صحيح ابن حبان ٩٨١: أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى بْنِ مُجَاشِعٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى الْمِصْرِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، عَنْ أَيُّوبَ بْنِ هَانِئٍ، عَنْ مَسْرُوقِ بْنِ الأَجْدَعِ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ يَوْمًا، فَخَرَجْنَا مَعَهُ، حَتَّى انْتَهَيْنَا إِلَى الْمَقَابِرِ، فَأَمَرَنَا فَجَلَسْنَا، ثُمَّ تَخَطَّى الْقُبُورَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَبْرٍ مِنْهَا فَجَلَسَ إِلَيْهِ، فَنَاجَاهُ طَوِيلاً، ثُمَّ رَجَعَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَاكِيًا، فَبَكَيْنَا لِبُكَاءِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا، فَتَلَقَّاهُ عُمَرُ رِضْوَانُ اللهِ عَلَيْهِ وَقَالَ: مَا الَّذِي أَبْكَاكَ يَا رَسُولَ اللهِ، فَقَدْ أَبْكَيْتَنَا وَأَفْزَعْتَنَا؟ فَأَخَذَ بِيَدِ عُمَرَ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا، فَقَالَ: أَفْزَعَكُمْ بُكَائِي؟ قُلْنَا: نَعَمْ، فَقَالَ: إِنَّ الْقَبْرَ الَّذِي رَأَيْتُمُونِي أُنَاجِي قَبْرُ آمِنَةَ بِنْتِ وَهْبٍ، وَإِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي الاِسْتِغْفَارَ لَهَا، فَلَمْ يَأْذَنْ لِي، فَنَزَلَ عَلَيَّ: {مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ}، فَأَخَذَنِي مَا يَأْخُذُ الْوَلَدُ لِلْوَالِدِ مِنَ الرِّقَةِ، فَذَلِكَ الَّذِي أَبْكَانِي. أَلاَ وَإِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ، فَزُورُوهَا، فَإِنَّهَا تُزَهِّدُ فِي الدُّنْيَا وَتُرَغِّبُ فِي الآخِرَةِ.
Shahih Ibnu Hibban 981: Imran bin Musa bin Mujasyi’ mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ahmad bin Isa Al Mishri menceritakan kepada kami, ia berkata: Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, ia berkata: Ibnu Juraij menceritakan kepada kami, dari Ayub bin Hani’, dari Masruq bin Al Ajda’, dari Ibnu Mas’ud, bahwa suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar dan kami ikut keluar bersama beliau hingga sampai ke suatu pemakaman. Beliau menyuruh kami kami duduk lalu kami semua duduk. Kemudian beliau beijalan melewati kuburan-kuburan hingga berhenti di satu kuburan. Beliau duduk dihadapannya lalu berdoa sangat lama. Setelah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kembali dalam keadaan menangis. Melihat beliau menangis kami pun ikut menangis. Kemudian beliau datang menghampiri kami dan Umar RA berbicara kepadanya. Umar bertanya, “Apa yang membuat engkau menangis wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sungguh engkau telah membuat kami menangis dan kaget?” Beliau lalu meraih tangan Umar dan datang menghampiri kami lalu bertanya, “Apakah kalian kaget dengan tangisku?”. Kami menjawab: “Iya.” Beliau kemudian bersabda: “Sesungguhnya kuburan yang kalian lihat aku bermunajat di sana adalah kuburan Aminah binti Wahab (Ibu Rasulullah SAW). Sesungguhnya tadi aku memohonkan ampunan untuknya kepada Tuhanku, namun Dia tidak mengizinkannya. Kemudian turunlah atasku ayat: “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik.” (Qs. At-Taubah [9]: 113) Allah SWT lalu menggandengku sebagaimana seorang anak yang mengandeng orang tuanya dengan penuh kasih sayang. Itulah yang membuat aku menangis. Ingatlah, sesungguhnya dahulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarah kuburlah. Sesungguhnya berziarah kubur itu dapat membuat kalian zuhud dalam urusan dunia dan membuat cinta pada urusan akhirat. ” [5:5]
مسند أحمد ٩٨٥: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنِ أَبِي الضُّحَى عَنْ شُتَيْرِ بْنِ شَكَلٍ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ شَغَلُونَا يَوْمَ الْأَحْزَابِ عَنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ حَتَّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ شَغَلُونَا عَنْ صَلَاةِ الْوُسْطَى صَلَاةِ الْعَصْرِ مَلَأَ اللَّهُ قُبُورَهُمْ وَبُيُوتَهُمْ أَوْ أَجْوَافَهُمْ نَارًا
Musnad Ahmad 985: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Abu Ad Dhuha] dari [Syutair bin Syakal] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Mereka telah menyibukkan kami pada Perang Ahzab dari shalat Ashar, sampai saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Mereka telah menyibukkan kita dari shalat wustha yaitu shalat Ashar, semoga Allah memenuhi kuburan dan rumah mereka atau perut mereka dengan api."
Grade
صحيح مسلم ٩٩٣: و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ هِشَامٍ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبِيدَةَ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ الْأَحْزَابِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَلَأَ اللَّهُ قُبُورَهُمْ وَبُيُوتَهُمْ نَارًا كَمَا حَبَسُونَا وَشَغَلُونَا عَنْ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى حَتَّى غَابَتْ الشَّمْسُ و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ ح و حَدَّثَنَاه إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ جَمِيعًا عَنْ هِشَامٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ
Shahih Muslim 993: Dan telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Hisyam] dari [Muhammad] dari ['Abidah] dari [Ali] dia berkata: "Ketika perang Ahzab, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Semoga Allah memenuhi kuburan dan rumah mereka dengan api neraka, sebagaimana mereka telah menahan dan mengganggu kami dari shalat wushta (shalat ashar) hingga matahari terbenam." Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu Bakr Al Muqaddami] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Said] (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] telah mengabarkan kepada kami [Al Mu'tamir bin Sulaiman], semuanya dari [Hisyam] dengan isnad seperti ini.
صحيح مسلم ٩٩٤: و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي حَسَّانَ عَنْ عَبِيدَةَ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْأَحْزَابِ شَغَلُونَا عَنْ صَلَاةِ الْوُسْطَى حَتَّى آبَتْ الشَّمْسُ مَلَأَ اللَّهُ قُبُورَهُمْ نَارًا أَوْ بُيُوتَهُمْ أَوْ بُطُونَهُمْ شَكَّ شُعْبَةُ فِي الْبُيُوتِ وَالْبُطُونِ و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ بُيُوتَهُمْ وَقُبُورَهُمْ وَلَمْ يَشُكَّ
Shahih Muslim 994: Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dan [Muhammad bin Basyar], [Ibnul Mutsanna] mengatakan: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], katanya: Aku mendengar [Qatadah] menceritakan dari [Abu Hissan] dari [Abidah] dari [Ali] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ketika perang Ahzab: "Mereka telah menyibukkan kami dari shalat wustha hingga matahari terbenam, semoga Allah memenuhi kuburan mereka dengan api." -atau dengan redaksi lain- "Rumah mereka atau lembah mereka", -Syu'bah ragu tentang redaksi rumah atau lembah.- Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Adi] dari [Said] dari [Qatadah] dengan sanad ini, ia mengatakan: "Rumah dan kuburan mereka." Ia tidak meragukan redaksi haditsnya.
صحيح مسلم ٩٩٥: و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ يَحْيَى بْنِ الْجَزَّارِ عَنْ عَلِيٍّ ح و حَدَّثَنَاه عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ وَاللَّفْظُ لَهُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ يَحْيَى سَمِعَ عَلِيًّا يَقُولُا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْأَحْزَابِ وَهُوَ قَاعِدٌ عَلَى فُرْضَةٍ مِنْ فُرَضِ الْخَنْدَقِ شَغَلُونَا عَنْ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى حَتَّى غَرَبَتْ الشَّمْسُ مَلَأَ اللَّهُ قُبُورَهُمْ وَبُيُوتَهُمْ أَوْ قَالَ قُبُورَهُمْ وَبُطُونَهُمْ نَارًا
Shahih Muslim 995: Dan telah menceritakan kepada kami hadits diatas [Abu Bakr bin Abu Syaibah] dan [Zuhair bin Harb], keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Yahya bin Al Jazzar] dari [Ali] (Dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Mu'adz] sedangkan lafadznya berasal dari dia, katanya: telah menceritakan kepada kami [Ayahku] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Yahya], ia mendengar [Ali] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada perang Ahzab, ketika beliau duduk diatas tepi parit: "Pasukan musuh benar-benar telah menyibukkan kita dari shalat wustha (ashar) hingga matahari terbenam, semoga Allah memenuhi kuburan dan rumah mereka -atau dengan redaksi lain- kuburan dan lembah mereka dengan api."
صحيح مسلم ٩٩٦: و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُسْلِمِ بْنِ صُبَيْحٍ عَنْ شُتَيْرِ بْنِ شَكَلٍ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْأَحْزَابِ شَغَلُونَا عَنْ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى صَلَاةِ الْعَصْرِ مَلَأَ اللَّهُ بُيُوتَهُمْ وَقُبُورَهُمْ نَارًا ثُمَّ صَلَّاهَا بَيْنَ الْعِشَاءَيْنِ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ
Shahih Muslim 996: Dan telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] dan [Zuhair bin Harb] dan [Abu Kuraib] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Muawiyah] dari [Al A'masy] dari [Muslim bin Shubaih] dari [Syutair bin Syakal] dari [Ali] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada perang Ahzab: "Pasukan musuh benar-benar telah menyibukkan kita dari shalat wustha (ashar), semoga Allah memenuhi rumah dan kuburan mereka dengan api." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan dua shalat malam, yaitu maghrib dan isya.
صحيح ابن حبان ١٠٠٠: أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى بْنِ مُجَاشِعٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا خَالِدٌ، عَنِ الْجُرَيْرِيِّ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ فِي حَائِطٍ لِبَنِي النَّجَّارِ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهُوَ عَلَى بَغْلَةٍ، فَحَادَتْ بِهِ بَغْلَتُهُ، فَإِذَا فِي الْحَائِطِ أَقْبُرٌ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ يَعْرِفُ هَؤُلاَءِ الأَقْبُرَ؟ فَقَالَ رَجُلٌ: أَنَا يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ: مَا هُمْ؟ قَالَ: مَاتُوا فِي الشِّرْكِ، قَالَ: لَوْلاَ أَنْ لاَ تَدَافَنُوا، لَدَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُسْمِعَكُمْ عَذَابَ الْقَبْرِ الَّذِي أَسْمَعُ مِنْهُ، إِنَّ هَذِهِ الْأُمَّةَ تُبْتَلَى فِي قُبُورِهَا، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ، فَقَالَ: تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ.
Shahih Ibnu Hibban 1000: Imran bin Musa bin Mujasyi’ mengabarkan kepada kami, ia berkata : Wahab bin Baqiyyah menceritakan kepada kami, ia berkata : Khalid mengabarkan kepada kami, dari Al Jurairiyyi, dari Abu Nudhrah, dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata1 : Ketika kami sedang berada di dinding Bani An-Najjar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliau saat itu berada di atas baghal betinanya, maka tiba-tiba baghal betinanya menjauh dari dinding tersebut, dan ternyata di dinding tersebut terdapat beberapa kuburan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu bertanya, "Siapa yang tahu kubur siapakah itu?" Seseorang lalu menjawab, “Aku tahu wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.” Beliau bertanya, "Siapakah mereka (yang terkubur dalam kuburan ini)?" Ia menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang mati dalam keadaan musyrik.” Beliau bersabda, “Seandainya kalian tidak takut, niscaya aku akan berdoa kepada Allah SWT agar kalian dapat mendengar siksa kubur sebagaimana yang aku dengar. Sesungguhnya orang-orang ini sedang disiksa di dalam kuburnya.” Kemudian beliau menghadapkan wajahnya ke arah kami dan bersabda, "Mohonlah perlindungan kepada Allah SWT dari siksa neraka, dan siksa kubur. Dan mohonlah perlindungan kepada Alla SWT dari berbagai fitnah yang tampak dan yang tidak tampak, serta dari fitnah Dajjal.” 2 [1:104]
مسند أحمد ١٠١٢: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ أَبِي الْهَيَّاجِ قَالَ قَالَ لِي عَلِيٌّ وَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ إِنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لِأَبِي الْهَيَّاجِ أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تَدَعَ قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ وَلَا تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ
Musnad Ahmad 1012: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dan [Abdurrahman], dari [Sufyan] dari [Habib] dari [Abu Wa`il] dari [Abu Al Hayyaj] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkata kepadaku. Dan Abdurrahman berkata bahwa Ali radliyallahu 'anhu berkata kepada Abu Al Hayyaj: "Saya akan mengutusmu sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengutusku, untuk tidak meninggalkan kuburan yang ditinggikan kecuali kamu ratakan, dan juga patung kecuali kamu hancurkan."
Grade
صحيح ابن حبان ١٠٤٦: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْحُبَابِ الْجُمَحِيُّ، حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، عَنْ مَالِكٍ، عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَقْبَرَةَ، فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ، وَدِدْتُ أَنِّي قَدْ رَأَيْتُ إِخْوَانَنَا، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ أَلَسْنَا إِخْوَانَكَ؟ قَالَ: بَلْ أَصْحَابِي، وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ، وَأَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ يَأْتِي بَعْدَكَ مِنْ أُمَّتِكَ؟ فَقَالَ: أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَتْ لِرَجُلٍ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ فِي خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ، أَلاَ يَعْرِفُ خَيْلَهُ؟قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ: فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنَ الْوُضُوءِ، وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ، فَلَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ، أُنَادِيهِمْ: أَلاَ هَلُمَّ، أَلاَ هَلُمَّ، فَيُقَالُ: إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ، فَأَقُولُ: فَسُحْقًا، فَسُحْقًا، فَسُحْقًا.قَالَ أَبُو حَاتِمٍ: الاِسْتِثْنَاءُ يَسْتَحِيلُ فِي الشَّيْءِ الْمَاضِي، وَإِنَّمَا يَجُوزُ الاِسْتِثْنَاءُ فِي الْمُسْتَقْبَلِ مِنَ الأَشْيَاءِ. وَحَالُ الإِنْسَانِ فِي الاِسْتِثْنَاءِ عَلَى ضَرْبَيْنِ، إِذَا اسْتَثْنَى فِي إِيمَانِهِ: فَضَرْبٌ مِنْهُ يُطْلَقُ مُبَاحٌ لَهُ ذَلِكَ، وَضَرْبٌ آخَرُ إِذَا اسْتَثْنَى فِيهِ الإِنْسَانُ كَفَرَ. وَأَمَّا الضَّرْبُ الَّذِي لاَ يَجُوزُ ذَلِكَ، فَهُوَ أَنْ يُقَالَ لِلرَّجُلِ: أَنْتَ مُؤْمِنٌ بِاللَّهِ، وَمَلاَئِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْجَنَّةِ وَالنَّارِ، وَالْبَعْثِ وَالْمِيزَانِ، وَمَا يُشْبِهُ هَذِهِ الْحَالَةَ؟ فَالْوَاجِبُ عَلَيْهِ أَنْ يَقُولَ: أَنَا مُؤْمِنٌ بِاللَّهِ حَقًّا، وَمُؤْمِنٌ بِهَذِهِ الأَشْيَاءِ حَقًّا، فَمَتَى مَا اسْتَثْنَى فِي هَذَا كَفَرَ.وَالضَّرْبُ الثَّانِي: إِذَا سُئِلَ الرَّجُلُ: إِنَّكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِي يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ، وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ، وَهُمْ فِيهَا خَاشِعُونَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ؟ فَيَقُولُ: أَرْجُو أَكُونَ مِنْهُمْ إِنْ شَاءَ اللَّهُ. أَوْ يُقَالُ لَهُ: أَنْتَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ فَيَسْتَثْنِي أَنْ يَكُونَ مِنْهُمْ. وَالْفَائِدَةُ فِي الْخَبَرِ حَيْثُ، قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ، أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ بَقِيعَ الْغَرْقَدِ فِي نَاسٍ مِنْ أَصْحَابِهِ، فِيهِمْ مُؤْمِنُونَ وَمُنَافِقُونَ، فَقَالَ: إِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ، وَاسْتَثْنَى الْمُنَافِقِينَ أَنَّهُمْ إِنْ شَاءَ اللَّهُ يُسْلِمُونَ، فَيَلْحَقُونَ بِكُمْ، عَلَى أَنَّ اللُّغَةَ تُسَوِّغُ إِبَاحَةَ الاِسْتِثْنَاءِ فِي الشَّيْءِ الْمُسْتَقْبَلِ وَإِنْ لَمْ يَشُكَّ فِي كَوْنِهِ، لِقَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ: {لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنَيْنِ}.
Shahih Ibnu Hibban 1046: Al Fadhl bin Al Hubab Al Jumahi mengabarkan kepada kami, Al Qa’nabi menceritakan kepada kami, dari Malik, dari Al Ala bin Abdurrahman, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk ke sebuah pekuburan lalu mengucap: “Assalaamu alaikum daara qaumin mu’miniina innaa insya Allahu bikum laahiqun (Assalaamu ’alikum hai perkampungan kaum mukminin dan kami Insya Allah menyusul kalian), aku ingin sekali dapat melihat saudara-saudara kita.”. Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah bukankah kami ini (juga) saudaramu?”. Beliau menjawab: “Kalian adalah shahabatku, (maksudnya adalah) saudara-saudara kita yang akan datang di kemudian hari, dan aku adalah orang yang paling dahulu sampai di Telaga.” Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bagaimana engkau dapat mengenali mereka yang hidup dari umatmu setelah engkau?” Beliau menjawab: “Kalau seorang mempunyai kuda yang putih mukanya di tengah-tengah kawanan kuda yang hitam, bukankah ia dapat mengenal kudanya?” Mereka menjawab: “Tentu saja Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.” Beliau bersabda, “-Demikian pula kaum mukminin akan datang kelak dengan tanda muka yang cemerlang karena bekas wudhu, sedangkan aku orang yang paling dahulu sampai di Telaga itu. perhatikanlah, bahwa akan diusir satu rombongan orang dari telagaku itu seakan-akan mengusir unta yang sesat. Aku memanggil-manggil mereka: “Marilah-marilah. ”Seruanku itu dijawab oleh orang: "Mengapa mereka dipanggil, padahal mereka telah memeluk agama lain sesudah wafatmu?"Aku menjawab:"Jika demikian enyahlah jauh-jauh.” 14 Abu Hatim berkata, “Pengecualian (istitsna’) itu mustahil ada pada sesuatu yang lampau, pengecualian itu hanya boleh untuk hal-hal yang akan datang." Keadaan manusia di dalam pengecualian terbagi menjadi dua bagian, apabila ia mengecualikan di dalam keimanannya: maka satu bagian itu dihukumi boleh (mubah). Dan bagian lainnya kafir/kufur. Adapun satu bagian yang tidak mempebolehkannya adalah apabila seseorang berkata kepada orang lainnya: “Apakah kamu beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, surga, neraka, hari pembangkitan, dan timbangan amal, serta sesuatu yang menyerupainya?" Maka wajib atas orang itu menjawabnya dengan: “Aku orang yang beriman kepada Allah secara benar, dan kepada segala sesuatu itu secara benar." Apabila ia keluar dari ini, maka ia kafir. Adapun bagian kedua: Jika seseorang ditanya, “Apakah kamu termasuk orang mukmin yang selalu mengerjakan shalat, menunaikan zakat, dan termasuk orang yang khusyu dalam beribadah, serta orang yang berpaling dari bermain-main?" maka ia menjawab: “Aku berharap termasuk dari golongan tersebut, insya Allah.” Atau dikatakan kepadanya, “Apakah kamu termasuk penduduk surga?", lalu ia mengatakan bahwa ia bukanlah termasuk penduduk surga. Adapun faedah dalam hadits ini saat beliau bersabda, "Dan kami Insya Allah menyusul kalian; bahwa beliau masuk di kuburan umum para ahahabatnya, yang didalamnya terdapat orang mukmin dan orang munafik. Maka beliau mengucap, "Sesungguhnya kami -Insya Allah- akan menyusul kalian. ” Ini juga menunjukkan bahwa dalam bahasa boleh mengecualikan pada sesuatu yang akan datang sekalipun hal itu masih diragukan keberadaannya, berdasarkan firman Allah Azza wa Jaila: “esungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil haram, insya Allah dalam Keadaan aman.” 15 (Qa. Al Fath [48): 27)
سنن الترمذي ١٠٤٧: حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ غَيْلَانَ بْنَ سَلَمَةَ الثَّقَفِيَّ أَسْلَمَ وَلَهُ عَشْرُ نِسْوَةٍ فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَأَسْلَمْنَ مَعَهُ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَتَخَيَّرَ أَرْبَعًا مِنْهُنَّ قَالَ أَبُو عِيسَى هَكَذَا رَوَاهُ مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ و سَمِعْت مُحَمَّدَ بْنَ إِسْمَعِيلَ يَقُولُ هَذَا حَدِيثٌ غَيْرُ مَحْفُوظٍ وَالصَّحِيحُ مَا رَوَى شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ وَغَيْرُهُ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حُدِّثْتُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُوَيْدٍ الثَّقَفِيِّ أَنَّ غَيْلَانَ بْنَ سَلَمَةَ أَسْلَمَ وَعِنْدَهُ عَشْرُ نِسْوَةٍ قَالَ مُحَمَّدٌ وَإِنَّمَا حَدِيثُ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلًا مِنْ ثَقِيفٍ طَلَّقَ نِسَاءَهُ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ لَتُرَاجِعَنَّ نِسَاءَكَ أَوْ لَأَرْجُمَنَّ قَبْرَكَ كَمَا رُجِمَ قَبْرُ أَبِي رِغَالٍ قَالَ أَبُو عِيسَى وَالْعَمَلُ عَلَى حَدِيثِ غَيْلَانَ بْنِ سَلَمَةَ عِنْدَ أَصْحَابِنَا مِنْهُمْ الشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَقُ
Sunan Tirmidzi 1047: Telah menceritakan kepada kami [Hannad], telah menceritakan kepada kami ['Abdah] dari [Sa'id bin Abu 'Arubah] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Salim bin Abdullah] dari [Ibnu Umar] bahwa Ghailan bin Salamah Ats Tsaqafi masuk Islam sedang dia saat itu memiliki sepuluh orang istri dari masa Jahiliyah. Mereka semuanya masuk Islam juga. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruhnya agar memilih empat dari mereka. Abu Isa berkata: "Demikian yang diriwayatkan dari Az Zuhri dari Salim dari Bapaknya" (Abu Isa At Tirmidzi) berkata: "Saya telah mendengar Muhammad bin Isma'il berkata: hadits ini tidak mahfuzh. Yang sahih adalah yang diriwayatkan Syu'aib bin Abu Hamzah dan yang lainnya dari Az Zuhri, berkata: saya telah menceritakannya dari Muhammad bin Suwaid Ats Tsaqafi bahwa Ghailan bin Salamah masuk Islam, saat itu memiliki sepuluh istri. Muhammad berkata: "Hadits Az Zuhri dari Salim dari Bapaknya bahwa seorang laki-laki dari Tsaqif telah menceraikan isterinya. Umar berkata kepadanya: 'Rujuklah pada para isterimu atau akan saya rajam kuburanmu sebagaimana kuburan Abu Righal". Abu Isa berkata: "Hadits ghailan bin Salamah diamalkan oleh sahabat kami, di antaranya adalah Syafi'i, Ahmad dan Ishaq."
Grade
Abu Thahir Zubair 'Ali Zai : Dha'if,