam."
Grade