مسند أحمد ١٣٨٨١: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَهْلُ الْجَنَّةِ يَأْكُلُونَ فِيهَا وَيَشْرَبُونَ وَلَا يَتَغَوَّطُونَ وَلَا يَبُولُونَ وَلَا يَمْتَخِطُونَ وَلَا يَبْزُقُونَ طَعَامُهُمْ جُشَاءٌ وَرَشْحٌ كَرَشْحِ الْمِسْكِ
Musnad Ahmad 13881: Telah bercerita kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah bercerita kepada kami [Al 'A'masy] dari [Abu Sufyan] dari [Jabir] berkata: Rasulullah ShallallahuAalaihiWasallam bersabda: "Para penghuni syurga di dalamnya makan dan minum. Mereka tidak buang air besar, tidak kencing, tidak beringus dan tidak meludah. Makanan mereka keluar cukup dengan sendawa dan keringat yang baunya kasturi"
Grade
مسند أحمد ١٣٨٨٤: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ هَرَبَ الشَّيْطَانُ حَتَّى يَكُونَ بِالرَّوْحَاءِ وَهِيَ مِنْ الْمَدِينَةِ ثَلَاثُونَ مِيلًا
Musnad Ahmad 13884: Telah bercerita kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah bercerita kepada kami [Al 'A'masy] dari [Abu Sufyan] dari [Jabir] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila seorang muadzin telah mengumandangkan adzan, setan berlari kecang sampai di Rouha', suatu tempat yang berjarak tiga puluh mil dari Madinah".
Grade
مسند أحمد ١٣٨٨٦: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ هُوَ ابْنُ عُلَيَّةَ عَنِ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ قَالَ كُنَّا عِنْدَ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ يُوشِكُ أَهْلُ الْعِرَاقِ أَنْ لَا يُجْبَى إِلَيْهِمْ قَفِيزٌ وَلَا دِرْهَمٌ قُلْنَا مِنْ أَيْنَ ذَاكَ قَالَ مِنْ قِبَلِ الْعَجْمِ يُمْنَعُونَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ يُوشِكُ أَهْلُ الشَّامِ أَنْ لَا يُجْبَى إِلَيْهِمْ دِينَارٌ وَلَا مُدٌّ قُلْنَا مِنْ أَيْنَ ذَاكَ مِنْ قِبَلِ الرُّومِ يُمْنَعُونَ ذَاكَ قَالَ ثُمَّ أَمْسَكَ هُنَيْهَةً ثُمَّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي خَلِيفَةٌ يَحْثُو الْمَالَ حَثْوًا لَا يَعُدُّهُ عَدًّا قَالَ الْجُرَيْرِيُ فَقُلْتُ لِأَبِي نَضْرَةَ وَأَبِي الْعَلَاءِ أَتَرَيَانِهِ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ فَقَالَا لَا
Musnad Ahmad 13886: Telah bercerita kepada kami [Isma'il] yaitu Ibnu 'Ulayyah, dari [Al Jurairi] dari [Abu Nadlroh] berkata: kami berada di tempatnya [Jabir bin Abdullah]. Dia berkata: "Hampir saja penduduk Iraq tidak mendapatkan qofiz ataupun dirham". Kami bertanya, Memangnya biasanya darimana mereka dapatkan?. Dia menjawab, dari orang non arab, hanyasaja mereka menghentikannya. Kemudian (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata lagi, "Hampir saja penduduk Syam tidak mendapatkan dinar dan mud (ukuran satu genggam tangan yang setara dengan seperempat sho') ". Kami bertanya, Memangnya dari mana biasanya mereka dapatkan? dari Romawi, mereka menghentikannya. (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berhenti sebentar kemudian berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan datang pada akhir umatku seorang kholifah yang mengambil satu genggam harta namun dia tidak menghitungnya". Al Jurairi berkata: saya bertanya kepada Abu Nadlroh dan Abu Al 'Ala', apakah kamu melihatnya itu adalah 'umar Bin Abdul Aziz Radliyallahu'anhu, mereka berdua menjawab, tidak.
Grade
مسند أحمد ١٣٨٩٠: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعْدِ بْنِ زُرَارَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ بَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَرَأَى زِحَامًا وَرَجُلًا قَدْ ظُلِّلَ عَلَيْهِ فَسَأَلَ عَنْهُ فَقَالُوا هَذَا صَائِمٌ فَقَالَ لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تَصُومُوا فِي السَّفَرِ
Musnad Ahmad 13890: Telah bercerita kepada kami [Isma'il] dari [Syu'bah] dari [Muhammad bin Abdurrahman bin Sa'd bin Zuroroh] dari [Muhammad bin 'Amr bin Al Hasan bin 'Ali] sesungguhnya telah mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata: tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah perjalanan beliau melihat keramaian ada seorang laki-laki yang mereka payungi, lalu beliau bertanya tentangnya. Mereka menjawab, "Ini adalah orang yang sedang berpuasa". Lalu (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Tidaklah termasuk kebaikan jika kalian berpuasa dalam perjalanan".
Grade
مسند أحمد ١٣٨٩٧: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ عَنْ جَابِرٍ قَالَ كَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ ذَلِكَ الْيَوْمَ الَّذِي مَاتَ فِيهِ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام ابْنُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّاسُ إِنَّمَا كَسَفَتْ الشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيمَ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى بِالنَّاسِ سِتَّ رَكَعَاتٍ فِي أَرْبَعِ سَجَدَاتٍ كَبَّرَ ثُمَّ قَرَأَ فَأَطَالَ الْقِرَاءَةَ ثُمَّ رَكَعَ نَحْوًا مِمَّا قَامَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَرَأَ دُونَ الْقِرَاءَةِ الْأُولَى ثُمَّ رَكَعَ نَحْوًا مِمَّا قَامَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَرَأَ دُونَ الْقِرَاءَةِ الثَّانِيَةِ ثُمَّ رَكَعَ نَحْوًا مِمَّا قَامَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَانْحَدَرَ لِلسُّجُودِ فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ قَبْلَ أَنْ يَسْجُدَ لَيْسَ فِيهَا رَكْعَةٌ إِلَّا الَّتِي قَبْلَهَا أَطْوَلُ مِنْ الَّتِي بَعْدَهَا إِلَّا أَنَّ رُكُوعَهُ نَحْوٌ مِنْ قِيَامِهِ ثُمَّ تَأَخَّرَ فِي صَلَاتِهِ وَتَأَخَّرَتْ الصُّفُوفُ مَعَهُ ثُمَّ تَقَدَّمَ فَقَامَ فِي مَقَامِهِ وَتَقَدَّمَتْ الصُّفُوفُ فَقَضَى الصَّلَاةَ وَقَدْ طَلَعَتْ الشَّمْسُ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَإِنَّهُمَا لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ بَشَرٍ فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَصَلُّوا حَتَّى تَنْجَلِيَ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ شَيْءٍ تُوعَدُونَهُ إِلَّا قَدْ رَأَيْتُهُ فِي صَلَاتِي هَذِهِ وَلَقَدْ جِيءَ بِالنَّارِ فَذَلِك حِينَ رَأَيْتُمُونِي تَأَخَّرْتُ مَخَافَةَ أَنْ يُصِيبَنِي مِنْ لَفْحِهَا حَتَّى قُلْتُ أَيْ رَبِّ وَأَنَا فِيهِمْ وَرَأَيْتُ فِيهَا صَاحِبَ الْمِحْجَنِ يَجُرُّ قُصْبَهُ فِي النَّارِ كَانَ يَسْرِقُ الْحَاجَّ بِمِحْجَنِهِ فَإِنْ فُطِنَ بِهِ قَالَ إِنَّمَا تَعَلَّقَ بِمِحْجَنِي وَإِنْ غُفِلَ عَنْهُ ذَهَبَ بِهِ وَحَتَّى رَأَيْتُ فِيهَا صَاحِبَةَ الْهِرَّةِ الَّتِي رَبَطَتْهَا فَلَمْ تُطْعِمْهَا وَلَمْ تَتْرُكْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ حَتَّى مَاتَتْ جُوعًا وَجِيءَ بِالْجَنَّةِ فَذَلِكَ حِينَ رَأَيْتُمُونِي تَقَدَّمْتُ حَتَّى قُمْتُ فِي مَقَامِي فَمَدَدْتُ يَدِي وَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أَتَنَاوَلَ مِنْ ثَمَرِهَا لِتَنْظُرُوا إِلَيْهِ ثُمَّ بَدَا لِي أَنْ لَا أَفْعَلَ
Musnad Ahmad 13897: Telah bercerita kepada kami [Yahya] dari [Abdul Malik] telah bercerita kepadaku ['Atho'] dari [Jabir] berkata: Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertepatan dengan hari meninggalnya Ibrohim anak laki-laki Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Orang-orang berkata: "Sesungguhnya gerhana itu karena kematian Ibrohim". Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri lalu sholat bersama orang-orang, enam rekaat dan setiap empat sujud bertakbir, lalu membaca (ayat) yang panjang lalu rukuk sama panjangnya dengan waktu sujud, lalu mengangkat kepalanya dan membaca lebih sedikit dari bacaan yang pertama, lalu rukuk sebagaimana berdiri dan mengangkat kepalanya dengan bacaan yang lebih pendek dari bacaan yang kedua, lalu rukuk sebagaimana lamanya berdiri lalu mengangkat kepalanya. Lalu miring untuk sujud lalu bersujud dua kali lalu berdiri lalu rukuk tiga kali sebelum sujud. Rekaatnya itu lamanya lebih pendek dari pada sebelumnya dan rukuknya itu sama dengan waktu berdirinya. Kemudian beliau mengakhiri sholatnya dan orang yang berbaris di belakangnya. Lalu beliau maju dengan berdiri diikuti oleh barisan belakangnya dan melaksanakan sholat dan ternyata matahari sudah terlihat. Lalu beliau bersabda: "Wahai manusia, matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Alloh AzzaWaJalla dan keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian manusia. Jika kalian melihat terjadi hal demikian maka sholatlah kalian sampai terlihat kembali. Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang telah dijanjikan kepada kalian kecuali saya telah melihatnya dalam sholatku tadi, saya melihat neraka ketika kalian melihatku hendak mengakhirinya karena saya takut terkena jilatannya sampai saya berkata: Wahai Robku, saya melihat di dalamnya ada orang memakai tongkat yang bengkok menyeret lambungnya di neraka, karena dia mencuri milik orang yang berhaji dengan tongkatnya tersebut walau dia tahu. (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Dia membawa tongkatnya, jika ada yang lalai lalu dia membawanya pergi", saya juga melihat ada seorang yang telah mengikat kucing dan tidak memberinya makan dan tidak membiarkan kucing itu untuk mencari makan sendiri sampai mati karena kelaparan. Dan saya melihat syurga ketika kalian melihat saya maju sampai saya berdiri pada tempatku dan saya ulurkan tanganku hendak mengambil buahnya agar kalian dapat melihatnya namun saya urungkan hal itu.
Grade
مسند أحمد ١٣٩٠٠: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ عَبْدِ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا عَطَاءٌ عَنْ جَابِرٍ قَالَ شَهِدْتُ الصَّلَاةَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِ عِيدٍ فَبَدَأَ بِالصَّلَاةِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ قَامَ مُتَوَكِّئًا عَلَى بِلَالٍ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَوَعَظَ النَّاسَ وَذَكَّرَهُمْ وَحَثَّهُمْ عَلَى طَاعَتِهِ ثُمَّ مَضَى إِلَى النِّسَاءِ وَمَعَهُ بِلَالٌ فَأَمَرَهُنَّ بِتَقْوَى اللَّهِ وَوَعَظَهُنَّ وَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَحَثَّهُنَّ عَلَى طَاعَتِهِ ثُمَّ قَالَ تَصَدَّقْنَ فَإِنَّ أَكْثَرَكُنَّ حَطَبُ جَهَنَّمَ فَقَالَتْ امْرَأَةٌ مِنْ سَفَلَةِ النِّسَاءِ سَفْعَاءُ الْخَدَّيْنِ لِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِأَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ الشَّكَاةَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ فَجَعَلْنَ يَنْزِعْنَ حُلِيَّهُنَّ وَقَلَائِدَهُنَّ وَقِرَطَتَهُنَّ وَخَوَاتِيمَهُنَّ يَقْذِفْنَ بِهِ فِي ثَوْبِ بِلَالٍ يَتَصَدَّقْنَ بِهِ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ شَهِدْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عِيدٍ فَبَدَأَ بِالصَّلَاةِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ
Musnad Ahmad 13900: Telah bercerita kepada kami [Yahya] dari [Abdul Malik] telah bercerita kepada kami ['Atho'] dari [Jabir] berkata: saya melihat sholat pada hari Ied bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau memulai dengan sholat sebelum berkhutbah tanpa adzan dan iqomat. Setelah selesai sholat beliau berdiri dengan bersandar pada Bilal, memuji Alloh dan menasehati manusia, mengingatkan mereka, menganjurkan untuk taat kepadanya. Kemudian menemui para wanita bersama Bilal. Beliau menyuruh mereka untuk bertakwa kepada Alloh, menasehati mereka dan memuji Alloh dan menganjurkan untuk taat kepadanya, lalu bersabda: "Bersedakahlah kalian, sesungguhnya kebanyakan kalian adalah kayu Jahannam". Maka ada seorang wanita rendahan yang kedua pipinya agak kehitam-hitaman bertanya, kenapa demikian Wahai Rasulullah? (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) menjawab, karena kalian banyak mengeluh dan mengingkari keluarganya. Maka mereka melepas perhiasan, gelang, anting dan cincin mereka dan dilemparkan ke pakaian Bilal sebagai sedekah dari mereka. Telah bercerita kepada kami [Ishaq bin Yusuf] telah bercerita kepada kami [Abdul Malik] dari ['Atho'] dari [Jabir bin Abdullah] berkata: saya menyaksikan Hari Raya bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu beliau memulai sholat sebelum khutbah, lalu menyebutkan secara makna.
Grade
مسند أحمد ١٣٩٠٩: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ جَعْفَرٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي خُطْبَتِهِ بَعْدَ التَّشَهُّدِ إِنَّ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ قَالَ يَحْيَى وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا قَالَ وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكَانَ إِذَا ذَكَرَ السَّاعَةَ أَعْلَى بِهَا صَوْتَهُ وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ ثُمَّ يَقُولُ بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةَ كَهَاتَيْنِ وَأَوْمَأَ وَصَفَ يَحْيَى بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى
Musnad Ahmad 13909: Telah bercerita kepada kami [Yahya] dari [Ja'far] telah bercerita kepadaku [bapakku] dari [Jabir bin Abdullah] sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam khutbahnya setelah membaca persaksian, "Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah AzzaWaJalla, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad" Yahya berkata: dan saya tidak mengetahuinya kecuali bersabda: "Dan sejelek-jelek perkara adalah hal yang baru". Jika beliau menyebutkan Hari Kiamat, beliau mengangkat suaranya, wajahnya memerah seolah-olah orang yang sedang memberi komando pasukan kemudian bersabda: "Saya telah diutus, jarak antara saya dengan Kiamat sebagaimana jarak dua ini", sambil memberi isyarat. Yahya mempraktekkan dengan telunjuk dan jari tengah.
Grade
مسند أحمد ١٣٩١٢: حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ حَدَّثَنَا عَطَاءٌ عَنْ جَابِرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَغْلِقْ بَابَكَ وَاذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا وَأَطْفِئْ مِصْبَاحَكَ وَاذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ وَخَمِّرْ إِنَاءَكَ وَلَوْ بِعُودٍ تَعْرُضُهُ عَلَيْهِ وَاذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ وَأَوْكِ سِقَاءَكَ وَاذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Musnad Ahmad 13912: Telah bercerita kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Juraij] telah bercerita kepada kami ['Atho'] dari [Jabir] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tutuplah pintumu dan sebutlah nama AzzaWaJalla. Sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Matikanlah lampumu dan sebutlah nama Allah, tutuplah tempat minummu walau hanya dengan potongan kayu yang akan menghalanginya dan sebutlah nama Allah. pasanglah tutup botolmu dan sebutlah nama AzzaWaJalla!"
Grade
مسند أحمد ١٣٩١٩: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ ابْنِ خُثَيْمٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَابِطٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ الصَّوْمُ جُنَّةٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ وَالصَّلَاةُ قُرْبَانٌ أَوْ قَالَ بُرْهَانٌ يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ النَّارُ أَوْلَى بِهِ يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ النَّاسُ غَادِيَانِ فَمُبْتَاعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا وَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُوبِقُهَا
Musnad Ahmad 13919: Telah bercerita kepada kami [Abdurrazaq] telah menghabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Ibnu Khutsaim] dari [Abdurrahman bin Sabith] dari [Jabir bin Abdullah] Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Ka'b bin' Ujroh, "Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan orang-orang yang bodoh", (Ka'b bin 'Ujroh Radliyallahu'anhu) bertanya, apa itu kepemerintahan orang bodoh? (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Yaitu para pemimpin negara sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. Wahai Ka'b bin 'Ujroh puasa adalah perisai, sedekah memadamkan api neraka dan sholat adalah persembahan. Atau beliau bersabda: penerang. Wahai Ka'b bin Ujroh sesungguhnya tidak akan masuk syurga daging yang tumbuh dari hal yang di murkai Allah (haram), dan neraka adalah paling tepat untuknya, Wahai Ka'b bin 'Ujroh manusia berpagi dengan dua keadaan: yaitu ia terjual dirinya kemudian ia membebaskannya atau ia menjual dirinya kemudian ia menghancurkan dirinya.
Grade
مسند أحمد ١٣٩٢٩: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَسْأَلُونِي عَنْ السَّاعَةِ وَإِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَأُقْسِمُ بِاللَّهِ مَا عَلَى الْأَرْضِ مِنْ نَفْسٍ مَنْفُوسَةٍ الْيَوْمَ يَأْتِي عَلَيْهَا مِائَةُ سَنَةٍ
Musnad Ahmad 13929: Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Bakr] telah menghabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] telah menghabarkan kepadaku [Abu Az Zubair] sesungguhnya telah mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata: saya telah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Mereka bertanya kepadaku tentang Hari Kiamat, sesungguhnya ilmunya di sisi Allah. Saya bersumpah demi Allah, tidak ada di atas bumi mahluk yang diciptakan pada hari ini yang seratus tahun lagi masih hidup."
Grade