Hadits Tentang Jihad

Musnad Ahmad #14479

مسند أحمد ١٤٤٧٩: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ جَاهَدْتُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِنَفْسِي وَمَالِي حَتَّى أُقْتَلَ صَابِرًا مُحْتَسِبًا مُقْبِلًا غَيْرَ مُدْبِرٍ أَأَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَالَ نَعَمْ إِلَّا أَنْ تَدَعَ دَيْنًا لَيْسَ عِنْدَكَ وَفَاءٌ لَهُ

Musnad Ahmad 14479: Telah bercerita kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah bercerita kepada kami [Zuhair] dari [Abdullah bin Muhammad bin 'Aqil] dari [Jabir] Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seraya berkata: "Bagaimana pendapat anda, jika saya berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan hartaku hingga terbunuh dalam keadaan sabar dan mencari pahala dari Allah, maju dan tidak mundur apakah saya masuk surga?" (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: Ya, kecuali jika kamu memiliki hutang dan tak ada yang melunasinya.

Grade

Musnad Ahmad #14516

مسند أحمد ١٤٥١٦: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْوَسْمِ فِي الْوَجْهِ وَالضَّرْبِ فِي الْوَجْهِ

Musnad Ahmad 14516: Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Bakr] telah bercerita kepada kami [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepadaku [Abu Az-Zubair] telah mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang memberi suatu tanda pada wajah atau memukulnya.

Grade

Musnad Ahmad #14547

مسند أحمد ١٤٥٤٧: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ سَمِعَ جَابِرًا يَقُولُ لَمْ نُبَايِعْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمَوْتِ إِنَّمَا بَايَعْنَاهُ عَلَى أَنْ لَا نَفِرَّ

Musnad Ahmad 14547: Telah bercerita kepada kami [Sufyan] dari [Abu Az-Zubair] telah mendengar [Jabir] berkata: kami tidak pernah berbaiat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menjemput kematian, kami berbaiat kepadanya untuk: tidak kabur dalam peperangan.

Grade

Musnad Ahmad #14595

مسند أحمد ١٤٥٩٥: حَدَّثَنِي حَجَّاجٌ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ قَالَ فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ تَعَالَ صَلِّ بِنَا فَيَقُولُ لَا إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ تَكْرِمَةَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ هَذِهِ الْأُمَّةَ

Musnad Ahmad 14595: Telah bercerita kepadaku [Hajjaj] [Ibnu Juraij] berkata: telah mengabarkan kepadaku [Abu Az-Zubair] telah mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan ada sekelompok dari umatku, mereka selalu berperang di atas kebenaran untuk menegakkannya hingga Hari Kiamat" bersabda: "Lalu 'Isa bin Maryam shallallahu 'alaihi wa sallam turun, lalu pemimpin mereka berkata 'Mari shalat lah dengan kami' lalu Isa berkata: "Tidak, sebagian kalian adalah menjadi pemimpin bagi lainnya, agar Allah AzzaWaJalla memuliakan umat ini."

Grade

Musnad Ahmad #14602

مسند أحمد ١٤٦٠٢: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ فَحَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَهْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَهْلٍ أَخُو بَنِي حَارِثَةَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ خَرَجَ مَرْحَبٌ الْيَهُودِيُّ مِنْ حِصْنِهِمْ قَدْ جَمَعَ سِلَاحَهُ يَرْتَجِزُ وَيَقُولُ قَدْ عَلِمَتْ خَيْبَرُ أَنِّي مَرْحَبُ شَاكِي السِّلَاحِ بَطَلٌ مُجَرَّبُ أَطْعَنُ أَحْيَانًا وَحِينًا أَضْرِبُ إِذَا اللُّيُوثُ أَقْبَلَتْ تَلَهَّبُ كَانَ حِمَايَ لَحِمًى لَا يُقْرَبُ وَهُوَ يَقُولُ مَنْ مُبَارِزٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لِهَذَا فَقَالَ مُحَمَّدُ ابْنُ مَسْلَمَةَ أَنَا لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَأَنَا وَاللَّهِ الْمَوْتُورُ الثَّائِرُ قَتَلُوا أَخِي بِالْأَمْسِ قَالَ فَقُمْ إِلَيْهِ اللَّهُمَّ أَعِنْهُ عَلَيْهِ فَلَمَّا دَنَا أَحَدُهُمَا مِنْ صَاحِبِهِ دَخَلَتْ بَيْنَهُمَا شَجَرَةٌ عُمْرِيَّةٌ مِنْ شَجَرِ الْعُشَرِ فَجَعَلَ أَحَدُهُمَا يَلُوذُ بِهَا مِنْ صَاحِبِهِ كُلَّمَا لَاذَ بِهَا مِنْهُ اقْتَطَعَ بِسَيْفِهِ مَا دُونَهُ حَتَّى بَرَزَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا لِصَاحِبِهِ وَصَارَتْ بَيْنَهُمَا كَالرَّجُلِ الْقَائِمِ مَا فِيهَا فَنَنٌ ثُمَّ حَمَلَ مَرْحَبٌ عَلَى مُحَمَّدٍ فَضَرَبَهُ فَاتَّقَى بِالدَّرَقَةِ فَوَقَعَ سَيْفُهُ فِيهَا فَعَضَّتْ بِهِ فَأَمْسَكَتْهُ وَضَرَبَهُ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ حَتَّى قَتَلَهُ

Musnad Ahmad 14602: Telah bercerita kepada kami [Ya'qub] telah bercerita kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] berkata: telah bercerita kepadaku [Abdullah bin Sahl bin Abdurrahman bin Sahl saudara Bani Haritsah] dari [Jabir bin Abdullah Al Anshari] berkata: Marhab penganut Yahudi keluar dari sarangnya dengan menenteng senjatanya kemudian dia bersajak 'Sungguh Khaibar telah tahu bahwa aku adalah Marhab, Si pandai olah senjata serta pahlawan yang terlatih, Kadang aku menusuk kadang pula aku memenggal, jika para singa telah datang 'tuk menerkam, sungguh bentengku sangatlah kokoh tak tersentuh, Dia berkata: 'Siapa yang ingin bertanding denganku? ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa berani melawan orang itu?" Muhammad bin Maslamah berkata 'Sayalah lawannya wahai Rasulullah, karena saya demi Allah memiliki dendam dengannya, kemarin dia telah membunuh saudaraku.' (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Berdiri dan lawanlah dia, ya Allah tolonglah dia darinya." Tatkala keduanya saling berdekatan, keduanya saling masuk ke pepohonan yang lebat dari pohon Al 'Usyar, salah satunya berlindung dari yang lain dengan pohon tersebut, hingga memotong apa saja yang ada di depannya sampai nampak lawannya sehingga pohon tersebut seperti seorang laki-laki yang berdiri tegak tanpa ada dahan yang menempel, kemudian Marhab menyerang Muhammad dan memukulnya (dengan pedangnya) namun Muhammad menangkisnya dengan tameng kulitnya hingga pedang Marhab tertempel pada tameng, hingga tetap menempel dengan tameng tersebut. Tameng Muhammad menjepit pedang Marhab dan menghimpitnya, sehingga Muhammad bin Masalamah bisa membantainya hingga tewas.

Grade

Musnad Ahmad #14655

مسند أحمد ١٤٦٥٥: حَدَّثَنَا سُرَيْجٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ رَاشِدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا نُصِيبُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَغَانِمِنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ الْأَسْقِيَةَ وَالْأَوْعِيَةَ فَيَقْسِمُهَا وَكُلُّهَا مَيْتَةٌ

Musnad Ahmad 14655: Telah bercerita kepada kami [Suroij] telah bercerita kepada kami [Muhammad] yaitu Ibnu Rosyid, dari [Sulaiman bin Musa] dari ['Atho'] dari [Jabir bin Abdullah] berkata: kami mendapatkan rampasan perang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari orang-orang musyrik berupa alAt alat minum dan botol-botol, lalu beliau membaginya dan semua bangkai."

Grade

Musnad Ahmad #14657

مسند أحمد ١٤٦٥٧: حَدَّثَنَا سُرَيْجٌ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ قَيْسٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَاتَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحَارِبَ بْنَ خَصَفَةَ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْهُمْ يُقَالُ لَهُ غَوْرَثُ بْنُ الْحَارِثِ حَتَّى قَامَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالسَّيْفِ فَقَالَ مَنْ يَمْنَعُكَ مِنِّي قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَسَقَطَ السَّيْفُ مِنْ يَدِهِ فَأَخَذَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ يَمْنَعُكَ مِنِّي قَالَ كُنْ كَخَيْرِ آخِذٍ قَالَ أَتَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ قَالَ لَا وَلَكِنْ أُعَاهِدُكَ عَلَى أَنْ لَا أُقَاتِلَكَ وَلَا أَكُونَ مَعَ قَوْمٍ يُقَاتِلُونَكَ فَخَلَّى سَبِيلَهُ فَأَتَى قَوْمَهُ فَقَالَ جِئْتُكُمْ مِنْ عِنْدِ خَيْرِ النَّاسِ فَلَمَّا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الْخَوْفِ فَكَانَ النَّاسُ طَائِفَتَيْنِ طَائِفَةً بِإِزَاءِ الْعَدُوِّ وَطَائِفَةً صَلَّوْا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى بِالطَّائِفَةِ الَّذِينَ مَعَهُ رَكْعَتَيْنِ وَانْصَرَفُوا فَكَانُوا بِمَكَانِ أُولَئِكَ الَّذِينَ بِإِزَاءِ عَدُوِّهِمْ وَانْصَرَفَ الَّذِينَ بِإِزَاءِ عَدُوِّهِمْ فَصَلَّوْا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ فَكَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَلِلْقَوْمِ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ

Musnad Ahmad 14657: Telah bercerita kepada kami [Suraij] yaitu Ibnu Nu'man, telah bercerita kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Abu Bisyr] dari [Sulaiman bin Qais] dari [Jabir bin Abdullah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerangi Muharib bin Khosofah, Lalu datanglah seorang laki-laki dari mereka yang bernama Ghaurats bin Al Harits sehingga bisa mendapati Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan membawa pedang dan berkata: "Siapa yang akan yang akan menolongmu dariku?." Beliau menjawab, "Allah AzzaWaJalla." Tiba-tiba terjatuhlah pedang di tangannya, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengambilnya dan bertanya, "Siapa yang akan menolongmu dariku?." Dia hanya berkata: "Jadilah seorang pengambil yang baik!" (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) bertanya, apakah kau mau bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan saya adalah Rosul Allah?. Dia menjawab, 'Tidak, tapi saya berjanji kepadamu, saya tidak memerangimu dan tidak akan bergabung dengan kaum yang memerangimu dan membantu jalannya'. Lalu dia kembali kepada para kaumnya dan berkata: "Saya telah datang dari orang yang paling baik." Tatkala datang waktu shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat khouf. Orang-orang dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok menghadap musuh, satu kelompok lainnya shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu beliau shalat bersama kelompok yang pertama dua rekaat, lalu mereka mundur dan menempati kelompok yang sedang menghadap musuh tadi. Kemudian kelompok yang sedang menghadap musuh shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dua rekaat. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya empat rekaat dan orang-orang melaksanakannya dua rekaat, dua rekaat.

Grade

Musnad Ahmad #14675

مسند أحمد ١٤٦٧٥: حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي لَيْلَى عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّلَاةِ أَفْضَلُ قَالَ طُولُ الْقُنُوتِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَأَيُّ الْجِهَادِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ عُقِرَ جَوَادُهُ وَأُرِيقَ دَمُهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْهِجْرَةِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ هَجَرَ مَا كَرِهَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَيُّ الْمُسْلِمِينَ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَا الْمُوجِبَتَانِ قَالَ مَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ

Musnad Ahmad 14675: Telah bercerita kepada kami [An-Nadlr bin Isma'il, Abu Al Mughiroh] telah bercerita kepada kami [Ibnu Abu Laila] dari [Abu Az-Zubair] dari [Jabir] berkata: ada seseorang yang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu berkata: Wahai Rasulullah shalat yang bagaimana yang paling utama? Beliau menjawab, shalat yang paling lama berdiri. Dia bertanya lagi, Wahai Rasulullah, jihad apakah yang paling utama? Beliau menjawab, siapa yang disembelih kudanya dan darahnya dialirkan. Dia bertanya, Wahai Rasulullah, hijrah bagaimana yang paling utama? Beliau menjawab, siapa yang meninggalkan apa yang dibenci Allah AzzaWaJalla. Dia bertanya, orang muslim mana yang paling utama? Beliau menjawab, siapa yang kaum muslimin yang lainnya selamat dari lisan dan tangannya. Dia bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah dua hal yang wajib? ' Beliau menjawab, siapa yang meninggal tidak menyekutukan kepada Allah dengan sesuatu pun pasti masuk surga, sebaliknya siapa yang meninggal dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu pasti masuk neraka.

Grade

Musnad Ahmad #14743

مسند أحمد ١٤٧٤٣: حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ حَدَّثَنَا الْأَسْوَدُ بْنُ قَيْسٍ عَنْ نُبَيْحٍ الْعَنَزِيِّ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْمَدِينَةِ إِلَى الْمُشْرِكِينَ لِيُقَاتِلَهُمْ وَقَالَ لِي أَبِي عَبْدُ اللَّهِ يَا جَابِرُ لَا عَلَيْكَ أَنْ تَكُونَ فِي نَظَّارِي أَهْلِ الْمَدِينَةِ حَتَّى تَعْلَمَ إِلَى مَا يَصِيرُ أَمْرُنَا فَإِنِّي وَاللَّهِ لَوْلَا أَنِّي أَتْرُكُ بَنَاتٍ لِي بَعْدِي لَأَحْبَبْتُ أَنْ تُقْتَلَ بَيْنَ يَدَيَّ قَالَ فَبَيْنَمَا أَنَا فِي النَّظَّارِينَ إِذْ جَاءَتْ عَمَّتِي بِأَبِي وَخَالِي عَادِلَتَهُمَا عَلَى نَاضِحٍ فَدَخَلَتْ بِهِمَا الْمَدِينَةَ لِتَدْفِنَهُمَا فِي مَقَابِرِنَا إِذْ لَحِقَ رَجُلٌ يُنَادِي أَلَا إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَرْجِعُوا بِالْقَتْلَى فَتَدْفِنُوهَا فِي مَصَارِعِهَا حَيْثُ قُتِلَتْ فَرَجَعْنَا بِهِمَا فَدَفَنَّاهُمَا حَيْثُ قُتِلَا فَبَيْنَمَا أَنَا فِي خِلَافَةِ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ إِذْ جَاءَنِي رَجُلٌ فَقَالَ يَا جَابِرُ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ وَاللَّهِ لَقَدْ أَثَارَ أَبَاكَ عَمَلُ مُعَاوِيَةَ فَبَدَا فَخَرَجَ طَائِفَةٌ مِنْهُ فَأَتَيْتُهُ فَوَجَدْتُهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِي دَفَنْتُهُ لَمْ يَتَغَيَّرْ إِلَّا مَا لَمْ يَدَعْ الْقَتْلُ أَوْ الْقَتِيلُ فَوَارَيْتُهُ قَالَ وَتَرَكَ أَبِي عَلَيْهِ دَيْنًا مِنْ التَّمْرِ فَاشْتَدَّ عَلَيَّ بَعْضُ غُرَمَائِهِ فِي التَّقَاضِي فَأَتَيْتُ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنَّ أَبِي أُصِيبَ يَوْمَ كَذَا وَكَذَا وَتَرَكَ عَلَيَّ دَيْنًا مِنْ التَّمْرِ وَاشْتَدَّ عَلَيَّ بَعْضُ غُرَمَائِهِ فِي التَّقَاضِي فَأُحِبُّ أَنْ تُعِينَنِي عَلَيْهِ لَعَلَّه أَنْ يُنَظِّرَنِي طَائِفَةً مِنْ تَمْرِهِ إِلَى هَذَا الصِّرَامِ الْمُقْبِلِ فَقَالَ نَعَمْ آتِيكَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ قَرِيبًا مِنْ وَسَطِ النَّهَارِ وَجَاءَ مَعَهُ حَوَارِيُّهُ ثُمَّ اسْتَأْذَنَ وَدَخَلَ فَقُلْتُ لِامْرَأَتِي إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَنِي الْيَوْمَ وَسَطَ النَّهَارِ فَلَا أَرَيْتُكِ وَلَا تُؤْذِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِي بِشَيْءٍ وَلَا تُكَلِّمِيهِ فَدَخَلَ فَفَرَشَتْ لَهُ فِرَاشًا وَوِسَادَةً فَوَضَعَ رَأْسَهُ فَنَامَ قَالَ وَقُلْتُ لِمَوْلًى لِيَ اذْبَحْ هَذِهِ الْعَنَاقَ وَهِيَ دَاجِنٌ سَمِينَةٌ وَالْوَحَا وَالْعَجَلَ افْرُغْ مِنْهَا قَبْلَ أَنْ يَسْتَيْقِظَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مَعَكَ فَلَمْ نَزَلْ فِيهَا حَتَّى فَرَغْنَا مِنْهَا وَهُوَ نَائِمٌ فَقُلْتُ لَهُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اسْتَيْقَظَ يَدْعُو بِالطَّهُورِ وَإِنِّي أَخَافُ إِذَا فَرَغَ أَنْ يَقُومَ فَلَا يَفْرَغَنَّ مِنْ وُضُوئِهِ حَتَّى تَضَعَ الْعَنَاقَ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلَمَّا قَامَ قَالَ يَا جَابِرُ ائْتِنِي بِطَهُورٍ فَلَمْ يَفْرُغْ مِنْ طُهُورِهِ حَتَّى وَضَعْتُ الْعَنَاقَ عِنْدَهُ فَنَظَرَ إِلَيَّ فَقَالَ كَأَنَّكَ قَدْ عَلِمْتَ حُبَّنَا لِلَّحْمِ ادْعُ لِي أَبَا بَكْرٍ قَالَ ثُمَّ دَعَا حَوَارِيَّيْهِ اللَّذَيْنِ مَعَهُ فَدَخَلُوا فَضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ وَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ كُلُوا فَأَكَلُوا حَتَّى شَبِعُوا وَفَضَلَ لَحْمٌ مِنْهَا كَثِيرٌ قَالَ وَاللَّهِ إِنَّ مَجْلِسَ بَنِي سَلِمَةَ لَيَنْظُرُونَ إِلَيْهِ وَهُوَ أَحَبُّ إِلَيْهِمْ مِنْ أَعْيُنِهِمْ مَا يَقْرُبُهُ رَجُلٌ مِنْهُمْ مَخَافَةَ أَنْ يُؤْذُوهُ فَلَمَّا فَرَغَ قَامَ وَقَامَ أَصْحَابُهُ فَخَرَجُوا بَيْنَ يَدَيْهِ وَكَانَ يَقُولُ خَلُّوا ظَهْرِي لِلْمَلَائِكَةِ وَاتَّبَعْتُهُمْ حَتَّى بَلَغُوا أُسْكُفَّةَ الْبَابِ قَالَ وَأَخْرَجَتْ امْرَأَتِي صَدْرَهَا وَكَانَتْ مُسْتَتِرَةً بِسَقِيفٍ فِي الْبَيْتِ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلِّ عَلَيَّ وَعَلَى زَوْجِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْكَ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْكِ وَعَلَى زَوْجِكِ ثُمَّ قَالَ ادْعُ لِي فُلَانًا لِغَرِيمِي الَّذِي اشْتَدَّ عَلَيَّ فِي الطَّلَبِ قَالَ فَجَاءَ فَقَالَ أَيْسِرْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي إِلَى الْمَيْسَرَةِ طَائِفَةً مِنْ دَيْنِكَ الَّذِي عَلَى أَبِيهِ إِلَى هَذَا الصِّرَامِ الْمُقْبِلِ قَالَ مَا أَنَا بِفَاعِلٍ وَاعْتَلَّ وَقَالَ إِنَّمَا هُوَ مَالُ يَتَامَى فَقَالَ أَيْنَ جَابِرٌ فَقَالَ أَنَا ذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ كِلْ لَهُ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ سَوْفَ يُوَفِّيهِ فَنَظَرْتُ إِلَى السَّمَاءِ فَإِذَا الشَّمْسُ قَدْ دَلَكَتْ قَالَ الصَّلَاةَ يَا أَبَا بَكْرٍ فَانْدَفَعُوا إِلَى الْمَسْجِدِ فَقُلْتُ قَرِّبْ أَوْعِيَتَكَ فَكِلْتُ لَهُ مِنْ الْعَجْوَةِ فَوَفَّاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَفَضَلَ لَنَا مِنْ التَّمْرِ كَذَا وَكَذَا فَجِئْتُ أَسْعَى إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَسْجِدِهِ كَأَنِّي شَرَارَةٌ فَوَجَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ صَلَّى فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَمْ تَرَ أَنِّي كِلْتُ لِغَرِيمِي تَمْرَهُ فَوَفَّاهُ اللَّهُ وَفَضَلَ لَنَا مِنْ التَّمْرِ كَذَا وَكَذَا فَقَالَ أَيْنَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ فَجَاءَ يُهَرْوِلُ فَقَالَ سَلْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ غَرِيمِهِ وَتَمْرِهِ فَقَالَ مَا أَنَا بِسَائِلِهِ قَدْ عَلِمْتُ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ سَوْفَ يُوَفِّيهِ إِذْ أَخْبَرْتَ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ سَوْفَ يُوَفِّيهِ فَكَرَّرَ عَلَيْهِ هَذِهِ الْكَلِمَةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ كُلُّ ذَلِكَ يَقُولُ مَا أَنَا بِسَائِلِهِ وَكَانَ لَا يُرَاجِعُ بَعْدَ الْمَرَّةِ الثَّالِثَةِ فَقَالَ يَا جَابِرُ مَا فَعَلَ غَرِيمُكَ وَتَمْرُكَ قَالَ قُلْتُ وَفَّاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَفَضَلَ لَنَا مِنْ التَّمْرِ كَذَا وَكَذَا فَرَجَعَ إِلَى امْرَأَتِهِ فَقَالَ أَلَمْ أَكُنْ نَهَيْتُكِ أَنْ تُكَلِّمِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ أَكُنْتَ تَظُنُّ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُورِدُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْتِي ثُمَّ يَخْرُجُ وَلَا أَسْأَلُهُ الصَّلَاةَ عَلَيَّ وَعَلَى زَوْجِي قَبْلَ أَنْ يَخْرُجَ

Musnad Ahmad 14743: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] telah menceritakan kepada kami [Al Aswad bin Qais] dari [Nubaih Al 'Anazi] dari [Jabir bin Abdullah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berangkat dari Madinah menuju orang-orang musyrik untuk memerangi mereka. Abdullah, bapakku berkata kepadaku, Wahai Jabir, kamu tidak usah ikut berangkat berperang. Cukuplah engkau sebagai juru siar penduduk Madinah sehingga engkau tahu nasib kita yang alami. Demi Allah, kalaulah bukan karena saya meninggalkan anak-anak perempuan sepeninggalku, maka saya suka jika kau terbunuh di hadapanku. (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata: ketika saya menunggunya, datanglah bibiku dengan membawa jenazah bapakku dan pamanku yang disusung di atas unta ke dalam kota Madinah agar dikubur di pekuburan (Madinah). Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menyusul dan mengatakan, "Ketahuilah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kalian agar jangan membawa korban perang dan agar menguburkannya pada tempat dia terbunuh." Lalu kami membawanya kembali, kami menguburnya di tempat keduanya terbunuh. Tatkala masa Khilafah Mu'awiyah bin Abu Sufyan, ada seorang laki-laki yang datang dan berkata: "Wahai Jabir bin Abdullah, demi Allah, tukang-tukang bangunan Mu'awiyah secara tidak sengaja telah membongkar kuburan ayahmu, hingga jasadnya kelihatan dan bahkan sebagian organnya tidak tertutup kafan. Kontan aku mendatangi jenazah ayahku dan ternyata saya dapatkan masih utuh seperti saat dikuburkan. Tidak ada yang berubah kecuali bagian-bagian akibat pembunuhan, lantas kututupi. (Jabir bin Abdullah radliyallahu'anhuma) berkata: bapakku meninggalkan hutang berupa kurma, lalu beberapa orang yang menghutanginya menekanku dalam meminta hak mereka. Saya mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, saya katakan, 'Wahai Nabiyulloh bapakku meninggal pada peristiwa ini dan itu, dan meninggalkan hutang kurma. Lalu orang yang menghutanginya mendesakku menuntut haknya, maukah anda menolongku, barangkali saja ada beberapa orang yang akan meminjamkan kurmanya sampai masa panen yang akan datang.' Maka beliau menjawab 'Ya' Saya akan datang menjelang tengah hari INSYA ALLAH. lalu beliau datang dengan para sahabatnya, beliau meminta ijin lalu saya katakan kepada istriku 'Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam akan menemuiku hari ini pada pertengahan siang. Maka saya tidak akan memperlihatkan kamu dan kamu jangan menganggu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam rumahku sedikitpun, jangan kau mengajak bicara kepadannya.' Lalu beliau datang, saya bentangkan kasur dan bantal padanya, lalu beliau meletakkan kepalanya dan tidur. Saya berkata kepada pelayanku, 'Sembelihlah kambing muda ini, ini adalah kambing ternak yang gemuk, cepatlah kerjakan dan selesaikan sebelum Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bangun dan saya akan menemanimu.' Kami telah mengarapnya sampai selesai, dan beliau masih tertidur, lalu saya katakan kepada budakku, 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam jika bangun maka dia akan meminta air wudlu, jika telah selesai dia akan berdiri maka jangan sampai beliau menyelesaikan wudlunya sehingga kambing itu diletakkan di hadapannya.' Tatkala beliau telah selesai, bersabda: "Wahai Jabir, bawakan saya air wudlu." Tatkala beliau sedang berwudlu, lalu saya letakkan kambing disamping beliau, lalu beliau melihat ke arahku dan bersabda: "Kamu kok tahu saja kegemaranku terhadap daging, tolong panggilkan Abu Bakar." (Jabir bin Abdullah radliyallahu'anhuma) berkata: lalu dipanggilah para sahabatnya, mereka masuk lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memukulkan tangannya dan berkata 'Dengan nama Allah makanlah kalian.' Mereka makan sampai kenyang, dan menyisakan banyak daging. (Jabir bin Abdullah radliyallahu'anhuma) berkata: demi Allah majlis Bani Salamah melihat beliau, mereka lebih mencintainya daripada pada diri mereka, sampai tidaklah seorang sangat mendekatinya namun takut menganggunya. Tatkala telah selesai, beliau berdiri diikuti para sahabatnya, lalu mereka meninggalkan beliau. Beliau bersabda: Kosongkanlah belakangku untuk para malaikat", lalu saya mengikuti mereka sampai mereka di ambang pintu. (Jabir bin Abdullah radliyallahu'anhuma) berkata: istriku mengeluarkan dadanya dan dia tertutup dengan pembatas rumah, dia berkata: "Wahai Rasulullah do'akanlah padaku dan pada suamiku semoga Alloh merahmati anda. Lalu beliau menjawab, semoga Alloh mensejahterakan kamu dan suamimu. Lalu beliau bersabda: "Doakan fulan, orang yang telah menghutangiku yang menekanku dalam meminta kepadaku." (Jabir bin Abdullah radliyallahu'anhuma) berkata: lalu (orang yang menghutangiku) datang. Lalu (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: Mudahkanlah pada Jabir bin Abdullah" yaitu berilah kemudahan dengan bagian hutangmu dari bapaknya, pada waktu panen yang akan datang. (orang yang berhutang) berkata: saya tidak mau. Dia menyebutkan alasannya dan berkata: itu adalah harta anak yatim. Lalu (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) bertanya, dimana Jabir? (Jabir bin Abdullah radliyallahu'anhuma) berkata: saya Wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Timbanglah untuknya Alloh 'azza wajalla akan mencukupkannya", lalu saya melihat ke langit, ternyata matahari telah condong ke barat sedikit. Lalu beliau bersabda: "Shalat Wahai Abu Bakar", lalu mereka berbondong-bondong ke masjid, lalu saya berkata: dekatkan keranjangmu, saya menakarnya ajwah untuknya, lalu Alloh 'azza wajalla mencukupkannya dan masih tersisa kurmanya sekian dan sekian. Lalu saya segera menemui Rasulullah dalam masjidnya seolah-olah saya orang jahat. Saya mendapatkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah shalat. Lalu saya katakan, Wahai Rasulullah bagaimana pendaparmu, saya telah menakar untuk orang yang menghutangku, lalu Alloh 'azza wajalla mencukupkannya dan masih tersisa sekian dan sekian. Beliau bertanya, di mana 'Umar bin khottob. Lalu dia datang dengan cepat setengah lari. (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tanyalah kepada Jabir tentang orang yang menghutanginya kurma." Saya tidak akan menanyakannya, sunggguh saya telah tahu Alloh 'azza wajalla pasti akan mencukupkannya saat anda mengabarkan Alloh 'azza wajalla akan mencukupkannya, lalu beliau mengulangi kalimat tersebut tiga kali semuanya dengan menyebutkan "Saya tidak akan menanyakannya." Setelah tiga kali tidak diulanginya lagi. Lalu beliau bersabda: "Wahai Jabir apa yang telah dilakukan orang yang menghutangimu dan kurmamu?" (Jabir bin Abdullah radliyallahu'anhuma) berkata: saya berkata: semoga Alloh AzzaWaJalla mencukupkannya dan menyisakannya sekian dan sekian, lalu dia (Jabir bin Abdullah radliyallahu'anhuma) kembali ke istriya dan berkata: bukankah saya telah melarangmu untuk berbicara kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dia menjawab, apa yang kau sangkakan kepada Alloh AzzaWaJalla, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melewati rumahku lalu keluar dan saya tidak meminta doa untuk keselamatanku dan untuk suamiku sebelum dia keluar.

Grade

Musnad Ahmad #14762

مسند أحمد ١٤٧٦٢: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ التَّيْمِيِّ يَعْنِي سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ يَعْنِي النَّهْدِيَّ عَنْ عَامِرِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ أُمَيَّةَ قَالَ الطَّاعُونُ وَالْبَطْنُ وَالْغَرَقُ وَالنُّفَسَاءُ شَهَادَةٌ حَدَّثَنَا بِهِ أَبُو عُثْمَانَ مِرَارًا وَقَدْ رَفَعَهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّةً

Musnad Ahmad 14762: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Sa'id] dari [At Taimi] yaitu Sulaiman dari [Abu 'Utsman] yaitu An-Nahdi dari ['Amir Bin Malik] dari [Shafwan bin Umayyah] berkata: (orang yang mati karena) wabah tho'un, sakit perut, orang yang mati karena tenggelam dan melahirkan adalah mati syahid. Telah menceritakan kepada kami dengan hadits ini, Abu 'Utsman berulang-ulang, dan sesekali dia memarfu'kannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Grade